JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 27 - 35 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Pengaruh Plant Layout Dan Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Pada Warkop Starbeh Mochammad Bagier Aditya Assagieb1 . Mayada Putri2 . Siti Nurfauziah3 . Rosalia4 . Aurel Oktaviani Putri5 . Hady Alattas6 123456 Universitas Djuanda Bogor Jl. Tol Jagorawi No. Ciawi. Kec. Ciawi. Kabupaten Bogor. Jawa Barat 16720 e-mail: mbagieradityaassagieb@gmail. com1 , mayadaputri78@gmail. com2 , nurfauziah1527@gmail. rosaliaamnda@gmail. com4 , aureloktavianiputri@gmail. com5 , hadyalattas87@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 11 Juni 2025 Recived in revised form 19 Juli 2025 Accepted 29 Agustus 2025 Available online 31 Oktober 2025 ABSTRACT Whit the development of the culinary industry in Indonesia, coffe shope have become popular places to gather, making it very important to understand the factors imfluencing visitor decisions. This study aims to evaluate the impact of plant layout and location strategy on the interest to visit Warkop Starbeh, a coffee shop that is very beloved by the community. The research methods used include distributing questionnaires and statistical analysis to find the rellationship between facility layout, business location, and visitor interest. The results show that a good plant layout enhaces comfort and experience. Keywords: Plant layout. Location Strategy. Interest in Visiting. Warkop. Abstrak Dengan perkembangan industri kuliner Indonesia, warkop telah menjadi tempat yang diminati untuk berkumpul, sehingga faktor yang memenuhi keputusan pengujung sangat penting untuk dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengearuh plant layout dan strategi lokasi terhadap minat berkunjung di Warkop Starbeh, sebuah kedai kopi yang sangat disukai masyarakat. Metode penelitian yang digunakan termasuk penyebaran kuesioner dan analisis statistik untuk menemukan hubungan antara tata letak fasilitas, lokasi bisnis, dan minat pengunjung. Hasil penelitian menujukkan bahwa plant layout yang baik meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengunjung secara signifikan, dan lokasi yang strategis juga berperan penting dalam menarik lebih banyak pengunjung. Hasilnya diharapkan dapat membantu pengelola Warkop Starbeh dalam merancang fasilitas dan memilih lokasi yang tepat, serta meningkatkan daya tarik dan kepuasan pelanggan dengan memberikan informasi yang lebih baik. Kata Kunci: Plant layout. Strategi Lokasi. Minat Berkunjung. Warkop. PENDAHULUAN Perkembangan sektor kuliner, terutama di kedai kopi . , telah menjadi fenomena yang tak bisa dipandang sebelah mata di Indonesia. Masyarakat semakin gemar berkumpul di warkop untuk menikmati secangkir kopi sambil berbincang atau bekerja. Salah satu warkop yang populer di kalangan pengunjung adalah Warkop Starbeh. Sebagai usaha yang berfokus pada kualitas dan pengalaman pelanggan. Warkop Starbeh menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya tarik dan jumlah Received 11 Juni, 2025. Revised 19 Juli, 2025. Accepted 29 Agustus, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dalam konteks ini, faktor yang mempengaruhi minat pengunjung untuk datang adalah plant layout dan strategi lokasi. Plant layout atau tata letak fasilitas merujuk pada penataan ruang dan alur aktivitas di dalam warkop yang berperan penting dalam menciptakan kenyamanan dan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Plant layout yang baik mampu mengoptimalkan penggunaan ruang dan memperlancar operasional, yang pada gilirannya berkontribusi pada kepuasan pelanggan dan loyalitas mereka . Keefektifan tata letak tidak hanya menciptakan suasana yang nyaman, akan tetapi mempermudah interaksi antara pengunjung dan staf, serta memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk menemukan fasilitas yang mereka butuhkan. Di sisi lain, strategi lokasi merupakan faktor yang tak kalah penting. Keberhasilan bisnis dapat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi bisnis yang strategis, karena lokasi yang baik akan mudah dijangkau oleh pengunjung dan berada di daerah dengan potensi pasar luas . Hal ini sesuai dengan gagasan . lokasi yang tepat adalah suatu komponen penting dari efektifnya strategis pemasaran, karena dapat mendongkrak visibilitas dan daya tarik suatu bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana dua elemen tersebut berinteraksi dan berkontribusi pada keputusan pengunjung untuk datang ke Warkop Starbeh. Penelitian ini diharapkan dapat membantu manajer warkop dalam merancang fasilitas dan memilih lokasi bisnis yang strategis. Dalam hal ini. Warkop Starbeh sebagai objek penelitian menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi bagaimana kombinasi antara plant layout yang baik dan strategi lokasi yang tepat dapat mempengaruhi minat berkunjung masyarakat. TINJAUAN PUSTAKA Minat Berkunjung Ketertarikan seseorang untuk mendatangi satu atau beberapa tempat yang menjadi perhatiannya disebut sebagai minat berkunjung . Kejadian ini berkaitan dengan peristiwa berdasarkan teori minat konsumen terhadap produk, sehingga dapat diterapkan pada beberapa kategori minat beli. Ketertarikan kunjungan adalah keinginan seseorang atau kelompok untuk mengunjungi suatu tempat . Minat berkunjung adalah keinginan dari diri untuk bertindak berdasarkan dorongan dan persepsinya . Minat berkunjung merupakan suatu dorongan untuk memotivasi seseorang untuk melakukan suatu tindakan . Indikator Minat Berkunjung: Indikator Minat Berkunjung menurut . mendefinisikan tolok ukur pada minat untuk berkunjung sebagai berikut: Minat transaksional, minat yang ditunjukan untuk berkunjung. Minat referensial, yang menunjukkan bahwa suatu objek sering direferensikan untuk pihak lain. Minat preferensial, tindakan yang mencerminkan pilihan utama seseorang terhadap suatu objek. Minat eksploratif, kecenderungan yang ditunjukkan untuk terus mencari informasi minatnya. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Berkunjung Rahayu dan Budiyanto dalam . mengemukakan faktor-faktor yang menjadi pengaruh pada minat berkunjung sebagai berikut: Produk, produk pariwisata perlu menyesuaikan kebutuhan serta preferensi masyarakat dan permintaan pasar. Harga, produk pariwisata harus sesuai dengan harga yang tepat. Tempat, distribusi fungsi menempatkan produk di pasar. Pelayanan dan Fasilitas, keduanya memiliki keterkaitan yang erat dengan komponen yang ada dalam Plant layout Layout adalah tata letak yang dirancang untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik kepribadian individu, yang dapat mempengaruhi reaksi dan perilaku mereka . Layout yang baik tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga berperan penting dalam keputusan pembelian konsumen, karena dapat mempengaruhi pengalaman dan kenyamanan saat berinteraksi dengan ruang atau produk. Menurut Rony Edward Utama dan Nur Asni Gani dalam . layout mencakup peralatan, penataan mesin, pencahayaan, ventilasi udara, tingkat kebisingan, aliran bahan, estetika, dan pengaturan area kerja yang dirancang dan dikelola secara optimal. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Layout atau tata letak toko adalah rencana strategis untuk mengatur lokasi dan penyusunan peralatan serta barang dagangan di dalam toko, elemen ini mencakup alokasi ruang, pola lalu lintas pelanggan, dan pengelompokan produk untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan menarik . Tata letak yang baik dapat meningkatkan minat beli konsumen dengan mempengaruhi persepsi dan emosi mereka saat berbelanja. Layout adalah tata letak yang terdiri dari berbagai jenis, seperti tata letak tulang belakang, produk, proses, seluler, hibrida, terdistribusi, berbentuk U, lingkaran, berbentuk sisir, bentuk bintang, berbasis aliran, dan gantungan. Tata letak yang baik adalah yang dapat membantu pekerja melakukan pekerjaannya dengan baik, meminimalkan jarak total arus barang, biaya penanganan material, dan waktu yang dihabiskan dalam sistem manufaktur . Indikator Plant layout Indikator plant layout . Pembagian produk yang jelas adalah merujuk pada tanda atau parameter yang memastikan proses distribusi produk dilakukan secara terorganisir, adil, dan mudah diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Pencahayaan di toko yang bagus adalah pencahayaan yang dirancang untuk memberikan penerangan optimal dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Ruas jalan yang luas adalah bagian jalan yang dirancang dengan lebar dan fasilitas memadai untuk mendukung aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan bagi semua pengguna, termasuk penyandang Pintu masuk yang luas adalah adalah pintu masuk yang dirancang dengan ukuran dan fasilitas memadai untuk memastikan semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengaksesnya dengan mudah, aman, dan nyaman. Strategi Lokasi Lokasi merupakan di mana suatu tempat penjual yang berada di kawasan yang strategis dan meningkatkan pendapatan . Strategi Lokasi berpacu pada berbagai dorongan pemasaran yang bertujuan untuk membuat penyampaian produsen barang dan jasa kepada konsumen agar lebih efektif . Strategi lokasi adalah bagian dari komponen yang penting untuk memahami perilaku konsumen, saat menempatkan tokonya di dekat pusat keramaian dan aktivitas masyarakat, lokasi yang strategis wajib dimiliki oleh perusahaan . Lokasi adalah berbagai aktivitas bisnis dengan tujuan membuat barang atau menjualnya dengan harga murah dan mudah ditemukan untuk pasar sasaraan . Lokasi berperan dalam menentukan bagaimana produk atau layanan dapat dijangkau oleh pelanggan melalui posisi yang strategis. Indikator Strategi Lokasi Menurut . beberapa indikator lokasi yaitu: Aksesibilitas, yaitu mengacu pada kemudahan lokasi untuk ditemukan dan diakses dengan menggunakan transportasi umum. Visibilitas, yakni lokasi yang mudah terlihat dari sisi jalan atau pandangan umum. Fasilitas parkir, tersedia area parkir yang tergolong luas, nyaman, dan terjaga untuk jenis transportasi roda dua atau roda empat. Ekspansi, yaitu fasilitas berupa ruangan yang memadai untuk pengembangan dan perluasan usaha di masa mendatang. Kerangka Konseptual Berikut adalah gambar model hubungan variabel dalam struktur paradigma penelitian: Gambar 1. Model Konseptual Pengaruh Plant layout Dan Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Pada Warkop Starbeh (Mochammad Bagier Aditya Assagie. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 HIPOTESIS HA : Plant layout berpengaruh terhadap Minat Berkunjung pada Warkop Starbeh HA : Strategi Lokasi berpengaruh terhadap Minat Berkunjung pada Warkop Starbeh HA : Plant layout dan Strategi Lokasi secara simultan berpengaruh terhadap Minat Berkunjung pada Warkop Starbeh. Penelitian Terdahulu Pada pengamatan yang telah dilakukan Anna Apriana Hidayanti serta Lalu Masyhudi melihat bagaimana Electronic Word of Mouth . -WOM), yang mempengaruhi keinginan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Tete Batu di Lombok Timur antaranya daya tarik dan lokasi. Penemuan menunjukkan bahwa e-WOM dan memiliki daya tarik yang berkontribusi secara signifikan terhadap keinginan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Tete Batu, meskipun lokasi tidak signifikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya memanfaatkan informasi online dan daya tarik lokal untuk meningkatkan kunjungan wisata. Penelitian yang dilakukan oleh Faikar Adam Wiradipoetra dan Erlangga Brahmanto menunjukkan bahwa daya tarik pada wisata di Ciwangun Indah Camp. Bandung Barat, telah menurun. Persepsi negatif wisatawan terkait kerusakan fasilitas dan pengelolaan yang buruk menyebabkan rendahnya minat kunjungan. Sementara itu, penelitian oleh Andes Rahmat Fajrin dkk. , mengenai Candi Muara Takus di Riau, menemukan bahwa fasilitas dan lokasi berkontribusi positif pada kepuasan pengunjung, yang selanjutnya memengaruhi minat mereka untuk kembali berkunjung. Penelitian lainnya, seperti oleh Eka Fitriyani dan Hengky Pramusinto, menunjukkan bahwa sarana perpustakaan, kualitas pelayanan, dan pustakawan yang memberikan dampak positif memalui kinerjanya terhadap minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan daerah. Selain itu, penelitian oleh Dendi Zainuddin Hamidi dkk. menyoroti pentingnya citra merek dalam menarik minat tamu hotel, meskipun akses lokasi tidak terlalu signifikan. Semua penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan yang baik, strategi pemasaran, dan pemeliharaan fasilitas untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan ke berbagai destinasi. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian ini berupa metode kuantitatif. Metode ini dilakukan dukungan pengujian instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas, serta data yang dianalisis dengan metode regresi linear berganda, korelasi berganda. Uji T, dan uji F. Pengamatan dilaksanakan di Warkop Starbeh Ciawi dan sampelnya terdiri dari 50 responden yang merupakan anggota masyarakat yang pernah mengunjungi, mempelajari, dan membeli sesuatu di sana. Peneliti melakukan penelitian dari tanggal 28 November hingga 10 Desember 2024 untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Data dikumpulkan melalui serangkaian pertanyaan tertulis yang diberikan kepada Dengan Dengan menggunakan skala Likert lima tingkatan, responden memberikan jawaban mereka dengan cara memilih satu dari lima pilihan yang ada. Sumber: Diolah Oleh Peneliti, 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji validitas terhadap tiga variabel pada masing-masing dimensi serta pernyataan pada kuesioner, disajikan dalam tabel berikut: JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji validitas variabel Plant layout (X. memiliki Rhitung diatas 0,3 atau Rhitung > Rtabel, maka semua pernyataan kuisioner variabel Plant layout (X. dinyatakan valid. Uji validitas variabel Strategi Lokasi (X. memiliki Rhitung diatas 0,3 a tau Rhitung > Rtabel, maka semua pernyataan kuisioner variabel Strategi Lokasi (X. dinyatakan valid. Uji validitas variabel Minat Berkunjung (Y) memiliki Rhitung diatas 0,3 atau Rhitung > Rtabel, maka semua pernyataan kuisioner variabel Minat Berkunjung (Y) dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Untuk menentukan apakah survei tersebut reliabel atau tidak reliabel yang dilakukan melalui kuesioner, digunakan kritesia nilai r > 0,6 atau r < 0,6. Hasil dari uji reliabilitas variabel pada penelitian disajikan pada Tabel 5. Pengaruh Plant layout Dan Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Pada Warkop Starbeh (Mochammad Bagier Aditya Assagie. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji pada Asumsi Klasik Uji pada Normalitas Penelitian menghasilkan nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,083 dengan signifikansi sebesar 0,200, hasil tersebut lebih besar dari 0,05. Kesimpulan dari hasil uji normalitas yakni data residual terdistribusi secara normal. Uji Multikolineritas Uji Multikolineritas menunjukkan nilai tolerance pada setiap variabel melebihi 0,10 atau > 0,1 dan nilai VIF yang tidak menyentuh 10. Kesimpulan dari uji multikolineritas adalah tidak ditemukannya gejala multikolineritas pada penelitian ini, sehingga penelitian dapat dilanjutkan. Uji Heteroskedastisitas Hasil penelitian menunjukkan titik-titik pada grafik Scatterplot terbesar secara acak pada area sekitar angka 0 pada sumbu Y, tanpa membentuk pola tertentu di atas, bawah, kanan, dan kiri. Oleh karena itu, kesimpulan dari uji heteroskedastisitas yakni bahwa model regresi bebas dari gejala heteroskedastisitas dapat digunakan untuk dalam penelitian ini. Gambar 2. Grafik Scatterplot Uji Regresi Berganda Persamaan pada regresi koefisien pada penelitian ini dijabarkan di bawah ini. Y = 5. 510 x1 0. 298 x2 e Koefisien variabel-variabel bebas di atas menunjukkan hasil yang positif. Hal ini bermakna arah perubahannya searah dengan variabel terikat. Koefisien variabel Plant layout sebesar 0,510 sedangkan variabel Stretegi Lokasi sebesar 0,298. Kesimpulannya adalah plant layout merupakan faktor paling dominan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap minat berkunjung. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji Korelasi Berganda Model Summary Hasil uji korelasi berganda menunjukkan nilai koefisien (R) sebesar 0,689, yang mengindikasikan adanya hubungan sedang antara variabel independen dan variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Determinasi nilai pada R Square pengujian koefisien didapatka hasil sebesar 0,487 atau 48,7% hasil ini menandakan variabel terikat dipengaruhi oleh Plant layout dan Strategi Lokasi sebesar 48,7% sedangkan pada hasil yang tersisa yaitu sebesar 51,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Uji Parsial (Uji T) Plant layout (X. Hasil Uji T menunjukkan bahwa nilai T-hitung sebesar 3,241. Nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan nilai T-tabel yaitu 1,667 . ,241 > 1,. , dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih rendah 0,05 . , 002 < 0,. Hal ini menyimpulkan bahwa variabel Plant layout (X. secara signifikan berpengaruh terhadap minat berkunjung (Y) konsumen Warkop Starbeh. Strategi Lokasi (X. Hasil uji menghasilkan nilai t-hitung sebesar 2,051 yang melebihi T-tabel sebesar 1,667 . ,051 > 1,. , serta signifikansi sebesar 0,046 yang lebih rendah dari 0,05 . ,046 < 0,. Hasil ini memperjelas bahwa variabel Strategi Lokasi (X. memiliki pengaruh signifikan pada Minat Minat Berkunjung (Y) konsumen Warkop Starbeh. Uji Simultan (Uji F) Hasil uji F mendapatkan hasil yakni 22,322, lebih tinggi dari F-tabel yakni 3,20 . ,322 > 3,. , serta signifikasi sebesar 0,000 yang lebih rendah dari 0,05 . ,000 < 0,. Dapat disimpulkan bahwa variabel Plant layout dan Strategi Lokasi secara simultan memengaruhi Minat Berkunjung (Y) konsumen Warkop Starbeh secara signifikan. Pembahasan Pengaruh Plant layout Terhadap Minat Berkunjung Analisis pada hipotesis pertama menjukkan hasil bahwasannya Plant layout menunjukkan pengatuh yang positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung. Hal ini dibuktikan oleh nilai koefisien regresi variable Plant layout (X. sebesar 0,510. Selanjutnya hasil Uji T hitung sebesar 3,241, hasil ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai T-tabel sebesar 1,677 . ,421 > 1,. , serta tingkat signifikasi 0,002 yang lebih rendah dari batas signifikasi 0,05 . ,002 < 0,. kesimpulan dari hasil tersebut adalah Plant layout berpengaruh signifikan terhadapat Minat Berkunjung. Pengaruh Plant layout Dan Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Pada Warkop Starbeh (Mochammad Bagier Aditya Assagie. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Temuan ini diperkuat oleh hasil uji korelasi yang memperjelas bahwa terdapat hubungan yang erat antara plant layout dan minat berkunjung, dengan nilai koefisien korelasi yang ditunjukkan sebesar 0,698. Artinya, semakin optimal tata letak yang diterapkan, maka semakin tinggi pula kunjungan konsumen. Pengaruh Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Pengujian terhadap hipotesis kedua didapatkan hasil Strategi Lokasi memengaruhi secara positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Hal ini dibuktikan dengan nilai pada koefisien regresi Strategi Lokasi (X. sebesar 0,298. Uji T menunjukkan bahwa nilai T hitung sebesar 2,051, lebih tinggi dibandingkan dengan T tabel sebesar 1,677 . ,0510 > 1,. , serta nilai signifikasi sebesar 0,046, lebih rendah dari 0,05 . ,046>0,. Jadi, strategi Lokasi secara signifikan memengaruhi minat berkunjung. Temuan tersebut didukung oleh hasil pengujian korelasi yang menampilkan terdapat sebuah hubungan yang erat antara Strategi Lokasi serta minat berkunjung dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,698. Dengan demikian, strategi lokasi yang dirancang secara efektif dapat mempermudah akses konsumen ke lokasi usaha, yang pada akhirnya meningkatkan minat mereka untuk berkunjung. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu oleh Andes Rahmat Fajrin. Gatot Wijayanto, dan Sri Endang Kornita pada tahun 2021, yang menyimpulkan bahwa strategi lokasi memiliki berpengaruh signifikan pada Minat Berkunjung ke objek wisata Candi Muara Takus di Riau. Pengaruh Plant layout dan Strategi Lokasi Terhadap Minat Berkunjung Hipotesis ketiga mengemukakan bahwa variabel Plant layout dan Strategi Lokasi simultan memberikan pengaruh secara signifikan bagi Minat Berkunjung. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil uji F dengan signifikasi sebesar 0,000 yang lebih rendah dari tingkat signifikasi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa bersamaan, kedua variabel independen memberi pengaruh yag signifikan pada variabel dependen. Adapun nilai koefisien determinasi (RA) yang sebesar 0,487 mengindikasikan bahwasannya 48,7% ragam variasi dalam Minat Berkunjung dapat diperjelas oleh Plant layout dan Strategi Lokasi secara bersaman, sementara sisanya sebesar 51,3% diperjelas variabel lainnya yang tidak diamati pada penelitian ini. Model regresi yang didapatkan pada penelitian ini meliputi: Y = 5. 510 x1 0. 298 x2 e, di mana: -Koefisien 0. 510 memperjelas bahwa plant layout memiliki konstribusi yang lebih besar terhadap minat berkunjung dibandingkan strategi lokasi yang memiliki nilai koefisien 0,298. -Konstanta 5,347 mengindikasikan bahwa plant layout dan strategi lokasi bernilai nol, minat berkunjung masih memiliki nilai dasar sebesar 5,347. Sehingga dapat disimpulkan bahwa plant layout dan strategi lokasi secara simultan memberikan pengaruh nyata terhadap Minat Berkunjung, sehingga Warkop Starbeh harus memperhatikan kedua aspek ini secara bersamaan untuk meningkatkan Minat Berkunjung KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Penelitian menunjukkan hasil yang baik secara parsial maupun simultan. Plant layout dan strategi lokasi berpengaruh secara signifikan bagi minat berkunjung konsumen di Warkop Starbeh. Secara parsial, plant layout yang optimal memberikan kontribusi yang lebih besar dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,510 dibandingkan strategi lokasi yang memiliki koefisien 0,298. Hal ini menunjukkan bahwa tata letak ruang yang nyaman, estetis, dan efisien memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi konsumen, sehingga meningkatkan minat mereka untuk berkunjung. Strategi lokasi juga berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung, di mana lokasi yang strategis, mudah diakses, dan dilengkapi fasilitas seperti parkir yang memadai memberikan kemudahan bagi konsumen, sehingga meningkatkan daya tarik Warkop Starbeh. Secara simultan. Plant layout dan Strategi Lokasi sama-sama memengaruhi minat berkunjung dengan nilai koefisien determinasi sebesar 48,7%, yang berarti hampir setengah dari variabilitas minat berkunjung dijelaskan oleh kedua variabel ini. Model regresi menunjukkan bahwa plant layout memberikan pengaruh lebih dominan dibandingkan strategi lokasi. Oleh karena itu. Warkop Starbeh disarankan untuk terus mengoptimalkan tata ruang dan mempertahankan lokasi yang strategis guna meningkatkan minat dan jumlah kunjungan konsumen. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 SARAN Warkop Starbeh sebaiknya melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap tata letak fasilitas untuk mengoptimalkan pengalaman pengunjung. Penataan ruang yang nyaman dan alur aktivitas yang efisien dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, seperti menciptakan area duduk yang lebih nyaman dan akses yang mudah ke layanan. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan lokasi yang strategis, analisis pasar dapat membantu menentukan lokasi yang lebih ramai dan mudah diakses oleh target Menciptakan suasana yang menarik dan nyaman di dalam warkop juga dapat meningkatkan minat pengunjung, melalui pencahayaan yang baik, dekorasi yang menarik, dan musik yang sesuai. Terakhir, menawarkan variasi menu yang menarik dan berkualitas tinggi, serta memperhatikan tren kuliner terkini, dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Dengan menerapkan saran-saran ini. Warkop Starbeh dapat meningkatkan daya tariknya dan menarik lebih banyak pengunjung, serta menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan. DAFTAR PUSTAKA