Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Tingkat Kesulitan Mahasiswa dalam Memahami Mata Kuliah Pengantar Dasar Matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali Level of Difficulty of Students in Understanding Subjects of Introduction to Basic Mathematics in Mathematical Education Products FPMIPA IKIP PGRI Bali Ni Wayan Sunitaa,*. N Putri Sumaryanib Prodi. Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali Prodi. Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP PGRI Bali *Pos-el: wayansunita4@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Dasar Matematika di prodi pendidikan matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian berdasarkan rumusan masalah penelitian, maka penelitian ini dikategorikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Hal ini dimaksudkan untuk mengelola datadata yang diperoleh dari responden berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika yang telah mengampuh mata kuliah pengantar dasar matematika dalam hal ini adalah mahasiswa angkatan 2017. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan mahasiswa dalam memahami mata kuliah pengantar dasar matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali tergolong tinggi. Kata-Kata Kunci: kesulitan, belajar Abstract. This study aims to determine the level of student learning difficulties in the Introduction to Basic Mathematics courses in the mathematics education study program FPMIPA IKIP PGRI Bali. This type of research is based on the formulation of research problems, so this study is categorized into descriptive research types. This is intended to manage the data obtained from respondents based on the results of interviews conducted by researchers. The research subjects were mathematics education study program students who had completed the subjects of introductory to basic mathematics in this case were students of the 2017 class. Based on the results and discussion it could be concluded that the level of difficulty of students in understanding the subjects of introductory to basic mathematics in the Mathematics Education Study Program of FPMIPA IKIP PGRI Bali was high. Key Words: difficulty, learning PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu pelajaran yang menduduki peranan penting dalam dunia pendidikan. Matematika pendidikan diajarkan di institusiinstitusi pendidikan, baik ditingkat SD. SMP. SMA, hingga perguruan tinggi. Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek kajian yang bersifat abstrak. Sifat abstrak ini menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam menghayat dan memahami konsep-konsep matematika. Matematika merupakan suatu karakteristik berpikir logis, kritis. Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 sistematis, tekun, kreatif dan banyak nilai-nilai luhur matematika bermanfaat untuk berbagai jenis dan program Untuk menanamkan sifat-sifat matematika ini memerlukan waktu yang sangat panjang. Meskipun demikian matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit, menakutkan sebagai momok rendahnya prestasi belajar matematika. Mata kuliah Pengantar Dasar Matematika mempelajari teori-teori dasar matematika yang harus dipahami mahasiswa yang nantinya dapat digunakan untuk memecahkan teoriteori matematika yang lebih rumit. Teori dasar yang dimaksud meliputi logika matematika, himpunan, relasi dan fungsi, dan pembuktian dalam Pada tingkat perguruan tinggi, banyak mahasiswa yang kesulitan belajar saat mengikuti mata kuliah ini. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana peserta didik tidak dapat belajar dengan baik, disebabkan karena adanya gangguan, baik berasal dari faktor internal siswa dibatasi faktor intelegensi maupun faktor eksternal Faktor-faktor ini menyebabkan siswa tidak mampu berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Menurut Ahmadi Supriyono belajar adalah suatu keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, hal ini tidak intelegensi, akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor non intelegensi. Peneliti bermaksud mengetahui bagaimana respon mahasiswa yang sudah mendapatkan mata kuliah pengantar dasar matematika dengan melakukan penelitian tentang tingkat kesulitan belajar pada mata kuliah pengantar dasar matematika prodi pendidikan matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali. METODE PENELITIAN Jenis penelitian berdasarkan rumusan masalah penelitian, maka penelitian ini dikategorikan ke dalam jenis penelitian Hal ini dimaksudkan untuk mengelola data-data yang diperoleh dari responden berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika yang telah mengampuh mata kuliah pengantar dasar matematika dalam hal ini adalah mahasiswa angkatan 2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini . wawancara yang masing-masing telah Angket yang digunakan dalam penelitian ini berisi beberapa item pertanyaan tentang persepsi kesulitan dalam mempelajari mata kuliah pengantar dasar matematika. Penggunaan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor terjadinya kesulitan belajar dalam mempelajari mata kuliah pengantar dasar matematika sebagai tindak lanjut dari pemberian angket. Prosedur dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dimulai dengan melakukan observasi dan studi pendahuluan pada lokasi penelitian, termasuk didalamnya melakukan survey dan konsultasi informal dengan informan. Selanjutnya tahap pengumpulan dan pengelolaan wawancara, dan menyebarkan angket kepada responden. Setelah semua data terkumpul kemudian diolah. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis. Data yang diperoleh dari angket yang Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 disebarkan pada responden dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan tujuan untuk menjawab rumusan masalah. Masingmasing tanggapan mahasiswa dalam angket akan dihitung dengan rumus: yce ycE = ycA y 100% Keterangan : ycE = Angka presentase yce = Frekuensi jawaban ycA = Jumlah Mahasiswa Kemudian, mengkategorikan kesulitan belajar mahasiswa dalam memahami mata kuliah pengantar dasar matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Terkait dengan pembelajaran dalam kelas, setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan anak Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah . elainan menta. , akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non intelegensi. Dengan demikian. IQ yang tinggi belum tentu terjamin keberhasilan dalam belajar. sebab-sebab kesulitan belajar itu karena:1. Sebab-sebab Individual artinya tidak ada dua orang yang mengalami kesulitan itu sama persis penyebabnya, walaupun kesulitannya Sebab-sebab yang kompleks, artinya seseorang mengalami kesulitan belajar karena sebabnya bermacammacam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari skor angket dan yang disebarkan pada Prodi Pendidikan Matematika semester IV tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 35 orang mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: sebanyak 18 orang mahasiswa menjawab bahwa tingkat kesulitan belajar mahasiswa dengan presentase 51 %, sebanyak 7 orang mahasiswa menjawab bahwa tingkat kesulitan belajar mahasiswa sedang dengan presentase 20% dan Tabel 1 Kategori Kesulitan Belajar Mahasiswa dalam Memahami Mata Kuliah Pengantar Dasar Matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali Tingkat Kategori Kesulitan 0%-20% Sangan rendah 21%-40% Rendah 40%-60% Sedang 61%-80% Tinggi 81%-100% Sangat Tinggi PEMBAHASAN Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan . spek kogniti. , juga dapat memengaruhi perubahan sikap . spek afekti. , serta keterampilan . spek psikomoto. seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 menjawab bahwa tingkat kesulitan belajar mahasiswa rendah dengan presentase 29 %. Setiap mahasiswa mempunyai kemampuan yang berbeda sehingga tingkat kesulitan belajar juga Dari uraian di atas maka dapat disimpukan kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Mahasiswa yang mengalami kesulitan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain . uru, pembimbin. Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar sebagai berikut:1. Menunjukan prestasi yang rendah/di bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Meski Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam semua misalnya dalam mengerjakan soalsoal dan dalam menyelesaikan tugastugas. Menunjukan sikap yang kurang wajar, seperti cauh tak acuh, berpura-pura, dusta dan lain-lain. Menunjukan tingkah laku yang berlainan, misalnya mudah tersinggung, murung, pemarah, cemberut, bingung, selalu sedih dan kurang gembira. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan mahasiswa dalam memahami mata kuliah pengantar dasar matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali tergolong Berdasarkan diketahui tingkat kesulitan mahasiswa pengantar dasar matematika di Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali tergolong tinggi, sehingga diperlukan model pembelajaran yang inovatif yang mendukung pembelajaran mata kuliah pengantar dasar matematika tidak ditakuti mahasiswa dan ada interaksi antara mahasiswa dengan DAFTAR RUJUKAN Abdurrahma. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Ahmaadi. A dan Supriyono,W. Psikologi Belajar. Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Rudianan. Karakteristik Kesulitan Belajar Siswa SMA (Studi Terhadap Siswa SMA Pasundan 3 Bandung Kelas (X. XI, dan XII). Bandung. Jurusan PPB FIP UPI. Tidak Diterbitkan. Slameto. Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Yusuf. Syamsu. Psikologi Pendidikan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.