Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. 4 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Tersedia: http://journal. id/index. php/jpmis Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Promoting the Utilization of Open Broadcaster Software (OBS) for Creating Educational Media among Ustadz at Ar-Royyan Islamic Boarding School Muh Nur Luthfi Azis1. Moch Yusuf Asyhari2*. Estuning Dewi Hapsari3. Ayunda Nur Hapsari4 1,2,4 Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas PGRI Madiun. Kota Madiun. Indonesia Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas PGRI Madiun. Kota Madiun. Indonesia azis@unipma. id,2*yusuf. asyhari@unipma. id,3estuning@unipma. ayunda_2105101119P@mhs. Article History: Naskah Masuk: 15 Agustus 2025. Revisi: 30 Agustus 2025. Diterima: 28 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Keywords: Islamic boarding school,Learning Media,Multimedia Open Broadcast Software Abstract. The Ar-Royyan Islamic boarding school is a multi-level Islamic educational institution with a focus on preparing graduates who are ready to synergize with the society. To attain this objective, it is imperative to have educational personnel wellversed in the field of information technology. One strategic approach involves training Ustadz and prospective Ustadz through digital learning innovations. Open Broadcast Software (OBS) emerges as an innovative choice for crafting learning materials because it supports various media sources and offers user-friendly settings. Participants can combine video recordings, video from cameras, text, images, sound, and so on the types of input received. The resulting output manifests in the form of the videos available in common formats such as MKV. MOV. FLV. MP4, and MPEG-TS. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test, consisting of a response questionnaire and Likert scale. The results indicate an enhanced understanding of OBS among participants, employed in the creation of digital learning media. The majority of participants responded positively to the conducted activities. Several elements that need attention in promoting the use of OBS for learning media creation include color selection, motivational delivery, and effective word choice. Combining OBS with other editing applications can yield unique variations of learning media, incorporating elements such as images, sound, video, and other supported media editing applications Abstrak Pondok pesantren Ar-Royyan merupakan lembaga pendidikan Islam multi jenjang dengan fokus mempersiapkan lulusan yang siap bersinergi dengan masyarakat. Langkah untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan tenaga pendidikan dengan keahlian di bidang teknologi informasi yang memadai. Salah satu wujudnya melatih Ustadz dan Calon Ustadznya dengan inovasi pembelajaran digital. Open Broadcast Software (OBS) menjadi pilihan inovasi dalam membuat media pembelajaran dengan pertimbangan dukungan sumber media yang beragam dan pengaturan yang mudah. Peserta dapat mengkombinasikan rekaman video, video dari kamera, teks, gambar, suara, dan sebagainya jenis masukan yang diterima. Keluaran yang dihasilkan berupa video dengan beragam format umum seperti MKV. MOV. FLV. MP4, dan MPEG-TS. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test berupa angket respon dan skala Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Peserta memiliki peningkatan pemahaman terhadap OBS yang digunakan untuk membuat media pembelajaran digital. Mayoritas Peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan yang Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan telah dilaksanakan. Beberapa unsur yang diperhatikan dalam sosialisasi penggunaan OBS untuk membuat media pembelajaran diantaranya adalah pemilihan warna, penyampain yang memberikan motivasi, dan pemilihan kata yang Kombinasi dengan aplikasi editing lainnya dapat menciptakan variasi media pembelajaran yang unik, seperti kombinasi dengan aplikasi editing gambar, suara, video, dan aplikasi editing media yang didukung lainnya. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Multimedia. Open Broadcast Software. Pondok Pesantren PENDAHULUAN Penerapan teknologi di Pondok Pesantren tentu memiliki tantangan yang berbeda. Beberapa resistansi penerapan di Pondok Pesantren antara lain kebijakan pesantren yang tidak memperbolehkan membawa barang elektronik, fasilitas pendukung teknologi yang tidak memadai serta rendahnya kemampuan teknis Pendidik untuk mengoperasikan teknologi tersebut 1. Padahal Pendidik di era digital saat kini dituntut untuk terus beradaptasi terhadap teknologi yang terus Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi pendidik yang sibuk menekuni bidang tertentu selain bidang yang berkaitan dengan teknologi. Sosialisasi teknologi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Pondok Pesantren Ar-Royyan merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang sadar terhadap peran teknologi di lingkungannya. Salah satu wujudnya adalah keterbukaan penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Terlebih lagi didukung oleh percepatan penerapan teknologi selama masa pandemi sebelumnya. Berbagai fasilitas dan teknologi sudah terpasang dengan rapi. Ustadz dan Santri mendapat kesempatan untuk belajar dan menggunakan teknologi yang ada. Tersisa masalah kemampuan teknis yang dapat ditingkatkan untuk semakin memaksimalkan penggunaan teknologi. Media pembelajaran digital merupakan salah satu penerapan teknologi yang dibutuhkan oleh Pondok Pesantren Ar-Royyan. Penggabungan media pembelajaran tradisional dan modern menjadi pilihan. Belajar dari berbagai media pembelajaran digital untuk pembejalaran agama di Pondok Pesantren, terdapat berbagai macam metode seperti pengembangan media pembelajaran berbasis youtube 3, media pembelajaran dengan iSpring 4, media pembelajaran dengan Canva 5, media pembelajaran Camtasia dan Comic-Strip 6. Open Broadcaster Software (OBS) juga Athiyatul Ulya. Feby Artwodini Muqtadiroh, and Ahmad Muklason. AuIdentifikasi Faktor Resistansi Guru Terhadap Teknologi Sebagai Pendukung Pembelajaran Di Pondok Pesantren Salaf,Ay Jurnal Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi, 2021, https://doi. org/10. 25077/teknosi. Siti BadiAoah. Luthfi Salim, and Muhammad Candra Syahputra. AuPesantren Dan Perubahan Sosial Pada Era Digital,Ay Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 2021, https://doi. org/10. 24042/ajsk. Chusnul Azhar and Cahyo Budiyantoro. AuPengembangan Media Pembelajaran Berbasis Youtube Di Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul,Ay Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat, 2022, https://doi. org/10. 18196/ppm. Dian Fita Lestari et al. AuSosialisasi Media Pembelajaran Interaktif Ispring Di Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang,Ay Abdimas Galuh, 2022, https://doi. org/10. 25157/ag. Amini Siti Kholifa and Yulita Pujiharti. AuPengembangan Canva Sebagai Media Pembelajaran Ekonomi Di SMP Pondok Pesantren Tholabie Malang,Ay Ecoducation Economics & Education Journal, 2021. Lasia Agustina. Yogi Wiratomo, and Abdul Karim. AuPKM Media Pembelajaran Di Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah 5 Cikeusik,Ay SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 2019. JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 digunakan untuk membuat media pembelajaaran berbasis video 7, terutama untuk pembelajaran jarak jauh. Pondok pesantren menerapkan peraturan yang lebih ketat terkait dengan mobilitas santri yang mengenyam pendidikan di luar lingkungan pondok pesantren. Butuh perhatian yang lebih tinggi untuk mengatasi kedua sisi kepentingan tersebut, kepentingan pendidikan di dalam pondok pesantren dan pendidikan dari luar pondok pesantren. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi OBS, sehingga santri tidak perlu pergi keluar dari lingkungan pondok pesantren untuk mengikuti pembelajaran dari Ustadz dengan jarak yang sulit untuk ditempuh. Mempertimbangkan kebutuhan dan pentingnya masalah di Pondok Pesantren ArRoyyan tersebut, maka sosialisasi pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk pembuatan media pembelajaran bagi Ustadz dilaksanakan. Sosialisasi ini diharapkan dapat OBS Pondok Pesantren Ar-Royyan mengembangkan media pembelajaran digital sesuai dengan yang diharapkan. METODE Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi pemanfaatan OBS untuk membuat media pembelajaran bagi Ustadz Pondok Pesantren Ar-Royyan. Pondok Pesantren Ar-Royyan terletak di dusun Gunung Cilik. Desa Purwoasri. Kecamatan Kebonagung. Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 s. 17 November 2023 dan diikuti oleh para Ustadz dengan berbagai mata pelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Metode Sosialisasi Pemanfaatan OBS untuk Pembuatan Media https://doi. org/10. 31764/jpmb. Dios Sarkity. AuPelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Open Broadcaster Software (OBS) Studio Untuk Guru SMAN 1 Bintan Timur,Ay Jurnal Anugerah, 2021, https://doi. org/10. 31629/anugerah. Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Metode sosialisasi pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk pembuatan media pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Kabupaten Pacitan dapat dibagi menjadi empat tahapan utama. Tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penugasan, dan tahap evaluasi. Tahap Persiapan Persiapan dilaksanakan dalam bentuk perkenalan dan diskusi tentang latar belakang peserta sosialisasi dan tim pengabdian kepada masyarakat. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kultur, aturan yang harus ditaati, serta mengukur sejauh mana kemampuan peserta Tujuan lain dalam persiapan ini untuk mengetahui lebih lanjut kebutuhan peserta sosialisasi secara langsung. Bentuk persiapannya diukur dengan menggunakan pre-test sebelum pelaksanaan sosialisasi dimulai. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memperkenalkan berbagai aplikasi pembuatan media pembelajaran terlebih dahulu. Langkah awal ini bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap beragam aplikasi yang sejenis, sehingga peserta dapat memilih aplikasi yang sesuai dengan Pelaksanaan dilanjutkan dengan mendemonstrasikan pembuatan media pembelajaran digital melalui OBS. Tahap Penugasan Setelah memperhatikan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan media pembelajaran dengan OBS, peserta diberikan tugas untuk mencobanya. Peserta diberikan waktu untuk melakukan eksplorasi sebebas mungkin. Tim yang bertugas selalu sedia menjawab segala pertanyaan dari peserta dan membantu peserta yang mengalami kesulitan atau kendala saat menggunakan OBS. Tahap Evaluasi Tim yang bertugas memberikan komentar dan umpan balik sebagai evaluasi dalam pembuatan media pembelajaran dengan OBS. Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test yang dilakukan pada tahap persiapan dengan post-test yang dilakukan pada tahap ini. Tahap tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan sosialisasi yang telah dilakukan Bentuk evaluasinya dapat ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel. 1 Evaluasi Pelaksanaan Sosialisasi JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 Jenis Evaluasi Pre-test Post-test Angket Respons Deskripsi Evaluasi yang dilakukan sebelum dilakukan sosialisasi. Berisi pertanyaan tentang tingkat pemahaman peserta sebelum tahap Evaluasi yang dilakukan setelah dilakukan sosialisasi. Berisi pertanyaan tetang tingkat pemahaman peserta setelah tahap Evaluasi berdasarkan pengalaman peserta tentang pentingnya pembuatan media pembelajaran, aplikasi pilihan untuk membuat media pembelajaran, hingga kesannya membuat media pembelajaran dengan OBS. HASIL Sosialisasi pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk pembuatan media pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan dilaksanakan pada tanggal 16 s. November 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Ustadz dan Calon Ustadz yang mengampu beragam bidang studi. Sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka di Masjid Pondok Pesantren Ar-Royyan, dusun Gunung Cilik. Desa Purwoasri. Kecamatan Kebonagung. Kabupaten Pacitan. Provinsi Jawa Timur. Sebelum sosialisasi dimulai, tim pengabdian kepada masyarakat berbincang-bincang dengan pengurus pondok pesantren. Perbincangan meliputi berbagai perbedaan kultur pendidikan, peraturan, hingga kesepahaman tujuan untuk turut serta menebar kebermanfaatan dari pengembangan sumber daya manusia dengan sosialisasi pembuatan media pembelajaran digital menggunakan OBS. Persiapan dilanjutkan dengan menyapa peserta yang telah hadir di tempat kegiatan Beberapa perkenalan dan diskusi untuk menyesuaikan budaya belajar dan kebiasaan yang sudah dibangun di Pondok Pesantren. Diskusi awal sebelum sosialisasi juga dilakukan sebagai pengantar untuk mengetahui kebutuhan peserta terhadap media pembelajaran digital yang Peserta mayoritas telah berada di depan laptop sebagai tanda bahwa para Peserta sudah siap untuk mendapatkan materi. Selagi mendengarkan materi. Peserta dipersilakan untuk menginstal OBS terlebih dahulu. Peserta juga diminta untuk mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman penggunaan OBS sebelum diberikan sosialisasi. Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Gambar 2. Dokumentasi kegiatan sosialisasi OBS untuk pembuatan media pembelajaran Pelaksanaan sosialisasi dimulai dengan memperkenalkan aplikasi OBS kepada Peserta. Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa OBS (Open Broadcaster Softwar. adalah perangkat lunak sumber terbuka yang digunakan untuk merekam dan menyiarkan video secara langsung. Halaman kerja OBS terdiri dari kotak halaman pratinjau video, scene, sources, audio mixer, scene transitions, dan controls, ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Halaman kerja OBS Scene merupakan tempat video pembelajaran akan disematkan. Di dalam OBS terdapat berbagai jenis source atau sumber yang dapat ditambahkan ke dalam scene. Fitur-fitur tersebut JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 dijelaskan satu persatu sebagai kemampuan yang paling diunggulkan pada aplikasi ini untuk membuat media pembelajaran. Beberapa fitur yang disosialisasikan ditunjukkan pada Gambar 4, diantaranya adalah : Display Capture (Perekam Laya. Memungkinkan Anda merekam atau menyiarkan seluruh layar atau hanya satu layar tertentu. Window Capture (Perekam Jendel. Memungkinkan Anda merekam atau menyiarkan jendela Anda dapat memilih jendela aplikasi tertentu untuk ditampilkan. Game Capture (Perekam Gam. Dirancang khusus untuk menangkap dan menyiarkan permainan video. Ini dapat memberikan performa yang lebih baik daripada Display Capture. Video Capture Device (Perangkat Perekam Vide. Digunakan untuk menambahkan perangkat video eksternal seperti webcam atau perangkat perekam video USB ke dalam scena Anda. Audio Input Capture (Perekam Input Audi. Memungkinkan Anda menambahkan sumber audio eksternal ke dalam scena, seperti mikrofon atau input audio dari perangkat eksternal. Audio Output Capture (Perekam Output Audi. Mengambil audio yang dihasilkan oleh program atau aplikasi tertentu. Ini berguna jika Anda ingin menangkap suara dari permainan atau aplikasi tertentu. Image (Gamba. Memungkinkan Anda menambahkan gambar statis ke dalam scena, seperti logo atau grafik tertentu. Text (Tek. Menambahkan elemen teks ke dalam scena. Ini dapat digunakan untuk menampilkan informasi tertentu seperti nama pengguna atau pesan tertentu. Browser Source (Sumber Browse. Memungkinkan Anda menambahkan halaman web ke dalam scena. Berguna untuk menampilkan grafik yang diperbarui secara dinamis atau Media Source (Sumber Medi. Mengizinkan Anda memutar file media, seperti video atau audio, di dalam scena Anda. Scene (Scen. Menyediakan kemampuan untuk menyusun dan mengelola berbagai sumber dalam satu tata letak. Color Source (Sumber Warn. Menambahkan latar belakang berwarna ke dalam scena Anda. VST 2. x Plugin (Plugin VST 2. Memungkinkan integrasi dengan efek suara dan prosesor audio eksternal melalui plugin VST. Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Berbagai macam sumber yang bisa disematkan ke dalam OBS tersebut dapat dikombinasikan untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih komprehensif. Contohnya seperti gabungan dari video dengan sumber dari kamera dengan gambar dan teks, sehingga menjadi media pembelajaran yang lebih lengkap sesuai dengan kebutuhan. Gambar 4. Fitur OBS yang mendukung banyak sumber . Peserta juga didemonstrasikan proses pembuatan media pembelajaran dengan OBS seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Tangkapan layar dari Google Meet ditambah dengan media yang lain dapat digabung sesuai dengan kebutuhan. Masing-masing sumber dapat diperbesar, diperkecil, dan digeser sesuai keinginan. Proses pembuatan media pembelajaran ini bahkan dapat dilakukan secara bersamaan dengan broadcasting atau siaran langsung ketika proses belajar mengajar berlangsung. JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 Gambar 5. Demonstrasi pembuatan media pembelajaran dengan OBS Hasil dari pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi OBS adalah video. Keluarannya didukung oleh banyak format video seperti MP4. MOV. MKV. FLV, dan MPEGTS. Format MKV merupakan format keluaran default atau bawaan dari OBS yang direkomendasikan, sedangkan format MP4 merupakan format yang memiliki dukungan pada kebanyakan perangkat. Keunggulan lain yang ditunjukkan diantaranya adalah pengaturan aplikasi yang sederhana untuk memudahkan pengguna seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan Gambar 6. Pengaturan aplikasi OBS Pengaturan sendiri penting untuk disampaikan dengan tujuan agar peserta dapat mempertimbangkan dan menyesuaikan aplikasi sesuai dengan kebutuhannya. Pengaturan yang dapat dilakukan pada aplikasi OBS diantaranya adalah: General A Language untuk memilih bahasa pada antarmuka OBS Studio. A Theme untuk memilih antara tema terang atau gelap. A Automatically record when streaming, jika dicentang. OBS akan secara otomatis mulai merekam saat mulai streaming. Stream A Service untuk memilih platform streaming (Twitch. YouTube, dll. A Server untuk memilih server terdekat sebagai layanan streaming pilihan. A Stream Key untuk memasukkan kunci streaming dari platform streaming. Video A Base (Canva. Resolution untuk mengatur resolusi seluruh ruang kerja OBS. A Output (Scale. Resolution untuk mengatur resolusi di mana video akan dikodekan untuk streaming atau perekaman. A Downscale Filter untuk memilih filter untuk downscaling. Audio A Sample Rate untuk mengatur sample rate untuk audio. A Channels untuk konfigurasikan jumlah saluran audio. A Desktop Audio untuk memilih sumber audio pada suara desktop. A Microphone untuk mengatur mikrofon pilihan Anda. Hotkeys A Sesuaikan tombol pintas untuk berbagai fungsi seperti memulai/menghentikan perekaman, berpindah adegan, dan lainnya Setelah pelaksanaan, dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Tahap evaluasi terbagi menjadi dua, sebelum diberikan sosialisasi . re-tes. dan sesudah memberikan sosialisasi . ost-tes. Hasil evaluasi setiap peserta ditunjukkan pada Gambar 7. JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-67 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PreTest PostTest Gambar 7. Hasil pre-test dengan skala Likert Pengukuran menggunakan skala Likert dengan skor 1 bermakna tidak memahami, skor 2 bermakna kurang memahami, skor 3 bermakna memahami, dan skor 4 bermakna sangat Warna biru menandakan hasil evaluasi sebelum diberikan sosialisasi, warna merah menandakan hasil evaluasi setelah diberikan sosialisasi. Selain dengan menggunakan skala Likert, evaluasi juga menggunakan angket respon seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel. 2 Sebagian Hasil Evaluasi Tahap ketiga Pertanyaan Seberapa penting video pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran dan Bagaimana Pendapat bapak/ibu setelah mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan OBS sebagai aplikasi Peserta Jawaban Pre Test Post Test Pre Test Post Test Pre Test Sangat penting, di karenakan Dengan perkembangan zaman saat ini sangat di perlukan di karenakan pola hidup masyarakat yang tadinya membaca saat ini lenih pada melihat dan mendengar Materi yang di sampaikan pemateri sangat mudah di fahami sehingga, kami bisa lebih cepat beradaptasi dengan software yang baru kami kenal Agar pada proses pembelajaran menarik, maka di perlukan adanya inovasi pembelajaran melalui video Dengan adanya OBS membuat proses inovasi video pembelajaran inovatif apa lagi di kombinasikan dengan aplikasi lain seperti filmora sangat menarik bagi saya untuk kemudian lebih bisa mengembangkan pembelajaran Penting, untuk kemudian bagaimana dengan adanya video pembelajaran bisa Sosialisasi Pemanfaatan Open Broadcaster Software (OBS) untuk Pembuatan Media Pembelajaran bagi Ustadz di Pondok Pesantren Ar-Royyan di gunakan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pembelajaran yang lebih efektik dan efisien Post Test Dengan adanya pelatihan sangat memberikan wawasan bagi kami untuk memberikan gambaran bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran melalui video dengan aplikasi yang mudah di fahami dengan hasil yang lebih maksimal Setiap Peserta memberikan pendapatnya berkaitan dengan pertanyaan yang sama. Evaluasi angket ini dilakukan selama pre-test dan post-test bersamaan dengan evaluasi dengan skala Likert. Hasilnya mayoritas Peserta berpendapat bahwa pembuatan media pembelajaran berbasis digital sangat penting, salah satunya dengan menggunakan OBS. Peserta tertarik untuk mengeksplorasi aplikasi OBS lebih lanjut untuk menggabungkan beragam source pada media pembelajaran. DISKUSI