JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PELATIHAN PROGRAM KECAKAPAN HIDUP BUDIDAYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PKBM LINGGIH SINAU BANYUSARI Faisal Ali1. Dayat Hidayat2. Nia Hoerniasih3 1,2,3 Pendidikan Masyarakat. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia 1910631040011@student. id, 2 dahyat. hidayat@fkip. hoerniasih@fkip. Received : Juli, 2023. Accepted : September 2024 Abstract The phenomenon occurring in the field is that there are several village communities surrounding the Linggih Sinau Banyusari Community Learning Activity Center (PKBM) that have limited resources and lack skills in entrepreneurship, particularly catfish farming. Therefore, an effective life skills training program is necessary to enhance human resources and promote community economic This study aims to achieve the following objectives: . Understand the process of life skills training at PKBM Linggih Sinau Banyusari, and . Determine the outcomes of catfish farming life skills training as a means of empowering the community at PKBM Linggih Sinau Banyusari. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method and was conducted at the Center for Community Learning Activities. The research participants included six respondents, consisting of one mentor, one PKBM Chairman, and four training participants at PKBM Linggih Sinau Banyusari. Research data were collected through observation, interviews, and documentation techniques. The findings reveal that . participants were able to enhance their skills in entrepreneurship and cultivation by attending the life skills training program, which met their expectations and aspirations for success. The training process offered interesting activities for self-development in a conducive environment. However, participants still required encouragement and support throughout the training. The outcomes of the community life skills training enabled participants to apply their newfound knowledge and bring about positive changes, particularly in their social and economic statuses. Keywords: Community empowerment. Cultivation training. Life skills Abstrak Belajar Masyarakat (PKBM) Linggih Sinau Banyusari sumber daya yang rendah dan kurang terampil dalam hal berwirausaha/ budidaya khususnya budidaya ikan lele, sehingga harus ada program pelatihan kecakapan hidup yang efektif untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk . Mengetahui proses pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari, . Mengetahui hasil pelatihan kecakapan hidup budidaya ikan lele sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Subjek penelitian terdiri atas 6 Responden. Yaitu 1 Mentor, 1 Ketua PKBM, dan 4 orang peserta pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa . Meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha/ budidaya dengan mengikuti pelatihan program kecakapan hidup sesuai dengan harapan dengan adanya hasrat dan keinginan berhasil, harapan dan citacita masa depan, kegiatan yang menarik dalam proses pengembangan diri, lingkungan yang kondusif. Namun dorongan dan kebutuhan dalam pelatihan masih sangat diperlukan oleh peserta pelatihan. Hasil dari pelatihan kecakapan hidup masyarakat mampu mengaplikasikan dan mampu memberikan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain terutama bagi dirinya sendiri. Contohnya perubahan dalam status sosial dan ekonominya. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat. Pelatihan budidaya. Kecakapan hidup Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 How to Cite: Ali. Hidayat. & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 318-333. PENDAHULUAN Sumber daya atau resources merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan tertentu. Sumber daya dapat berupa manusia, benda, atau energi yang digunakan untuk produksi atau pemenuhan kebutuhan manusia (Mankiw. Latar belakang sumber daya bermula dari kebutuhan manusia yang terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Suriyani. Nugroho. , & Maryono. Bahwa Au Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, manusia memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka, baik dari alam maupun dari hasil produksi manusia itu sendiriAy. Mankiw. menyatakan bahwa Dalam konteks ekonomi, sumber daya menjadi hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi produktivitas suatu negara. Negara yang memiliki sumber daya yang cukup dan mampu dimanfaatkan secara efektif cenderung lebih maju dan berkembang pesat. Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur tentang pengelolaan sumber daya di tingkat daerah, bahwa AuUndang-undang ini menetapkan ketentuan-ketentuan tentang kewenangan, tugas, dan tanggung jawab menetapkan kewajiban pemerintah daerah untuk mengembangkan sumber daya manusia, termasuk melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan, serta memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya. Pemerintah daerah juga diharuskan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dalam mendukung pembangunan daerah pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnyaAy. Namun, penggunaan sumber daya yang berlebihan dan tidak berkelanjutan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan berdampak negatif pada kesejahteraan manusia di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk memanfaatkan sumber daya dengan bijak dan berkelanjutan agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Dengan demikian, "SDM menjadi faktor penting dalam sebuah lembaga untuk keberhasilan visi lembaga tersebut. Oleh karena itu. SDM harus dikelola dengan efektif dan efisien" (Dessler, 2. Sedangkan cara seseorang berperilaku dan berkontribusi terhadap aspek-aspek kehidupannya akan menentukan kualitas dan kemampuan hidupnya. Hal ini merupakan dimensi utama dari keberadaan manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan bagian ketiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor yang bertujuan untuk menghasilkan layanan profesional dalam konteks kerja yang merupakan profesi seseorang. Sejalan dengan Undang-Undang No. Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bahwa Aumengatur tentang fleksibilitas ketenagakerjaan, perluasan kesempatan kerja, dan upaya peningkatan produktivitas sumber daya manusia di IndonesiaAy. Oleh karena itu bukan suatu kejanggalan apabila kualitas sumber daya manusia yang tinggi dapat menimbulkan pada masyarakat yang profesional. Kedepannya akan mendapatkan keahlian pada diri mereka. Maka dari itu, pelatihan yang lebih besar harus diberikan pada sumber daya manusia itu sendiri. Undang-Undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan 320 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari dan Pemberdayaan Nelayan. Petani, dan Pembudidaya Ikan, yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja di sektor pertanian dan perikanan. Masyarakat yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang rendah atau masyarakat yang tidak mempunyai keahlian dibidang apa pun dapat mengakibatkan kemiskinan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Indonesi. pada pasal 19 menyebutkan bahwa AuPenanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaanAy. Sumber daya manusia (SDM) memang menjadi roda penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan SDM memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan ekonomi suatu negara. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi. SDM yang berkualitas dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Susanto. , & Rahmawati. Partisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi yang rendah dapat menjadi indikasi rendahnya kualitas sumber daya manusia karena kurangnya keterlibatan dalam aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan individu. Sebaliknya, tingkat kemiskinan yang tinggi juga dapat menyebabkan rendahnya sumber daya manusia karena masyarakat yang hidup dalam kemiskinan yang tinggi tidak memiliki akses yang cukup terhadap sumber daya dan peluang yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan mereka. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Undang-undang ini bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak kemiskinan. Menyatakan bahwa kemiskinan merupakan masalah sosial yang serius dan kompleks yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan hak-hak dasar lainnya. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, namun masalah ini memang terus berlangsung dan sulit untuk dihilangkan sepenuhnya. Salah satu alasan mengapa kemiskinan sulit untuk diatasi adalah karena faktor penyebabnya yang sangat beragam, seperti faktor ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Selain itu, kendala-kendala seperti kurangnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan, kurangnya lapangan kerja, serta ketidakadilan dalam distribusi sumber daya dan akses terhadap layanan sosial juga memperburuk masalah kemiskinan (Alkire. , & Foster. Oleh karena itu untuk mengatasi kemiskinan, diperlukan keterlibatan berbagai pihak dan tindakan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan pendidikan dan keterampilan, membuka lapangan kerja, mengembangkan infrastruktur dan akses sumber daya, serta memberikan bantuan sosial dan proteksi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, diperlukan penguatan sistem kelembagaan dan kebijakan yang mendukung upaya penanggulangan kemiskinan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian kemiskinan yang terjadi di lingkungan kita itu sangat terlihat jelas melihat dari permasalahan sumber daya manusianya yang memang masih mengkhawatirkan, di Negara berkembang seperti Indonesia. Badan Pusat Statistik . Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2022 mencapai 26,36 juta orang. Kemiskinan di kabupaten Karawang menjadi permasalahan yang kompleks berdasarkan data tingkat kemiskinan terbaru bahwa kemiskinan meningkat sejak bulan September 2022, menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah . Kabupaten Karawang. Jawa Barat, menyatakan, angka kemiskinan di kabupaten tersebut pada 2020 mencapai 195. 410 jiwa atau 8,26% dari jumlah penduduk Karawang yang mencapai 2,3 juta. Anis mengungkapkan bahwa Jika dibandingkan dengan September tahun 2017, jumlah penduduk miskin sebesar 26,58 juta orang setara dengan 10,12 persen. Artinya, perubahannya hanya sekitar 220 ribu orang saja, angkanya tidak terlalu signifikan, dalam (Republika, 2. Berdasarkan data tersebut, memperlihatkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia dan begitu tinggi, dan jumlah kemiskinan tersebut cenderung pada masyarakat pedesaan. Ketidakmampuan masyarakat pedesaan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka seringkali disebabkan oleh krisis ekonomi dan keterbatasan SDM yang berkualitas. Sementara itu, meningkatnya jumlah penduduk miskin di perkotaan juga merupakan fenomena yang umum terjadi di berbagai negara, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti urbanisasi yang cepat, kurangnya lapangan kerja, tingginya biaya hidup, dan ketidakmerataan dalam distribusi sumber daya dan akses terhadap layanan sosial (Deaton. Pada era globalisasi 5. 0 manusia sudah menggunakan ilmu pengetahuan berbasis teknologi modern seperti AI dan robot untuk memenuhi kebutuhan manusia menghadapkan kita pada tantangan dan tuntutan besar. Tuntutan itu sendiri terlihat dalam ketidakstabilan ekologi, ekonomi, politik, sosial dan budaya yang tampak nyata dalam pelanggaran HAM, degradasi lingkungan, eksploitasi ekonomi dan politik. Tantangan timbul akibat dari adanya masalah sosial dan lingkungan dari sekian banyaknya pengangguran. Global warming sampai menurunnya kualitas sumber daya manusia dan merupakan masalah umum yang ada di sekeliling kita dan masalah besar bangsa ini. Menurut kuswan dan ade Sadikin . 4: . mengemukakan bahwa : Faktor yang menjadi penyebab tingginya angka kemiskinan itu diantaranya adalah ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai, antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan permintaan dan penawaran serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah dan belum sesuai. Program pendidikan kecakapan hidup menjadi upaya dalam pemberdayaan masyarakat untuk lebih berinovatif dan kompetitif sebagai model yang diterapkan khususnya pada masyarakat desa, menjadi bagian dari program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Linggih Sinau Banyusari di Karawang, sebagai bentuk pembangunan yang dirancang oleh Pemerintah dengan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh lembaga swadaya masyarakat bertujuan untuk memberi pengetahuan serta keterampilan masyarakat desa dengan program pendidikan kecakapan hidup sebagai bentuk dorongan partisipasi masyarakat dalam pembangunan guna meningkatkan kualitas hidup manusia. Berdasarkan data dari karawangkab. id bahwa kecamatan Banyusari adalah adalah salah satu kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten karawang. Dengan membawahi 12 desa yang meliputi 38 dusun, 74 RW dan 208 RT. Jarak kecamatan Banyusari ke pusat Kabupaten Karawang A 50 Km, merupakan kecamatan Pemekaran dari kecamatan Jatisari dan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2003 yaitu tentang pembeuntukan dan Pemekaran Kecamatan. Dan diresmikan pada tanggal 3 juni 2003 oleh Bupati Karawang. 322 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari Lebih jelasnya pemberdayaan masyarakat desa ini, bisa ditinjau dari adanya bentuk partisipasi dalam keseriusan masyarakat untuk mengikuti kegiatan atau program kecakapan hidup ini sebagai salah satu bentuk upaya dalam pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi meningkat, terlepas dari itu campur tangan pemerintah daerah pun ikut membantu dalam hal ini dengan begitu banyak upaya dalam penanganannya dalam memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Adanya program kecakapan hidup di tengah-tengah lingkungan masyarakat desa tepatnya di suatu lembaga pemberdayaan masyarakat menjadi titik terang sekaligus memberikan solusi dari permasalahan yang melanda masyarakat desa, seperti masalah penurunan ekonomi masyarakat, hilangnya lapangan kerja dan masalah pendidikan kecakapan atau keterampilan yang didapat. Secara yuridis pendidikan kecakapan hidup telah diatur dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 26 ayat . menyebutkan bahwa Au Pendidikan kecakapan hidup . ife skill. sebagai salah satu pendidikan non Aeformal yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Pendidikan kecakapan hidup yang dimaksud adalah program pendidikan kecakapan hidup yang bertujuan untuk memberi kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiriAy. Sebagai peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan bidang infrastruktur, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan serta meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam strategi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengelolaan, evaluasi, dan pertanggungjawaban dalam setiap kegiatan. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Sugiyono . AuMetode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentuAy Peneliti dalam penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan sistematis tentang objek tertentu yang diteliti. Dalam penelitian deskriptif, peneliti berusaha untuk menjelaskan secara rinci dan detail tentang kegiatan Tujuannya adalah untuk menggambarkan dan memahami gejala yang diamati, serta membuat prediksi yang didasarkan pada data yang terkumpul. Melalui eksplorasi dan deskripsi, peneliti dapat menerangkan dan memprediksi suatu fenomena dengan lebih baik. Penelitian deskriptif yakni bertujuan untuk menggambarkan secara jelas berupa pernyataan penelitian yang telah ditemukan sebelum peneliti-peneliti turun langsung ke lapangan. Dan peneliti tidak menggunakan hipotesis sebagai landasan dalam penelitian sehingga menjadikan hasil temuan data yang relevan dengan capaian penelitian yaitu untuk mengetahui proses pelaksanaan program kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau. Subjek penelitian yang peneliti gunakan merujuk pada subjek penelitian menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling menurut Sugiyono . sampling adalah suatu cara pengumpulan data yang sifatnya tidak menyeluruh yaitu tidak mencakup seluruh objek penelitian populasi akan tetapi sebagian saja dari populasi. Semakin banyak ciri dan karakteristik yang ada pada populasi maka akan sedikit subjek yang tercakup dalam populasi dan sebaliknya. Lazimnya purposive sampling dikatakan secara sengaja mengambil sampel tertentu, jika orang maka orang-orang tertentu sesuai persyaratan sampel yang dalam penelitian ini berkaitan dengan pengelola, mentor dan peserta pelatihan. Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 Subjek yang nantinya diteliti pada penelitian ini terdiri atas 6 Responden, yaitu seorang Mentor, seorang Ketua PKBM, dan empat orang peserta pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Pengambilan subjek mentor diharapkan dapat memperoleh data yang akurat, real dan objektif tentang proses pelaksanaan program kecakapan hidup peserta di PKBM serta upaya yang dilakukan oleh mentor dalam meningkatkan keterampilan peserta dengan mengikuti program kecakapan hidup melalui proses budidaya ikan di PKBM Linggih Sinau. Sedangkaan pengambilan subjek ketua PKBM dan peserta diharapkan dapat memperkuat data tentang keterampilan peserta pelatihan di PKBM serta bagaimana dampak yang telah dilakukan oleh mentor dalam meningkatkan keterampilan peserta di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Subjek yang akan diteliti terdiri atas : . Sumber informasi, yaitu sumber data utama atau responden yang dapat memberikan data dan informasi yang akurat, nyata dan objektif tentang proses pelatihan kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau, adapun yang menjadi responden yaitu empat orang peserta pelatihan. Sumber informan, yaitu sumber data lain yang dapat memberikan informasi lengkap tentang hal-hal yang tidak terungkap dari sumber informasi dan sekaligus sebagai sumber triangulasi. Untuk memperkuat keakuratan data informan terdiri dari seorang ketua PKBM dan seorang mentor yang dapat memperkuat data tentang keterampilan masyarakat di sekitar PKBM serta bagaimana upaya yang telah dilakukan oleh mentor dalam meningkatkan kualitas keterampilan peserta dalam budidaya ikan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Linggih Sinau merupakan lembaga pendidikan non formal yang terletak di atas tanah seluas 15m x 20m dengan luas bangunan 3m x 6m atas nama Yayasan Fadhilah Gempol Banyusari. Didirikan pada tanggal 28 Juni 2019, dengan Akte Notaris No. 04/2019. Lembaga ini awalnya didirikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang tanggap terhadap perkembangan transformasi informasi, yang diwujudkan dalam bentuk Functional Literacy (KF) yang didirikan pada tahun 1996 oleh H. Najamudin. Ma . Pd, dibantu oleh Dahlia. BA, dan Syamsiah. Ma. Pd. Pada tahun 1999 lembaga ini mendirikan Kelompok Belajar Usaha (KBU) yang fokus pada pembuatan kopi bubuk. Gambar 1 Struktur organisasi PKBM Liinggih Sinau Banyusari (Sumber: Arsip lembaga PKBM Linggih Sinau, 2. 324 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari Fungsi PKBM Linggih Sinau antara lain sebagai wadah kegiatan belajar masyarakat, tempat bertemu dan berkembangnya berbagai potensi masyarakat, sumber informasi bagi warga yang membutuhkan keterampilan fungsional, tempat bertukar ilmu dan keterampilan fungsional antar warga, dan tempat bagi warga yang ingin meningkatkan pengetahuan dan PKBM Linggih Sinau bertujuan untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun melalui Program Setara Pendidikan Dasar (Paket A). Sekolah Menengah Pertama (Paket B), dan Sekolah Menengah Atas (Paket C) serta menuntaskan keaksaraan melalui program literasi. Lembaga ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan memberdayakan masyarakat dengan memberikan pendidikan gratis. Sasaran PKBM Linggih Sinau adalah untuk membantu anak-anak putus sekolah, khususnya mereka yang berasal dari keluarga miskin, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar dan meningkatkan keterampilan mereka. Target lembaga tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Desa Gempol Anak yang menunjukkan bahwa masih banyak anak putus sekolah di wilayah tersebut. Manfaat pembelajaran di PKBM Linggih Sinau antara lain meningkatkan keberdayaan dan kemampuan anak putus sekolah agar dapat belajar secara aktif serta menambah pengetahuan dan wawasannya. Lembaga ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan gratis, memungkinkan mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Visi lembaga pendidikan non formal yang unggul, berprestasi dan peduli dengan pengembangan sumber daya manusia. Mencetak lulusan yang berakhlakul karimah dan menciptakan lulusan berkualitas berbasis pendidikan pesantren & teaching factory. Misi lembaga terwujudnya tata kelola pendidikan non formal yang mandiri dan akuntabel Pengembangan program pendidikan non formal berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat luas dan berorientasi pada kecakapan hidup . ife skil. Penyelenggaraan pendidikan non formal yang berkualitas sesuai standar nasional dengan layanan prima dan terbarukan sesuai perkembangan zaman. Membantu program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal, tendik yang terlatih melalui program-program peningkatan kualitas SDM. Penyelenggaraan program usaha dan keterampilan tepat guna yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. Tujuan PKBM Linggih Sinau adalah lembaga pendidikan kesetaraan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan berpengetahuan luas serta kompeten dalam bersaing di era globalisasi. Lembaga ini memberikan programprogram layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas sesuai dengan perkembangan zaman, dan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan mandiri. Selain itu. PKBM Linggih Sinau juga memberikan kontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya masyarakat di daerah Karawang melalui pendidikan dan keterampilan khususnya. PKBM Linggih Sinau juga mandiri, unggul, dan memiliki prestasi baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pelatihan budidaya ikan lele yang diselenggarakan oleh PKBM Linggih Sinau bekerja sama dengan lembaga pemerintah Kabupaten Karawang merupakan bagian dari program Kecakapan Hidup Karawang Cerdas. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan hidup kepada masyarakat Kabupaten Karawang dengan menggunakan anggaran biaya yang telah disediakan. PKBM Linggih Sinau, sebagai penyelenggara pelatihan, mengadakan program pelatihan budidaya ikan lele di lokasi mereka di Banyusari. Pelatihan ini berlangsung setiap hari Jumat mulai pukul 13. 00 hingga 16. 00 WIB. Setiap sesi pembelajaran berlangsung selama 2 jam dengan satu jam istirahat. Selain itu, terdapat fleksibilitas waktu untuk pembelajaran tambahan Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 pada hari Sabtu dan Minggu. Program pelatihan ini berlangsung selama satu tahun, yang mencakup proses pelatihan dan juga tahap pasca pelatihan. Jumlah peserta pelatihan budidaya ikan lele ini sebanyak 30 orang. Peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk budidaya ikan lele secara efektif dan produktif. Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dengan harapan mereka dapat mengembangkan usaha budidaya ikan lele dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Kabupaten Karawang. Proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di PKBM Linggih Sinau Banyusari. PKBM Linggih Sinau adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang berdedikasi untuk meningkatkan kecakapan hidup masyarakat dalam budidaya ikan lele. Pelaksanaan program pelatihan yang diselenggarakan memiliki latar belakang yang kuat, didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta didik dalam mengelola budidaya ikan lele. Tujuan utama dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif, keterampilan yang relevan, dan pemahaman yang mendalam tentang budidaya ikan lele. PKBM Linggih Sinau berkomitmen untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi individu yang mandiri secara ekonomi melalui penguasaan keterampilan budidaya ikan lele. Kurikulum yang disusun secara hati-hati melibatkan berbagai aspek penting dalam budidaya ikan lele. Peserta didik akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup ikan lele, teknik pengelolaan kolam budidaya yang efektif, strategi pemberian pakan yang tepat, pengendalian kualitas air, teknik pemijahan, pemilihan bibit yang berkualitas, dan strategi pemasaran yang sukses. Materi yang relevan dan praktis digunakan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta Selain itu. PKBM Linggih Sinau senantiasa melakukan improvisasi dengan mengintegrasikan teknologi modern dalam pengelolaan kolam dan pemberian pakan ikan lele untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Metode yang digunakan di PKBM Linggih Sinau menerapkan berbagai metode yang interaktif dan praktis dalam proses pelatihan. Peserta didik akan menghadiri ceramah, berpartisipasi dalam diskusi interaktif, melakukan praktek langsung di kolam budidaya, melakukan observasi lapangan, dan mendapatkan bimbingan individu dan kelompok. Metode ini memastikan bahwa peserta didik dapat mengaplikasikan langsung pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari. Strategi khusus yang diterapkan oleh PKBM Linggih Sinau adalah memberikan pendampingan intensif dan melibatkan ahli serta praktisi yang berpengalaman sebagai mentor. Selain itu. PKBM Linggih Sinau juga menggali potensi lokal untuk mempromosikan hasil budidaya ikan lele, menciptakan peluang kerjasama dengan pihak terkait, dan memberikan akses kepada peserta didik untuk pemasaran produk mereka. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka dijamin melalui pendekatan yang inklusif. PKBM Linggih Sinau melibatkan masyarakat dalam tahap perencanaan program, mengadakan pertemuan rutin, mendengarkan masukan dan aspirasi mereka, serta memberikan ruang diskusi terbuka untuk memastikan keputusan yang diambil mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat. Teknik observasi digunakan dalam proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau. Peserta didik akan diajarkan bagaimana melaksanakan wawancara dengan ahli, melakukan observasi lapangan untuk memahami kondisi lingkungan, dan melakukan dokumentasi untuk merekam perkembangan budidaya ikan lele. Media di PKBM Linggih Sinau menggunakan media budidaya ikan seperti kolam terpal, kolam beton, dan sistem karamba . eramba jaring apun. dalam proses pelatihan. Media ini dipilih sesuai dengan kemampuan peserta didik dan ketersediaan sumber daya di lingkungan sekitar. Adapun ketentuan Waktu dan tempat dalam proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau telah ditetapkan. Pelatihan dilakukan secara berkala dengan 326 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari jadwal yang telah diatur sebelumnya, dan tempat pelatihan adalah di area PKBM Linggih Sinau yang dilengkapi dengan fasilitas kolam budidaya ikan lele yang memadai. Untuk mendukung proses pelatihan, sarana prasarana yang diperlukan di PKBM Linggih Sinau termasuk kolam budidaya . erpal atau beto. , peralatan pemberian pakan, alat ukur kualitas air, alat pemijahan, tempat penyimpanan bibit, serta fasilitas pendukung seperti ruang kelas dan ruang diskusi yang Langkah-langkah proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau dimulai dengan pengenalan teori budidaya ikan lele kepada peserta Kemudian, mereka akan melakukan praktek langsung di kolam budidaya, mengamati dan mengevaluasi perkembangan ikan, serta mendapatkan bimbingan dan solusi dari mentor untuk mengatasi masalah yang muncul. Dalam pelaksanaan penangkapan dan pemindahan ikan lele saat panen. PKBM Linggih Sinau mengajarkan cara yang khusus agar ikan dapat ditangkap dengan tepat dan dipindahkan dengan hati-hati untuk menjaga kualitasnya. Teknik-teknik ini meliputi penggunaan alat penangkap yang sesuai, penanganan ikan yang minim stres, dan penggunaan metode yang memastikan ikan tetap segar dan berkualitas. Meskipun proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau dirancang dengan cermat, terdapat hambatan yang mungkin dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, perubahan kondisi lingkungan, atau kendala teknis dalam pengelolaan kolam. Namun. PKBM Linggih Sinau berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat dan memberikan bimbingan kepada peserta didik agar dapat mengatasi hambatan tersebut. Gambar 2 Bangunan PKBM Linggih Sinau Banyusari (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2. Gambar 3 Launching progeram pelatihan budidaya ikan lele (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2. Penilaian yang dilakukan dalam proses pelatihan program kecakapan hidup budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau mencakup evaluasi praktik langsung di kolam budidaya, ujian teori, dan penilaian proyek individu atau kelompok. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan serta kemampuan mereka dalam mengelola budidaya ikan lele. Jenis penilaian yang digunakan meliputi penilaian praktis . raktek langsung di kolam budiday. , penilaian tertulis . jian teor. , dan penilaian proyek . valuasi hasil proyek individu atau kelompo. Penilaian ini memberikan gambaran holistik tentang kemajuan peserta didik dan memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam budidaya ikan lele. Sikap Para peserta pelatihan mengembangkan sikap-sikap yang positif setelah mengikuti pelatihan budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Mereka menjadi antusias dan termotivasi untuk terlibat dalam budidaya ikan lele, melihat potensi dan peluang bisnis yang ada, serta ingin mengaplikasikan pengetahuan baru yang mereka peroleh. Dengan keterampilan baru yang dikuasai, peserta pelatihan menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam mengelola budidaya ikan lele, menguasai teknik-teknik pembenihan, pemberian pakan, pengelolaan air. Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 pengendalian penyakit, dan praktik-praktik terbaik lainnya. Mereka juga mengembangkan sikap ketekunan dan dedikasi dalam menghadapi tantangan yang mungkin muncul dalam perjalanan budidaya ikan lele. Pelatihan ini juga mendorong peserta untuk berpikir kreatif, mencari solusi inovatif, dan eksperimen dengan pendekatan baru dalam budidaya ikan lele. Mereka merasa mandiri dalam menjalankan usaha budidaya ikan lele mereka sendiri, percaya diri dan siap untuk mengelola operasi budidaya tersebut. Selain itu, peserta pelatihan juga mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap budidaya ikan lele mereka, menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas ikan lele, serta menjaga lingkungan agar tetap Sikap-sikap ini membantu peserta pelatihan menjadi petani ikan lele yang sukses dan berpengalaman, dengan menggabungkan sikap tersebut dengan tindakan nyata dan pengalaman lapangan yang berkelanjutan. Faktor penghambat seperti lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, atau kekeringan dapat berdampak negatif pada budidaya ikan lele. PKBM Linggih Sinau Banyusari tidak memiliki fasilitas atau infrastruktur yang memadai, seperti laboratorium ikan atau fasilitas penyimpanan pakan, peserta pelatihan mungkin menghadapi kesulitan dalam mempelajari praktik budidaya ikan lele dengan baik. Faktor pendukung Tenaga pengajar yang kompeten dapat memberikan pemahaman yang baik tentang teknik budidaya ikan lele, memberikan contoh praktis, dan menjawab pertanyaan peserta dengan jelas dan terperinci. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga riset, atau pelaku industri budidaya ikan lele. Kerjasama dengan pemerintah di kabupaten Karawang semacam program kecakapan hidup. Pembahasan Ukuran kolam yang direkomendasikan untuk budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari adalah antara 100 hingga 500 meter persegi, tergantung pada tujuan budidaya dan ketersediaan lahan. Peralatan dan infrastruktur yang diperlukan dalam pembuatan kolam ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi kolam atau wadah budidaya yang sesuai dengan ukuran yang direkomendasikan, sistem pengairan atau sirkulasi air yang baik, sumber air yang bersih dan berkualitas, sistem aerasi untuk memastikan kadar oksigen yang cukup di dalam kolam, pemantauan suhu air dan pH yang teratur, serta sistem pengaman kolam untuk mencegah serangan predator dan kebocoran. Langkah-langkah utama dalam pembuatan kolam ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi pemilihan lokasi yang tepat dengan akses yang mudah, persiapan lahan termasuk membersihkan dan meratakan area yang akan digunakan, membuat kolam dengan ukuran yang sesuai dan memastikan struktur kolam kokoh, mengisi kolam dengan air bersih dan memastikan kualitas air yang baik sebelum memasukkan benih ikan lele, serta memasukkan benih ikan lele ke dalam kolam dan melakukan pemeliharaan yang tepat. Kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan benih ikan lele yang baik untuk budidaya di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi kesehatan dan keaktifan benih ikan lele, ukuran yang seragam untuk memastikan pertumbuhan yang merata, ketahanan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang buruk, serta asal-usul benih ikan lele yang dapat dilacak dan terjamin Cara membedakan benih ikan lele yang sehat dan berkualitas dari yang kurang baik dalam pelatihan budidaya di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi memilih benih ikan lele yang aktif dan responsif terhadap lingkungannya, mengamati apakah benih ikan lele memiliki cacat fisik atau tanda-tanda penyakit, memilih benih ikan lele dengan ukuran yang seragam, serta memastikan benih ikan lele berasal dari sumber yang terpercaya dan terjamin 328 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari PKBM Linggih Sinau Banyusari menerapkan sistem pemeliharaan ikan lele berupa sistem intensif yang mencakup penggunaan kolam dengan kepadatan populasi yang tinggi, penggunaan sirkulasi air, dan pemberian pakan yang terkontrol. Keunggulan dari sistem ini adalah dapat mengoptimalkan produksi ikan lele dalam ruang yang terbatas. PKBM Linggih Sinau Banyusari menjaga kualitas air dan lingkungan untuk pemeliharaan ikan lele dengan beberapa upaya, antara lain memantau secara teratur kualitas air seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut, menjaga kebersihan kolam dengan membersihkan kotoran dan sisa pakan secara rutin, menggunakan sistem filtrasi atau aerasi untuk menjaga kualitas air, menerapkan pengendalian hama dan penyakit yang tepat, serta menggunakan sumber air yang bersih dan Jenis bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi bahan nabati dan bahan hewani seperti dedak, tepung ikan, tepung kedelai, tepung tulang, dan limbah ikan lainnya. Proses seleksi bahan baku dilakukan dengan memastikan kualitas, keberagaman nutrisi, dan ketersediaan yang memadai. PKBM Linggih Sinau Banyusari menggunakan metode atau formula khusus dalam mencampur bahan-bahan pakan ikan lele, salah satunya adalah metode pencampuran basah atau pelet basah. Dalam metode ini, bahan-bahan pakan dicampur dengan air hingga membentuk adonan basah yang kemudian diumpankan ke ikan lele. Metode ini dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertumbuhan ikan lele. Langkah-langkah yang dilakukan PKBM Linggih Sinau Banyusari dalam pengelolaan air untuk pelatihan ikan lele meliputi pemantauan dan pengukuran kualitas air secara berkala, penggantian air yang rutin untuk menjaga kualitas air yang baik, penggunaan sistem filtrasi atau aerasi untuk meningkatkan kualitas air, penerapan prinsip penghematan air, dan penggunaan sumber air yang berkelanjutan. PKBM Linggih Sinau Banyusari mengelola kualitas air dengan memastikan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele selama pelatihan melalui pemantauan suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut secara teratur, menjaga kebersihan kolam dan sistem pengairan, menggunakan sistem aerasi untuk memastikan kadar oksigen yang cukup di dalam kolam, serta menggunakan sumber air yang bersih dan bebas kontaminan. Strategi pemasaran yang telah diimplementasikan oleh PKBM Linggih Sinau Banyusari dalam memasarkan ikan lele mereka meliputi membangun kemitraan dengan pedagang ikan lokal atau restoran, memanfaatkan media sosial dan pemasaran online untuk mempromosikan produk, mengadakan pameran atau acara lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, serta membangun reputasi yang baik melalui kualitas produk dan layanan yang memuaskan. Respons pasar terhadap produk ikan lele yang dipasarkan oleh PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat bervariasi tergantung pada kualitas produk, harga, dan kepercayaan pelanggan. Namun, umumnya, jika produk ikan lele memiliki kualitas baik dan harga yang bersaing, serta didukung oleh promosi yang efektif, dapat diharapkan adanya respon yang positif dari pasar. Dorongan utama yang mendorong peserta untuk mengikuti pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi minat dalam usaha budidaya ikan lele, potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha budidaya ikan lele, keinginan untuk mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan pengetahuan tentang budidaya ikan lele, serta dukungan dari pemerintah atau lembaga terkait untuk pengembangan sektor perikanan. Pelatihan yang diselenggarakan oleh PKBM Linggih Sinau Banyusari umumnya dapat memenuhi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya ikan lele, informasi tentang manajemen kolam dan pengelolaan Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 air, pengetahuan tentang pemilihan benih ikan lele yang berkualitas, keterampilan dalam membuat pakan ikan lele, serta pemahaman tentang pasar dan strategi pemasaran. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat memiliki pengaruh positif terhadap sikap motivasi peserta. Dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam budidaya ikan lele, peserta dapat merasa lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha mereka dan mencapai keberhasilan dalam bidang ini. Dampak pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari terhadap tingkat motivasi peserta setelah mengikuti pelatihan dapat Peserta akan merasa lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi tantangan dalam budidaya ikan lele, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi mereka untuk mencapai Peserta dapat mengalami perubahan sikap kebermanfaatan setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Mereka mungkin lebih memahami nilai ekonomi dan manfaat sosial dari usaha budidaya ikan lele, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Manfaat konkret yang dirasakan peserta setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat meliputi kemampuan untuk memulai usaha budidaya ikan lele dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, potensi pendapatan dan penghasilan yang lebih tinggi melalui usaha budidaya ikan lele, kesempatan untuk berkontribusi pada pengembangan sektor perikanan lokal, serta pengetahuan tentang praktik budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat mempengaruhi sikap harapan peserta setelah mengikuti pelatihan dengan memberikan pandangan positif dan keyakinan bahwa mereka dapat mencapai kesuksesan dalam usaha budidaya ikan lele. Harapan-harapan yang muncul dari peserta setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi mengembangkan usaha budidaya ikan lele yang menguntungkan dan berkelanjutan, memperoleh pengetahuan lebih lanjut tentang inovasi dan teknologi terkini dalam budidaya ikan lele, serta mendapatkan dukungan dan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk usaha budidaya ikan lele. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat mempengaruhi sikap kewirausahaan peserta setelah mengikuti pelatihan dengan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan dalam mengembangkan dan mengelola usaha budidaya ikan lele yang sukses. Peserta dapat mengembangkan sikap kewirausahaan setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Perubahan sikap ini dapat terlihat dalam keinginan untuk mengambil risiko yang terkontrol, kreativitas dalam mengatasi tantangan, dan semangat untuk mencapai kesuksesan dalam usaha budidaya ikan lele. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari berdampak pada peningkatan sikap percaya diri peserta setelah mengikuti pelatihan. Dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh, peserta merasa lebih siap dan yakin dalam menghadapi tantangan dalam budidaya ikan lele. Peserta dapat mengalami perubahan sikap percaya diri setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Mereka mungkin lebih yakin dalam mengambil keputusan, mengelola usaha budidaya ikan lele, dan berinteraksi dengan pelaku usaha lainnya dalam sektor perikanan. Keterampilan produktif yang dapat diperoleh setelah mengikuti pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi keterampilan dalam merencanakan dan mengelola budidaya 330 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari ikan lele, keterampilan dalam pemilihan dan penggunaan peralatan budidaya ikan lele, keterampilan dalam mengelola kualitas air dan lingkungan kolam, serta keterampilan dalam membuat dan mengelola pakan ikan lele. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat meningkatkan keterampilan produktif peserta dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan praktis dalam berbagai aspek budidaya ikan lele. Melalui pendekatan praktis dan pengalaman langsung, peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha budidaya ikan lele secara efektif. Keterampilan dalam memilih benih ikan lele yang dapat diperoleh setelah mengikuti pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi kemampuan mengenali benih ikan lele yang sehat dan berkualitas, menilai ukuran, respons, dan kondisi fisik benih ikan lele, serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas benih ikan lele. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari membantu meningkatkan keterampilan peserta dalam memilih benih ikan lele yang berkualitas dengan memberikan pengetahuan tentang karakteristik benih yang baik, teknik pemilihan yang efektif, dan praktik pengamatan yang Keterampilan dalam membuat pakan ikan lele yang dapat diperoleh setelah mengikuti pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari meliputi pemahaman kebutuhan nutrisi ikan lele dalam berbagai tahap pertumbuhan, pengetahuan tentang bahan-bahan pakan yang tepat dan proporsi yang diperlukan, serta keterampilan dalam teknik pencampuran dan pengolahan pakan. Pelatihan ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari membantu meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat pakan yang tepat dan berkualitas untuk ikan lele dengan memberikan pengetahuan tentang komposisi nutrisi, teknik pencampuran, dan pengolahan pakan yang KESIMPULAN Program pelatihan kecakapan hidup dalam budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari telah berhasil memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mendalam kepada peserta didik. Melalui metode interaktif dan praktis, peserta pelatihan telah mengembangkan sikap positif, keterampilan praktis, dan pemahaman mendalam tentang budidaya ikan lele. Dukungan yang memadai, kerjasama dengan berbagai pihak terkait, dan penerapan inovasi akan membantu dalam meningkatkan efektivitas program pelatihan ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan lele. Setalah melaksanakan penelitian diatas maka dari itu peneliti memberikan saran terhadap program pelatihan budidaya ikan lele dengan peningkatan infrastruktur dalam rangka meningkatkan efektivitas program pelatihan kecakapan hidup dalam budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur yang ada. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah membangun atau meningkatkan laboratorium ikan yang dilengkapi dengan peralatan dan instrumen yang diperlukan untuk melakukan penelitian dan analisis terkait budidaya ikan lele. Laboratorium ini akan menjadi tempat peserta pelatihan dapat mempelajari dan mengamati berbagai aspek budidaya ikan lele secara mendalam, termasuk pemilihan bibit, pengendalian penyakit, dan pengelolaan kualitas air. Selain itu, perlu juga ditingkatkan fasilitas penyimpanan pakan yang memadai untuk memastikan ketersediaan pakan yang berkualitas selama pelatihan Dengan adanya infrastruktur yang memadai, peserta pelatihan akan dapat belajar dan berlatih secara optimal, sehingga meningkatkan efektivitas program pelatihan. Volume 7. No. September 2024 pp 318-333 Pengembangan jaringan dan kerjasama untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga riset, atau pelaku industri budidaya ikan lele. Kerjasama ini akan memberikan akses peserta pelatihan ke sumber daya dan informasi yang lebih luas terkait budidaya ikan lele. Misalnya. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah terkait untuk mendapatkan bantuan teknis dan bimbingan dalam mengoptimalkan program pelatihan. Selain itu, kerjasama dengan lembaga riset akan memberikan akses ke pengetahuan dan temuan terbaru dalam bidang budidaya ikan lele, yang dapat diterapkan dalam program pelatihan. Kerjasama dengan pelaku industri budidaya ikan lele juga dapat membuka peluang bisnis bagi peserta pelatihan, seperti mendapatkan pasokan bibit atau peluang pemasaran hasil budidaya ikan lele. Melalui pengembangan jaringan dan kerjasama, program pelatihan dapat menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan perkembangan terkini dalam industri budidaya ikan lele. Penguatan keberlanjutan selain fokus pada proses pelatihan, penting juga untuk memperhatikan aspek keberlanjutan setelah peserta pelatihan menyelesaikan program. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat mengembangkan program keberlanjutan yang memberikan dukungan teknis dan pemantauan jangka panjang bagi peserta pelatihan. Dukungan teknis dapat berupa bimbingan dan konsultasi secara berkala setelah pelatihan selesai, untuk membantu peserta pelatihan mengatasi kendala atau tantangan yang mungkin muncul dalam praktik budidaya ikan lele mereka. Pemantauan jangka panjang juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan peserta pelatihan dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan adanya program keberlanjutan, peserta pelatihan akan merasa didukung dan termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan mereka dalam budidaya ikan lele, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan dalam usaha budidaya mereka. Promosi Penelitian dan Inovasi Untuk mendorong peningkatan kualitas dan inovasi dalam budidaya ikan lele. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat mempromosikan penelitian dan inovasi di antara peserta pelatihan. Peserta pelatihan dapat didorong untuk melakukan penelitian kecilkecilan atau eksperimen dalam budidaya ikan lele, dengan bimbingan dan dukungan dari PKBM Linggih Sinau Banyusari. Selain itu. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat menyediakan akses ke informasi dan sumber daya terbaru dalam bidang budidaya ikan lele, termasuk temuan dan praktik terbaru. Dengan mempromosikan penelitian dan inovasi, peserta pelatihan akan merangsang pikiran kreatif mereka, mencari solusi baru, dan menerapkan praktik terbaik dalam budidaya ikan lele. Hal ini akan berkontribusi pada kemajuan industri budidaya ikan lele secara keseluruhan dan meningkatkan efektivitas program pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut. PKBM Linggih Sinau Banyusari akan dapat meningkatkan efektivitas program pelatihan kecakapan hidup dalam budidaya ikan lele, memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta pelatihan, dan berkontribusi pada pengembangan industri budidaya ikan lele secara keseluruhan (Setiawan. , dan Liviawaty. Sugiyono, 2017. Yulianto. , 2017. Lumbanraja. Selanjutnya menyimpulkan dari hasil pelatihan budidaya ikan lele sebagai pemberdayaan masyarakat di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Berdasarkan informasi yang disampaikan, dapat disimpulkan bahwa PKBM Linggih Sinau Banyusari merupakan lembaga pelatihan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya ikan lele. PKBM ini menekankan pada pengelolaan kolam, pemilihan benih ikan lele, pemeliharaan kualitas air, pembuatan pakan, serta strategi pemasaran. Peserta pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari memiliki potensi untuk memperoleh manfaat konkret, meningkatkan keterampilan produktif, serta 332 Ali. Hidayat, & Hoerunisah. Pelatihan Program Kecakapan Hidup Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di PKBM Linggih Sinau Banyusari mengembangkan sikap kewirausahaan, motivasi, dan percaya diri. Meningkatkan informasi tentang spesifikasi ukuran kolam yang direkomendasikan untuk budidaya ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari agar peserta dapat merencanakan secara lebih baik. Menyediakan informasi yang lebih rinci tentang jenis peralatan dan infrastruktur yang diperlukan dalam pembuatan kolam ikan lele di PKBM Linggih Sinau Banyusari agar peserta dapat mempersiapkan dengan lebih baik. Memperkuat langkah-langkah utama dalam pembuatan kolam ikan lele yang perlu diikuti di PKBM Linggih Sinau Banyusari, termasuk petunjuk langkah demi langkah yang mudah dipahami oleh peserta. Mengadakan demonstrasi langsung dalam memilih benih ikan lele yang berkualitas agar peserta dapat mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan dalam pemilihan benih. Memperhatikan penekanan pada pengelolaan kualitas air dan lingkungan kolam serta memberikan contoh konkret tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan ikan lele. Memperluas pengetahuan peserta tentang bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan lele dan mengadakan sesi praktik dalam pemilihan dan pengolahan bahan baku pakan. Menyediakan informasi yang lebih rinci tentang metode atau formula khusus dalam mencampur bahan-bahan pakan ikan lele serta memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang kontribusinya terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Mengintegrasikan pelatihan dalam pengelolaan air, termasuk langkahlangkah pengelolaan air dan pemantauan kualitas air, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta. Mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terarah dengan menggali lebih dalam pasar lokal, berkolaborasi dengan pihak terkait, dan memperkuat promosi online. Mengumpulkan dan menganalisis tanggapan pasar terhadap produk ikan lele yang dipasarkan oleh PKBM Linggih Sinau Banyusari untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk serta memperbaiki area yang perlu ditingkatkan. Memfasilitasi forum diskusi dan berbagi pengalaman antara peserta untuk membangun jaringan dan meningkatkan pertukaran pengetahuan dan informasi. Melakukan penilaian dan evaluasi secara berkala terhadap pelatihan ikan lele yang diselenggarakan oleh PKBM Linggih Sinau Banyusari untuk memastikan keberlanjutan kualitas dan efektivitas pelatihan. Dengan adanya saran-saran ini. PKBM Linggih Sinau Banyusari dapat terus memperbaiki dan meningkatkan layanan pelatihannya, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada peserta dan mendukung perkembangan usaha budidaya ikan lele secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA