Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI MANUSIA DAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DI KELAS V SD. NEGERI 101116 BANGE Oleh: Nurmaya Harahap1*. Zulfadli2. Nurbaiti3 1*, 2, 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: nurmayaharahap99@gmail. Received: 24 Juni 2022 Article history: Revised: 01 Oktober 2022 Accepted: 18 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam materi Manusia dan Lingkungan menggunakan model Kooperatif Tipe NHT di kelas V SD Negeri 101116 Bange. Kecamatan Batang Angkola. Kabupaten Tapanuli Selatan, dan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan model Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Manusia dan Lingkungan menggunakan model Kooperatif Tipe NHT di kelas V SD Negeri 101116 Aek Bange. Kecamatan Batang Angkola. Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101116 Bange. Kecamatan Batang Ankola. Kabupaten Tapanuli Selatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: . Observasi, . Tes, dan . Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Manusia dan Lingkungan di kelas V SD Negeri 101116 Bange. Kecamatan Batang Angkola. Kabupaten Tapanuli Selatan. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 50% siswa yang tuntas, pada siklus II yaitu: 88% siswa yang Hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Kata Kunci: Hasil Belajar. Model Kooperatif Tipe NHT. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang penting dalam membangun peradaban bangsa. Pendidikan adalah satu-satunya aset untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari peran pendidik, peserta didik, masyarakat maupun lembaga terkait lainnya. Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas menuju tercapainya tujuan tersebut perlu di sampaikan suatu upaya perbaikan sistem pembelajaran inovatif yang merangsang peserta didik untuk mencintai yang akhirnya mau mempelajari seksama terhadap suatu pelajaran. Belajar merupakan kegiatan fisik dan mental, sehingga perubahan yang ada harus tergambar pada perkembangan fisik dan mental peserta didik. Keberhasilan belajar peserta didik dapat diukur berdasarka besarnya rentang perubahan sebelum dan sesudah peserta didik mengikuti kegiatan belajar. Dari proses mengajar itu diharapkan terjadi perubahan-perubahan yang terjadi dan itulah yang dinamakan hasil belajar. Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi pendidik, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran. Hasil juga bisa diartikan adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. IPA pada hakekatnya mempunyai dua komponen yaitu komponen produk dan proses. Sebagai sebuah produk IPA terdiri dari sekumpulan pengetahuan yang terdiri dari fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan hokum tentang gejala alam. Sedangkan sebagai sebuah proses. IPA merupakan salah satu rangkaian yang tersusun dan sistematis yang dilakukan untuk menemukan konsep, prinsip dan hokum tentang gejala alam. Tujuan pembelajaran IPA di SD adalah pemahaman terhadap disiplin keilmuan IPA dan keterampilan berkarya . untuk menghasilkan suatu produk yang akan merefleksikan penguasaan kompetensi seseorang sebagai hasil belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran IPA seharusnya berorientasi pada aktivitas-aktivitas yang mendukung terjadinya pemahaman terhadap konsep, prinsip, dan prosedur dalam kaitannya dengan kontrks kehidupan mereka sehari-hari diluar sekolah, sehingga pembelajaran IPA menjadi bermakna dan menyenangkan. Kondisi yang ditemukan di lapangan pada saat ini justru sebaliknya, pengemasan pembelajaran IPA masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran IPA sehingga siswa mengalami kejenuhan dalam pembelajaran IPA, yang mengakibatkan pemahaman terhadap disiplin keilmuan IPA menjadi rendah sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Padahal pada maa pelajaran IPA di Sekolah Dasar bertujuan agar siswa memiliki kemampuan dan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menalar dan mencipta hingga berakhir pada suatu pemahaman terhadap phenomena alam dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada hari Rabu tanggal 8 Desember 2021, di Kelas V SD. Negeri 101116 Bange pada materi Manusia dan Lingkungan antara lain karena kurangnya pengalaman dalam berdiskusi kelompok yang menunjukkan adanya kecenderungan pembelajaran yang kurang aktif dan bersifat individualis. Peserta didik kurang dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran dan peserta didik hanya mendengarkan konsep-konsep yang disajikan pendidik sebagai sebuah cerita. Pendidik tersebut cenderung menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi, kemudian peserta didik ditugaskan untuk mencatat dan mngerjakan tugas dari pembelajaran Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran subtema manusia dan lingkungan terlihat dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) banyak peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Adapun KKM Kelas V SD. Negeri 101116 Bange adalah 75. Berikut adalah tabel nilai hasil belajar peserta didik Kelas V. Rekapitulasi Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) Peserta didik Kelas V SD. Negeri 101116 Bange Nil Tidak Tuntas Tuntas Jum N Ke K Rat o las aSis ml % ml Rat Sumber: Dokumentasi daftar nilai siswa kelas v Dari tabel nilai Ujian Tengah Semester (UTS) peserta didik di Kelas V SD. Negeri 101116 Bange terlihat bahwa peserta didik yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75 hanya berjumlah 5 peserta didik sebesar 31,25 % dan sebagian besar peserta didik belum memenuhi KKM yaitu dengan jumlah 11 peserta didik sebesar 68,75 %. Melihat kenyataan diatas faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai peserta didik diantarnya pendidik masih cenderung menggunakan model pembelajaran yang konvensional sehingga peserta didik pasif dan hanya mendengarkan penjelasan dari pendidik. Pembelajaran ini kurang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan karena tidak adanya keseimbangan interaksi antara pendidik dan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. peserta didik. Untuk itu seorang pendidik wajib mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitankesulitan tersebut yang pada prinsipnya bahan pembelajaran dapat disajikan semenarik mungkin sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, diperlukan model pembelajaran yang tepat. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar pada materi Manusia dan Lingkungan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Berdasarkan uraian yang telah diungkapkan diatas, maka perlu satu tindakan pendidik untuk mencari dan menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta Salah satu model Cooperative Learning adalah model Numbered Head Together (NHT). Model ini dikembangkan oleh Spenser Kagan . Model Numbered Head Together (NHT) merupakan suatu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan struktur sederhana dan terdiri atas empat tahap yang digunakan untuk me-review fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi peserta didik. Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif dengan sintaks: Pengarahan, penentuan kelompok heterogen dan setiap peserta didik memiliki nomor tertentu, pemberian persoalan materi bahan ajar . ntuk setiap kelompok sama, tetapi untuk setiap peserta didik tidak sama sesuai dengan nomor peserta didik, setiap peserta didik dengan nomor yang sama mendapat tugas yang sam. , pelaksanaan kerja kelompok, presentasi kelompok dengan peserta didik sesuai dengan tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan penentuan skor perkembangan setiap peserta didik, pengumuman hasil kuis dan pemberian reward. Sehubungan dengan masalah diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang tindakan kelas dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Manusia dan Lingkungan Menggunakan Model Numbered Head Together (NHT) di Kelas V SD. Negeri 101116 BangeAy. Hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku, tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup biang kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Purwanto . hasil belajar merupakan perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan itu di upayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Wasliman . alam Susanto 2016:. Hasil belajar adalah hasil interaksi antara berbagai faktor yang memengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal. Menurut Dimyati . Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengesahan yang telah dilakukan berulang-ulang serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya. Menurut Trianto . tes hasil belajar disusun berdasarkan pada hasil perumusan tujuan Adapun tehnik untuk mengukur hasil belajar sesuatu aspek pembelajaran aspek intelektual, emosional, spiritual, sosial dan kultural. Selanjutnya, untuk memperoleh hasil belajar tersebut digunakan jenis ulangan . berupa tes format yang diselenggarakan setelah menyelesaikan program dalam satu bahan pembelajaran. Tes objektif meliputi tes pilihan ganda. Adapun pengembangan objektif tes pilihan ganda . ultiple chois. Penyusun tes ini memerlukan ketekunan dan kemampuan keterampilan serta waktu. Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswab dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan didepan kelas. Menurut Trianto . Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Sedangkan menurut Istarani . merupakan rangkaian penyampaian materi dengan menggunakan kelompok sebagai wadah dalam dalam menyatukan persepsi/pikirannya yang kemudian akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan nomor permintaan guru dari masing-masing kelompok. Menurut Agustina . Numbered Head Together (NHT), adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari empat fase yaitu, penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama dan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) penomoran berpikir bersama yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain. Ilmu pengetahuan alam dapat diartikan sebagai suatu ulmu yang dipelajari tentang alam dan hubungannya dengan makhluk hidup. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan kata-kata dalam bahasa ingris yaitu Natural science, artinya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Berhubungan dengan alam atau bersangkutan paut dengan alam. Science itu pengertiannya dapat disebut sebagai ilmu alam. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Menurut wahyana . alam Trianto, 2015:. bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun pengetahuan tersusun secara sistematis dan dalam penggunaanya secara umum terbatas pada gejala alam. Perkembangan tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Sedangkan menurut Samatowa . menerangkan bahwa pembelajaran IPA yang baik harus mengaitkan ide-ide siswa, membangun rasa ingin tahu tentang sgala sesuatu yang ada dilingkunganya, membangun keterampilan yang diperlukan dan menimbulkan kesadaran siswa bahwa belajar IPA menjadi sangat perlu dan penting untuk dipelajari. Menurut Agustina dan Tika ( 2013:. IPA adalah alat untuk mengembangkan potensi intelektual Dalam pembelajaran IPA, siswa secara utuh harus aktif mengembangakan sendiri kemampuan kognitif, efektif, dan psikomotiknya, melalui proses mentalnya untuk mengasimilasi dan mengakomodasi segala sesuatuu yang ditemukan dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan pendapat para ahli mengenai hakikat IPA, dapat disimpulkan bahwa IPA adalah hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terstruktur tentang alam sekitar yang dialami dan diperoleh oleh pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan. Pembelajaran IPA disekolah hendaknya memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk menemukan sendiri sebagai proses lebih lanjut mengembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami lebih dalam lagi mengenai Manusia dan Lingkungan dalam kesempatan ini peneliti membahas mengenai: . menceritakan salah satu unsur paling penting dalam lingkungan yaitu air, . menjelaskan siklus air, . menceritakan jenis usaha dengan mengolah sumber daya alam. METODOLOGI PENELITIAN Objek penelitian ini adalah Upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada materi Manusia dan Lingkungan pada ranah kognitif. Subjek penelitian merupakan beberapa siswa yang akan diteliti dalam pelaksanaan penelitian yang Adapun subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas V SD. Negeri 101116 Bange Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 16 orang siswa yang terdiri dari 7 perempuan dan 9 laki-laki. Alur Penelitian Tindakan Kelas Nilai rata-rata ini didapat dengan menggunakan rumus: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Keterangan: X=Ocycu OcN Ocx OcN = Nilai rata-rata = Jumlah Semua Nilai Peserta didik = Jumlah Peserta didik Sedangkan penilaian untuk tingkat penugasan belajar peserta didik terhadap pembelajaran dengan Tingkat penguasaan =Jumlah jawaban yang benar x 100 % HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Siklus I Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran NHT Pada Siklus I Indikator Total Skor 1 Pembukaan dalam 2 Pembagian kelompok Numbered Head Together (NHT). 3 Diskusi masalah. 4 Persentasi hasil diskusi. 5 Kesimpulan pembelajaran. Jumlah Skor Persentase Kategori Baik Berdasarkan tabel diatas maka diketahui hasil lembar observasi pada siklus I diperoleh jumlah skor keseluruhan sebesar 50 dengan persentase 78% yakni berada pada kategori Baik. Jadi dapat disimpulkan nilai hasil observasi pendidik sudah mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Namun peneliti belum merasa puas atas nilai yang dicapainya pada siklus I untuk itu peneliti menyarankan untuk melanjutkan perbaikan nilai disiklus II. Hasil Penelitian Siklus II Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran NHT Pada Siklus II Indikator Total Skor 1 Pembukaan dalam 2 Pembagian kelompok Numbered Head Together (NHT). 3 Diskusi masalah. 4 Persentasi hasil diskusi. 5 Kesimpulan pembelajaran. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Jumlah Skor Persentase Kategori Sangat Baik Perbandingan hasil lembar observasi pendidik menggunakan model pembelajaran NHT Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil 50 jumlah keseluruhan yang tercapai dengan nilai persentase 78% pada siklus I sedangkan siklus II mengalami peningkatan hingga 55 jumlah keseluruhan yang dicapai dengan persentase 86%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan grafik dibawah ini: Hasil Perbandingan Lembar Observasi Pendidik Menggunakan Model Pembelajaran NHT Siklus I dan Siklus II Siklus Prsentase Kategori Siklus I Jumlah Keseluruhan Baik Siklus II Sangat Baik Siklus I Siklus II Grafik 1. Perbandingan Lembar Observasi Pendidik Menggunakan Model Pembelajaran NHT Siklus I dan Siklus II Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Dalam Pembelajaran Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Manusia Dan Lingkungan Di Kelas V SD Negeri 101116 Bange. Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Nama Peserta Didik Skor Nilai Ketuntasan Belajar FKL JKW Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Jumlah Rata-Rata Tuntas Tidak Tuntas Dari tabel diatas dapat diketahui dari 16 jumlah peserta peserta didik yang mengikuti tes soal, maka terdapat 14 peserta didik atau 88% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 2 peserta didik atau 12% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata-rata nilai peserta didik yang diperoleh pada siklus I adalah 74 dan siklus II adalah 84. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah peserta didik yang tuntas dan tuntas dapat dilihat pada tabel berikut: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Nilai <70 Jumlah Jumlah Peserta Didik Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Persentase Jumlah Peserta Ddik Berdasarkan tabel diatas diperoleh persentase ketuntasan masih 50%, sehingga peneliti perlu untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar peserta didik dengan cara melakukan siklus kedua. Jadi dapat disimpulkan nilai hasil belajar peserta didik sudah mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Namun peneliti belum merasa puas atas nilai yang dicapainya pada siklus I untuk itu peneliti menyarankan untuk melanjutkan perbaikan nilai disiklus II. Penjelasan Data Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan data hasil belajar peserta didik pada materi manusia dan lingkungan dapat dilihat hasil perolehan data dibawah ini: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Nilai <70 Jumlah Jumlah Peserta Didik Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Persentase Jumlah Peserta Ddik Berdasarkan tabel diatas diperoleh persentase ketuntasan adalah 88%, terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA materi Manusia dan Lingkungan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V di SDN. 101116 Bange selama proses Peserta didik yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau oleh pendidik sehingga diharapkan semua peserta didik dapat tuntas belajar. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu 88% dari jumlah seluruh peserta didik sudah tuntas belajar sehingga penelitian tindakan kelas ini dihentikan pada siklus II. Hasil Perbandingan Hasil Belajar Peserta didik Siklus I Dan Siklus II Siklus Siklus I Siklus II Total Skor Nilai Rata-Rata Siklus I Siklus II Grafik 2. Perbandingan Tes Soal Hasil Belajar Peserta didik Siklus I dan Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik apabila dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus I didapatkan total skor keseluruhan 1180 dengan memperoleh nilai rata-rata 74. Setelah dilakukan perbaikan disiklus II mengalami peningkatan dengan total skor secara keseluruhan yaitu 1345 dengan memperoleh nilai rata-rata 84. Rata-rata tersebut menunjukan adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik dalam setiap siklusnya setelah menerapkan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran IPA materi manusia dan lingkungan. Refleksi Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus II masih terdapat kekurangan dalam pengkondisian peserta didik saat melakukan kerja kelompok sehingga waktu yang digunakan masih kurang begitu efektif. Akan tetapi terlepas dari hal tersebut terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik dalam siklus II tersebut. Pembahasan Penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi manusia dan lingkungan di kelas V SD. Negeri 101116 Bange Pada proses pembelajaran siklus II ini peneliti menggunakan model pembelajaran NHT yang dimana pembelajaran ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Langkahlangkah kegiatan yang dilakukan sama seperti siklus sebelumnya dengan melakukan beberapa perbaikan berdasarkan refleksi dan diskusi dengan observer. Kegiatan pembelajaran tetap mengedepankan penggunaan model pembelajaran NHT. Hal tersebut ditunjukkan dengan sikap peserta didik yang sudah terlihat lebih serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, peserta didik yang mencontek pekerjaan peserta didik lain sudah banyak berkurang, adanya kompetisi dalam melaksanakan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran, disamping itu juga peserta didik sudah terlihat senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan peserta didik lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran tersebut cukup tinggi disebabkan karena model pembelajaran NHT ini merupakan model pembelajaran yang baru bagi peserta didik. Peserta didik menjadi lebih antusias dari biasanya. Perbandingan Hasil Lembar Observasi Pendidik Menggunakan Model Pembelajaran NHT Siklus I dan Siklus II Siklus Prsentase Kategori Siklus I Jumlah Keseluruhan Baik Siklus II Sangat Baik Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I Siklus II Grafik 3. Perbandingan Lembar Observasi Pendidik Menggunakan Model Pembelajaran NHT Siklus I dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat hasil perbandingan lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran NHT yang dilakukan pada siklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil 50 jumlah keseluruhan yang tercapai dengan nilai persentase 78% pada siklus II sedangkan siklus II mengalami peningkatan hingga 55 jumlah keseluruhan yang dicapai dengan persentase 86%. Dengan menggunakan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi manusia dan lingkungan di kelas V SD. Negeri 101116 Bange. Secara umum peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus II ini mengalami peningkatan, walaupun baru sedikit. Hal tersebut ditunjukkan dengan sikap peserta didik yang sudah terlihat lebih serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, peserta didik yang mencontek pekerjaan peserta didik lain sudah banyak berkurang, adanya kompetisi dalam melaksanakan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran, disamping itu juga peserta didik sudah terlihat senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan peserta didik lainnya. Hasil Perbandingan Hasil Belajar Peserta didik Siklus I Dan Siklus II Siklus Total Skor Nilai Rata-Rata Siklus I Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I siklus II Grafik 4. Perbandingan Lembar Observasi Pendidik Menggunakan Model Pembelajaran NHT Siklus I dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik apabila dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus I didapatkan total skor keseluruhan 1180 dengan memperoleh nilai rata-rata 74. Setelah dilakukan perbaikan disiklus II mengalami peningkatan dengan total skor secara keseluruhan yaitu 1345 dengan memperoleh nilai rata-rata 84. Rata-rata tersebut menunjukan adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik dalam setiap siklusnya setelah menerapkan model pembelajaran NHT dalam pembelajaran IPA materi manusia dan lingkungan. SIMPULAN Dengan melihat rumusan masalah, hasil dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab IV, maka penneliti simpulkan sebagai berikut: Model pembelajaran merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran. Model pembelajaran merupakan cara pendidik untuk dapat membagikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain, dengan menerapkan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi manusia dan lingkungan di kelas V SD Negeri 101116 Bange dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pembukaan dalam pembelajaran. Pembagian kelompok Numbered Head Together (NHT). Diskusi masalah. Presentasi hasil diskusi. Kesimpulan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat menigkatkan hasil belajar IPA materi Manusia dan Lingkungan pada peserta didik kelas V SD Negeri 101116 Bange. Peningkatan peserta didik yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 38%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I 50% peserta didik tuntas belajar, siklus II 88% peserta didik tuntas belajar. Peserta didik yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau oleh pendidik sehingga diharapkan semua peserta didik dapat tuntas belajar. DAFTAR PUSTAKA