Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 115 ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1. No. Juli Ae Desember 2022 ISSN: 2962-2646 . http://ejournal. id/index. php/abdina/index KAMPUNG KREATIF MELALUI INOVASI PENGOLAHAN BAWANG MERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Wardatus Syarifah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan ws@gmail. Abstract: Creative villages have the concept of favoring one particular product that is mass-produced, ranging from creativity in the fields of mural art, musical, tourism, to being creative in terms of producing products typical of the village. Creative village is one of the ideas to improve the community's economy. Sokobanah Tengah Village is the location for community empowerment activities. The majority of the population has a livelihood as farmers, because this village has a fairly large agricultural land. One of the potentials of Sokobanah Tengah village is onion which will improve the village economy through innovation in processing onion into products with high selling value. To achieve this goal, the author uses the Asset Based Community Development (ABCD) method. This method was developed from the assets owned by the village. With the ABCD method, the author creates a creative village program from the village's superior assets, namely the innovation of processing onion into products that have high economic value and quality. The result of this activity is to produce Pastel Bawang. Ticwang and Siwang products from processed onion which are well received by the village community, as well as receiving many orders from people within the village and outside the village. Keywords: Creative Village. Community Economy. Innovation. Onion Abstrak: Kampung kreatif memiliki konsep menggunggulkan satu produk tertentu yang diproduksi secara masal, mulai dari kreatifitas dalam bidang seni mural, karawitan, pariwisata, hingga kreatif dalam hal memproduksi produk khas kampung tersebut. Kampung kreatif menjadi salah satu gagasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa Sokobanah Tengah menjadi lokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani, sebab desa ini memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Salah satu potensi yang dimiliki desa Sokobanah Tengah yaitu bawang merah yang akan meningkatkan perekonomian desa melalui inovasi pengolahan bawang merah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode Asset Based Community Develoment (ABCD). Metode ini dikembangkan dari aset-aset yang dimiliki desa. Dengan metode ABCD penulis menciptakan program kampung kreatif dari aset unggulan desa yakni inovasi pengolahan bawang merah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkualitas. Hasil dari kegiatan ini yaitu menghasilkan produk Pastel Bawang. Ticwang dan Siwang dari olahan bawang merah yang diterima dengan baik oleh masyarakat desa, serta menerima banyak pesanan dari masyarakat dalam desa maupun luar desa. Kata Kunci: Bawang Merah. Inovasi. Kampung Kreatif. Perekonomian Masyarakat 116 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Pendahuluan Dalam pembangunan daerah, keterikatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat memegang peranan yang sangat penting. Dalam konteks pembangunan daerah ada berbagai kelemahan seperti masalah kelembagaan, sumber daya manusia, lembaga kemasyarakatan, instansi swasta, dan masyarakat desa itu 1 Salah satu indikator suatu daerah atau desa dapat dikatakan makmur yaitu dengan adanya kemajuan dan pertumbuhan pada sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi desa dapat ditingkatkan salah satunya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, yakni suatu kegiatan yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menggali tantangan utama pembangunan desa mereka dan merekomendasikan aktifitas-aktifitas yang direncanakan untuk mengatasi suatu masalah ekonomi. Kampung kreatif merupakan strategi yang dikembangkan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kemajuan dan pertumbuhan desa pada sektor Konsep kampung kreatif yaitu menggunggulkan satu produk khas daerah tertentu yang diproduksi secara masal dan berkelanjutan. 3 Beberapa kampung kreatif dapat ditemukan di kota-kota besar seperti Bandung. Jakarta. Surabaya. Yogyakarta dan kota-kota lainya. Konsep yang digunanakan pun beragam seperti kampung wisata, kampung seni dan budaya, kampung musik, kampung industry dan beberapa konsep lainnya yang dibuat menyesuaikan potensi masalah atau konteks masing-masing kampung. Kresna mengungkapkan kampung kreatif Dago Pojok merupakan kampung kreatif pertama yang diresmikan pada tanggal 28 Oktober tahun 2011 oleh Wakil Walikota Bandung pada saat itu yaitu Ayi Vivananda dalam upaya menciptakan konsep kota kreatif. Dengan menggunakan konsep kampung wisata. Kampung Dago Pojok memiliki beberapa produk yaitu workshop seni dan kreativitas, belajar menggambar mural, pentas seni, open trip, paket kuliner nasi liwet, souvenir, homestay, lukisan, sablon baju, cangklong patung kria, wayang, dan lain-lain. Dengan menerapkan program kampung kreatif, masyarakat desa dapat mengenal diri dan potensi untuk dapat mengembangkan permukiman yang berkelanjutan serta menyadarkan dan menumbuhkan jiwa atau rasa kreativitas masyarakat setempat. Dari hasil penelitian yang dilakukan Dino, sinergitas antara kampung wisata dan industri kreatif jelas memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program kampung kreatif. Selain itu keberadaan kampung wisata dan industri kreatif juga dapat mengembangkan potensi lokal dan juga dapat mengurangi angka pengangguran. 1 Haryanto Rudy. Manajemen Pemasaran Bank Syariah (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2. , 43Ae44. 2 Totok Mardikanto and Poerwoko Soebianto. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Persepektif Kebijakan Publik (Bandung: Alfabeta, 2. , 61Ae62. 3 Arofah. AuPengembangan Kampung Kreatif,Ay Jurnal Wilayah dan Kota 05, no. : 32. 4 Dino Leonandri and Maskarto Lucky Nara Rosmadi. AuMeningkatkan Perekonomian Masyarakat,Ay Ikraith Ekonomika 1, no. : 13. 5 Kresna Agung Wisesa. I Made Adhi Gunadi, and Yustisia P. Mbulu. AuCreativity Based Tourism in Kampung Kreatif Dago Pojok Bandung,Ay Journal of Tourism Destination and Attraction 6, no. 6 Leonandri and Rosmadi. AuMeningkatkan Perekonomian Masyarakat,Ay 13. Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 117 Devi dalam penelitiannya menyebutkan bahwa strategi kampung kreatif terbukti berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Strategi kampung kreatif tersebut berhasil menyadarkan warga yang kemudian mampu meningkatkan kualitas fisik lingkungan, sehingga warga terus melakukan inovasi untuk memperbaiki kualitas lingkungan kampung. Hasil evaluasi strategi kampung kreatif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas fisik lingkungan dan perekonomian warga yang turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi yang dilakukan oleh warga terjadi terus-menerus. Dari hasil diskusi dan wawancara bersama Kepala Desa, desa Sokobanah Tengah memiliki penduduk kurang lebih sebanyak 2000 jiwa, yang mana pekerjaan utama mereka rata-rata sebagai petani dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Saat ini Kecamatan Sokobanah secara umum mengalami urbanisasi masyarakat ke kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Hal ini tentu disebabkan salah satunya karena lapangan pekerjaan yang terbatas hingga pembangunan di desa menjadi terhambat dan berkurangnya tenaga kerja. Kondisi ekonomi desa Sokobanah Tengah terbilang berada dalam presentase menengah karena faktor pekerjaan umum masyarakatnya sendiri sebagai petani dan TKI. Berdasarkan hal tersebut, maka memancing ketertarikan penulis untuk menerapkan program kampung kreatif di desa Sokobanah tengah melalui inovasi pengolahan bawang merah dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa Sokobanah Tengah. Inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang dimiliki. Mencoba berinovasi dalam kinerja maupun pemasarannya bertujuan untuk memperoleh laba maksimal serta menjaring lebih banyak konsumen. 8 Dari sumber daya alam yang terdapat di desa Sokobanah Tengah, bawang merah merupakan tanaman yang sangat berpotensi untuk diolah menjadi beberapa produk, kemudian dikembangkan untuk mendapat nilai yang lebih tinggi agar tidak hanya digunakan sebagain bahan pelengkap masakan melainkan lebih dari itu. Bawang merah dipilih karena merupakan aset unggulan desa Sokobanah Tengah yang sebelumnya hanya dijual mentahannya saja dan sampai saat ini belum ada inovasi baru untuk mengembangkan bawang merah menjadi produk yang dapat lebih meningkatkan perekonomian ekonomi desa. Para petani banyak memasarkan bawang merahnya ke pasar-pasar terdekat atau ke pasar yang berada di luar kota. Salah satu petani mengatakan bahwa bawang merah ketika sudah dipanen tidak terlalu banyak disimpan di rumah karena bawang merah tidak tahan lama masanya. Sumber daya alam menjadi aset atau kekayaan desa manakala desa menguasai atau memiliki aset tersebut dan pemerintahan desa bersama-sama warga masyarakat terlibat dalam pengelolaannya. Penguasaan dan keterlibatan pengelolaan itu dimaksudkan untuk kesejahteraan warga desa. Penduduk desa Sokobanah Tengah tidak memiliki kreatifitas untuk membuat bawang merah semakin awet dan tahan lama, serta masih belum ada yang menciptakan produk kreatif dalam pengelolahan bawang merah tersebut, karena belum ada kekompakan dari masyarakat desa. Oleh karena itu dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung kreatif ini, penulis bersama masyarakat desa Sokobanah Tengah memfokuskan pada pengembangan 7 Sugianto Ekomadyo. AuStrategi Kampung Kreatif Sebagai Upaya Perbaikan Lingkungan KotaAy (Temu Ilmiah IPLBI, 2. , 119. 8 Endang Sarijani. Baedhowi, and Hery Sawiji. AuPeran Kreativitas Dan Inovasi Pelaku Usaha Dalam Diversifikasi Produk Pada Kedai Steak & Chicken Di Kab. Magetan Tahun 2014 (Implementasi Pendidikan Kewirausahaa. ,Ay n. 118 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 olahan bawang merah menjadi produk kreatif yang awet dan tahan lama serta bernilai jual lebih tinggi yang signifikan yakni produk Pastel Bawang. Ticwang . tick bawan. dan Siwang . erasi bawan. Untuk menciptakan kampung kreatif tentu harus di mulai dari masyaraktnya yang kreatif terlebih dahulu. Oleh karena penulis memberikan ide-ide kreatif yang dituangkan dalam program kerja yang telah dilaksanakan di desa Sokobanah Tengah yaitu pengolahan bawang merah menjadi makanan khas atau cemilan desa Sokobanah Tengah. Maka dari itu, perlu adanya masyarakat dalam mengolah bawang merah sebagai pengembangan aset desa Sokobanah Tengah. Melalui inovasi dari pengolahan bawang merah ini juga merupakan salah satu bentuk upaya masyarakat dalam pemanfaatan aset unggulan desa dan kearifan lokal. Hal ini senada dengan pernyataan Hermawan dalam penelitiannya yang mengatakan bahwa dengan kearifan lokal yang ada di daerah sendiri, masyarakat harus mampu mengembangkan kreatifitasnya, dan mendatangkan impak positif bagi perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis program kampung kreatif ini yaitu metode Asset Based Community Develoment (ABCD). Metode ini dilakukan dengan mengembangkan dan memanfaatkan asetaset yang dimiliki desa untuk memecahkan masalah yang ada. Menurut Green dan Haines, metode ABCD merupakan konsep pengembangan masyarakat yang didasarkan pada aset lokal yang terdapat di suatu desa. Aset tersebut dikembangkan, sehingga dapat memecahkan masalah-masalah di wilayah 10 Dengan metode ABCD, penulis akan menerapkan program kampung kreatif melalui inovasi dari aset unggulan desa yaitu pengolahan bawang merah menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi. Pemberdayaan masyarakat berbasis aset bertujuan untuk memberikan harapan dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan, dimana masyarakat dapat keluar dari masalah kemiskinan dan menjadi mandiri melalui potensi atau aset desa yang telah dikembangkan. 11 Wahyuni menyatakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini maka perlu dilakukan pemantauan serta evaluasi rutin. Pemantauan dilakukan selama pelaksanaan hingga selesai kegiatan dan dilanjutkan dengan evaluasi yang berdasar pada hasil pemantauan selama di lapangan. 12 Dalam hal ini, kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis program kampung kreatif melalui inovasi pengolahan bawang merah bertujuan agar masyarakat desa dapat lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga masalah ekonomi dapat 9 Ahmad Rifki Hermawan. AuPemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kemandirian EkonomiAy (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2. , 9. 10 Green and Haines. Asset Building and Community Development (Thousand Oaks California: Sage Publications, n. 11 Nisa Nimah Utami. AuPengelolaan Hutan Ditinjau Dari Perspektif Assets Based Community Development,Ay Share Social Work Jurnal 5, no. 12 Inuk Wahyuni and Angga Martha Mahendra. AuPemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Inovasi Pengolahan Singkong Dan Opak Sebagai Upaya Pengembangan Produk Unggulan Di Desa Bleberan Kecamatan Jatirejo,Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat . Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 119 Hasil dan Pembahasan Salah satu strategi yang digunakan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa Sokobanah Tengah yaitu dengan adanya program Kampung Kreatif. Yoeti dalam Chaerunnisa menjelaskan kampung kreatif merupakan bagian dari kegiatan wisata yang dapat mempercepat pemerataan pendapatan, meningkatkan kesempatan kerja, penerimaan pajak, meningkatkan pendapatan nasional, meningkatkan nilai tambah produk hasil kebudayaan, memperluasan pasar produk dalam negeri, dan memperkuat posisi neraca pembayaran. Kampung kreatif menjadi kampung dengan daya tarik tersendiri hingga mampu menarik wisatawan dibanding dengan konsep permukiman lainnya. Penulis menerapkan program kampung kreatif di desa Seokobanah Tengah. Konsep kampung kreatif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini yaitu mengunggulkan satu produk desa dan kreatif dalam memproduksi produk khas desa Asset desa di Sokobanah yang paling unggul yaitu bawang merah. Bawang merah merupakan salah satu tanaman holtikultura yang digunakan sebagai salah satu bahan yang tidak dapat dipisahkan dari masakan makanan sehari-hari seluruh masyarakat Indonesia. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara. 14 Beberapa strategi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi yakni kemitraan, permodalan, dan pemasaran. 15 Kelompok petani bawang merah perlu mendapatkan perhatian untuk fasilitas produksi, pendampingan terhadap SDM dan pembinaan bagaimana cara mengolah bawang merah menjadi aneka produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan berkualitas, disamping itu perlu dilakukan pendampingan dan pembinaan terhadap SDM untuk bidang sistem manajemen produksi, keuangan dan pemasaran. Inovasi pengolahan bawang merah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkualitas. dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung kreatif ini dilakukan dengan menggunakan metode Asset Based Community Develoment (ABCD) yang dimulai dari penetuan aset atau potensi desa Aubawang merahAy sampai pada pengolahan bawang merah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi yakni produk pastel bawang, ticwang dan siwang. Adapun Langkah-langkah tersebut adalah berikut: 13 Saraswati T. Wardani et al. AuIdentifikasi Kampung Kreatif Sebgai Strategi Kota Tangguh,Ay Temu Ilmiah IPLBI (Temu Ilmiah IPLBI, 2. , 15. 14 Shofian Hadi. AuBudidaya Bawang Merah Berpotensi Meningkatkan Kesejahteraan Petani,Ay 2018, 5. 15 Ghofar Purbaya. AuStrategi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi MasyarakatAyAy 1, no. : 71. 16 Fauziyah et al. AuPengolahan Produk Unggulan Daerah Bawang Merah Lokal Di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk,Ay Jurnal Abdi 5, no. : 112Ae113. 120 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Identifikasi Aset Lokal Identifikasi aset lokal merupakan tahap menemukenali aset desa. 17 Hal ini dilakukan dengan diadakannya diskusi bersama kepala desa dan aparat desa Sokobanah Tengah. Diskusi ini membahas mengenai aset-aset atau potensi-potensi yang dimiliki oleh desa Sokobanah Tengah. Jenis-jenis aset diantaranya yaitu:18 Individu Sumber daya manusia pada dasarnya adalah milik individu, tetapi masyarakat secara komunal dapat memanfaatkan keahlian tersebut. Misalnya kelompok tani atau pemerintah desa dapat menyelenggarakan sekolah pertanian dengan memanfaatkan keahlian salah satu anggota yang telah terbukti sukses melakukan Lembaga Aset kelembagaan berbentuk badan-badan atau organisasi pada bidang tertentu yang ada di desa, misalnya lembaga pendidikan yaitu sekolah. Komunitas atau Sosial Aset komunitas atau social erat kaitannya dengan kolektivisme dan kebersamaan yang mungkin berpengaruh secara politik sehingga sering disebut juga sebagai aset social dan politik. Alam Aset alam adalah aset yang berkaitan dengan lingkungan alam baik udara, tanah maupun air yang memberikan penghidupan bagi petani. Sumber daya alam misalnya berbentuk lahan, kesuburan tanah, sumber air, sinar matahari dan pohon. Sarana Desa Aset sarana desa misalnya alat-alat pertanian dan gedung. Aset sarana desa bias juga disebut sebagai infrastruktur dasar, peralatan produksi dan alat-alat yang bisa mendorong warga meningkatkan produktivitasnya. Spiritual dan Kebudayaan Aset ini berkaitan dengan nilai-nilai yang penting seperti nilai keimanan, kerelaan untuk berbagi, dan kegotong-royongan. 17 Chika Riyanti and Santoso Tri Raharjo. AuAsset Based Community Development Dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR),Ay Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 3 . : 115Ae126. 18 Hadi. AuBudidaya Bawang Merah Berpotensi Meningkatkan Kesejahteraan Petani,Ay 6Ae9. Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 121 Berikut tabel pemetaan aset desa Sokobanah Tengah yang penulis rangkum selama diskusi bersama kepala desa dan beberapa aparat desa. Tabel 1 Pemetaan Aset Desa Sokobanah Tengah Jenis Individu Aset Lembaga Komunitas/S Alam Aset Sarana Desa Petani Sekolah Muslimatan Rumah TKI PKK Tanah Aspe Jenis Aset Bumdes Organisasi Pemuda Besholawat Hasil Masjid Air Sawah Sinar Cangkul dan traktor Aset Spiritual Kebudaya Pohon Pilihan-Pilihan Prioritas Langkah selanjutnya yaitu memilih beberapa aset dari berbagai aspek yang kemudian menjadi pilihan-pilihan prioritas program kerja utama kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung kreatif. Berikut tabel pilihan prioritas yang ditetapkan berdasarkan hasil diskusi bersama kepala desa dan aparat desa Sokobanah Tengah. Tabel 2 Dokumen Skala Prioritas 6 Harapan Prioritas 2 Harapan Prioritas Harapan paling berpengaruh bagi Langkah Strategis Mengadakan Meningkatkan melalui kreatifitas Mengembangkan Mengadakan pelatihan yang tekun dan 122 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 hasil usaha dan Meningkatkan Meningkatkan bahasa asing dengan bimbingan belajar di luar berdasarkan aset yang dimiliki yakni dari aspek sumber daya alam sebagai bekal aset desa yang ada masyarakat dalam aset desa yang ada Meningkatkan generasi pelajar yang unggul dan berdasarkan nilainilai Mengadakan marketing produk secara offline dan Sosialisasi organisasi dan Peningkatan dalam bidang Mengadakan lomba antar Menentukan Skala Prioritas Setelah menemukenali aset desa dan memilih beberapa aset dari berbagai aspek, langkah selanjutnya dalam tahapan ABCD yaitu menentukan skala prioritas. Skala prioritas tidak boleh diabaikan karena merupakan salah satu indikator keberhasilan program atau kegiatan. Sebagaimana Chika dan Santoso menyebutkan dalam penelitiannya tentang metode tahapan ABCD bahwa untuk mencapai kerja sama yang baik, maka harus menyamakan prioritas, nilai-nilai dan tujuan, dan memahami apa yang di sampaikan oleh setiap pihak. Dalam hal ini skala prioritas yang ditentukan dari beberapa pilihan yang telah diklasifikan ialah membuat inovasi dari bawang merah yang merupakan salah satu aset unggulan desa menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi dan berkualitas. Skala prioritas ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan kepala desa, aparat desa, kelompok tani, ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Sokobanah Tengah. 19 Chika Riyanti dan Santoso Tri Raharjo, op. Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 123 Aksi dengan Aset Peluang Tahap keempat yaitu aksi dengan aset peluang atau dikenal dengan tahap Managing Local Asset, yakni tahap menyusun strategi atau aksi pengelolaan untuk memastickan agar aset tetap terjaga dan bersifat berkelanjutan. 20 Adapun strategi atau aksi yang dilakukan agar aset bawang merah dapat memiliki nilai jual tinggi, berkualitas dan bersifat tahan lama yaitu dengan mengelola semaksimal mungkin bawang merah menjadi Pastel Bawang. Ticwang(Stick Bawan. dan Siwang (Terasi Bawan. Ketiga produk olahan tersebut yakni pastel bawang, ticwang dan siwang merupakan produk kreatif hasil ide-ide cemerlang dengan memanfaatkan aset desa. Sebagaimana dalam teori kreatifitas oleh Baron menyebutkan bahwa suatu produk merupakan salah satu hasil dari kemampuan diri untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Langkah-langkah pengolahan bawang merah menjadi Pastel Bawang. Ticwang dan Siwang sebagai berikut: Pelatihan Pelatihan pengolahan produk bawang merah sangat diperlukan agar produk yang dihasilkan berkualitas dan tidak mengecewakan konsumen, khususnya masyarakat desa Sokobanah tengah. Pelatihan dilakukan pada hari Jumat, tanggal 12 November 2021. Pelaksanaan pelatihan dihadiri oleh Ibu Kepala Desa. Ada tiga jenis olahan bawang merah yang akan diproduksi. Pertama adalah pastel bawang. Pastel bawang adalah semacam pastri yang dibuat dengan meletakkan isian di atas adonan, lalu dilipat dan ditutup rapat. Pastel dapat terasa manis atau gurih tergantung dari isian yang akan digunakan. Umumnya, pastel berisi sayur atau bihun, dikombinasikan dengan pilihan daging, ayam, atau telur lalu Tetapi olahan kali ini berbeda yaitu mengisi isian pastel dengan bawang Olahan kedua yaitu kripik bawang atau stick bawang adalah sejenis kerupuk yang dibuat dengan cara mencampur tepung-tepungan yang ditambah bawang yang dihaluskan dengan bumbu atau lumatan kemudian dikukus, lalu disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat kemudian dijemur agar mudah digoreng. Perbedaan disini menonjol pada bentuk dan level rasa. Olahan ketiga yaitu siwang atau terasi bawang dimana olahan bawang merah dicampur dengan terasi, bawang putih, kemiri dan cabe rawit. Cara membuatnya yaitu dengan menghaluskan bawang putih, kemiri, cabe rawit dan terasi yang telah Goreng bawang merah setengah layu lalu campurkan bumbu yang telah Goreng hingga matang dan siwang siap disajikan dengn nasi putih 20 Ibid. 21 Munandar dan Utami. AuPengembangan Kreativitas Anak BerbakatAy. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. 124 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Ketiga olahan bawang merah tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai tambah bawang merah yang hanya dijual dalam bentuk segar pada wilayah sampang khusunya Desa Sokobanah Tengah. Sosialisasi hasil pelatihan Produk yang telah dihasilkan dari pelatihan kemudian disosialisasikan kepada kepala desa dan ibu-ibu PKK. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk olahan bawang merah ini layak dipasarkan dan layak untuk dijadikan produk unggulan desa Sokobanah Tengah. Sosialisasi dilakukan dengan meminta kepala desa dan ibu-ibu PKK untuk mencicipi ketiga olahan tersebut. Secara keseluruhan menilai bahwa produk pastel bawang, ticwang dan siwang dari olahan bawang merah ini layak untuk dijual dan dipasarkan, serta layak untuk dijadikan sebagai salah satu produk unggulan desa. Official product training bersama kepala desa dan masyarakat Official product training merupakan pelatihan resmi produk pastel bawang, ticwang dan siwang kepada masyarakat bersama kepala desa dan ibu-ibu PKK desa Sokobanah Tengah. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 21 November 2021. Pelatihan ini merupakan salah satu langkah serius bahwa produk pastel bawang, ticwang dan siwang akan menjadi produk unggulan dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa. Pelatihan juga dilaksanakan untuk menumbuhkan keterampilan masyarakat desa Sokobanah Tengah dalam membuat ketiga olahan bawang tersebut, karena masyarakat itu sendiri yang nantinya akan menjadi salah satu bagian dari pengelola produk pastel bawang, ticwang dan siwang desa Sokobanah Tengah. Hasil dari Skala Prioritas (Luara. Peluncuran Produk Pada hari Sabtu tanggal 27 November 2021 merupakan hari peluncuran produk pastel bawang, ticwang dan siwang. Peluncuran produk olahan bawang merah dihadiri oleh kepala desa, ibu-ibu PKK, lembaga-lembaga pendidikan dan masyarakat desa Sokobanah Tengah. Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 125 Gambar 1 Hasil Produk Olahan Bawang Merah Peluncuran produk pastel bawang, ticwang dan siwang merupakan peresmian bahwa olahan bawang merah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi dan berkualitas diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat desa Sokobanah Tengah. Selang beberapa hari setelah launching produk, banyak pesanan yang diterima, yang mana dari pesanan atau hasil jual inilah yang akan menjadikan desa memiliki pemasukan dana atau penghasilan tambahan. Banyaknya pesanan yang diterima tidak terleapas dari adanya keunggulan tersendiri dari ketiga produk olahan bawang, seperti unggul dalam rasa, kemasan, serta logo merek yang membedakan produk ini dengan produk-produk lainnya. Dalam hal pemasaran, keunggulan produk memang merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam menarik hati konsumen. Menurut Cooper, keunggulan dari pengembangan produk inovasi yang dihasilkan dapat memiliki keunggulan dipasar yang selanjutnya akan menang dalam persaingan. Serah Terima Resep Serah terima resep merupakan Langkah akhir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung kreatif. Serah terima resep manjadi simbol bahwa produk pastel bawang, ticwang dan siwang merupakan produk unggulan milik desa Sokobanah Tengah dan siap dipasarkan dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa Sokobanah Tengah. Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan berdasarkan uraian di atas mengenai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis program kampung kreatif melalui inovasi pengolahan bawang merah yaitu, pertama, memberdayakan masyarakat dengan melihat peluang aset dan potensi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan perekonomian desa, khusunya desa Sokobanah Tengah, kecamatan Sokobanah, kabupaten Sampang. Pemberdayaan tersebut dapat dituangkan melalui salah satunya kegiatan kampung kreatif. Kedua, kampung kreatif melalui inovasi pengolahan bawang merah menjadi produk pastel bawang, ticwang dan siwang dapat dikatakan berhasil dan bias meningkatkan perekonimian masyarakat. Hal ini terbukti dengan diterimanya produk tersebut oleh kepala desa dan masyarakat setempat dan juga setelah peluncuran produk tersebut banyak pesananan datang dari dalam desa maupun luar 22 Cooper and Roger. AuProduct Inovation and Technology Strategy,Ay Management . : 38Ae41. Journal Research Technology 126 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Selanjutnya, semoga artikel atau laporan pemberdayaan masyarakat dengan program kampung kreatif ini dapat menjadi acuan atau pedoman bagi para akademisi selanjutnya yang ingin melakukan pemberdayaan atau pengabdian kepada masyarakat khusunya pengabdian masyarakat dengan konsep kampung Wardatus Syarifah: Kampung Kreatif melalui Inovasi Pengolahan Bawang Merah . | 127 Daftar Pustaka