NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon Vol. 1 No. : 62-78 e-ISSN 3109-3078 Submitted, 27 Mei 2025. Revised, 09 Juni 2025. Accepted, 14 Juni 2025. Published, 01 Agustus 2025 RELEVANSI KONSEP IMANUEL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TEOLOGI SEKULARISASI DI ERA MODERN Krisvano Tolanga1*. Rivaldi Birahi2*. Kevin Anugerah3*. Andris Kiamani4* Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado1234 tolangavano@gmail. Rivaldibr0499@gmail. Kevin27anugerah@gmail. andriskiamani@yahoo. Abstract: Changes in modern times are shown by the increasing impact of secularization that continues to be active and has even become a culture in the lives of people today, where secularization slowly removes the role of religion from the core of peopleAos lives. In this context. Christians face serious challenges, especially in maintaining faith and belief in GodAos presence. The article aims to explore the concept of AoImmanuelAo which means AoGod with usAo as a theological foundation to answer the challenges of secularization theology. This research uses a qualitative method based on literature study by reviewing various academic literature related to the concept of Immanuel and the development of The results of this study prove that the inclusion of God through Jesus Christ remains relevant and contextual in the midst of the times. The concept of Immanuel is proof that God is present in the history of human life and is not hindered by space or culture. This article proposes a real pastoral approach, real life testimonies, and contextual apologetics as strategies for churches and Christians in facing secularization. That way, the Christian faith continues to grow and can be a light in the midst of a world that is gradually moving away from religious values. Keywords: Immanuel. Secularization. Christian Faith. GodAos Inclusion Abstrak: Perubahan zaman modern ditunjukan dengan meningkatnya dampak sekularisasi yang terus aktif dan bahkan telah menjadi budaya di kehidupan masyarakat sekarang ini. Di mana sekularisasi menghapus secara perlahan peran agama dari inti kehidupan masyarakat. Dan dampak dari sekularisasi banyak orang di zaman modern ini, beranggapan bahwa Tuhan sudah tidak bertindak dalam kehidupan masyarakat dan tidak selaras lagi kehadiranNya saat ini. Dalam konteks ini,umat Kristen menyambut tantangan serius, khususnya dalam menjaga iman dan keyakinan akan penyertaan Allah. Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep AoImanuelAo yang berarti AoAllah beserta kitaAo sebagai landasan teologis untuk menjawab tantangan teologi sekularisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai literatur akademik terkait konsep Imanuel dan perkembangan sekularisasi. Hasil kajian ini membuktikan bahwa penyertaan Allah melalui Yesus Kristus tetap relevan dan kontekstual di tengah perkembangan zaman. Konsep Imanuel menjadi bukti bahwa Allah hadir dalam sejarah kehidupan manusia dan tidak dihalangi oleh ruang maupun budaya. Artikel ini memberikan usulan pendekatan pastoral yang nyata, testimoni hidup yang nyata, serta apologetika kontekstual sebagai strategistrategis gereja dan orang Kristen dalam menghadapi sekularisasi. Dengan begitu, iman Kristen tetap bertumbuh dan bisa menjadi terang di tengah dunia yang secara bertahap menjauh dar nilai-nilai keagamaan. Kata kunci : Imanuel. Sekularisasi. Iman Kristen. Penyertaan Allah Copyright A2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license. Yabes. Prabowo PENDAHULUAN Di Zaman modern ini, dunia menghadapi peristiwa sekularisasi yang semakin kuat. Sebagai contoh data perbandingan presentasi agama Kristen. Muslim, dan kelompok tidak beragama di Eropa bagian Selatan. Barat, dan Utara antara tahun 1970 dan tahun 2020. Data menunjukan di tahun 1970 agama Kristen sebesar 87,7%. Muslim 1,8%, dan kelompok tidak beragama 9,9% dan ditahun 2020 agama Kristen mengalami penurunan menjadi 70,8%. Muslim meningkat menjadi 7,5% dan kelompok tidak beragama juga meningkat menjadi 20,3%. Hal ini diakibatkan oleh sekularisasi yang terus berkembang di Eropa bahkan di dunia sampai saat ini. 1 Proses ini ditandai dengan adanya pemisahan yang jelas antara urusan agama dan kehidupan masyarakat, penolakan terhadap kehadiran Tuhan serta mengutamakan logika dan materi dalam memahami kenyataan yang ada. Dalam kehidupan praktis orang Kristen sekularisasi memicu persoalan yang penting untuk keberlangsungan dalam pemahaman dan penghayatan iman kristen. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi umat Kristen dalam pertumbuhan dan pertahanan iman dalam menghadapi sekularisasi yang berkembang sampai saat ini. Banyak orang di zaman modern sekarang, menganggap bahwa Tuhan tidak berperan lagi dalam kehidupan masyarakat dan tidak relevan lagi keberadaan-Nya di zaman modern ini. 2 Sehingga semakin modern masyarakat, maka akan semakin bersifat individual dan rasional, sehingga tingkat religius mereka akan semakin berkurang. 3 Hal tersebut diperkuat oleh Robinson dalam bukunya yang berjudul AuHonest To GodAy di mana ia menyatakan bahwa Allah yang berada di atas sana, yang adalah dasar dari gereja dan segala sesuatu yang ada di dunia ini sudah tidak berarti, dan kuno sehingga pemisah antara gereja dan dunia harus dimusnahkan dan dihapuskan. 4 Perkembangan zaman yang terus terjadi, membuat orang-orang Kristen ragu akan penyertaan Tuhan sehingga hal ini merupakan tantangan yang besar bagi setiap umat Kristen untuk dapat mempertahankan iman dan tidak merasa kehilangan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan setiap hari. Telah terdapat beberapa penelitian yang telah membahas masalah ini yang berkaitan dengan teologi sekularisasi yaitu di antaranya Zalucu menjelaskan bahwa teologi harus mampur menjawab kebutuhan dari perkembangan zaman posmodern, dan terdapat sebuah refleksi yang dinyatakan oleh pemikiran teologi sekularisasi di zaman post-liberalisme,5 Permana dan Mansur, menjelaskan bagaimana dampak positif dari sekularisasi yaitu segala hal yang di dunia ini tidak selalu dinilai dan dilihat dari aspek keagamaan dan dampak negatifnya yaitu setiap orang melakukan tindakan tanpa batas salah satunya menganggap bahwa Allah tidak ada dan tidak menyertai Grace Davie. AuRevisiting Secularization in Light of Growing Diversity: The European Case,Ay Religions 14, no. : 1Ae15. Admin Armas. Pengaruh Kristen Orientalis Terhadap Islam Liberal (Jakarta: GEMA INSANI, 2. Pippa Norris dkk. Sekularisasi Ditinjau Kembali Agama Dan Politik Di Dunia Dewasa Ini (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2. Jhon Robinson. Honest To God (Philadelphia: The Westminter Press, 1. Sonny Zalucu. AuMengkritisi Teologi Sekularisasi,Ay Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. : 26Ae38. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 manusia lagi,6 Bobby mengungkapkan bagaimana gereja yang harus melakukan penyesuaian diri untuk mengikuti perkembangan zaman dalam teknologi digital yaitu dengan cara bergereja dan juga mampu bermisi serta berteologi secara digital,7 Carolina mengkaji bagaimana tugas utama keluarga Kristen terhadap pendidikan dan pengajaran anak usia dini untuk membentengi diri terhadap pengaruh negatif dari sekularisme,8 selanjutnya Hasan menganalisis keselarasan antara sekularisasi dan teologi Kekristenan berdasarkan teolog-teolog Kristen seperti Karl Barth dan lainlain,9 serta Wahyuni menganalisis menjelaskan bagaimana tindakan yang seharusnya dilakukan oleh agama yang harus berperan dalam kehidupan publik di era disrupsi ini dan peran dari agama ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari. 10 Namun dari penelitianpenelitian yang telah dilakukan sebelumnya, belum membahas secara detail dan komprehensif tentang relevansi konsep Imanuel yaitu bagaimana Allah yang selalu menyertai umat manusia sampai di zaman modern ini. Konsep Imanuel sangat penting untuk dipahami karena sekularisasi memisahkan hal agama dan dunia sedangkan konsep Imanuel menunjukkan bagaimana Allah hadir di semua aspek kehidupan manusia, sehingga diperlukan penelitian yang lebih lanjut. Penelitian ini memberikan cara baru untuk memahami bagaimana konsep Imanuel dapat menjadi jawaban yang positif dan kokoh dalam menghadapi perkembangan sekularisasi serta memberikan solusi praktis bagaimana umat Kristen mampu hidup dengan percaya kepada Allah yang selalu menyertai di tengah masyarakat modern. Di tengah derasnya arus teologi sekularisasi yang berusaha menyingkirkan nilai-nilai transendental dan menggantinya dengan rasionalitas serta otonomi manusia, umat Kristen dihadapkan pada tantangan serius dalam mempertahankan iman dan menjalani kehidupan rohani yang bertumbuh. Dalam konteks ini, konsep Imanuel AuAllah beserta kitaAy menawarkan sebuah landasan teologis yang kokoh, relevan, dan transformatif. Kehadiran Allah yang aktif dan menyertai umat-Nya bukan hanya menjadi penghiburan spiritual, tetapi juga menjadi jawaban atas disorientasi iman yang ditimbulkan oleh sekularisasi modern. Dengan menggali makna terdalam dari konsep Imanuel, artikel ini bertujuan untuk membekali umat Kristen agar tetap teguh dalam iman, memiliki daya tahan rohani, dan mampu merespons berbagai tantangan ideologis dengan hikmat ilahi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran yang signifikan serta memperkaya khazanah pengetahuan akademik, khususnya dalam menjelaskan relevansi konsep Imanuel sebagai kekuatan iman yang hidup dalam menghadapi ancaman sekularisasi di era Aulasius Permana. Mansur. AuSekularisasi Menurut Pandangan Harvey Cox,Ay Jurnal TeologiAo 9, no. 103Ae118. Bobby daniel Nalle, "SEKULARISASI. KULTUR DIGITAL DAN GELIAT AGAMA: Tantangan dan Sketsa Berteologi Digital di Indonesia," KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI, no. :1-25. Carolina Etnasari dkk Anjaya dkk. AuPendidikan Anak Usia Dini Dalam Keluarga Kristen Sebagai Upaya Menghadapi Pengaruh Sekularisme,Ay Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 7, no. : 1Ae15. Mohammad Nuh Hasan. AuRespons Positif Teologi Kristen Protestan terhadap Sekularisasi Di Dunia Barat Modern,Ay REFLEKSI 21, no. : 11Ae25. Dwi Wahyuni. AuMelampaui Sekularisasi : Meninjau Ulang Peran Agama Di Ruang Publik Pada Era Disrupsi,Ay jurnal studi agama-agama 4, no. : 1Ae12. Yabes. Prabowo METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kepustakaan. Menurut Tolanga. Soge. Anugerah. Tobube, metode penelitian dengan studi kepustakaan adalah metode penelitian yang memanfaatkan, mengelola, dan mengumpulkan sumber-sumber seperti jurnal, artikel dan buku secara fisik di perpustakaan maupun online, situs web yang sesuai dengan standar akademik, yang beragam dan relevan, dengan tahap-tahap yang digunakan untuk mendapatkannya yaitu mengamati dan mengkaji literatur yang terbaru serta sepadan dan sesuai secara langsung dengan topik dan masalah yang hendak diteliti, meninjau literatur yang telah dipilih untuk mengobservasi topik permasalahan, isi, dan kesimpulan yang mendasar, serta menyusun hasil analisis dan hasil kajian tersebut sebagai hasil dasar yang utama dari penelitian yang telah 11 Zaluchu menyatakan bahwa sifat dari penelitian kualitatif yaitu berfokus kepada proses menyelidiki kebenaran yang interpretatif, relatif, dan hermeneutik. Metode penelitian kualitati ini lebih cenderung menggunakan analisis teori, dan juga hermeneutik yang kokoh untuk mencapai 12 Oleh metode studi kepustakaan dengan penerapannya yang cermat dan sistematis, teknik pengumpulan data yang berharga dapat menghasilkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh terhadap suatu penelitian. Dengan demikian metode penelitian kepustakaan adalah teknik yang dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan mengolah sumber sumber tercantum yang saling berhubungan, baik cetak maupun online berdasarkan tingkat analisis sistematis terhadap literatur yang sesuai dengan judul penelitian yang menekankan perlunya metode khusus dalam menyusun dan menyimpulkan data secara sistematis dalam menjawab permasalahan penelitian. Maka dengan menggunakan metode ini, relevansi Imanuel akan dapat dieksplorasi dan dianalisis dengan baik di dalam menghadapi tantangan teologi sekularisasi di zaman sekarang ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Teologi Imanuel Dalam Tradisi Kristen Secara luas, istilah "Imanuel" dipahami sebagai konsep kehadiran atau penyertaan Allah. Menurut Manurung, konsep Immanuel . ehadiran ilah. selalu memiliki hubungan mendalam dengan pengalaman hidup para pengikut setia Tuhan yang merasakan penyertaan-Nya melalui berbagai manifestasi seperti penampakan tanda-tanda khusus, pengalaman mimpi, atau melalui firman-Nya. Manifestasi-manifestasi ini diyakini sebagai representasi dari keberadaan Allah yang menyertai umat pilihan-Nya. 13 Imanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibrani Krivano Tolanga. Soge. Anugerah. Tobube. AuAnalisis Normatif Ajaran Yesus Tentang Etika Kerajaan Allah Dalam Konteks Moralitas Kontemporer,Ay jurnal Penelitian Ilmiah 1, no. : 95Ae114. Sonny Eli Zaluchu. AuStrategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (January 2. : 28Ae38. Sarah Apriliana and Hendi Hendi. AuTinjauan Teologis Mengenai Makna Kata Ao Immanuel ,AoAy Dilignetia: Journal of Theology and Christian Education 2, no. : 145Ae159. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 artinya Tuhan beserta kita. Nama Imanuel ini terdiri dari dua suku kata Ibrani (E. , artinya Tuhan dan immAny (Imanue. artinya beserta kita. 14 Eusebius pernah mengutarakan bahwa nama AuImanuelAy diyakini memiliki kuasa. Di masa kesulitan pada saat pemerintahan raja Ahas, nama AuImanuelAy seolah dijadikan mantra penangkal yang dengan gampangnya dapat dielu-elukan. Julukan tersebut juga dimaknai bahwa Tuhan ada di antara umat manusia untuk menolong, dan ketika nama itu diserukan Tuhan akan senantiasa hadir. 15 Imanuel memiliki makna Allah yang menyertai umat manusia dan istilah tersebut memiliki kuasa ketika umat-Nya yang percaya dan setia kepada Allah berseru dan mereka akan merasakan kehadiran Allah yang nyata baik itu melalui penampakan-penampakan, mimpi-mimpi, bahkan melalui Firman-Nya secara langsung. Istilah Imanuel pertama kali muncul dalam Yesaya 7:14. Pada saat itu kerajaan Yehuda diserang oleh gabungan tentara kerajaan Aram dan kerajaan Israel Utara. Ahas yang adalah raja Yehuda dihadapkan dengan kekuatan gabungan Raja Rezin dari Syria dan Raja Pekah dari kerajaan Untuk meredakan kekhawatiran Ahas akan serangan musuh. Tuhan mengirim Yesaya dengan satu pesan. Yesaya memberitahu Ahas bahwa Tuhan akan campur tangan untuknya dan tidak akan membiarkan kerajaan Yehuda diserang . Kemudian Yesaya menyuruh Ahas untuk mencari sebuah tanda dari Tuhan yaitu sebuah tanda ajaib . Akan tetapi. Ahas menolak untuk meminta sebuah tanda . Namun meskipun demikian Allah tetap memberikan sebuah tanda kepada seluruh keturunan Daud akan lahirnya Immanuel (Ayat :. 16 Imanuel adalah suatu rahasia, dan Imanuel adalah Mesias AuAllah beserta kitaAy. Nama Imanuel dapat diartikan dengan Allah bersama dengan bangsa Israel. Nubuatan Imanuel merupakan berita atau pesan yang disampaikan kepada bangsa Israel yang tidak setia pada saat itu,17 Musa adalah salah satu toko yang terkenal di Alkitab khususnya dalam perjanjian lama, ketekunan hati Musa terus diceritakan dari generasi ke generasi, kitab Keluaran menunjukan dengan jelas bagaimana penyertaan Allah kepada Musa dan bangsa Israel Mulai dari Allah melepaskan Musa dari rencana pembunuhan di mana setiap bayi yang lahir dari bangsa Israel harus di bunuh. Dalam peristiwa ini keajaiban terjadi di mana Musa di selamatkan dan tetapkan oleh Allah di watu yang tepat untuk membebaskan umat-Nya Israel dari perbudakan di Mesir. 18 Kitab keluaran melukiskan kesulitan-kesulitan orang Israel, pada saat exodus Tuhan tidak memilih jalan pintas yaitu melalui negara Filistin. Sebagai gantinya Allah merubah rutenya dengan memerintahkan mereka untuk menuju ke selatan ke arah pantai laut merah,Tuhan menuntun mereka untuk berputar-putar dan tidak pada jalur tercepat agar tidak memicu konflik dengan bangsa Filistin, itu sebabnya Tuhan turut bersama sama dengan mereka. Allah juga menyertai mereka melalui tiang awan dan tiang api supaya mereka dapat berjalan di siang dan Erliwati Waruwu. AuImmanuel AoAllah Beserta KitaAo Eksegesis Yesaya 7:14,Ay GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi 3, 2 . : 71Ae82. Herbet Alfredo Siburian and Yoel Triyanto. AuSenjata Makan Tuan: Ahas Sebagai Pola Kemunafikan Terselubung Dalam Reinterpretasi Nubuat Yesaya 7:10-25,Ay Alucio Dei 8, no. : 10Ae25. Hendi sarah apriliana. AuTinjauan Teologis Mengenai Makna Immanuel Menurut Kiril Dan Alexandria,Ay Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 4, no. : 1Ae15. Sinonim Lase dan Moses Wibowo. AuNubuat Tentang Mesias Menurut Nabi Yesaya. Yeremia. Dan Yehezkiel,Ay Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama . No. 3, no. : 72Ae84. Lestan iman zebua Awaludin Telaumbanua. AuKAJIAN TEOLOGIS ALLAH IMMANUEL BAGI ORANG PERCAYA DALAM MELAKUAN AMANAT AGUNG MENURUT MATIUS 28:18-20,Ay jurnal teologi,Misi dan pendidikan agama kristen 1, 2 . : 119Ae141. Yabes. Prabowo malam hari. 19 Nubuat dari Nabi Yesaya tergenapi oleh kelahiran Yesus Kristus melalui seorang perawan bernama Maria,Maria mengandung dalam keperawanan sementara ia sudah bertunangan dengan Yusuf yang seorang tukang kayu,sebagai bunda dari Yesus. Maria disebutkan mengandung dari Roh Kudus. 20 Kehadiran Allah beserta manusia tergenapi melalui kelahiran Yesus ke dalam Kiril menegaskan bahwa Imanuel menjadi nyata ketika Kristus benar-benar dibuat menjadi manusia, menggunakan natur manusia tanpa kehilangan natur-Nya sendiri yaitu Allah, sebab Dia adalah Firman Allah yang tidak bisa berubah secara natur, maka melalui rahim Maria yang diurapi Roh Kudus. Imanuel telah nyata melalui inkarnasi Kristus yang awalnya hanya dinubuatkan oleh para 21 Perkembangan Imanuel dalam perkembangan Teologi bisa kita lihat dari penyertaan Allah dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru dari kisah Musa. Yusuf dan kisah nabi-nabi dan penggenapan nubuat nabi Yesaya sampai kepada penggenapan terhadap Tuhan Yesus Kristus. Definisi dan Karakteristik Sekularisasi Secara etimologi, kata AoAoSekularAoAoerasal dari bahasa Latin, yaitu saeculum yang berarti masa . atau generasi. Kata saeculum sebenarnya adalah salah satu dari dua kata Latin yang berarti Kata lainnya ialah mundus. Saeculum menunjukkan waktu dan mundus menunjukkan ruang. Saeculum sendiri adalah lawan dari kata eternum yang artinya abadi, yang digunakan untuk menunjukkan alam yang kekal abadi, yaitu alam sesudah dunia. 22 Sekularisasi yang dipakai dalam bahasa Indonesia, berasal dari kata dalam bahasa Inggris secularization, yang berasal dari bahasa Latin saeculum yang biasanya diartikan sebagai the temporal world . unia tempora. sebagai lawan dari the Kingdom of God (Kerajaan Tuha. 23 Dobbelaere juga berpendapat bahwa sekularisasi adalah suatu proses dalam masyarakat yang telah mengalami perubahan-perubahan struktural, di mana suatu sistem keagamaan yang transenden dan mencakup segalanya disusutkan menjadi suatu sub-sistem dari masyarakat yang ada bersama subsistem-subsistem lainnya. proses ini membuat klaim-klaim tentang pencakupan segalanya itu kehilangan relevansinya. Dengan demikian, lembaga agama termarjinalisasikan dan terprivatisasi. 24 Sedangkan Dalam pandangan Berger, sekularisasi dipahami sebagai Auproses seluruh sektor-sektor kehidupan dalam masyarakat dan kebudayaan dilepaskan dari dominasi lembaga-lembaga dan simbol-simbol keagamaanAy. 25 Secara keseluruhan, sekularisasi dapat dipahami sebagai suatu proses historis dan James sinaga dkk. AuBUKTI PENYERTAAN TUHAN MELALU PERJALANAN BANGSA ISRAEL MENYEBRANGI LAUT TEBERAU BERDASARKAN KELUARAN 13-17-14:1-31,Ay logos jurnal filsafat teologi 19, no. : 1Ae10. Simon Endik firmansah. AuImplementasi Makna Immanuel Dalam Bahasa Jawa Dengan Konsep Makna Manunggaling Kawula Gusti Dalam Islam Tasawuf,Ay jurnal studi agama-agama 3, no. : 128Ae146. Sarah apriliana. AuTinjauan Teologis mengenai makna immanuel menurut kiril dan Alexandria. Ay Suhandi. AuSekularisasi Di Indonesia Dan Implikasinya,Ay Al-AdYaN Vol. VII, no. : 71Ae90. Umi Hanik. AuSekularisasi Dan Sekularisme Agama,Ay Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1, no. : 91Ae102. Sonny Eli Zaluchu. AuMengkritisi Teologi Sekularisasi,Ay Kurios 4, no. : 13. Dian Permana and Ahmad Shalahuddin Mansyur. AuSekularisasi Menurut Pandangan Harvey Cox,Ay Jurnal Teologi 9, no. : 103Ae118. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 sosiologis yang menggeser peran agama dari posisi sentral dan menyeluruh dalam kehidupan masyarakat menjadi lebih terbatas, personal, dan privat. Kata "sekular" sendiri berasal dari bahasa Latin saeculum, yang berarti masa atau generasi, dan sering kali dipakai untuk menggambarkan dunia temporal sebagai kebalikan dari dunia kekal . , atau dalam istilah teologis, sebagai lawan dari Kerajaan Allah. Dalam perkembangan konsepnya, sekularisasi menunjukkan proses di mana sistem keagamaan yang sebelumnya mencakup seluruh aspek kehidupan sosial mengalami penyusutan menjadi hanya salah satu subsistem dalam masyarakat. Hal ini menyebabkan otoritas dan pengaruh agama menjadi terbatas dan tidak lagi menjadi pusat dari struktur sosial. terjadi ketika berbagai sektor kehidupanAibaik sosial, politik, maupun budayaAiterlepas dari pengaruh simbol dan lembaga keagamaan. Dengan kata lain, sekularisasi mencerminkan pergeseran dari masyarakat yang diatur oleh nilai-nilai religius menuju tatanan sosial yang lebih bersifat rasional, otonom, dan duniawi. Sekularisasi merupakan fenomena pergeseran cara pandang terhadap hubungan antara Tuhan-manusia-alam, apakah transenden atau imanen dalam kehidupan manusia. Fenomena sekularisasi dapat dilihat hampir dalam segala aspek kehidupan manusia, seperti pada aspek pendidikan, politik, sosial, budaya dan agama. Masa Pencerahan dikenal sebagai masa bangkitnya pengagungan terhadap akal dan pengetahuan. Pada masa yang bersamaan lahir konsep-konsep pemikiran sekular. Salah satu dari pemikiran sekuler adalah AuGod is dead,Ay gerakan ini hadir pada pertengahan tahun 1960. 26 Friedrich Nietzsche . dalam tulisannya AuThe Gay ScienceAy mengatakan bahwa hanya orang gila yang mengelola pasar dengan mencari Tuhan. AuDi mana Tuhan?. Saya harus memberitahu Anda bahwa kita . ngkau dan say. telah membunuh Tuhan. Tuhan telah mati. dan kita telah membunuh DiaAy. 27 Hamilton, seorang penulis terkemuka dalam bidang teologi, mengungkapkan bahwa dalam dua abad terakhir, konsep tentang Tuhan secara perlahan mulai menghilang dari kesadaran masyarakat Barat. Ia menggambarkan bahwa dahulu Tuhan dipandang sebagai sosok yang penuh kasih, diagungkan, sumber kebenaran mutlak, dan sangat dibutuhkan. Namun kini, pandangan itu telah memudar, dan Tuhan seperti itu tidak lagi ditemukan dalam realitas kehidupan banyak orang. 28 Menurut Vahanian, gerakan Tuhan mati adalah transisi Kekristenan pada masa sekularisasi, sebab gerakan ini menempatkan kepercayaan besar kepada ilmu pengetahuan, membuat agama dan budaya Friedrich Nietzsche. The Gay Science. Hamilton melihat kematian Tuhan dalam tiga bagian, pertama pada peristiwa calvary dalam kematian Tuhan yang inkarnasi. Kedua, dalam abad ke 19 iman mengalami keruntuhannya. Dan ketiga, manusia modern kehilangan rasa bahwa Tuhan itu real adanya. Friedrich Nietzsche. The Gay Science menjadi sesuatu yang sama, dan mengarahkan kekristenan jauh dari iman dalam banyak Melihat fenomena ini Vahanian percaya bahwa pada masa ini kita telah memasuki masa post Kekristenan, sebab itu Vahanian menyimpulkan bahwa tidak ada kekristenan, sebab kekristenan Gidion. AuKritik Terhadap Paham Fideisme Dan Sekularisme Tentang Penggunaan Iman Dan Pikiran,Ay VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral 1, no. : 37Ae50. Friedrich Nietzsche. NIETZSCHE-THE GAY SCIENCE (Lebooks Editora, 2. Victor P Hamilton. Hand Book on The Historical Books (Grand Rapid Michigan: Baker Academic Publishing Group, 2. Yabes. Prabowo tidak berhasil eksis, dan Tuhan telah mati. 29 Dengan kata lain, aturan-aturan keagamaan tradisional, atau norma-norma yang didasarkan pada nilai-nilai keagamaan, akan semakin digantikan oleh norma-norma sekuler atau betul-betul tersingkir, menjadi tidak dapat dipakai di dalam subsistemsubsistem pendidikan, keluarga, politik, hubungan sosial, ekonomi, dan sains, yang berbeda-beda. Bahaya dari teologi yang dibangun dengan cara seperti ini sangat jelas. Manusia sesungguhnya diarahkan semakin menjauh dari Tuhan. Jika dibiarkan terus tanpa kontrol, maka pintu bagi sekularisme menjadi terbuka selebar-lebarnya. Titik tolak teologi sekularisasi adalah munculnya penafsiran baru soal kehidupan kekristenan. Teologi ini adalah hasil dari pemikiran para teolog Barat yang dipengaruhi oleh semangat modernisme yaitu rasionalisme dan sekularisme, yang sebetulnya adalah ciri masyarakat abad ke-20. 30 Ini menjelaskan bahwa sekularisasi adalah pergeseran cara pandang manusia terhadap hubungan Tuhan, manusia, dan alamAidari yang transenden menjadi imanen atau bahkan menghilang. Pemikiran seperti AuTuhan telah matiAy dari Nietzsche menunjukkan runtuhnya otoritas agama dan bangkitnya pengaruh akal serta ilmu pengetahuan sejak masa Pencerahan. Tokoh seperti Hamilton dan Vahanian menyoroti bahwa konsep tentang Tuhan perlahan menghilang dari kesadaran masyarakat Barat, dan kekristenan kehilangan daya hidupnya dalam dunia modern. Teologi yang terlalu dipengaruhi oleh rasionalisme dan sekularisme justru menjauhkan manusia dari Tuhan, membuka jalan lebar bagi sekularisme, dan menyingkirkan nilainilai agama dari berbagai aspek kehidupan. Tantangan ke depan adalah menjaga relevansi iman tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Maka dari itu, tantangan perkembangan sekularisasi sangatlah besar dan berdampak bagi umat Kristen. Salah satu tantangan sekularisasi yaitu liberalisme. Liberalisme mendorong untuk memisahkan sepenuhnya negara dan gereja, menganggap agama sebagai masalah pribadi yang seharusnya hanya terlihat di dalam keluarga dan gereja. Institusi-institusi seperti rumah sakit, sekolah, dan karya sosial seharusnya dikelola oleh negara, bukan oleh gereja, agar negara dapat mempertahankan otonominya. Pemisahan total antara gereja dan negara tidak mencerminkan realitas yang ada. Sebagai contoh, seorang penganut Katolik berhak menyekolahkan anaknya di sekolah Katolik, sehingga pendidikan anak merupakan kelanjutan dari nilai-nilai yang dianut oleh orang tuanya. Selain itu, hukum-hukum negara sering kali tidak bisa sepenuhnya dipisahkan dari nilai-nilai agama, seperti dalam isu aborsi dan eutanasia. Secara umum, negara bertugas mengurus aspek kesejahteraan dan kemakmuran duniawi, sedangkan gereja bertanggung jawab atas kesejahteraan spiritual umat. 31 Di mana politik sekularisasi di anggap sebagai suatu usaha untuk memisahkan gereja dengan negara. Dalam kebudayaan primitif segala bidang kehidupan diatur dan ditentukan oleh agama. Iman dan akal budi dipertentangkan dan mengakibatkan konflik di antara Gabriel Vahanian. The Death of God: The Culture of Our Post-Christian Era (Wipf and Stock Publishers. Sonny Eli Zaluchu. AuPerkembangan Teologi Kristen Di Dekade Pertama Abad Xxi,Ay Bunga Rampai Jenis-Jenis Teologi pada Periode 1990-2009 2, no. : 7. Adelbert Snijders. AuSekularisasi Dan Ketuhanan,Ay Logos 3, no. : 68Ae84. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 gereja dan ilmu. Kaum ilmuwan makin merasa kurang didukung oleh gereja. Mereka merasa tidak berasa seperti di rumah. Ilmu berkembang terlepas dari agama. gereja pada masa itu takut terhadap ilmu dan merasa diri terancam. Jasa Snijders yang membuat ilmu dan agama bertemu cukup besar. Akibat kemajuan ilmu, kebudayaan sakral beralih ke sekular. Bidang-bidang yang menjadi kewenangan agama didesakralisasikan. Kilat dan guntur, hujan dan salju, gempa bumi dan taufan bukan lagi secara langsung dikerjakan oleh Tuhan. Tidak lagi perlu mitologi atau teologi untuk menerangkan gejala-gejala alam. 32 Proses sekularisasi juga menyentuh soal-soal etika. Ilmu dan teknik dari dirinya sendiri bersifat netral. Biarpun demikian ilmu dan teknik menimbulkan banyak persoalan etis, dan agama tidak memberikan jawaban langsung. Segala problematik yang muncul dengan kemajuan ilmu dan teknik membutuhkan refleksi lebih mendalam dari para filsuf dan para Kehendak Tuhan tidak langsung datang dari atas. Hati nurani menjadi pedoman untuk tindakan etis manusia. 33 Ini menjelaskan bahwa sekularisasi membawa tantangan besar bagi umat Kristen, di era modern ini orang beriman mengalami tantangan sekularisasi. Konsep Imanuel Sebagai Dasar Teologis Menghadapi Sekularisasi Kristus merupakan Imanuel yang selalu menyertai umat manusi. Kristus merupakan Allah yang turut serta selalu ada bersama-sama dengan umat manusia dari awal mula dunia diciptakan, peristiwa kejatuhan manusia ke dalam dosa di taman Eden, tindakan kasih Allah dengan inisiatifNya sendiri untuk memulihkan kondisi dan keadaan manusia. Allah Anak yaitu Yesus Kristus mengosongkan diri dan berinkarnasi untuk menebus manusia dari dosa. Dia telah mati, dikuburkan, dan bangkit serta naik ke sorga, dan Yesus Kristus mengutus Roh Kudus sebagai penolong untuk menyertai manusia sampai sekarang ini bahkan sampai selama-lamanya. 34 Yesus merupakan manusia yang sejati yang merasakan segala aspek kemanusiaan di mana Ia dilahirkan, bertumbuh, dan mengalami perkembangan seperti manusia, merasakan emosi, merasakan pencobaan dan godaan, tetapi tanpa dosa. Kemanusiaan Yesus juga adalah sebagai teladan yang tak bercela dan sempurna bagi manusia yang menebus manusia dari dosa atas kematian-Nya sebagai manusia yang tidak berdosa. 35 Di samping kemanusiaan Yesus, tentu saja Dia adalah Allah yang sejati. Situmorang menyatakan bahwa tugas Keilahian Kristus yaitu antara lain:36 . Sebagai Pencipta alam semesta (Ibrani 1:10. Yohanes 1:3. Kolose 1:. Merancang dan menetapkan semua hal (Ibrani 1:. Ia mengampuni dosa (Markus 2:5-10. Lukas 7:. Ia Membangkitkan orang yang mati (Yohanes 6:39, 40, 54. 11:25. Yohanes 5:2126. 1:4. 14:6. 17:3-5. 10:17,. Menghakimi manusia . Timotius 4:1. Yohanes 5:22,. Ibid. Ibid. Desti Dorkas Me dkk. AuCopyrightA2024. Jurnal Teologi Nusantara | 36Pengajaran Dogma Alkitab Tentang Pra-Eksistensi Kristus Dalam Yohanes 1:1 Dan Aplikasinya Bagi Orang Percaya,Ay Teologi Nusantara 2, no. : 36Ae Andris Kiamani dkk. AuEksistensi Yesus Sebagai Tuhan Dan Manusia : Kajian Teologis Dalam Berapologetika,Ay YADA - Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi 2, no. : 19Ae37. Jonas Situmorang. KRISTOLOGI. Menggali Fakta-Fakta Pribadi Dan Karya Kristus . ogyakarta: ANDI, 2. Yabes. Prabowo . Memberikan kehidupan yang kekal (Yohanes 10:28. Inilah yang membuktikan keilahian Yesus Kristus secara Alkitabiah. Sehingga Yesus Kristus merupakan Allah yang sejati dan Manusia yang sejati. Dan Yesus juga satu-satunya jalan keselamatan untuk masuk ke surga (Yohanes 14: . , dan setiap orang yang mengaku dengan mulut dan percaya di dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah sudah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, maka akan diselamatkan (Roma 10:. Di dalam kitab Injil Matius, dinyatakan bahwa Yesus adalah Sang Imanuel. Surbakti menegaskan bahwa secara literal dan kontekstual Yesus adalah Sang Imanuel yang dapat dipahami melalui beberapa hal yaitu:37 . Yesus Kristus adalah Sang Imanuel yang merupakan orang Nazaret yang tahu dan mengalami serta turut merasakan penderitaan penduduk miskin karena Ia pun berasal dari tempat yang sama dengan para penduduk miskin tersebut. Yesus Kristus adalah Sang Imanuel yang merupakan seorang Hamba yang penuh kasih dan yang menawarkan pembaharuan dan pemulihan hidup bagi orang-orang yang mengalami penindasan, kemiskinan, dan kehancuran . Yesus Kristus adalah Sang Imanuel sebagai Pemberita Kerajaan Allah yang melakukan pelepasan kepada orang-orang yang memiliki penyakit dan terbelenggu oleh roh-roh jahat . Yesus Kristus menunjukkan kasih-Nya yang tanpa syarat kepada setiap orang tanpa melihat suku, ras, budaya yang berbeda-beda, hal yang ditunjukkan-Nya kepada manusia, adalah teladan yang sempurna yang tidak bercela. Istilah AoAllah beserta kitaAo mempunyai empat pengertian. Yang pertama. Yesus merupakan Allah itu sendiri, sehingga manusia tidak akan bisa menemukan Allah tanpa Yesus karena Yesus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, hidup dan tinggal bersama-sama dengan manusia (Yohanes 1:. Yang kedua adalah Roh Kudus yang memateraikan, ada dan diam di hati orangorang percaya dan menjadi penolong bagi orang percaya sampai kepada kehidupan kekal ( Efesus 1:13. Yohanes 14:16-20, 2 Korintus 3:. Yang ketiga, penyertaan Allah dapat dirasakan dan38 dinikmati di dalam perkumpulan atau persekutuan (Matius 18:. Yang keempat, penyertaan Allah bagi umat manusia sampai kepada akhir zaman. 39 Karena Allah itu maha hadir (Mazmur 139:7-. , tidak bisa diukur dan dibatasi oleh ruang dan waktu . , kebenaran-Nya bersifat mutlak, dan tidak ada seorang pun ciptaan di dunia ini yang dapat mengganggu atau bahkan menghampiri kedaulatan Allah yang bersifat mutlak itu. 40 Di tengah-tengah kehidupan berjemaat dan bergereja. Noel Surbakti. AuYesus Sang Imanuel Sebagai Pembebas: Pencarian Gagasan Pembebasan Dalam Injil Matius Dan Implikasinya Bagi Gereja Di Indonesia,Ay Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 13Ae26. Simanjuntak Junihot Dkk. AuPembinaan Warga Gereja Methodis Injili Bandung Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19,Ay Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat 5, no. : 188Ae200. Joseph Christ Santo. AuRoh Kudus Yang Mendiami Menurut Yohanes 14:17,Ay Jurnal Teologi El-Shadday 2, no. : 61Ae74. Aeron Sihombing. AuRespons Apologetis Terhadap Limited Godism Yang Membatasi Persona Allah,Ay Jurnal Te Deum 1, no. : 69Ae106. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 Yesus Kristus adalah Sang Imanuel itu sendiri. 41 Gereja tetap berdiri teguh dan juga bertransformasi dalam pengembangan zaman dengan tetap mempertahankan kekokohan iman yang Alkitabiah secara utuh. Dari transformasi inilah, yang menjadi bukti nyata bahwa keberadaan, kehadiran dan penyertaan Allah di dalam Yesus Kristus tetap ada di tengah-tengah dunia sampai saat ini sehingga gereja terus bergerak maju dan aktif dan terus menjadi berkat bagi dunia sampai sekarang. 42 Dalam pengertian dari konsep Imanuel ini, akan memperkuat iman umat Kristen dalam menghadapi teologi sekularisasi, sehingga iman akan tetap bertumbuh di tengah-tengah tantangan dunia sekuler yang juga terus berkembang sampai saat ini. Dengan demikian, konsep Imanuel terwujud di dalam Yesus Kristus yang datang ke dalam dunia dan mengambil rupa menjadi manusia, yang memberikan dasar teologis yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan sekularisasi. Dengan suatu makna bahwa Allah selalu dekat dan hadir di dalam segala aspek kehidupan manusia. Yesus yang adalah manusia dan Allah yang sejati menolak pandangan sekularisasi yang memisahkan hal-hal kudus dan duniawi tetapi sebaliknya. Imanuel menegaskan bahwa Allah hadir di dalam sejarah peradaban manusia, memberikan nilai suci pada pengalaman duniawi, dan menunjukkan kehadiran-Nya di dalam kehidupan setiap hari. Melalui konsep pemahaman ini, maka umat Kristen dapat menanggapi teologi sekularisasi dengan tetap mengikuti perkembangan dunia tanpa menghindarinya, dan terus percaya dan yakin akan kehadiran dan penyertaan Allah di segala aspek hidup secara rohani dan jasmani, pribadi maupun kelompok sehingga iman Kekristenan tetap bernilai dan mampu menjadi agen perubahan di dalam kehidupan bermasyarakat yang semakin terbagi oleh pemisahan antara nilai-nilai agama dan Strategi Iman Kristen Menghadapi Sekularisasi Di tengah masyarakat sekuler yang cenderung skeptis terhadap agama dan alergi terhadap bahasa-bahasa religius yang frontal, kesaksian yang efektif perlu dilakukan dengan pendekatan yang relevan dan bijaksana. Salah satu model yang sangat berdampak adalah kesaksian melalui kehidupan sehari-hari yakni dengan menunjukkan integritas, kasih, dan kepedulian tanpa pamrih. Sikap yang konsisten dan penuh kasih seringkali menjadi Aupintu masukAy bagi Injil, lebih dari sekadar kata-kata. Di samping itu, kesaksian melalui relasi juga penting, yaitu membangun hubungan yang tulus dan mendengarkan lebih dulu sebelum menyampaikan iman. Dalam konteks ini, kesaksian lahir dari percakapan yang alami dan tidak menghakimi. Beberapa ciri lain dapat dilakukan juga yaitu dengan cara pendekatan pastoral yang meneguhkan pengalaman ImanuelAiyakni AuAllah beserta kitaAyAiharus dimulai dari kehadiran yang nyata dan penuh empati di tengah umat. Gembala atau pemimpin rohani tidak hanya hadir sebagai pengkhotbah atau pengajar, tetapi sebagai sahabat yang berjalan bersama dalam suka dan duka kehidupan. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kehadiran yang hangat, mendengarkan dengan tulus, dan membimbing tanpa menghakimi menjadi cara nyata menghadirkan Allah di tengah umat. Panggilan Allah bukanlah sesuatu yang mudah, dan . : 60. Yonatan Sumarto. AuTinjauan Teologis Tentang Ibadah Bagi Pelaksanaan Misi Allah,Ay Jurnal Jaffray 17, no. Arif Gulo and Bobby Kurnia Putrawan. AuEKSISTENSI YESUS PASCA KENAIKANNYA: Refleksi Teologis Di Gereja Banua Niha Keriso,Ay Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 97Ae110. Yabes. Prabowo seringkali tidak disertai dengan perhatian khusus dari banyak orang. Sebagai pemimpin Kristen atau gembala, sangat penting untuk mencermati dan menanggapi panggilan ini dengan serius dan penuh ketekunan sepanjang perjalanan kehidupan dan sejarah. Sejarah sendiri menyajikan banyak pelajaran berharga yang dapat dijadikan pedoman dan inspirasi dalam menjalani hidup dan Menjawab panggilan Allah untuk menjadi pemimpin atau gembala seringkali menuntut keberanian untuk mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok. Menjadi pemimpin, pelayan, atau gembala adalah panggilan yang menuntut pengabdian sepenuhnya. Hal ini mencakup pengorbanan, cucuran air mata, bahkan kesediaan untuk menyerahkan hak-hak pribadi demi tanggung jawab pelayanan yang besar. Tuhan Yesus menjadi teladan utama dalam hal ini, sebagai sosok pemimpin dan pelayan yang menjalankan tugas panggilan-Nya dengan sempurna. 43 Hal ini selaras dengan kebenaran Firman Tuhan di dalam Filipi 1:29 yang menyatakan bahwa orang yang sudah percaya kepada Kristus, dikaruniakan juga untuk menderita bagi Dia. Maka sikap sebagai orang percaya yang seharusnya adalah bersyukur terhadap penderitaan tersebut karena setiap jerih payah yang ada, tidak akan sia-sia dan semuanya akan diperhitungkan Allah sebagai upah nanti di Tindakan yang lainnya yaitu dapat menggunakan metode apologetika yang sesuai dengan mentalitas sekuler modern harus bersifat dialogis, rasional, dan empatik. Masyarakat sekuler cenderung menolak otoritas keagamaan tradisional dan lebih menerima pendekatan yang mengedepankan logika, pengalaman pribadi, dan relevansi praktis. Oleh karena itu, apologetika kontemporer perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial seperti makna hidup, penderitaan, dan keadilan dengan pendekatan yang manusiawi dan terbuka. Tujuannya bukan memenangkan argumen, tetapi menolong orang untuk melihat bahwa iman Kristen masuk akal dan relevan dengan kehidupan mereka. Apologetika dipahami sebagai cabang ilmu yang membahas pembelaan terhadap iman Kristen. Tujuannya adalah untuk memberikan jawaban atas berbagai keraguan dan kritik, khususnya dari mereka yang skeptis terhadap keberadaan Allah atau yang mempertanyakan kebenaran iman Kristen sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Pembelaan iman ini dapat ditujukan kepada penganut agama lain, kelompok Kristen yang berbeda ajaran, anggota jemaat yang mengalami keraguan, dikalangan sekularisme, maupun orang percaya yang ingin memahami bahwa keyakinan mereka memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kekristenan, iman tersebut merujuk pada kepercayaan kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus serta Roh Kudus. Metode ini dapat dipergunakan untuk mempertanggungjawabkan iman Kristen kepada setiap orang, maka hal ini pun penting bagi umat Kristen dalam peneguhan iman yang benar secara pribadi maupun kelompok berjemaat dan bermasyarakat. Mewujudkan Imanuel dalam Aksi Nyata Yahya Harmo Malailak and Ebrianus Liwuto. AuKepemimpinan Pastoral Pemuda Dalam Meneguhkan Pertumbuhan Gereja,Ay Integritas: Jurnal Teologi 3, no. : 256Ae266. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 62-78 Komunitas Kristen dipanggil untuk menunjukkan kehadiran Allah di tengah masyarakat lewat tindakan kasih yang nyata dan berdampak. Hal ini bisa dilakukan melalui pelayanan kepada orang miskin, membela keadilan, memberi pengampunan, dan berdiri bersama mereka yang tertindas. Dalam Matius 25:35Ae40. Yesus mengajarkan bahwa saat membantu orang yang lapar, menerima orang asing, atau mengunjungi orang yang sakit dan di penjara, makna sebenarnya adalah sedang melayani Dia. Maka, ketika komunitas Kristen terlibat dalam pelayanan sosial, mereka tidak sekadar berbuat baik, tetapi sedang mewujudkan kasih dan keadilan yang menjadi ciri Kerajaan Allah. Ini menjadi cara nyata untuk menyatakan iman di tengah dunia yang membutuhkan kasih dan Hal yang menonjol adalah bagaimana Yesus membalikkan tatanan relasi sosial yang ada dan berupaya membangunnya kembali berdasarkan prinsip kesetaraan. Hal ini tampak jelas dalam hubungan-hubungan pribadi yang Ia jalin, serta dalam pembentukan komunitas para murid-Nya. Yesus tidak terikat oleh batas-batas sosial atau hierarki yang didasarkan pada gender, kelas sosial, maupun norma kesucian atau praktik keagamaan yang secara tradisional memisahkan manusia satu dengan yang lain. Mengutip Rudolf Bultmann melalui Bammel, dikatakan bahwa Yesus menentang kekerasan yang tersembunyi dalam hukum-hukum penyucian, menolak legalisme Yahudi, serta mengecam praktik-praktik seperti prostitusi. 44 Hal ini menyatakan bahwa kebenaran di dalam Yesus Kristus bersifat mutlak dan tegas, penuh dengan pendidikan akan pengajaran, menyatakan kesalahan, dan mendidik kepada kebenaran . Tim. Strategi lainnya yaitu dengan mewujudkan program-program gerejawi. program-program gerejawi yang menjembatani kesenian antara iman dan dunia sekuler merupakan bentuk pendekatan kontekstual terhadap budaya modern. Gereja dapat menyelenggarakan kegiatankegiatan contohnya seperti Christian Art Festival, pameran seni rupa rohani, konser musik rohani terbuka, atau lokakarya seni kreatif yang melibatkan seniman Kristen dan non-Kristen. Sebagian orang menganggap gereja tidak perlu kurikulum karena dianggap sebagai pendekatan sekuler yang mengganggu karya Roh Kudus. Namun, tanpa kurikulum tertulis, gereja tetap memiliki Aukurikulum terselubungAy berupa kebiasaan, aturan, dan pola ibadah yang memengaruhi kehidupan jemaat. Contoh-contoh program di atas merupakan perwujudan bagaimana kehadiran dan pernyataan Allah bagi manusia sampai saat ini dan bagaimana Injil yang terutama harus diberitakan bagi semua orang agar banyak orang yang diselamatkan dan mengenal Yesus Kristus yang adalah Imanuel dan Injil itu sendiri . Kor. 15:2-. Di sisi lain. Gereja harus mampu bermitra dengan masyarakat sosial yang bertransformasi dengan perkembangan zaman yang ada. Transformasi sosial merupakan proses perubahan yang terjadi dalam struktur, sikap, dan nilai-nilai sosial di masyarakat. Transformasi sosial juga dapat dimaknai sebagai perubahan besar dalam dinamika dan struktur masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu serta mengurangi kesenjangan sosial. Pada masa kini, ketimpangan sosial tetap menjadi tantangan utama di banyak negara. Agama, sebagai lembaga yang memiliki pengaruh mendalam terhadap kehidupan sosial dan pribadi, memiliki potensi besar untuk Bammel Dkk. Jesus and The Politics of His Day (England: Cambrige University Press, 1. Junihot Simanjuntak. DESAIN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (Yogyakarta: PBMR Andi, 2. Yabes. Prabowo turut serta dalam mengatasi ketimpangan ini. 46 Kemitraan dan dialog antara gereja dan masyarakat luas merupakan strategi penting dalam mewujudkan transformasi sosial yang holistik. Gereja tidak hanya terpanggil untuk pelayanan rohani, tetapi juga untuk berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan kerusakan lingkungan untuk berperan aktif di dalam hubungan sosial dan memanfaatkan setiap momen untuk melayani Tuhan Yesus Kristus. KESIMPULAN Dalam perkembangan zaman modern saat ini, teologi sekularisasi juga terus berkembang. Hal ini menjadi tantangan iman yang serius bagi umat Kristen terhadap sekularisasi yang mempertanyakan keberadaan dan kehadiran Allah di zaman modern sekarang. Sekularisasi mengedepankan logika yang nyata, rasionalitas, dan pemisahan antara agama dan gereja dari kehidupan publik, sehingga telah menggeser pemahaman orang-orang tentang peran Tuhan, bahkan menolak kehadiran-Nya. Dalam hal ini, konsep AoImanuelAo yang artinya AoAllah Beserta KitaAo hadir dan mematahkan kepercayaan sekularisasi. Konsep ini menyatakan bahwa Allah tidak dibatasi oleh ruang, waktu, zaman, transformasi budaya, bahkan kecanggihan teknologi sekali pun. Karena Allah ada dan nyata serta selalu aktif menyertai umat-Nya di segala aspek kehidupan. Sehingga kehadiran dan penyertaan Allah tetap relevan sampai sekarang. Dengan pendalaman teologis yang mendalam, konsep Imanuel menanggapi tantangan teologi sekularisasi. Dengan mengkaji dan menganalisis akar historis, spiritual, dan teologis dari konsep tersebut, ditemukan bahwa penyertaan dan tuntunan Allah dalam Kristus Yesus adalah dasar iman yang kuat di tengah-tengah dunia yang semakin mengesampingkan bahkan menghilangkan nilai-nilai keagamaan. Maka melalui konsep ini, umat Kristen diharapkan untuk terus berkembang dan setia dalam menjaga keutuhan iman, melayani Kristus dengan sepenuh hati dan siap menderita bagi-Nya, serta menjadi saksi dalam menghidupi kehadiran Allah secara nyata yaitu dengan menjadi garam dan terang dunia dengan menyebarkan misi penginjilan di tengah-tengah masyarakat modern yang kompleks, sehingga gereja tetap berdiri kokoh dan akan terus relevan di era perkembangan zaman yang terus terjadi. DAFTAR PUSTAKA