Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 Kompetensi Universitas Balikpapan ANALISIS SOSOK LAISA DENGAN KAJIAN SEMIOTIK FERDINAND DE SAUSSURE PADA NOVEL DIA ADALAH KAKAKKU KARYA TERE LIYE Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 pos-el: daniaty130@gmail. com1, ary. musdolifah@uniba-bpn. id2, kiftian@uniba-bpn. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi cerita novel karya Tere Liye yang mengandung nilai-nilai religius, sosial, moral dan juga estetika. Tere Liye sering menggunakan kata-kata yang ringan, mudah dimengerti dan terkadang menggelitik pada karyanya, selain itu menggunakan alur cerita dan bahasa yang mudah dipahami, serta bahasa kiasan yang indah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis sosok Laisa dengan kajian semiotik Ferdinand De Saussure pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Lieye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 33 tanda yang berhubungan dengan sosok Laisa. 5 tanda sosok baik hati, 11 tanda sosok rela berkorban, 8 tanda sosok kasih sayang, 1 tanda sosok mandiri, e tanda sosok kuat dan 4 tanda sosok sabar. Kata kunci : Semiotik. Novel. Tanda. Penanda. Petanda. ABSTRACT This research is motivated by a novel by Tere Liye that contains religious, social, moral and aesthetic values. Tere Liye often uses light, easy to understand and sometimes tickling words in his work, besides using story lines and language that is easy to understand, as well as beautiful figurative language. The purpose of this research is to describe the analysis of Laisa's figure with Ferdinand De Saussure's semiotic study on the novel He Is My Brother by Tere Lieye. This research uses descriptive methods and qualitative research types. Data analysis techniques in this study used the analysis and note taking techniques. The results of this study indicate that found 33 signs associated with the figure of Laisa. 5 signs of benevolent figures, 11 signs of willing sacrifice, 8 signs of affection, 1 signs of independent figures, e signs of strong figures and 4 signs of patient figures. Keywords: Semiotics. Novels. Sign,Signifer. Signified. PENDAHULUAN Karya sastra lahir dari sebuah imajinasi yang diekspresikan seorang Pengarang menyampaikan pengalaman, perasaan, ide, dan semangatnya melalui karya sastra yang diciptakan agar pembaca dapat memahami dan mengapresiasi apa yang Karya sastra yang mudah dipahami dan digemari adalah prosa yang biasa disebut fiksi. Fiksi dikenal dengan kisah khayalan, imajinatif. Vol. No. Juni 2019 Nurgiyantoro (Maslikatin. Mariyati, & Armis, 2015, pp. Novel merupakan bagian dari genre prosa fiksi. Berkaitan dengan pengertian novel sebagai karya sastra berbentuk prosa fiksi. Novel termasuk fiksi . karena novel merupakan hasil khayalan atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. novel merupakan sebuah karya sastra prosa fiksi yang isinya pas, tidak berlebih dan mengandung unsur-unsur cerita. Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 mengisahkan kehidupan atas dasar sudut pandang dan mengandung nilai hidup, dan diceritakan mengenai kehidupan para tokoh secara mendetail untuk memudah kan para pembaca dalam memahaminya. Salah satu novel berjudul Dia Adalah Kakakku merupakan salah satu novel karya sastra prosa fiksi yang menarik untuk dibaca dan dibahas. Selain menarik untuk dibaca dan dibahas, novel ini juga dapat diamati berdasarkan tanda yaitu berupa penanda dan petanda. Tanda-tanda yang akan diteliti yaitu penanda dan petanda yang terdapat pada novel Tere Liye. Penelitian ini membahas mengenai sosok kak Laisa yang terkandung dalam sebuah novel karya Tere Liye yang berjudul Dia Adalah Kakakku yang menarik untuk dibahas karena dalam novel ini menceritakan tentang seorang kakak yang mengorbankan apapun agar adik-adiknya Menceritakan tentang penerimaan dan perjuangan Selain itu, dalam novel tersebut terdapat tanda-tanda lain yang mendukung kata-kata untuk Mengenai tanda akan mengarahkan kita kepada ilmu yang mempelajari tentang tanda itu sendiri, yaitu semiotik. Semiotik adalah ilmu yang dapat digunakan untuk mengkaji sebuah tandatanda di dalam karya sastra. (Berger, 2015, p. mengemukakan semiotik adalah ilmu yang mengkaji tentang penanda dan yang di tandai . , kode, ikon-ikon, dan indeks-indeks. Novel merupakan karya sastra yang mengandung tanda yang dapat diteliti, salah satu contoh karya sastra tersebut adalah novel Tere Liye yang berjudul Dia Adalah Kakakku dan novel tersebut dapat dianalisis menggunakan semiotik untuk mengamati tanda-tanda yang terdapat di dalam novel tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengkaji hubungan antara penanda dan mendeskripsikan suatu makna pada nove Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan Dia Adalah Kakakku karya Tere Lieye. Yang mana pada novel tersebut peneliti akan memfokuskan penelitian pada Laisa, yaitu sosok Laisa yang terdapat pada novel tersebut. Penanda adalah acuan dari pemerolehan suatu tandadalam semiotik. Penanda merupakan suatu bahan yang Signifier . merupakan elemen fisik dari sebuah tanda yang meliputi tanda, kata-kata, imager dan suara. Saussure mengatakan Signifier . bunyi yang bermakna atau coretan yang bermakna. Contoh penanda, gambar rambu-rambu lalu lintas AuPAy yang disilang adalah penanda yang diperoleh dari sebuah elemen fisik dari tanda itu Petanda adalah acuan kedua dari pemerolehan suatu tanda dalam semiotik. Petanda merupakan suatu konsep mutlak yang didapat pada tanda fisik yang ada. Konsep mutlak yang dimaksud adalah sesuatu hal yang sudah ada pada sebuah Kedua unsur Signifier dan Signified bagaikan dua sisi dari sekeping mata uang atau selembar uang kertas. Contoh petanda adalah, mengartikan sebuah penanda yaitu rambu-rambu lalulintas AuPAy yang disilang artinya dilarang parkir. Tujuan mendeskripsikan analisis sosok Laisa dengan kajian semiotik Ferdinand De Saussure pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Lieye. Dimana peneliti mendeskripsikan sosok Laisa berdasarkan karakter tokoh yang baik hati, mandiri, rela berkorban, kuat, penyayang dan juga sabar, menggunakan kajian semiotik Ferdinand De Saussure yang memaknai berdasarkan penanda dan petanda, untuk memudahkan penelitian peneliti memakai pembacaan Heuristik dan Hermeneutik mendeskripsikan makna tersebut, yang mana Riffaterre (Lantowa. Marahayu, & Khairussibyan, 2017, p. menyatakan pembaca heuristik merupakan tahap pembacaan pertama yang harus dilewati oleh setiap pembaca. Tahap pembacaan yang bergerak dari awal ke akhir teks, dari atas kebawah halaman, dan Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 mengikuti pembentangan stigmatik. Pada tahap pembacaan heuristik ini, pembaca masih mengalami berbagai hambatan dan proses pemaknaan sehingga hambatan melanjutkan bacaan pada tahap kedua. Pembacaan pembacaan hermeneutik . Pada tahap pembacaan retroaktif ini, pembaca melibatkan kompetensi kesusastraan yakni familiaritas pembaca dengan sistem deskriptif, tema-tema, mitologi-mitologi masyarakat, dan terutama sekali dengan teks-teks lain. Pada tahap ini pembaca menyimak teks, mengingat apa yang telah dibacanya melalui tahap pertama, dan berdasarkan apa yang dipahami dalam tahap pembacaan kedua. METODE PENELITIAN Secara teoretis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan semiotik yang didasarkan pada model Ferdinand De Saussure. Pendekatan ini menggunakan penanda Pendekatan ini disesuaikan dengan pengkajian penelitian di dalam rumusan masalah dan fokus masalah yang telah mendeskripsikan bentuk makna semiotik pada novel karya Tere Liye yang berjudul Dia Adalah Kakakku. Data di dalam konteks penelitian dapat berupa kata-kata, kalimat ataupun situasi dan kondisi nyata yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata frasa, kalimat yang mengandung penanda dan petanda oleh sosok kak Laisa pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye, cetakan pertama Oktober 2018, dengan jumlah halaman iv 394 halaman, terdiri dari 44 subbab, terbitan Republika Penerbit. Jakarta. Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui teknik simak, dan teknik mencatat untuk memperoleh data dilakukan dengan menyimak Langkah-langkah pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, melakukan menyimak . setiap baris kata pada novel dengan cermat. Selanjutnya, teknik mencatat yang dilakukan setelah teknik menyimak adalah dengan mencatat katakata yang menunjukkan penanda dan petanda di dalam novel karya Tere Liye yang terkait dengan sosok kakak Laisa. Peneliti juga menggunakan instrumen bantuan dalam penelitian ini. sendiri dibantu dengan alat bantu yang digunakan oleh peneliti yaitu berupa buku catatan, laptop dan alat tulis serta kartu Penelitian ini menggunakan kartu data untuk pengkodean data. Tabel 1 Kartu Data Penokohan M S Keterangan: DAK/SK/ KSS Dat Tanda Penan Petan : Dia Adalah Kakakku/Sosok Kakak/ : Baik : Rela berkorban : Kuat : Mandiri : Sabar : Kasih Sayang Peneliti harus mengecek kembali kebenaran atau keabsahannya dari data yang sudah didapatkan. Pengecekkan kembali berguna sebagai penjelasan analisis yang disesuaikan dengan rumusan masalah dalam penelitian. Adapun keabsahan data dalam penelitian ini yaitu ketekunan/keajengan dan pemeriksaan teman sejawat yang mana peneliti menggunakan Dini Nurul Fahriah untuk dapat memberikan masukan, kritik, dan saran pada penelitian yang akan diteliti, yaitu menganalisis sosok Laisa dengan kajian semiotk Ferdinand De Saussure Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 pada novel Tere Liye Dia Adalah Kakakku. Peneliti menganalisis data yang telah Untuk menafsirkan penanda dan petanda dalam novel Tere Liye. Peneliti menggunakan teknik dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik atau retroaktif Riffaterre HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan dilakukan, ditemukan hasil yang akan disajikan di dalam bab ini. pada bab ini peneliti menganalisis karya sastra dengan aspek semiotik model Ferdinand De Saussure mendeskripsikan sosok kakak yang terkandung dalam novel Dia Adalah kakakku karya Tere Liye. Pada penelitian ini akan disajikan dalam bentuk Penjelasan dilakukan dengan mengelompokkan tanda yang terdiri atas penanda dan petanda yang berkaitan dengan sosok Laisa. Pada penelitian ini ditemukannya sosok Laisa yang merupakan sosok seorang kakak pada novel tersebut. pada penelitian ini juga di temukan bagaimana sosok Laisa . yang terkandung dalam dalam novel Dia Adalah kakakku karya Tere Liye secara semiotika berdasarkan model Saussure yakni penanda dan petanda. Terdapat 33 tanda sosok kakak yang ada dalam novel Dia Adalah kakakku karya Tere Liye, 5 tanda sosok kakak yang baik, 11 tanda rela berkorban, 8 tanda sosok kasih sayang seorang kakak, 1 tanda sosok mandiri, 3 tanda sosok kakak yang kuat,dan 4 tanda sosok kakak yang sabar. Pembahasan Setiap penanda yang berkaitan dengan sosok kakak yang terdapat di dalam novel Dia Adalah kakakku dengan petandanya sebagai pemaknaan dari penanda tersebut. adapun pembahasan hasil penelitian secara keseluruhan Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan berdasarkan tanda sosok kakak ditemukan data tersebut yakni sebagai berikut. Baik Hati Pada menceritakan sosok Laisa yang baik hati terhadap keluara, kerabat dan semua yang ada di lingkungan Sikap dimana seseorang melakukan hal-hal yang baik, yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain. Ada pun tanda sosok baik hati yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 9 data, yakni sebagai (DAK/SK/BK/. Dalimunte menelan ludah Tertunduk. Sia-sia. Idenya akan mubazir. Tidak ada yang menganggapnya serius. Persis seperti selama ini, penduduk kampung seolah sudah pasrah dengan takdir cadas lima meter itu. Mereka toh dulu sudah berkali-kali membuat kincir air raksasa, dan tidak ada Dalimunte perlahan kertaskertas. Tertunduk, menelan ludah. AyTentu saja kincir-kincir itu bekerja!Ay Seseorang tiba-tiba berseru. Berseru Membuat dengung lebah terdiam. Seketika. Dalimunte Gerakan tangannya terhenti. Ia kenal sekali intonasi suara itu. Kak Laisa! Kak Laisa sudah berdiri dari AuKita bisa melakukannya. Apa susahnya membuat kincir-kincir Jika Dalimunti bisa membuat dua dengan bamboo seadanya, kita bisa membuatnya yang lebih bagus, lebih Ay Kak Laisa melangkah ke depan. Pada data DAK/SK/06 dapat di pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: Dalimunte menelan ludah . ir Tertunduk. Sia-sia Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 . Idenya akan mubazir . idak bergun. Tidak ada yang . ungguh-sunggu. Persis . seperti selama ini, penduduk kampung seolah sudah pasrah . dengan takdir cadas . apisan tanah kera. lima meter itu. Mereka toh dulu . aktu yang lampa. sudah berkali-kali membuat kincir air raksasa . angat besa. , dan tidak ada hasilnya. Dalimunte perlahan merapikan kertas-kertas. Tertunduk, menelan ludah . ir liu. Au AyTentu saja kincir-kincir itu bekerja!Ay Seseorang tiba-tiba berseru. Berseru . ersuara nyarin. dengan suara lantang . elas dan nyarin. Membuat dengung . lebah Seketika. Dalimunte Gerakan Ia kenal sekali intonasi . aju kalima. suara itu. Kak Laisa! Kak Laisa sudah berdiri dari duduknya. AuKita bisa melakukannya. Apa susahnya membuat kincir-kincir itu. Jika Dalimunti bisa membuat dua . seadanya, kita bisa membuatnya yang lebih bagus, lebih kokoh . Ay Kak Laisa berseru, melangkah . ke Pembacaan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/06 dapat dimaknai secara rinci menggunakan hermeneutik pada kalimat Aukita bisa Apa membuat kincir-kincir itu. Jika Dalimunti bisa membuat dua dengan membuatnya yang lebih bagus, lebih Ay Kak Laisa melangkah ke depan. Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam data DAK/SK/06 yang mengandung tanda sosok kakak yang baik. Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan Petanda dari penanda Aukita bisa Apa membuat kincir-kincir itu. Jika Dalimunti bisa membuat dua dengan membuatnya yang lebih bagus, lebih Ay Kak Laisa Dalimunte yang kecewa pada saat pertemuan warga di balai kampung karena ide mengenai lima kincir air di sungai untuk mengairi sawah tidak di anggap dan ditolak oleh warga karena penduduk yang sudah pasrah dengan cadas tersebut. namun tibatiba Laisa bersuara dengan sangat lantang yang mengatakan bahwa mereka dapat membangun 5 kincir air tersebut dengan yakinnya Laisa berbicara untuk meyakin kan seluruh Pada kutipan tersebut dapat dimaknai sebagai rasa yang ingin pendapat sang adik dapat diterima mengajarkan kepada sang adik bagaimana cara berbicara di depan umum dan cara meyakinkan warga. Rela Berkorban Pada menceritakan bagaimana sosol Laisa yang rela berkorban melakukan apa saja demi melindungi keluarganya dan kehidupan keluarganya. Rela berkorban merupkan sikap yang mencerminkan adanya keikhlasan dalam memberikan sesuatu yang dimiliki orang lain. Ada pun tanda sosok rela berkorban yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 9 data, yakni sebagai berikut. (DAK/SK/RB/. AuEh, nanti Yashita boleh sekolah, kan?Ay Yashita bertanya sekali lagi, ragu-ragu. Ah, kalau ia sekolah. Mamak dan Kak Laisa pastilebih Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 AuSekolah. Yash! Lepas Panen Ladang musim inikau masuk sekolah!Ay Mamak Lainuri Beneran? Yashita Matanya membulat. Mamak mengangguk selintas, tetap konsentrasi menganyam. Yashita sudah tersenyum riang. Tadi, kan. Kak Laisa bilang anak lelaki harus Kalau anak perempuan? Lihat. Kak Laisa, kan, anak perempuan, makanya ia tidak Yashita berpikir pendek. Jadi dipikirkannya sepanjang hari. tidak tahu kalau sebenarnya Kak Laisa yang memutuskan mengalah untuk tidak sekolah agar adikadiknya bisa bersekolah. Pada data DAK/SK/RB/05 dapat pembacaan heuristik, di mana pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: AuEh, nanti Yashita boleh sekolah, kan?Ay Yashita bertanya sekali lagi, ragu-ragu. Ah, kalau ia (Yashit. Mamak dan Kak Laisa pasti lebih repot lagi mencari AuSekolah. Yash! Lepas Panen Ladang musim ini kau masuk sekolah!Ay Mamak Lainuri yang Beneran? Yashita menyeringai . Matanya Mamak mengangguk . konsentrasi menganyam. Yashita sudah tersenyum riang. Tadi, kan. Kak Laisa bilang anak lelaki harus Kalau anak perempuan? Lihat. Kak Laisa, kan, anak perempuan, makanya ia (Lais. tidak Yashita berpikir pendek. Jadi dipikirkannya (Yashit. sepanjang hari. Ia tidak tahu kalau Kak Laisa memutuskan mengalah untuk tidak sekolah agar adik-adiknya bisa Pembacaan Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/RB/05 menggunakan hermeneutik kalimat Kak Laisa yang memutuskan mengalah untuk tidak sekolah agar adik-adiknya Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam DAK/SK/RB/05 mengandung tanda sosok kakak yang rela berkorban. Petanda dari penanda Kak Laisa yang memutuskan mengalah untuk tidak sekolah agar adik-adiknya bisa Dapat dideskripsikan sebagai tokoh Yashita yang bertanya kepada mamak apakah Yashita dapat bersekolah karena pada siang hari di sungai Laisa berkata pada Dalimunte bahwa anak lelaki harus bersekolah, sedangkan Laisa anak perempuan Tapi kenyataannya anak perempuan juga harus sekolah, hanya saja Laisa tidak bersekolah karena Laisa mengalah adik-adiknya memutuskan berhenti agar adikadiknya dapat terus bersekolah. Kutipan tersebut dapat dimaknai sebagai pengorbanan sang kakak berhenti sekolah dan membantu orang tua mencari uang agar adik-adiknya dapat terus menuntut ilmu. Sosok Yang Kuat Pada menceritakan bagaimana sosok Laisa yang kuat mampu menahan cobaan dan masalah yang menghampirinya, tidak menyerah, dan terus berdiri setiap kali jatuh tertunduk. Ada pun tanda sosok Laisa yang kuat yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 2 data, yakni sebagai berikut. Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 ( DAK/SK/KT/10 ) Kali ini kalimat Ikanuri benar-benar bak roket yang ditembakkan tiga kali di lubang yang sama. Berderum. Membuat lubang itu menganga lebarlebar, hitam pekat. Laisa terperangah. Sesak. Napasnya sesak seketika. Tuhan, apa yang barusan dikatakan Apa ia sungguh tak salah dengar? Laisa gemetar. Tangannya yang mencengkram ranting bergetar. AuKenapa? Kenapa kau diam? Kau marah aku mengatakan itu, hah?Ay Ikanuri tanpa rasa iba bertanya Laisa menelan ludah. Matanya tiba-tiba berair. Ya Allah, aku mohon, jangan pernah,jangan pernah buat aku menangis di depan adik-adikku. Jangan pernah! Itu akan membuat mereka kehilangan teladan. Laisa meremas pahanya kencangkencang. Berusaha mengalihkan rasa sakit dihati kerasa sakit ditubuhnya. Aukami tidak akan lagi patuhA. Kau bukan kakak kami. Bukan! Bukan! BUKAN!Ay Ikanuri berseru amat Berkali-kali. Pada data DAK/SK/KT/10 dapat pembacaan heuristik, di mana pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: Kali ini kalimat Ikanuri benar-benar ditembakkan tiga kali di lubang yang Berderum. Membuat lubang itu menganga lebar-lebar, hitam pekat. Laisa terperangah . erkejut dan Sesak. Napasnya (Lais. sesak seketika. Ya Tuhan, apa yang barusan dikatakan adiknya. Apa ia (Lais. sungguh tak salah dengar? Laisa gemetar. Tangannya (Lais. yang mencengkram ranting bergetar. AuKenapa? Kenapa kau (Lais. diam? Kau marah aku (Ikanur. mengatakan itu, hah?Ay Ikanuri tanpa rasa iba bertanya Laisa menelan ludah. Matanya (Lais. tiba-tiba berair. Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan Allah, aku (Lais. mohon, jangan pernah,jangan pernah buat aku (Lais. menangis di depan adikadikku. Jangan pernah! Itu akan membuat mereka (Ikanuri dan Wibisan. kehilangan teladan. Laisa meremas pahanya kencang-kencang. Berusaha mengalihkan rasa sakit dihati kerasa sakit ditubuhnya. Au kami (Ikanuri dan Wibisan. tidak akan lagi patuhA. Kau bukan kakak kami (Ikanuri dan Wibisan. Bukan! Bukan! BUKAN!Ay Ikanuri berseru amat puas. Berkali-kali. Pembacaan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/KT/10 menggunakan hermeneutik kalimat: Ya Allah, aku mohon, jangan pernah,jangan pernah buat aku menangis di depan adik-adikku. Jangan pernah! Itu akan membuat mereka kehilangan teladan. Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam data DAK/SK/KT/10 yang mengandung tanda sosok kakak yang kuat dan juga Petanda dari penanda Ya Allah, aku mohon, jangan pernah,jangan pernah buat aku menangis di depan adik-adikku. Jangan pernah! Itu akan membuat mereka kehilangan teladan. Dapat dideskripsikan sebagai tokoh Ikanuri Wibisana tertangkap telah kabur dari kegiatan gotong royong warga dan tertangkap telah mencuri buah manga di ladang, namun Ikanuri dan Wibisana tidak mengakuinya justru karna mereka ketakutan mereka malah mengatangatai kak Laisa, membentak dan menantang Laisa. Laisa yang mendengar perkataan Ikanuri terkejut tidak dapat berbuat apa-apa. Laisa ingin menangis karena ucapan Ikanuri namun Laisa menahannya, laisa tidak ingin Ikanuri dan Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 Wibisana melihatnya menangis di depan mereka karena Laisa takut Ikanuri dan Wibi kehilangan panutan dan Laisa hanya terdiam mendengar itu semua. Pada kutipan tersebut dimaknai sebagai usaha sang kakak menahan perih di hatinya mendengar perkataan sang adik kepadanya dengan memindahkan rasa sakit ke paha sang kakak yang sengaja di cengkram dengan kuat agar sang kakak tidak menangis di depan sang adik dengan perkataan mereka. Sosok Yang Mandiri Pada menceritakan kemandirian Laisa merupakan sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Ada pun tanda sosok Laisa yang mandiri, yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 1 data, yakni sebagai berikut. ( DAK/SK/MD/. Kak Laisa tidak berubah sedikit pun, persis seperti melihat foto masa lalu. Hanya saja sekarang piguranya Umurnya sekarang telah lewat dari empatpuluh Terus bekerja keras mengurus kebun, mengurs mamak, mengurus sekolah di lembah, mengurus apa saja. Melakukan banyak hal. Masih sama kuatnya. Masih dengan tubuh gemuk tapi Padahal kalau Kak Laisa ingin duduk-duduk santai, tidak Pabrik itu punya belasan pekerja, warga dari Kampung Atas dan sebrang. Juga turut bekerja di pertanian lulusan institute pertanian Kota Provinsi. Pada data DAK/SK/MD/23 dapat Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan pembacaan heuristik, di mana pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: Kak Laisa tidak berubah sedikit pun, persis seperti melihat foto masa lalu. Hanya (Lais. terlihat kecoklatan. Umurnya (Lais. sekarang telah lewat dari empat puluh tahun, tapi ia (Lais. masih sama disilplinnya. Terus bekerja keras mengurus . kebun, . sekolah di lembah, mengurus . apa Melakukan banyak hal. Masih sama kuatnya. Masih dengan tubuh gemuk tapi gempalnya . adat beris. Padahal kalau Kak Laisa ingin duduk-duduk santai, tidak masalah. Pabrik itu punya belasan pekerja, warga dari Kampung Atas dan Juga turut . bekerja di . pertanian lulusan institut pertanian Kota Provinsi. Pembacaan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/MD/23 menggunakan hermeneutik kalimat: Terus bekerja keras mengurus kebun, mengurs mamak, mengurus sekolah di lembah, mengurus apa saja. Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam data DAK/SK/MD/23 yang mengandung tanda sosok kakak yang mandiri. Petanda dari penanda Terus bekerja keras mengurus kebun, mengurs mamak, mengurus pabrik pengalengan, mengurus sekolah di Dideskripsikan sebagai tokoh Laisa yang tidak banya berubah pada usianya yang lebih dari 40 tahun. Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 hanya kulitnya yang berwarna kecoklatan karena terbakar sinar matahari, masih tetap disiplin dan terus bekerja keras dalam segala hal. Namun walaupun Laisa telah mendapatkan tenaga professional untuk mengurus perkebunan dan pekerjaannya. Laisa lebih memilih untuk terjun langsung turun tangan melakukan pekerjaan tersebut. kutipan tersebut dimaknai sebagai usia yang terus bertambah tidak membuat sang kakak untuk bersantai ria, dan walaupun telah tersedia tenaga professional sang kakak tetap melakukan pekerjaannya sendiri. Sosok Kasih Sayang Pada pembahasan ini membahas kasih sayang Laisa terhadap adikadiknya yang mencermikan sikap mengasihi, peduli, merawat dan berempati kepada sesame makhluk ciptaa tuhan. Ada pun tanda sosok kasih sayang Laisa, yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 17 data, yakni sebagai berikut. ( DAK/SK/KS/. Kak Laisa menendang pintu Berdebam. Lantas diikuti oleh tatapan bingung mamak, entah apa yang akan dilakukannya. Kak Laisa sudah berlari menghambur ke tengah derasnya hujan. Angina menderu kencang, masuk ke dalam rumah, bilur-bilur membuat perabotan berderak. Kak Laisa berlari sekuat kakinya ke Kampung Atas. Tidak peduli tetes airhujan bagai kerikil batu yang ditembakkan dari atas. Tidak peduli tubuhnya basah kuyup. Tidk peduli malam yang gelap gulita. Dingin membungkus hingga ujung kaki. Musim kemarau begini di malam hari, suhu Lembah Lahambay bisa mencapai delapan derajar Celsius. Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan Kak Laisa berlarian menaiki lembah. Terpeleset. Sekali. Dua kali. Tidak Petir menyalak. Guntur Ia ingat. Ia ingat kakakkakak mahasiswa tadi menyebutnyebut soal obat dan dokter. Mereka pasti bisa membantu. Ia harus segera, waktunya terbatas. Pada data DAK/SK/KS/26 dapat pembacaan heuristik, di mana pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: Kak Laisa menendang pintu Berdebam . uara bisin. Lantas diikuti oleh tatapan bingung . mamak, entah apa yang akan dilakukannya. Kak Laisa sudah berlari menghambur . ke tengah derasnya hujan. Anginya menderu . kencang, masuk ke dalam rumah, mengirimkan bilurbilur . air, membuat perabotan Kak Laisa berlari sekuat kakinya ke Kampung Atas. Tidak peduli tetes air hujan bagai kerikil . atu keci. batu yang ditembakkan dari atas. Tidak peduli tubuhnya basah kuyup. Tidak peduli malam Dingin membungkus . hingga ujung kaki. Musim kemarau begini di malam hari, suhu Lembah Lahambay bisa mencapai delapan derajar Celsius . Kak Laisa berlarian menaiki lembah. Terpeleset. Sekali. Dua kali. Tidak peduli. Petir menyalak . engeluarkan buny. Guntur . erbunyi Ia (Lais. Ia (Lais. ingat kakak-kakak mahasiswa tadi menyebut-nyebut soal obat dan Mereka pasti bisa membantu. Ia harus segera, waktunya terbatas. Pembacaan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/KS/26 menggunakan hermeneutik Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 kalimat Kak Laisa berlari sekuat kakinya ke Kampung Atas. Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam data DAK/SK/KS/26 yang mengandung tanda kasih sayang sosok seorang Petanda dari penanda Kak Laisa berlari sekuat kakinya ke Kampung Atas. Dideskripsikan sebagai tokoh Laisa yang berlari menerobos hujan dan dinginnya malam menuju kampung atas untuk meminta bantuan mahasiswa KKN sebrang provinsi untuk mengobati Laisa yang Laisa meminta bantuan mahasiswa KKN karena mereka pengobatan pada saat pertemuan di balai kampung. Laisa menerobos hujan dan dinginnya malam dengan penerangan yang minim hingga tersandung berkali-kali saat menaiki lereng menuju kampung atas. Namun itu semua tidak di perdulikan oleh Laisa, yang terpenting saat ini ialah ia harus segera membawa kakakkakak mahasiswa itu sebelum Dari kutipan tersebut dimaknai sebagai kepedulian dan kasih sayang sang kakak terhadap sang adik, tidak memperdulikan hujan dan dinginnya udara malam sang kakak tetap mencari bantuan demi sang adik. Sosok Yang Sabar Pada menceritakan kesabaran seorang kakak yang menahan emosi dan keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Ada pun tanda sosok Laisa yang sabar , yang ditemukan pada novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye berjumlah 5 data, yakni sebagai Vol. No. Juni 2019 Kompetensi Universitas Balikpapan ( DAK/SK/SB/. AuDia Kakakku. Ay Yashita menjawab ketus, tersinggung dengan tatapan petugas. Meski umurnya baru dua belas tahun, yashita mengerti benar soal beginian. Soal tatapan mata seperti ini. kalimat-kalimat berkali-kali AuKakakmu? Kalian sungguh berbeda. Ia lebih pendekA Baiklah. Ay Maka Yashita merajuk, berlari keluar ruangan pendaftaran. Melempar formulir pendaftarannya. Tidak. Tidak ada yang boleh menghina kakaknya. Ia tidak akan sekolah di sini. Ia bisa sekolah di mana saja ia mau, tapi bukan di sini. AuYash seharusnya tidak marah. Yash seharusnya terbiasa. Ay KakLaisa duduk di sebelah. Ikut bersandarkan kucing panjang. Menghela napas. Mendekap bahu adiknya. Pada data DAK/SK/SB/30 dapat pembacaan heuristik, di mana pembacaan ini dilakukan berdasarkan struktur kebahasaannya, yaitu sebagai berikut: AuDia Kakakku. Ay Yashita menjawab ketus . , tersinggung . erasa disakit. dengan tatapan . ara meliha. Meski umurnya baru dua belas tahun, yashita mengerti benar soal beginian. Soal tatapan . ara meliha. mata seperti ini. kalimat-kalimat sepeti ini. ia berkali-kali mengalaminya . ernah AuKakakmu (Lais. ? Kalian sungguh berbeda . idak Ia (Lais. lebih pendekA Baiklah. Ay Maka Yashita merajuk . , berlari keluar ruangan Melempar formulir . embar isia. Tidak. Tidak ada yang boleh menghina . enjelek-jelekka. tidak akan sekolah di sini. Ia bisa sekolah di mana saja ia mau, tapi bukan di sini. AuYash seharusnya tidak Yash seharusnya terbiasa. Ay Kak Laisa duduk di sebelah. Ikut Daniati1. Ari Musdolifah2. Kiftian Hady P3 bersandarkan . kursi Menghela . Mendekap . bahu Pembacaan dilakukan berdasarkan konvensi Data DAK/SK/SB/30 menggunakan hermeneutik kalimat: AuYash seharusnya tidak Yash seharusnya terbiasa. Ay Kalimat ini merupakan tanda yang mengacu sebagai penanda di dalam DAK/SK/SB/30 mengandung tanda sosok seorang kakak yang sabar. Petanda dari penanda AuYash seharusnya tidak marah. Yash seharusnya terbiasaAyDideskripsikan sebagai tokoh Yashita yang kecewa terhadap petugas pendaftaran sekolah Yashita Siang itu Yashita mendaftar di salah satu sekolah yang pernah di masuki oleh kakak-kakak Yashita sebelumnya namun Yashita kecewa karena petugas mengatakan dan tidak percaya bahwa Laisa adalah kakak Yashita hingga membawa Hal tersebut membuat Yashita marah dan pergi dari tempat tersebut, namun Laisa mendatangi Yashita yang sedang kesal dan memintanya untuk sabardan tidak marah, laisa mengajarkan pada Yashita bahwa ia harus bersabar seperti kakakkakaknya sebelumnya, berusaha untuk tidak mendengarkan omongan orang mengenai dirinya. Pada kutipan tersebut di maknai sebagai kesabaran sang kakak akan perkataan orang yang menyayat hati dan belajar untuk terbiasa menahan diri dari perkataan orang lain terhadapnya. Kompetensi Universitas Balikpapan peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa dengan adanya fokus penelitian dan rumusan masalah yang telah ditentukan. Peneliti menemukan penanda dan petanda dalam novel Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye. Peneliti menemukan 33 tanda yang menjadi bentuk tanda sosok Laisa. DAFTAR PUSTAKA