Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Edukasi Pengelolaan Keuangan Sebagai Bekal Wirausaha Siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya Revnussa Octobery1. Dewi Rakhmawati2*. Rahman3. Sundari4 Selvianur Fajriyah5 1,2,3,4,5 Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Palangka Raya Email: dewi. rakhmawati@fkip. Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh dosen Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Palangka Raya dengan judul "Edukasi Pengelolaan Keuangan yang Bijak sebagai Bekal Wirausaha Siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya" bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan siswa SMK sebagai persiapan mereka menjadi wirausahawan yang mandiri. Kegiatan ini melibatkan pemberian pelatihan praktis tentang pengelolaan keuangan yang efisien dan bertanggung jawab, guna membantu siswa mengelola keuangan usaha kecil secara bijak. Adapun materi yang diberikan mencakup pelatihan penyusunan anggaran (Budgetin. , pengenalan alat dan teknik pencatatan keuangan untuk usaha kecil, serta simulasi praktik pengelolaan keuangan usaha. Selain itu, program ini juga berfokus pada penanaman nilai disiplin dan tanggung jawab finansial bagi siswa. Manfaat utama yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan literasi keuangan siswa, kemampuan dalam menyusun anggaran usaha, serta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan terstruktur. Dengan demikian, siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya diharapkan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan dalam dunia wirausaha. Keywords: Pengelolaan keuanngan. SMK Negeri 8 Palangka Raya. Wirausaha PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan merupakan keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh setiap individu, termasuk siswa, sebagai bekal untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Namun, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022, tingkat literasi keuangan pelajar Indonesia masih tergolong rendah. Indeks literasi keuangan pelajar hanya mencapai 47,56%, sedangkan indeks inklusi keuangan pelajar berada di angka 77,80%. Kedua angka ini berada di bawah rata-rata nasional, yang masing-masing tercatat sebesar 49,68% dan 85,10% . Berdasarkan data diatas tingkat literasi keuangan kelompok pelajar termasuk siswa SMK sebesar 47,56%. Meskipun akses terhadap layanan keuangan seperti e-wallet dan mobile banking semakin mudah, pemahaman siswa terhadap penggunaan yang sehat dan aman masih tergolong rendah. Hal ini diperburuk dengan tingginya pengaruh budaya konsumtif di kalangan remaja, seperti mengikuti tren media sosial, gaya hidup instan, hingga penggunaan pinjaman online . tanpa pertimbangan matang. Keterampilan pengelolaan uang merupakan yang sangat penting, terutama bagi siswa yang sedang berada dalam masa transisi dari ketergantungan finansial ke kemandirian. Memberikan bekal edukasi tentang pengelolaan uang sejak dini bukan hanya membantu siswa Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan, tetapi juga membentuk pola pikir yang bijak dan bertanggung jawab dalam hal keuangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun banyak pelajar yang telah memiliki akses ke produk keuangan, pemahaman mereka terhadap produk tersebut masih terbatas. Selain itu, budaya konsumerisme yang dipengaruhi oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO) dapat mendorong pelajar untuk mengambil keputusan keuangan yang impulsif tanpa pertimbangan yang matang. Sementara itu, banyak siswa SMK yang juga mulai mencoba berwirausaha secara mandiri, baik melalui usaha kecil-kecilan maupun penjualan daring. Tanpa kemampuan dasar dalam mengatur pemasukan, pengeluaran, dan mengelola risiko, potensi usaha yang mereka bangun pun rentan gagal Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan generasi muda yang dipersiapkan secara langsung untuk menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha. Dengan muatan kurikulum yang lebih terfokus pada praktik, siswa SMK dituntut tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dasar, salah satunya adalah pengelolaan keuangan. Sayangnya, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa SMK yang belum memiliki pemahaman dan kebiasaan dalam mengatur keuangan pribadi secara bijak. Untuk itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan literasi keuangan dalam kurikulum mereka. Dengan demikian, siswa tidak hanya diajarkan teori ekonomi, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengelola keuangan pribadi. Pendidikan literasi keuangan yang efektif dapat membantu siswa mengembangkan kebiasaan menabung, merencanakan anggaran, dan memahami risiko serta manfaat dari berbagai produk keuangan. Selain itu, penguatan literasi keuangan juga dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi siswa yang berminat untuk memulai usaha atau berwirausaha di masa depan. Pembelajaran diintegrasikan dalam lingkungan SMK, baik secara formal melalui kurikulum, maupun informal melalui pelatihan dan kegiatan ekstrakurikuler. Pemahaman yang baik tentang literasi keuangan tidak hanya membantu siswa dalam mengatur uang saku atau penghasilan mereka, tetapi juga menjadi bekal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan membekali siswa SMK dengan keterampilan pengelolaan keuangan sejak dini, kita tidak hanya menciptakan generasi yang cerdas finansial, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi masa depan bangsa melalui kewirausahaan yang tangguh dan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 agustus 2025 dengan peserta siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya. Adapun materi yang diberikan mencakup pelatihan penyusunan anggaran (Budgetin. , pengenalan alat dan teknik pencatatan keuangan untuk usaha kecil, serta simulasi praktik pengelolaan keuangan usaha. Target yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini ialah peserta pelatihan dapat memahami pentingnya literasi keuangan yang inklusif khususnya di kalangan siswa, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan mempersiapkan masa depan yang lebih METODE KEGIATAN Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari jumat, 1 agustus 2025 mulai pukul 08. 00 di SMK Negeri 8 Palangka Raya yang beralamatkan jln Tjilik Riwut km 31 dengan peserta siswa kelas X-XII. Pelatihan pengelolaan keuangan memiliki peranan penting dalam mempersiapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi dunia kerja maupun Siswa SMK umumnya diarahkan untuk memiliki keterampilan terapan yang siap digunakan setelah lulus, sehingga kemampuan dalam mengelola keuangan menjadi bekal krusial dalam mendukung kemandirian ekonomi mereka. Metode pelatihan yang digunakan menjadi empat tahapan. Tahap pertama pemaparan materi yang meliputi dasar-dasar pengelolaan keuangan pribadi dan usaha kecil, teknik penyusunan anggaran, pencatatan keuangan harian dan laporan sederhana. Tahap kedua yakni simulasi pengelolaan keuangan mandiri dan usaha kecil serta studi kasus. Tahap ketiga sesi diskusi dan tanya jawab. Tahap keempat yakni Post test untuk mengukur pemahaman siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari jumat, 1 agustus 2025 mulai pukul 08. 00 di SMK Negeri 8 Palangka Raya yang beralamatkan jln Tjilik Riwut km 31 dengan peserta siswa kelas X-XII sebanyak 41 siswa. Metode pelatihan yang digunakan menjadi empat tahapan. Tahap pertama pemaparan materi dari narasumber yakni Hidayati. A praktisi keuangan sekaligus dosen Pendidikan Ekonomi UPR, materi yang meliputi dasar-dasar pengelolaan keuangan pribadi dan usaha kecil, teknik penyusunan anggaran, pencatatan keuangan harian dan laporan sederhana. Tahap kedua yakni simulasi pengelolaan keuangan mandiri dan usaha kecil serta studi kasus. Tahap ketiga sesi diskusi dan tanya Tahap keempat yakni Post test untuk mengukur pemahaman siswa Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 1. Pembukaan Kegiatan Tahap pertama dengan pemberian materi Materi pelatihan disampaikan oleh Hidayati, . A, dosen Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Palangka Raya dan Owner dari CV Aneka Buah Segar sekaligus konsultan keuangan. Materi yang di sampaikan meliputi: . Literasi Keuangan. Permasalahan keuangan gen z. Kesehatan keuangan. Lebih detail terkait materi pelatihan dapat dilihat pada deskripsi berikut: . Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan produk-produk perbankan, namun juga berkaitan dengan bagaimana menggunakan pemahaman yang dimiliki dalam menentukan keputusan terkait keuangan atau finansial (Yushita, 2. Menjadi pribadi yang cakap, pandai dan kritis dalam mengerjakan dan menyikapi berbagai hal tentunya merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki remaja saat ini. Para remaja berada pada masa dimana dirinya beralih dari ketergantungannya kepada orang tua menuju kemandirian, termasuk di dalamnya adalah kemandirian finansial (Zuroidah, 2. Masalah Keuangan Generasi Z: . adalah kurangnya kesadaran untuk mempelajari cara mengelola keuangan pribadi. Remaja mulai ada yang memiliki banyak hutang. Semakin tinggi gaya hidup, semakin tinggi pula dana yang akan dikeluarkan. Konsumtif terhadap experience Tahap kedua yakni simulasi pengelolaan keuangan mandiri dan usaha kecil serta studi Kegiatan ini melibatkan siswa dengan alur kegiatan seperti berikut: menyusun / merencanakan anggaran penghasilan yang diterima, menyusun / merencanakan anggaran biaya yang akan dikeluarkan, kepatuhan terhadap rencana anggaran pengeluaran, periode cash budget diantaranya mingguan, bulanan dan tahunan. Pada tahap ketiga lebih banyak diskusi dan tanya jawab kepada siswa . Gambar 2. Praktek dan Simulasi Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Tahap keempat adalah post test yang dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan Pada tahap ini, peserta diberikan tes akhir terkait materi yang telah dipelajari. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan peserta meningkat dibandingkan sebelum Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Gambar 3. Tim Pengabdian dan peserta pelatihan KESIMPULAN Secara keseluruhan, hasil evaluasi memperlihatkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis dan membangun keyakinan mereka untuk mengelola usaha secara lebih bijak. Dengan demikian, program pengabdian kepada masyarakat ini dapat dikatakan efektif dalam memperkuat keterampilan sebagai bekal wirausaha siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya khususnya dalam aspek literasi dan manajemen keuangan UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Sekolah dan jajaran guru SMK Negeri 8 Palangka Raya atas dukungan yang diberikan, kepada para siswa yang berpartisipasi aktif, serta seluruh panitia dan tim pelaksana yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi. Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pengelolaan keuangan dan menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan diri sebagai wirausahawan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA