EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PENGARUH KEMAJUAN IPTEK TERHADAP NKRI TRI SASTRI OKTIATI SMAN 1 Cikarang Barat trispd40@guru. ABSTRAK Hasil belajar siswa merupakan output dari proses belajar mengajar. Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari data awal nilai ulangan harian siswa yang masih berada di bawah KKM. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar salah satunya adalah model pembelajaran. Model Pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran kooperatif yang menuntut siswa untuk aktif dan memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasi materi pelajaran yang dipelajari. Penelitian yang dilakukan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Adapun uji statistik menggunakan 2 siklus dihasilkan hasil penelitian Peningkatan prosentase persiapan aktivitas pembelajaran dari siklus 1 dan 2 adalah 20,88%. Untuk nilai rata-rata siklus 1 dan 2 mengalami kenaikan sebesar 5,15% dengan siswa yang tuntas meningkat dari 22 orang yang tuntas belajar menjadi 30 siswa yang tuntas dengan kenaikan 13,6% dari sebelumnya. ABSTRACT Student learning outcomes are the output of the teaching and learning process. One of the problems in learning at school is the low student learning outcomes. This can be seen from the initial data on students' daily test scores which are still below the KKM. Many factors influence learning outcomes, one of which is the learning model. The Problem Based Learning Learning Model is a cooperative learning model that requires students to be active and motivates students so that they can support and help each other in mastering the subject matter being studied. The research was conducted using the Problem Based Learning learning model. As for the statistical test using 2 cycles, the research results showed an increase in the percentage of preparation for learning activities from cycles 1 and 2 was 20. For the average value of cycles 1 and 2, there was an increase of 5. 15% with students who completed the study increasing from 22 people who completed their studies to 30 students who completed their studies with an increase 6% from before. Kata Kunci : Hasil Belajar. Model Pembelajaran Problem Based Learning PENDAHULUAN Potensi yang ada dalam diri siswa dapat menentukan keberhasilan dalam proses Salah satu indikator tercapainya pembelajaran yang baik dan efektif adalah dengan peningkatan hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati, dan dapat diukur (Arikunto,2009:. Hasil belajar berupa perubahan perilaku, baik yang menyangkut kognitif, psikomotorik, maupun afektif (Aqib,2010:. Berdasarkan hasil pengamatan penulis di lapangan, yaitu pada SMAN 1 Cikarang Barat kelas XII IPA 1 semester ganjil pada Materi pengaruh kemajuan IPTEK terhadap NKRI, siswa kurang fokus ketika diberikan sebuah permasalahan dari Materi tersebut, terutama dalam menyelesaikan soal Ae soal analisis atau dalam aplikasi yang lebih dalam mengenai makna pembelajar yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Dari jumlah siswa kelas XII IPA 1 sebanyak 35 siswa diperoleh Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 kesimpulan hasil Ulangan sebanyak 22 siswa atau 62,5% mendapatkan hasil belajar yang kurang memuaskan. Siswa menganggap pelajaran PPKN sulit untuk dipahami, monoton, membuat jenuh dan stres, sehingga tidak ada motivasi untuk memperhatikan materi tersebut. Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dalam pengajaran di kelas juga mempengaruhi motivasi belajar siswa, sehingga membuat suasana pembelajaran terkesan kaku dan dikuasai guru. Oleh karena itu Pemilihan model mengajar oleh guru sangat menentukan siswa akan tertarik atau tidaknya untuk mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian berbagai literatur, maka penulis mempertimbangkan model pembelajaran yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang cocok untuk dikembangkan untuk pembelajaran bermakna salah satunya adalah Problem Based Learning. Problem Based Learning merupakan model yang mengajarkan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri, mengembangkan keterampilan dan pertanyaan yang lebih tinggi, serta membangun kepercayaan diri (Sudjana, 2011:. Model Problem Based Learning sangat menuntut siswa untuk berkolaborasi dengan siswa lain untuk memecahkan suatu masalah, yang dapat mengembangkan pemikiran siswa serta meningkatkan kemampuan pengalaman belajar siswa (Hosnan, 2014:. Langkah-langkah model Problem Based Learning sebagai berikut: . Orientasikan masalah dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Mengorganisir siswa dengan membimbing mereka untuk menyelesaikan analisis kasus. Mengumpulkan sumber sebagai bahan pemecahan kasus. Pengembangan dan penyajian hasil diskusi dalam bentuk diskusi atau presentasi. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian kasus (Sugiyanto,2010:. Oleh karena itu maka penulis menganggap penelitian ini sangat penting untuk dilakukan agar masalah hasil belajar siswa pada materi pengaruh kemajuan IPTEK terhadap NKRI dapat mengalami peningkatan dari pembelajaran sebelumnya. METODE PENELITIAN PTK adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. PTK ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Tahapan PTK ini dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 tahapan . : . , . , . , dan . (Arikunto,2006:. Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Cikarang Barat. Kabupaten Bekasi. Provinsi Jawa Barat. Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Penelitian dilakukan pada Bulan September 2022 sampai dengan November 2022. Data yang dikumpulkan untuk dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar peserta didik yang dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang dilakukan tiap akhir siklus yang dilakukan dengan 2 siklus pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini standar keberhasilan yang dijadikan acuan patokan adalah: . Rata-rata hasil belajar peserta didik > 78. Daya serap dinyatakan berhasil apabila telah mencapai > 85 %. Hal ini disesuiakan dengan KKM mata pelajaran PPKn. Secara klasikal, peserta didik dinyatakan berhasil apabila telah mencapai ketuntasan sebesar > 85 %. Kriteria penilaian Ketuntasan hasil belajar menurut Arikunto dan Safrudin . sebagai berikut. Ketuntasan Hasil Belajar = Keterangan: Tuntas Tidak Tuntas Jumlah siswa yang tuntas siswa keseluruhan y100% : Nilai melewati angka kriteria ketuntasan minimal. : Nilai tidak melewati angka kriteria ketuntasan minimal. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Penilaian lembar observasi aktivitas siswa dihitung menggunakan rumus berikut: IAskor perolehan Persentase aktivitas = IAskor maksimal y 100% Adapun untuk menghitung nilai aktivitas saat pembelajaran digunakan perhitungan menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2014:. Tabel 1. Skala Likert Skala Likert Deskripsi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus yang telah di rencanakan. Data mengenai peningkatan hasil belajar diambil dengan memberikan tes pilihan ganda yang diberikan pada akhir siklus. Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Cikarang Barat. Kabupaten Bekasi. Provinsi Jawa Barat. Tahun Pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Tes hasil belajar yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Hasil analisis hasil belajar digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus II. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Tabel 2. Hasil belajar Siswa Pada Siklus I Uraian Nilai rata-rata hasil belajar Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus 1 76,42 62,85% Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode Diskusi dengan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh nilai rata-rata presentasi belajar siswa adalah 76,42 dan ketuntasan belajar mencapai 62,85% atau ada 22 siswa dari 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasl tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai C78 hanya sebesar 62,85% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum memahami apa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis masalah terutama ketika pembelajaran berupa permasalahan sehari-hari siswa justru lebih sulit memahami kaitan materinya secara langsung dengan materi yang lebih kontekstual. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Pada siklus 2 Terdapat kenaikan hasil belajar. Adapun data hasil belajar pada siklus 2 adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil belajar Siswa Pada Siklus 2 Uraian Nilai rata-rata hasil belajar Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus 2 81,57 85,71% Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode Diskusi dengan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh nilai rata-rata presentasi belajar siswa adalah 81,57 dan ketuntasan belajar mencapai 85,71% atau ada 30 siswa dari 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasl tersebut menunjukkan bahwa pada siklus kedua secara klasikal siswa sudah mencapai target dengan memperoleh nilai C78 hanya sebesar 85,71% lebih besar sedikit dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa lebih memahami model pembelajaran berbasis masalah dengan baik, dengan tayangan video mengenai IPTEK dan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari, ketika siswa lebih menggali informasi dan berdiskusi dengan kelompoknya membuat siswa lebih memahami materi yang diajarkan dengan lebih baik lagi. Pembahasan Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMAN 1 Cikarang Barat pada siklus 1 untuk Materi Pengaruh IPTEK Terhadap NKRI dengan model pembelajaran. Problem Based Learning diperoleh prosentase aktivitas kegiatan pembelajaran sebesar 68,72% mencakup persiapan, pelaksanaan,observasi, refleksi pembelajaran. Sedangkan nilai rata Ae rata siklus 1 sebesar 76,42 dengan siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 orang siswa dari 35 orang siswa, besar prosentase ketuntasan belajar adalah 62,85%. Hasil Belajar pada siklus 2 terdapat banyak peningkatan dari Persentase aktivitas kegiatan pembelajaran sebesar 89,6% mencakup persiapan, pelaksanaan,observasi, refleksi pembelajaran. Sedangkan nilai rata Ae rata siklus 2 sebesar 81,57% dengan siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 orang siswa dari 35 orang siswa, besar prosentase ketuntasan belajar adalah 85,71%. Berdasarkan data hasil belajar siswa dari siklus 1 dan siklus 2 menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMAN 1 Cikarang Barat ntuk Materi Pengaruh IPTEK Terhadap NKRI dengan model pembelajaran. Problem Based Learning. Hal ini disebabkan pada siklus 1 dan siklus 2 menunjukan peningkatan hasil belajar siswa pada materi yang sama yaitu Pengaruh IPTEK Terhadap NKRI dengan model pembelajaran. Problem Based Learning. Peningkatan persentase persiapan aktivitas pembelajaran dari siklus 1 dan 2 adalah 20,88%. Untuk nilai rata-rata siklus 1 dan 2 mengalami kenaikan sebesar 5,15% dengan siswa yang tuntas meningkat dari 22 orang yang tuntas belajar menjadi 30 siswa yang tuntas dengan kenaikan 13,6% dari sebelumnya. Hasil yang diperoleh disebabkan oleh beberapa hal yaitu, . Selama proses belajar mengajar guru telah melasanakan pembelaran dengan baik meskipun belum sempurna tetapi masingmasing aspek mengalami kenaikan, . siswa menjadi lebih aktif saat proses pembelajaran,. kekurangan pada siklus sebelumnya dapat mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sukerteyasa . yang menguji pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap Hasil belajar PPKn Peserta Didik Melalui Penerapan Model PBL Pada Materi Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia Di Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Denpasar dengan hasil belajar yang meningkat dari siklus 1 ke siklus 2 Hasil penelitian yang lain juga mengungkap bahwa model pembelajaran berbasis masalah tidak hanya dapat meningkatkan Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 hasil belajar siswa untuk matapelajaran pendidikan kewarganegaraan saja namun juga berpengaruh terhadap hasil belajar IPS (Sulastri dkk, 2. ,dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa (Sulamiasih, dkk, 2. , dan pembelajaran berbasis masalah juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Ibrahim, 2. Oleh karena itu. Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran di kelas. KESIMPULAN Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMAN 1 Cikarang Barat Tahun Ajaran 2022/2023 dengan hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan, penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning membantu siswa untuk lebih aktif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sehingga siswa lebih terlibat didalamnya. Model pembelajaran Problem Based Learning disarankan agar dapat menggali banyak lagi tentang masalahmasalah kontekstual mengenai materi yang akan dibelajarkan sehingga dapat memotivasi siswa untuk tertarik mempelajari materi tersebut dan belajar dapat menjadi lebih bermakna sehingga siswa dapat mengaplikasikan pemecahan masalah yang ada di dalam pembelajaran dalam kehidupan seharhari. DAFTAR PUSTAKA