Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN BEBAN GEMPA SNI 1726-2019 DIKOTA BALIKPAPAN Julianto Pipin Sakulok1. Shofwan Donny C2. Yoanita Eka Rahayu3. Reynaldo Pratama Intan4 1,2,3,4 Universitas Widya Kartika Abstrak Jembatan adalah suatu prasarana transportasi darat yang dapat dilalui oleh kendaraan atau pejalan kaki untuk melintasi medan yang sulit seperti sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api, dan sebagainya. Proyek pembangunan jembatan ini merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam arus transportasi masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat khususnya. Hal ini tentu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik jika infrastruktur yang ada juga dalam kondisi baik. Dalam perencanaan struktur atas jembatan ini dilakukan analisis terhadap kekuatan struktur atas jembatan beton bertulang terhadap beban berdasarkan SNI 1725-2016 tentang pembebanan untuk jembatan, dan beban gempa sesuai SNI 1726-2019 yang mengatur tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Setelah dilakukan perhitungan dan evaluasi pada perencanaan tiang sandaran digunakan tulangan lentur 4yo8 dan tulangan geser digunakan yo8 - 100 mm. Pada perencanaan plat kantilever lantai jembatan, dengan panjang lengan 85 cm dan tebal plat 20 cm dipakai tulangan D13 - 100 mm. pada perencanaan plat bagian dalam (Inner Sla. dipalai tulangan lentur arah x digunakan D29-150 mm. Tulangan lentur arah y digunakan D29 - 150 mm. Pada perencanaan girder, tinggi girder . 80 cm, lebar . 40 cm, lebar sayap TGirder . 2300 mm, tinggi efektif T-Girder 650 mm. Tulangan lentur digunakan 10D32 dengan tulangan tekan digunakan 3D32. Tulangan geser D12-150 mm. Ditambah tulangan susut untuk memperkuat struktur, digunakan 3D12. Pada perencanaan diafragma, dimensi direncanakan 40 x 40 cm, digunakan tulangan lentur 6D16. Diberi tulangan geser D12-150 mm sebagai pengikat. Kata kunci : Jembatan, tiang sandaran, plat lantai, girder, diafragma Abstract A bridge is a land transportation infrastructure that can be passed by vehicles or pedestrians to cross difficult terrain such as rivers, lakes, highways, railways, and so on. This bridge construction project is a very important work in the transportation flow of the people of West Balikpapan District in particular. This certainly affects the economic growth of the local This activity can run well if the existing infrastructure is also in good condition. planning the upper structure of this bridge, an analysis was carried out on the strength of the upper structure of the reinforced concrete bridge against loads based on SNI 1725-2016 concerning loading for bridges, and earthquake loads in accordance with SNI 1726-2019 which regulates earthquake resistance planning procedures for building and non-building structures. After calculations and evaluations were carried out on the backrest pile planning, 4yo8 bending reinforcement was used and sliding reinforcement was used yo8 - 100 mm. In the planning of the bridge floor cantilever plate, with an arm length of 85 cm and a plate thickness of 20 cm. D13 100 mm reinforcement is used. in the inner plate planning (Inner Sla. headed x-direction bending reinforcement used D29 - 150 mm. Y-direction bending reinforcement is used D29 150 mm. In girder planning, girder height . 80 cm, width . 40 cm. T-Girder wingspan . 2300 mm, effective height T-Girder 650 mm. Bending reinforcement is used 10D32 with compressive reinforcement is used 3D32. Shear reinforcement D12-150 mm. Plus shrinkage reinforcement to strengthen the structure, 3D12 is used. On the planning of the diaphragm, dimensions are planned 40 x 40 cm, 6D16 bending reinforcement is used. Given D12-150 mm sliding reinforcement as a fastener. Keywords : Bridge, backrest, floor plate, girder, diaphragm Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 T11-1 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki wilayah yang cukup besar serta memiliki populasi yang cukup besar didunia. Salah satu tujuan utama yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan pada daerah tertinggal adalah pembangunan infrastruktur transportasi. Untuk memungkinkan ketersediaan akses semaksimal mungkin terhadap kebutuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur saat ini yang menjadi fokus utama. Salah satu jenis infrastruktur transportasi yang umum digunakan adalah jalan dan jembatan. maka diperlukan perhatian yang signifikan untuk mempercepat pembangunannya. Pembangunan jembatan ini merupakan pekerjaan yang berguna dalam arus transportasi masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat, khsusnya pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi saja tetapi jembatan ini juga digunakan sebagai akses langsung untuk menjangkau sekolah di daerah ini. Dengan pembangunan jembatan ini, proses mobilisasi masyarakat menjadi lebih lancar dan aman. Di berbagai negara yang rentan terhadap gempa bumi, indonesia adalah salah satunya. Proses perencanaan secara garis besar dipengaruhi oleh kondisi ini. Dengan demikian Badan Standar Nasional Indonesia mengeluarkan standar terbaru yang mengatur proses perencanaan tahan gempa baik untuk struktur bangunan gedung maupun non-bangunan gedung yang diatur dalam SNI 1726-2019, dan SNI 1725-2016 yang mengatur pembebanan untuk jembatan. Oleh sebab itu, pada penelitian ini akan direncanakan dan dianalisa kekuatan struktur atas jembatan beton bertulang berdasarkan beban yang bekerja sesuai SNI 1725-2016 dan beban gempa sesuai SNI 1726-2019. METODE PENELITIAN 1 Umum Penelitian dilakukan pada struktur jembatan beton bertulang yang direncanakan berdasarkan SNI 1725 - 2016 tentang pembebanan untuk jembatan dan SNI 1726 Ae 2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non 2 Data struktur A Lokasi Proyek : Kampung Baru. Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur A Kelas Jembatan : Jembatan Kelas B A Konstruksi Jembatan : Jembatan Beton Bertulang A Mutu beton : 30 Mpa A Mutu baja : 280 Mpa A Bentangan jembatan : 20 m A Lebar trotoar :1m A Lebar lantai jembatan : 7 m A Balok girder : 40 x 80 cm A Balok diafragma : 40 x 40 cm A Tebal lantai jemban : 20 cm 3 Tahapan penelitian Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 T11-2 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Mulai Studi Literatur Pengumpulan Data : Data spesifikasi jembatan Pembebanan Jembatan : - Beban Mati - Beban Hidup - Beban Truk - Beban Lajur AuDAy - Beban Rem - Beban Gempa - Beban Angin Analisis Beban NOT OK Perhitungan Tiang Sandaran Perhitungan Tulangan Plat Lantai Perhitungan Tulangan Balok . emanjang dan melintan. Kontrol Kekuatan Struktur - Lendutan - Gaya geser Kesimpulan dan saran Selesai Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 T11-3 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PEMBAHASAN DAN HASIL Perencanaan Tiang Sandaran Beban tiang sandaran Tabel 1 Beban tiang sandaran Beban Momen Geser Berat 200 N. Penulangan Tiang sandaran Tabel 2 Hasil perhitungan tulangan tiang sandaran Tipe Kolom Dimensi 20 x 15 cm Tul. Utama 4yo8 Tul. Geser yo8 Ae 10 cm Perencanaan Plat Kantilever Beban plat kantilever Tabel 3 Beban plat kantilever Keterangan Momen lentur Gaya geser Berat 12 Nm Perhitungan baja tulangan Tabel 4 Penulangan plat kantilever Tipe Tul. Atas Tul. Bawah Tul. Arah X D13 - 100 D13 - 100 Tul. Arah Y D13 - 100 D13 - 100 Perencanaan Plat Bagian dalam Analisi Beban Plat Tabel 5 Beban plat Jenis Beban Beban mati Beban hidup Beban rencana terfaktor Berat . Nm. Penulangan Tabel 6 Penulangan plat bagian dalam Tipe Tul. Atas Tul. Bawah Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 Tul. Arah X D 29 Ae 150 D 29 Ae 150 Tul. Arah Y D 29 Ae 150 D 29 Ae 150 T11-4 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Perencanaan Balok Analisi Beban Balok Tabel 7 Beban balok Girder dan Diafragma Beban Girder Berat Sendiri (MS) Beban Mati Tambahan (MA) Beban Lajur "D" (TD) Beban Truk "T" (TT) Gaya Rem (TB) Beban Angin (EW) Pengaruh Temperatur (ET) Beban Gempa (EQ) Beban Diafragma Beban sendiri QMS Beban mati tambahan QMA Beban truk Berat . Berat . Momen . Momen . Geser . N) Geser . N) Keterangan: Momen dan gaya geser pada balok girder diambil nilai terbesar antara beban "D" dan beban "T". Gaya geser maksimum akibat beban. T VTT = 292. 11 kN Momen maksimum akibat beban. D MTD = 1863. 6 kNm Kombinasi Pembebanan Kombinasi beban dan faktor yg ditinjau hanya pada kombinasi beban Ekstrim 1, karena pada kombinasi beban yang ada perhitungan beban gempa dengan nilai faktor bebannya sebesar: 1. Tabel 8 Kombinansi beban ultimit Girder dan Diafragma Keterangan Balok girder Balok Diafragma Momen . Geser . N) Penulangan Tabel 9 Penulangan Girder dan Diafragma Keterangan Balok Girder Balok Diafragma Dimensi 40 x 80 cm 40 x 40 cm Tulangan Tul. Lentur Tul. Tarik 10D32 3D32 6D16 Tul. 3D12 Tulangan Geser D12-15 cm D12-150 cm Rekapitulasi Pembesian Struktur Balok jembatan Berikut hasil rekapitulasi penulangan struktur balok berdasarkan hasil analisis dan perhitungan struktur balok. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 T11-5 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 10 Rekapitulasi tulangan balok JENIS BALOK Balok Girder Balok Diafragma TINGGI (CM) LEBAR (CM) TULANGAN Lentur Tekan Sengkang Susut Lentur Geser JUMLAH TULANGAN DIAMETER (MM) D32 D32 D12-150 mm D12 D16 D13-150 mm KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berikut adalah kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan pada Pada perencanaan tiang sandaran digunakan tulangan lentur 4yo8 dan tulangan geser digunakan yo8-150 mm. Pada perencanaan plat kantilever lantai jembatan, dengan panjang lengan 85 cm dan tebal plat 20 cm dipakai tulangan D13 - 100 mm. Pada perencanaan plat bagian dalam (Inner Sla. dipakai tulangan lentur arah X digunakan D29 - 150 mm. Tulangan lentur arah Y digunakan D29 - 150 mm. Pada perencanaan girder, tinggi girder . 80 cm, lebar . 40 cm, lebar sayap T-Girder . 2300 mm, tinggi efektif T-Girder 650 mm. Tulangan lentur digunakan 10D32 dengan tulangan tekan digunakan 3D32. Tulangan geser D12 - 150 mm. Ditambah tulangan susut untuk memperkuat struktur, digunakan 3D12 Ada perencanaan balok diafragma dengan dimensi 40 x 40 cm digunakan tulangan lentur 6D16 serta tulangan geser D12 - 150 mm sebagai pengikat. Saran Berikut adalah saran yang disimpulkan penulis pada skripsi ini: Dalam mengevaluasi perhitungan pada struktur atas jembatan harus memperhatikan dan mengamati setiap tahapan- tahapan secara teliti agar mendapatkan hasil yang Pada perencanaan dan perhitungan selalu memperhatikan dan mengacu pada normanorma yang telah ditetapkan oleh badan standarisasi nasional (SNI). Pada perencanaan berikutnya disarankan untuk perhitungan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, dikarenakan pada skripsi ini penulis hanya merencakan struktur atas jembatan saja. DAFTAR PUSTAKA