Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 Kompetensi Universitas Balikpapan DISKRIMINASI PEREMPUAN PADA BERITA PELECEHAN SEKSUAL DI PORTAL BERITA ONLINE LIPUTAN 6. COM Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 Universitas Balikpapan1,2,3,4 pos-el: ary. musdolifah@uniba-bpn. id1, rika@uniba-bpn. id2, nurliani. maulida@uniba-bpn. sesimarselina09@gmail. ABSTRAK Diskriminasi terhadap perempuan menjadi satu hal yang rumit karena menjadi kekhasan bagi perempuan. Salah satu bentuk diskriminasi adalah diskriminasi gender. Diskriminasi gender khususnya pelecehan seksual mencerminkan ketimpangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan diskriminasi terhadap perempuan dalam berita mengenai pelecehan seksual di portal berita online. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah portal berita online Tribunnews. com dan Liputan6. com yang memuat 4 berita yang terkait dengan pelecehan seksual terhadap perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyimak dan mencatat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah adanya diskriminasi gender khususnya perempuan dalam bentuk kekerasan fisik dan non fisik. Kekerasan fisik dalam 4 berita tersebut adalah adanya sentuhan fisik dari laki-laki terhadap perempuan. Selain itu, bentuk kekerasan non fisiknya adalah tuturan verbal yang berupa sindiran terhadap perempuan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca terkait kekerasan seksual sehingga dapat diambil tindakan yang efektif untuk melindungi hak-hak perempuan dan mengatasi permasalahan diskriminasi yang Kata Kunci: Diskriminasi. Analisis Wacana Kritis. Perempuan. ABSTRACT Discrimination against women is complicated because it is peculiar to women. One form of discrimination is gender discrimination. Gender discrimination, especially sexual harassment, reflects the power imbalance between men and women. The purpose of this study was to describe discrimination against women in news about sexual harassment on online news portals. This type of research is descriptive qualitative. The source of this research data is the online news portal Tribunnews. com and Liputan6. com which contains 4 news related to sexual harassment of women. The data collection technique used in this study was listening and taking notes. This research data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusions. The result of this study is the existence of gender discrimination, especially women in the form of physical and non-physical violence. Physical violence in the 4 news is the physical touch of men against women. In addition, the form of non-physical violence is verbal speech in the form of satire against women. The results of this research are expected to provide information and knowledge to readers related to sexual violence so that effective actions can be taken to protect women's rights and overcome the problems of discrimination that occur. Keywords: Discrimination. Critical Discourse Analysis. Women. PENDAHULUAN Wacana adalah bagian dari bahasa yang lebih besar dari kalimat, sering kali dalam bentuk unit yang koheren, dan memiliki tujuan atau konteks tertentu. Wacana adalah satuan bahasa yang tercipta Vol. No. Juni 2024 dari kata-kata sehingga dapat digunakan untuk berkomunikasi dalam lingkungan Wacana memiliki ide, konsep atau efek pada teks tertentu (Zamzuardi, & Syahrul, 2. Analisis wacana ialah suatu kajian yang menganalisis suatu Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 wacana dalam bentuk lisan maupun tulis. Salah satu perspektif dalam menganalisis wacana adalah sudut pandang kritis yang dikenal dengan istilah analisis wacana kritis. Analisis wacana kritis adalah suatu upaya interpretasi atau proses penafsiran terhadap sebuah teks yang akan diinvestigasi (Firmansyah, 2. Analisis wacana menggunakan bahasa untuk menganalisis sebuah teks, namun di analisis sedikit berbeda bukan hanya dari aspek kebahasaan melainkan menghubungkan sebuah konteks (Eriyanto, 2. Analisis wacana kritis ini cocok untuk digunakan dalam penelitian portal berita online karena analisis wacana kritis bertujuan untuk menjelaskan teks yang akan dipelajari dan juga menganalisis teks. Portal berita online berisi tentang media massa untuk berbagi ide dan minat. Media ini berbentuk situs web yang menyajikan berita dan informasi terkini tentang berbagai jenis acara. Portal berita online merupakan saluran media yang secara profesional diatur sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Pasal 12. Dalam hal ini, portal berita online dianggap sebagai entitas pers yang merupakan badan hukum, mencantumkan nama perusahaan pers, alamat, dan orang yang bertanggung Sehubungan dengan informasi berita, sebagai alat jurnalistik, portal berita online diwajibkan mematuhi UndangUndang Jurnalistik, prinsip etika jurnalistik, dan mengikuti pedoman pelaporan media Ketika berita itu diterbitkan di portal berita online, maka berita tersebut harus disetujui dan harus memenuhi prinsip akurasi serta keseimbangan (Juditha, 2. Dengan adanya portal berita online, kita dapat mengetahui tentang berbagai informasi-informasi dan berita-berita Salah satunya kasus dalam kehidupan adalah pelecehan seksual. Pelecehan seksual termasuk dalam salah satu bentuk diskriminasi. Diskriminasi merujuk pada tindakan berperikemanusiaan yang mengisolasi individu atau kelompok berdasarkan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan perbedaan dalam ras, etnis, agama, dan kelas sosial (Mubarrak & Kumala, 2. Ini mencakup sikap dan perilaku yang melanggar prinsip Hak Asasi Manusia. Contoh-contoh diskriminasi melibatkan perbedaan gender, diskriminasi agama, dan diskriminasi ras. Diskriminasi gender atau ketidakadilan merupakan adanya perbedaan sikap dan perilaku berdasarkan jenis kelamin, seperti pelecehan seksual terhadap perempuan, pornografi, dan kekerasan fisik oleh suami terhadap istrinya. Diskriminasi agama dapat diartikan dengan memandang rendah seseorang atau kelompok karena setiap agama memperlakukan orang secara berbeda-beda karena apa yang mereka yakini atau mereka percayai. Diskriminasi ras adalah salah satu masalah sosial yang masih dibicarakan di masyarakat. Masalah ini bermula dari ketidakmampuan mengenali atau menerima berbagai perbedaan baik itu penampilan fisik, warna kulit, warna rambut, bentuk tubuh, dan lain sebagainya (Ridwan & Aslinda, 2. Dari ketiga contoh diskriminasi tersebut, penelitian ini menggunakan diskriminasi gender untuk mendeskripsikan diskriminasi perempuan dalam berita pelecehan seksual dalam Portal Berita Online. Diskriminasi gender adalah perlakuan yang tidak setara yang ditujukan pada jenis kelamin tertentu. Misalnya, perempuan diberikan status yang lebih rendah, membuat mereka mengalami kesulitan dalam memperoleh Pendidikan yang lebih tinggi dan hidup mandiri (Hosang & Bhui. Suatu contoh dari proses penghasilan antara perempuan dan laki-laki, yang disebabkan oleh persepsi bahwa perempuan hanya dianggap sebagai pencari nafkah (Andayani & Afandi, 2. Salah satu bentuk diskriminasi gender lainnya adalah pengucilan, yaitu: proses eksklusif yang dialami oleh kelompok tertentu akibat menimbulkan kemiskinan bagi kelompok (Andayani Afandi, 2. Selain itu, contoh diskriminasi lainnya adalah pelecehan seksual yang Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 terjadi pada perempuan, baik dewasa, remaja maupun anak-anak. Pelecehan seksual merupakan aktivitas seksual dimana organ seksual atau seksualitas dipengaruhi secara fisik maupun non fisik sampai korban merasa tidak demikian, kebanyakan perempuan yang mengalami pelecehan seksual dihina bahkan diancam. Korban pelecehan memiliki dampak negatif seks, yaitu depresi, kesedihan, kenajisan, ketakutan, percaya diri rendah, sulit mengendalikan emosi dan mengganggu dirinya sendiri. Hal ini tentu saja mengganggu/mencegah kesejahteraan dan keselamatan korban pelecehan seksual. Dampak dari terjadinya pelecehan seksual mempengaruhi korban dalam mengambil sebuah keputusan. Situasi ini menciptakan kesulitan bagi korban untuk mengambil keputusan apakah akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang atau tidak. Korban mengalami beberapa tahap reaksi psikologis, seperti gejala somatik, gangguan kinerja, kekhawatiran, serta pertimbangan untuk melaporkan insiden pelecehan seksual tersebut atau tidak (Trihastuti & Nuqul, 2. Dapat dikatakan bahwa tidak adanya kesetaraan gender karena hanya satu pihak yang mengalami kerugian dan mendapatkan ketidakadilan. Prinsip kesetaraan gender menyiratkan bahwa baik perempuan maupun laki-laki seharusnya memiliki status dan kondisi yang setara, memungkinkan mereka untuk sepenuhnya menikmati hak asasi manusia dalam konteks keberlangsungan rumah tangga secara rasional. Perempuan kini tidak hanya memiliki satu peran saja melainkan peran ganda. Arti lainnya adalah bahwa ibu rumah tangga berperan tidak hanya disektor domestik tetapi juga disektor publik, seperti pedagang keliling, petugas kebersihan, pembantu rumah tangga, pekerja bar, pekerja pabrik, petani dan pekerja konstruksi. Adanya anggapan sosial bahwa perempuan harus mengurus rumah tangga merupakan anggapan stereotip dimana ketika perempuan bekerja di luar Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan maka akan menggangu keharmonisan rumah tangga (Sarina & Ahmad, 2. Penelitian ini menggunakan teori Sara Mills karena dianggap cocok untuk mendeskripsikan diskriminasi terhadap perempuan melalui pelecehan seksual. Penggunaan teori ini bertujuan untuk melakukan analisis wacana yang terkait dengan kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam perspektif feminisme terhadap perempuan, serta mengungkapkan bagaimana citra perempuan tercermin dalam teks wacana. Teori ini menekankan perhatian terhadap bagaimana pembaca dan penulis diposisikan dalam suatu teks. Selain itu, teori Sara Mills juga dapat digunakan untuk menganalisis teks berita yang membahas kasus kekerasan atau pelecehan yang dialami oleh perempuan (Eriyanto. Dalam kasus di Indonesia, kekerasan seksual setiap tahun meningkat, tidaklah hanya orang dewasa melainkan juga remaja bahkan merambah ke anak-anak. Kekerasan terhadap perempuan adalah suatu tindakan kejahatan yang meluas yang dapat terlaksana di ranah publik maupun (Seputro Elisabeth, 2. Diskriminasi terhadap perempuan muncul karena adanya perbedaan gender. Faktanya, perbedaan gender tidak menjadi masalah hingga menimbulkan tindakan Diskriminasi merupakan sistem dan struktur yang membentuk manusia menjadi korban untuk memahami perbedaan gender dapat Bisa dilihat dari berbagai Padahal, perbedaan gender bukanlah sebuah masalah selama tidak Tapi masalahnya tidak sesederhana itu, dari perbedaan gender dapat melahirkan perbedaan diskriminasi terhadap laki-laki maupun perempuan. Diskriminasi terhadap perempuan merujuk pada suatu sistem dan struktur di mana baik laki-laki maupun perempuan mengalami perlakuan tidak adil (Pratiwi et al. , 2. Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 Media sangatlah penting karena media dianggap menjadi alat serta sarana untuk menyampaikan pesan kepada publik. Tersedia ratusan saluran media di antaranya adalah televisi, internet maupun media online yang dapat memberi akses untuk menyesuaikan masyarakat. Penggunaan saluran itu bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan informasi (Pratiwi et al. , 2. Sebuah media harus dapat menyajikan informasi yang Kisah mengenai pelecehan seksual yang sering kali di alami oleh perempuan dapat disajikan dengan cara yang bereda-beda dalam percakapan. Eksploitasi terhadap perempuan dewasa ini terjadi dan di sajikan secara kompleks dan indah, salah satu penyajiannya ialah melalui wacana dan kemudian diekspresikan di jejaring sosial. Perempuan dalam media sosial di posisikan sebagai visual yang menarik perhatian tetapi juga terabaikan. Jika dibiarkan, ini dapat memperkuat permasalahan antar dua gender yakni perempuan dan laki-laki yang berkontribusi pada permasalahan Perbedaan gender ketika perempuan menjadi korban (Zamzuardi & Syahrul, 2. Rahmayani dan rekan-rekannya . telah melakukan penelitian yang relevan tentang diskriminasi gender dengan judul "Diskriminasi Gender dalam Novel Perempuan Terpasung Karya Hani Naqshabandi: Kajian Feminisme Sastra". Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel tersebut mengalami berbagai bentuk diskriminasi, stereotip, dan kekerasan. Diskriminasi yang paling mencolok terlihat dalam bentuk stereotip, di mana perempuan dianggap hanya memiliki tugas untuk melayani suami dan terbatas pada pekerjaan domestik atau rumah tangga. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Putri. Dianastiti, dan Sumarlam . berjudul "Narasi Korban Perkosaan pada Pemberitaan di Media Daring RRI Samarinda: Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills". Berdasarkan analisis wacana Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan kritis menggunakan model Sara Mills, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemberitaan online RRI Samarinda, korban perkosaan sering kali dipolitisasi dan dimanfaatkan sebagai bahan pencitraan. Berbagai kekerasan seksual, pemaksaan pernikahan, trauma, dan peristiwa pemerkosaan menjadi bagian dari narasi yang disajikan dalam berita tersebut. Penelitian berikutnya dilaksanakan oleh Widiyanigrum . dengan judul "Analisis Wacana Sara Mills Terkait Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan". Topik yang kerap dijumpai dalam media massa, baik versi cetak maupun digital, adalah pemberitaan mengenai kekerasan terhadap perempuan. Penelitian lainnya dilakukan oleh Fitrananda "Representasi Gender dalam Berita Kriminal di Tribun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berita yang Tribun. com, korban kekerasan seksual selalu diidentifikasi sebagai perempuan. Dalam konteks ini, ketidaksetaraan gender semakin memudarkan peran perempuan, yang tercermin melalui penggunaan nama samaran, asosiasi dengan profesi bidan, dan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik. Menjadi perempuan di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Ini terjadi karena perempuan di Indonesia masih sering mengalami perlakuan yang tidak adil dari masyarakat, terutama oleh laki-laki. Situasi ini dipengaruhi oleh persepsi bahwa laki-laki dianggap lebih kuat dibandingkan perempuan dalam berbagai aspek, termasuk politik, pendidikan, lingkungan kerja, dan Pandangan ini menembus elemen budaya di mana masyarakat terus percaya pada kontrol eksklusif laki-laki dibanyak bidang yang menyebabkan akses dan peluang yang tidak setara bagi perempuan untuk maju di bidang ini. Budaya tersebut disebut dengan budaya Budaya patriarki yang sudah berlangsung lama ini telah melahirkan perilaku diskriminatif oleh individu dan Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 kelompok terhadap perempuan yang Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dipaparkan tersebut, maka kebaruan dalam penelitian ini terletak pada subjek Penelitian menggunakan portal berita online Tribunnews. Tribun. Tirto. RRI Samarinda, dan novel sebagai subjek Sementara itu, penelitian ini menggunakan Liputan6. com sebagai subjek penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai diskriminasi yang dialami oleh para perempuan di berbagai bidang kehidupan, seperti dalam pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Penelitian ini juga dapat menyediakan data yang bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, sehingga dapat diambil tindakan yang efektif untuk melindungi hak-hak perempuan dan mengatasi permasalahan diskriminasi yang METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode Kualitatif Deskriptif. Dalam pendekatan Kualitatif Deskriptif, peneliti sendiri mengarah pada upaya generalisasi (Rahmayanti et al. , 2. Dalam penelitian ini, diperoleh informasi deskriptif berupa kata-kata dari sumber yang diamati dan dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan diskriminasi terhadap perempuan dalam liputan berita tentang pelecehan seksual di portal berita online dengan menerapkan analisis wacana kritis Sara Mills. Data yang menjadi fokus analisis melibatkan kata-kata yang terdapat dalam empat berita terkait pelecehan Sumber data untuk penelitian ini terdiri dari tiga berita di Liputan6. dan satu berita dari Tribunnews. Data yang terkumpul melalui teknik pengumpulan data menyimak dan mencatat akan dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles & Huberman Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan (Sugiyono, 2. yang mencakup tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini dan "Diskriminasi Perempuan dalam Liputan Berita Pelecehan Seksual di Portal Berita Online" menggunakan pendekatan wacana kritis Sara Mills, yang melibatkan Subjek. Objek, dan Posisi pembaca. Temuan dari penelitian ini mengidentifikasi empat berita mengenai pelecehan seksual yang terdapat dalam media masa, termasuk di Liputan6. Tribunnews. Selanjutnya, berikut adalah analisis rinci mengenai beritaberita tersebut. Berita 1 Media Online : Liputan 6. Tanggal Berita : 4 Maret 2023 Waktu Berita : 11. 00 WIB Judul Berita Gadis Belia di Indra Giri Hulu Dicabuli Kakak Ipar Sejak Kelas 4 SD . ttps://w. com/regional/rea d/5221419/gadis-belia-di-indragirihulu-dicabuli-kakak-ipar-sejak-kelas-4s. Berita tersebut berisi tentang pelecehan seksual yang terjadi di rumah kakak korban tepatnya di Pekanbaru. Kecamatan Rengat Barat. Kabupaten Indragiri Hulu. Diketahui bahwa pelaku berinisial SR melakukan pencabulan kepada gadis belia berumur 12 tahun. Korban tinggal bersama kakaknya karena kedua orang tuanya sudah SR merupakan abang ipar Peristiwa tersebut terjadi ketika korban hidup bersama kakaknya. mulai melakukan aksinya ketika korban sendirian di Korban mendapatkan pelecehan seksual dan ancaman dari SR sehingga korban tidak berani buka mulut. Pencabulan itu terjadi sejak korban kelas empat sekolah Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 dasar hingga korban berusia dua belas Korban akhirnya melapor ke polisi karena sudah tidak tahan. "Ibunya ini merupakan tenaga kerja Indonesia di Malaysia", kata Misran. Rabu petang, 1 Maret 2023. Beberapa bersama kakaknya, abang bertingkah aneh. Hingga suatu hari, korban sendiri di rumah dan kakaknya sedang "Suami kakaknya ini atau abang ipar mulai melakukan perbuatan tak senonoh", ucap Misran. Pada berita 1 tersebut, subjek cerita sepenuhnya adalah Kasubsi Perimas Aipda Misran. Beliau ditunjuk oleh Kepala Polres Indragiri Hulu Ajun Komisariat Besar Dody Wirawijaya untuk memberikan informasi kepada Misran menempati posisi subjek karena menceritakan kejadian keterangan pelaku. Nasib malang menimpa gadis belia berumur 12 tahun di Kecamatan Rengat Barat. Kabupaten Indragiri Hulu. Sejak memasuki bangku kelas 4 sekolah dasar, anak di bawah umur pencabulan dari SR. bukan orang lain bagi korban pelecehan seksual ini karena merupakan abang Korban berani berbicara karena sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Posisi objek pada berita 1 adalah seorang remaja berumur 12 tahun yang merupakan korban pencabulan oleh abang iparnya. Korban mengalami pencabulan semenjak kelas empat sekolah dasar hingga berusia dua belas Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Atas dasar hal tersebut, maka korban adalah objek dalam berita. Dalam posisi pembaca, teks berita tersebut menempatkan pembaca kepada posisi pencerita yang merupakan pelaku. Hal tersebut dikarenakan peristiwa perspektif pelaku. Dengan demikian, korban tidak memiliki kesempatan untuk bercerita mengenai kondisi mental dan Berita 1 yang berjudul AuGadis Belia di Inragiri Hulu Dicabuli Kakak Ipar Sejak Kelas 4 SDAy tersebut merupakan berita pencabulan atau kekerasan seksual yang dialami oleh Perempuan yang mengalami kejadian tersebut masih dianggap sebagai fokus cerita atau menjadi pusat perhatian dalam berita tersebut. Dalam hal tersebut mengindikasikan bahwa masih ada sistem kekuasaan yang sepenuhnya dipegang oleh laki-laki. Situasi ini berdampak pada perspektif media yang masih memandang laki-laki sebagai subjek utama dan terus melihat perempuan sebagai objek atau sebagai Tanda yang muncul dalam berita 1 tersebut adalah penyebutan AuGadis BeliaAy. Tanda tersebut bermakna remaja atau muda sekali. Dengan demikian, pemahaman yang ingin diberikan kepada pembaca adalah korban adalah perempuan muda, cantik, dan segar yang identik dengan sesuatu yang indah. Diskriminasi gender yang terdapat pada berita 1 merupakan kekerasan fisik dan non fisik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pelecehan seksual yang dialami perempuan selama bertahun-tahun. Sementara itu, kekerasan non fisik yang dialami oleh korban adalah adanya ketidakterimaan korban atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku. Korban takut melapor ke polisi karena pelaku mengancam korban. Berita 2 Media Online : Liputan 6. Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 Tanggal Berita Waktu Berita Penulis Berita : 15 Februari 2023 : 11. 35 WIB : Putu Merta Surya Putra Judul Berita Seorang Jurnalis Diduga Alami Pelecehan Seksual Saat Liput Rakernas. Ini Penjelasan Partai Ummat . ttps://w. com/news/read/5 207519/seorang-jurnalis-diduga-alamipelecehan-seksual-saat-liput-rakernasini-penjelasan-partai-umma. Berita 2 membahas insiden pelecehan seksual yang terjadi di Asrama Haji Pondok Gede. Jakarta Timur dijelaskan bahwa pelaku pelecehan seksual masih belum diketahui secara jelas karena korban tidak melaporkan kepada polisi. Pelecehan seksual itu terjadi ketika korban mengejar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diwawancarai. Pada saat itu, suasana ricuh dan saling berdesak-desakan. Korban mengaku bahwa bagian belakang tubuhnya dicubit dan diremas oleh orang yang tidak "Awalnya, saya berusaha untuk mewawancarai Anies di dalam ruangan, tetapi Akhirnya, dilakukan di luar ruangan yang sudah dipenuhi oleh kader Partai Ummat dan situasinya sudah mulai Karena khawatir kehilangan barang-barang saya, tas saya ditempatkan di depan tubuh. Pada saat wawancara, saya terdorong dan terjepit, dan akhirnya, ada yang mencubit dan meremas bagian tubuh saya wartawan wanita tersebut saat dimintai konfirmasi. kemudian mempertanyakan com tidak segera Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan pelecehan seksual tersebut kepada panitia. Subjek pada berita 2 adalah korban yang merupakan seorang Korban dikatakan sebagai subjek karena korban menceritakan sendiri kronologis pelecehan seksual Korban belum melaporkan pelecehan tersebut kepada polisi, tetapi Juru Bicara Partai Ummat. Mustofa Nahrawardaya, pelecehan seksual telah terjadi. "Awalnya, saya berusaha untuk mewawancarai Anies di dalam ruangan, tetapi Akhirnya, dilakukan di luar ruangan yang sudah dipenuhi oleh kader Partai Ummat dan situasinya sudah mulai Karena khawatir kehilangan barang-barang saya, tas saya ditempatkan di depan tubuh. Pada saat wawancara, saya terdorong dan terjepit, dan akhirnya, ada yang mencubit dan meremas bagian tubuh saya wartawan wanita tersebut saat dimintai konfirmasi. kemudian mempertanyakan com tidak segera pelecehan seksual tersebut kepada panitia. Objek pada berita 2 adalah korban yang berprofesi sebagai seorang jurnalis. Korban dikatakan sebagai objek karena korban mengalami pelecehan seksual dari orang yang belum diketahui secara pasti karena suasana yang ricuh dan banyak orang-orang. Di sisi lain. Juru Bicara Partai Ummat. Mustofa Nahrawardaya, mengonfirmasi terjadinya Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 pelecehan seksual terhadap seorang jurnalis dalam rangkaian acara Rakernas Partai Ummat. Meskipun bahwa pelaku pelecehan seksual adalah kader Partai Ummat. Bahkan, adanya penyusup yang memakai atribut Partai Ummat "Tidak mungkin Partai Ummat seksual, kapan hal tersebut pernah terjadi oleh kader Partai Ummat? Itu pasti dilakukan oleh penyusup". Mustofa, dihubungi pada Selasa, 14 Februari 2023. Posisi pembaca dalam berita 2 tersebut adalah menempatkan posisi pembaca kepada pembaca laki-laki yang dibuktikan dengan adanya pembahasan atau pemberitaan yang didominasi dari sisi penyelenggara acara atau Rakernas Partai Ummat. Di sini pembaca diantarkan pada pemahaman jalannya kondisi dan kegiatan yang digelar bukan kepada kondisi korban yang mengalami pelecehan seksual. Berdasarkan hal tersebut, berita 2 ini Diskriminasi gender yang terdapat pada berita 2 termasuk dalam kekerasan fisik. Kekerasan fisik tersebut ditandai dengan pernyataan dari korban bahwa badan belakangnya dicubit dan diremas. Korban merasa dirampas kebebasannya sebagai seorang jurnalis yang sedang mencari berita. Pelaku memanfaatkan situasi yang ricuh tersebut untuk dapat melakukan pelecehan seksual kepada Berdasarkan perempuan masih diberitakan sebagai objek penceritaan. Adanya pelecehan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan seksual yang dialami korban dan tidak adanya kejelasan tindak lanjut untuk mencari pelaku pelecehan seksual menjadi bukti kekuasaan laki-laki. Pihak kejahatan lainnya seperti pencurian 11 gawai, charger, dan tas yang dialami oleh korban-korban lainnya. Hal tersebut, membuat bias kasus pelecehan seksual yang dialami korban. Berita 3 Media online : Liputan6. Tanggal berita : 24 Januari 2023 Waktu berita : 11:02 WIB Penulis Berita : Asnida Riani Judul Berita Kronologi Dugaan Kasus Pelecehan Seksual yang Dilakukan Petugas Kawah Ratu Gunung Salak Bogor Pelaku sudah bekerja di sana selama sekitar empat tahun, dan kita tidak tahu berapa banyak korban yang telah diakibatkannya", ungkap Irene". ttps://w. com/lifestyle/rea d/5187898/kronologi-dugaan-kasuspelecehan-seksual-yang-dilakukanpetugas-kawah-ratu-gunung-salakbogo. Berita 3 membahas kasus pelecehan seksual yang menimpa Caca dan Ima. Keduanya mengalami pelecehan berupa pengambilan foto secara rahasia pada bagian belakang . mereka, yang dilakukan oleh seorang petugas di Kawah Ratu. Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bogor. Jawa Barat. Pelecehan seksual tersebut terjadi ketika Irene melihat pelaku sedang membuat video Ima dan Caca. Irene melihat kumpulan foto dari gawai pelaku dan foto-foto tersebut semuanya fokus kepada area bokong. Dalam kronologinya, ia "Pada Minggu, 22 Januari 2023, sekitar pukul 09. 00, saya dan keluarga tiba di Kawah Ratu melalui jalur Pasir Reungit. Sebelum memulai Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 pendakian, saya. Caca. Ima, dan Atan pergi ke toilet yang berada di dekat situ. Tempat itu berlokasi tepat di " "Toilet tersebut dijaga oleh seorang penjaga toilet dan seorang petugas "Secara singkat, setelah Caca dan Ima selesai dari toilet, mereka duduk di sebelah mushola yang berada bersebelahan dengan Irene melanjutkan, "Kemudian, saya keluar dari toilet dan karena posisi saya berada di belakang pelaku, saya dapat dengan jelas Dia sedang mengambil foto Caca dan Ima yang saat itu sedang duduk di samping musala secara diam-diam. Saat itu, pura-pura melakukan video call, dan foto tersebut di-share di grup WhatsApp miliknya". "Tentu saja, saya tidak tinggal diam," kata korban pelecehan seksual tersebut. "Saya langsung menegur pelaku dan mengancam untuk melaporkannya ke pihak berwajib! Pelaku berusaha untuk membela diri dengan alasan bahwa dia hanya mengambil foto membagikannya di grup WhatsApp. Pikirkanlah, mengapa Anda melaporkan foto kegiatan padahal jelasjelas Anda fokus pada pengambilan gambar adikadik Irene melanjutkan, "Pada saat itu, foto yang baru saja di-share Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Namun, saya tetap "Dalam situasi yang sama, akhirnya saya memberi tahu Idan tentang kejadian ini. Tanpa ragu. Idan langsung pergi ke tempat kejadian untuk menghadapi pelaku. sana, saya menahan Idan agar tidak menggunakan Akhirnya. Idan hanya meminta saya untuk mengambil foto pelaku dan "Idan juga mengancam pelaku dan setelah memeriksa galeri foto pelaku, ternyata tidak ada lagi foto Caca dan Ima", lanjut Irene. "Setelah itu. Idan melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan " Irena mengatakan, "Pada saat itu, situasinya hampir tidak bisa dihindari untuk terjadinya bentrokan. Taza menahan pelaku dan menelusuri isi galerinya. Setelah memeriksa lebih rinci isi berkas yang baru terungkap? Pelaku telah belakang wanita, dengan fokus pada bagian bokong". "Dalam koleksi foto itu, salah satunya adalah foto saya!!! Ini bukan hanya satu puluhan bahkan ratusan foto Sangat menyakitkan! Subjek pada berita 3 tersebut adalah Irene. Irene adalah teman dari korban yang bernama Caca dan Ima. Irene sebagai subjek karena ia menceritakan kronologis pelecehan tersebut kepada Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 wartawan dan polisi. Irene menjadi saksi dari pelecehan tersebut. Dalam kronologinya, ia "Pada Minggu, 22 Januari 2023, sekitar pukul 09. 00, saya dan keluarga tiba di Kawah Ratu melalui jalur Pasir Reungit. Sebelum memulai pendakian, saya. Caca. Ima, dan Atan pergi ke toilet yang berada di dekat situ. Tempat itu berlokasi tepat di " "Toilet tersebut dijaga oleh seorang penjaga toilet dan seorang petugas "Secara singkat, setelah Caca dan Ima selesai dari toilet, mereka duduk di sebelah mushola yang berada bersebelahan dengan Irene melanjutkan, "Kemudian, saya keluar dari toilet dan karena posisi saya berada di belakang pelaku, saya dapat dengan jelas Dia sedang mengambil foto Caca dan Ima yang saat itu sedang duduk di samping musala secara diam-diam. Saat itu, pura-pura melakukan video call, dan foto tersebut di-share di grup WhatsApp miliknya". Objek dari berita 3 tersebut adalah Caca dan Ima. Mereka adalah korban dari pelecehan seksual yang dilakukan oleh petugas Kawah Ratu. Bentuk pelecehan yang dilakukan oleh petugas Kawah Ratu adalah difoto pada area Secara tidak langsung, mereka tidak menyadari bahwasanya mereka Mereka Irene menceritakan semua yang dilakukan oleh petugas Kawah Ratu. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Pembaca dari berita 3 ini diposisikan sebagai perempuan karena subjek dan objek adalah perempuan. Subjek yang merupakan saksi dan pencerita adalah perempuan, sedangkan korban adalah Ima dan Caca yang merupakan perempuan. Di sini pembaca diarahkan pada perspektif Irene bahwa Caca dan Ima mengalami pelecehan seksual dengan diambil foto diarea Dengan demikian, pembaca akan menyalahkan pelaku sebagai lakilaki dan mendukung korban Ima dan Caca. Berita 3 menggambarkan adanya diskriminasi gender yaitu kekerasan non Dikatakan demikian karena korban Ima dan Caca mengalami pelecehan seksual dengan diambil foto secara diam-diam oleh petugas Kawah Ratu. Berdasarkan hal tersebut, terdapat suatu pandangan perspektif dari pelaku yaitu adanya kekuasaan dirinya untuk bisa melakukan apa pun kepada perempuan khususnya di saat kondisi lemah dan tidak sadar. Adanya pelecehan seksual tersebut menandakan bahwa adanya pemahaman bahwa perempuan adalah objek seksualitas dan hiburan. Disebut dengan hiburan karena hasil foto dari pelaku teman-temannya Perempuan menjadi objek yang termajinalkan dan direndahkan. Berita 4 Media online : Tribunnews. Tanggal berita : 17 Maret 2023 Waktu berita : 04:40 WIB Penulis berita : Luhur Pambudi Judul berita Diduga Lecehkan Anak Buha. Oknum Kepala Unit Bank Pemerintah Dipolisikan dan Begini Pembelaan Pelaku . ttps://w. com/regional/ 2023/03/17/diduga-lecehkan-anakbuah-oknum-kepala-unit-bank33 Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 pemerintah-dipolisikan-dan-beginipembelaan-pelaku?page=. Berita 4 mengisahkan mengenai insiden pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AC, yang pada waktu kejadian menempati posisi sebagai kepala unit di sebuah bank berpelat merah di Kelurahan Kletek. Waru. Sidoarjo. Jawa Timur. AC melakukan pelecehan seksual kepada anak buahnya yang bekerja sebagai teller berinisial LOA berusia 28 tahun selama bulan April hingga Juni Pelecehan seksual ini terjadi saat korban berada di ruang kerja AC atau di meja kerja korban. AC melakukan pelecehan kepada LOA dengan memegang perut dan merangkul dari Selain itu, pelaku juga melakukan pelecehan seksual non fisik yaitu sindiran kepada korban tentang memompa ASI. Rayo Senggani Himawan, menjelaskan bahwa pelaku melakukan tindakan tidak senonoh tersebut dengan kewenangan saat masih menjabat sebagai kepala unit bank di Kelurahan Kletek. Waru. Sidoarjo. Pelaku modus operandi dengan tangan untuk berkas surat. Ketika mendekati posisi duduk korban, terlapor Perbuatan ini ruangan kerja, dengan memanggil atau mendekati korban yang sedang bekerja di meja pelayanan depan. Rayo Senggani Himawan menjelaskan, "Seperti saat meminta surat, dengan merangkul dari belakang Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan dan mengusap perutnya. Kejadian serupa terjadi di ruang kepala unit, dengan pegangan dari belakang, terutama karena korban mengenakan kerudung, dan mungkin ada tindakan di Iya, dia merasa dirangkul", ungkapnya saat diwawancarai oleh awak media di Mapolda Jatim pada Kamis . /3/2. Subjek dari berita tersebut adalah kuasa hukum korban yang bernama Rayo Senggani Himawan. Beliau menjadi subjek karena menceritakan kejadian kejahatan seksual yang dilakukan oleh pelaku secara rinci kepada media. Tindakan kejahatan yang dilakukan pelaku kepada korban adalah pelecehan fisik dan non fisik. Laporan ini diajukan oleh seorang wanita bernama LOA . , penduduk Waru. Sidoarjo. Kejadian pelecehan seksual ini terjadi ketika LOA masih bekerja di bawah pimpinan AC, mengundurkan diri dari Tindakan pelecehan yang dilakukan oleh AC terjadi antara bulan April hingga Juni 2022, selama LOA sebagai teller di kantor unit Waru. Sidoarjo. Objek pada berita 4 adalah korban yang berinisial LOA. Korban berusia 28 tahun dan telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh AC sebanyak 4 kali. Pelecehan yang dialami oleh LOA dilakukan di dalam area kantor, di depan kantor, dan saat kantor Pelecehan yang diterima oleh LOA adalah sentuhan fisik dan non fisik. Tersangka AC memberikan respons terhadap situasi Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 mengungkapkan beberapa aspek terkait kasus yang Pertama, dia mengakui bahwa status hukumnya sebelumnya sebagai saksi terlapor menjadi tersangka. Kedua, dia membantah tuduhan terkait tindakan kekerasan seksual tersebut. AC menyatakan bahwa dalam konteks tindakannya saat itu, yang melibatkan sentuhan pada korban, merupakan bagian dari candaan dan bermaksud untuk menciptakan suasana "Ketika itu, saya adalah atasan di tempat kerja tersebut. Mbak LO adalah teller. Saya hanya sebagai atasan. AuHarap berhati-hati. MbakAy. Pada waktu itu, saya hanya memberikan tepukan ringan di punggung atau bahu sambil bercanda. Hal itu dilakukan dalam suasana Di tempat kerja menciptakan suasana yang santai, dan itulah yang saya inginkan", ungkapnya saat TribunJatim. Posisi pembaca dalam berita ini adalah laki-laki dan perempuan. Pada berita tersebut pelaku atau AC memberikan alasan atas pelecehan seksual yang telah dia lakukan. AC memberikan pernyataan bahwa tindakan yang dia lakukan itu bukan bentuk pelecehan seksual, tetapi hanya sekadar hiburan dan menganggap bahwa Dengan demikian, adanya keseimbangan antara posisi pembaca perempuan dan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan laki-laki karena adanya kronologis pelecehan seksual yang dialami korban dengan sanggahan yang diberikan oleh Diskriminasi gender yang muncul dalam berita 4 tersebut adalah kekerasan fisik dan non fisik. Pelecehan seksual yang dialami oleh korban berinisial LOA adalah sentuhan fisik yaitu sentuhan dan rangkulan yang dilakukan oleh pelaku berinisial AC. Sementara itu, kekerasan non fisik yang diterima oleh korban adalah sindiran kasar tentang memompa ASI kepada korban yang secara kebetulan saat itu korban baru Berdasarkan kekerasan fisik dan non fisik yang diterima oleh korban LOA tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelaku AC sangat merendahkan Menganggap perempuan sebagai hiburan dan objek kesenangan. Pelaku tindakan dan tuturannya. Hal tersebut menandakan adanya kekuasaan yang laki-laki AC. mengganggap bahwa dia adalah laki-laki dan atasan sehingga anak buahnya di sini korban LOA harus menerima segala perilaku yang diberikan oleh pelaku. Kekerasan seksual atau pelecehan seksual merupakan isu yang rumit, tetapi penting untuk dibicarakan karena ada dimensi yang khas bagi seorang (Fitrananda. Anggapan bahwa pelaku sebagai laki-laki memiliki kuasa terhadap korban ketimpangan gender yang jelas. Pelaku sebagai laki-laki memiliki kuasa yang memegang kendali atas kondisi perempuan yang mengalami pelecehan Pelaku sebagai laki-laki memegang kendali terhadap korban sebagai perempuan dalam hal ekonomi, pengetahuan, dan juga kritik sosial. Hal tersebut menjadikan korban sebagai perempuan menjadi lemah. Hingga pada Ari Musdolifah1. Rika Istianingrum2. Nurliani Maulida3. Sesi Marselina4 akhirnya hanya sedikit dari korban sebagai perempuan yang mendapatkan keadilan dalam bidang hukum. Diskriminasi gender adalah salah satu hal yang nyata dalam kehidupan Permarginalan dalam lingkungan sosial dapat berupa pelecehan seksual atau kekerasan fisik dan juga dalam bentuk tuturan atau kekerasan non fisik. Banyak berita di media massa yang masih memosisikan perempuan sebagai objek bukan subjek. Hal tersebut menjadikan perspektif yang buruk terhadap perempuan karena perempuan tidak dapat bertindak sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, ketidakadilan gender ini menjadikan perempuan memiliki citra negatif akibat kekuasaan laki-laki yang menguasai media. Wacana adalah dibentuk melalui hubungan kata, frasa, klausa, dan kalimat (Rosita et al. , 2. Satuansatuan bahasa secara berurutan adalah huruf, kata, frasa, klausa, dan kalimat. Proses satuan bahasa tersebut, yaitu rangkaian huruf membentuk kata, rangkaian kata membentuk frasa, rangkaian frasa membentuk klausa, rangkaian klausa membentuk kalimat dan rangkaian kalimat membentuk Wacana mengacu pada konteks sosial penggunaan bahasa, yaitu nilai, ideologi, dan kepentingan (Silaswati. Wacana perlu ditafsirkan oleh pembaca . alam wacana tuli. atau pendengar . alam wacana lisa. Untuk menafsirkan maksud di balik wacana tersebut, muncullah kajian analisis wacana untuk mengungkap maksud tersembunyi dari subjek . yang membuat wacana. Analisis wacana dalam pandangan kritis mengungkapkan bahwa analisis wacana tidak dipusatkan kepada kebenaran atau ketidakbenaran struktur tata bahasa atau proses penafsiran, tetapi menekankan pada konstelasi kekuatan yang terjadi pada proses produksi dan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan (Eriyanto. Bahasa dalam pandangan kritis bukan hanya tentang penggambaran Bahasa dalam pandangan kritis memiliki fungsi untuk membentuk subjek, tema, dan strategi tertentu. Bahasa dalam analisis wacana kritis dikenal dengan analisis bahasa kritis . ritical linguisti. Substansi dari analisis bahasa kritis adalah melihat penggunaan gramatika atau tata bahasa dalam membawa posisi dan makna ideologi tertentu (Eriyanto, 2. Dalam analisis wacana pendekatan Prancis . rench discourse analysi. menghasilkan efek ideologi tertentu yang menempatkan posisi subjek dalam situasi tertentu (Eriyanto, 2. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills digunakan untuk melihat posisi penulis, pembaca, dan bagaimana seseorang ditempatkan dalam subjek tertentu berdasarkan ideologi melalui praktik kebahasaan dalam teks. KESIMPULAN Penelitian AuDiskriminasi Perempuan pada Berita Pelecehan Seksual di Portal Berita OnlineAy ini mengambil berita dari Liputan6. com dan Tribunnews. Dari 4 judul berita yang telah dijabarkan melalui analisis wacana kritis Sara Mills, maka dapat disimpulkan bahwa adanya perempuan dalam bentuk kekerasan fisik dan non fisik. Kekerasan fisik dalam 4 berita tersebut adalah adanya sentuhan fisik dari laki-laki terhadap perempuan. Selain itu, bentuk kekerasan nonfisiknya adalah tuturan verbal yang berupa sindiran terhadap perempuan. DAFTAR PUSTAKA