Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial dan Keagamaan e-ISSN: 2656-7628, p-ISSN: 2338-8862 Volume 14. Edisi I (Juni 2. , w. an-nadwah. PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Hasanuddin1. Siti Salmiati2 IAI An-Nadwah Kuala Tungkal MAN 2 Tanjung Jabung Barat Email: 1hasanudin70ktl@gmail. Abstrak Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis konsep dan prinsip kewirausahaan dalam Islam, mengeksplorasi tantangan dan peluang pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan, serta mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah (Library Researc. hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan memiliki manfaat yang signifikan. Mahasiswa yang mendapatkan pendidikan ini dilengkapi dengan keterampilan bisnis, kepemimpinan, dan kreativitas yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha yang sukses. Selain itu, pendidikan ini juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan dalam perspektif global. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peran aktif lembaga pendidikan tinggi Islam dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia bisnis global yang semakin kompleks. Kata Kunci: Pendidikan Tinggi. Kewirausahaan. Global PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, perkembangan ekonomi menjadi fokus utama bagi negaranegara di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya interkoneksi dan interdependensi antara negara-negara melalui perdagangan internasional, investasi asing, dan arus informasi. Dalam konteks ini, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menjadi penting karena dapat memberikan keuntungan ekonomi, sosial, dan politik bagi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa adanya inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan yang kuat1. Inovasi merujuk pada kemampuan untuk menciptakan dan menerapkan ide-ide baru, teknologi, dan proses yang membawa perubahan Helisia Margahana dan Eko Triyanto. AuMembangun Tradisi Entrepreneurship Pada MasyarakatAy. Edunomika Jurnal. Vol. No . 2, 2019, 300. Page | 54 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL positif dalam berbagai sektor ekonomi. Kreativitas berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir secara niscaya, fleksibel, dan out-of-the-box, sehingga dapat menghasilkan solusi baru dan ide-ide yang unik. Sedangkan kewirausahaan melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengambil risiko yang terukur, dan mengelola usaha dengan Oleh karena itu, pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam dunia bisnis Pendidikan tinggi harus mampu mengembangkan kemampuan inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan2 pada mahasiswanya melalui kurikulum yang relevan dan pendekatan pembelajaran yang interaktif. Mahasiswa perlu dilengkapi dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan kompleks di pasar global. Selain itu, pendidikan tinggi juga harus memfasilitasi pengembangan jaringan dan koneksi di antara mahasiswa dengan dunia bisnis global. Melalui kerjasama dengan perusahaan, lembaga keuangan, dan organisasi bisnis lainnya, mahasiswa dapat terlibat dalam pengalaman nyata, magang, atau proyek kolaboratif yang dapat meningkatkan pemahaman mereka3 tentang praktik bisnis global dan memperluas jaringan mereka. Dalam konteks pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan, pendidikan harus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip-prinsip kewirausahaan4 Ini berarti mengajarkan mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam praktik bisnis mereka, seperti etika bisnis yang adil, keberlanjutan, dan keadilan sosial. Pendekatan ini dapat membantu mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan di komunitas Muslim dan global secara keseluruhan. Permintaan terhadap pendidikan tinggi Islam semakin meningkat di seluruh dunia karena adanya keinginan banyak mahasiswa Muslim untuk menggabungkan nilai-nilai agama mereka dengan pengetahuan dan keterampilan bisnis. Hal ini mencerminkan kebutuhan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang tidak hanya memperkuat identitas agama mereka, tetapi juga Suharyadi dkk. Kewirausahaan: Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda (Jakarta: Salemba Empat, 2. , 7. Buchari Alma. Kewirausahaan (Bandung: Alpabeta, 2. , 5. Made Dharmawati. Kewirausahaan (Jakarta: Rajawali, 2. , h. Page | 55 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL memberikan keterampilan yang relevan dalam konteks bisnis global. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tinggi Islam perlu mengembangkan program-program yang mengintegrasikan kewirausahaan dengan nilai-nilai agama Islam. Dalam mengembangkan program-program ini, lembaga pendidikan tinggi Islam harus memperhatikan dua aspek penting. Pertama, program tersebut harus menyediakan pengetahuan dan keterampilan bisnis yang diperlukan untuk beroperasi di dunia bisnis global yang semakin Mahasiswa perlu memahami konsep bisnis, manajemen, pemasaran, keuangan, dan teknologi informasi yang relevan dengan kegiatan wirausaha. Mereka juga perlu diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan ini melalui proyek bisnis simulasi atau magang di perusahaan yang ada. Kedua, program-program tersebut harus mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dalam Ini mencakup pengajaran tentang etika bisnis Islam, keadilan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan transparansi dalam transaksi bisnis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan dalam praktik bisnis, termasuk dalam pengambilan keputusan, hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Perintah untuk berwirausaha, telah Allah Swt berikan dalam Q. Al-Jumuah Ayat 9 sampai 11 berikut ini: a aAOA ca AaO EaEA AA EOa aI eI O eacO aI eE a aI a a Aa e a eO aEO a eE a NA a aAcEEa aOa aO eEa eO a a aEEa eI aO Ue EacEa eI eaI Ea eI a eI a eEa aI eOIa Aa aa CA a AOeaOac aN Eac aOeIa aIIa eeO aa Ia eOA A U a eO Ea eN UO eIAa eeacO aEa eO aNA e aA aO eaa eO aI eI AA ca AEA a A aE NA a AA EO a Aa eIa aa eO AaO eEa eA a AcEE aOeEa aO NA a AcEE aEaO Ue Eac aEacEa eI a eA aE a eOIa aOaa a a eO a aA n aAE aCaOeIA AcEEa aO ae NA A aa aO NA AaO aaEa eOEa Ca aiO UI a Ca eE aI a eIa NA a AcEEa aO Ue a caIIa EEac eN aO aO aIIa Ea ca aA AuWahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari JumAoat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi. carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhamma. sedang berdiri . Katakanlah. AuApa yang ada di sisi Allah Page | 56 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL lebih baik daripada permainan dan perdagangan,Ay dan Allah pemberi rezeki yang Ay5 Dengan menggabungkan kewirausahaan dan nilai-nilai agama Islam, program-program pendidikan tinggi Islam dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Mahasiswa akan dilengkapi dengan keterampilan bisnis yang dibutuhkan dalam dunia kerja global, sementara pada saat yang sama mempertahankan integritas agama mereka. Mereka akan dapat menjalankan usaha dengan etika yang baik, mengutamakan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan dampak positif dalam bidang ekonomi dan sosial. Selain itu, pengembangan program-program pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan juga dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap komunitas Muslim dan ekonomi umat Islam secara keseluruhan. Dengan melahirkan generasi wirausahawan yang terampil dan beretika, lembaga pendidikan tinggi Islam dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, pengurang tingkat pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan di komunitas Muslim. Hal ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap ekonomi luar dan memperkuat kedudukan umat Islam di pasar global. Berdasarkan latar belakang tersebutlah, tulisan ini mengacu pada tema AuPengembangan Pendidikan Tinggi Islam Berorientasi Kewirausahaan Dalam Perspektif GlobalAy permasalahannya adalah Konsep dan Prinsip Kewirausahaan dalam Islam. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pendidikan Tinggi Islam Berorientasi Kewirausahaan dalam Perspektif Global. Strategi Pengembangan Pendidikan Tinggi Islam Berorientasi Kewirausahaan. Peran Lembaga Pendidikan Tinggi Islam dalam Mendukung Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Global. PEMBAHASAN KEWIRAUSAHAAN DALAM KONSEP ISLAM Mendith, mengatakan kewirausahaan merupakan gambaran dari orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan daripadanya, serta mengambil tindakan yang Al-Jumuah: 62:10-11. Page | 57 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL tepat guna memastikan kesuksesan6, kemudian Schumpeter, mengatakan wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan mengombinasikan cara-cara baru untuk menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Definisi kewirausahaan dalam Islam mengacu pada konsep dan praktik berwirausaha yang sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. 8 Kewirausahaan dalam Islam melibatkan aktivitas bisnis yang dilakukan dengan tujuan mencari keuntungan ekonomi, namun juga dengan mempertimbangkan aspek moral, etika, dan keadilan sosial. Dalam Islam, kewirausahaan dilihat sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan umum dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat. Kewirausahaan yang berlandaskan Islam melibatkan penggunaan kreativitas, inovasi, dan keberanian dalam menjalankan bisnis, tetapi juga mematuhi prinsip-prinsip agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan, manusia, dan Islam menganjurkan untuk melakukan wirausaha, banyak ditemukan ayat Al-QurAoan yang mendorong umat Islam untuk berwirausaha. sebagai berikut: Q. S Al-Mulk Ayat 15 Berikut: AO aIIa aEa aN aOEaEa eO aI eI a ca eC aaN aOaEa eO aN EIaca eO aA e aA aEa eO UeE AA a AO aa aE EaEa aI ea eA e AN aaO Eac aA e aAIa eO AA AuDialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepadaNyalah kamu . embali setela. Ay 9 Berdasarkan pemaparan ayat di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi. Kreatifitas merupakan skill yang penting dalam menciptakan peluang bisnis dan mengembangkannya. Secara umum, definisi kewirausahaan dalam Islam mencakup beberapa elemen penting, antara lain: Panji Anorga dan Joko Sudantoko. Koperasi: Kewirausahaan Dan Pengusaha Kecil, (Jakarta : Rineka Cipta, 2002 ), 137. Edy. Dwi Kurniati. Kewirausahaan Industri (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 131. Faisal Badroen. Etika Bisnis Dalam Islam (Jakarta: Prenada Media Group, 2. , 6. S Al-Mulk: 67:15. Page | 58 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Kepercayaan kepada Allah (Tawhi. : Kewirausahaan dalam Islam didasarkan pada keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah. Wirausahawan Muslim memahami bahwa kesuksesan dan kegagalan dalam bisnis mereka ditentukan oleh Allah, dan mereka harus bergantung sepenuhnya pada-Nya dalam segala aspek bisnis. Etika Bisnis Islam: Kewirausahaan dalam Islam melibatkan praktik bisnis yang adil, jujur, dan transparan. Wirausahawan Muslim diwajibkan untuk menghindari praktik-praktik yang diharamkan dalam Islam, seperti riba . , gharar . , dan maisir . Mereka harus menjalankan bisnis dengan integritas tinggi, mematuhi kontrak dan kesepakatan, serta memberikan layanan atau produk yang sesuai dengan nilai-nilai Pemberdayaan Ekonomi: Kewirausahaan dalam Islam berfokus pada pemberdayaan ekonomi10 dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Wirausahawan Muslim diharapkan untuk menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata pada pembangunan ekonomi. Prinsip ini mencerminkan visi Islam yang mengutamakan keadilan dan keberlanjutan dalam hubungan ekonomi. Tanggung Jawab Sosial: Kewirausahaan dalam Islam melibatkan tanggung jawab sosial yang tinggi. Wirausahawan Muslim diharapkan untuk mempertimbangkan kemaslahatan bersama . dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mereka harus menjalankan bisnis dengan cara yang memberikan manfaat sosial, seperti berinvestasi dalam pengembangan masyarakat, menjaga lingkungan, dan memberikan kontribusi pada pengentasan kemiskinan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dan etika dalam praktik bisnis mereka, wirausahawan Muslim diharapkan dapat menjalankan kewirausahaan dengan penuh tanggung jawab, menghasilkan keuntungan yang halal, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Rafik Isa Beekun. Etika Bisnis Islami (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 3. Page | 59 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Berwirausaha berarti melakukan aktifitas kerja keras dalam Islam. Kerja keras haruslah dilandasi dengan iman. Bekerja dengan berlandaskan iman mengandung makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan senantiasa mengingat dan mengharap ridha Allah dan dinilai sebagai ibadah. Seorang muslim memang diperintahkan Allah bekerja untuk memenuhi kehidupan hidupnya. Sebagaimana firman Allah dalam Q. S Al-JumuAoah ayat 10 berikut ini : e aA aO e aa eO aI eI AA aAcEEa aEaO Ue EacaEacEa eI a eA aE a eOIA a aAOA ca A EA AcEEa aOeEa aO NA A aE NA a AA EO a Aa eIa aa eO AaO ea eA a a aa CA AuApabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi. carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntungAy11. Rasulullah juga menganjurkan seorang muslim untuk menjadi wirausahawan. Sebagaimana Rasulullah merupakan seorang wirausaha yaitu pedagang. Menjadi wirausaha sukses haruslah mempunyai syarat-syarat seperti semangat kerja, pengetahuan, kemampuan dan keahlian, disiplin, berani, inovatif, kreatif dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa12. Setiap progress dan perkembangan yang di ambil, maka seyogyanya pasti akan bertemu dengan tantangan dan peluang yang menghampiri, begitupula dalam upaya mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada kewirausahaan di era global13 saat ini. Berikut beberapa tantangan dan peluang tersebut ialah: Tantangan Keberagaman Konteks Global: Dalam perspektif global, pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan dihadapkan pada tantangan dalam mengakomodasi keberagaman konteks sosial, budaya, dan ekonomi di berbagai negara. Setiap negara memiliki kondisi dan kebutuhan unik dalam mengembangkan program kewirausahaan Islam, sehingga pendekatan yang fleksibel dan adaptif diperlukan. Kesenjangan Pendidikan: Di beberapa negara, terutama di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim yang kurang berkembang, masih ada kesenjangan dalam akses dan S Al-JumuAoah: 62: 10. Sukwiaty dkk. Ekonomi (Jakarta: Yudisthira, 2. , 86. Venti Eka Satya. AuStrategi Indonesia Menghadapi Industri 4. 0Ay. Jurnal Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Vol. No. 09, 2018, 35. Page | 60 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL kualitas pendidikan tinggi. Tantangan ini mempengaruhi upaya pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan, karena ada kebutuhan mendesak untuk memperluas akses, meningkatkan fasilitas, dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa Muslim. Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Ilmu Pengetahuan: Pengembangan pendidikan tinggi Islam mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dengan kurikulum akademik yang Menggabungkan pemahaman agama yang kuat dengan disiplin ilmu pengetahuan dan keterampilan bisnis menjadi tantangan, membutuhkan pendekatan holistik dan terpadu dalam pengajaran dan pembelajaran. Peluang Permintaan Global akan Pendidikan Tinggi Islam: Permintaan terhadap pendidikan tinggi Islam semakin meningkat di seluruh dunia. Banyak mahasiswa Muslim yang ingin menggabungkan nilai-nilai agama mereka dengan pengetahuan dan keterampilan bisnis. Peluang ini membuka jalan bagi pengembangan programprogram pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan yang dapat memenuhi kebutuhan dan minat mahasiswa Muslim di berbagai negara. Kolaborasi Internasional: Dalam perspektif global, terdapat peluang kolaborasi internasional antara lembaga pendidikan tinggi Islam dan lembaga pendidikan tinggi lainnya di seluruh dunia. Kolaborasi ini dapat membantu dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum, dan berbagi praktik terbaik dalam pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan. Kontribusi pada Pembangunan Ekonomi dan Sosial: Pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi positif pada pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Melalui pendidikan yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang sukses dan bertanggung jawab, program ini dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi14, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan Kreativitas dan Inovasi: Dalam perspektif global, kewirausahaan yang berorientasi pada kreativitas dan inovasi menjadi sangat penting. Lembaga pendidikan Rachmat Slamet dkk. AuStrategi Pengembangan Ukm Digital Dalam Menghadapi Era Pasar BebasAy. Jurnal Manajemen Indonesia. Vol. No. 2 ,2016, 139. Page | 61 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL tinggi Islam dapat berperan dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam konteks kewirausahaan Dengan mengetahui dan mengidentifikasi tantangan dan peluang ini, lembaga pendidikan tinggi Islam dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pendidikan Hal ini akan membantu mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif, menciptakan solusi bisnis yang baru, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi global dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan. STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN Strategi pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan melibatkan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek15, mulai dari kurikulum hingga kemitraan Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan pendidikan tinggi Islam16 berorientasi kewirausahaan: Peningkatan Kurikulum: Pengembangan Islam kewirausahaan memerlukan penyusunan kurikulum yang komprehensif. Kurikulum ini harus mencakup pemahaman agama Islam yang kuat, disiplin ilmu pengetahuan terkait bisnis dan kewirausahaan, serta keterampilan praktis yang diperlukan dalam berwirausaha. Dalam kurikulum ini, nilai-nilai Islam seperti keadilan, etika bisnis, dan tanggung jawab sosial harus diintegrasikan secara konsisten. Peningkatan Kualitas Pengajaran: Dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan, penting untuk memastikan kualitas pengajaran yang tinggi. Dosen dan pengajar harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kewirausahaan dalam Islam serta keahlian dalam disiplin ilmu terkait. Peningkatan kualitas pengajaran dapat dicapai melalui pelatihan, peningkatan kompetensi, dan pengembangan program pengajaran yang interaktif dan praktis. Kemitraan dengan Industri: Mengembangkan kemitraan dengan industri merupakan strategi penting dalam pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan. Melalui kemitraan ini, lembaga pendidikan dapat memperoleh wawasan tentang kebutuhan pasar, tren industri, dan perkembangan bisnis terkini. Kemitraan ini juga dapat menyediakan Muh. Yunus. Islam dan Kewirausahaan Inovatif, (Malang: UIN Malang Press, 2. , 1. Ismail Yusanto. Menggagas Bisnis Islami (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 9. Page | 62 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek nyata, magang, atau berkolaborasi dengan pengusaha dan profesional di bidang terkait. Pemberdayaan Mahasiswa: Pendekatan pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan juga harus memperhatikan pemberdayaan mahasiswa. Mahasiswa perlu didorong untuk mengembangkan keterampilan bisnis, kepemimpinan, dan kreativitas melalui program ekstrakurikuler, pelatihan kewirausahaan, dan kompetisi Selain itu, pendidikan tinggi juga harus memberikan dukungan dan bimbingan bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha mereka sendiri. Penelitian dan Pengembangan: Penelitian dan pengembangan . menjadi aspek penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan. Melalui litbang, lembaga pendidikan dapat menghasilkan pengetahuan baru, menerapkan inovasi dalam pembelajaran, dan mengidentifikasi peluang bisnis yang relevan dengan prinsip-prinsip Islam. Litbang juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan memperkuat hubungan dengan dunia industri. Jaringan dan Kolaborasi: Membangun jaringan dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya, organisasi keagamaan, dan lembaga profesional terkait merupakan strategi penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi Melalui jaringan dan kolaborasi ini, lembaga pendidikan dapat saling bertukar pengetahuan, berbagi sumber daya, dan memperluas peluang bagi mahasiswa dan staf pengajar. Kolaborasi dengan organisasi keagamaan juga dapat membantu dalam memperkuat pendekatan nilai-nilai Islam dalam pengembangan kewirausahaan. Pendekatan Teknologi: Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan. Lembaga pendidikan perlu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan platform e-learning, aplikasi mobile, atau simulasi bisnis. Teknologi juga dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pendidikan, menghubungkan mahasiswa dengan mentor dan praktisi bisnis, serta memfasilitasi kolaborasi antarmahasiswa secara virtual. Evaluasi dan Pemantauan: Penting untuk melibatkan proses evaluasi dan pemantauan secara berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi Evaluasi ini dapat meliputi penilaian terhadap efektivitas kurikulum, kualitas pengajaran, dan kesesuaian program dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Page | 63 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Pemantauan yang cermat juga diperlukan untuk mengidentifikasi tantangan, mengukur dampak, dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam pengembangan program. Melalui strategi-strategi ini, pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan dapat berhasil menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan agama Islam yang kuat, keterampilan bisnis yang solid, dan sikap yang berintegritas17. Selain itu, pengembangan pendidikan tinggi ini juga dapat memberikan kontribusi positif pada pembangunan ekonomi, sosial, dan spiritual di dalam maupun di luar komunitas Muslim. PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM MENDUKUNG KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI GLOBAL Peran lembaga pendidikan tinggi Islam dalam mendukung kewirausahaan dan pembangunan ekonomi global sangat penting. Berikut adalah beberapa peran yang dimainkan oleh lembaga pendidikan tinggi18 Islam dalam konteks ini: Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan: Lembaga pendidikan tinggi Islam dapat menyediakan pendidikan dan pelatihan yang mendalam tentang kewirausahaan. Mereka dapat mengembangkan program-program yang memadukan pemahaman agama Islam dengan keterampilan bisnis dan kewirausahaan. Dengan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan perspektif yang holistik kepada mahasiswa, lembaga pendidikan tinggi dapat mempersiapkan mereka untuk menjadi wirausahawan yang sukses dalam lingkungan ekonomi global. Pengembangan Kultur Kewirausahaan: Lembaga pendidikan tinggi Islam memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat kultur kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Mereka dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan sikap proaktif, inovatif, dan berani mengambil risiko. Dengan menyediakan lingkungan yang mendukung kreativitas, inisiatif, dan semangat kewirausahaan, lembaga pendidikan tinggi dapat menginspirasi dan mendorong para mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang inovatif. Suryana. Kewirausahaan: Pedoman Praktis. Kiat dan Proses Menuju Sukses. (Jakarta. Salemba Empat 2. , 34. Agus Siswanto. AuPembelajaran Kewirausahaan Pada Pendidikan TinggiAy Jurnal Ilmiah CIVIS. Vol. No 2, 2014, 596. Page | 64 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Riset dan Inovasi: Lembaga pendidikan tinggi Islam juga memiliki peran dalam melakukan riset dan inovasi yang relevan dengan kewirausahaan dan pembangunan ekonomi global. Melalui riset yang berfokus pada tantangan dan peluang dalam konteks mengidentifikasi tren pasar, dan mengembangkan solusi yang inovatif. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan model bisnis yang berkelanjutan dan menghadapi tantangan global. Kemitraan dengan Industri dan Pemerintah: Lembaga pendidikan tinggi Islam dapat menjalin kemitraan dengan industri dan pemerintah untuk mendukung kewirausahaan dan pembangunan ekonomi. Kemitraan ini dapat mencakup peluang magang, penelitian kolaboratif, program pertukaran, serta transfer pengetahuan dan teknologi antara lembaga pendidikan dan sektor bisnis. Melalui kemitraan ini, lembaga pendidikan tinggi dapat memastikan relevansi program pendidikan mereka dengan kebutuhan industri dan memfasilitasi peluang kerja bagi para lulusannya. Mendorong Etika Bisnis Islam: Lembaga pendidikan tinggi Islam juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pemahaman dan penerapan etika bisnis Islam dalam Mereka dapat mengajarkan prinsip-prinsip Islam yang berkaitan dengan integritas, keadilan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. Dengan mempromosikan nilai-nilai etis Islam, lembaga pendidikan tinggi dapat menghasilkan wirausahawan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi positif pada masyarakat dan KESIMPULAN Dalam konteks global saat ini, pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan memiliki peran yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam dunia bisnis yang semakin kompleks. Berdasarkan paparan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut: Pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan memberikan manfaat signifikan bagi Mereka dilengkapi dengan keterampilan bisnis, kepemimpinan, dan kreativitas yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha yang sukses. Pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Melalui penekanan Page | 65 PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL pada nilai-nilai agama dan etika bisnis Islam, mahasiswa didorong untuk menjadi wirausahawan yang bertanggung jawab dan memberikan dampak positif pada masyarakat. Pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan menghadapi tantangan dan peluang. Tantangan tersebut meliputi perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis global, persaingan yang ketat, dan dinamika ekonomi yang tidak pasti. Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat peluang untuk menghasilkan inovasi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Strategi pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan harus melibatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi, industri, pemerintah, dan komunitas Kolaborasi ini memungkinkan adanya transfer pengetahuan, sumber daya, dan pengalaman yang saling menguntungkan untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi global. Pengembangan pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia bisnis global yang terus Melalui pendidikan yang holistik, lembaga pendidikan tinggi dapat menciptakan generasi wirausahawan yang memiliki keterampilan bisnis yang solid, pemahaman nilai-nilai agama Islam, dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, pendidikan tinggi Islam berorientasi kewirausahaan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kontribusi positif dalam perspektif global. REFERENSI