508 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Kajian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang 1aFerry WF Waangsir, 1bOlga M. Dukabain Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: ferrykpg@gmail. com a. olgadukabain2018@gmail. ARTICLE INFO: Kata Kunci: STBM Pilar I Pilar i ABSTRAK STBM pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan prinsip non subsidi melalui pemberdayaan masyarakat dalam rangka membangun perilaku yang hyigienis dan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program STBM di Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan Kepemilikan sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno mencapai 97,30% dengan jenis jamban terbanyak adalah jenis leher angsa yaitu sebanyak 87 sarana dengan tingkat aksesibilitas terbanyak adalah < 5 menit. Kondisi sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno dengan tingkat risiko pencemaran terbanyak berada pada kategori AoSedangAo yaitu sebanyak 110 sarana dan terendah pada kategori AoTinggiAo yaitu sebanyak 12 sarana. Jenis sarana air bersih yang terbanyak di akses oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah Mata Air dengan lama waktu akses tertinggi adalah < 10 menit. Kondisi sarana air bersih dengan risiko pencemaran pada kategori AoAmat TinggiAo pada sarana Mata Air, dan kategori AoRendahAo pada Perpipaan dan Kran Jenis wadah penampungan air minum yang umumnya digunakan oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah teko, ceret, termos dan jerigen yaitu sebanyak 68 responden dengan frekuensi pembersihan wadah terbanyak pada kelompok frekuensi Aobeberapa kali semingguAo yaitu sebanyak 61 responden. Peningkatan kualitas sarana atau perbaikan fasiitas sanitasi melalui kegiatan pemberdayaan sangat perlu diperlukan dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan serta derajat kesehatan masyarakat di wilayah ini. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Ferry WF Waangsir Kesehatan Lingkungan - Poltekkes Kemenkes Kupang Ae 85111 Email: ferrykpg@gmail. INTRODUCTION Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kementerian Kesehatan Peraturan Menteri pembangunan kesehatan adalah dengan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 sebagai Sanitasi Total Masyarakat (STBM). STBM Diharapkan dengan adanya pelaksanaan merupakan pendekatan dan paradigma STBM ini maka angka kejadian penyakit pembangunan sanitasi di Indonesia yang diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan Berbasis melalui pemberdayaan masyarakat dalam STBM. perilaku menjadi lebih rendah. Pelaksanaan STBM di Provinsi Nusa hyigienis dan saniter. Pendekatan yang Tenggara Timur menjadi prioritas Utama dipakai untuk terwujudnya STBM di dalam program pemerintah sebagai upaya masyarakat adalah dengan menetapkan 5 menurunkan angka kesakitan penyakit . pilar yaitu: Stop Buang Air Besar Sembarangan. Cuci Tangan Pakai Sabun. Provinsi NTT memiliki angka cakupan Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, sanitasi yang terendah jika dibandingkan Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga. termasuk Papua dan Papua Barat. Hasil Kelancaran pelaksanaan STBM perlu Riset Kesehatan Tercatat Dasar Indonesia Tahun menunjukkan bahwa hanya 22% rumah tangga yang memiliki jamban keluarga air bersih dari Mata Air dan hampir yang memenuhi syarat dan umumnya sebanyak 53% rumah tangga memiliki memiliki jamban keluarga. Dari ke - 4 jamban yang tidak memenuhi syarat . Desa yang menjadi program kerja sedangkan sisanya ( 25%) tidak memiliki STBM, 2 Desa masing Ae masing sudah Rendahnya diverifikasi program STBMnya dan tinggal kepemilikian jamban disebabkan karena di deklarasi yaitu Desa Nonbaun dan Desa kurangnya pengetahuan dari masyarakat Passi sedangkan 2 Desanya yaitu Desa tentang hygiene dan sanitasi serta masih Nunsaen dan Oelbiteno akan segera ada pandangan dari masyarakat yang Data Kecamatan Fatuleu menganggap bahwa untuk membangun Tengah dalam Angka juga menunjukkan jamban yang memenuhi syarat kesehatan bahwa jumlah Kepala Keluarga (KK) membutuhkan biaya yang mahal. dengan kepemilikian sarana jamban yang Salah satu wilayah di Provinsi Nusa dipakai sendiri sebanyak 1199 KK dan 65 Tenggara Timur yang menjadi prioritas KK memakai jamban secara bersama- Program STBM Kecamatan Fatuleu Tengah yang terletak di Kabupaten Kupang. Data Badan Pusat Statistik Tahun 2016 menunjukkan bahwa RESEARCH METHOD Jenis penelitian ini adalah jenis wilayah dengan luas 99,50 KM2 memiliki 4 desa, masing Ae masing Desa Oelbiteno. Desa Nunsaen. Desa Passi. Desa Nonbaun bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan jumlah penduduk sebanyak 5441 pelaksanaan program STBM di Desa jiwa (BPS Kabupaten Kupang, 2. Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Hasil survey dan wawancara dengan Kabupaten Kupang (Notoatmodjo, 2002. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga yang ada masyarakat di wilayah ini memanfaatkan di Desa Oelbiteno yaitu sebanyak 238 Kepala Keluarga dengan besar sampel sebelah utara berbatasan dengan Desa Nunsain, dengan Desa Nuatous, sebelah timur sosiodemografi, pelaksanaan pilar I dan berbatasan dengan Desa Pasi dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Bipolo. KK. i STBM. Variabel Data menggunakan kuesioner kemudian diolah Desa Oelbiteno memiliki 3 Dusun, 3 dan disajikan dalam bentuk tabel dan atau Rukun Warga dan 9 Rukun Tetangga grafik untuk selanjutnya dianalisa secara dengan jumlah penduduk sebanyak 1187 kualitatif untuk mendapatkan gambaran jiwa yang terdiri dari laki Ae laki sebanyak 581 jiwa dan perempuan sebanyak 606 penduduk serta pelaksanaan Pilar I dan (Profil Desa Oelbiteno Sampai Pilar i STBM di Desa Oelbiteno. Januari 2. Hasil penelitian yang berkaitan dengan karakteristik responden RESULTS AND DISCUSSION dapat diuraikan sebagai berikut. Kondisi Sosiedemografi . Distribusi Jumlah Jiwa Menurut Jenis Desa Oelbiteno merupakan salah satu Kelamin Pada Responden desa unggul yang berada di Wilayah Gambaran jumlah jiwa pada rumah Kecamatan Fatuleu Tengah. Secara administratif luas wilayah Desa Oelbiteno menurut Jenis Kelamin dapat dilihat adalah 53 km2, dengan batas wilayah pada tabel berikut: Tabel 1 Distribusi Jumlah Jiwa Menurut Jenis Kelamin di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Jenis Kelamin Jumlah . Presentase (%) Laki Ae laki Perempuan Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari . Distribusi Responden Menurut presentase responden menurut jenis Pendidikan Terakhir Pemberi Nafkah kelamin lebih didominasi oleh jenis Gambaran karakteristik responden Kelamin Perempuan dengan prosentase menurut pendidikan terakhir pemberi 50,2%. nafkah dapat dilihat pada tabel Tabel 2 Distribusi Responden Menurut Pendidikan Terakhir Pemberi Nafkah di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Pendidikan Terakhir Jumlah . Tidak Sekolah Tidak Tamat Sekolah Dasar Sekolah Dasar Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengah Atas Pendidikan Tinggi Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Presentase (%) 3,38 12,16 56,76 12,16 10,14 5,41 Dari tabel diatas terlihat bahwa . Distribusi Responden Menurut presentase responden menurut Jenis Pekerjaan Pemberi Nafkah Gambaran pada kelompok Sekolah Dasar pekerjaan pemberi nafkah dapat . ,76%). dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Distribusi Responden Menurut Jenis Pekerjaan di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase . (%) Petani 90,54 Pegawai Negeri Sipil 2,70 Tukang 6,08 Buruh 0,68 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa memiliki dan memanfaatkan jamban presentase responden menurut keluarga dengan baik. jenis pekerjaan terbanyak pada Berdasarkan hasil pengamatan kelompok Petani yaitu sebanyak maka diperoleh gambaran mengenai 134orang . ,54%). pelaksanaan Pilar I sebagai berikut: Distribusi Kepemilikan Jamban Pelaksanaan Pilar I Keluarga Pilar I pada program Sanitasi Distribusi kepemilikan jamban Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kecamatan yaitu yang berkaitan dengan stop Kabupaten Kupang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. mewajibkan semua rumah tangga Desa Oelbiteno FatuleAou Tengah Tabel 4 Distribusi Kepemilikan Jamban Keluarga di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Kabupaten Kupang Kepemilikan Jamban Tidak Jumlah Prosentase . (%) 97,30 2,70 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa 97,30 Distribusi jenis jamban keluarga memiliki jamban keluarga dan di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou . Distribusi Jenis Jamban Keluarga . umah Tengah Kabupaten tangg. saja yang belum memiliki Kupang dapat dilihat pada tabel jamban keluarga. sebagai berikut. Tabel 5 Distribusi Jenis Jamban Keluarga di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Kabupaten Kupang Jenis Jamban Keluarga Cemplung Tanpa Tutup Plengsengan Leher Angsa Total Jumlah . Prosentase (%) 29,86 9,72 60,42 Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa 87 angsa sedangkan sisanya memiliki jenis responden . ,42%) sudah memiliki jamban plengsengan dan cemplung jamban keluarga dengan jenis leher tanpa tutup. Distribusi Aksesibilitas . ama wakt. ke Jamban Keluarga Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Kabupaten Kupang terlihat pada Distribusi Aksesibilitas . ama wakt. ke tabel berikut. Jamban Keluarga pada responden di Tabel 6 Distribusi Aksesibilitas (Lama Wakt. Ke Jamban Keluarga Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Dari Aksesibilitas (Lama Jumlah Prosentase Wakt. (%) < 5 menit 69,59 > 5 menit 16,22 Tidak Tahu 14,19 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Kondisi jamban keluarga umumnya umumnya . memiliki aksesibilitas yang lebih cepat (< 5 pencemaran yang terjadi pada jamban meni. , sedangkan sisanya dengan lama yang diperiksa atau diamati dengan waktu 5 menit dan sebagian tidak menggunakan format Inspeksi Sanitasi. mengetahui lama waktu . ke Distribusi kondisi Jamban Keluarga pada lokasi jamban keluarga. responden di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Kabupaten Kupang . Distribusi Kondisi Jamban Keluarga terlihat pada tabel berikut. Tabel 7 Distribusi Tingkat Risiko Jamban Keluarga Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Kabupaten Kupang Tingkat Risiko Jumlah Prosentase Pencemaran . (%) Tinggi 8,33 Sedang 76,39 Rendah 15,28 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa 76,39% minum rumah tangga yang dilakukan jamban keluarga atau sebanyak 110 oleh masyarakat di Desa Oelbiteno sarana jamban keluarga yang dimiliki Kecamatan FatuleAou Tengah. oleh masyarakat di Desa Oelbiteno Berdasarkan hasil pengamatan maka berada pada kategori Sedang, kategori rendah sebanyak 22 sarana dan 12 pengelolaan air minum rumah tangga sarana berada pada kategori tinggi. sebagai berikut: Pelaksanaan Pilar i . Jenis Sarana Air Bersih Pilar i pada program Sanitasi Total Jenis sarana / sumber air bersih yang Berbasis Masyarakat (STBM) berkaitan digunakan oleh masyarakat di Desa dengan Pengelolaan Air Minum dan Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Makanan Rumah Tangga. Penelitian ini dapat diuraikan pada tabel berikut. lebih difokuskan pada pengelolaan air Tabel 8 Distribusi Jumlah Responden Menurut Jenis Sarana Air Bersih Yang Digunakan Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Jenis Sarana Air Bersih Jumlah Prosentase . (%) Kran Umum 4,73 Mata Air 78,38 Perpipaan 0,68 Sumur Gali 16,22 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa sarana . Aksesibilitas (Lama Wakt. Ke Sarana air bersih yang paling banyak digunakan Air Bersih Distribusi Aksesibilitas . ama wakt. terlindungi yaitu sebanyak 77 responden Sarana Air Bersih dan yang terendah adalah perpipaan Oelbiteno dengan jumlah responden sebanyak 1 Tengah terlihat pada tabel berikut. Kecamatan Desa FatuleAou Tabel 9 Distribusi Aksesibilitas (Lama Wakt. Ke Sarana Air Bersih Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Aksesibilitas (Lama Jumlah Prosentase Wakt. (%) < 10 menit 45,95 > 10 menit 24,32 Tidak Tahu 29,73 Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa hanya 45,95% respoden memiliki lama waktu responde. memiliki waktu tempuh tempuh ke sarana air bersih < 10 menit, lebih dari 10 menit. 44 responden tidak mengetahui waktu . Kondisi Sarana Air Bersih Gambaran mengenai kondisi sarana air sarana air bersih yang ada. Hasil bersih di Desa Oelbiteno didapatkan pengamatan terlihat pada tabel berikut. Tabel 10 Distribusi Tingkat Risiko Pencemaran Menurut Jenis Sarana Air Bersih Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Tingkat Risiko Jumlah (Saran. Pencemaran Air Sumur Perpipaan Mata Bersih Gali Air Amat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Total Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Dari tabel diatas terlihat bahwa tingkat risiko pencemaran amat tinggi pada Kran Umum . Cara Pengolahan Air Minum Rumah Tangga jenis sarana Mata Air, sedangkan untuk Langkah - langkah yang dilakukan oleh tingkat risiko pencemaran terendah pada jenis sarana perpipaan dan kran Kecamatan FatuleAou mengolah air sehingga aman untuk Desa Oelbiteno Tengah dikonsumsi terlihat seperti pada tabel sebagai berikut. Tabel 11 Distribusi Cara Mengolah Air Yang Dikonsumsi Oleh Masyarakat Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Cara Pengolahan Jumlah Prosentase (Responden (%) Merebus Menggunakan Klorin Menyaring dengan Kain Saringan Air Mengendapkan Lain Ae lain (Air Isi Ulan. Tanpa Perlakuan Jumlah Sumber: Data Primer Terolah,2017 Tabel 11 menunjukan bahwa 100% oleh masyarakat di Desa Oelbiteno responden memilih untuk mengolah air Secara umum, masyarakat di wilayah ini menggunakan lebih dari satu tersebut laik untuk dikonsumsi. penyimpanan ceret, termos, ember tertutup dan ada juga yang . Cara Penanganan Air Minum Hasil Olahan menyimpan air minum yang telah . Jenis Wadah Penampungan Air Minum Tempat penampungan air minum Secara terperinci mengenai wadah yang digunakan untuk menyimpan air digunakan oleh masyarakat di wilayah minum rumah tangga yang dikonsumsi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini. Ceret Ember Tertutup Termos Ceret. Termos Termos. Ember Tertutup Ceret. Termos. Ember Tertutup Teko. Ceret. Termos. Jerigen Gambar 1. Distribusi Jenis Wadah Penampungan Air Minum Yang Digunakan Oleh Masyarakat Di Desa Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah Tahun 2017 Gambar 1 menunjukan bahwa terjadi sebanyak 2 responden yang hanya variasi jenis dan jumlah penggunaan memanfaatkan termos sebagai wadah penampungan air minum. digunakan oleh masyarakat di Desa . Penanganan Wadah Air Minum Oelbiteno Kecamatan FatuleAou Tengah. Penanganan Hal ini terlihat dari adanya 68 responden merupakan cara masyarakat di Desa . ,9%) yang menggunakan teko, ceret. Oelbiteno dalam menangani wadah termos, dan jerigen sebagai wadah penampungan air minum sehingga wadah tetap bersih dapat dilihat pengguna terbanyak dari jenis wadah tersebut, sedangkan yang terkecil yaitu pada gambar berikut. Tiap Hari Beberapa Kali Seminggu Sekali Seminggu Sekali Sebulan Enam Bulan Sekali Setahun Sekali Tidak Tahu Gambar 2. Distribusi Frekuensi Pembersihan Wadah Penampungan Air Minum Yang Digunakan Oleh Masyarakat Di Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Tahun 2017 Gambar 4 menunjukan bahwa 41,2% responden dan terendah pada frekuensi pembersihan sekali seminggu dengan prosentase 23,6% responden. CONCLUSION Masyarakat Desa Oelbiteno yang Oelbiteno Desa berprofesi sebagai petani mencapai pencemaran terbanyak berada pada 90,4% dengan latar belakang pendidikan kategori AoSedangAo yaitu sebanyak 110 sarana dan terendah pada kategori 56,76%. AoTinggiAo yaitu sebanyak 12 sarana. Jenis Kepemilikan sarana jamban keluarga di sarana air bersih yang terbanyak di akses Desa 97,30% oleh masyarakat di Desa Oelbiteno dengan jenis jamban terbanyak adalah adalah Mata Air dengan lama waktu jenis leher angsa yaitu sebanyak 87 akses tertinggi adalah < 10 menit. Kondisi sarana air bersih dengan risiko terbanyak adalah < 5 menit. Kondisi pencemaran pada kategori AoAmat TinggiAo Oelbiteno pada sarana Mata Air, dan kategori AoRendahAo pada Perpipaan dan Kran Jenis wadah penampungan air keluarga yang masih belum memenuhi minum yang umumnya digunakan oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah memberikan bimbingan dalam bentuk teko, ceret, termos dan jerigen yaitu penyuluhan tentang fasilitas sanitasi frekuensi pembersihan wadah terbanyak kesehatan dan bersama Ae sama dengan pada kelompok frekuensi Aobeberapa kali pemerintah desa dalam memberdayakan semingguAo yaitu sebanyak 61 responden. Pemerintah bersama dengan masyarakat memperbaiki fasilitas sanitasi guna membantu atau memberdayakan REFERENCES