Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 350-360 Cyberbullying dalam Media Sosial Facebook (Analisa Media Cyber Pada Grup Facebook Bebas Bicara Ne. Yaveth Y. Liufeto1. Petrus Ana Andung2. Juan A. Nafie3 1,2,3 Program Studi Ilmu Komunikasi. FISIP. Universitas Nusa Cendana ABSTRAK Cyberbullying merupakan suatu perilaku atau suatu tindakan yang ditujukan kepada seseorang secara berulang-ulang dengan sengaja, dengan cara memuat postingan berupa foto/video/teks melalui media digital salah satunya adalah media sosial facebook dengan tujuan menghina, mempermalukan, mengancam ataupun memaki seseorang. Cyberbullying juga tergolong sangat meresahkan karena dapat terjadi setiap saat dan konten dari cyberbullying dapat dengan mudah dan cepat Salah satu media sosial yang menjadi sarana atau tempat terjadinya perilaku cyberbullying adalah facebook. Facebook merupakan salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Dari cyberbullying dalam media sosial facebook penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tahapan atau prosedur terbentuknya cyberbullying pada media sosial facebook dalam grup Viktor Lerik bebas bicara new, pemaknaan tentang cyberbullying dan untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan cyberbullying dalam grup Viktor Lerik bebas bicara new. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisa media siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur atau tahapan terjadinya perilaku cyberbullying dalam media sosial facebook pada grup Viktor Lerik terjadi melalui beberapa tahap yakni, bergabung dalam grup, lalu memposting konten yang bersifat bullying, dan kemudian postingan tersebut di komentari oleh anggota atau pengikut grup tersebut. Kedua pemaknaan tentang cyberbullying ditemukan dalam pesan gambar, pesan emotikon dan komentar yang ketiganya mengandung bentuk cyberbullying tentang image of victim spread . enyebaran fot. , threatened physical harm . engancam keselamatan fisi. , dan opinion slammed . endapat yang merendahka. dengan caption menghina korban. Ketiga terdapat tiga motif yang mendasari terjadinya perilaku cyberbullying yakni tidak menyukai perilaku korban, balas dendam dan karena terpengaruh oleh pengguna lainnya Kata Kunci : cyberbullying, media sosial, facebook, grup facebok Viktor Lerik bebas bicara new. Cyberbullying On Social Media Facebook (Cyber Media Analysis on Facebook Group Bebas Bicara Ne. ABSTRACT Cyberbullying is a behavior or an action directed at someone repeatedly on purpose, by posting photos/videos/text via digital media, one of which is social media Facebook with the aim of insulting, embarrassing, threatening, or cursing Cyberbullying is also classified as very disturbing because it can happen at any time and content from cyberbullying can easily and quickly spread. One of the social media that is a means or place for cyberbullying behavior is Facebook. It is one of the social media with the most users in Indonesia. This research was conducted to know the procedures for the formation of cyberbullying on social media Facebook in the Viktor Lerik Group "Bebas Bicara New", the meaning of cyberbullying, and find out the motives of the perpetrators in carrying out cyberbullying in the group. This research is qualitative research using cyber media analysis methods. The results of the study show that the procedure or stages of cyberbullying behavior on social media Facebook in the Viktor Lerik group occur through several stages, namely, joining the group, then posting bullying content. Then the post is commented on by members or followers of the group. The two meanings of cyberbullying were found in picture messages, emoticon messages, and comments which all three contain forms of cyberbullying about the image of the victim spread . preading photo. , threatened physical harm . hreatening physical safet. , and opinion slammed . egrading thought. with insulting captions to victims. Third, three motives underlie the occurrence of cyberbullying behavior, namely dislike of the victim's behavior, revenge, and being influenced by other Keywords: cyberbullying, social media, facebook, grup facebok Viktor Lerik bebas bicara new Korespondensi: Juan Ardiles Nafie. Kom. Kom. Prodi Ilmu Komunikasi. Fisip. Undana. Email: nafie@staf. CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK (YAVETH Y. LIUFETO. PETRUS ANA ANDUNG. JUAN A. NAFIE) Menurut data pengguna facebookIndonesia dalam PENDAHULUAN informasi yang berkembang pesat di kalangan Adanya keuntungan dari segi ruang dan waktu dalam Salah satu, layanan komunikasi yang makin berkembang di masyarakat adalah media sosial. Media sosial adalah salah satu sarana komunikasi yang membantu manusia bingkai statistik hingga saat ini. Facebook masih cukup digemari oleh para netizen. Bahkan plaftorm digital ini mempunyai pengguna aktif bulanan atau monthly active user (MAU) yang tidak sedikit jumlahya. Per Januari 2021, situs sejaring ini telah mencapai 2,7 miliar MAU, dan memposisikannya sebagai media sosial terpopuler dan terbanyak digunakan di dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya pengguna bulanan Facebook sehingga mengungguli beberapa platform digital lainnya seperti Youtube. WhatsApp, dan Instagram. Dampak negatif dari facebook semakin terasa tiap dalam berkomunikasi antar sesama serta sebagai wadah dalam promosi, menyalurkan gagasan maupun ide. Berkembangnya teknologi dan infomasi menjadikan bertambahnya kemajuan media sosial dari waktu ke waktu. Dampak dari mempengaruhi pola pikir/cara pandang, gaya hidup dan cara berinteraksi dengan orang lain baik budaya maupun antar bangsa. Sampai saat ini, penggunaan media sosial setiap harinya meningkat karena memberikan manfaat komunikasi ataupun berbagai aspek bagi kehidupan. Akan tetapi, meskipun media sosial memberikan manfaat yang positif, penggunaan media sosial yang tidak benar dan bijak akan memberikan dampak negatif bagi harinya, walaupun para pengguna facebook banyak yang tanpa sadar akan pengaruh negatif yang ditimbulkan. Terdapat dua garis besar dampak negatif yang ditumbulkan oleh penggunaan facebook. Dampak yang pertama yaitu mereka tidak peduli lagi akan lingkungan sekitarnya, dimana orang yang telah facebook akan membangun dunianya sendiri tanpa ada interaksi dengan orang lain. Dampak yang kedua dengan penggunaan facebook yang terlalu sering dan kurangnya sosialisasi dengan lingkungan menjadikan seseorang meningkatkan potensi stres bahkan depresi yang ditimbulkan oleh facebook jika terlalu seringdan terlalu lama menggunakan facebook. pengguna media, salah satu dampak yaitu adanya pembulian melalui media sosial. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh calon peneliti dalam media sosial facebook pada grup Dalam buku yang berjudul facebook karya Viktor Lerik bebas bicara new, yang merupakan salah (Hendroyono, 2. , menjelaskan bahwa Mark satu grup facebook terbesar di Kota Kupang dengan Zuckberg, mulai mengembangkan jejaring yang ia jumlah anggota atau pengikut saat ini berjumlah 20. sebut facebook pada tanggal 4 Februari 2004. anggota, namun jumlah anggota atau pengikut akan Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 350-360 terus bertambah seiring berjalannya waktu di komunikasi khalayak itu sendiridi dunia virtual . elihat karenakan banyaknya pengguna facebook di era saat teknologi media dan manusia/penggunany. , seperti Grup Viktor Lerik bebas bicara new ini, bersifat Cyberbullying yang terjadi dalam media sosial facebook. privat, artinya setiap informasi yang di muat dalam Artikel ini berujuan untuk mengetahui tahapan atau grup tersebut hanya dapat dilihat oleh anggota yang prosedur terbentuknya cyberbullying pada media sosial telah terdaftar didalamnya dan tidak bisa dilihat facebook dalam grup Viktor Lerik bebas bicara new, oleh pengguna facebook yang belum terdaftar. Awal mendeskripsikan pemaknaan tentang cyberbullying serta mula terbentuknya grup tersebut adalah untuk mengetahui motif pelaku melakukan cyberbullying. informasi apapun yang sedang terjadi, namun berkembang sehingga,grup tersebut bisa digunakan juga untuk bisnis online seperti jualan baju, perabotan rumah tangga dan lain-lain. Dari hasil pengamatan calon peneliti menemukankurang lebih 8 grup dengan nama yang sama namun, dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada salah satu grup media sosial facebook yaitu Viktor Lerik bebas METODE PENELITIAN Penelitian konstruktivisme di mana ilmu-ilmu non alam sebagai sebuah kajian yang mengandalkan kekuatan peneliti dalam melakukan pengamatan berperan-serta sehingga dapat mendeskripsikan realitas social sealamiah mungkin menurut sudut pandang pelaku (Salim, 2006:. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengkaji setiap konten atau informasi yang ada pada grup facebook Viktor Lerik bebas bicara baik dalam bentuk teks, foto maupun video. bicara new. Sehingga melalui hasilpengamatan dan cyberbullying atauperundungan yang terjadi dalam grup ViktorLerik bebas bicara new, dengan hanya berfokus pada satu masalah seperti contoh kasus Metode yang digunakan adalah analisis media memposting foto dengan kata-kata atau kalimat dan juga komentar yang mengandung penghinaan atau mengandung bullying. siber untuk memahami realitas khalayak sebagai pengguna di dunia virtual. Menurut Nasrullah . alam Muljono, 2021:. menganalisis media sosial, terdapat dua unit analisis dan empat level analisis. Unit mikro yang terdiri dari level analisis ruang media . edia spac. dan dokumen media . edia archiv. Sedangkan, unit makro terdiri atas level analisis objek media . edia objec. dan pengalaman Studi ini termasuk jenis ke dalam penelitian kualitatif menggunakan metode Analisis Media Siber. Siber tidak saja pada teks media tetapi juga entitas . media tersebut dalam relasi atau . Peneliti menggunakan pendekatan Analisa Media Siber karena pada penelitian ini, penulis ingin meneliti secara mendalam mengenai cyberbullying yang terjadi dalam media sosial facebook pada grup CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK (YAVETH Y. LIUFETO. PETRUS ANA ANDUNG. JUAN A. NAFIE) Viktor Lerik bebas bicara new. bergabung dalam grup, namun biasanya pengguna HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN permintaan bergabung di setujui oleh Admin grup. HASIL PENELITIAN Kedua, memposting foto/video/teks. Setelah Prosedur atau tahapan terbentuknya disetujui oleh Admin untuk bergabung dalam grup cyberbullying dalam grup ViktorLerik bebas tersebut berdasarkan bicara new Level ruang media merupakan level dimana dapat mengungkap bagaimana struktur dari medium Jika mengambil contoh struktur media sosial yang dimaksud disini adalah bagaimana prosedur membuat akun, mempublikasikan konten, maupun aspek grafis dari tampilan media. secara otomatis pengguna facebook telah menjadi anggota atau pengikut grup facebook Viktor Lerik bebas bicara new. Dalam grup Viktor Lerik anggota atau pengikut biasanya bebas memposting informasi terkait bahkan menjadi ruang berbisnis bagi setiap anggota yang ingin menjalankan usahanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, namun Berdasarkan hasil observasi virtual dan baru-baru ini terdapat kebijakan dari admin grup wawancara yang dilakukan, peneliti menemukan sehingga informasi atau postingan- postingan yang ingin cyberbullying dalam grup Viktor Lerik di media di posting oleh pengikut atau anggota grup facebook sosial facebook melewati beberapa tahapan hingga Viktor Lerik harus diizinkan terlebih dahulu oleh admin muncul postingan-postingan dan komentar terkait dan Setelah diizinkan oleh admin barulah postingan kasus bullying yang diperantara oleh fitur- fitur tersebut diposting dapat di posting. pendukung yang disediakan facebook, sebagai berikut: Pertama, bergabung facebookViktor Lerik. Berdasarkan hasil observasi virtual yang dilakukan oleh peneliti, peneliti bahwa sebelum foto/video/teks terkait apapun itu pengguna facebook harus terlebih dahulu bergabung dalam grup tersebut, biasanya pada saat akan bergabung pengguna facebook mencari nama grup yang dituju untuk bergabung dengan mengetik nama grup dalam fitur pencarian yang di sediakan facebook, setelah nama grup muncul maka pengguna bisa mengklik untuk Ketiga. Setelah memposting foto/video/tekspada beranda grup otomatis konten atau postingan tersebut akan muncul pada beranda grup dan dapat dilihat oleh seluruh anggota grup Postingan atau konten tersebut dapat menuai beragam komentar karena didalam grup Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara New ini terdapat ruang atau wadahterbuka berupa kolom komentar dan jugabeberapa fitur lainnya seperti emotikan dan like yang dapat menyatakan pendapatnya atau berargumen terhadap suatu postingan yang di posting oleh pengguna lainnya. Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 350-360 baik komentar berupa kritikan, saran yang bersifat korban yang dimuat oleh pelaku yang tidak mengenakan negative maupun positif. baju dengan caption AyHuagantengAAy kalimat tersebut Pemaknaan tentang cyberbullying dalam grup Viktor Lerik Bebas bicara new. apabila dimaknai mengandung makna cyberbullying yang menghina korban secara tidak langsung dengan menyebarkan foto korban di media sosial facebook tanpa Berdasarkan hasil observasi virtual yang persetujuan dari korban dan menggunakan caption yang dilakukan oleh peneliti dalam grup facebook Viktor merendahkan korban serta emotikon muntah yang Lerik bebas bicara new peneliti menemukan gunakan dalam postingan tersebut, hal ini merupakan beberapa maknaberupa pesan gambar/foto, emotikon bentuk cyberbullying opinion slammed . endapat yang dan komentar yang terdapat dalam postingan dan Adapun kasus ketiga adalah postingan berkaitan erat dengan bentuk-bentuk cyberbullying yang dimuat oleh pelaku dengan caption yang cukup dalam grup tersebut, berdasarkan hasil temuan yang panjang dengan memperlihat foto Kepala Sekolah SMKN 5 Kupang yang apabila dicerna dari caption cyberbullying yang palingbanyak terjadi dalam grup panjang tersebut mengandung makna kekesalan dan Viktor Lerik yaitu image of victim amarah . dengan menggunakan kata-kata yang . enyebaran fot. , opinion slammed . endapat yang cukup kasar dilontarkan kepada Kepala sekolah. Diantarakata kasar yang digunakan yaitu : Aumakeup tebal . engancamkeselamatan fisi. kayak aspal jalur petuk, garis lurus itu alis ke jalan eltariAy. Kata-kata ini mengandung makna hinaan dan Pesan gambar/foto Dalam penelitian ini penelitmengambil 3 kasus sindiran langsung kepada ibu Kepala sekolah. pembulian yang terjadi didalam grup. Yang pertama Pesan emotikon bermula dari pelaku yang memposting foto korban Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh dengan caption Aukaka dong beta pu bibir bagus angAy peneliti, peneliti menemukan bahwa cyberbullying yang terjadi dalam grup facebook Viktor Lerik tidak hanya Indonesia artinya AuKakak- kakak bibir saya berupa foto/video/teks namun terdapat juga emotikon baguskanAy dimaknaisebagai tindakan cyberbullying yang mendukung terjadinya cyberbullying. Emotikon karena mengandung makna menghina ataumenyindir adalah sebuah simbol atau kombinasi dari simbol-simbol Berdasarkan foto yang dimuat dapat dilihat yang biasanya digunakan untukmenggambarkan ekpresi bahwa bibir korban terlihat cukup tebal dan lebar sehingga caption tersebut bukanlah mengandung perasaan lainnya dalam bentuk pesan atau tulisan. Dalam pujian melainkan sindiran kepada korban melalui penelitian ini peneliti menemukan beberapa konten body shaming. Kasus kedua yaitu postingan foto diterjemahkan kedalam manusia, baik itu mengandung emosi atau yang mengandung pesan emotikon CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK (YAVETH Y. LIUFETO. PETRUS ANA ANDUNG. JUAN A. NAFIE) diantaranya konten pelaku yang memuat foto korban korban yang dianggap bahan lelucon dengan tujuan dengan emotikon ketawa dan muntah, emotikon menghina, sontak postingan tersebut menuai berbagai tersebut menjelaskan bahwa pelaku merasa lucu komentar dari anggota dengan tingkah laku korban yang suka melakukan cyberbullying seperti kalimat Ay lalat masuk ju sonde chat mesum dan emotikon muntah mewakili rasa terasaAy kalimat tersebut jika diartikan dalam bahasa jijiknyakepada korban yang merasa dirinya tampan. Indonesia artinya Aulalat masuk kedalm mulut tidak Sontak postingan itu juga terasaAy kalimat ini mengandung bentuk cyberbullying mendapat berbagai komentar dengan emotikon yangserupa. grup yang opinion slammed . endapat yang merendahka. Sedangkan 2 kasus lainnya yang peneliti kaji tidak terdapat pesan emotikon dalam teksnya hanya diwakili melalui like dan dislike yang menggunakan dimana dalam kolom komentar terdapat kata-kata yang di tujukan kepada korban dengan maksud penghinaan secara tertulis. emotikon ketawa, marah dan emot like biasa. Menurut peneliti itu sudah mewakili pesan dari teks yang dimuat oleh pelaku karena mewakili perasaan para anggota grup baik pelaku pemosting maupun anggota lainnya. Komentar Selain pesan dalam bentuk postingan foto/video/teks dan emotikon yang mengandung Gambar 1. Bukti screenshot komentar kasus pertama dan komentar yang disediakan oleh media social facebook, sehingga menjadi wadah atau sebuah ruang terjadinya tindakan cyberbullying, dalam hal Sedangkan kasus kedua juga terdapat komentar initerdapat berbagai komentar yang bersifat postif yang mengandungmakna cyberbulliyng yakni pada maupun negative. namun pada penelitian ini konten yang di posting oleh akun yang berinisial AuITPAy mengundang berbagai komentar negatif mengandung cyberbullyingseperti yang terjadi pada seperti kalimat Aygantengnya tidak terlalu tapi, kasus-kasus yang telah peneliti kaji diatas, yang gatelnya minta ampunAy kalimat ini di maknai mana pada kasus pertama yakni kasus penghinaan sebagai kalimat fisik atau body shaming yang dialami oleh korban citra diri korban, hal ini merupakan bentuk dimana pelaku memposting foto bagian tubuh cyberbullying opinion slammed . endapat yang cyberbullying karena merusak Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 350-360 usia dan semuanya bisa mengakses untuk menggunakan Adapun kasus ketiga yang menuai komentar negatif adalah postingan mengenaikepala sekolah di salah satu SMKN di Kota Kupang yang diduga melakukan penggelapan dana sekolah sehingga membuat pelaku memposting foto korban dengan kalimat yang tidak sopan sehingga mendapat komentar negatif dari anggota grup. Salah satu komentar yang mengandung makna cybrbullying yaitu pada komentar yang berbunyi Au yang begini media sosial sesuka hatinya. Akan tetapi masih banyak pengguna media sosial yang belum memahami betul cara penggunaan media sosial secara bijak dan benar yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain sehingga tidak memberikan dampak atau masalah yang diperoleh dari penggunaan yang berlebihan. Contoh kasus yang marak ditemukan di media sosial yaitu cyberbullying dimana seringkali ditemui di facebook, twitter, instagram dan media sosial lainnya. dong tu sikat kasih abis saAy yang artinya Auyang Cyberbullying merupakan suatu kejahatan atau seperti ini harus di basmiAy kalimat inimengandung perundungan di dunia maya yakni merupakan kejahatn makna mengancam dan mempermalukan korban, yang terjadi ada anak-anak, remaja, dewasa maupun perilaku ini merupakan bentuk tindakan kekeran orang tua tanpa menyentuh fisik atau tidak mlukai siber dalam jenis Threatened Physical Harm karena berpotensi mengancam nyawa orang lain. Hal ini intimidasi tersebut dilakukan melalui media, salah terindikasi melalui narasi yang digunakan seperti satunya yaitu media sosial facebook. Perkembangan kata AumatiAy atau AubunuhAy berkaitan erat dengan dan penggunaan yang semakin pesat saat ini tidak persoalan keselamatan orang lain. Selain itu menutup kemungkinan bagi siapa saja yang dapat ditemukan pula narasi yang merendahkan orang menjadi korban atau pelaku cyberbullying. Penggunaan lain lewat komentar netizen atau anggota grup yang media sosial yang secara bebas dan tidak terkontrol secara tidak langsung menghina dan bahkan tidak membuat orang lain merasa takut untuk merendahkan martabat orang lain. melakukan perundungan maupun intimidasi kepada orang lain dan bersembunyi dibalik akun-akun palsu. Motif pelaku melakukan cyberbullying dalam Tujuan adanya media sosial adalah untuk media sosial grup facebook Viktor Lerik Bebas menjalin hubungan atau menjaga komunikasi secara bicara new. sehari-hari penggunaan baik dengan sesama pengguna media sosial lainnya, media sosial semakin berkembang pesat. Media namun orang-orang telah menyalahgunakan tujuan sosial juga bukan hal yang baru atau asing dikalangan tersebut dan menggantikannya dengan mengintimidasi masyarakat dikarenakan media sosial dapat diakses atau melakukan tindakan cyberbullying di media sosial. dengan mudah oleh semua orang dengan berbagai Interaksi dimedia sosial yang meniadakan tatapan wajah Dalam kehidupan atau kontak mata secara langsung antara sesama CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK (YAVETH Y. LIUFETO. PETRUS ANA ANDUNG. JUAN A. NAFIE) pengguna ssehingga memberikan peluang bagi dia pantas membuli si korban dengan cara memposting seseorang untuk melakukan cyberbullying pada foto korban di akun facebook Viktor Lerik bebas bicara orang lain. Pelaku cyberbullying memiliki motif new hal itu dilakukan dengan tujuan balas dendam. untuk menghakimi dan mengintimidasi orang lain. Ketiga, kurangnya pemahaman tentang etika seperti mendapatkan kepuasan setelah melakukan bermedia sosial dan terpengaruh olehpengguna lainnya. cyberbullying, hanya untuk bersenang-senang dan RS, salah satu anggota atau pengikut aktif grup mencari hiburan, pelaku beranggapan bahwa apa yang dilakukannya merupakan hal yang wajar karena memberikan pendapat setiap orang bebas untukberpendapat, hal tersebut melakukan cyberbullying di medi sosial facebook juga membuat pelaku cyberbullying merasa bahwa karena ia juga sering mengamati grup tersebut dan dirinya lebih hebat dibandingkan dengan orang lain. aktivitas yang ada didalamnya. Menurutnya orang yang Dalam penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa motif yang menjadi alasan terjadinya tindakan cyberbullying yang telah disampaikan oleh para informan antara lain: Viktor Lerik melakukan cyberbullying itu biasanya selain sekedar iseng-isengmereka juga terbatas pengetahuan mengenai bagaimana menggunakanmedia sosial yang seharusnya. PEMBAHASAN pertama, tidak meyukai perilaku korban. FE, Adapun Prosedur atau tahapan terbentuknya selaku pelaku cyberbullying di grup Viktor Lerik cyberbullying dalam grup Viktor Lerik Bebas Bicara bebas bicara new, saat di wawancarai pada tanggal New berdasarkan hasil kajian ditenemukan bahwa 30 November 2022 mengatakan bahwa ia merasa emosi dan kesal saat mendapati postingan- pengguna media sosial terlebih dahulu bergabung postingan yang berkaitan dengan sesuatu yang menjadi anggota grup. Setelah terdaftar menjadi anggota dianggapnnya sangat konyol yang membuatnya barulah pengguna memuat konten atau postingan yang tidak menyukai perilaku korban sehingga ia dapat memicu terjadinya konflik yang mengakibatkan memberikan komentaryang yang bersifat bullying. terbentuknya perilaku cyberbullying melalui kolom Kedua, balas dendam. SK, informan kedua komentar yang disediakan oleh media sosial facebook. yang juga merupakan pelaku cyberbullying dalam Konten dimuat umumnya mengundang grupfacebook Viktor Lerik, saat di wawancarai pada banyak komentar baik negatif maupun positif. Namun tanggal 15 Oktober 2022, juga mengungkapkan kebanyakan konten yang diposting berisi hal-hal negatif alasannya melakukan cyberbullying merasa geram yang memicu pengguna secara bebas mengespresikan dengan kelakuan korban yang mana menurutnya perilaku cyberbullying. suka merusak barang-barang kios, jadi menurut SK Fenomena ini bila dilihat menggunakan kaca mata Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 350-360 teori SCOT maka dapatlah dikatakan bahwa SIMPULAN teknologi dalam hal ini platform digital berbasis Cyberbullying yang terjadi di dalam grup jejaring sosial sesungguhnya bersifat netral dan facebook Viktor Lerik bebas bicara new, terjadi teknologi tidak sama sekali memicu dan membentuk melalui beberapa prosedur atau tahapan yaitu sifat dari para netizen atau anggota grup (Nurhalidah penggunafacebook terlebih dahulu bergabung dalam & Briandana, 2. Sebaliknya para pengguna grup kemudian akan di terima oleh admin grup dan teknologi itulah yang mengonstruksi teknologi setelah di terima sebagai anggota para pengguna bisa keluar dari hakekatnya sehingga menghasilkan memposting foto/video maupun teks, dan setelah dampak yang kurang menguntungkan bagi orang postingan di muat maka postingan akan muncul pada beranda grup facebook, lalu kemudian postingan Sebagaimana disebutkan. grup Viktor Lerik akan dikomentari oleh anggota atau pengikut grup Bebas Bicara New ini, menyediakan ruang bagi para tersebut sehingga menimbulkan masukan yang pro anggota untuk bebas bicara atau mengekspesikan diri dan kontra dari netizen. selama tergabung sebagai anggota. Para anggota pun Terdapat kemudian memanfaatkan ruang yang disediakan media facebook dengan cara memuat konten-konten di antaranya, pemaknaan pesan foto/video/teks, pemaknaan pesan emotikon dan baik berupa informasi, kritikan, hinaan, kecamandan juga candaan yang akhirnya menimbulkan pro dan Dengan bentuk-bentuk cyberbullying paling sering terjadi yaitu dalam kontra dari berbagai pihak, seperti yang ditemukan bentuk image of victim spread . eyebaran fot. , oleh peneliti yaitu pesan-pesan yang mengandung threatened physical harm mengancam keselamatan makna cyberbullying baik melalui foto, video, teks, fisi. dan opinion slammed . endapat yang emotikon dan komentar. Sementara itu ditemukan tiga motif Berdasarkan mengandung makna cyberbullying dalam bentuk cyberbullying yakni tidak menyukai perilaku image of victim spread. eyebaran fot. , threatened korban, motif balas dendam dan terpengaruh oleh physicalharm . engancam keselamatan fisi. dan pengguna lainnya. opinion slammed . endapat yang merendahka. DAFTAR PUSTAKA