JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1007-1018 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah MASALAH SOSIAL: KEMISKINAN DAN KEJAHATAN DALAM NOVEL MARYAMAH KARPOV KARYA ANDREA HIRATA Gunter Ary Gayo1. Ria Satini2. Indriani Nisja3 1,2,3 Universitas PGRI Sumatera Barat. Indonesia Email: gunteraryga@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 02 August 2025 Final Revised: 15 August 2025 Accepted: 4 September 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Social Problems Poverty Crime Maryamah Karpov's Novel ABSTRAK Poverty is a condition in which a person cannot meet basic needs. There are several reasons for poverty, such as a lack of resources to meet basic needs or difficulty obtaining education and employment. The purpose of this study is to describe social problems such as crime and poverty found in Andrea Hirata's novel Maryamah This study uses a qualitative descriptive analysis method. The data consists of quotations from the novel text that show the types of poverty and crime experienced by the main character Ikal, and the surrounding community. The results of the study show that poverty in the novel is depicted as an economic obstacle that impacts access to education, the fulfillment of basic needs, and injustice in the work system. Meanwhile, crime is depicted as oppression, physical and psychological violence, and racial discrimination experienced by Ikal and other characters in the novel, both in the workplace and in educational institutions. The latest finding of this study is the disclosure of the relationship between poverty and crime as a representation of social inequality that is relevant to Indonesian society today. Andrea Hirata's novel Maryamah Karpov is a sharp social critique of an unfair social system, especially in remote areas such as Belitung. ABSTRAK Kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Ada beberapa alasan kemiskinan, seperti kekurangan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar atau kesulitan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan masalah sosial seperti kejahatandan kemiskinan yang ditemukan dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analasis. Data terdiri dari kutipan-kutipan dari teks novel yang menunjukan jenis kemiskinan dan kejahatan yang dialami oleh tokoh utama Ikal, dan masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemiskinan dalam novel digambarkan sebagai hambatan ekonomi yang berdampak pada akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan ketidakadilan dalam sistem kerja. Sementara itu, kejahatan digambarkan sebagai penindasan, kekerasan fisik, dan psikologis, serta diskriminasi rasial yang dialami Ikal dan tokoh lain dalam novel, baik ditempat kerja maupun di institusi Penemuan terbaru dari penelitian ini adalah pengungkapan hubungan antara kemiskinan dan kejahatan sebagai representasi dari ketimpangan sosial yang relevan dengan masyarakat Indonesia saat ini. Novel Mayamah Karpov karya Andrea Hirata adalah kritik sosial yang tajam terhadap sistem masyarakat yang tidak adil, terutama di daerah terpencil seperti Belitung. Kata kunci: Masalah Sosial. Kemiskinan. Kejahatan. Novel Maryamah Karpov Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk yang padat. Tidak dapat dimungkiri bahwa akan terjadinya gejala sosial dalam masyarakat, pada saat ini kemiskinan dan kejahatan sering terjadi di kota maupun perdesaan yang disebabkan oleh adanya bentuk ketimpangan dalam lapisan masyarakat (Hanim & Prakoso, 2. Banyaknya angka pengangguran saat ini akibat kurangnya lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan angka kelulusan, anak-anak saat ini banyak yang tidak mendapatkan pendidikan disebabkan oleh kurangnya pendapatan orang tua dan melencengnya sasaran bantuan yang diberikan (Kebeaken, 2. Kurangnya pendapatan ekonomi serta rendahnya tingkat keamanan wilayah menjadi salah satu hadirnya masalah sosial (Mustika et al. , 2. Kejahatan merupakan salah satu bentuk kriminalitas yang meresahkan dan berbahaya untuk manusia, karena merugikan kehidupan bermasyarakat (Andini et al. , 2. Budaya dalam kehidupan merupakan cara hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam lingkungan Setiap wilayah memiliki berbagai tradisi yang terdiri oleh adat istiadat, suku, ras, kepercayaan, dan bahasa (Jufri et al. , 2. Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial (Soekanto, 2015:. Masalah sosial adalah hambatan untuk mencapai sesuatu yang akan diinginkan (Soelaeman, 2006:. Masalah sosial merupakan bentuk permasalahan karena mereka merusak masyarakat dan merusak hukum yang ada (Adi, 2012:. Kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Ada beberapa alasan kemiskinan, seperti kekurangan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar atau kesulitan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. (Solikatun et al. , 2. Kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar kehidupan mereka, terutama dalam hal pokok keluarga dan pendapatan. (Jacobus et al. , 2. Kejahatan seperti mencuri, membunuh, merampok, memperkosa, dan lain-lain, suatu tindakan dianggap sebagai kejahatan jika berdampak negatif pada masyarakat atau individu (Muliadi, 2. Novel mengarah dalam realitas yang lebih tinggi dan psikologi yang lebih mendalam dalam setiap tulisannya (Nurgiyantoro, 2012:. Novel adalah tulisan yang menceritakan peristiwa luar biasa dari karakter dalam cerita (Ramadhanti, 2016:. Novel menentukan penjelasan tentang latar belakang dan budaya sejarah, dalam penceritaan novel penjelasan waktu seringkali dijelaskan secara baik (Laila et al. , 2019:. Masalah sosial kemiskinan dan kejahatan juga terdapat pada karya sastra novel berjudul Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Bercerita tentang tokoh utama Ikal yang kembali ke Belitung setelah menyelesaikan studinya pada salah satu kampus di Prancis yang bernama Sorbonne University. Setelah tiba di kampung halaman Ikal berusaha mencari cinta pertamanya A Ling dengan membuat sebuah kapal untuk berlayar ke Pulau Bebatuan dengan mendapat sedikit informasi mengenai tanda-tanda adanya A Ling di pulau tersebut. Novel ini juga bercerita mengenai perjuangan Ikal dalam proses pembuatan kapal dan likaliku permasalahan yang dihadapi pada saat berlayar (Hirata, 2. Pada novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata, tokoh utama bernama Ikal dihadapkan dengan masalah sosial. Permasalahan yang dialami berupa kemiskinan dan kejahatan. Ikal merupakan seorang anak kuli timah yang hidup dalam serba kekurangan. Kesulitan ekonomi keluarga menjadikan salah satu motivasi dan semangat Ikal untuk merubah nasib keluarganya, dengan berjanji sekolah yang tinggi agar kelak dapat mengangkat derajat keluarganya. Selanjutnya, tidak hanya tokoh Ikal yang merasakan masalah sosial akan tetapi, banyak tokoh dalam novel juga mendapat masalah sosial karena, novel Maryamah Karpov berlatar kehidupan sosial masyarakat yang ada di Belitung. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata Berdasarkan studi kepustakaan yang telah peneliti lakukan, peneliti telah menjumpai banyaknya peneliti yang mengkaji masalah sosial, sehingga penelitian ini akan menjadi relevan dengan adanya penelitian terdahulu. Beberapa penelitian yang dimaksud adalah sebagai berikut : Pertama, skripsi penelitian (Agriani, 2. Masalah Sosial dalam Novel Gading-Gading Ganesha karya Dermawan Wibisono. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat lima masalah sosial yang ada dalam novel novel Gading-Gading Ganesha karya Dermawan Wibisono, yaitu . masalah kemiskinan, terlihat dari ketidakmampuan dalam memenuhi biaya kuliah dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. masalah terlihat dari seorang individu yang dalam keadaan terdesak, ingin melakukan kejahatan seperti, penusukan, pencurian, penyuapan, penipuan, dan korupsi. disorganisasi keluarga, terlihat dari keterpaksaan melakukan sesuatu atas keinginan . masalah generasi muda, terlihat dari sifat Gun Gun yang berselingkuh dengan wanita lain hingga melupakan keluarganya. dapat terlihat dari ketidaktegasan seorang pemimpin sehingga menimbulkan kerusuhan. Kedua, skripsi penelitian (Muthya, 2. berjudul Masalah Sosial dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian tentang disorganisasi keluarga dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Pertama, unit keluarga yang tidak lengkap karena hubungan di luar pernikahan. Kedua, putusnya perkawinan sebab perceraian, perpisahan meja dan tempat tidur. Ketiga, kekurangan dalam Keempat, krisis keluarga merupakan kekosongan kedudukan kepala keluarga disebabkan oleh meninggal, dihukum dan dalam kondisi peperangan. Kelima, krisis keluarga disebabkan faktor-faktor intern karena terganggu keseimbangan jiwa salah seorang anggota keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disorganisasi keluarga yang terjadi dikalangan masyarakat juga dialami dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Ketiga, skripsi penelitian (Rahmadhani, 2. yang berjudul Masalah Sosial Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat masalah sosial dalam novel Lalita karya Ayu Utami. Masalah sosial yang terdapat dalam novel Lalita adalah masalah, . kejahatan, masalah kejahatan yang terjadi berupa, perampokan. penculikan, pemerkosaan, dan penaganiyaan. masalah disorganisasi keluarga, masalah yang terjadi berupa penolakan Lalita terhadap keputusan keluarganya. masalah lingkungan sosial, masalah lingkungan sekitar yang terdapayt yaitu Yoda yang meresa terganggu dengan keberdaan orang-orang disekitarnya, dan . masalah pelanggaran terhadap norma, masalah yang terjadi yaitu adanya pelanggaran norma yang dilakukan oleh Lalita yaitu merokok, dan suka minum minuman keras. Data yang paling di dominan adalah data tentang kejahatan yang terdapat dalam novel Lalita karya Ayu Utami. Berdasarkan penelitian masalah sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah sosial yang terjadi berkaitan dengan kehidupan yang sebenarnya sehingga, perlu adanya suatu penelitian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian masalah sosial dalam novel Maryamah Karpov menjadi sangat penting untuk dilakukan dengan beberapa Pertama, novel Maryamah Karpov merupakan novel yang berhubungan dengan kehidupan dan pengalaman pengarang. Kedua, novel Maryamah Karpov berbeda dengan novel lain, karena masalah sosial yang terjadi dalam novel berkaitan dengan masyarakat Pulau Belitung dan kehidupan saat ini. Ketiga, dengan adanya penelitian ini, dapat melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari masalah sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Keempat, novel Maryamah Karpov merupakan novel yang banyak digemari oleh semua kalangan dan menjadi pedoman, karena menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk selalu berjuang. Kelima, teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori masalah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata sosial kemiskinan dan kejahatan menurut (Soekanto, 2. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk . mendeskripsikan masalah kemiskinan dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata . mendeskripsikan masalah kejahatan dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Ratna (Astuti & Pindi, 2. menyatakan bahwa analisis deskriptif dilakukan dengan menjelaskan fakta-fakta, dan kemudian dilakukan analisis. Menurut (Sugiyono, 2020:. penelitian kualitatif digunakan untuk mempelajari kondisi obyek yang alami, di mana peneliti berperan sebagai alat utama. Data penelitian ini berasal dari kutipan kalimat benbentuk paragraf dari karya novel Andrea Hirata berjudul "Maryamah KarpovAy. Masalah sosial yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: kemiskinan dan kejahatan. Sumber data penelitian ini adalah novel Maryamah Karpov, yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh Bentang Pustaka. Novel ini terdiri dari Laskar Pelangi. Sang Pemimpi. Edensor, dan Maryamah Karpov. Novel ini berisi 504 halaman dengan 73 mozaik. Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut: Pertama, peneliti akan membaca dan memahami novel secara keseluruhan dengan teliti. Kedua. Peneliti menandai dan mencatat data-data yang berhubungan dengan masalah sosial. Ketiga, peneliti akan mengumpulkan data dan mengiventarisasikan sesuai masalah sosial. Keempat, peneliti mengklasifikasikan atau mengelompokan data yang terkumpul berdasarkan dengan masalah sosial yang terdapat pada novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Dalam penelitian ini, teknik pengabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, menurut (Moleong, 2010:330. triangulasi merupakan metode pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan metode lain. di luar data itu sendiri untuk tujuan pengujian atau sebagai perbandingan dengan data tersebut. Peneliti akan menggunakan teknik analisis data seperti model Miles dan Huberman untuk menganalisis data. Proses analisis data kualitatif terjadi secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai selesai, sehingga data menjadi jenuh . alam Sugiyono, 2020:132-. Proses ini termasuk data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Masalah Sosial Kemiskinan dalam Novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata Menurut (Soekanto, 2015:319-. kemiskinan sosial didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang tidak dapat menghidupi dirinya sendiri sesuai dengan standar kehidupan kelompok dan tidak mampu memanfaatkan kekuatan mental dan fisiknya dalam kelompok Data 1 Salah satu kemiskinan yang terlihat pada tokoh Ikal yang akan membeli tas karena pada saat sekolah Ikal tidak pernah memiliki tas dan kebaya baru untuk ibu sebab ayah akan naik pangkat. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuAyah akan membelikanku hok lo pan, tas sekolah yang tak pernah kupunya, dan kebaya encim baru untuk ibu. Begitulah skenarionya. Naik pangkat, ternyata indah bukan buatanAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, terlihat bahwa dibalik kebahagiaan yang dirasakan Ikal terdapat masalah kemiskinan. Karena selama bersekolah Ikal tidak memiliki tas, sedangkan tas tersebut merupakan kebutuhan dasar bagi Ikal untuk membawa peralatan dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata perlengkapan sekolah. Selain itu, kalimat naik pangkat dan gaji memiliki makna, karena pekerja harus menunggu naik pangkat untuk memperoleh gaji. Hal ini dapat diartikan bahwa hak dan kesejahteraan pekerja diabaikan. Selanjutnya, setelah ayah naik pangkat dan mengambil gaji. Ikal berharap akan membeli hok lo pan, membeli tas untuk digunakan pada saat sekolah dan membeli baju baru untuk ibu. Data 2 Kemudian kemiskinan juga dialami tokoh Ikal dengan memasukan buku di celahcelah celana, karena Ikal tidak memiliki tas sehingga buku tersebut sampai di kelas telah basah oleh keringat, hal ini disebabkan oleh kemiskinan yang terjadi dan ditambah dengan kenyataan ayah ikal yang tidak jadi naik pangkat. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuAku melipat buku untuk dikantongi atau menyisip-nyisipkannya di celah celana di bawah punggung. Sampai di kelas, buku-buku itu basah seperti kangkung karena keringat sebab Ayah tak jadi dapat rapel, aku batal punya tas sekolahAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, terlihat masalah yang terjadi merupakan masalah kemiskinan karena, kebutuhan keluarga hanya bergantung kepada pendapatan ayah. Adanya kerugian yang terjadi pada Ikal karena ayah yang tidak jadi naik pangkat, sehingga Ikal harus menyimpan buku sekolah di celah celana hingga menjadi basah karena keringat. Permasalahan ini tidak hanya melihatkan kekurangan dalam segi ekonomi keluarga, tetapi juga termasuk dalam ketidakadilan terhadap pekerja. Karena pekerja yang telah naik pangkat mendapatkan gaji, sedangkan yang tidak naik pangkat tidak mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan. Ayah yang batal naik pangkat secara nyata menjadi sebuah hambatan dalam memenuhi kebutuhan keluarga termasuk, proses pembiayaan pada pendidikan Ikal. Data 3 Selanjutnya, kemiskinan yang terlihat dari perkataan Ikal meski semua telah berganti dan berlalu akan tetapi kami orang melayu masih saja miskin. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuAlam pegang kuasa, hari pun berganti-ganti. Sebentar-sebentar sudah Jumat lagi. Siang ditelan malam, malam ditelan siang. Mandor Djuasin tetaplah mandor meski presiden sudah berupa-rupa. Begitu juga kami, orang Melayu Pedalaman, masih saja miskinAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, terlihat kemiskinan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh ketidakmampuan secara individu, melainkan oleh wewenang kekuasan yang tidak memperhatikan permasalahan sosial penduduk. Sehingga, peluang pekerjaan maupun bantuan sosial tidak berjalan secara baik terhadap kelompok tertentu. Kalimat di atas mengandung makna mendalam atas kritikan yang diungkapkan. Karena, perubahan dan perkembangan yang terus terjadi pada setiap daerah menjadi masalah tersendiri terhadap daerah yang tertinggal. Pergantian setiap tokoh kekuasaan yang ada dalam negeri ini tidak membawa suatu perubahan bagi penduduk yang miskin, terutama terhadap wilayah Data 4 Kemiskinan terlihat dari perkataan Ikal ditengah kisah malang tidak dapat ditolak, karena kemiskinan yang dirasakan tuhan telah mengujiku. Apa yang dialami ayah sama dengan apa yang dialami Ikal. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata AuDi tengah kisah, malang pun tak dapat ditolak sebab dalam kemiskinan yang mapan itu. Tuhan mengujiku. Apa yang dialami Ayah, cobaan nan tak tertanggungkan itu, akhirnya menimpaku jugaAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, kemiskinan menjadi suatu kesenjangan dalam kehidupan sosial, menunjukkan tidak adanya upaya masyarakat miskin untuk melawan garis keturunan yang telah ditakdirkan, hal ini ditandai dengan adanya kalimat AumapanAy. Masalah sosial juga terjadi pada Ikal karena, kondisi dan keadaan yang dirasakan oleh ayah juga berdampak terhadap perubahan Ikal. Permasalahan Ikal melihatkan adanya peninggalan kondisi sosial yang sulit untuk dirubah, karena kurangnya jalan terhadap perubahan ekonomi dalam keluarga. Sehingga pada saat pendewasaan. Ikal mulai memahami dan merasakan bagaimana perjuangan ayah untuk berusaha mencukupi kehidupan keluarga. Data 5 Kemiskinan juga terdapat dalam kehidupan suatu wilayah, dibalik harta timah yang berlimpah terdapat masih banyak kaum terbelakang kelaparan, banyak yang tidak percaya pada sekolah, salah satunya Ikal hidup di pinggir hutan. Pulau Belitung. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuDi bawah Menara Bastille, aku melamun, lalu menarik garis perjalanan dari titik mula aku beranjak, di sekolah dasar Laskar Pelangi yang sembarang waktu bisa roboh di pinggir hutan di Pulau Belitong sana. Jauh tak terkira, terpencil. Dari situlah asal muasalku, dari satu kaum terbelakang yang tak percaya pada sekolah, yang kelaparan di lumbung harta gemah ripah timahAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, terlihat permasalahan kemiskinan yang terjadi pada suatu daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah. Kekayaan alam tersebut tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan yang dialami oleh masyarakat, kelaparan masih dirasakan serta pendidikan masih tertinggal. Pendidikan pada daerah terpencil memiliki banyak kekurangan yaitu, dalam segi fasilitas, kurangnya sekolah yang layak untuk dijadikan sebagai tempat belajar, serta keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk sekolah. Sehingga banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan dan tidak adanya bantuan untuk anak-anak yang kurang mampu agar bisa bersekolah. Kritikan Ikal pada sektor sosial ini menjadi suatu fakta bahwa, adanya kesenjangan pembangunan yang terjadi di daerah pedalaman secara merata baik itu, pendidikan maupun kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dari analisis masalah sosial kemiskinan di atas, dapat ditarik kesimpulan. Dalam kehidupan Ikal, tokoh utama novel Maryamah Karpov, dan masyarakat di sekitarnya, kemiskinan adalah masalah sosial yang sangat nyata dan kompleks. Kemiskinan tidak hanya digambarkan sebagai ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian atau tas sekolah, tetapi juga memperlihatkan dampaknya terhadap akses pendidikan, kesejahteraan keluarga, dan keadilan sosial bagi para pekerja. Kemiskinan Ikal mencerminkan ketimpangan sosial yang lebih luas, di mana masyarakat miskin seperti orang Melayu Pedalaman tetap terpinggirkan meskipun pergantian kekuasaan. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan adalah masalah struktural yang berkaitan dengan pembagian kekayaan, pembangunan yang tidak merata, dan kurangnya perhatian negara terhadap kesejahteraan penduduk di daerah terpencil. Sebenarnya, masyarakat miskin diberi hak dan keadilan yang sama. Namun, dalam kenyataannya, akses ke keadilan masih menjadi tantangan bagi masyarakat miskin. Negara harus merenungkan kembali tindakan yang harus diambil untuk memberikan hak-hak kepada masyarakat miskin (Abu et al. , 2. Melalui narasi Ikal. Andrea Hirata Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata menyampaikan kritik sosial yang tajam terhadap ketidakadilan, terutama dalam konteks masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan meskipun berada di tengah kekayaan alam. Masalah Sosial Kejahatan dalam Novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata Menurut (Soekanto, 2015:220-. dalam sosiologi, kejahatan disebabkan oleh kondisi dan proses sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial yang berbeda. Analisis kondisi dan proses ini menghasilkan dua kesimpulan: pertama, ada hubungan antara variasi organisasi sosial di mana kejahatan terjadi dan jumlah kejahatan itu sendiri. yang kedua, sosiolog berusaha untuk menentukan proses sosial di balik kejahatan. Data 1 Salah satu bentuk kejahatan dalam novel yaitu, dilakukan oleh Mandor Kawat Djuasin terhadap ayah Ikal yang telah puluhan tahun menindas ayah. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuTak percaya, surat di tangan ibuku benar diteken oleh Mandor Kawat Djuasin yang puluhan tahun menindasnya. Berkali-kali Ayah menerawang tanda tangan itu, benar basah tinta pena biru, dari tangan yang dipertuan mandor sendiri, adanyaAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, menggambarkan penindasan yang dilakukan oleh Mandor Kawat Djuasin terhadap ayah Ikal. Kejahatan tersebut melihatkan adanya ketimpangan sosial terhadap penyalahgunakan kekuasaan, yang berdampak pada ketakutan para pekerja buruh atau rakyat kecil. Surat yang diteken menjadi suatu simbol kekuasaan yang selama ini dianggap kejam, dan kini adanya tanda tangan menciptakan keterkejutan karena, bertentangan dengan pengalaman penindasan yang dilakukan sebelumnya. Permasalahan ini merupakan bentuk kejahatan sosial, meskipun tidak tercatat sebagai pelanggaran hukum secara formal. Data 2 Kejahatan yang dirasakan oleh Ikal dilakukan oleh orang-orang terdekat. Ikal tidak menyangka ia akan menjadi korban kejahatan. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuTak pernah kusangka aku akan jadi korban kejahatan yang mengerikan. Pun tak pernah kuduga, otak kejahatan itu, dan begundal-begundal suruhannya, adalah kawankawanku sendiri. Di ruang pucat ini, teori bahwa kekejaman sering dilakukan orangorang terdekat, terbuktiAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, menggambarkan masalah kejahatan yang dilakukan orangorang terdekat Ikal dengan cara berkhianat dan melakukan tindakan kekerasan. Permasalahan ini tidak hanya bersifat fisik. Akan tetapi juga, melihatkan aspek psikologis dan sosial, karena kejahatan dilakukan oleh kawan sendiri yang seharusnya menjadi tempat kepercayaan dan perlindungan yang aman untuk seseorang dalam lingkungan sosial. Kejahatan merupakan tindakan yang melanggar norma-norma hukum dan tindakan yang meresahkan masyarakat. Ketika kejahatan yang terjadi dilakukan oleh pihak terdekat, maka tingkat kerusakan sosialnya lebih dalam, karena merusak rasa aman, kepercayaan, dan solidaritas sosial. Kejahatan tidak hanya lahir dari permusuhan yang terbuka, tetapi juga dari hubungan sosial yang rapuh dan penuh kepentingan sehingga menimbulkan tindakan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata Data 3 Kejahatan yang dilakukan oleh orang terdekat Ikal menjadi dirinya tidak sanggup menahan rasa sakit, hampir dua jam Ikal teraniaya. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuSeorang pria sangar menghambur. Ia memeluk kakiku. Kukais-kaiskan tumit untuk Seorang pria lain, tanpa diperintah, meloncat. Ia menindihkan tubuh gempalnya di atas lututku, liat berminyak-minyak. Aku tak berkutik. Ngilu memuncak ke ubun-ubunkuAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, kejahatan yang terjadi berupa kekerasan fisik yang sangat serius dan mengarah pada bentuk penyiksaan atau kekerasan yang di alami Ikal. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum pidana yang merusak hak asasi manusia dan keadaan fisik korban yang mengalami. Permasalahan yang terjadi merupakan salah satu kegagalan masyarakat dalam melindungi individu dari kekerasan, serta lemahnya penegakan hukum atau sistem sosial yang seharusnya mencegah tindakan kejahatan pada suatu wilayah. Kalimat Audipaksa dengan metode yang tak dapat disebut terhormatAy menjelaskan bahwa pelaku menggunakan kekuasaan atau kekuatan fisik secara paksa dan tidak bermoral, sehingga dapat dikatakan tindakan kriminal, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika sosial. Data 4 Karena ego Wanita itu akan melakukan apapun untuk membuktikan dirinya walaupun berakhir berantakan dan berdarah. Ikal yang menjadi korban tidak sanggup untuk Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuIa hanya mau berhenti beraksi jika merasa menang. Ego adalah gunung dalam dirinya, dan kini egonya itu longsor. Tak ada opsi lain baginya selain membekukku. Karena apa yang terjadi di sini adalah timbangan martabatnya, taruhan harga dirinya. harus membayar setiap sen ragu orang atas kuasa yang ditumpukan padanya, karena pilihan nekat hidupnya. Maka semua ini pasti akan berakhir dengan buruk, berantakan, berdarah-darahAy. (Hirata, 2008:. Dari kutipan data di atas, kejahatan dilatarbelakangi oleh ego, kekuasaan, dan kekerasan sebagai cara mempertahankan harga diri. Kejahatan yang dialami Ikal tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau dorongan biologis, tetapi juga faktor sosial-psikologis, seperti kebutuhan akan pengakuan, kehormatan, atau dominasi dalam lingkungan. Permasalahan tersebut bermula pada seseorang yang memiliki ego besar dan kebutuhan untuk menang, sehingga ia merasa harus melakukan kekerasan demi menjaga Autimbangan martabatAy dan Autaruhan harga diriAynya. Masalah sosial menjadi suatu alat menutupi rasa kegagalan dalam mencapai pengakuan secara sah dalam lingkungan sosial, dan menjadi bagian dari budaya kekerasan, di mana masalah diselesaikan dengan kejahatan, bukan pembicaraan secara baik. Data 5 Kejahatan yang dialami Ikal berupa kata-kata rasis yakni, pada saat Ikal masuk kedalam ruangan lalu penguji sidang berkata pernahkah kau bayangkan bidang kita dimasuki makhluk kriting model begini. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. AuKuketuk pintu sehalus mungkin. Aku masuk dan menghampiri kursi. Belum sampai aku ke kursi itu. LaPlagia meletup, "Woodward, pernahkah kau bayangkan bidang kita ini akan dimasuki makhluk keriting model begini?" Dalam keadaan lapar tak Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata tertanggungkan, kalimat itu langsung menohok ulu hatikuAy. (Hirata, 2008:22-. Dari kutipan data di atas, menggambarkan kejahatan sosial berupa perlakuan yang tidak adil berdasarkan ras, warna kulit, atau asal usul seseorang, yang termasuk dalam kejahatan non-fisik. Pernyataan LaPlagia, "pernahkah kaubayangkan bidang kita ini akan dimasuki makhluk keriting model begini?", secara jelas mencerminkan pelecehan berdasarkan ciri fisik atau ras, yang menyakitkan dan merendahkan martabat manusia. Kejahatan sosial tidak hanya berupa tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap norma kesusilaan, nilai kemanusiaan, dan keadilan sosial, termasuk rasisme, diskriminasi, dan penghinaan. Kalimat diskriminatif tersebut menggambarkan bagaimana ras atau identitas fisik dijadikan dasar untuk memandang seseorang secara rendah di bidang akademik. Reaksi Ikal pada saat sedang mengalami "lapar tak tertanggungkan" menjelaskan bahwa ia dalam kondisi rentan, sehingga dampaknya lebih dalam secara psikologis. Dari analisis masalah sosial kejahatan di atas, dapat ditarik kesimpulan. Sebagai bentuk ketimpangan dan pelanggaran sosial yang lebih luas, kejahatan digambarkan tidak hanya sebagai tindakan kriminal semata-mata. Jenis kejahatan bervariasi, mulai dari penindasan ayah Ikal oleh Mandor Kawat Djuasin, yang menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan, hingga kekerasan fisik dan mental yang dialami Ikal dari orang-orang Selain itu, novel Maryamah Karpov ini menunjukkan kejahatan yang didasarkan pada kebanggaan dan kehormatan, di mana kekerasan digunakan sebagai cara untuk mempertahankan harga diri dalam lingkungan sosial yang penuh tekanan. Bahkan kejahatan non-fisik, seperti rasisme dan diskriminasi yang dialami Ikal dalam dunia akademik, menunjukkan bahwa kejahatan juga masuk ke ruang intelektual yang seharusnya menjaga nilai kemanusiaan. Melalui novel ini. Andrea Hirata menunjukkan bahwa kejahatan tidak hanya berasal dari niat individu tetapi juga dari struktur sosial, hubungan kekuasaan, dan norma-norma masyarakat yang tidak adil. Dengan demikian, kejahatan dalam novel ini adalah gambaran nyata dari kondisi sosial yang tidak adil di mana keadilan, keamanan, dan kemanusiaan masih belum merata bagi setiap orang. Moral dan etika selalu terkait dengan penegakkan hukum pidana. Ini didasarkan pada beberapa alasan, salah satunya adalah sistem peradilan pidana yang sering menggunakan paksaan atau bahkan kekerasan untuk memicu penyalahgunaan kekuasaan. Hampir semua profesi penegakkan hukum adalah pegawai pemerintah dengan tugas khusus untuk melayani masyarakat (Situmeang, 2. Pembahasan Kemiskinan dan kejahatan adalah dua jenis masalah sosial yang paling umum yang ditemukan dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Meskipun masalah ini tidak berdiri sendiri, keduanya berhubungan satu sama lain dan menunjukkan keadaan sosial di Belitung, terutama di kalangan masyarakat kelas bawah. Menurut (Soekanto, 2. masalah sosial muncul sebagai hasil dari ketidaksesuaian antara elemen kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial tertentu. Hal ini jelas terlihat dalam berbagai pengalaman Ikal sebagai karakter utama. Kemiskinan sebagai Masalah Mosial Novel Maryamah Karpov menggambarkan kemiskinan sebagai warisan sosial yang sulit dilepaskan dan berkaitan dengan masalah ekonomi keluarga. Tokoh Ikal menyaksikan sendiri bagaimana kendala keuangan menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan. Sejak kecil. Ikal harus menyelipkan buku di celananya karena dia tidak memiliki tas sekolah. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata Ini menunjukkan bahwa karena keadaan ekonomi keluarga yang buruk, kebutuhan pendidikan dasar tidak terpenuhi. Ayah Ikal merupakan penduduk miskin adalah salah satu contoh ketidakadilan struktural. Ketidakmampuan seseorang untuk hidup sesuai dengan standar kelompok sosialnya disebut kemiskinan sosial (Soekanto, 2015:. Masalah ini diperparah oleh sistem kerja yang tidak adil, di mana kenaikan gaji sangat bergantung pada promosi di posisi kerja. Karena batalnya kenaikan pangkat, yang berdampak langsung pada pendidikan anak, ayah Ikal tidak menerima hak-haknya secara Novel ini menunjukkan bahwa kemiskinan melanda seluruh komunitas, bukan hanya Meskipun pergantian kekuasaan terjadi, orang Melayu Pedalaman masih hidup dalam kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak merata dan masalah struktural dengan sistem pemerintahan. Andrea Hirata menyuarakan kritik sosial terhadap negara yang mengabaikan wilayah terpencil yang memiliki banyak sumber daya tetapi tidak merdeka dalam segala kebutuhan. Kejahatan sebagai Masalah Sosial Kejahatan, menurut (Soekanto, 2015:. merupakan akibat dari keadaan sosial yang tidak stabil. Kejahatan yang terjadi dalam novel Maryamah Karpov mencakup penindasan, kekerasan fisik, kekerasan psikologis, dan diskriminasi rasial. Penindasan Mandor Kawat Djuasin terhadap ayah Ikal adalah salah satu kejahatan pertama yang diceritakan dalam novel tersebut. Tindakan ini menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan, yang menimbulkan ketakutan dan ketidakadilan di tempat kerja. Penindasan ini merupakan bagian dari struktur sosial yang memungkinkan penggunaan kekuasaan yang tidak adil terhadap karyawan. Selain itu, orang-orang terdekat Ikal melakukan kekerasan padanya. Ini menunjukkan bahwa hubungan sosial yang rapuh juga dapat menyebabkan kejahatan berkembang. Andrea Hirata secara tidak langsung mengatakan bahwa kejahatan dapat dilakukan oleh orang asing dan orang terdekat dalam komunitas yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial telah hilang dan bahwa masyarakat semakin individualis dan egois dalam Tindakan rasial dan diskriminatif yang dilakukan oleh akademisi terhadapnya, yang menyebutnya sebagai "makhluk keriting", adalah salah satu jenis kejahatan paling menyakitkan yang dialami Ikal. Kejahatan non-fisik ini menunjukkan bahwa rasisme dan prasangka sosial masih ada bahkan di tempat yang seharusnya adil dan rasional. Ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial, menunjukkan bahwa kekerasan simbolik juga merupakan bagian dari kejahatan sosial yang perlu diperhatikan. Kemiskinan dan kejahatan adalah masalah sosial yang tidak dapat dipisahkan. Kemiskinan kadang-kadang menjadi penyebab atau latar belakang kejahatan. Orang-orang yang menggunakan "timbangan martabat" sebagai alasan untuk membekuk Ikal menunjukkan bahwa ketidakadilan ekonomi mendorong orang untuk melakukan kekerasan untuk mempertahankan martabat mereka. Kekerasan menjadi cara pintas untuk mendapatkan kekuasaan, pengakuan, dan identitas dalam sistem sosial yang tidak memungkinkan keadilan. Oleh karena itu, novel Maryamah Karpov menampilkan gambaran sosial yang kompleks tentang keadaan masyarakat yang mengalami ketidakadilan. Andrea Hirata tidak hanya menceritakan kisah seorang anak dari pedalaman, tetapi juga membongkar fakta struktural tentang bagaimana nasib seseorang dipengaruhi oleh sistem sosial dan hubungan Dengan menggunakan teori masalah sosial, kita dapat memahami bahwa kemiskinan dan kejahatan yang dibahas dalam novel ini bukan sekadar masalah individu tetapi, masalah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Masalah Sosial: Kemiskinan Dan Kejahatan Dalam Novel Maryamah Karpov Karya Andrea Hirata sosial yang memerlukan perhatian negara dan masyarakat luas. KESIMPULAN Dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata, kemiskinan dan kejahatan adalah dua masalah sosial utama yang saling berhubungan dan mencerminkan ketimpangan sosial di masyarakat Belitung. Kemiskinan digambarkan sebagai warisan struktural yang menghambat akses ke pendidikan dan kesejahteraan, sedangkan kejahatan muncul sebagai hasil dari ketidakadilan sosial, relasi kuasa, dan rapuh solidaritas sosial. Novel ini menyuarakan kritik tajam terhadap pembangunan yang tidak merata, diskriminasi, dan kurangnya perlindungan bagi masyarakat kelas bawah melalui pengalaman tokoh Ikal. REFERENSI