Journal of Midwifery Science (JMS) Volume 1. Nomor 1. Januari 2025. Hal. 5Ae8 ISSN x-x HUBUNGAN PARITAS DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI PUSKESMAS KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO Uswatun Hasanah*. Agustina Widayati. Muthmainnah Zakiyyah Program Studi Sarjana Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Hafshawaty Zainul Hasan. Probolinggo. Indonesia email: hasanahuswatun210202@gmail. ARTICLE INFO Article history Submitted : 2024-9-06 Revised : 2024-9-24 Accepted : 2024-10-07 Keywords: Relationships. Parity. Bleeding. Post Partum ABSTRACT Postpartum hemorrhage is bleeding of more than 500 cc after vaginal delivery and more than 1,000 ml for abdominal delivery. Bleeding at the Kraksaan Health Center reached 28. It is still far from knowing the cause of the bleeding. The purpose of this study is to determine the correlation between parity and postpartum bleeding at the Kraksaan Health Center. Probolinggo. This type of research as an analytical survey with a retrospective The study population was all mothers who gave birth at the Kraksaan Probolinggo Health Center, with a total of 36 respondents taken by Total Sampling. Data was analyzied using univariate and bivariate with spearman rank test statistics. The results of the study, showed that the correlation between parity and postpartum bleeding at the Kraksaan Health Center. Probolinggo, was P Value: not 005 There is a correlation between parity and postpartum hemorrhage. It is recommended to mothers who have given birth more than 2 times so that they can give distance to pregnancy by immediately using contraception, as well as consuming healthy and nutritious foods and also routinely checking their pregnancy so that they can find out abnormalities early. ABSTRAK Kata Kunci: Hubungan. Paritas. Perdarahan. Post Partum Perdarahan postpartum adalah perdarahan lebih dari 500 cc setelah persalinan pervaginam dan lebih dari 1. 000 ml untuk persalinan abdominal. Perdarahan Di Puskesmas Kraksaan mencapai 28,44%. Hal tersebut masih jauh untuk mengetahui penyebab perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Paritas dengan Perdarahan Post Partum Di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain retrospesktif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu ibu bersalin di Puskesmas Kraksaan Probolinggo, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang yang diambil dengan Total Sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan statistik uji spearman rank. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Hubungan Paritas dengan Perdarahan Post Partum Di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo, yaitu P Value: tidak melebihi 0,005 Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara paritas dengan perdarahan post Disarankan kepada Ibu yang sudah melahirkan lebih dari 2 kali agar dapat memberikan jarak pada -5- Uswatun Hasanah et al. Hubungan Paritas dengan Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo kehamilan dengan cara segera menggunakan kontrasepsi, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dan juga rutin memeriksakan kehamilannya agar dapat mengetahui kelainan secara dini. A Corresponding Author: Uswatun Hasanah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Hafshawaty Telp. Email: hasanahuswatun210202@gmail. PENDAHULUAN Paritas memiliki peran yang besar pada kejadian perdarahan post partum terutama Risiko perdarahan post partum pada kelahiran bayi pertama masih cukup tinggi dan masih sulit dihindari, kemudian risiko ini menurun pada paritas 2 dan 3 serta meningkat lagi setelah paritas 4 dan seterusnya (Husnah, 2. Menurut Word Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu (AKI) didunia tahun 2020 sebanyak 450 per 100. 000 kelahiran Penyebab utama kematian ibu pada wanita umur produktif di negara berkembang karena komplikasi selama kehamilan dan Kejadian komplikasi kehamilan yang dialami wanita di negara sedang berkembang 300 kali lebih besar dibandingkan negara maju, di Asia Tenggara rata-rata setiap hari terjadi 1,500 kematian ibu akibat komplikasi kehamilan (Kemenkes RI, 2. Indonesia, kehamilan dan persalinan menyebabkan 45,2% kematian ibu. Perdarahan post partum hari pertama umumnya membunuh (Depkes RI. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2020 menunjukkan 85 kematian ibu per 000 kelahiran. Perdarahan, pre-eklamsia/ eklampsia, persalinan tertunda, kesulitan aborsi, dan infeksi menyebabkan kematian ibu di Jawa Timur. Di kabupaten probolinggo tahun 2023 kematian ibu pada masa kehamilan sebanyak 10 ibu prosentase 45% dari total ibu meninggal, persalinan sebanyak 3 ibu meninggal prosentase 14% dari total ibu meninggal dan masa nifas sebanyak 9 ibu meninggal prosentase 41% dari total ibu meninggal. Data di Puskesmas Kraksaan tahun 2024 menunjukkan jumlah persalinan sebanyak 413 orang dengan yang mengalami perdarahan sebanyak 36 ibu dengan prosentase 28,44%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada ibu bersalin Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo, didapatkan jumlah persalinan sebanyak 413 orang dan ibu bersalin yang mengalami perdarahan sebanyak 36 orang. Hal ini disebabkan karena tidak rutinnya meminum tablet Fe saat hamil dan kurangnya konsumsi vitamin C. Pencegahan Sampai saat ini pemerintah Indonesiapun masih berupaya menurunkan angka kematian ibu dengan menjalankan beberapa program yang wajib dilaksanakan oleh seluruh fasilitas kesehatan dibantu dengan peran masyarakat. Program KB merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dengan menjarangkan kehamilan sehingga salah satu faktor resiko perdarahan postpartum yaitu paritas dapat ditangani. Upaya lainnya adalah dengan dibuat Program Perencanan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas dan penyediaan layanan jaminan kesehatan dalam hal ini kartu berobat ibu. Masyarakatpun turut mengambil bagian dalam menjalankan program P4K dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mendeteksi sedini mungkin komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil, serta mengajak masyarakat turut mengambil peran penting dalam program ini. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan retrospektif yang merupakan mendeskripsikan tentang sesuatu keadaan melihat ke belakang atau mengandalkan data Populasi dalam penelitian ini adalah Semua Ibu Bersalin yang mengalami perdarahan di Puskesmas Kraksaan Pada Bulan Januari-Juni 2024 Sebanyak 36 Orang dan -6- Uswatun Hasanah et al. Hubungan Paritas dengan Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo sampel yang diambil adalah Semua Ibu Bersalin yang mengalami perdarahan Di Puskesmas Kraksaan Pada Bulan Januari-Juni 2024 dari HPL 36 Orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2024. Pengumpulan data ini menggunakan Data Sekunder yaitu buku KIA dan lembar partograf. Teknis Analisa data menggunakan hasil uji Spearman Rank. Penelitian mengikuti uji kelayakan etik terlebih dahulu untuk mendapatkan sertifikat layak etik. Penelitian ini telah mendapatkan sertifikat layak etik dengan nomor : 209/KEPKUNHASA/VII/2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan paritas dengan perdarahan post partum di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo tahun 2024 Paritas Primipara Multipara Grande-multipara Perdarahan Primer Perdarahan Sekunder Berdasarkan hasil dari table 1 menunjukkan bahwa hampir seluruh responden multipara yaitu sebanyak 31 orang . ,3%) dan perdarahan primer yaitu sebanyak 31 orang . ,1%). Hasil uji analisis spearman rank menunjukkan nilai <0,05, yaitu . yang berarti bahwa ada hubungan paritas dengan perdarahan postpartum di puskesmas kraksaan kabupaten probolinggo tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat riwayat ibu bersalin multipara yang mengalami perdarahan primer 30 orang . ,3%), sebagian besar Paritas Grandemultipara yang mengalami perdarahan sekunder 4 orang . ,1%). Sedangkan pada Paritas primipara yang mengalami perdarahan primer 1 orang . ,8%). Hasil statistik diperoleh nilai P value= 0,01 <0,05 sehingga dapat diartikan ada hubungan antara paritas dengan pendarahan post partum. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan Paritas merupakan faktor resiko terjadinya pendarahan post partum. Paritas tinggi mempengaruhi keadaan uterus ibu, karena semakin sering ibu melahirkan maka uterus cenderung bekerja tidak efisien dalam semua kala persalinan sehingga menimbulkan kegagalan kompresi pada tempat implantasi plasenta akibatnya terjadi perdarahan post partum primer. Value Total 0,001 Menurut International Conference on Applied Science and Health, terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post Dilaporkan bahwa semakin besar paritas, semakin tinggi kejadian perdarahan post partum. Insiden multiparitas perdarahan post partum lebih besar lagi karena rahim yang telah melahirkan banyak anak cenderung tidak efisien dalam setiap tahapan persalinan. Rahim telah mengalami perubahan elastisitas. Semakin elastis dan semakin besar ukurannya maka kontraksi uterus akan semakin lemah dan terjadi perdarahan (Saroyo, 2. Hubungan perdarahan post partum pada kejadian multipara bahwa semakin sering ibu melahirkan maka fungsi otot rahim ibu semakin berkurang. Pada ibu multipara, fungsi otot kontraksi uterus menurun, dan akibatnya dapat berkurang atau bahkan tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga menyebabkan perdarahan yang muncul segera setelah lahir atau beberapa jam setelah lahir. Penanganan terbaik perdarahan post partum adalah pencegahan. Tindakan pencegahan tidak saja dilakukan sewaktu bersalin, namun sudah dimulai sejak wanita hamil dengan antenatal care yang baik. Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan secara dini, sehingga dapat diperhitungkan dan -7- Uswatun Hasanah et al. Hubungan Paritas dengan Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo langkah-langkah Kunjungan pelayanan antenatal bagi ibu hamil paling sedikit 4 kali kunjungan dengan distribusi sekali pada trimester I, sekali trimester II, dan dua kali pada trimester i. KESIMPULAN DAN SARAN Dari penelitian mengenai Hubungan Antara Paritas Dengan Perdarahan Post Partum Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar paritas di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo yaitu Multipara sebanyak 31 Responden . ,1%). Selain itu, hasil penelitian perdarahan menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu bersalin di Puskesmas Kraksaan mengalami perdarahan post partum primer yaitu sebanyak 31 orang . ,1%) yang disebabkan oleh paritas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Antara Paritas Dengan Perdarahan Post Partum Di Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo. DAFTAR PUSTAKA