Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Pengenalan Konsep Manajemen Waktu Melalui Aktivitas Matematika untuk Anak Usia Dini Aulia Annisa1 Abstrak Saat ini teknologi berkembang pesat dan menyentuh semua kalangan, baik dari pengguna dewasa bahkan anak- anak juga tidak terlepas dari pengaruh Anak-anak dapat mengakses permainan digital dari tablet, komputer atau telepon genggam. Tetapi dalam penggunaan peralatan digital, orang tua harus menerapkan manajemen waktu agar penggunaannya tidak berlebihan, sebab akan membuat anak kehilangan kesempatan berinteraksi dengan orang lain dan kehilangan waktu belajar Penelitian ini menganalisis manajemen waktu anak usia 3-6 tahun dari sisi teoritik serta solusi dalam mengatasi problematika manajemen waktu sehingga bisa menumbuhkan kemandirian pada Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis 15 buku dan artikel ilmiah terkait manajemen waktu melalui aktivitas matematika pada anak. Teknik analisis data menggunakan analisis isi terkait fenomena, penyebab dan solusi manajemen waktu anak melalui aktivitas matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dilatih untuk dapat menentukan prioritas mana aktifitas yang penting dan yang harus di dahulukan, agar anak lebih produktif baik di sekolah atau aktifitas lainnya. Materi utama manajemen waktu yang diajarkan dalam perancangan permainan adalah belajar menentukkan prioritas kegiatan dan penggunaan konsep urutan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, sehingga diharapkan apabila anak memahami kedua materi tersebut, secara tidak langsung anak juga dapat mengembangkan kedisiplinan karena terlatih untuk mematuhi aturan-aturan yang ada. Kata Kunci: manajemen waktu, aktivitas matematika, anak usia dini Abstract Currently technology is developing rapidly and touching all walks of life, both from adult users and even children who are also inseparable from the influence of technology. Children can access digital games from tablets, computers or mobile phones. But in using digital equipment, parents must apply time management so that their use is not excessive, because it will make children lose opportunities to interact with other people and lose learning time. time management so that it can foster independence in children. The research method uses literature studies by analyzing 15 books and scientific articles related to time management through mathematical activities in children. The data analysis technique uses content analysis related to phenomena, causes and solutions for children's time management through mathematical activities. The results STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, auliaannisa@ishlahiyah. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt of the analysis show that children are trained to be able to determine priorities which activities are important and which must come first, so that children are more productive both at school and other activities. The main material of time management taught in game design is learning to prioritize activities and use the concept of sequence in carrying out daily activities, so it is hoped that if children understand these two materials, indirectly children can also develop discipline because they are trained to comply with the rules set. there is. Keywords: time management, math activity, early childhood PENDAHULUAN Pendidikan adalah faktor penting dalam pembangunan suatu bangsa. Kualitas suatu sistem pendidikan dapat mempengaruhi kualitas suatu bangsa di masa depan. Ketika suatu bangsa mengalami keterpurukan dan diperparah dengan kualitas SDM yang rendah biasanya sering dikaitkan dengan lemahnya peran pendidikan dalam membentuk manusia yang unggul. Saat ini sudah semakin disadari bahwa pendidikan sangat penting bahkan dimulai sejak anak Bahkan yang lebih menarik lagi, pendidikan dapat dimulai semenjak anak masih dalam kandungan. Pentingnya pendidikan sejak dini karena didorong oleh berbagai teori belajar yang menyebutkan bahwa pada usia tersebutlah berbagai aspek perkembangan mengalami masa yang sangat cepat dan menentukan. Memasuki abad XXI atau Milennium ketiga ini, dunia pendidikan dihadapkan kepada berbagai masalah pelik yang apabila tidak segera di atasi cepat, tidak mustahil dunia pendidikan akan ditinggal oleh zaman (Nata, 2009:. Kesadaran akan tampilnya dunia pendidikan dalam memecahkan dan merespon berbagai tantangan baru yang timbul pada setiap zaman adalah suatu hal yang logis bahkan suatu keharusan. Hal yang demikian dapat dimengerti mengingat dunia pendidikan merupakan salah satu pranata yang terlibat secara langsung dalam mempersiapkan masa depan bangsa (Nurrahmaniah, 2. Pendidikan usia dini adalah salah satu upaya optimalisasi tumbuh kembang bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan sehingga dapat dicapai pertumbuhan dan perkembangan jasmaniAerohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat . menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Kemendiknas, 2010:. Masa depan pendidikan di Abad ke 21 atau millenium ketiga sangat ditentukan oleh seberapa jauh ia mampu eksis secara fungsional ditengahtengah kehidupan global yang amat kompetitif. Dalam situasi tersebut manusia yang akan survive adalah yang dapat merubah tantangan menjadi peluang besar. Dan dapat mengisi peluang tersebut secara produktif. Sementara itu faktor kepribadian atau moralitas Yang baik atau menjadi salah satu daya tarik dalam berkomunikasi dengan manusia. Masa depan membutuhkan manusia-manusia yang kreatif, inovatif, dinamis, terbuka, bermoral baik, mandiri atau penuh percaya Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt diri, menghargai waktu, mampu berkomunikasi dan memanfaatkan peluang serta menjadikan orang lain sebagai mitra (Nata, 2009: . Kemampuan dasar yang dikembangkan di satuan PAUD meliputi kemampuan nilai agama dan moral, sosial emosional, bahasa, fisik/motorik, seni dan kemampuan kognitif. Dalam hal ini, peneliti memfokuskan kepada manajemen waktu yang merupakan bagian dari perkembangan kognitif anak. Pengembangan kemampuan kognitif bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir anak. Pada kemampuan kognitif tersebut, anak diharapkan dapat mengenal konsep matematika sederhana. Matematika anak usia dini menurut Sriningsih, . 9 : . yaitu : "pembelajaran matematika terpadu yang merupakan sarana yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, mendorong anak untuk mengembangkan berbagai potensi intelektual anak. " Kegiatan pengembangan pembelajaran matematika untuk anak usia dini pada dasarnya bertujuan untuk menstimulasi kemampuan berpikir anak agar memiliki kesiapan untuk belajar matematika pada tahap selanjutnya. Dasar ilmu matematika ini sangat penting untuk dipelajari, apalagi sejak usia dini. Karena pada saat itu kondisi otak pada anak-anak sangat mudah untuk menyerap suatu ilmu yang baru dan sangat susah untuk melupakannya. Sehingga dengan menstimulasi otak anak sejak usia dini bisa membantu meningkatkan kemampuannya dalam menangkap dan menyerap pelajaran lebih cepat ketika anak masuk sekolah. Dasar dari kehidupan seseorang juga dapat dilihat dari ilmu matematika yang telah diajarkan sejak dini. Karena pada umumnya dalam kehidupan ini semua orang berinteraksi dengan orang lain menggunakan bagian dari ilmu matematika. Contohnya dalam transaksi jual beli, kemampuan dasar ilmu matematika ini sangat diperlukan sekali. Ilmu matematika bisa membuat anak usia dini belajar mandiri sehingga mereka sudah bisa membagi waktu untuk kegiatan yang bermanfaat dan bisa memanajemen uang jajan mereka sendiri dengan baik. Oleh karena itu perlunya ditanamkan ilmu tersebut sejak usia dini. Dalam mengembangkan kemampuan matematika anak diperlukan proses pembelajaran yang efektif, menyenangkan, menarik dan bermakna bagi anak. Proses pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh berbagai unsur, antara lain guru yang memahami secara utuh hakikat, sifat karakteristik anak, metode pembelajaran yang berpusat pada kegiatan anak, sarana kegiatan anak yang memadai, ketersediaannya berbagai sumber dan media belajar yang menarik dan mendorong anak untuk belajar. Perlu disadari bahwa manajemen waktu merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan konsep diri siswa yang baik. Hamachek dalam Heri Zan Pieter menjelaskan bahwa salah satu karakteristik siswa yang memiliki konsep diri yang baik adalah manajemen waktu dan juga kemandirian (Heri Zan Pieter 2. Namun dalam membentuk siswa dan mahasiswa yang mampu memanaje waktu dan mandiri ini membutuhkan kerjasama orang tua. Pada penelitian yang dilakukan Hasmi Syahputra harahap beserta rekan lainnya menjelaskan bahwa kemandirian siswa juga sangat berhubungan dengan perhatian yang diberikan oleh orang tua (Harahap et al. Sehingga orang tua juga diharuskan berperan aktif dalam menciptakan siswa mandiri dan mampu memanaj waktu yang dimiliki. Permasalahan manajemen waktu sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum pandemi ini terjadi, namun ketika pandemi ini terjadi semakin menambah parah permasalahan itu, formula yang ampuh baik dari lembaga pendidikan dan orang tua yang bisa diimplementasikan dalam masa pandemi ini agaknya masih belum Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt bisa dilaksanakan secara universal (Wahidaty. : 2. Lembaga pendidikan dan orang tua yang memiliki kedisiplinan tinggi masih bisa mengatasi permasalahan ini, namun bagi keluarga yang tidak demikian akan mendapatkan gambaran anak didiknya menjadi seorang yang tidak bisa menghargai waktu memenuhi kehidupannya dengan bermain smartphone atau bermain bersama temannya sampai tak tau waktu, apalagi jika orang tuanya tidak memiliki power untuk memberikan batasan kepada anaknya, maka ini akan menjadi buah simalakama untuk orang tua dan lembaga pendidikan. selain menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi manajemen waktu orang tua juga berpengaruh dalam hasil belajar siswa (Annauval and Ghofur 2. Saat ini teknologi berkembang pesat, dan menyentuh semua kalangan, baik dari pengguna dewasa bahkan anak- anak juga tidak terlepas dari pengaruh Anak-anak dapat mengakses permainan digital dari tablet, komputer atau telepon genggam. Tetapi dalam penggunaan peralatan digital, orang tua harus menerapkan manajemen waktu agar penggunaannya tidak berlebihan, sebab akan membuat anak kehilangan kesempatan berinteraksi dengan orang lain dan kehilangan waktu belajar. Selain batasan yang di berikan oleh orang tua, peralatan digital juga mempertimbangkan keamanan, sebab tidak disemua lokasi aman dari tindak kejahatan, mengingat peralatan tersebut tidak murah (Yunita, dkk: 2. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengenalisis manajemen waktu anak usia 3-6 tahun dari sisi teoritik serta solusi dalam mengatasi problematika manajemen waktu sehingga bisa menumbuhkan kemandirian pada anak usia dini karena manajemen waktu yang baik sejak dini akan membantu anak dalam bertahan hidup dikemudian hari. KAJIAN TEORI Waktu merupakan hal yang sangat penting dalam dunia ini. Pribahasa arab mengatakan bahwa waktu ibarat pisau yang setiap saat dapat memenggal apa saja yang dilaluiya, sementara pribahasa barat mengatakan waktu sebagai uang yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Maka dari itu, waktu sebagai modal yang paling berharga bagi remaja untuk mengembangkan potensinya melalui rangkaian kegiatan yang produktif menunjang cita-cita remaja. Prinsip Manajemen Waktu Upaya manajemanisasi waktu dengan sebaik mungkin merupakan upaya positif dan sebenarnya menjadi keharusan bagi setiap manusia. dalam upaya tersebut terdapat tiga prinsip yang harus dilakukan yaitu: pertama, waktu berjalan terus dan tidak pernah kembali, baik dimanfaatkan atau tidak. jika tidak dimanfaatkan berarti waktu akan hilang tanpa arti. Jika dimanfaatkan tetapi tidak efisien berarti sebagai modal waktu tidak terdayagunakan secara produktif. Oleh karena itu waktu yang tersedia harus dimanfaatkan secara produktif dan efisien. Kedua, perlu menyusun rencana penggunaannya. Dengan rencana yang baik, dapat dihindari adanya waktu yang kosong sehingga berlalu dan hilang tanpa arti, sedangkan waktu yang diisi kegiatan yang terlalu padat dapat menimbulkan stres. Ketiga, pemanfaatan waktu kerja kepala sekolah, guru dan siswa hendaknya diprioritaskan pada kegiatan pengajaran, pembinaan, kesiswaan dan pengembangan profesional lainnya dibanding dengan kegiatan lain yang bersifat administratif (Lubis & Haidir: 2. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Cara Manajemenisasi Waktu Mengelola waktu memang harus dilakukan karena dengan terkelolanya waktu dengan baik maka akan memaksimalkan hasil yang di dapatkan. Haynes (Abdillah et al. menjelaskan bahwa pengelolaan waktu dilakukan dengan cara: pertama. Perencanaan, yaitu proses dalam menentukan suatu tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Perencanaan waktu merupakan penentuan waktu yang tepat agar sesuai dengan tujuan yang direncanakan berkiatan dengan waktu. Perencanaan yang dibuat harus ditulis dan dievaluasi serta dilakukakn pembaruan- pembaruan yang memungkinkan. Kedua. Pengorganisasian Waktu yaitu upaya dalam alokasi ssumber daya serta kegiatan secara terstruktur kepada setiap individu dan/kelompok agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Namun kaitannya dengan waktu, maka pengorganisasian waktu adalah kegiatan mengidentifikasi, mengelompokan, menganalisis kegiatan dan mengelola waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu aktivitas pekerjaan. Ketiga. Pengordinasian Waktu, pengkoordinasian yaitu suatu usaha untuk melakukan koordinasi dan mengarahkan orang lain atau didir sendiri agar may bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana dan tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini pengoordinasian waktu adalah kegiatan untuk mengkoordinasikan dan menyelaraskan kegiatan agar dapat tercapai secara efektif dan efisien serta sesuai dengan perencanaan waktu yang telah dibuat serta tujuan yang akan dicapai. Keempat. Pengawasan Waktu adalah kegiatan untuk memastikan apakah semua aktivitas kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan yang dibuat, dalam hal pengawasan waktu maksudnya adalah kegiatan untuk menyelesaikan jadwal kegiatan dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Tujuannya untuk mengoreksi jadwal yang tidak sesuai dengan perencaan, ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan pada masing-masing aktivitas kegiatan. Manfaat Manajemen Waktu Jika dilihat lebih mendalam maka manajemen waktu sangat bermanfaat agar tidak lagi ada waktu yang terbuang dengan sia-sia terlebih saat pandemi seperti ini tidak sedikit lembaga pendidikan yang hanya memberikan 2-3 jam pelajaran dalam kesehariannya, maka masih banyak waktu produktif yang tersisa, dan harus di manfaatkan dengan sebaik mungkin. Terdapat beberapa hal yang menjadi manfaat ketika kita mampu mengelola waktu yang kita miliki yaitu:. membantu kita membuat prioritas, . mengurangi kecenderungan untuk menunda, . membantu menghindari tabrakan waktu, . memberi kebebasan dan kendali, . membantu menghindari perasaan bersalah, . Membantu mengevaluasi kemajuan (Abdillah et al. Ira Nurmala juga menjelaskan beberapa manfaat dari manajemen waktu yaitu: . dapat mengerjakan tugas berdasarkan skala prioritas, . tugas tidak akan menumpuk dan bertabrakan, . prikologi menjalankan tugas stabil . ida pernah stres, galau, bingung, cemas, bimban. , . hidup semakin produktif untuk fokus dalam pencapaian tujuan, . status kesehatan baik . isik, mental, sosial, spiritual dan ekonom. , . hidup terasa lebih nyaman dan tenang, . percepatan dalam menggapai prestasi yang terbaik sesuai kapasitas usaha (Nurmala 2. Hambatan Manajemen Waktu Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Manajemen waktu merupakan hal yang sangat penting era saat ini. Ira Nurmala menyebutkan terdapat beberapa hal yang menunjukkan urgensi manajemen waktu pada anak saat ini, (Nurmala 2. yaitu: Pertama, membiarkan orang lain mengatur hidupnya, anak cenderung susah bilang tidak menolak ajakan temannya untuk bermain tanpa tujuan, main game, bahkan melakukan perilaku beresiko. Kedua, sering merasa hidupnya cemas, galau, stres, bimbang, terburu-buru, tertekan, hal ini dikarenakan seringnya mengerjakan sesuatu dengan terdesak dan belum bisa menentukan skala prioritas. Anak perlu melakukan manajemen waktu, salah satunya tidak menunda tugas. Jika menunda tugas sampai mendekati deadline akan menaikkan level stres. Ketiga, banyak tugas/agenda yang bertabrakan sehingga tidak ada yang berjalan dengan maksimal hasilnya, hal ini dikarenakan sering menunda pekerjaan/tugas sekolah yang sudah diberikan sejak lama atau sebelum ada tambahan tugas. Keempat, kewalahan dalam melaksanakan tugas karena terlalu banyak tugas dan semuanya belum selesai jadi bingung memilih tugas mana yang dilakukan terlebih dahulu. Kelima, merasa dirinya adalah manusia yang paling menderita bahkan sudah tidak nyaman lagi belajar di sekolahnya atau bekerja karena banyak orang yang menuntut dan menegur karena banyak tugas yang tidak terselesaikan dengan baik. Keenam, tidak mempunyai waktu istirahat karena semua tugas dikerjakan di waktu yang sama dengan deadline yang berdekatan semua sehingga semua dikerjakan lembur tanpa mempertimbangan Ketujuh, hasil akhirnya di bawah rata-rata atau kurang maksimal. Kedelapan, menurut hasil penelitian (Haruna and Fajar 2. manajemen waktu juga berkaitan dengan prestasi belajar. Pembelajaran Matematika Permulaan Anak Usia Dini Konten Standar Matematika untuk anak usia dini menurut NCTM (National Council of Teachers of Mathematic. adalah sebagai berikut : Angka dan pengoperasiannya Angka dan pengoperasiannya merupakan kemampuan bermatematika dalam konsep bilangan atau pemahaman angka, yang memiliki hubungan antara pengoperasiannya dan angkanya ditandai dengan penambahan dan Misalnya : anak diminta untuk menghitung suatu objek benda yang diklasifikasikan berdasarkan warna, lalu setelah itu ajaklah anak Ae anak untuk menghitungnya bersama Ae sama. Aljabar Aljabar merupakan kemampuan bermatematika yang digunakan dalam sistematika angka yang memiliki pola secara natural dan terstruktur. Misalnya Anak Ae anak diajak untuk membangun pikiran dan ide dalam meneruskan pola yang dimulai oleh orang tua, contohnya anak diminta untuk mengurutkan balon yang memiliki gambar dan balon yang tidak memiliki gambar atau mengurutkan permen berdasarkan besar kecilnya. Geometri Pengertian yang geometri yang dimaksud di sini adalah anak mengenal bentuk-bentuk geometri . egitiga, segi empat, persegi, lingkara. yang sama dan posisi dirinya dalam suatu ruang. Anak bisa paham tentang pengertian ruang yang dimaksud dihubungkan dengan benda- benda dan penataan di sekelilingnya. Anak belajar tentang lokasi/tempat dan letak/posisi, seperti: di atas, di bawah, pada, di dalam, di luar. Pengukuran Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Pengukuran adalah salah satu kemampuan bermatematika yang digunakan anak, yang melibatkan angka untuk mengetahui ukuran suatu benda jadi angka yang merupakan hasil dari pengukuran itu dapat dibandingkan. Manajemen waktu termasuk kedalam 4 konsep dasar matematika baik itu angka dan pengoperasiannya, aljabar, geometri dan pengukuran. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur. Secara teknis, peneliti melakukan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian yang relevan dengan permasalahan penelitian. Subjek dalam penelitian ini berupa 15 buku dan artikel ilmiah yang dianalisis terkait manajemen waktu melalui aktivitas matematika pada anak usia 3-6 tahun. Data berupa referensi dari berbagai karya ilmiah yang relevan kemudian dianalisis dengan cara melakukan analisis isi . ontent analysi. Analisis isi merupakan pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa (Annisa, 2. Beberapa hal yang dianalisis dalam penelitian ini berupa fenomena, penyebab dan solusi aktivitas matematika untuk manajemen waktu pada anak usia 3-6 tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen waktu adalah sebuah tindakan atau proses perencanaan dan melakukan pengawasan atas jumlah waktu yang di gunakan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi atau produktivitas. Dimana Manajemen waktu itu sendiri meliputi kegiatan perencanaan, mengalokasikan, menetapkan tujuan, analisis waktu yang dihabiskan, pengawasan, pengorganisasian, penjadwalan, dan penentuan prioritas. Manajemen waktu harus diterapkan pada anak- anak, agar anak- anak dapat menyeimbangkan waktu dengan aktifitas mereka, seperti sekolah, kursus, dan waktu anak- anak berada dirumah, bermain, serta bersosialisasi dengan teman Dengan kata lain, anak- anak dilatih untuk dapat menentukan prioritas mana aktifitas yang penting dan yang harus di dahulukan, agar anakAeanak akan lebih produktif baik sekolah atau di aktifitas lainnya. Manajemen waktu harus diterapkan pada anak- anak, agar anak- anak dapat menyeimbangkan waktu dengan aktifitas mereka, seperti sekolah, kursus, dan waktu anak- anak berada dirumah, bermain, serta bersosialisasi dengan teman sebaya. Dengan kata lain, anak- anak dilatih untuk dapat menentukan prioritas mana aktifitas yang penting dan yang harus di dahulukan, agar anakAe anak akan lebih produktif baik sekolah atau di aktifitas lainnya. Materi utama manajemen waktu yang diajarkan dalam perancangan permainan adalah belajar menentukkan prioritas kegiatan dan penggunaan konsep urutan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, sehingga diharapkan apabila anak memahami kedua materi tersebut, secara tidak langsung mereka juga dapat mengembangkan kedisiplinan karena terlatih untuk memauhi aturan-aturan yang ada (Yunita, dkk: 2. Penelitian yang dilakukan oleh Ana Ulin Nadhirin menjelaskan mengenai manajemen waktu yang dilakukan pada jenjang TK hasil yang di dapatkan yaitu upaya manajemen waktu dilakukan dengan cara menetapkan tujuan, penyusunan skala prioritas dan jadwal, bersikap asertif, tegas, menghindari penundaan, meminimalkan waktu terbuang dan kontrol kepada waktu (Surur and Nadhirin Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Hal ini akan berbeda dengan yang dilakukan oleh peneliti dimana dalam analisis universal solusi yang diberikan tidak jauh berbeda namun jika sasaran penelitian yang dilakukan peneliti tidak spesifik pada lembaga pendidikan anak usia dini yang di dominasi oleh gerak aktif orang tua. Menggunakan media permainan dianggap lebih efektif karena permainan merupakan suatu perbuatan yang mengandung keasyikan di lakukan atas kehendak diri sendiri, bebas tanpa paksaan dan bertujuan untuk memperoleh Sedangkan edukatif itu adalah sesuatu yang bersifat mendidik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan edukatif adalah permainan yang mengandung nilai-nilai atau bersifat mendidik. Ada beberapa permainan atau peralatan manajemen waktu yang dijual dipasaran. Dimana permainanpermainan ini juga berfokus pada membiasakan anak untuk mengenal waktu dan batasannya dalam melaksanakan kegiatan mereka, akan tetapi dalam perancangan permainan aktivitas matematika, anak dapat diberikan penjelasan dan pemahaman secara langsung dengan jelas apa akibat jika mereka melakukan pelanggaran terhadap aturan dan waktu kegiatan yang telah disepakati oleh anak dan orang tua dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sehingga selain mengingat setiap rutinitas yang harus dilakukan setiap harinya, anak juga dapat memahami dan mengerti manfaat dan maksud menjalankan semua kegiatan tepat waktu dan disiplin. Selain itu dengan mencocokkan gambar anak juga dilatih untuk berkonsentrasi penuh dalam memilih pasangan gambar yang tepat. Pemahaman dasar anak pada matematika permulaan seperti yang dikemukakan oleh Childrens Resources International dalam Coughlin . 0: . adalah sebagai berikut: . korespondensi satu satu, . membilang dan menghitung, . mengurutkan, . kalkulasi, . klasifikasi, . Pengukuran, . perbandingan, . geometri, . Konsep matematika untuk anak usia dini dimulai dari anak belajar mencocokkan, mengklasifikasikan atau menempatkan benda-benda sesuai bentuk atau kategori tertentu, membandingkan, dan persamaan (Handayani,O. D: 2. Konsep matematika yaitu . matching and discriminating, comparing and contrasting, . classifying, sorting and grouping, . ordering, sequence and seriation (Kennedy, 2. Anak merespon secara berbeda terhadap apapun yang anak temui. Pencocokan dimulai dengan hubungan antara dua benda. Klasifikasi merupakan keterampilan penting dalam semua bidang subjek. Kegiatan mengurutkan memiliki awal tengah, dan akhir, tapi penempatan dalam urutan bisa Seriasi adalah adanya kerjasama berdasarkan perubahan bertahap benda dan sering digunakan dalam pengukuran, pola hanya mengulangi urutan. Anak-anak mulai mengenal peristiwa pengulangan sangat awal dalam hidup, ketika suara yang sama, bau atau wajah terjadi terkait dengan peristiwa lain seperti Menurut Kemendikbud . pengetahuan tentang matematika sebenarnya sudah bisa diperkenalkan pada anak sejak usia dini . sia lahir-6 Pada anak-anak usia di bawah tiga tahun, konsep matematika ditemukan setiap hari melalui pengalaman bermainnya. Misalnya saat membagikan kue kepada setiap temannya, menuang air dari satu wadah ke wadah lain, mengumpulkan manik- manik besar dalam satu wadah dan manik-manik yang lebih kecil pada wadah yang lain, atau bertepuk tangan mengkuti pola irama. Anak-anak mulai dapat mengembangkan pemahamannya tentang konsep angka bila mereka diajak menggunakan angka-angka di dalam berbagai kegiatan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 124- 134 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt sehari-hari. Misalnya mengajak anak menyanyikan lagu yang memuat angka seperti lagu Satu-satu, meminta tiga anak untuk membantu menata meja makan atau meletakan alat /bahan main. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan matematika permulaan pada anak usia dini dilakukan melalui kegiatan keseharian yang dilakukan anak. Untuk cerdas matematika, ada hal yang perlu orang tua dan guru ketahui tentang perkembangan anak. Berbagai konsep tahapan perkembangan yang ada menjadi dasar bagaimana memberikan pembelajaran yang sesuai untuk anak. Seperti teori perkembangan menurut Anna Freud yang menjelaskan tentang bagaimana anak belajar sejak bayi hingga dewasa. Mula-mula anak belajar dengan tubuhnya, mainan, bermain, main dengan aturan lalu di usia sekolah dasar dengan bekerja. Semuanya menjadi bekal guru untuk memberikan metode pembelajaran yang tepat. KESIMPULAN Manajemen waktu harus diterapkan pada anak- anak, agar anak- anak dapat menyeimbangkan waktu dengan aktifitas mereka, seperti sekolah, kursus, dan waktu anak- anak berada dirumah, bermain, serta bersosialisasi dengan teman sebaya. Dengan kata lain, anak- anak dilatih untuk dapat menentukan prioritas mana aktifitas yang penting dan yang harus di dahulukan, agar anakAe anak akan lebih produktif baik sekolah atau di aktifitas lainnya. Materi utama manajemen waktu yang diajarkan dalam perancangan permainan adalah belajar menentukkan prioritas kegiatan dan penggunaan konsep urutan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, sehingga diharapkan apabila anak memahami kedua materi tersebut, secara tidak langsung anak juga dapat mengembangkan kedisiplinan karena terlatih untuk mematuhi aturan-aturan yang SARAN Orangtua berperan penting dalam hal terselenggaranya manajemen waktu yang baik pada anak. Maka orangtua maupun pendidik harus mengutamakan kebutuhan serta kenyamanan anak dalam mengatur program atau tujuan untuk apa anak melakukan manajemen waktu dalam hidupnya. Kemudian orangtua maupun pendidik tentunya harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dimana anak hidup. Jangan hanya mengedepankan target maupun keinginannya saja. DAFTAR PUSTAKA