Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA (Studi Komparasi di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. Mukti Ali1. Ceta Indra Lesmana 2 Ashari3 1 Universitas KH. Abdul Chalim. Mojokerto. Indonesia 2 Universitas KH. Abdul Chalim. Mojokerto. Indonesia 3 Universitas KH. Abdul Chalim. Mojokerto. Indonesia muktialialindramayu@gmail. com1, ceta@ikhac. id2, ashari@uac. Received: 30-09-2025 DOI: Accepted: 15-10-2025 Published: 31-10-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dalam penanaman karakter siswa di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramayu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena krisis karakter yang banyak terjadi pada siswa sekolah dasar, yang tercermin dalam perilaku kurang disiplin, rendahnya kejujuran, dan minimnya kesadaran religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi, display, dan Hasil penelitian menunjukkan adanya lima strategi pembelajaran yang digunakan, yaitu strategi pembelajaran langsung, tidak langsung, interaktif, experiential learning, dan pembelajaran mandiri. Kedua sekolah memiliki perbedaan dalam konsistensi penerapan strategi serta efektivitas dalam membentuk karakter siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya sekolah dan keteladanan guru lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Studi ini berkontribusi pada penguatan literatur mengenai pentingnya inovasi strategi PAI di sekolah dasar dalam konteks pendidikan karakter di era kurikulum merdeka. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam. Budi Pekerti. Pendidikan Karakter Abstract: This study aims to analyze the learning strategies of Islamic Religious Education (PAI) and Character Building in fostering studentsAo character at SDN 2 Patrol and SDN 1 Patrol. Indramayu Regency. The background of this research stems from the phenomenon of character crises among elementary students, manifested in undisciplined behavior, low honesty, and weak religious awareness. This research employed a qualitative approach with a comparative study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using reduction, display, and verification techniques. The findings revealed five strategies implemented: direct learning, indirect learning, interactive learning, experiential learning, and independent learning. Both schools differed in terms of consistency and effectiveness in applying these strategies to develop student character. The study emphasizes that learning strategies integrated with school culture and teachersAo exemplary behavior are more effective in character education. This research contributes to the literature on the significance of innovative PAI strategies in elementary schools within the context of the Merdeka Curriculum. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. Keywords: Learning Strategies. Islamic Religious Education. Character Education PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter generasi muda. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Salah satu jalur yang signifikan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di sekolah. Namun, realitas menunjukkan bahwa fenomena krisis karakter masih terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku seperti ketidakdisiplinan, kurangnya kejujuran, dan rendahnya kesadaran religius sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini sejalan dengan temuan Wuryandani et al. yang menyatakan bahwa pendidikan karakter di sekolah masih menghadapi tantangan dalam hal konsistensi implementasi dan keterpaduan dengan kurikulum. Guru PAI memiliki peran sentral dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter melalui strategi pembelajaran yang efektif. Strategi pembelajaran tidak hanya menentukan keberhasilan akademik, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen untuk menanamkan nilai moral, etika, dan religiusitas (Sari & Putra. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, guru dituntut lebih kreatif dan adaptif agar pembelajaran dapat membangun kompetensi sekaligus karakter Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada strategi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam penanaman karakter siswa di dua sekolah dasar negeri di Indramayu, yaitu SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol. Kajian ini penting karena kedua sekolah menerapkan kurikulum yang sama, tetapi strategi dan budaya sekolah dalam pendidikan karakter memiliki perbedaan signifikan. KAJIAN TEORI Konsep Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran merupakan rencana menyeluruh yang berisi serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Joyce et , 2. Dalam konteks PAI, strategi pembelajaran tidak hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku religius Peran Guru PAI dalam Pembentukan Karakter Guru PAI bertugas tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan . ole mode. bagi siswa. Menurut Fauzi dan Dewi . , keteladanan guru PAI memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk karakter religius dan moral siswa. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Pendidikan karakter mencakup penanaman nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan religiusitas (Lickona. Dalam konteks sekolah dasar, pembentukan karakter menjadi pondasi penting bagi perkembangan kepribadian siswa di jenjang selanjutnya. Teori Terbaru Experiential Learning (Kolb, 2. : menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, relevan untuk pendidikan karakter karena siswa belajar melalui praktik langsung. Character Education Integration Model (Wuryandani et al. , 2. menekankan integrasi nilai karakter dalam semua mata pelajaran, termasuk PAI. 21st Century Skills Framework (Trilling & Fadel, 2. : menyatakan bahwa pendidikan karakter harus selaras dengan keterampilan abad 21 seperti critical thinking, collaboration, communication, dan creativity. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi Lokasi penelitian adalah SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramayu. Subjek penelitian: guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas IVAeVI. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara mendalam, dan Analisis data: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles et al. , 2. Keabsahan data: triangulasi sumber, metode, dan waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SDN 2 Patrol Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru PAI di SDN 2 Patrol menerapkan lima strategi pembelajaran utama: direct instruction, indirect instruction, interactive learning, experiential learning, dan independent study. Namun, penerapannya belum optimal. Direct instruction banyak digunakan, terutama dalam bentuk ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas hafalan. Strategi ini efektif untuk menyampaikan materi kognitif, tetapi kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini selaras dengan pandangan Joyce et al. bahwa direct instruction cocok untuk transfer pengetahuan, tetapi tidak memadai untuk pembelajaran afektif. Indirect instruction seperti diskusi terbimbing atau inkuiri jarang Guru masih dominan dalam mengontrol proses belajar. Padahal, menurut Seaman dan Fellenz . alam Rianto, 2. , pembelajaran tidak langsung dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam membangun pemahaman. Interactive learning diupayakan melalui diskusi kelompok, tetapi Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. seringkali tidak efektif karena siswa laki-laki cenderung pasif atau kurang disiplin. Observasi peneliti menemukan beberapa kelompok tidak fokus dalam diskusi, bahkan bercanda di luar konteks Experiential learning berupa praktik shalat berjamaah, hafalan surah pendek, dan pembacaan asmaul husna seharusnya dilaksanakan rutin. Namun, keterlibatan siswa rendah, terutama siswa laki-laki. Sebagian tidak mengikuti hafalan, ada yang menyontek, bahkan masih ditemukan perilaku berbohong. Kondisi ini menghambat pembentukan karakter Independent study hanya terbatas pada pemberian pekerjaan rumah dan hafalan individu. Guru jarang memfasilitasi tugas reflektif atau proyek yang mendorong kemandirian spiritual siswa. Secara umum. SDN 2 Patrol menghadapi tantangan dalam penanaman karakter karena strategi pembelajaran kurang konsisten, budaya sekolah belum sepenuhnya mendukung, dan keterlibatan siswa masih rendah. Strategi Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SDN 1 Patrol Di SDN 1 Patrol, kelima strategi pembelajaran PAI juga diterapkan, namun dengan konsistensi dan inovasi yang lebih baik. Direct instruction digunakan secara terbatas. Guru lebih menekankan variasi metode seperti cerita Islami, tanya jawab interaktif, dan demonstrasi ibadah. Hal ini sejalan dengan pandangan Sudjana . bahwa variasi metode dalam strategi langsung dapat meningkatkan motivasi belajar. Indirect instruction diterapkan dengan melibatkan siswa dalam observasi lingkungan, misalnya membuat catatan ibadah harian atau mengamati perilaku teman. Guru kemudian membimbing siswa menarik Pendekatan ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun makna (Fauzi & Dewi, 2. Interactive learning di SDN 1 Patrol berjalan efektif. Diskusi kelompok dan kerja sama antar siswa difasilitasi guru. Budaya sekolah yang menekankan 5S . enyum, salam, sapa, sopan, santu. mendorong siswa berinteraksi dengan sopan dan saling menghargai. Experiential learning menjadi kekuatan utama. Shalat berjamaah, hafalan surah pendek, pembacaan asmaul husna, serta kegiatan religius lain dilaksanakan secara konsisten. Kegiatan ini sejalan dengan teori experiential learning Kolb . , bahwa pengalaman langsung mendorong internalisasi nilai karakter. Independent study didukung dengan tugas ibadah mandiri yang dipantau guru dan orang tua. Misalnya, siswa diminta menuliskan amalan seharihari, yang kemudian dievaluasi bersama. Strategi ini membentuk rasa tanggung jawab personal siswa. Hasilnya, siswa SDN 1 Patrol menunjukkan sikap lebih religius, disiplin. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. jujur, dan menghormati guru maupun teman. Hal ini menunjukkan integrasi antara strategi pembelajaran dengan budaya sekolah memberikan dampak positif pada pembentukan karakter. Diskusi dengan Kajian Teori Hasil penelitian menunjukkan relevansi dengan konsep strategi pembelajaran yang dikemukakan Abdul Majid . , bahwa strategi pembelajaran mencakup direct, indirect, interactive, experiential, dan SDN 1 Patrol berhasil menerapkan kelima strategi secara seimbang, sedangkan SDN 2 Patrol lebih dominan pada strategi direct Dari perspektif peran guru PAI, hasil ini mendukung teori Fauzi dan Dewi . bahwa keteladanan guru merupakan faktor kunci pembentukan Guru SDN 1 Patrol lebih aktif menjadi role model, sedangkan guru SDN 2 Patrol lebih fokus pada transfer pengetahuan. Dalam konteks nilai-nilai karakter, hasil penelitian ini sejalan dengan konsep Ratna Megawangi . tentang 9 pilar karakter, di mana SDN 1 Patrol lebih konsisten menanamkan pilar kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan religiusitas melalui pembiasaan harian. Diskusi dengan Penelitian Terdahulu dan Teori Baru Hasil penelitian ini mengonfirmasi temuan Afifah . bahwa strategi guru PAI efektif ketika mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan Di SDN 1 Patrol, integrasi ini terlihat jelas, sedangkan di SDN 2 Patrol masih terbatas. Temuan ini juga memperkuat penelitian Norhidayati . bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Guru SDN 1 Patrol menunjukkan kompetensi pedagogik lebih baik dalam memotivasi siswa dibandingkan SDN 2 Patrol. Dari sisi teori mutakhir, hasil ini selaras dengan model integrasi pendidikan karakter (Wuryandani et al. , 2. yang menekankan konsistensi pembiasaan di sekolah. Selain itu, experiential learning Kolb . terbukti relevan karena praktik langsung seperti shalat berjamaah lebih efektif menanamkan karakter dibanding ceramah. Strategi Pembelajaran PAI di SDN 2 dan SDN 1 Patrol Kedua sekolah menerapkan lima strategi utama: Strategi pembelajaran langsung . irect instructio. : guru menggunakan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Strategi pembelajaran tidak langsung . ndirect instructio. : siswa dilibatkan dalam observasi dan inkuiri. Strategi pembelajaran interaktif . nteractive learnin. : melalui diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi. Strategi experiential learning: kegiatan praktik seperti shalat berjamaah, hafalan surah, dan simulasi ibadah. Strategi pembelajaran mandiri . ndependent stud. : siswa diberi tugas Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. individu seperti membuat catatan ibadah harian. Perbedaan Implementasi di Dua Sekolah SDN 2 Patrol: penerapan strategi cenderung kurang konsisten, siswa laki-laki masih menunjukkan perilaku kurang disiplin, rendah partisipasi dalam hafalan, dan kurang menghargai guru. SDN 1 Patrol: penerapan strategi lebih konsisten, budaya sekolah mendukung pembiasaan religius seperti 5S . enyum, salam, sapa, sopan, santu. , hafalan rutin, dan pembacaan asmaul husna sebelum belajar. Dampak terhadap Karakter Siswa SDN 2 Patrol: karakter religius siswa belum berkembang optimal, masih sering ditemukan perilaku menyontek, berbohong, dan kurang disiplin. SDN 1 Patrol: siswa menunjukkan perkembangan positif dalam religiusitas, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati. Diskusi dengan Teori dan Penelitian Terdahulu Temuan ini mendukung teori experiential learning (Kolb, 2. bahwa praktik langsung lebih efektif dalam pembentukan karakter dibanding hanya Selain itu, hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Sari dan Putra . bahwa integrasi strategi pembelajaran dengan budaya sekolah meningkatkan efektivitas pendidikan karakter. Tabel berikut merangkum perbandingan strategi: Strategi Pembelajaran Direct Instruction Indirect Instruction Interactive Learning SDN 2 Patrol Ya . eramah, tanya jawa. Terbatas Ada, tapi kurang efektif Experiential Learning Tidak rutin Independent Study Terbatas SDN 1 Patrol Ya, lebih interaktif Dilaksanakan secara rutin Aktif dengan diskusi Rutin . halat berjamaah. Konsisten . ugas ibadah KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramayu sama-sama menggunakan lima jenis strategi, yaitu direct instruction, indirect instruction, interactive learning, experiential learning, dan independent study. Namun, perbedaan yang mencolok terletak pada konsistensi penerapan, variasi metode, serta dukungan budaya sekolah. Di SDN 2 Patrol, strategi pembelajaran lebih banyak bertumpu pada direct instruction dengan metode ceramah dan hafalan. Strategi lain seperti indirect dan experiential learning belum konsisten dilaksanakan. Akibatnya, pembentukan karakter siswa, terutama religiusitas, kedisiplinan, dan kejujuran, belum optimal. Masih ditemukan perilaku Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Mukti Ali dkk. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Penanaman Karakter Siswa (Studi Komparasi Di SDN 2 Patrol dan SDN 1 Patrol Kabupaten Indramay. kurang disiplin, menyontek, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan Di SDN 1 Patrol, penerapan strategi lebih variatif dan konsisten. Guru PAI tidak hanya menggunakan ceramah, tetapi juga mengintegrasikan diskusi, observasi, serta praktik keagamaan yang berkelanjutan. Budaya sekolah seperti program 5S . enyum, salam, sapa, sopan, santu. , shalat berjamaah, pembacaan asmaul husna, dan evaluasi ibadah harian mendukung keberhasilan strategi ini. Dampaknya, karakter siswa lebih baik terbentuk, terlihat dari meningkatnya religiusitas, disiplin, sikap hormat, dan tanggung jawab. Perbandingan kedua sekolah memperlihatkan bahwa strategi yang sama dapat menghasilkan capaian berbeda tergantung pada konsistensi pelaksanaan, peran guru sebagai teladan, dan dukungan budaya SDN 1 Patrol menjadi contoh bahwa integrasi strategi pembelajaran dengan pembiasaan religius di sekolah mampu memperkuat pendidikan karakter. Keterkaitan dengan kajian teori menunjukkan bahwa strategi pembelajaran efektif bila mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Afifah, 2. Teori experiential learning (Kolb, 2. terbukti relevan, karena praktik langsung lebih efektif menanamkan karakter dibanding metode ceramah semata. Selain itu, model integrasi pendidikan karakter (Wuryandani et al. , 2. menjelaskan pentingnya pembiasaan yang konsisten, yang terbukti berhasil di SDN 1 Patrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter melalui PAI dan Budi Pekerti bukan hanya bergantung pada strategi pembelajaran formal di kelas, tetapi juga pada sinergi antara guru, siswa, budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua. Guru PAI yang mampu menjadi teladan dan kreatif dalam menerapkan strategi pembelajaran terbukti lebih berhasil dalam membentuk siswa yang religius, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. DAFTAR PUSTAKA