Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT AoAISYIYAH PARIAMAN TAHUN 2025 Solid Medical Waste Management Analysis System At 'Aisyiyah Hospital. Pariaman In 2025 Silvia Nengcy1*. Fluorina Oryza M2. Astrina Aulia3. Mifathurrahmi fitri4. Marhadi5 Darwel6. Dona Fatika Sari7 1,2,3,4,5,7 Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat Poltekkes Kemenkes Padang1 *E-mail: silvianengcy@gmail. ABSTRACT Improper management of solid medical waste from hospitals can cause environmental pollution and health risks. This study aims to analyze the solid medical waste management system at 'Aisyiyah Hospital. Pariaman City based on input, process, and output components according to Minister of Health Regulation No. 7 of 2019. The method used is descriptive qualitative with source triangulation techniques. Methods: This study uses a qualitative method with a descriptive Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. Triangulation techniques were used for data validation, with eight informants. Results: The results of the study indicate that solid medical waste management has been carried out starting from sorting, containerization, transportation, storage, to destruction through a third party. Infrastructure, use of PPE, and separation of medical and non-medical waste have met standards. However, deficiencies were still found in policy documentation and officer training. Conclusion: Aisyiyah Pariaman Hospital has implemented solid medical waste management in accordance with regulations, but requires strengthening of administrative aspects and improving human resource Keywords: Hospital. Medical Waste. Management. Sanitation. Solid Waste ABSTRAK Pengelolaan yang tidak tepat terhadap limbah medis padat dari rumah sakit dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat di RS AoAisyiyah Kota Pariaman berdasarkan komponen input, proses, dan output sesuai Permenkes No. 7 Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi sumber. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Teknik triangulasi digunakan untuk validasi data, dengan delapan informan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat telah dilakukan mulai dari pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, hingga pemusnahan melalui pihak ketiga. Sarana prasarana, penggunaan APD, serta pemisahan limbah medis dan nonmedis telah sesuai Namun, masih ditemukan kekurangan dalam dokumentasi kebijakan dan pelatihan Simpulan: RS AoAisyiyah Pariaman telah melaksanakan pengelolaan limbah medis padat sesuai regulasi, namun perlu penguatan pada aspek administratif dan peningkatan kompetensi SDM Kata kunci: Limbah Medis, limbah padat. Pengelolaan. Rumah Sakit. Sanitasi Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT PENDAHULUAN Limbah medis padat yang dihasilkan rumah sakit berpotensi besar mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia apabila dikelola tidak sesuai standar. Data WHO menunjukkan sekitar 15Ae25% limbah rumah sakit tergolong infeksius dan dapat meningkatkan risiko penyakit menular1. Di Indonesia, produksi limbah medis terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien dan fasilitas kesehatan, sementara kemampuan pengelolaannya masih terbatas. Provinsi Sumatera Barat menghasilkan lebih dari 5 ton limbah B3 medis per hari salah satu penyumbangnya adalah Rumah AoAisyiyah Kota Pariaman. Pengelolaan limbah padat medis Rumah Sakit AoAisyiyah Kota Pariaman sudah sesuai regulasi Permenkes No. 7 Tahun 20192. Berdasarkan survey awal pengelolaan limbah di rumah sakit ini sudah berjalan, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan dokumen kebijakan dan belum optimalnya pelatihan untuk petugas. Kondisi ini menjadi dasar penting untuk dilakukan penelitian tentang analisis pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit AoAisyiyah Kota Pariaman. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi komponen input berupa kebijakan, sumber daya manusia, pembiayaan, dan sarana prasarana. Mendeskripsikan proses pengelolaan limbah medis padat, meliputi pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, dan Mengevaluasi komponen output berupa kesesuaian pengelolaan limbah dengan regulasi Permenkes No. 7 Tahun 2019 dan permen LHK No. 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah B3. Secara teoritis, sistem pengelolaan limbah medis padat dapat di analisis melalui tiga komponen utama, yaitu input, proses, dan output. Komponen input mencakup kebijakan, sumber daya manusia, pembiayaan, dan sarana prasarana. Komponen proses meliputi tahapan pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, hingga pemusnahan. Sedangkan komponen output merujuk pada kesesuaian penerapan pengelolaan limbah dengan standar yang berlaku, termasuk efektivitas dalam mencegah risiko kesehatan dan lingkungan. Dari perspektif teori sistem, rumah sakit wajib memiliki kebijakan internal berupa SOP pengelolaan limbah medis, tenaga kerja yang kompeten di bidang sanitasi atau kesehatan lingkungan, serta pembiayaan khusus untuk mendukung operasional. Sarana prasarana yang memadai seperti troli pengangkut khusus. TPS yang sesuai standar dan kerja sama dengan pihak ketiga yang berizin juga merupakan bagian penting dari elemen ini. Secara konseptual, keberhasilan sistem pengelolaan limbah medis diukur dari kemampuan rumah sakit mampu menekan risiko infeksi nosokomial, melindungi tenaga kerja dari pajanan limbah, dan menjaga kualitas lingkungan di sekitarnya. Penelitian dilakukan untuk melihat bagaiamana Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman melaksanakan pengelolaan limbah medis padat rumah sakit tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menuntut pendekatan manajerial, regulatif, aplikatif dan safe effective. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian diawali wawancara mendalam, observasi kemudian mengumpulkan informasi dan dianalisis dengan matriks untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit AoAisyiyah Kota Pariaman sesuai dengan Permenkes No. 7 Tahun 2019. Penelitian dilakukan pada bulan Maret s/d Mei 2025. Informan penelitian ini sebanyak 8 Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT orang yaitu Direktu Rumah Sakit. Ka. Sanitasi. Ka. Ruangan radiologi. Ka. Laboratorium. Ka. Rawat Inap. Ka. Farmasi, cleaning service dan pengangkut sampah. HASIL Komponen Input Tematik Input Kebijaka SDM Tabel 1. Matrix Hasil Wawancara Wawancara informan Telaah Observasi Analisis Triangulasi Dokumen Direktur SOP A Sudah A Sudah ada Ka. Permenkes No. Tahun 2016 A Pekerja patuh A Pekerja patuh kebijakan/ SOP, kebijakan/SOP SK. Sertifikat Pelatihan Direktur SK, SDM mencukupi Kuantitas Ka. Sertifikat tetapi belum ada. Pelatihan Hanya SDM K3RS penanggung jawab memenuhi standar, limbah medis dimana kekurangan tenaga dan pelatihan gikuti pelatihan Dana Direktur Ka. Laporan Sarana Direktur RS Daftar kepala Ruangan Sanitasi atau alat Ae Kepala ruangan alat yang Radiologi Kepala ruangan Labor sarana dan Kepala ruangan rawat inap SOP Kepala ruangan Farmasi Pengangkut Sampah Adanya pencatatan Belum ada dan pelaporan penganggaran secara standar biaya, hanya disesuaikan dengan Ada SOP dan Masih ada catatan sarana kekurangan dalam sarana dan Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Komponen Proses Pemilahan Tabel 2. Triangulasi Metode Mengenai Pemilahan Pengelolaan Limbah Medis Padat di RS Aisyiyah Pariaman Tahun 2025 Variabel Wawancara Telaah Dokumen Obervasi Pemilahan A Sistem pemilahan A Pemilahan limbah Logbook limbah medis padat telah dilakukan yang digunakan sudah efektif, dengan membedakan tempat petugas memisahkan limbah infeksius dan nonsampah medis dan infeksius berdasarkan non-medis, warna yang telah meskipun kadang masih ada yang A Dalam kasus limbah tercampur. non- A Tempat Medis yang penampungan secara efektif. petugas limbah telah melaporkan dilengkapi dengan kepala wadah tertutup dan untuk anti bocor untuk limbah keselamatan dan yang tepat dan aman. kebocoran limbah. Kesimpulan Rumah sakit limbah medis dan non-medis di setiap namun masih limbah medis, limbah benda tajam, yang masuk ke dalam wadah Pewadahan Tabel 3. Triangulasi Metode Mengenai Pewadahan Pengelolaan Limbah Medis Padat di RS Aisyiyah Pariaman Tahun 2025 Variabel Pemilahan A A A Wawancara Pewadahan limbah dilakukan dengan memisahkan wadah berdasarkan kategori limbah, seperti limbah infeksius, non-infeksius, dan limbah benda tajam Wadah terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air serta Setelah wadah diangkut lalu wadah dicuci dengan bersih Telaah Dokumen Ditemukan SOP Obervasi Kesimpulan A Pewadahan Rumah sakit ini pewadahan sudah terpisah sudah sesuai dengan standar SOPnya standar dan SOP tentang Pewadahan. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Pengangkutan Tabel 4. Triangulasi Metode mengenai Pengangkutan Pengelolaan Limbah Medis Padat di RS Aisyiyah Pariaman Variabel Pengangkutan Wawancara Telaah Dokumen A Pengangkutan A Ditemukan SOP tentang dilakukan 1 kali Langkahdalam sehari A Pengangkutan A APD yang digunakan untuk adalah masker dan sarung Obervasi A Limbah medis diangkut dengan troli tertutup, tetapi petugas menggunak an rute khusus dan beberapa di antaranya tidak memakai APD Kesimpulan Rumah sakit ini dilakukan 1 kali dlam sehari rute khusus yang troli dan sebagian ada yang tidak APD Penyimpanan Tabel 5. Triangulasi Metode mengenai Penyimpanan limbah medis padat di RS Aisyiyah Pariaman Variabel Penyimpanan A Wawancara Telaah Dokumen Setelah dibawa ke TPS untuk sampai satu oleh pihak Ditemukan SOP Langkahlangkah Penyimpan Obervasi Limbah medis diangkut dengan troli tertutup, tetapi petugas menggunakan rute lalu limbah dibawa ke TPS untuk disimpan selama 1 minggu sebelum dibawa oleh pihak Kesimpulan Rumah sakit telah memiliki limbah yaitu TPS. Penyimpanan limbah terdiri dari tempat untuk limbah medis, non medis dan benda tajam. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Pengolahan Tabel 6. Triangulasi Metode Mengenai Pengelolaan Limbah Medis Padat di RS Aisyiyah Pariaman Variabel Pengelolaan Wawancara pengolahan limbah rumah sakit menggunak an insinerator telah memenuhi persyaratan lingkungan dan memiliki izin operasional yang sah dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, sehingga proses pengolahan limbah dapat dilakukan dengan aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku Telaah Obervasi Dokumen SOP lengkap mulai dari penyimpan sisa Kesimpulan Tempat pemusnahan limbah padat medis telah sesuai dengan permenkes No 7 tahun 2019 dan APD petugas BAHASAN Komponen Input Kebijakan Rumah Sakit AoAisyiyah Pariaman telah memiliki kebijakan pengelolaan limbah medis padat yang berlandaskan Permenkes No. 7 Tahun 2019 dan Permen LHK No. Tahun 2021, serta dituangkan dalam SOP internal. Sosialisasi sudah dilakukan melalui rapat dan pelatihan, namun pada implementasi masih terdapat kesalahan seperti pencampuran limbah tajam dengan infeksius. Hal ini menunjukkan adanya gap antara regulasi dengan praktik di lapangan. Kondisi serupa ditemukan dalam penelitian Gayani Herawati . , yang menyatakan bahwa meski SOP ada, kepatuhan masih lemah. Dibandingkan dengan penelitian Pramana . di RSUD Arosuka yang belum memiliki SOP tertulis. RS AoAisyiyah lebih baik, tetapi masih perlu penguatan monitoring agar kebijakan benar-benar dijalankan. Sumber Daya Manusia (SDM) Struktur SDM pengelola limbah di RS AoAisyiyah Pariaman sudah sesuai standar, terdiri dari penanggung jawab kesehatan lingkungan (D3 Sanitaria. , petugas incenerator, dan petugas pengangkut limbah. Jumlahnya relatif cukup, berbeda dengan temuan Pramana . yang menyebut SDM masih terbatas di RSUD Arosuka. Namun, masalah yang muncul adalah kompetensi petugas yang belum merata serta pelatihan yang tidak rutin. Hal ini berpotensi memengaruhi konsistensi pengelolaan limbah. Kondisi ini mirip dengan penelitian Sari . dan Febrina . yang menyoroti variasi sistem SDM antar rumah sakit. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan pelatihan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memperkuat peran SDM. Dana RS AoAisyiyah Pariaman telah mengalokasikan anggaran rutin untuk operasional pengelolaan limbah, termasuk pengadaan kantong medis. APD, fasilitas TPS, dan pembayaran jasa pihak ketiga. Ini menunjukkan adanya komitmen kelembagaan. Namun, alokasi dana belum dipisahkan secara rinci untuk tiap tahapan, sehingga menyulitkan pengawasan dan evaluasi. Hal ini berbeda dengan temuan Wirna PN Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT . di RSUD Lubuk Basung, di mana dana masih bergabung dengan pos pemeliharaan rumah sakit. Jika dibandingkan. RS AoAisyiyah lebih terperinci karena sudah menyediakan dana khusus, tetapi masih perlu sistem perencanaan anggaran yang terstruktur agar lebih transparan dan akuntabel. Peralatan Fasilitas pengelolaan limbah medis di RS AoAisyiyah Pariaman sudah relatif memadai, seperti penggunaan tempat sampah berstandar . erwarna, tertutup, berlapis plasti. , troli dengan jalur khusus untuk pengangkutan, serta TPS B3 yang sesuai regulasi dan berizin. Kondisi ini lebih baik dibandingkan penelitian Simamora . di RSUD Doloksanggul dan Amelia dkk. di RSUD Mamuju, yang masih mencampur limbah medis dengan domestik dan memiliki wadah yang tidak standar. Meski demikian, pengawasan berkala terhadap sarana sangat diperlukan agar kualitas peralatan tetap sesuai standar dan berfungsi optimal dalam jangka panjang Komponen Proses Pemilahan RS AoAisyiyah Pariaman telah melaksanakan pemilahan limbah medis padat sesuai Kepmenkes No. 7 Tahun 2019, namun implementasinya belum sepenuhnya optimal. Masih ditemukan pencampuran limbah tajam . arum sunti. dengan limbah infeksius, serta beberapa wadah yang tidak memiliki label jelas. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko pencampuran limbah dan penyebaran penyakit akibat vektor. Untuk itu, perlu dilakukan pelabelan wadah sesuai standar Permen LHK No. Tahun 2015, penggunaan kantong plastik berwarna yang tepat, serta sosialisasi rutin kepada tenaga medis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Ayu dkk. di RSUD Gunungtua, yang menunjukkan bahwa pengumpulan limbah masih dilakukan tanpa pemilahan sehingga meningkatkan risiko kontaminasi. Bahkan, di RSUD Gunungtua semua limbah dikumpulkan dalam satu wadah. Dibandingkan dengan kasus di RS AoAisyiyah, kendala utama justru berasal dari faktor human error seperti kelelahan atau kelalaian petugas. Kejadian pencampuran di ruang rawat inap RS AoAisyiyah berkesinambungan bagi tenaga medis agar pemilahan limbah berjalan sesuai standar. Pewadahan RS AoAisyiyah Pariaman telah menyediakan fasilitas pewadahan limbah medis yang sesuai standar: wadah kuat, kedap air, tahan karat, memiliki penutup, serta mudah Limbah medis dimasukkan ke dalam kantong plastik kuning, sedangkan non-medis menggunakan kantong plastik hitam. Limbah tajam ditempatkan dalam jerigen khusus, sedangkan botol infus dimasukkan ke kantong plastik kuning berlabel. Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit untuk memastikan keamanan dan meminimalkan risiko kesalahan pengelolaan. Berbeda dengan penelitian Amelia . di RSUD Mamuju, yang menemukan sebagian besar wadah limbah tidak memenuhi syarat . anya berupa tempat sampah biasa tanpa penutu. Hal ini memperlihatkan bahwa RS AoAisyiyah telah lebih unggul dalam hal pewadahan, meski pengawasan berkala tetap diperlukan agar semua wadah sesuai standar Permenkes . Pengangkutan Proses pengangkutan limbah di RS AoAisyiyah dilakukan oleh 10 petugas cleaning service yang membawa limbah ke TPS B3 menggunakan troli khusus yang kuat, kedap air, tahan karat, serta dilengkapi penutup. Jalur pengangkutan juga terpisah dari jalur umum sehingga mengurangi risiko paparan terhadap pasien maupun Hal ini menunjukkan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar keamanan transportasi limbah medis. Hal ini berbeda dengan penelitian Salam . di RS Dr. Tadjuddin Chalid Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Makassar, di mana pengangkutan dilakukan menggunakan gerobak terbuka tanpa rute khusus. Dibandingkan dengan kondisi tersebut, sistem pengangkutan di RS AoAisyiyah lebih aman. Namun, penelitian ini merekomendasikan agar petugas pengangkut dilengkapi dengan APD lengkap terutama sarung tangan anti tusuk, serta perlunya penyusunan dan sosialisasi SOP pengangkutan limbah B3 untuk memperkuat keselamatan kerja. Penyimpanan RS AoAisyiyah Pariaman telah memenuhi standar penyimpanan limbah B3, dengan fasilitas TPS yang memiliki izin resmi, lokasi tertutup, terkunci, dan terpisah dari akses publik. Pemisahan limbah medis dan non-medis juga telah dilaksanakan dengan baik. Fasilitas TPS ini sesuai dengan ketentuan Permenkes . mengenai waktu penyimpanan limbah B3 . hari untuk Ou50 kg/hari dan 180 hari untuk <50 kg/har. Penelitian Amelia . di RSUD Mamuju menunjukkan hasil berbeda, di mana limbah medis dan domestik masih disatukan pada TPS di belakang rumah Dibandingkan dengan itu. RS AoAisyiyah sudah jauh lebih baik. Tetapi pemenuhan standar seperti drainase, akses air, serta perlindungan terhadap serangga/hewan harus dipastikan secara konsisten. Seperti yang diungkapkan Djohan . , keberadaan sarana penunjang di area TPS . isinfektan, perlengkapan kebersihan, dan APD) juga sangat penting untuk menunjang keamanan penyimpanan. Pengolahan RS AoAisyiyah Pariaman belum memiliki incenerator sendiri, sehingga pengolahan limbah dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang berizin resmi dari KLHK. Hal ini memastikan pengolahan dilakukan sesuai regulasi dan ramah lingkungan. Meski demikian, ketergantungan pada pihak ketiga menunjukkan keterbatasan kontrol langsung rumah sakit terhadap proses Perbedaan tampak pada penelitian Irawan . di RS H. Hanafie Bungo, yang telah memiliki insinerator sendiri sehingga kontrol lebih besar terhadap pengolahan limbah. Dibandingkan dengan itu. RS AoAisyiyah masih bergantung pada pihak eksternal. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan investasi fasilitas insinerator internal dalam jangka panjang agar pengelolaan limbah lebih mandiri, cepat, dan terkendali. Komponen Output Pengelolaan limbah medis padat di RS AoAisyiyah Pariaman telah berjalan sesuai Permenkes No. 7 Tahun 2019, dengan adanya SOP, pemilahan berdasarkan jenis . nfeksius, benda tajam, kimia/farmasi, sitotoksi. , serta pemberian kode Pengelolaan akhir diserahkan kepada pihak ketiga berizin melalui insinerator, dengan biaya Rp27. 000/kg setiap 1Ae2 minggu. Namun, masih terdapat kendala seperti kepatuhan penggunaan APD yang rendah, perilaku tenaga medis yang belum konsisten dalam memilah limbah, keterbatasan dana. SDM pengelola yang belum kompeten, serta sarana prasarana yang belum memadai. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sistem sudah terbentuk, efektivitas pengelolaan limbah medis masih perlu ditingkatkan melalui pengawasan, pelatihan, dan penyediaan fasilitas yang lebih baik. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan pada minimnya literatur terkait sebagai bahan perbandingan, keterbatasan waktu dan akses dalam mewawancarai informan, serta keterbatasan dokumen internal rumah sakit yang dapat diakses. Hal ini berdampak pada kedalaman analisis yang masih perlu ditingkatkan. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 16 No. Desember 2025 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT SIMPULAN Penelitian tentang pengelolaan limbah medis padat di RS AoAisyiyah Pariaman tahun 2025 menunjukkan bahwa: Input: Rumah sakit memiliki kebijakan sesuai Permenkes No. 7/2019 dan Permen LHK No. 6/2021. SDM masih terbatas . sanitarian, 10 petugas angku. sehingga perlu Dana berasal dari pendapatan rumah sakit dan dukungan Muhammadiyah, dinilai cukup. Peralatan sudah memenuhi standar. Proses: Pemilahan dan pewadahan sudah sesuai standar, namun kadang terjadi pencampuran limbah karena faktor kelelahan. Pengangkutan dan penyimpanan telah teratur dengan jalur khusus dan Tempat Penampungan Sementara (TPS), pengolahan juga mengikuti ketentuan. Output: Pengelolaan limbah telah berkembang, termasuk pemisahan berdasarkan jenis. Pengolahan akhir dilakukan oleh pihak ketiga sesuai MOU, tetapi masih ada aspek yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar optimal. SARAN Kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan dan kedisiplinan dalam pemilahan limbah medis, memperkuat kepatuhan penggunaan APD, serta melakukan pelatihan berkala bagi tenaga kesehatan dan pengelola limbah agar kompetensinya lebih Selain itu, perlu adanya penambahan sarana prasarana pendukung dan pengalokasian dana yang memadai untuk menjamin pengelolaan limbah medis sesuai Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas kajian dengan pendekatan kuantitatif atau mixed method, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas pengelolaan limbah medis dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada manajemen dan seluruh staf Rumah Sakit AoAisyiyah Pariaman yang telah memberikan izin serta dukungan dalam proses pengumpulan data penelitian ini. Penghargaan juga disampaikan kepada responden dan informan penelitian yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi berharga. Tidak lupa penulis menyampaikan apresiasi kepada rekan sejawat dan pihak akademik yang turut memberikan masukan dalam penyelesaian penelitian serta jurnal ini. RUJUKAN