Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KOMITMEN GURU DI SEKOLAH PENGGERAK TINGKAT SMA Yetti1. Yasir Arafat2. Mulyadi3 Prodi Manajemen Pendidikan. Universitas PGRI Palembang. Indonesia e-mail: *1yetti22@guru. id, 2yasirarafat@univpgri-palembang. id, 3mulyadi@univpgripalembang. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru dalam satu tahap dan satu waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, sampel penelitian ini adalah 4 sekolah penggerak di wilayah Ogan Komering Olu bagian Timur dengan jumlah guru sebanyak 70 orang. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara melihat secara langsung di daerah penelitian untuk mengetahui gambaran umum tentang lingkungan kerja, proses kerja dan metode lain yang relevan, serta sebaran pertanyaan penelitian pada seluruh sampel yang berjumlah 70 guru. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normal, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan anova spps 26. Nilai sig . -taile. 0,000 berarti kurang dari 0,05. dan persentase 88,3 Nilai Asymp. Sig . -taile. variabel sekolah terhadap keterlibatan guru sebesar 0,006 yang berarti kurang dari 0,05. dan persentase 38,1 persen. Oleh karena itu dapat dikatakan terdapat pengaruh antara iklim sekolah terhadap loyalitas guru dalam mengemudi sekolah. Nilai Asymp. Sig . variabel kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru pada tingkat sekolah menengah atas sebesar 0,009. dan persentase 90 persen. Jadi dapat disimpulkan tuduhan tersebut diterima. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah berpengaruh terhadap partisipasi guru di sekolah penggerak. Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, komitmen kerja, sekolah penggerak ABSTRACT The purpose of this study was to determine the impact of leadership climate and the atmosphere at the principal's school on the commitment of teachers in one phase and one time. This study uses quantitative methods, the sample of this study is 4 first grade driving schools in the eastern region of Ugan Kumering Ulu with 70 teachers. The author used the method of data collection in this study by conducting direct observations at the research site to understand the work environment, work processes and other relevant methods, and distributing the research questions among all the students of teachers The method of data analysis in this study using normality test, homogeneity test and hypothesis test using anova spps 26. The value of. Sig . -tai. 000 mean less than 0. and a percentage of 88. The Asymp. Sig value . -taile. of the school coefficient is 0. 006, which is less than 0. a percentage of 38. 1 percent. Therefore, it can be said that there is an effect between the school atmosphere and the teacher's commitment to the driving school. The variables of principal management and school climate for teacher loyalty in class 1 run upper secondary school, the Asymp. Sig value . 009, a less than 0. and a percentile of 90 percent. So it can be concluded that the accusation is accepted. Therefore, it can be said that the principal's leadership and school climate have an impact on the teacher's involvement in school management. Keywords: principal leadership, school climate, work commitment, driving school PENDAHULUAN Pendidikan pembangunan nasional dengan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Penciptaan memerlukan pelatih yang berkualitas. Mutu pendidikan guru dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kepemimpinan kepala sekolah. Peran kepala sekolah menjadi membimbing dan memberdayakan guru untuk terus meningkatkan kinerjanya. Pendidikan juga berperan penting dalam upaya pendidikan nasional dan negara. Pengembangan sumber daya Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat dalam dunia pendidikan hendaknya mempunyai kesempatan yang baik dan bertanggung jawab dalam meningkatkan mutu Salah pendidikan yang dihadapi seluruh negara https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 475 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . Indonesia saat ini adalah rendahnya mutu Mutu pendidikan merupakan kunci dari keberhasilan pendidikan menurut Mastuhu, . mutu pendidikan penting untuk meningkatkan daya saing global. Pengelolaan satuan pendidikan harus mendapat perhatian Manusia sebagai alat masukan merupakan faktor kunci dalam menentukan tercapainya tujuan, karena keberhasilan tergantung pada orang yang memegang Berhasil tidaknya mutu pendidikan tergantung pada kuantitas dan mutu Menurut komponen sistem pendidikan dan (Andriani et al. , 2. , proses belajar guru menentukan keberhasilan belajar mengajar di Guru bertanggung jawab mengatur, membimbing dan menciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong siswa untuk Selain mengajar, guru memegang peranan penting dalam pendidikan dan sumber daya pendidikan lainnya. Dengan kata lain, mereka berada di garis depan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan hasil Keterlibatan guru secara langsung mempengaruhi kualitas pendidikan setiap Semakin tinggi komitmen guru maka semakin tinggi pula mutu pendidikannya. Dengan kata lain, jika guru menunjukkan bahwa dirinya baik dalam pekerjaannya, maka hasil belajar mengajar akan tinggi. Itu juga merupakan hal yang baik. Kepemimpinan adalah standar perilaku yang digunakan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Kemampuan mempengaruhi orang lain Kemampuan memimpin berkaitan dengan kemampuan mempengaruhi bawahan. Sifat sekolah dan motivasi guru berpartisipasi tidak lepas dari pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Tindakan pimpinan sekolah untuk memperbaiki merupakan hal yang penting guna mencapai tujuan utama. Menurut Susanto, . kepemimpinan adalah proses mempengaruhi menciptakan motivasi untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memotivasi orang lain agar mengambil tanggung jawab penuh dan inisiatif dalam upaya mencapai atau mencapai tujuan Seorang manajer yang baik memiliki banyak kualitas, termasuk tanggung jawab yang seimbang, teladan yang baik, keterampilan komunikasi, pengaruh yang baik. Kemampuan untuk membujuk orang lain (Nasoshan. Sebagai pendidikan di sekolah, kepala sekolah harus E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 mempunyai keterampilan dan kemampuan yang dapat digunakan sehari-hari di sekolah. Menurut Fattah . , perilaku seorang pemimpin dipengaruhi oleh pengetahuan, nilainilai dan pengalaman masa lalu . ekuatan batin Misalnya, manajer percaya bahwa kebutuhan pribadi adalah kebutuhan sekunder dibandingkan kebutuhan organisasi. Dia dapat memainkan peran yang sangat penting dalam pekerjaan para pemimpin. Kerja sama kepala rekan-rekannya mempengaruhi berhasil tidaknya sekolah yang Menurut Departemen Pendidikan Nasional . Sebagai pemimpin yang holistik, kepala sekolah berhasil meningkatkan keterlibatan guru melalui berbagai kegiatan kemampuan guru agar berhasil. Pembelajaran di sekolah Oleh karena itu, pimpinan sekolah harus mampu menunaikan tugas dan tanggung administrator, supervisor, manajer, inovator, dan pekerja. Upaya berpedoman pada pilihan iklim sekolah dan lingkungan yang mendorong prestasi. Saat ini, lingkungan sekolah tampaknya fokus pada keuntungan dan fokus pada fasilitas fisik dan infrastruktur pendidikan, namun motivasi untuk kemajuan adalah uang dan sumber daya. termasuk berbagai bentuk pujian, kekaguman dan penilaian. Mengingat lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku masyarakat, maka guru yang mempunyai lingkungan sekolah dalam pekerjaannya sangat dianjurkan untuk melaksanakan tugasnya secara efisien dan efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tentu saja, lingkungan sekolah di setiap sekolah berbeda-beda, dengan tingkat tinggi, rendah, dan sedang yang mempengaruhi semua hasil partisipasi. Sifat sekolah dan motivasi guru berpartisipasi tidak lepas dari pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Tindakan pimpinan sekolah untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan merupakan hal yang penting guna mencapai tujuan utama. Menurut Susanto, . , kepemimpinan mempengaruhi pemimpin serta menciptakan Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memotivasi orang lain agar mengambil tanggung jawab penuh dan inisiatif dalam upaya mencapai atau mencapai tujuan Seorang manajer yang baik memiliki banyak kualitas, termasuk tanggung https://ejournal. id/index. php/mp | 476 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . jawab yang seimbang, teladan yang baik, keterampilan komunikasi, pengaruh yang baik. Kemampuan untuk membujuk orang lain (Nasoshan. Sebagai pendidikan di sekolah, kepala sekolah harus mempunyai keterampilan dan kemampuan yang dapat digunakan sehari-hari di sekolah. Menurut Fattah . , perilaku seorang pemimpin dipengaruhi oleh pengetahuan, nilainilai dan pengalaman masa lalu . ekuatan batin Misalnya, manajer percaya bahwa kebutuhan pribadi adalah kebutuhan sekunder dibandingkan kebutuhan organisasi. Dia dapat memainkan peran yang sangat penting dalam pekerjaan para pemimpin. Kerja sama kepala rekan-rekannya mempengaruhi berhasil tidaknya sekolah yang kegiatan pengembangan diri lainnya, tidak perlu meningkatkan kemampuan melalui pembelajaran terus menerus atau menambah pengetahuan melalui belajar mandiri, seperti pembelajaran dan kajian teknis, pengetahuan menggunakan internet Pengetahuan berkembang setiap hari. Rendahnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya sumber daya dan infrastruktur, rendahnya motivasi mencapai keberhasilan di kalangan guru, lemahnya kepemimpinan kepala sekolah terhadap guru, rendahnya kualitas sekolah, gaji guru yang tidak sepadan dengan gaji yang diterima. dan kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan tempat kerja guru. METODE Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk menguji pengaruh crosectional antara variabel-variabel yang ada (Sugiyono, 2. Variabel penelitian kuantitatif yang diuji dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah (X. dalam iklim sekolah (X. , kepemimpinan kepala sekolah (X. dalam keterlibatan guru (Y) sedangkan untuk menguji hipotesis . yaitu kepemimpinan kepala sekolah (X. telah diuji. iklim sekolah (X. dan keterlibatan guru (Y), kemudian seluruh data yang terkumpul diolah dan diolah melalui analisis kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sekolah tingkat Basij di Kecamatan Ugan Kumering Olu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru sekolah mengemudi tingkat SMA di Kabupaten Ugan Kumering Olu Timur yang berjumlah 200 orang guru dari 4 sekolah mengemudi pertama. Sampel yang diteliti menggunakan metode penghitungan Slovenia. Jumlah siswa pada penelitian ini E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 adalah 70 orang guru. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, observasi dan Untuk menguji persyaratan analisis, ada tiga metode analisis varians dan . uji normalitas, . uji kesetaraan harus dipenuhi. pengujian hipotesis HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah (X. Terhadap Komitmen Guru di Sekolah Penggerak (Y) Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji t berpasangan dengan menggunakan program statistik SPSS 26 diketahui nilai Asymp. Sig . sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tuntutan tersebut diterima. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap partisipasi guru dalam sekolah mengemudi. Ada hubungan yang kuat antara kepemimpinan dan keterlibatan guru. Karena besarnya pengaruh administrasi kepala sekolah, maka administrasi kepala sekolah dapat menentukan tingkat Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap 88,3% menunjukkan bahwa kontribusi tes tersebut Kepemimpinan kepala sekolah terbukti mempunyai dampak yang signifikan terhadap keterlibatan guru. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian tentang dampak kepemimpinan guru dan partisipasi terhadap kerja guru di Bandung Internasional Sekolah Menengah Kejuruan (Yanuarti, 2. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan penulis, diperoleh hasil bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan komitmen guru terhadap pekerjaan guru di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung bersifat luas dan dalam waktu yang Manajemen kepala sekolah dipengaruhi oleh komitmen guru sebesar 86,40%, dan sisanya sebesar 14,60% dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan hasil penelitian lainnya dampak budaya organisasi dan manajemen puncak terhadap partisipasi guru dalam pekerjaannya (Rohman, 2. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik kepemimpinan dan karakteristik kepemimpinan pemimpin dalam kaitannya dengan partisipasi guru dalam melaksanakan Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Negeri (SMAN) di Kota Sekayo. Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 115 guru dari lima SMA di Sakai, dipilih menggunakan simple random Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang https://ejournal. id/index. php/mp | 477 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . terkumpul dianalisis menggunakan software SPSS 25 for Windows dengan tiga langkah analisis deskriptif, analisis korelasi, dan analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dengan nilai 0,438 kepemimpinan dengan nilai koefisien sebesar 0,506 serta gaya kepemimpinan dan gaya coleadership signifikan terhadap partisipasi guru. saat it. dengan nilai koefisien sebesar 0,584 berpengaruh signifikan terhadap partisipasi guru dalam pelaporan kinerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong para keterampilan kepemimpinan mereka dan mengembangkan praktik manajemen untuk memberikan kesempatan terbaik bagi guru untuk memenuhi tanggung jawab mereka. Temuan penelitian di atas sesuai dengan pendapat Siyaful Sagala . bahwa kepemimpinan pemimpin menentukan kualitas, jika kepemimpinannya tidak baik maka tidak dapat tercapai. Tujuan utama dari pengaruh kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya sekedar mengelola, tetapi juga berperan sebagai penggerak atau fasilitator untuk mengembangkan program dan inovasi untuk meningkatkan lokasi partisipasi. Peran kepala sekolah adalah peran kepala sekolah untuk membimbing, mendorong dan memotivasi para guru dan anggota sekolah lainnya agar pekerjaannya efektif dalam mencapai tujuan sekolah (Ahmad Saeed, 2. Pemimpin sekolah harus mampu mengelola perubahan dan mengembangkan sekolahnya semaksimal Dari hasil tersebut terlihat bahwa pengelola sekolah bertanggung jawab untuk meningkatkan kursus (Keizer & Pringgabayu. Kemampuan kepala sekolah merupakan bagian dari kekuasaannya untuk memusatkan perhatian pada pekerjaannya dan membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan mutu pendidikan (Sonedi et al. , 2. Manajemen kepala sekolah yang baik membuat para guru merasa percaya diri dalam bekerja, sehingga meningkatkan kepercayaan diri para guru untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Semakin tinggi pengetahuan seorang kepala sekolah dalam menjalankan sebuah sekolah, semakin loyal pula guru dan siswanya. Ketika kepala sekolah efektif, ia mempengaruhi guru dan menjadi panutan, sehingga mempengaruhi komitmen guru terhadap sekolah. Seorang pemimpin adalah teladan yang baik bagi bawahannya dan memiliki kemampuan untuk memotivasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 semakin kuat gaya kepemimpinan kepala sekolah maka semakin besar pula kinerja gurunya (Juniarti et al. , 2. Pengaruh Iklim Sekolah (X. Terhadap Komitmen Guru (Y) Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji t-test menggunakan software statistik SPSS 26 diketahui nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,006 lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Oleh karena itu, dapat dikatakan terdapat pengaruh antara lingkungan sekolah terhadap partisipasi guru dalam sekolah Penggerak. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Sintha Dharmavati . mengenai pengaruh lingkungan organisasi dan partisipasi guru terhadap kinerja akademik. Guru SMK di Provinsi Singkawang. Hasil pengaruh perubahan lingkungan organisasi keterampilan profesional guru menunjukkan bahwa Sig. = 0,000 (Sig. <0,. Uji variabel iklim organisasi (X. dan loyalitas guru (X. terhadap kompetensi profesional guru (Y) sebagai berikut: IF nilai indikator. Nilai F hitung < 0,05 > nilai F dari tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kedua variabel ini tentu saja penting bagi kompetensi profesional guru. Artinya, perbedaan iklim dan loyalitas guru penting bagi Nilai tandanya sebesar 0,634 < 0,05, maka f-value hitung sebesar 0,478 > 0,05. Nilai F hitung sebesar 0,478 > nilai f yang diambil dari Tabel Secara umum terlihat pengaruh lingkungan organisasi dan kredibilitas guru terhadap kompetensi profesional guru sebesar 0,634>0,05 dan nilai F hitung <0,478 dari tabel Dengan demikian dapat dibuktikan Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan organisasi dengan fokus guru terhadap keterampilan profesional. Penelitian Mohammad Arya Dika . , hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara variabel iklim sekolah dengan komitmen kerja guru dan nilai . = 0,000, -0,303<1,96 A signifikan ). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah dan partisipasi dapat meningkatkan kinerja guru, dan bagaimana guru dapat meningkatkan kinerja melalui lingkungan belajar dan partisipasi, namun kepuasan kerja sebagai variabel proksi variabel mempengaruhi guru. kinerja menjadi 38. Lingkungan sekolah kondusif bagi keterlibatan Rasa aman, kondisi kerja yang https://ejournal. id/index. php/mp | 478 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . Menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati dalam hubungan, partisipasi dalam pembuatan kebijakan, dan jaringan. Hindiat . menjelaskan iklim organisasi pengalaman anggota yang mempengaruhi perilakunya, dan dapat digambarkan dengan nilai-nilai yang menjadi ciri organisasi. Iklim sekolah harus diciptakan dan dikelola oleh pemangku kepentingan. Salah satu peran yang dimainkan guru dalam lingkungan organisasi sekolah adalah motivasi. Jika guru kurang mempunyai keinginan untuk mengajar, maka profesionalitasnya akan berkurang, sehingga pembelajaran untuk menciptakan lingkungan organisasi yang didukung oleh pemangku kepentingan dalam praktik yang baik. Kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin efektif yang mempengaruhi cara kerja dilakukan dengan mengambil keputusan, memberikan umpan balik yang baik dan efektif, membangun hubungan baik, menciptakan lingkungan yang mendorong kreativitas, mendorong pengembangan profesional dan mendorong perilaku kooperatif (Solihin et al. Efektivitas pemimpin merupakan faktor penting yang berperan penting dalam memotivasi guru untuk belajar mandiri dan meningkatkan efektivitas sekolah (Leithwood & Jantzi, 2. Kepala sekolah berbagi ide, menginspirasi dan memotivasi guru dalam pengembangan profesional untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif (Sidik, 2. Demikian pula (Purwanto & Rindaningsih, kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan kinerja guru dan komitmen organisasi. Ia menambahkan, keterlibatan guru merupakan faktor yang paling efektif dan penting dalam meningkatkan kemajuan siswa. Oleh karena itu, universitas menentukan jenis manajemen efektif mana yang akan memberikan dampak terbesar dalam mencapai lingkungan belajar yang optimal (Waham et al. , 2. Oleh karena itu, tugas utama kepala sekolah adalah menciptakan suasana positif di sekolah dan fokus menciptakan metode pengajaran yang kuat untuk menopang pekerjaan guru. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah (X. dan Iklim Sekolah (X. Terhadap Komitmen Guru (Y) Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji Causal Wallis melalui aplikasi SPSS Statistic 26 diketahui nilai Asymp. Sig . sebesar 0,009 kurang dari 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan hipotesis (H. Dengan demikian dapat dikatakan terdapat pengaruh E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan sekolah terhadap partisipasi guru di sekolah Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kedua variabel independen yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan hubungan yang sangat signifikan terhadap partisipasi guru. Hal ini dinilai sangat signifikan karena perhitungan ini menghasilkan koefisien korelasi sebesar r = 0,009. Keberartian tersebut ditunjukkan dengan besarnya sumbangan kedua faktor tersebut terhadap komitmen guru yaitu 90% artinya ada faktor lain sebesar 10% mempengaruhi komitmen guru. Hal demikian sejalan berdasarkan hasil penelitian Elena Iheza Katrina . tentang bagaimana pengaruh kepemimpinan staf dan lingkungan sekolah terhadap komitmen guru di sekolah dasar di kota Surabaya. Hasil analisis data mengemukakan tingkat kepemimpinan rata-rata 90,3, tingkat suasana sekolah ratarata 98,8, dan tingkat keterlibatan guru 98,8. Untuk uji T variabel kepemimpinan pegawai (X. diperoleh nilai T hitung > T tabel 2,239 > 1,97993 yang berarti terdapat pengaruh. Jadi untuk variabel lingkungan sekolah (X. diperoleh T-tabel > T 8,824 > 1,97993, berarti berpengaruh terhadap keterlibatan guru (Y), namun untuk uji F diperoleh nilai F hitung > Ftabel 165,544 > 2,68. Artinya manajemen (X. dan lingkungan sekolah (X. secara simultan mempengaruhi partisipasi guru (Y) di sekolah dasar di kota Surabaya. Sebagaimana pula dengan hasil penelitian lain yang dilakukan oleh (Limbu et , 2. tentang pengaruh kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja guru, kecerdasan emosional guru dan komitmen kerja guru terhadap kepuasan kerja Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,010<0,05. Maka dari itu hipotesis AuKecerdasan emosional guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja guru SMPN 5 KupangAy diterima. Pengaruh komitmen profesional guru (X. terhadap kepuasan karir guru (Y): Hasil uji statistik mempunyai nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Oleh karena itu hipotesis Aukomitmen guru terhadap pekerjaannya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja guru SMPN 5 KupangAy diterima. Hasil analisis regresi model = 9,606 0,310 X1 0,220 X2 0,282 X3 0,625X4 e. Pengaruh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah (X. , lingkungan kerja guru (X. , kecerdasan emosional guru (X. dan dedikasi profesional guru (X. sebesar 0,00 < 0,05. Penelitian ini mengungkapkan informasi penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja guru, mendukung pengambilan https://ejournal. id/index. php/mp | 479 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . mengembangkan kebijakan pendidikan yang lebih efektif. Pengaruh ini berarti kinerja guru dapat diprediksi dengan menggunakan kedua faktor tersebut. variabel-variabel ini adalah Pendekatan yang dilakukan ini cukup karena kedua variabel independen ini saling keterlibatan guru yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan hal yang sejalan dengan pandangan bahwa menurut (Rusyan, 2. , partisipasi guru dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kepemimpinan kepala sekolah, sarana dan prasarana fisik, gaji, penghargaan, lingkungan sekolah dan faktor lainnya. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki komitmen untuk mengambil inisiatif dengan penuh tanggung jawab (Sahertian, 2. Pada dasarnya semua orang ikut serta dalam kegiatan tapi terkadang tingkat partisipasinya rendah. Komitmen merupakan bentuk penghormatan dalam segala kesepakatan yang telah dibuat tanpa adanya pelanggaran atau kesepakatan yang telah dibuat. Keterlibatan juga didefinisikan sebagai kecenderungan untuk terlibat dalam serangkaian aktivitas yang konsisten karena hal ini memerlukan biaya untuk terlibat dalam aktivitas lain. Konsep ini mempunyai arti bahwa komitmen adalah kesepakatan atau hasil dari apa yang telah diusahakan atau dirancang untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah (X. terhadap komitmen guru (Y) di SMA Penggerak Tingkat ke-1 di Kabupaten OKU Timur. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen guru disekolah penggerak. Selanjutnya terdapat Pengaruh iklim sekolah (X. terhadap komitmen guru (Y) di SMA Penggerak Tingkat ke-1 di Kabupaten OKU Timur. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara iklim sekolah terhadap komitmen guru disekolah penggerak. Serta terdapat Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah (X. dan iklim sekolah (X. terhadap komitmen guru (Y) di SMA Penggerak Tingkat ke-1 di Kabupaten OKU Timur Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan iklim sekolah terhadap komitmen guru disekolah penggerak. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 DAFTAR PUSTAKA