Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 28 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MELALUI EDUKASI MASYARAKAT Dhina Cahya Rohim*. Avira Budianita. Ade Ima Afifa Himayati. Fathimah Isnina. Milad Naufal Akbar. Findasari. Manggalastawa Universitas Muhammadiyah Kudus Jl. Ganesha Raya No. Purwosari. Kudus. Indonesia *Email : dhinacahya@umkudus. Info Artikel Abstrak DOI : https://doi. org/10. 26751/jai. Article history: Received 2024-07-01 Revised 2024-08-14 Accepted 2024-08-15 Kehidupan di era yang semakin maju ini telah menghadirkan berbagai macam teknologi canggih yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Teknologi tersebut menjadi perantara untuk mendapatkan informasi terkini yang dibutuhkan oleh Oleh karena itu, masyarakat berusaha untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi digital untuk memudahkan dalam beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, secanggih apapun teknologi saat ini harus seimbang dengan pola pikir mayarakat dalam menyerap dan memahami informasi yang sedang beredar. Oleh karena itu masyarakat harus mampu meningkatkan literasi digital demi tercipta suasana yang selalu kondusif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diikuti 32 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK ini berlangsung selama kurang lebih 60 menit pemaparan materi menggunakan LCD proyektor dan gadget masing-masing peserta serta 60 menit diskusi tanya jawab. Kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat di desa Kalirejo Kecamatan Undaan guna meningkatkan literasi digital yang diukur dari perhitungan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai literasi digital dengan 3 kategori yaitu baik, cukup, dan kurang. Dengan pendekatan statistik deskriptif, hasil dari kegiatan ini didapatkan kenaikan pengetahuan dan pemahaman kategori baik sebesar 75%. Harapannya masyarakat di desa Kalirejo Kecamatan Undaan lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, mampu menyerap dan memaknai dengan baik informasi yang ada agar dapat meminimalisir tindakan kejahatan dan kriminalitas di era Keywords: Teknologi Digital. Literasi Digital. Edukasi Digital Technology. Digital Literacy. Education Abstract Life in this increasingly advanced era has presented various kinds of advanced technology that society can utilize. This technology becomes an intermediary to obtain the latest information needed by the public. Therefore, people are trying to improve their ability to use digital technology to make activities easier in daily life. However, no matter how sophisticated technology is today, it must be balanced with people's mindset in absorbing and understanding the information that is circulating. Therefore, society must be able to increase digital literacy in order to create an atmosphere that is always conducive. This Community Service Activity, which was attended by 32 participants who were PKK mothers, lasted for approximately 60 minutes of material presentation using an LCD projector and A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 29 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 gadgets for each participant as well as 60 minutes of question and answer discussion. This activity provides education to the community in Kalirejo village. Undaan District in order to increase digital literacy as measured by calculating the level of knowledge regarding digital literacy with 3 categories, namely good, sufficient and poor. Using a descriptive statistical approach, the results of this activity showed an increase in knowledge and understanding of the good category by 75%. It is hoped that the people in Kalirejo village. Undaan District, will be wiser in utilizing digital technology, able to absorb and properly interpret existing information in order to minimize crimes and crimes in the digital era. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi semakin lama semakin berkembang. Semua hal yang berhubungan dengan komunikasi baik itu secara lisan ataupun tertulis, baik itu dekat maupun jauh dapat dilakukan dengan cara yang semakin mudah dan semakin cepat. Era baru dengan pemanfaatan teknologi yang semakin pintar dan menggunakan perangkat digital yang canggih dikenal dengan nama era revolusi digital. Hampir semua hal yang diperlukan dapat teratasi dengan baik, capat dan mudah hanya dengan pemanfaatan Tidak hanya perihal perangkat yang semakin canggih dan mordern serta mudah didapatkan. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia keterangan dalam bentuk survey bahwa catatan untuk penetrasi internet di Indonesia adalah 78,19 persen di tahun 2023 yang 156 jiwa. Muhammad Arif yang merupakan Ketua Umum APJII memberikan keterangan bahwa survei pengguna internet pada tahun 2023 kali ini meningkat sekitar 1,17 persen dari tahun sebelumnya (Azis, 2. Literasi Digital adalah ilmu atau pengetahuan tentang penggunaan media yang berhubungan dengan teknologi digitalisasi dengan menggunakan perangkat atau alat bantu yang berguna untuk komunikasi atau interaksi dalam berbagai hal dan berbagai Diharapkan literasi digital ini atau yang lebih dikenal dengan nama Aumelek digitalAy dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk memudahkan interaksi baik itu dalam kehidupan sehari-hari ataupun hal-hal A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved yang berkaitan dengan pekerjaan. UNESCO mendefinisikan literasi digital adalah keterampilan baik itu kognitif, membaca ataupun menulis. UNESCO membagi literasi digital menjadi dua konsep. Pertama, konsep tentang pendekatan konseptual yang mana lebih fokus dalam perkembangan kognitif sampai pada sosial emosional. Kedua, konsep tentang segi operasional yang lebih fokus pada kemampuan teknis pemahaman dan penggunaan media (APJII, 2. Yudha Pradana Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (Kominfo 2. menuturkan bahwa literasi digital mempunyai empat prinsip antara lain kemampuan masyarakat dalam memahami informasi yang ada pada internet baik itu yang tersedia dalam media sosial maupun media berita serta hal-hal yang bersifat implisit ataupun eksplisit. Yang kedua yaitu, adanya ketergantungan atas penyajian informasi dan kelengkapannya yang dapat didapatkan dari satu media dengan media yang lain. Yang ketiga, peran sosial atau yang dapat disebut juga dengan istilah nitizen yang tidak jarang memberikan tambahan informasi atau literasi-literasi baru tentang informasi yang tengah menjadi informasi. Yang keempat yaitu kurasi atau pengetahuan masyarakat yang mampu mengakses informasi yang dinilai dan memahaminya (KOMINFO, 2. Desa Kalirejo merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Masyarakat di desa ini kebanyakan berprofesi sebagai petani, pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 pedagang, pekerja swasta dan lain Ae lain. Desa ini juga memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat diharapkan untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi baik itu dalam hal akses informasi dan penggunaannya dalam berkomunikasi. Tidak terkecuali masyarakat di Desa Kalirejo juga diharapkan dapat bersikap bijak terhadap kemajuan teknologi saat ini. Masyarakat di desa Kalirejo sebagian besar sudah memiliki smartphone dan mampu mengakses internet dengan baik, namun perlu adanya literasi digital terkait dengan kebijakan dalam pemanfaatannya serta akses informasi yang mana kegiatan semacam ini belum pernah dilakukan Hal ini sangat penting dilakukan agar informasi dapat terserap dengan baik. Selain itu, masyarakat yang juga berperan sebagai orang tua di lingkungan keluarga, dapat memberikan edukasi kepada anak terkait pemanfaatan dan akses informasi menggunakan teknologi digital. Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini juga ditandai dengan munculnya Dengan adanya perkembangan teknologi berupa internet ini dapat mengubah pola hidup masyarakat. Internet sangat berguna untuk mempermudah kehidupan Namun berkembang nya internet dan marak nya penggunaan gadget memberikan dampak besar bagi masyarakat. Namun hal tersebut selain muncul dampak positif juga ada bahaya atau dampak negative dari penggunaan internet dan gadget yang berlebihan khusus nya pada anak anak (Al. Sebagian besar masyarakat masih sering abai akan bahaya penggunaan gadget secara Karena gadget dan penggunaan internet layaknya pisau bermata dua yang memiliki segudang manfaat dan juga memiliki bahaya bagi pengguna nya seperti bermacamAemacam munculnya penipuan yang semakin marak menggunakan teknologi internet sampai dengan bahaya penggunaan gadget bagi anak-anak. A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 30 Walaupun masyarakat Indonesia sudah mulai meningkatkan keterampilan mereka dalam penggunaan teknologi dan lebih kreatif, namun apabila masyarakat tidak AumelekAy digital atau literasi digital maka akan mudah melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Penggunaan teknologi juga harus berbasis pancasila karena nilai tersebut dijadikan prinsip dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila agar tercipta kehidupan yang positif bagi warga negara Indonesia (Mario. Kaesang. Usman, & Arifin, 2. Tidak hanya itu, walaupun pembuatan teknologi yang semakin maju dapat digunakan untuk hal-hal yang positif, namun tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain yang dapat dinamakan cybercrime atau kejahatan di dunia maya. Ini menjadi tantangan bagi semua khalayak. Cybercrime adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh negara yang dapat menimbulkan pidana. Kejahatannya dapat berupa penipuan, penyebaran berita bohong . , penyalahgunaan teknologi, perundungan siber, ujaran kebencian, dan lain sebagainya (Fitria. Tjahjaningsih. Harmoko. Sabila, & Fawaitd, 2. Sebagai desa yang terletak cukup jauh dari pusat Kabupaten Kudus dan masyarakat nya sebagian besar petani maka pengetahuan mengenai literasi digital di Desa Kalirejo harus dimiliki agar masyarakat lebih paham mengenai manfaat dan bahaya dari penggunaan internet serta gadget. Karena dengan adanya internet masyarakat dapat lebih mudah melakukan komunikasi, mencari informasi serta meningkatkan perekonomian seperti melakukan jual beli online dan memasarkan produk Ae produk asli dari Desa Kalirejo. Namun juga perlu diwaspadai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak-anak. Sebagian besar warga masyarakat Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus saat ini belum sepenuhnya menguasai pemanfaatan internet dan penggunaan gadget yang aman dan bijak. Berdasarkan hal tersebut. Warga masyarakat Desa Kalirejo pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus perlu dibekali dengan pemahaman tentang pemanfaatan internet dan gadget. Beberapa kegiatan pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan di Desa Kalirejo yang dilakukan oleh beberapa tim pengabdi diantaranya kegiatan peningkatan ekonomi berbasis moderasi beragama. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pemerintah desa diketahui bahwa belum ada kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan warga dalam bidang digital. Literasi digital sangat diperlukan bagi Masyarakat desa Kalirejo demi menunjang kelancaran kegiatan ekonomi dan kegiatan lain di era saat ini. Dengan demikian maka sangat perlu untuk dilakukan kegiatan PKM di Desa Kalirejo yang berkaitan dengan literasi digital, khususnya dalam pemanfaatan gadget dan penggunaan internet (Hana et al. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat khususnya warga Desa Kalirejo Undaan Kabupaten Kudus dalam memberikan pengetahuan tentang literasi digital yaitu pemanfaatan internet dan penggunaan gadget di era digital secara baik dan bijak. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan (Wahono Effrisanti, 2. menyebutkan bahwa literasi digital ini sangat penting dilakukan karena sangat penting guna menyaring informasi yang ditemukan di internet, karena sejatinya informasi yang tersebut belum terjamin kebenaranya sehingga perlu disaring agar tidak menyebabkan pemahaman yang salah. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari (Cynthia & Sihotang, 2. bahwa literasi digital dapat membantu meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada siswa maupun masyarakat karena melalui literasi digital ini mereka akan lebih teliti dalam menyaring informasi yang diterima dari internet maupun dari media lainnya. II. METODE PELAKSANAAN Kegiatan PKM ini berbentuk edukasi literasi digital dilaksanakan di Desa Kalirejo dengan sasaran yaitu warga masyarakat Desa A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 31 Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus yang berjumlah 32 peserta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2023 di Aula Balai Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: Gambar 1. Tahapan Metode Pelaksanaan . Perencanaan Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja tim pengabdi yang telah disusun sebelumnya dan dikoordinasikan dengan pihak Desa Kalirejo. Dalam rencana kegiatan ini juga telah ditentukan narasumber, materi pelatihan serta kegiatan evalusi yang akan dilakukan. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pemaparan, diskusi dan tanya jawab. Pemaparan materi dilakukan oleh tim pengabdi dengan durasi selama 50 Ae 60 menit menggunakan media LCD Proyektor dan gadget masing-masing Setelah itu dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri bersama peserta pengabdian. Evaluasi Kegiatan evaluasi dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner / angket yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang Setelah itu, data yang menggunakan statistik deskriptif dengan melihat kenaikan tingkat pengetahuan dilakukan dengan statistik deskriptif dengan melihat kenaikan rata rata masyarakat untuk mendapatkan simpulan dari hasil pengabdian. pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 i. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesempatan untuk dapat mengabdikan masyarakat adalah sesuatu yang sangat luar Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengabdikan diri dengan mengusung tema literasi digital untuk masyarakat yang diselenggarakan di Balai Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2023. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 32 orang ibuibu PKK Desa Kalirejo Kecamatan Undaan. Dalam kegiatan ini, tim pengabdi meyajikan topik yang diangkat dari hal yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia kali ini yaitu pemahaman literasi digital pada Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi yang masuk ke Indonesia sudah semakin maju. Oleh karena itu untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang kreatif harus dapat memahami cara mengoperasikan teknologi tersebut agar lebih memudahkan untuk beraktifitas. Gambar 1. Pembukaan Kegiatan PKM Tim pengabdi memberikan pemaparan tentang maksud dari literasi digital, bagaimana cara memanfaatkan literasi digital, keuntungan kerugian dari literasi digital. Antusiasme peserta terlihat saat tim pengabdi menjelaskan materi melalui powerpoint. Meskipun usia para peserta bervariasi, tapi topik ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari penggunaan gadget. Pokok pembahasan yang diutarakan oleh tim pengabdi dalam pemaparan materi literasi digital kali ini adalah masyarakat diharapkan mampu menggunakan teknologi dengan bijak, menggunakan media sosial dengan baik agar tidak tercipta ketidak harmonisan sesama warga negara Indonesia, dan tidak A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 32 menggunakan teknologi untuk hal-hal yang dapat berurusan dengan pidana. Setelah pemaparan selesai, tim membuka sesi yang kedua yaitu sesi tanya jawab. Ada tiga pertanyaan dari peserta yang pertama adalah apa hubungan antara berperilaku bijak dengan tercipta situasi yang positif dalam hal literasi digital. Pertanyaan yang kedua adalah apa saja bisa diterapkan literasi digital. Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan PKM Pertanyaan yang ketiga bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi digital untuk ibu-ibu rumah tangga. Hubungan antara perilaku bijak dengan terciptanya situasi positif dalam literasi digital adalah menghimbau agar para pengguna digital dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi digitalisasi. Misalnya tidak memberikan respon yang tersirat kebencian, tidak menggunakan media sosial untuk memancing opini publik yang kontradiktif, tidak menggunakan media sosial untuk kejahatan seperti pelecehan seksual atau kasus-kasus lainnya. Karena hal tersebut dapat terjerat pasal UU ITE. Selain itu masyarakat dihimbau untuk dapat berhatihati dalam memberikan keterangan yang bersifat privasi karena dapat disalahgunakan oleh orang lain. Menjawab pertanyaan yang kedua mengenai macam-macam literasi Menurut Dinar Mutiara Kusumo Nugraheni. InfoTech. (Com. ,Ph. selaku dosen Informatika FSM Undip, menjelaskan bahwa literasi digital ada empat macam antara lain kecakapan digital, keamanan digital, etika digital dan budaya Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 28-34 | 33 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Gambar 2. Foto Bersama Pengabdi dan Peserta Kegiatan Berdasarkan hasil kuesioner yang dihimpun dari kegiatan ini, didapatkan hasil tingkat pemahaman literasi digital pada ibu ibu PKK Desa Kalirejo sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan edukasi literasi digital ini sebagai berikut: Tabel 1. Tingkat pengetahuan literasi digital sebelum Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah Prosentase 31,25% 46,87% 21,87% Tabel 2. Tingkat pengetahuan literasi digital setelah Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah Prosentase 18,75% 6,25% Dari tabel diatas diketahui bahwa terdapat kenaikan tingkat pengetahuan mengenai literasi digital pada ibu-ibu PKK desa Kalirejo Undaan Kudus. Indikator baik yang semula hanya 31,25% meningkat menjadi 75% yang mana kenaikan tersebut menjadi faktor penentu keberhasilan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh pengabdi. Peningkatan hasil tersebut menunjuukan pengabdian di desa Kalirejo Kabupaten Kudus ini sudah memahami literasi digital yang salah satunya bertujuan agar dapat membedakan serta menyaring informasi yang Hal ini selaras dengan hasil salah satu penelitian yang menyatakan bahwa kebanyakan orang belum bisa membedakan informasi yang benar ataupun tidak benar A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved sehingga memerlukan literasi digital agar dapat menyaring informasi yang bermanfaat (Restianty, 2. Kecanggihan teknologi sekarang sudah dapat digunakan oleh siapapun termasuk ibuibu rumah tangga juga dapat dengan mudah mengakses informasi atau menggunakan kemudahan digitalisasi dalam kesehariannya. Hal tersebut selaras dengan salah satu hsil pemahaman literasi digital sangat penting dilakukan demi kemajuan masyarakat di Indonesia karena tidak dipungkiri bahwa berbagai kegiatan sehari Ae hari tidak bias lepas dari penggunaan teknologi digital (Sentoso et al. , 2. Dengan demikian maka peningkatan pemahaman teknologi melalui literasi digital memiliki peran penting agar tercipta masyarakat yang IV. KESIMPULAN Dengan terselenggaranya kegiatan yang bertema Literasi Digital Masyarakat ini pemahaman baik dari 31,25% menjadi 75%. Dengan begitu mereka dapat lebih bijak menyebarkan ulang informasi-informasi baik untuk individu yang lainnya. Selain itu dengan bantuan teknologi yang semakin lama memanfaatkannya sebagai suatu sarana digital untuk memudahkan mereka dalam berkehidupan sehari-hari. Besar harapan para peserta bisa menjadi kader literasi digital di lingkungannya masing-masing supaya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dan disebar UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada kepala desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dalam mendukung dan memfasilitasi dari mulai perijinan penyelenggaraan acara kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, penyediaan tempat di aula Balai Desa Kalirejo beserta sarana dan prasarananya. Ucapan terima kasih juga kepada ibu-ibu PKK desa Kalirejo Kecamatan Undaan pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Kabupaten Kudus untuk antusias dan partisipasinya dalam mensukseskan kegiatan ini serta pengetahuan yang terjadi di masyarakat sebagai pembelajaran untuk kita semua dalam memanfaatkan teknologi digital. DAFTAR PUSTAKA