Journal Point Equilibrium Manajemen dan Akuntansi ISSN: 2686-1135 . Vol. 7 No. Maret 2025, pp. Publisher: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Barat Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Ayam Goreng Pada Gerai Waralaba DAoBesto Pariaman Syukrial1 Universitas Sumatera Barat. Pariaman syukrialb@gmail. Yasnida2 Universitas Sumatera Barat. Pariaman yasnidasyamsudin@yahoo. Noni Septiawati3 Universitas Sumatera Barat. Pariaman septiawatinoni@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the effect of consumer perceptions and consumer preferences partially and simultaneously on the decision to purchase fried chicken ready-to-eat food at D'Besto in the city of Pariaman. This type of research is The population in this study are all D'Besto Pariaman customers whose number is unknown. Sampling using Roscoe's theory. The sample used was 30 The data collection technique used a questionnaire, while the data analysis method used validity and reliability tests, descriptive statistics, classical assumptions . ormality test, multicollinearity test and heteroscedasticity tes. , multiple linear regression analysis, and statistical tests . F test and coefficient of The results showed that the consumer perception variable had a significant effect on purchasing decisions with a value of tcount 2. 163 > ttable 1. 697 at a significant level of 0. 040 <0. Consumer preferences have a significant effect on purchasing decisions with a t-count value of 3. 549 > t-table 1. 697 at a significant level of 001 <0. Consumer perceptions and consumer preferences simultaneously have a significant effect on the dependent variable on purchasing decisions with a value of Fcount = 86. 866 > Ftable 2. 92 with sig = 0. 000 <0. 05, with the influence of consumer perception variables and consumer preferences on purchasing decisions of 86. Regression Equation Y= 0,403 0,312 X1 0,584 X2. Received: 29 Feb 2025. Accepted: 20 Mar 2025. Published: 30 Mar 2025 Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati Keywords : Consumer Perception. Consumer Preference and Purchasing Decision ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi konsumen dan preferensi konsumen secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian makanan siap saji fried chicken pada DAoBesto di kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan DAoBesto Pariaman yang tidak diketahui jumlahnya. Penarikan sampel menggunakan teori Roscoe. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, sedangkan metode analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisita. , analisis regresi linier berganda, dan uji statistik . ji t, uji F dan koefisien determinas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Persepsi konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian dengan nilai thitung 2,163 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,040 < 0,05. Preferensi konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian dengan nilai t hitung 3. 549 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,001 < 0,05. Persepsi konsumen dan preferensi konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen keputuan pembelian dengan nilai Fhitung = 86,866 > Ftabel 2,92 dengan sig = 0,000 < 0,05, dengan pengaruh variabel persepsi konsumen dan preferensi konsumen terhadap keputuan pembelian sebesar 86,5%. Persamaan Regresi Y= 0,403 0,312 X1 0,584 X2. Kata Kunci : Persepsi Konsumen. Preferensi Konsumen dan Keputusan Pembelian Pendahuluan Secara signifikan aktifitas manusia pada masa sekarang mengalami Diantaranya adalah industri makanan yang menjadi pokok kebutuhan manusia untuk memenuhi segala aktifitasnya. Industri makanan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sesai kebutuhan dan gaya hidup manusia. Gaya hidup manusia sekarang menginginkan semuanya yang praktis dan simple. Dimana semua perusahaan berlomba-lomba untuk memanjakan konsumennya dengan fasilitas pelayanan yang membuat konsumen merasa nyaman. Pertumbuhan dan perkembangan kelas menengah di Indonesia mendorong peningkatan gaya hidup masyarakat. Peningkatan gaya hidup menyebabkan perkembangan bisnis waralaba dan kafe belakangan ini cukup menggeliat di beberapa tempat di Indonesia. Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Waralaba. Lisensi, dan Kemitraan Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. Levita Supit menyebutkan bahwa Perkembangan brand waralaba lokal sangat baik, kemajuan teknologi seperti digital marketing membantu para pengusaha waralaba dalam mempromosikan bisnisnya, selain itu dukungan yang diberikan oleh pemerintah turut mendorong perkembangan industri ini (Tribunnews. Bisnis waralaba atau franchise telah menjadi salah satu model bisnis yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia (Ayu et al. , 2022. Nugroho & Kusumasari, 2022 dalam Syaifullah, et all . Konsep waralaba memungkinkan pemilik merek atau franchisor untuk memperluas jangkauan bisnisnya dengan memberikan hak kepada pihak lain atau franchisee untuk menggunakan merek dan sistem operasionalnya(Hadi, 2022. Nanda & Sulistiadi, 2. Di Indonesia, fenomena bisnis waralaba mulai mendapat perhatian pada akhir tahun 1970-an dengan masuknya waralaba dari Amerika Serikat(Mauludin, 2. Kentucky Fried Chicken (KFC) menjadi pelopor bisnis waralaba Amerika di Indonesia ketika membuka gerai pertamanya di Jakarta pada tahun 1979. Keberhasilan KFC memicu masuknya berbagai merek waralaba internasional lainnya seperti McDonald's. Pizza Hut, dan Starbucks. Kehadiran merek-merek ini tidak hanya membawa inovasi dalam industri makanan dan minuman tetapi juga mempengaruhi pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat Indonesia (Aliouche & Schlentrich, 2011. Mustofa, 2. Gaya hidup semacam itu saja dinikmati untuk konsumen kelas atas, melainkan konsumen kelas menengah dan konsumen kelas bawah yang tinggal di desa. Dimana konsumen yang berada atau tinggal di pedesaan meniru gaya orang yang tinggal di kota dengan memakan makanan cepat saji. Restoran cepat saji atau fast food mulai terkenal di Indonesia pada awal tahu 1980, salah satunya adalah fried chicken. DAobesto chicken & burger berdiri pada bulan maret 1994, didirikan oleh dua orang lain alumni fakultas kdokteran hewan IPB. Drh. Setyajid dan Drh. Evalinda untuk pertama kali membuka usaha kecil ayam goreng krispi dengan tema kaki lima yang diberi nama kentuku fried chicken, atau lebih dikenal sebagai kafe AuKu FCAy. Selaku penyediaan makanan siap saji masyarakat kelas bawah, kafe AuKu FCAy ternyata Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati mendapat respon positif dari masyarakat bahkan menjadi pionir dalam usaha fried chicken krispi kaki lima sehingga membuka cabang diluar kota, seperti Bnadung. Bali. Yogyakarta. Padang dan Mataram. https://w. Dengan penyesuaian potongan, harga yang tepat dan kualitas rasa, serta tampilan konsep mini resto yang menarik, hal ini sangat antusias bagi masyarakat Kota Pariaman dimana belum ada restoran fried chicken yang buka dengan konsep resto sebelumnya. Berikut data penjualan D'Besto Pariaman disajikan pada tabel di bawah ini : Tabel 1 Data Penjualan D'Besto Pariaman Bulan Jumlah Penjualan (R. Juli 2021 Agustus 2021 September 2021 Oktober 2021 November 2021 Desember 2021 Januari 2022 Februari 2022 Maret 2022 April 2022 Mei 2022 Juni 2022 Sumber : D'Besto, 2022 Berdasarkan Tabel 1 total penjualan D'Besto mengalami fluktuasi karena adanya beberapa factor seperti paska pandemik Covid-19 serta kehadiran banyakn pesaing. Menurut pihak manajemen D'Besto permasalahan yang sering muncul di dalam pemasaran DAoBesto yaitu, masalah persepsi yang di nilai masih kurang memuaskan pelanggan, dilihat dari masih adanya pelanggan yang berkomentar dan menyampaikan keluhannya pada pihak DAoBesto. Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. Kotler & Keller dalam Fathira . menyebutkan bahwa persepsi adalah proses ketika seseorang memilih, mengatur, dan menafsirkan rangsangan guna membentuk pemahaman terhadap lingkungan di Sedangkan menurut Astuti . , menyatakan bahwa persepsi ialah proses yang dipakai individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Kegiatan mengkonsumsi produk yang dilakukan oleh konsumen tidak jadi begitu saja, melainkan melalui berbagai tahapan. Preferensi sebagai salah satu bagian dari respon konsumen merupakan bagian yang penting dalam perilaku konsumen, dimana preferensi yang akan menentukan pilihan atas produk yang digunakan. Sehingga dalam evaluasi atas produk oleh konsumen berkaitan dengan keputusan untuk menggunakan suatu produk yang didasari atas preferensi yang bersumber pada atribut yang menarik minat konsumen dan amat bervariasi dari produk satu ke produk lainnya. Menurut Anggasari . , menjelaskan bahwa Preferensi konsumen berarti kesukaan, pilihan atau sesuatu yang lebih disukai oleh konsumen yang bisa terbentuk dari pemahaman dan ingatan konsumen melalui persepsi produk. Preferensi konsumen adalah kesukaan konsumen dari berbagai macam pilihan produk atau jasa yang ada (Rahardi dan Wiliasih, . Preferensi konsumen didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu produk barang atau jasa yang dikonsumsi. Dalam penelitian Syam, dkk . menyebutkan bahwa preferensi konsumen preferensi konsumen memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap keputusan pembelian produk pada Perusahaan market marketplace Penelitian lain yang dilakukan oleh Pardede dan Haryadi . menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen. Persepsi harga tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen. Kualitas produk tidak berpengaruh Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Kepuasan konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Kepuasan konsumen mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian yang memediasi persepsi harga dan kualitas produk. Pranoto dalam Ragatirta dan Tiningrum . , juga menjelaskan perilaku pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian produk atau jasa diawali dengan adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan atau keinginan dan menyadari adanya masalah selanjutnya, maka konsumen akan melakukan beberapa tahap yang pada akhirnya sampai pada tahap evaluasi pasca pembelian. Kotler dan Armstrong dalam Rowiyani dan Angelina . mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingankepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan. Proses penilaian itu biasanya diawali dengan mengindentifikasi masalah utama yang mempengaruhi tujuan, menyusun, menganalisis, dan memilih berbagai alternatif tersebut dan mengambil keputusan yang dianggap paling baik. Langkah terakhir dari proses itu merupakan sistem evaluasi untuk menentukan efektifitas dari keputusan yang telah diambil. Preferensi konsumen didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu produk barang atau jasa yang Dalam Syam, dkk . menyebutkan bahwa preferensi konsumen preferensi konsumen memberikan pengaruh berpengaruh positif dan signifikan yang cukup kuat terhadap keputusan produk pada Perusahaan market marketplace. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan filsafat positivisme, bertujuan untuk menguji hipotesis melalui data numerik dan analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung ke DAoBesto di Kota Pariaman. Karena jumlah populasi tidak pasti, teknik accidental sampling Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. digunakan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, sesuai dengan pedoman Roscoe dalam Sugiyono . Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen penelitian berupa Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dengan bantuan SPSS, melalui beberapa tahap: uji instrumen aliditas dan reliabilita. , statistik deskriptif, uji asumsi klasik ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. , analisis regresi linier berganda, serta uji hipotesis . ji t, uji F, dan koefisien PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ghozali . Cara untuk mendeteksi normalitas adalah dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik histogram dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut : Jika data . menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data . menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji normalitas penelitian ini terlihat bahwa grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal dan terlihat pada gambar di bawah ini Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati Sumber: Data primer yang diolah. Gambar 3 Uji Normalitas Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya (Independe. Model Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independent. Menurut Gozali . dalam Syukrial dan Multama. menyatakan pengujian diukur dari nilai tolerance dan varian inflation (VIF). Jika nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel bebas dalam model regresi. Namun jika nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat multikolonieritas antar variabel bebas dalam model regresi Hasil uji multikolonieritas penelitian dapat di lihat pada Tabel 4. berikut ini : Tabel. 3 Uji Multikolonieritas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Persepsi Konsumen 5,572 Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. Preferensi Konsumen 5,572 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Berdasarkan Tabel 4. 12 di atas terlihat bahwa nilai Tolerance semua variabel independen diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antar variabel bebas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik Plott (ScatterPlo. Jika tidak terdapat plot yang jelas seperti titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 . pada sumbu Y maka tidak terdapat Hasil uji dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas, hal ini diketahui dari titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y tidak membentuk pola yang jelas. Gambar dibawah ini menjawab hasil uji heteroskedastisitas tersebut. Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati Gambar 4 Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Uji Regresi Linear Berganda Menurut Ghozali . Analisis regresi linier untuk meneliti variabel-variabel yang berpengaruh dari bebas . ndependent variabl. terhadap variabel terikat . ependent variabl. Tabel 4 Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Persepsi Konsumen Preferensi Konsumen 0. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer yang diolah, 2021 Dari hasil uji analisis linear berganda dapat diketahui: Konstanta sebesar 0,403 menunjukkan adanya pengaruh dari variabel bebas, yaitu: persepsi konsumen (X. dan preferensi konsumen (X. terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,403. Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. yang artinya ketika persepsi konsumen (X. dan persepsi konsumen (X. bernilai 0 maka keputuan pembelian (Y) meningkat sebesar 0,403. Variabel persepsi konsumen (X. memiliki keofisien regresi positif sebesar 0,312 ini berarti ketika variabel persepsi konsumen (X. meningkat sebesar satu satuan maka keputuan pembelian (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,312 satuan dengan anggapan variabel bebas lainnya tetap Variabel persepsi konsumen (X. memiliki keofisien regresi positif sebesar 0,584, artinya jika variabel persepsi konsumen (X. meningkat satu satuan maka keputuan pembelian (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,584 satuan dengan anggapan variabel bebas lainnya tetap. Uji T( Uji Parsia. Hipotesis dalam penelitian ini diuji kebenarannya dengan menggunakan uji t. Pengujian melalui uji sig > . , maka H0 diterima H1 ditolak dan jika sig < . ,maka H0 ditolak H1 Hasil uji t dapat dilihat pada table berikut Tabel 4. 14 Uji Parsial (Uji . Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Beta Error (Constant Persepsi Konsumen Preferensi Konsumen Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati Berdasarkan hasil uji t diperoleh persepsi konsumen (X. berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian n dengan nilai thitung 2,163 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,040 < 0,05. Dengan demikian H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara persepsi konsumen terhadap keputuan pembelian. Berdasarkan hasil uji t diperoleh preferensi konsumen (X. berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian dengan nilai t hitung 549 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,001 < 0,05. Dengan demikian H2 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara preferensi konsumen terhadap keputuan pembelian. Uji Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk menguji hipotesis, maka harus ada kriteria pengujian yang ditetapkan. Kriteria pengujian ditetapkan dengan membandingkan nilai dan Fhitung dengan Ftabel dengan tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebesar 0,05 ( = 0,. jika sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika nilai sig > 0,05 maka hipotesis Uji F dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa variabel independen persepsi konsumen dan preferensi konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen keputuan pembelian seperti terlihat pada tabel di bawah. Tabel 4. 15 Uji (F) Sum of Mean Model Squares Df SquareF Sig. Regression 9. Residual Total Dependent Variable: Keputusan Pembelian Predictors: (Constan. , persepsi konsumen dan persepsi Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Uji Koefisien Determinasi (R. Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. Koefisien determinasi (R. pada untukmengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS dapat diketahui bahwa koefisien determinasi R2 = 0,865. Ini berarti 86,5% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel persepsi konsumen dan preferensi konsumen, sedangkan sisanya yaitu 13,5% nilai keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Tabel 5. Koefisien Determinasi Std. Error of the Model Square Adjusted R Square Estimate Dependent Variable: Keputusan Pembelian Predictors: (Constan. , persepsi konsumen dan persepsi Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Pengaruh Persepsi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian dengan nilai thitung 2,163 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,040 < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara persepsi konsumen terhadap keputuan Sedangkan Astuti . , mengatakan persepsi adalah proses yang dipakai individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki persepsi memiliki pengaruh yang erat dalam proses pengambilan keputusan pembelian, karena semakin tinggi persepsi seseorang terhadap produk tersebut, maka semakin tinggi pula tingkat pengambilan keputusannya untuk membeli produk. Dari pendapat para ahli di atas maka persepsi merupakan kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri pengunjung sehingga pengunjung sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Silva . dengan judul penelitian AuPengaruh Persepsi Konsumen Dan Motivasi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Polis AsuransiAy, dari penelitian tersebut di dapatkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian. Peneliti selanjutnya dilakukan oleh Bertanti dkk . dengan judul AuPengaruh Persepsi dan preferensi masyarakat terhadap keputusan pembelian perumahan syariah di kabupaten bekasiAy dengan hasil Persepsi masyarakat sebagai konsumen berpengaruh positif moderet terhadap tingkat keputusan pembelian Pengaruh Prefensi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen (X. berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian dengan nilai t hitung 549 > ttabel 1,697 pada taraf signifikan 0,001 < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara preferensi konsumen terhadap keputuan pembelian. Kegiatan mengkonsumsi produk yang dilakukan oleh konsumen tidak jadi begitu saja, melainkan melalui berbagai tahapan. Preferensi sebagai salah satu bagian dari respon konsumen merupakan bagian yang penting dalam perilaku konsumen, dimana preferensi yang akan menentukan pilihan atas produk yang Sehingga dalam evaluasi atas produk oleh konsumen berkaitan dengan keputusan untuk menggunakan suatu produk yang didasari atas preferensi yang bersumber pada atribut yang menarik minat konsumen dan amat bervariasi dari produk satu ke produk Menurut Anggasari . , menjelaskan bahwa preferensi konsumen berarti kesukaan, pilihan atau sesuatu yang lebih disukai oleh konsumen yang bisa terbentuk dari pemahaman dan ingatan konsumen Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. melalui persepsi produk. Preferensi konsumen adalah kesukaan konsumen dari berbagai macam pilihan produk atau jasa yang ada (Rahardi dan Wiliasih, . Preferensi konsumen didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu produk barang atau jasa yang dikonsumsi. Preferensi konsumen menunjukan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada Karim . menyebutkan bahwa pelanggan mempunyai tiga sifat dasar yang berkaitan dengan preferensi mereka dalam menyusun ranking, kondisi dimulai dari yang sangat diinginkan sampai yang sangat tidak diinginkan. Customer Preference muncul pada tahap ketiga dalam proses keputusan pembelian yaitu pada tahap evaluasi alternatif, dimana dalam tahap tersebut konsumen dihadapkan dengan berbagai macam pilihan produk barang maupun jasa dengan berbagai macam atribut yang berbeda-beda (Putri dan Iskandar, . Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa preference adalah suatu pilihan yang diambil dan dipilih konsumen dari berbagai macam pilihan produk barang maupun jasa yang tersedia. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Nurdin . dengan judul penelitian AuPengaruh Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Buah Apel Impor Di Hypermart Palu Grand MallAy, dari penelitian tersebut di dapatkan Preferensi konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Peneliti selanjutnya dilakukan oleh Hasbi . dengan judul AuPreferensi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Produk Nugget Ayam di Kota PalopoAy dengan hasil Preferensi konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan Pengaruh Persepsi Konsumen dan Prefensi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen dan preferensi konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen keputuan pembelian dengan nilai Fhitung = 86,866 > Ftabel 2,92 dengan sig = 0,000 < 0,05 dengan pengaruh kedua variabel Syukrial. Yasnida dan Noni Septiawati persepsi konsumen dan preferensi konsumen terhadap keputuan pembelian sebesar 86,5%. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Widya . dengan judul penelitian AuPengaruh persepsi dan preferensi konsumen terhadap pembelian hunian green productAy, dari penelitian tersebut Persepsi dan preferensi konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian green product hunian. peneliti selanjutnya dilakukan oleh Umam . dengan judul penelitian Pengaruh aspek keamanan, psersepsi kualitas, dan preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian kuliner di kawasan wisata telaga sarangan maka didapat hasil penelitian preferensi konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian KESIMPULAN Penelitian ini menemukan kajian mengenai pengaruh persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan pengujian statistik didapatkan hasil bahwa persepsi konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputuan pembelian. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen yang baik terhadap produk akan mendorong konsumen untuk memutuskan untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus menciptakan persepsi yang baik seperti ukuran dan warna produk yang menarik, rasa yang pas, pelayanan yang baik bagi konsumen serta lingkungan nyaman bagi konsumen. Selain itu preferensi konsumen juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Ini menggambarkan bahwa informasi yang lengkap yang diperoleh konsumen mengenai produk akan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Karena itu perusahaan harus mampu memberikan kesan yang baik kepada konsumen melalui produk yang ditawarkan sehingga konsumen memiliki preferensi untuk melakukan pembelian Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti dengan topik persepsi dan preferensi konsumen, disarankan untuk menggali aspek lain seperti citra merek, pelayanan, harga, produk dan Pengaruh Persepsi Konsumen Dan Preferensi Konsumen. promosi yang akan mempengaruhi konsumen dalam memutuskan untuk melakukan pembelian DAFTAR PUSTAKA