Cakrawala Jurnal Pendidikan Volume 18No2 . http://cakrawala. id/index. php/Cakrawala email: cakrawala. upstegal@gmail. Pengaruh Model Retelling Story TerhadapKemampuanMenyimakSiswaKelas VII SMP Negeri 150 Jakarta Faddila Dwiyanti, 2 Nani Solihati. Info Artikel _______________________________________________ Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Indonesia Email: yfaddiladwi01@gmail. Diterima Oktober 2024 Disetujui Oktober 2024 Direvisi November 2024 Dipublikasikan November 2024 DOI: _____________________________________ DOI: . Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN:2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 88 | Faddila Dwiyanti,Nani Solihati. / Cakrawala 18 . Abstract The aim of the research is to analyze the influence of the Retelling Story model used on the listening skills of class VII students at SMP Negeri 150 Jakarta. The type of quantitative research used is Quasi Experimental. The research population consisted of 321 students. The research sample was determined using a simple random sampling technique and 2 classes were obtained as the research sample. The experimental class is class VII-E and the control class is class VII-F. The research instrument used was a test. The results of the validity test using AIKEN's V and the validation test using product moment produce valid data. The reliability test using Cronbach's Alpha produces reliable data because CA = 0. 617 > 0. Furthermore, data analysis with Liliefors produces data that is normally distributed because Lcount < Ltable. The Levene Statistics homogeneity test shows homogeneous results. Hypothesis testing using the One Way Anova formula produces 0. 000 < 0. The results obtained show that there is a significant difference between the results of the listening skills data for the experimental class and the control class. Keywords: influence. Retelling Story model, listening ability Pengaruh Model Retelling Story Terhadap Kemampuan Menyimak Siswa Kelas VII SMP Negeri 150 Jakarta Abstrak Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh model Retelling Storyyang digunakan dalam kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 150 Jakarta. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan yaituQuasi Eksperiment. Populasi penelitian terdiri dari 321 siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan tekniksimple random sampling dan diperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Kelas eksperimen adalah kelas VII-E dan kelas kontrol adalah kelas VII-F. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes. Hasil uji validitas menggunakan AIKEN's V dan uji validasi menggunakan product moment menghasilkan data yang valid. Uji reabilitas menggunakan CronbachAos Alpha menghasilkan data yang reliabel karena CA = 0,617> 0,6. Selanjutnya, analisis data dengan Liliefors menghasilkan data yang berdistribusi normal karena Lhitung< Ltabel. Uji homogenitas Levene Statisticmenunjukkan hasil yang homogen. Uji hipotesis menggunakan rumus One Way Anova menghasilkan 0,000 < 0,05. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil data keterampilan menyimak kelas ekspeimen dan kelas kontrol. Kata Kunci:pengaruh, model Retelling Story, kemampuan menyimak PENDAHULUAN Kegiatan menyimak tidak terlepas dari penerapan di sekolah. Hal ini dikarenakan kegiatan menyimak telah menjadi bagian dalam dunia pendidikan terutama bagi pembelajaran bahasa. Pengaruh Model Retelling Story TerhadapKemampuanMenyimakSiswa | 89 | Keterampilan menyimak berbahasa pertama kali dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik sehingga dalam dunia pendidikan kegiatan menyimak memerlukan perhatian yang khusus. Proses kemampuan menyimak yang dikuasi oleh peserta didik dianggap berjalan dengan baik karena menyimak telah diterapkan dalam kehidupan keseharian sehingga peserta didik akan menguasai kemampuan menyimak dengan sendirinya. Namun, pada kenyataannya keterampilan menyimak tergolong masih rendah(Hijriyah, 2. Rendahnya keterampilan menyimak dapat dilihat dari penerapan keterampilan berbahasa di sekolah yang difokuskan pada kemampuan membaca atau Kegiatan membaca lebih banyak diimplementasikan pada waktu pembelajaran dan menjadi kegiatan rutin di setiap minggunya. Pelaksanaan belajar dan mengajar bahasa Indonesia di sekolah diharapkan agar peserta didik menerapkansemuaketerampilan berbahasa yang terdiri dariketerampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Empat keterampilan bahasa tersebut diharapkan mendapatkan pembagian yang seimbang dan sistematis (Norma, 2. Keterampilan menyimak sama penting nya dengan keterampilan bahasa lainnya. Namun, pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah hanya keterampilan menyimak yang menjadi salah satu keterampilan bahasa yang sering diabaikan(Syafrina et al. , 2. Kegiatan menyimak dianggap tidak perlu diajarkan kepada peserta didik karena sudah termasuk ke dalam ketiga keterampilan lainnya (Asih, 2. Pernyataan tersebut adalah salah satu faktor yang disebabkan karena keterampilan menyimak siswa rendah dan kurangnya penerapan keterampilan menyimak dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Erniati et al. , . mengemukakan bahwa menyimak merupakan suaru proses dalam kegiatan mendengarkan yang membutuhkan perhatian secara saksama agar dapat menangkap isi, memahami, dan memberikan reaksi sesuai makna yang disampaikan oleh pembicara melalui kegiatan komunikasi. Oleh sebabitu, siswa diharapkan memiliki keterampilan menyimak yang baik dalam kegiatan belajar mengajar agar mempermudah mereka untuk memahami hal-hal terkait materi yang disampaikan oleh guru (Marlianti et al. , 2. Latihan menyimak yang baik dapat menjadikan peserta didik menguasai kemampuan dalam menerima sebuah informasi yang terkandung di dalam bahan pembelajaran yang telah diberikan oleh guru dan mampu menyampaikan kembali menggunakan makna yang benar. Selain itu, pelatihan menyimak dapat melatih peserta didik menjadi pendengar yang baik saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di kelas (Mufarikha & Susi Darihastining, 2. Pentingnya keterampilan menyimak dalam dunia pendidikan memerlukan adanya kegiatan rutin yang diimplementasikan pada kegiatan Menurut Susanto & Sunarsih . seorang pengajarmempunyai tugas yang penting untuk menciptakan tujuan pendidikan. Implementasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas harus dikuasai oleh seorang pengajar. Oleh sebab itu, guru memiliki kewajiban meningkatkan mutu dalam mengajar dan memberikan kesempatan peserta untuk meningkatkan kemampuan yang Saat kegiatan belajar berlangsung, guru harus memberikan peserta didik kesempatan untuk aktif dalam belajar dan memberikan motivasi agar semangat dalam menggapai ilmu serta menggunakan waktu secara efektif agar mengoptimalkan pembelajaran. Rendahnya keterampilan yang dimiliki oleh siswa dapat terjadi karena guru belum memiliki upaya dalam meningkatkan kualitas karena minimnya waktu yang dikelola oleh sekolah untuk pembelajaran keterampilan Selain itu, guru yang belum mengetahui dan memiliki cara yang baik dalam menerapkan model pembelajaran (Wibowo, 2. Strategi pembelajaran yang tepat harus dikembangkan dan dilaksanakan guna memperkuat pemahaman siswa dalam memperoleh pelajaran yang diberikanoleh guru guna menciptakan dampak bagi kegiatan belajar mengajaryang lebih baik(Wahyuningsih & Hikmat, 2. Sering kali model pembelajaran yang diterapkan oleh guru tidak jauh dari strategi pembelajaran lama yang Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN:2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 90 | Faddila Dwiyanti,Nani Solihati. / Cakrawala 18 . sering digunakan seperti tanya jawab, ceramah, dan pemberian tugas(Yahya & Solihati, 2. Oleh karena itu, implementasi keterampilan menyimak pada kegiatan pembelajaran membutuhkan model permbelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan menyimak peserta didik. Hal ini sejalan dengan gagasanMaulida & Ridwan . dalam penelitiannya ia menjelaskan bahwa model pembelajaran dijadikan sebagai seperangkat pelajaran untuk menciptakan indikator keberhasilan belajar peserta didik sesuai dengan keiinginan guru. Guru menggunakan strategi pembelajaran sebagai pedoman dalam kegiatan mengajar guna menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan searah dengan tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dengan memiliki kelebihan dalam meningkatkan kemahiran daya simak peserta didik, seperti contoh model pembelajaran yaitu model Retelling Story. Irwan . mengemukakan bahwaRetelling Story atau menceritakan kembali merupakan model pembelajaran yang memfokuskan pada ingatan setelah membaca atau mendengar yang disampaikan sesuai dengan apa yang diingat. Menceritakan kembali dapat diterapkan oleh peserta didik dalam menyusunkan kembali cerita atau materi tentang apa yang didengar dan diingat dengan menyampaikan suatu gagasan. Penerapan model Retelling Storydalam pembelajaran dapat bermanfaat bagi guru karena guru akan mengetahui proses pemahaman menyimak peserta didik. Mulya. juga menyatakan bahwa model pembelajaran Retelling Story diterapkan peserta didik dengan menceritakan kembali cerita atau materi dengan menyusun kalimat yang disusun sendiri. Berdasarkan definisi dari teori yang sudah dijelaskan, dapat diambil kesimpulanbahwa model pembelajaran Retelling Story adalah proses mengulangi cerita kepada teman sebayanya tentang hasil kepahaman dari simakkan yang didengar. Peserta didik dapat mengulangi hasil simakkan dengan kata dan kalimat yang bervariasi namun memiliki makna yang sama. Model Retelling Story dapat meningkatkan penguasaan pembelajaran dalam menyimak dan juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan atau menceritakan kembali materi - materi simakkan dengan merangkai kembali kalimat menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari. Kemampuan menceritakan kembali merupakan pemahaman dasar yang berpusat pada ide atau informasi yang terkandung dalam hasil simakkan. Peserta didik diharapkan untuk mampu menghasilkan, menunjukkan, dan mengidentifikasi ide atau informasi berdasarkan ingatan secara terstruktur dan tersurat sesuai dengan kepahamannya(Anggranti, 2. Oleh karena itu, dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dijadikan oleh guru sebagai keefektivitasan yang baik untuk kegiatan peningkatan kemampuan menyimak peserta didik model pembelajaran Retelling Story dapat diimplementasikan di kelas. Model Retelling Story digunakan sebagai pilihan dari model pembelajaran menyimak lainnya dikarenakan memiliki pengaruh untuk menumbuhkan kemampuan menyimak peserta didik. Peserta didik akan mempunyai konsentrasi yang lebih saat kegiatan menyimak dan dapat mengungkapkan kembali informasi yang telah dijelaskan oleh guru(Dita Ayu Pratiwi & Resmi, 2. Penelitian ini difokuskan guna mengetahui pengaruh dari Model pembelajaranRetelling Story terhadap kemampuan menyimak peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk memperkuat penelitian sebelumnya dengan teori yang berbeda sebagai landasan penelitian dan pendekatan yang digunakan untuk dapat mengetahui adanya pengaruh dari Model Retelling Story terhadap kemampuan menyimak peserta didik. Fenomena yang diuraikan di atas menjadi dasar penelitian untuk dapat menguji model Retelling Story terhadap kemampuan menyimak siswa melalui pelaksanaan penelitian yang berjudul AuPengaruh Model Retelling Story Terhadap Kemampuan Menyimak Siswa Kelas VII SMP Negeri 150 JakartaAy. Pengaruh Model Retelling Story TerhadapKemampuanMenyimakSiswa | 91 | METODE Penelitian ini memanfaatkan jenis penelitian yaituQuasi Eksperiment. ksperimen Terdapat 321 siswa kelas VII SMP Negeri 150 yang menjadi populasi dari penelitian. Penentuan sampel dilakukan dengan cara probability sampling dengan teknik simple random samplingdan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Kelompok eksperimen terdiri dari 36 siswa di kelas VII-E, dan kelompok kontrol terdiri dari 36 siswa di kelas VII-F. Hasil datadalam penelitian diakumulasikanmenggunakan data hasil kemampuan menyimak cerita pendek dalam muatan Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 150 Jakarta. Tabel 1. Desain Penelitian Quasi Experimental Kelompok Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pretest Perlakuan Posttest Instrumen pengumpulan data terlebih dahulu di uji melalui tahap uji validitas isi oleh ahli menggunakan uji validitas rumus AIKENAoS serta uji validitas percobaanmengaplikasikan rumus korelasi product moment. Setelah intrumen dianggap valid, penelitian dilakukan dengan melihat indikator penilaian kemampuan menyimak. Tabel 2. Indikator Penilaian Menyimak No. Aspek Skala Bobot Skor Maksimal Kemampuan Mengingat Kemampuan Menangkap Isi Kemampuan Memahami Kemampuan Menanggapi Hasil data yang sudah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji reabilitasdengan rumus CronbachAos Alpha. Selanjutnya, peneliti menggunakan analisis data dengan rumus Liliefors untuk uji normalitas dibantu dengan excel 2013, uji homogenitas menggunakan uji Levene Statictic. , uji One Way Anova guna memperoleh hasil hipotesis menggunakan software SPSS versi HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji normalitas adalah metodepengujian yang dilaksanakan guna mendapatibahwa sampel yang sudah mewakili populasi hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah selesai dapat disamaratakan pada populasi(Haniah, 2. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa uji normalitas memiliki tujuanuntuk memperoleh data apakahmenghasilkan distribusi normal atau Tabel 3. Uji Normalitas Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN:2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. Faddila Dwiyanti,Nani Solihati. / Cakrawala 18 . | 92 | Distribusi Kelompok Perlakuan Lhitung Ltabel Kesimpulan Hasil belajar pre-test kelas 0,142241 0,14766 Distribusi normal Hasil belajar post-test 0,145362 0,14766 Hasil belajar pre-test kontrol 0,14179 0,14766 Hasil belajar post-test kontrol 0,14622 0,14766 Distribusi normal Distribusi normal Distribusi normal Berdasarkan tabel 3, dapat dipahami bahwa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menghasilkan distribusi yang normal. Hal ini searah dengan syarat pengujian Liliefors yang kemukakan oleh Sudjana . 6: . dalam Nuryadi . yang menyatakan bahwa. Tabel 4. Syarat Pengujian Liliefors Hasil data uji normalitas yang diperoleh yaitu distribusi hasil belajar siswa yang diberikan perlakuan dengan menerapkanmodel Retelling Story dinyatakan berdistribusi normal baik pret-test maupun post-test. Hal ini dibuktikan dengan Lhitung 0,05 maka data dianggap berdistribusi homogen. Berdasarkan output AuUji StatistikAy yang didapatkan menjelaskan bahwa Asymp. Sig . -taile. bernilai sebesar 0,051> 0,05, 0,054> 0,05, 0,056> 0,05, dan 0,062> 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa Audata yang diperoleh berdistribusi homogenAy. Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti melakukan deskripsi data yang bertujuan untuk memperlihatkan mean . ata-rat. kemampuan menyimak dari kedua kelompok yang di uji. Hasil dari rata-rata tersebut dapat membuktikan apakah penggunaan model Retelling Story dalam kemampuan menyimak memiliki dampak yang signifikan. Hasil dari rata-rata kemampuan menyimak dapat dilihat pada tabel deskripsi di bawah ini: Gambar 5. Uji Levene Statistic Gambar 2. Deskripsi Data Kemampuan Menyimak Deskripsi data pada gambar 5 menunjukkan model retelling Story dapat dimanfaatkan dalam mengupaya meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Perbandingan yang diperoleh dari hasil sebelum dan sesudah tes juga memperlihatkan bahwasanya kelas eksperimen memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Uji One Way Anova Uji One Way Anova adalah pengujian hipotesis yang bertujuan untukmengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan di dalam rata-rata kemampuan menyimak siswa. Nilai signifikansi dapat diketahui jika memenuhi syarat sebagai berikut: jika nilai signifikansinya > 0,05, maka nilai kemampuan menyimak dianggap sama. Jika nilai signifikansinya < 0,05, maka nilai kemampuan menyimak siswa dianggap berbeda. Hasil uji hipotesisone way anova untuk mengetahui hasil signifikansi kemampuan menyimak siswa dapat dilihat melalui gambardi bawah ini. Gambar 3. Hasil Uji Hipotesis dengan One Way Anova Hasil olah data memperoleh nilai sig . -taile. = 0,000. Sehingga sig . -taile. menghasilkan 0,000 < 0,05 sehingga terdapatperbedaan yang signifikan antara hasil data keterampilan menyimak kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain bahwa penerapan menggunakan model Retelling Story dapat menghasilkan dampak yang positif terhadap Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN:2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 94 | Faddila Dwiyanti,Nani Solihati. / Cakrawala 18 . kemampuan menyimak siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan olehPayuyu et al. , . bahwa penerapan model Retelling Story diterapkan sebagai salah satu strategi agar peserta didik dapat menyampaikan peristiwa yang terdapat di dalam sebuah cerita dengan disampaikan menggunakan rangkaikan kata yang bervariasi untuk memperindah jalan Kegiatan belajar mengajar menggunakan model Retelling Storymemiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan memfasilitasi komunikasi aktif antara siswa dan Menurut Maulida & Ridwan . model Retelling Story merupakan model pembelajaran yang diimplementasikan dengan cara mengulang kembali cerita guna menciptakan peserta didik dalam meningkatkan kemampuan daya ingat yang dimiliki. Kemampuan daya ingat dalam memahami isi cerita dapat diungkapkan dengan gagasan dan disampaikan dengan bahasa lisan yang beragam. Penerapan model pembelajaran Retelling Story diimplementasikan berdasarkan 4 aspek, yaitu: kemampuan menyimak, kemampuan menangkap isi, kemampuan memahami, dan kemampuan menanggapi. Implementasi dari hasil menyimak menggunakan model Retelling Story ini menghasilkan temuan yang sesuai dengan penelitian sebelumnya. Norma . mengemukakan bahwa penerapan model Retelling Story dapat menciptakan peserta didik untuk memiliki kepahaman dalam menerima informasi yang terkandung di dalam sebuah cerita. Model ini juga dapatmenumbuhkan kemampuansiswauntuk meningkatkan imajinasi dan menambah pengetahuan siswa terhadap nilai kebaikan yang terkandung di dalam cerita. Pada hasil uji one way anova, peneliti memperoleh hasil yang signifikansi dalam menciptakan kemampuan menyimak peserta didik setelah diberikan perlakuan. Hasil ini menandakan bahwa model pembelajaran Retelling Story dalam meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik yang sependapat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa penerapan modelRetelling Story atau menceritakan kembali cerita dapat membuat pendengar atau pembaca memahami informasi yang terdapat di dalam sebuah cerita(Sinaga, 2. Hasil dari analisis data secara keseluruhan menyatakan bahwa penerapan dengan model Retelling Storydalam meningkatkan kemampuan menyimak pada kelas eksperimen memberikan dampak positif berkenaan dengan peningkatan hasil kerja siswa, sedangkan pada kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan penerapan model Retelling Story memperoleh hasil yang lebih kecil dari kelas eksperimen. Siswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan menyimak menggunakan model Retelling Story memberikan fokus yang lebih terhadap informasi yang mereka simak. Hal ini dapat mempermudah siswa dalam memahami informasi yang diberikan. Selain itu, siswa dapat menceritakan kembali informasi dengan mengembangkan bahasa yang digunakan. Penerapan model Retelling Story menciptakan siswa yang aktif dan berpikir kreatif dengan mengulang kembali cerita namun tetap berada pada benang merah yang terdapat di dalam informasi yang Dengan demikian, model Retelling Story terbukti efektif dan dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa. KESIMPULAN Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan adanya dampak yang signifikan terhadap kemampuan menyimak siswa menggunakan model Retelling Story. Model Retelling story yang diterapkan dalam penelitian ini memperlihatkan adanya peningkatan yang lebih besar dari kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada penelitian ini ji normalitas dan uji homogenitas membuktikan bahwa data yang digunakan berdistribusi homogen dan normal. Selanjutnya, hasil uji One Way Anovamemperoleh hasil 0,000 < 0,05 yang menyatakan bahwa implementasi model pembelajaran Retelling Storymemperoleh hasil yang signifikan dalam Pengaruh Model Retelling Story TerhadapKemampuanMenyimakSiswa | 95 | menciptakan kemampuan menyimak peserta didik. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu terdapat pengaruh dari model pembelajaran yang diterapkan menggunakan modelRetelling Story terhadap kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 150 Jakarta. DAFTAR PUSTAKA