E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 ANALISIS RESIKO KESEHATAN PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA TIRAM (Saccostrea cucullat. DI PESISIR SALO PALAI. PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Irwan Ramadhan Ritonga1. Muchlis Effendi2. Hamdhani2 Program Studi Ilmu Kelautan. FPIK. Universitas Mulawarman Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. FPIK. Universitas Mulawarman E-mail : ritonga_irwan@fpik. Received August 2018. Accepted September 2018 ABSTRAK Tiram di pesisir Salo Palai. Muara Badak sangat rentan terkontaminasi oleh logam berat yang disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan seperti terjadi secara alami, aktivitas antropogenik, perubahan iklim, dan bioakumulasi pencemaran lingkungan. Tiram (Saccostrea cucullat. dipilih untuk deteksi logam berat, dikarenakan tiram merupakan salah satu makanan laut yang dikonsumsi oleh penduduk di Salo Palai. Konsentrasi kadar Pb. Cd, dan Cu pada tiram ditentukan dengan metode destruksi asam dan AAS (Atomic Absorption Spectrophotomete. Penilaian resiko dilakukan untuk menentukan total paparan logam berat di masyarakat pesisir Salo Palai. Berdasarkan hasil analisis, konsentrasi rata-rata Pb dan Cd pada tiram lebih rendah dari Uni Eropa . BSN . , dan China . , sedangkan rata Aerata konsentrasi Cu rata-rata lebih tinggi dari standar Dirjen POM . Kisaran nilai perkiraan asupan harian (EDI) oleh masyarakat untuk masing masing Pb . 0000 Ae 0. g/hari/kg. Cd . 0000 Ae 0. g/hari/ kg, dan Cu . 0013 - 0,0. g/hari/kg. Kemudian, kisaran nilai bahaya target (THQ) untuk Pb . 0015 Ae 0. Cd . 0055 Ae 0. , dan Cu . 0319 Ae 0. Secara umum, semua nilai THQ pada tiram lebih rendah dari 1. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa tiram yang berasal dari pesisir Salo Palai. Kalimantan Timur masih layak untuk dikonsumsi, dan tidak ada efek buruk yang terjadi bagi masyarakat yang terpapar Pb. Cd, dan Cu. Kata kunci : Logam berat. Salo Palai. EDI. THQ. Tiram ABSTRACT Oysters on Salo Palai littoral. Muara Badak is very vulnerable to contamination by heavy metals caused by various environmental factors such as naturally occurring, anthropogenic activity, climate change, and bioaccumulation of environmental pollution. Oysters (Saccostrea cucullat. was chosen for heavy metal detection because oysters are one of the E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 seafood consumed by residents in Salo Palai. Concentrations of Pb. Cd, and Cu concentrations in oysters were determined byusi using acid destruction and AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer method ). Risk assessment was conducted to determine total exposure to heavy metals in the coastal communities of Salo Palai. According to analysis results, the average concentrations of Pb and Cd in oysters were lower than the EU . BSN . , and China . , while the average Cu concentrations were higher than the standard of Dirjen POM . 9 ). The range of daily estimated daily intake (EDI) for Pb . 0000 Ae 0. g/day/kg. Cd . 0000 Ae 0. g/day/ kg, dan Cu . 0013 - 0,0. g/day/kg, respectively. Then, the range of target hazard values (THQ) for Pb were . 0015 Ae 0. Cd . 0055 Ae 0. , and Cu . 0319 Ae 5. In general, all THQ values in oysters were lower than Based on this study, it was concluded that oysters originating from the coastal Salo Palai. East Kalimantan was still eligible for consumption, and no adverse effects occur for peoples exposed to Pb. Cd, and Cu. Keywords : Heavy metals. Salo Palai. EDI. THQ. Oyster PENDAHULUAN Produk makanan laut seperti tiram (Saccostrea cucullat. merupakan salah satu sumber protein, asam amino, serat, vitamin, mineral serta sumber pendapatan penting bagi masyarakat nelayan di Salo Palai,Muara Badak. Kalimantan Timur. Nutrisi tersebut sangat penting untuk fungsi tubuh dan bermanfaat untuk pertumbuhan, otak, sistem saraf, dan antikanker (Liao and Chao 2. Produk makanan dari laut telah membantu meringankan krisis pangan di banyak negara berkembang, menyediakan suplemen yang berharga untuk diet yang beragam dan bergizi. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi makanan laut telah meningkat secara bertahap di seluruh dunia (FAO/WHO . Namun, dikarenakan perkembangan industrialisasi yang cepat di sekitar pesisir Muara Badak telah menyebabkan tingkat pencemaran logam berat yang mengkhawatirkan bagi lingkungan dan biota yang hidup didalamnya (Budiyanto dan lestari, 2013. Effendi dkk. , 2016. Suyatna dkk. , 2. Akibatnya, tiram yang telah terkontaminasi logam berat dapat menimbulkan resiko efek samping bagi kesehatan tubuh manusia jika mengkonsumsinya seperti kerusakan DNA, anemia, osteoporosis, deposisi pada tulang, dan efek terhadap syaraf (Jaishankar dkk. , 2. Saat ini, informasi kandungan Pb. Cd, dan Cu pada tiram sangat terbatas, padahal informasi tersebut sangat penting sebagai dasar informasi kriteria keamanan makanan laut, dan menjaga kesehatan Dengan demikian, penilaian risiko kesehatan akibat mengkonsumsi tiram harus dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan masyarakat khususnya di pesisir Salo Palai. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi penilaian E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 resiko kesehatan pencemaran logam berat dari konsumsi tiram yang diperoleh dari pesisir Salo Palai. Kalimantan Timur. MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2015 dimulai dari pengambilan sampel, pengolahan data, dan analisis data. Lokasi penelitian berada di pesisir Salo Palai. Kecamatan Muara Badak. Provinsi Kalimantan Timur. Gambar 1. Peta lokasi penelitian di pesisir Salo Palai. Muara Badak Jenis tiram yang dipilih untuk dianalisis yaitu Saccostrea cucullata. Sejumlah 12 ekor tiram diambil dari beberapa mangrove di wilayah pesisir Salo Palai. Muara Badak. Kalimantan Timur. Bahan - bahan yang digunakan untuk proses destruksi antara lain: air, aquades, serta bahan kimia dalam analisis laboratorium seperti HCl pekat dan HNO 3 pekat. Pengukuran logam berat Pb. Cd dan Cu menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectofotomete. Secara lengkap metode AAS yang diterapkan pada penelitian ini telah dijelaskan oleh Lytle and Lytle . Perhitungan penilaian risiko kesehatan Nilai akumulasi logam berat di otot tiram digunakan untuk menghitung perkiraan asupan harian (EDI), nilai bahaya target (THQ) secara terpisah untuk individu. Perkiraan asupan harian (EDI) Nilai EDI akan dihitung dengan persamaan menurut USEPA . yayaya AAyci ycoyci ya (AAyci/yc. ycu yayaycI yci ycOyayaA . E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 Dimana C adalah konsentrasi logam pada tiram (AAg/. FIR adalah tingkat konsumsi tiram di Indonesia . ,274 g/org/har. berdasarkan FAO . WAB adalah berat badan rata-rata untuk pria dan wanita . berdasarkan USEPA . Nilai bahaya target (THQ) Nilai bahaya target (THQ) merupakan rasio paparan potensial terhadap suatu zat dan tingkat, dimana tidak ada efek buruk yang Jika nilai THQ yang dihitung kurang dari 1. 0, maka tidak ada efek kesehatan yang merugikan yang diharapkan sebagai akibat dari paparan logam berat. Sebaliknya, jika nilai THQ lebih besar dari 1. 0, maka efek kesehatan yang buruk mungkin terjadi. Nilai THQ dihitung dengan persamaan menurut (USEPA, 2. ycNyaycE = ya ycu yayaycI ycu yaya ycu yaya ycu 10Oe3 ycIyceya ycu ycOyayaA ycu yaycNycu Dimana EF adalah frekuensi pemaparan logam berat . hari/tahu. ED adalah durasi paparan logam berat di Indonesia . berdasarkan tingkat harapan hidup . ttps://countryeconomy. /demography/life-expectancy/indonesi. RfD adalah referensi dosis dari logam berat secara individu . ,0035 g/g/hari untuk Pb, 0,001 g/g/hari untuk Cd, dan 0,040 AAg/g/hari untuk Cu. WAB adalah berat badan ratarata untuk pria dan wanita . ATn adalah waktu rata-rata untuk non karsinogen . h / thn y ED) berdasarkan USEPA . Analisis data Data yang telah dikumpulkan, dianalisis menggunakan program Microsoft Excel. Semua data dianalisis, ditabulasikan dalam bentuk tabel . ilai rata-rata, nilai maksimum, minimum, dan standar ero. , dan dijelaskan secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsentrasi logam pada tiram (Crassostrea rhizophora. Konsentrasi rata-rata Pb. Cd, dan Cu pada tiram adalah 0,328 A 0,114, 0,344 A 0,039, 80,187 A 3,719 AAg/g. Kemudian, urutan akumulasi logam berat pada tiram adalah Cu> Cd> Pb. Secara umum, konsentrasi rata-rata Pb dan Cd pada tiram lebih rendah dari Uni Eropa . BSN . , dsedangkan rata - rata konsentrasi Cu lebih tinggi dari standar Dirjen POM . (Tabel . E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 Tabel 1. Konsentrasi logam pada tiram (Saccostrea cucullat. Jenis Konsentrasi (AAg/. ata Ae rata A SE) 110 - 1. 328 A 0. 200 - 0. 344 A 0. 550 - 90. Batas maksimum logam berat dalam pangan (AAg/. Dirjen Uni Eropa BSN China POM *** **** Keterangan : * = Sesuai dengan SK Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/89 tanggal 10 Juli 1989 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan ** = European Union . *** = Badan Standarisasi Nasional . **** = National Health and Family Planning Commission of the peopleAos Republic of China (NHFPC) . Pada dasarnya, lingkungan sangat penting untuk mengidentifikasi proses bioakumulasi dasar logam berat pada tubuh tiram. Pada saat yang sama, aktivitas antropogenik sebagai sumber pencemar yang terdapat di sekitar habitat tiram juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bioakumulasi logam pada tubuh tiram (Alam dkk. , 2. Disisi lain, pengaruh perubahan iklim seperti pengasaman laut juga merupakan salah satu faktor penyumbang proses akumulasi logam berat pada tubuh tiram (Shi dkk. , 2. Selanjutnya, hasil investigasi PaezOsuna dkk . Ferreira dkk . Le dkk . bahwa fluktuasi musiman dari logam berat dapat dikaitkan dengan pasokan makanan dan perubahan aliran partikulat logam ke lingkungan, dikarenakan faktor curah hujan yang tinggi. Selain itu, variasi musiman juga terkait dengan produktivitas fitoplankton lokal. Dengan demikian, adanya peningkatan populasi fitoplankton di lingkungan yang menyiratkan peningkatan nutrisi pada tiram, juga mengarah ke peningkatan konsentrasi logam pada tiram yang diteliti. Tingkat konsentrasi Pb dan Cd lebih rendah dari Uni Eropa . BSN . , dan China . dikarenakan pengambilan sampel tiram dilakukan pada bulan November, yang merupakan musim hujan di Kalimantan Timur. Menurut Boening . bahwa spesies yang berbeda dari tiram di lingkungan memiliki tren bioakumulasi yang berbeda, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti biologis . sia, ukuran, jenis kelamin, aktivitas makan dan keadaan reproduks. dan faktor geokimia E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 . arbon organik, kesadahan air, suhu, pH, oksigen terlarut, ukuran butir sedimen dan fitur hidrolog. Perkiraan resiko kesehatan Berdasarkan hasil analisis nilai estimasi asupan harian (EDI) untuk masing Ae masing Pb. Cd, dan Cu adalah 0. 0000 Ae 0. 0001, 0. 0000 Ae 0001, 0. 0013 Ae 0. 0213 AAg/g berat badan/hari. Nilai EDI untuk Cu adalah 0,0213 AAg/g berat badan/hari, yang merupakan yang tertinggi diamati, sedangkan nilai EDI untuk Pb dan Cd adalah 0,0000 AAg/g berat badan/hari, merupakan nilai terendah yang diamati. Menurut Departemen Kesehatan Negara Bagian New York [NYSDOH (Departemen Kesehatan Negara Bagian New Yor. , jika rasio EDI logam berat terhadap referensi dosis (RfD) sama dengan atau kurang dari RfD, maka resikonya akan menjadi minimum. Tetapi jika > 1 - 5 kali RfD, maka resiko akan rendah, jika > 5 - 10 kali RfD, maka resikonya akan menjadi moderat, namun, jika > 10 kali RfD maka resikonya akan tinggi. Oleh karena itu, nilai rasio Pb lebih lebih rendah dari RfD of Pb . ,0. , rasio Cd lebih rendah dari RfD Cd . , dan rasio Cu lebih rendah dari RfD Cu . Hasill tersebut menunjukkan bahwa logam yang terakumulasi pada tubuh tiram dari wilayah pesisir Salo Palai mempunyai resiko minimum jika dikonsumsi oleh masyarakat (Tabel . Tabel 2. Nilai perkiraan asupan harian (EDI) dan Hazard Quotient (HQ) di Salo Palai. Muara Badak. Umur (USEPA, lahir <1 1 <3 3 <6 6 <11 1 <2 2 <3 3 <6 Berat rata-rata untuk pria dan wanita THQ EDI E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN:2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2018: 241-249 6 <11 11 <16 16 <21 Dewasa Berdasarkan hasil perhitungan nilai bahaya target (THQ) pada tabel 2, diketahui bahwa nilai kisaran untuk Pb . 0015 Ae 0. Cd . 0055 Ae 0. , dan Cu . 0319 Ae 0. Secara umum, semua nilai THQ untuk Pb. Cd, dan Cu pada tiram lebih rendah dari 1,0 untuk semua umur. Karenanya, mengkonsumsi tiram dari pesisir Salo Palai masih layak untuk dikonsumsi, dan tidak ada efek buruk yang terjadi bagi masyarakat yang terpapar Pb. Cd, dan Cu. Berdasarkan hasil investigasi (Amiard dkk. bahwa rendahnya nilai EDI dan THQ tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti perbedaan berat badan rata-rata, umur, gaya hidup, dan metode memasak makanan. KESIMPULAN Secara umum, konsentrasi Pb dan Cd pada tiram lebih rendah dari tingkat maksimum yang diizinkan oleh badan standarisasi nasional . Uni eropa . , dan China . , sedangkan konsentrasi Cu lebih tinggi dari standar Dirjen POM . Kemudian, nilai perkiraan asupan harian (EDI) lebih rendah dari dosis referensi Pb. Cd. Cu, dan nilai bahaya target (THQ) lebih kecil dari 1. Karenanya, mengkonsumsi tiram (Saccostrea cucullat. yang berasal dari pesisir Salo Palai memiliki risiko minimum, dan tidak ada efek buruk yang terjadi bagi masyarakat yang terpapar Pb. Cd, dan Cu. DAFTAR PUSTAKA