Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) Vol. No. 3Agustus2023 e-ISSN:2963-5497. p-ISSN:2963-5047. Page 194-205 DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. 1Dhifan Hariz Kinansyah ,2Wahyu Eko Pujianto Prodi Fakultas Manajemen Universitas Nadhatul Ulama Sidoarjo 2023 Abstract Digitizing Islamic boarding schools in Era Society 5. 0 is an opportunity as well as a challenge for all Islamic boarding schools in Indonesia, apart from branding for their Islamic boarding schools, digitizing Islamic boarding schools also aims to inform the public that education is important. One of them is education at Islamic boarding schools as one of the printers of superior generations, especially in the fields of religion, self-reliance, manners, and social life. This study aims to describe the importance of digitizing education at the Al-Amin Sidoardjo Islamic Boarding School in the Era of Society 5. This research was conducted through a qualitative approach using descriptive analytic methods and included in field In Era Society 5. 0, digital-based Islamic boarding school education is urgently needed, especially at the Al-Amin Sidoardjo Islamic Boarding School, which is still in the process of digital literacy. As for some of the efforts that have been made by the Al-Amin Sidoardjo Islamic Boarding School in digitizing, among others, by not conducting digital literacy training for students through graphic design courses so that students have IT competencies needed by the world of work and society, providing a computer laboratory with internet access for finding sources and references. religious and general knowledge that is difficult to access directly, and the use of websites and social media as a means of branding, dissemination of pesantren information dissemination, as well as pesantren administrative Meanwhile, the challenges faced by the Al-Amin Sidoardjo Islamic boarding school are more in the unavailability of a special team of operators who are technically in charge both in terms of planning, organizing, implementing, and evaluating related to the pesantren's website and social media. In addition, the maintenance of digital systems and devices that are used for digitalization is not yet optimal. Keywords: Digitalization. Al-Amin Sidoardjo Islamic Boarding School. Era Society 5. Abstrak Digitalisasi pendidikan pesantren di Era Society 5. 0 menjadi salah satu peluang sekaligus tantangan bagi seluruh pondok pesantren di Indonesia, selain branding bagi pesantrennya, digitalisasi pendidikan pesantren juga bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa pendidikan itu penting. Salah satunya adalah pendidikan di Pondok Pesantren sebagai salah satu pencetak generasi yang unggul terutama di bidang agama, kemandirian, sopan santun, dan kehidupan sosial bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pentingnya digitalisasi pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo pada Era Society 5. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualilatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik dan termasuk dalam penelitian lapangan . ield Di Era Society 5. 0 pendidikan pesantren berbasis digital menjadi urgen untuk dilakukan terutama di Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo yang masih dalam proses melek Adapun beberapa upaya yang sudah dilakukan Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo dalam melakukan digitalisasi antara lain enganmelakukan pelatihan literasi digital pada santri melalui kursus desain grafis agar santri memiliki kompetensi IT yang dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat, menyediakan laboratorium komputer dengan akses internet untuk pencarian sumber dan referensi pengetahuan keagamaan dan umum yang sulit untuk diakses secara langsung, dan pemanfaatan website dan media sosial sebagai sarana branding, sosialisasi Received Mei 30, 2022. Revised Juni 30, 2023. Accepted Juli 03, 2023 * Dhifan Hariz Kinansyah Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. penyebarluasan informasi pesantren, dan juga keperluan administasi pesantren. Sementara itu tantangan yang dihadapi pondok pesantren Al-Amin Sidoardjo lebih pada belum tersedianya tim operator khusus yang membidangi secara teknis baik dari sisi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terkait dengan website dan media sosial Di samping juga belum optimalnya perawatan sistem dan perangkat digital yang digunakan untuk melakukan digitalisasi. Kata Kunci : Digitalisasi. Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo. Era Society 5. PENDAHULUAN Latar Belakang Santri merupakan sekumpulan orang yang menjadi salah satu bagian bangsa terdepan yang ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagaimana dalam catatan sejarah menyebutkan bahwasanya kisah heroic yang dialami santri sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan ini. Santri merupakan siswa yang berasal dari pondok pesantren yang sistem pembelajarannya berfokus pada mempelajari mengenai pondasi utama yaitu ilmu agama. Banyak keilmuan yang dipelajari oleh santri dalam pondok pesantren khususnya belajar kitab kuning yang menjadi pondas utama bagi santri sehingga terlahirlah santri yang berilmu dan berakhlakul karimah. Perkembangan teknologi di era gobalisasi ini ditandai dengan adanya revolusi industri 0, atau dapat disebut dengan era VUCA (Volatile Uncertainly. Complexity. Ambiguit. , era 0, dan era disruptif (Disruptive Innovatio. yang merupakan tantangan terbesar bagi santri untuk merubah pola pembelajaran dari manual ke digital instan, dan dari paradigma pembelajaran berbasis tradisioal menjadi modern dengan penggunaan teknologi digital ini. Perubahan kebiasaan ini bukan untuk menghilangkan budaya santri dalam segi pembelajarannya, namn sebagai identitas santri yang perlu dilestarikan bahwasanya santri tidak hanya ketinggalan zaman, namun santri juga harus ikut serta dalam menyeimbangkan zaman yang semakin canggih ini. Namun, seperti yang kita ketahui di zaman sekarang marak sekali penggunaan digitalisasi dalam hal apapun. Dengan demikian, di era globalisasi ini mempengaruhi pola hidup semua orang terutama santri. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama teknologi digital sangat mempengaruuhi pada kesenjangan antara santri dan keterampilan dan kemampuannya untuk memanfaatkan peluang perkembangan teknologi digital ini. Perlu ditekankan bahwa santri berkewajiban untuk tetap menjaga dan melestarikan identitas lokal . ocal wisdo. dan berdaya saing global untuk menyeimbangkan perubahan digitalisasi modernisasi ini. Perubahan paradigma ini perlu dukungan dan kontribusi antara JIMAS - Vol. No. 3 Agustus 2023 kyai dan santri dalam satuan pesantren sebagai generasi milenial yang mampu membantu santri dalam menghadapi tantangan zaman digitalisasi. Sehingga sebagai pimpinan pesantren, kyai harus tetap bijak dan visioner dalam melihat perkembangan zaman digitalisasi ini agar santri mampu memanfaatkan peluang dan menyeimbangkan kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran dengan sarana yang lebih efektif dalam pengamalannya. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penulisan artikel ini adalah bagaimana peluang dan tantangan santri pondok pesantren Al Amin Sidoarjo di era digital ? Tujuan Penulisan Merujuk pada rumusan masalah yang berdasarkan latar belakang permasalahan, maka tujuan penelitian ini adalah : Tujuan Khusus Untuk mengetahui peluang dan tantangan santri di era digital Untuk membuka wawasan bagi santri agar memanfaatkan kesempatan dalam menyeimbangkan kemampuan di era digital Tujuan Umum Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam pengembangan literature mengenai pemanfaatan teknologi digital bagi santri Untuk menambah pengetahuan mengenai pentingnya melek terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi siapapun. Untuk menghilangkan kesenjangan kemampuan antara santri dengan orang pada Manfaat Penulisan Manfaat Teoritis Dengan adanya penulisan ini diharapkan agar menjadi referensi dan acuan dalam penelitian selanjutnya agar setiap isi dari penulisan ini dapat berkembang lebih baik dan berdasarkan fakta di masa yang akan datang Manfaat Praktis Dengan adanya penulisan ini diharapkan agar semua elemen merubah paradigma kesenjangan kemampuan santri yang terkenal sebagai sekumpulan siswa yang menjunjung tinggi identitas lokal sehingga menganggap bahwa santri tidak bisa menyeimbangkan perubahan zaman, dan membuka pola pikir santri agar mampu memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. LANDASAN TEORI Pendidikan Pesantren di Era Digital Pendidikan Pesantren Pesantren berasal dari kata AuSurauAy . stilah pada Sumatra Bara. dan AuDayahAy (Ace. Umumnya kata pesantren atau pondok ini lebih dikenal pada masyarakat Jawa dan Kalimantan. Pondok pesantren terdiri dari 2 kata yaitu AuPondokAy berasal dari Bahasa Arab AuFunduqAy yang artinya asrama atau tempat menginap. Sedangkan kata pesantren berasal dari bahasa Tamil yaitu Aupara penuntut ilmu. (Ali, et. , 1. Dalam istilahnya pondok pesantren merpakan lembaga pendidikan tradisional islam yang didalamnya terdapat pembelajaran seputar pemahaman dan pendalaman serta pengamalan agama islan dengan pedoman perilaku yang lebih ditekankan pada moral keagamaan yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Zulhimma, 2. Sebagaimana pendapat dari Abdurrahman Wahid dalam Rahardjo . pesantren merupakan sebuah tempat yang kompleks dimana segala kehidupannya terpisah dengan masyarakat umum. Dikatakan kompleks karena umumnya pesantren terdiri dari beberapa bangunan yaitu rumah tempat tinggal pengasuh atau yang dikenal dengan Nyai dan Kyai. Dan asrama yang terdiri dari beberapa Kamar untuk santri. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan non formal yang terdiri dari santri sebagai siswanya dan pengasuh sebagai pendidik dan pembimbing dalam satuan yayasan memiliki kurikulum tersendiri yaitu berfokus pada ruang lingkup pendalaman dan pengamalan agama islam sebagai pondasi utama dalam melaksanakan kehidupan sehari-harinya. Pondok pesantren ini merupakan lembaga pendidikan yang unik ditengah-tengah kehidupan masyarakat karena masih memegang teguh pada moral keagamaan, dan memiliki ciri khas tradisional dan sederhana sehingga banyak di kalangan kita menganggap bahwa lembaga pesantren ketinggalan zaman dan masih bersifat loma. Padahal pada nyatanya, semua elemen di lembaga pondok pesantren ini harus ikut serta dalam berkontribusi menyeimbangkan kemampuan dan merubah pandangan serba digital ini dengan tidak menghilangkan dan tetap melestarikan tradisi dan budaya tradisiional, lokal dan sederhana. Era Digitalisasi (Society 5. Masyarakat atau istilah kerennya adalah Society merupakan individu atau sekumpulan orang yang terbentuk dari interaksi yang memiliki sistem semi terbuka dan semi tertutup antara individu dengan individu yang ada dalam kelompok tersebut (Radiansyah, 2. JIMAS - Vol. No. 3 Agustus 2023 Perubahan digitalisasi ini dapat kita lihat dari perbandingan antara kehidupan zaman dulu dengan zaman sekarang, dimana pada zaman dulu, kita hanya melakukan kegiatan dan segala aktifitas secara manual, asli dan monoton sehingga membutuhkan waktu, tenaga yang lumayan banyak untuk menyelesaikan aktifitas kehidupan sehari-hari. Beda halnya dengan zaman sekarang, dimana kita melihat segala media, fasilitas umum, dan pekerjaan dapat dilakukan secara instan dengan bantuan teknologi digital yang semakin canggih. Era digitalisasi atau society 5. 0 merupakan konseptual yang melahirkan fenomena revolusi industri dengan tatanan dan sajian aktifitas yang rumit untuk dipahami jika ketinggalan informasi sehingga dikenal dengan istilah era disruptif. Sesungguhnya teknologi merupakan hal yang netrall, namun karena sebagai masyarakat pengguna sehingga perkembangannya sangat cepat dan berdampak melebar baik menjadi positif atau bahkan negative. Hal ini dapat mempengaruhi kebiasaan masyarakat apakah menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih Semuanya tergantungn pada bagaimana pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh manusia itu sendiri. Ada yang menganggap bahwa kemajuan teknologi ini dapat menjadi hal yang sangat menguntungkan karena dapat memudahkan dan mengefektifkan segala pekerjaan yang Namun sebagian orang ada juga yang menganggap bahwa perkembangan teknologi digital ini menjadi ancaman karena dapat memberikan resiko yang berdampak negative lebih besar seperti ketergantungan pada teknologi digital dapat menghambat kemampuan kinerja motoric manusia. Dari berbagai informasi dapat kita petik bahwasanya Society 5. 0 merupakan sekumpulan orang baik individu atau kelompok yang hidup di tengah perkembangan globalisasi untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang kemampuan dalam menyeimbangkan perubahan paradigma yang serba digital. Sehingga dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dan melahirkan berbagai inovasi terkini yang kita sebut dengan revolusi industri yang membuat segala aktifitas dan kehidupan menjadi lebih mudah. Urgensi Paradigma Digitalisasi Pada Pendidikan Pesantren di Era Society 5. Proses pembelajaran yang masih bersifat klasik merupakan salah satu bagian dari ciri khas dan keunikan dari pesantren yang masih bertahan sampai saat ini yang bertumpu pada kitab kuning sebagai metode pembelajarannya. Istilah kitab kuning dapat menginspirasi karena sampul kertas yang digunakan dalam buku kitab ini dari putih menjadi kuning karena masih berhubungan dengan kebiasaan di pesantren yaitu konsep kesederhanaan, mengenai penggunaan buku saja, apabila masih layak digunakan dan masih bisa dibaca, maka buku tersebut dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Meskipun yang terjadi sekarang banyak Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. pondok pesantren yang mencetak ulang menggunakan kertas berwarna putih, namun tetap saja memiliki ciri khas yang melekat pada namanya yaitu kitab kuning. Isi dari pada kitab kuning ini diantaranya pedoman mengenai kehidupan sehari-hari. Dalam penyelenggaraan sistem pendidikan dan pengajaran di pesantren dapat digolongkan menjadi 3 macam diantaranya : Non Klasikal Cara ini merupakan sistem bandungan dan sorogan dimana seorang Kyai menggunakan metode pembelajaran yang berdasarkan pada kita yang ia tulis berbahasa arab, kemudian para santri yang tinggal di pondok mempelajari kitab yang Kyai tulis untuk bahan pembelajaran. Sistem Weton Sistem weton merpakan sistem yang ditandai dengan datangnya santri secara berduyunduyun . dalam waktu tertentu. Sistem ini sama halnya seperti sistem yang pertama, namun bedanya sistem weton ini kyai tidak menyediakan pondokan untuk santri, karena santri tinggal tersebar di daerah desa sekeliling pesantren tersebut. Kyai hanya menyediakan tempat berkumpul untuk mendapatkan pembelajaran yang kemudian dibawa oleh para santri. Sistem pondok pesantren Dimana sistem ini mulai marak diterapkan pada mayoritas lembaga pendidikan dengan menggabungkan antara sistem bandungan, sorogan dan weton. Dalam sistem ini, pesantren menyediakan lembaga pendidikan formal dalam bentuk madrasah atau sekolah umum dengan tingkatan dan kejuruan yang berdasarkan kebutuhan masyarakat (Kristdayanto, et. , 2. Pasca hadirnya fenomena inovasi disruptif yang berasal dari pengaruh society 5. 0 ini mempengaruhi kebiasan dan cara pandang di dunia pendidikan termasuk lembaga pesantren. Dimana kurikulum pembelajarannya akan berubah menjadi serba digital. Seperti ruang kelas yang menyajikan pola pembelajaran digital yang lebih kreatif, inovatif, dan beragam dalam memberikan pengalaman pembelajarannya. Adanya teknologi informasi dan komuniasi ini dapat meminimalisir adanya batas-batas geografi yang dapat menimbulkan cara terbaru untuk menghasilkan inovasi yang lebih unik dan kreatif. Artifical Intelligence (AI) merupakan perkembangan dalam teknologi digital yang dapat mengubah data menjadi informasi, membuat orang dapat mengakses informasi tersebut secara mudah dan instan. Sebagaimana pembelajaran yang kita lihat saat ini, mayoritas guru, kyai, atau ustadz memberikan pembelajaran secara online yang mana segala akses pencarian informasi tidak terpaku pada bku saja, namun berupa e-book atau online internet (Manan, 2. Dalam upaya membuka ruang diskusi dengan perubahan zaman dengan mengangkat nilai-nilai terbaru yang JIMAS - Vol. No. 3 Agustus 2023 lebih relevan dan nyentrik dapat membawa banyak kemaslahatan yang lebih sempurna dalam memelihara eksistensi pesantren yang selaras dengan kaidah fiqih Aumenjaga teguh dan melestarikan nilai-nilai ama yang relevan dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih relevanAy. (Manan, 2. Ada 2 . alasan yang menjadi latar belakang pentingnya modernisasi pendidikan islam Terlalu sempitnya konsep dan praktik pendidikan selama ini, dimana pendidikan islam yang bersistem klasikal hanya menekankan pada pengutamaan kepentingan kehidupan akhirat. Sehingga urgensi oposisi ini terlahir diantara lembaga pendidikan Islam yang dinilai fanatik. Dengan demikian dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara praktik kehidupan dunia dengan pola teori mengenai kehidupan akhirat. Karena pada dasarnya semua manusia memiliki 2 sisi kehidupan yang seimbang. Kurang mampunya mengcover perkembangan zaman yang menjadi ancaman dalam tantangan kehidupan yang lebih modern dan digital dalam segala bidang sehingga menimbulkan kesenjangan dan ketertinggalan keterampilan. Yang nantinya apabila kita biarkan semakin lama, maka dunia pendidikan islam akan kikuk dalam menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan islam yang modernisasi sangat dibutuhkan untuk merubah pola pembelajaran menjadi digitalisasi pendidikan pesantren serta peran sumber daya manusia yang ada didalamnya . antri dan kya. untuk menghadapi tantan globalisasi dan menyeimbangkan kemampuan digitalisasi yang madani di era society 5. Dalam perspektif ini, sebagai lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren diharapkan mampu memperbaiki diri, sehingga tidak hanya bergerak dalam media transmisi budaya ilmu dan keahilan, namun juga sebagai interaksi budaya dan potensi yaitu bagaimana menumbuhkembangkan yang dilakukan oleh lembaga pesantren dengan memanfaatkan potensi anak yang Allah anugerahi sejak lahir pada konteks persiapan anak didik dalam menjalani Metode ceramah tidak hanya bebrsikukuh dalam penggunaan cara-cara yang lama sehingga menjadi teknik dominan satu-satunya dalam penyampaian materi dakwah dan pembelajaran, tidak hanya terjangkau dalam segmen pendengarnya dengan keterbatasan ruuang dan waktu, namun mengefektifkan waktu dan tempat menjadi lebih fleksibel dalam mengakses materi secara menyeluruh. Karena pada dasarnya, realitas masyarakat di era Society 0 ini harus mencakup akses yang luas dalam penyebarluasan materi, ceramah, dakwah dimanapun dan kapanpun melalui media dakwah pendidikan yang berbasis teknologi. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. Penyebaran literature islam menjadi perhatian khusus dalam mengimbangi pesan-pesan yang mengandung bias ideology konservatif yang liberal, intorelan, dan radikal dalam produksi moderat keislaman melalui media sosial yang humanis dan toleran berbantukan teknologi. Salah satu upaya pengembangan di pesantren ini dapat membangnun literasi digital di pesantren dan dapat membuat chane kajian keislaman yang mempengaruhi semua orang. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi yang dipilih pada penelitian ini yaitu Pondok Pesantren Al Amin Sidoardjo Proses Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakkan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu menggabungkan antara hasil dari wawancara, obeservasi dan dokumentasi yang dilakukan di tempat penelitian dengan infroman dalam penelitian ini adalah seluruh civitas yang ada di lingkungan pondok pesantren Al Amin Sidoardjo. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan penulisan ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik dan penelitian lapangan . ield researc. Penelitian ini bertujuan untk mengkaji lebih dalam mengenai peluang dan tantangan santri di era digital PEMBAHASAN Gambaran Umum Pembaharuan perkembangan pada pondok pesantren dalam era kekinian ini dapat menuntut dan mengadakan informasi yang releban dengan kondisi kontemporer yang semakin modern, kompleks, dan dinamis. Di era digital ini, hubungan antara manusia dengan teknolohi sangat melewati batasan territorial negara di segala bidang, baik bidak ekonomi, sosial, teknologi, budaya, industri maupun komunikasi. Sifat keterbukaan pada pondok pesantren mau tidak mau dan siap tidak siap harus mampu menyeimbangkan dan menerima pengalaman baru melalui pembaharuan yang berorientasi masa depan dan lebih kekinian namun tidak meninggalkan identitas lokalnya sebagai lembaga pendidikan islam yang sederhana dan tetap menimbulkan ciri khas yang tradisional. Sebagai lembaga pendidikan yang progresif, lembaga pesantren harus mampu menghadapi perkembangan teknologi digitall dan menyeimbangkan perubahan di era globalisasi harus lebih survive dalam landasan keislaman, kemajuan modernisasi, dan dengan tetap menjaga kearifan budaya lokal. Transformasi pendidikan . earning transformatio. untuk JIMAS - Vol. No. 3 Agustus 2023 menumbuhkemabngkan pondok pesantren ini dapat mengantisipasi kebutuhan dan tantangan di masa depan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat di era digital. Berdasarkan landasan diatas, program pembelajaran di Pondok Pesantren Al Amin Sidoardjo tidak berfokus pada ukhrowi . saja, namun harus mamp menguasai keterampilan di bidang sains dan ilmu pengetahuan teknologi, sesuai dengan permasalahan yang marak ditengah-tengah masyarakat pada umumnya. Kegiatan di Pondok Pesantren Al Amin yang mengalami diferensiasi digitalisasi yang madani, diantaranya : melaksanakan pelatihan literasi digital pada santri melalui pelatihan desain grafis, dan dasar-dasar Microsoft office. Hal ini bertujuan untuk melatih keterampilan santri agar mereka lebih menguasai di bidang teknologi. Selain itu, fasilitas yang tersedia di pondok pesantren Al Amin ini yaitu menyediakan laboratorium komputer agar santri dapat melatih kemampuan dengan beradaptasi dengan komputer lebih fleksibel dan mengakses internet sebagai sumber atau referensi yang sulit dikases langsung dengan memanfaatkan website dan media sosial sebagai sarana branding, sosialisasi dan interaksi penyebarluasan informasi dan keperluan administrasi pesantren yang lebih efektif. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital Perkembangan teknologi digital merupakan kecanggihan modernisasi yang mau tidak mau merupakan sesuatu yang harus dilakukan dengan kebijakan pengguna teknologi khususnya pada santri. Zaman sekarang merupakan perambatan zaman teknologi yang sangat cepat sehingga segala informasi dapat diakses di seluruh penjuru dunia. Kecerdasan teknologi saat ini buah dari hasil buatan manusia yang mengubah gaya hidup dan kebiasaan manusia menjadi lebih efektif. Baik di lingkungan umum, ataupun lingkungan pesantren. Upaya pendidikan islam pondok pesantren dalam menghadapi era sekarang adalah dengan lebih berkonsentrasi dalam belajar, menjadikan ilmu agama sebagai proses pengembangan pembelajaran melalui proses belajar-mengajar (Abidin, 2. Peningkatan kualitas pendidikan dalam menghadapi berbagai perasalahan menjadi tantangan digital dalam perkenbangan zaman teknologi ini. Tantangan yang dihadapi santrisantri di lembaga pesantren adalah banyak sekoah negeri atau swasta yang hadir dengan sistem pendidikan islam yang disambut positif oleh masyarakat. Adaptasi mental spiritual dan intelektual dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat dan pesat. Jika santri tidak dibekali literasi digital yang memadai, mereka bisa teralienasi dan termarjinalisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan Sebagian wali santri ada yang merasa kurang percaya diri anaknya bisa diterima di kampus negeri. Namun, sebagian lagi ada yang merasa bahwa setelah lulus di pesantren. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. anaknya diproyeksikan untuk melanjutkan studi di beberapa universitas dengan seleksi dan kompetisi yang sangat ketat. Misalnya untuk bisa diterima di Al-Azhar Kairo Mesir atau universitas lain di Timur Tengah seperti Arab Saudi. Yordania. Sudan, dan Maroko. Tantangan selanjutnya adalah kesiapan kerja atau pengembangan profesi setelah lulus jika tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Mayoritas pesantren belum berorientasi pada pengembangan keterampilan hidup dan jiwa kewirausahaan, karena kurikulum pesantren umumnya didesain sebagai pusat tafaqquh fid din. Santri sebagai calon lulusan pesantren, harus memiliki dan menguasai sejumlah Di antaranya kompetensi profesional, keagamaan, moral, komunikasi, sains modern termasuk di dalamnya literasi digital, kewirausahaan atau life skills, dan kekaryaan atau menulis. "Lulusan pesantren juga harus memiliki kompetensi sosial keumatan, dengan mampu menjadi teladan sosial dan moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tuturnya. Bidang yang belum matang dikuasai kaum santri itu variatif, tergantung model Sebab tak sedikit pesantren yang mengunggulkan bidang tertentu dalam sistem Dia mencontohkan pesantren Al Amin dengan keunggulan literasi sains dan teknologi, seperti pesantren sains . Darul Ihsan Sragen. Jawa Tengah. Ada pesantren yang unggul dalam literasi kajian keislaman dan pelestarian lingkungan, seperti Ada yang SDM-nya menonjol dalam ketarjihan, studi Alquran, studi hadis, dan tahfizh. Seluruh tantangan, terangnya, harus dihadapi dengan mematangkan beberapa aspek. Pertama yakni literasi keislaman, yang meliputi pembelajaran, kajian maupun penguasaan ilmu-ilmu Kedua ialah literasi sains modern yang terintegrasi dengan literasi keagamaan, dengan bekal dan pengembangan terhadap keterampilan penelitian dan publikasi. Ketiga yaitu literasi digital, yang meliputi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mengembangkan mutu agama, sains, keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta inovasi. Keempat adalah kolaborasi untuk kemaslahatan dan kemajuan peradaban umat dan bangsa. Saat ini kualitas SDM para santri sangat beragam, tergantung latar belakang pendidikan dan sosial mereka. Ada santri dari pendidikan dasar baik Madrasah Ibtidaiyah maupun SD yang sudah punya hafalan beberapa juz Alquran, dan ada pula yang masih belum memiliki modal memadai untuk masuk pesantren. Kualitas input SDM santri mengalami peningkatan mutu. Faktor lainnya keterbatasan lokal asrama dan kelas. Kualitas SDM santri bagi Al Amin menjadi salah satu standar mutu yang sangat dipertimbangkan. Karena layanan pendidikan JIMAS - Vol. No. 3 Agustus 2023 pesantren Al Amin harus mengantarkan mereka menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi. salah satu kebijakan Lembaga Pengembangan Pesantren Al Amin adalah standarisasi tata kelola, tata kepemimpinan dan kepengasuhan. Secara struktural, lembaga tersebut memiliki dan menyosialisasikan berbagai regulasi, yaitu pedoman, panduan, dan SOP pengelolaan pesantren Al Amin, termasuk panduan budaya pesantren. Sebagian pesantren Al Amin saat ini telah mengembangkan kemandirian ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika pesantren dengan mengembangkan amal usaha seperti mini market, pabrik roti, catering, laundry, budi daya lele, biro perjalanan haji dan umrah, penyulingan air minum, koperasi pesantren, dan sebagainya. Beberapa pesantren bahkan telah menerapkan aplikasi transaksi sehari-hari santri dengan sistem cashless, seperti MBS Prambanan dan MBS Al-Amin Bojonegoro, seperti yang dilansir dari republika. Digitalisasi juga dilakukan terhadap sumber, bahan ajar, dan pemantauan serta evaluasi terhadap proses Kini sudah mulai dikembangkan digitalisasi terhadap pemantauan dan evaluasi dari wali santri terhadap putra-putrinya. Seperti yang dilakukan Darul Arqam Garut dan Al Furqon Tasikmalaya. PENUTUP Kesimpulan Pentingnya digitalisasi pendidikan pesantren di Era Society 5. 0 menjadi salah satu PR dan upaya yang harus dilakukan bagi seluruh pesantren, khususnya Pondok Pesantren AlAmin Sidoardjo. Selain branding bagi pesantrennya, digitalisasi pendidikan pada Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo juga bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat Kabupaten Sidoardjo serta masyarakat pada umumnya bahwa pendidikan itu penting. Salah satunya adalah pendidikan pesantren sebagai salah satu pencetak generasi yang unggul terutama di bidang agama, kemandirian, sopan santun, dan kehidupan sosial Pondok Pesantren Al-Amin Sidoardjo sendiri dalam melakukan upaya digitalisasi pendidikannya dilakukan antara lain dengan melakukan pelatihan literasi digital pada santri melalui kursus desain grafis agar santri memiliki kompetensi IT yang dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat, menyediakan laboratorium komputer dengan akses internet untuk pencarian sumber dan referensi pengetahuan keagamaan dan umum yang sulit untuk diakses secara langsung, dan pemanfaatan website dan media sosial sebagai sarana branding, sosialisasi penyebarluasan informasi pesantren, dan juga keperluan administasi pesantren. Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Amin Sidoarj. Sementara itu tantangan yang dihadapi pondok pesantren Al-Amin Sidoardjo dalam digitalisasi pendidikan lebih pada belum tersedianya tim operator khusus yang membidangi secara teknis baik dari sisi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terkait dengan website dan media sosial pesantren. Di samping juga belum optimalnya perawatan sistem dan perangkat digital yang digunakan untuk melakukan digitalisasi. DAFTAR PUSTAKA