Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 2. Agustus 2025 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X PERAN INOVASI EKONOMI LOKAL. PENDIDIKAN. DAN KESEHATAN DALAM PENGETASAN KEMISKINAN DI KOTA PAREPARE The Role of Local Economic Innovation. Education, and Health in Poverty Alleviation in Parepare City Fitriani. Muhammad Hatta. Jurhana. Email : fitri. fa29@gmail. com1, muhammadhatta@umpar. jurhana2912@gmail. Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare Tahun 2025 Jl. Jend. Ahmad Yani No. KM. Bukit Harapan. Kec. Soreang. Kota Parepare. Sulawesi Selatan Kode Pos 91112 Abstract Local economic innovation is a strategic effort to optimize regional potential in order to improve community welfare. Through the development of leading products based on local wisdom, communities can create added value and expand market access. Thus, local economic innovation plays an important role in strengthening regional competitiveness while promoting sustainable economic growth. This study aims to analyze the effect of the dependency ratio, government expenditure on education, and government expenditure on health on the poverty level in Parepare City, as well as to explore the role of local economic innovation in poverty alleviation. The method used is descriptive quantitative with secondary time series data from 2014Ae Data analysis was carried out using multiple linear regression with SPSS 16. The results show that the dependency ratio has a positive and significant effect on poverty levels, while government expenditure on education and health has a negative and significant effect on poverty levels. In addition, local economic innovations such as strengthening MSMEs, utilizing regional leading sector potentials, and entrepreneurship training based on local resources have proven to play an important role in creating community economic independence and accelerating sustainable poverty reduction. Therefore, poverty alleviation strategies in Parepare City need to be integrated with innovative and participatory local economic development approaches to inclusively improve community welfare. Keywords : Poverty. Dependency Ratio. Government Expenditure. Local Economic Innovation. Education. Health Abstrak Inovasi ekonomi lokal merupakan upaya strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengembangan produk unggulan berbasis kearifan lokal, masyarakat dapat menciptakan nilai tambah dan memperluas akses pasar. Dengan demikian, inovasi ekonomi lokal berperan penting dalam memperkuat daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dependency ratio, pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan, dan pengeluaran di bidang kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Parepare, serta mengeksplorasi peran inovasi ekonomi lokal dalam pengentasan Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder runtun waktu dari tahun 2014Ae2019. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dependency ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Selain itu, inovasi ekonomi lokal seperti penguatan UMKM, pemanfaatan potensi sektor unggulan daerah, dan pelatihan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal terbukti berperan penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan mempercepat pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi pengentasan kemiskinan di Kota Parepare perlu diintegrasikan dengan pendekatan pembangunan ekonomi lokal yang inovatif dan partisipatif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Kata Kunci: Kemiskinan. Dependency Ratio. Pengeluaran Pemerintah. Inovasi Ekonomi Lokal. Pendidikan. Kesehatan PENDAHULUAN Kemiskinan di tingkat kota merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi lokal, kualitas modal manusia, serta akses dan mutu layanan dasar. Di Kota Parepare, penguatan inovasi ekonomi local mulai dari pengembangan UMKM berbasis potensi wilayah hingga digitalisasi rantai nilai berjalan berdampingan dengan investasi pada pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi produktivitas. Pendekatan terpadu yang menautkan ketiganya diharapkan tidak hanya menurunkan angka kemiskinan secara jangka pendek, tetapi juga memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kapasitas, daya saing, dan resiliensi rumah tangga rentan (BPS, 2023. Bappenas, 2. Inovasi ekonomi lokal dalam konteks Parepare mencakup pembaruan pada produk, proses, pemasaran, dan model bisnis yang memanfaatkan kekhasan daerah, misalnya komoditas perikanan, kuliner, serta jasa logistik antarkabupaten/kota. Praktik inovasi ini banyak tumbuh dari kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan perguruan tinggi melalui inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan mikro, serta platform digital Ekosistem inovasi yang inklusif terbukti mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan nilai tambah lokal, dan memperkuat jejaring produksi, sehingga berdampak pada penurunan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan dan diversifikasi sumber nafkah (Suryani, 2021. Arsyad, 2. Pendidikan sebagai variabel penting memiliki peran dalam memperbaiki mobilitas sosial. Peningkatan angka partisipasi sekolah, mutu pembelajaran, serta keterkaitan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja lokal mendorong akumulasi keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Di tingkat rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga dan anggota usia kerja berkorelasi dengan peluang memperoleh pekerjaan formal, upah yang lebih tinggi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Investasi pendidikan, khususnya pada jenjang menengah-kejuruan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan sektor unggulan daerah, telah terbukti mengurangi kerentanan dan memperkecil kesenjangan pendapatan (BPS, 2023. Hanushek, 2. Kesehatan menjadi prasyarat utama produktivitas masyarakat. Akses layanan primer, cakupan jaminan kesehatan, gizi, sanitasi, serta pencegahan penyakit menurunkan biaya ekonomi rumah tangga miskin . atastrophic health spendin. dan kehilangan hari kerja. Bukti empiris menunjukkan peningkatan kesehatan ibuanak, pengendalian penyakit menular, dan layanan promotif-preventif berkontribusi pada kualitas SDM dan partisipasi angkatan kerja. Penguatan Puskesmas, intervensi gizi spesifik, serta integrasi data kesehatan-sosial terbukti meningkatkan efektivitas layanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Kemenkes RI, 2022. WHO, Temuan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara faktor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dengan kemiskinan telah lama menjadi perhatian akademik. Studi oleh Todaro & Smith . menegaskan bahwa investasi pada pendidikan dan kesehatan merupakan strategi jangka panjang untuk mengurangi kemiskinan struktural. Penelitian Siregar & Wahyuni . menemukan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan antarwilayah. Sementara itu, penelitian Setiawan . menunjukkan bahwa pengembangan UMKM berbasis inovasi lokal berperan penting dalam memperluas lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan di tingkat kota. Jika dibandingkan dengan literatur mutakhir, terdapat pergeseran paradigma dari analisis parsial menjadi pendekatan integratif yang menghubungkan inovasi ekonomi lokal dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Hal ini juga sejalan dengan laporan Bappenas . BPS . , dan World Bank . yang menekankan pentingnya integrasi kebijakan berbasis data mikro untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan terpadu yang secara simultan menilai pengaruh inovasi ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan terhadap kemiskinan di Kota Parepare, bukan sekadar menguji efek masingmasing variabel secara terpisah. Selain itu, penelitian ini menambahkan dimensi Auinovasi ekonomi lokalAy dengan indikator yang kontekstual, misalnya adopsi digital UMKM, intensitas pelatihan, serta keterhubungan pasar, yang sebelumnya belum banyak dikaji. Manfaat praktisnya adalah memberikan bukti empiris untuk perumusan kebijakan kota yang lebih terintegrasi, menyinergikan penguatan ekosistem UMKM-inovasi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan- kesehatan, sehingga strategi pengetasan kemiskinan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif untuk menganalisis pengaruh inovasi ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Parepare. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data runtun waktu . ime serie. periode 2014Ae2019 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare. Dinas Pendidikan. Dinas Kesehatan, serta dokumen pemerintah daerah Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kemiskinan, sedangkan variabel independennya meliputi pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan, pengeluaran di bidang kesehatan, serta indikator inovasi ekonomi Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan dan pengaruh antara variabel-variabel tersebut. Pemilihan regresi linear berganda didasarkan pada kemampuannya menjelaskan pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan (Gujarati & Porter, 2. Dalam penelitian ini, pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan diukur melalui alokasi belanja daerah pada sektor pendidikan, sedangkan pengeluaran kesehatan dilihat dari realisasi anggaran kesehatan tahunan. Inovasi ekonomi lokal diukur berdasarkan jumlah program ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh pemerintah daerah, serta kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Penggunaan data sekunder dipilih karena lebih efisien dalam menggambarkan kondisi makroekonomi wilayah serta dapat memberikan informasi tren dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2. Untuk memastikan validitas model, dilakukan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, menginterpretasikan hasil regresi. Penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai dinamika kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan inovasi ekonomi lokal di Kota Parepare selama periode pengamatan. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai sejauh mana inovasi ekonomi lokal serta kebijakan pendidikan dan kesehatan berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Hal ini sejalan dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan dan kesehatan merupakan faktor fundamental dalam pengentasan kemiskinan di berbagai daerah (World Bank, 2022. Bappenas, 2. Selain itu, inovasi ekonomi lokal juga dipandang semakin penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di era persaingan global (Fitriani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Regresi Linier Berganda Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linear berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas . yaitu dependency ratio (X. , pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan (X. , pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan (X. terhadap variabel terikat . yaitu kemiskinan (Y). Besarnya pengaruh variabel independen dengan variabel dependen dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 16 pada tabel 5. 7 diperoleh hasil regresi pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Hasil Koefisient Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 36,424 1,525 Dependensi Rasio ,307 ,022 Bidang Pendidikan -,902 ,032 Bidang Kesehatan -,201 ,037 Sumber: Spss 16 . ata diola. Standardized Coefficients Beta ,577 -1,169 -,232 Sig. 23,889 14,033 -28,356 -5,507 ,002 ,005 ,001 ,031 Berdasarkan tabel 1, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 36,424 0,307X1 Ae 0,902X2 Ae 0,201X3 Dari persamaan regresi di atas diketahui variabel dependency ratio (X. berbanding positif dengan variabel kemiskinan (Y) sedangkan variabel pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan (X. dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan (X. berbanding negatif dengan variabel kemiskinan (Y). Uraian persamaan pada tabel 5. 11 sebagai berikut : Diketahui nilai a = 36,424 artinya jika semua variabel independen X1. X2, dan X3 tidak ada atau bernilai = 0 yang berarti kemiskinan (Y) tetap ada bernilai positif 36,424. Diketahui nilai X1= 0,307 menunjukkan bahwa dependency ratio terhadap kemiskinan adalah positif, artinya jika terjadi penurunan dependency ratio sebesar 1 satuan maka kemiskinan juga akan menurun sebesar 0, 307. Diketahui nilai X2 = Oe0,902 menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dibidang pendidikan adalah negatif, artinya jika terjadi peningkatan pengeluaran pemerintah dibidang pendidikan sebesar 1 satuan maka kemiskinan akan menurun sebesar Oe0,902. Diketahui nilai X3 = Oe0,201 menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dibidang kesehatan adalah negatif yang berarti bahwa, jika terjadi peningkatan pengeluaran pemerintah dibidang kesehatan maka kemiskinan akan mengalami penurunan sebesar Oe0,201. Uji Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel dependesi rasio, pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan secara simultan . ersama-sam. terhadap kemiskinan. Adapun kriteria uji F adalah sebagai berikut: Jika nilai sig. < 0. 05 maka artinya terdapat pengaruh variabel dependesi rasio, pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan secara simultan . ersama-sam. terhadap kemiskinan. Jika nilai sig. > 0. 05 maka artinya tidak terdapat pengaruh variabel dependesi rasio, pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan secara simultan . ersama-sam. terhadap kemiskinan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear berganda pada tabel 5. 7 maka diperoleh output pada uji simultan seperti yang terlihat pada tabel 2. Tabel 2. Uji Simultas ANOVAb Mean Square Sum of Squares Sig. ,005 ,002 334,407 ,003b ,000 ,000 ,005 Predictors: (Constan. Bidang Kesehatan. Bidang Pendidikan. Model Dependensi Rasio Dependent Variable: Kemiskinan Sumber: Output SPSS 16 . ata diola. Berdasarkan tabel output SPSS di atas diketahui nilai sig. sebesar 0,003. Karena nilai sig. < 0,05 maka artinya terdapat pengaruh variabel dependesi rasio, pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan secara simultan . ersama-sam. terhadap kemiskinan. Uji Parsial (Uji . Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel dependesi rasio, pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan secara parsial . endiri-sendir. terhadap kemiskinan. Adapun kriteria uji t adalah sebagai berikut : Jika nilai signifikansi < tingkat kesalahan ( = 0,. , maka artinya hipotesis diterima artinya terdapat pengaruh antara variabel independen secara parsial/individu terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi > tingkat kesalahan (= 0,. , maka hipotesis ditolak artinya tidak terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut adalah tabel uji parsial pada hasil analisis reresi linear Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear berganda pada tabel 5. 7 maka diperoleh output pada uji parsial dibawah ini: Tabel 3. Uji Parsial (Uji T) Model Unstandardized Coefficients Std. Error 36,424 1,525 (Constan. Dependensi ,307 ,022 Rasio Bidang -,902 ,032 Pendidikan Bidang -,201 ,037 Kesehatan Sumber: SPSS 16 . ata diola. Standardized Coefficients Sig. 23,889 ,002 ,577 14,033 ,005 -1,169 -28,356 ,001 -,232 -5,507 ,031 Beta Berdasarkan hasil uji signifikansi pada tabel 5. 13 dapat diuraikan hasil pengujian hipotesis sebagai berikut: Uji Hipotesis 1: Diduga tingkat dependency ratio berpengaruh positif terhadap kemiskinan di Kota Parepare tahun 2014-21019. Berdasarkan hasil uji hipotesis dependency ratio diketahui bahwa nilai signifikan 0,005 < 0,05. Hal itu berarti hipotesis diterima sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa dependency ratio berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Uji Hipotesis 2: Diduga pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan berpengaruh negatif terhadap kemiskinan di Kota Parepare tahun 2014-2019. Berdasarkan hasil uji hipotesis pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan diketahui bahwa nilai signifikan 0,001 < 0,05. Hal itu berarti hopiptesis diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan berpengaruh terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Uji Hipotesis 3: Diduga pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan berpengaruh negatif terhadap kemiskinan di Kota Parepare tahun Berdasarkan hasil uji hipotesis pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan diketahui bahwa nilai signifikansi 0,031 < 0,05. Hal ini berarti hipotesis diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah di bidang ang kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Pembahasan Pengaruh Dependency Ratio Terhadap Kemiskinan di Kota Parepare Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,005 < 0,05 artinya terdapat pengaruh yang sigifikan antara variabel dependency ratio terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Dependency ratio atau rasio ketergantungan menggambarkan beban tanggungan ekonomi oleh kelompok umur produktif terhadap kelompok umur non produktif. Rasio ketergantungan mempengaruhi kemiskinan karena jumlah usia produktif di Kota Parepare lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah umur non produktif. Maka berdasarkan hal tersebut hipotesis yang mengatakan ratio berpengaruh positif terhadap kemiskinan Kota Parepare diterima. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Bidang Pendidikan Terhadap Kemiskinan di Kota Parepare Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan terhadap kemiskinan. Dengan kata lain tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah dibidang pendidikan. Dalam konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Walikota Parepare yaitu Bapak Taufan Pawe mengatakan bahwa. AuSaripati visi dan misi Walikota yakni bagaimana mewujudkan tiga pilar di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisataAy. (Tribunparepare. Sehubungan dengan Visi dan Misi tersebut Walikota Parepare ingin membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik dan berkarakter dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan. Besarnya pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dapat meningkatkan kualitas sarana di bidang pendidikan agar masyarakat mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Selain itu besarnya pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan adalah sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM yang berkarakter Maka berdasarkan hal tersebut hipotesis yang mengatakan pengeluaran pemerintah dibidang pendidikan berpengaruh negatif terhadap kemiskinan Kota Parepare diterima. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Bidang Kesehatan Terhadap Kemiskinan di Kota Parepare Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh nilai signifikansi 0,031<0,05, hal ini berarti bahwa pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Kemiskinan dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan di Kota Parepare, sama halnya dengan pendidikan, bidang kesehatan juga penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Seperti yang tertulis dalam misi Kota Parepare yaitu AuMengoptimalkan pemenuhan hak dasar dan peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat menuju pelayanan prima dan profesional serta berkeadilanAy. Dengan misi tersebut, pemerintah Kota Parepare kini telah meningkatkan sarana dan pelayanan kesehatan, rumah sakit, maupun puskesmas. Besarnya pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan secara merata. Maka berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang mengatakan pengeluaran pemerintah dibidang kesehatan berpengaruh negatif terhadap kemiskinan Kota Parepare diterima. Peran Inovasi Ekonomi Lokal dalam Pengentasan Kemiskinan Selain intervensi fiskal melalui anggaran pendidikan dan kesehatan, upaya pengurangan kemiskinan juga perlu didukung oleh pendekatan inovatif berbasis lokal. Inovasi ekonomi lokal adalah pendekatan pembangunan ekonomi daerah yang mengandalkan kekuatan, potensi, dan kreativitas lokal untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat (Suryana, 2. Di Kota Parepare, pengembangan UMKM, industri rumah tangga, dan sektor jasa maritim memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat Dengan dukungan pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, dan promosi digital, pelaku ekonomi lokal dapat bersaing lebih baik di Menurut Tambunan . , inovasi ekonomi lokal sangat efektif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif karena berbasis partisipasi masyarakat dan sesuai dengan karakteristik daerah. Ketika pemerintah mampu mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan dengan dukungan terhadap inovasi ekonomi local, seperti koperasi digital, pasar rakyat, atau ekonomi kreatif, maka upaya pengentasan kemiskinan akan lebih berkelanjutan dan mandiri. Dengan demikian, pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan perlu dipadukan dengan penguatan ekonomi lokal agar kemiskinan dapat ditanggulangi secara menyeluruh dan berbasis potensi SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Dependency ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kota Parepare. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio ketergantungan, maka semakin besar pula beban yang ditanggung kelompok usia produktif sehingga meningkatkan tingkat kemiskinan. Pengeluaran pemerintah pada bidang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Peningkatan belanja pendidikan mampu memperbaiki kualitas sarana pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta pada akhirnya menurunkan tingkat Pengeluaran pemerintah pada bidang kesehatan juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Alokasi anggaran kesehatan yang lebih besar mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, memperkuat kualitas hidup masyarakat, dan membantu pengurangan Inovasi ekonomi lokal memainkan peran penting dalam pengentasan Melalui pengembangan UMKM, industri rumah tangga, sektor jasa maritim, dan ekonomi kreatif yang berbasis potensi daerah, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Dukungan terhadap inovasi lokal menjadikan upaya penanggulangan kemiskinan lebih inklusif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik Saran Pemerintah Daerah sebaiknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas alokasi anggaran di bidang pendidikan dan kesehatan, terutama yang menyasar kelompok masyarakat miskin secara langsung. Program Pengurangan Kemiskinan perlu dirancang secara terpadu dan kolaboratif dengan memasukkan pendekatan inovasi ekonomi lokal. Pemerintah harus mendorong sinergi antara sektor publik, swasta, akademisi, dan komunitas lokal dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif. Penguatan UMKM dan Kewirausahaan Lokal harus didukung secara lebih serius melalui fasilitas pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar berbasis Pemerintah dapat mendirikan inkubator bisnis di tingkat kelurahan/desa untuk memperkuat basis ekonomi kerakyatan. Penelitian Selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti indeks pembangunan manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, dan partisipasi dalam program bantuan sosial, agar dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan. DAFTAR PUSTAKA