P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Financial Leverage. Corporate Governance dan Kepemilikan Publik terhadap Perataan Laba Rezky Eldy Naufal1. Maryati Rahayu2. Nastiti Edi Utami3 Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia YAI E-mail : rezky. naufal@upi-yai. id1, maryati. rahayu@upi-yai. utami@upi-yai. 1,2,3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial leverage, corporate governance dan kepemilikan publik terhadap perataan laba. Dengan purposive sampling diperoleh 19 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Penulisan ini menggunakan jenis data kuantitatif, dimana analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi logistik dengan sofware Eviews 9. Secara parsial variabel financial leverage berpengaruh positif terhadap perataan laba, corporate governance tidak berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap perataan laba. Secara simultan variabel financial leverage, corporate governance dan kepemilikan publik secara bersamaan berpengaruh terhadap perataan laba. Variabel independen dalam penelitian hanya mampu menjelaskan variabel dependen yaitu perataan laba sebesar 19,38% saja, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,62% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Financial Leverage. Corporate Governance. Kepemilikan Publik, dan Perataan Laba. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of financial leverage, corporate governance and public ownership on income smoothing. Using purposive sampling, 19 banking companies were listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2022 period. This writing uses quantitative data types, where data analysis is carried out using logistic regression analysis techniques with Eviews 9 software. Partially, the financial leverage variable has a positive effect on income smoothing, corporate governance has no effect on income smoothing, while public ownership has a negative effect on income Simultaneously the variables of financial leverage, corporate governance and public ownership simultaneously affect income smoothing. The independent variables in the study were only able to explain the dependent variable, namely income smoothing of 19. 38%, while the remaining 80. 62% was explained by other variables not examined in this study. Keywords: Financial Leverage. Corporate Governance. Public Ownership. Income Smoothing. PENDAHULUAN Ketatnya kompetisi di dunia usaha mendorong pihak manajemen bekerja lebih efektif dan efisien sehingga perusahaan mampu bertahan dan mengintensifkan kinerja manajemen untuk mendapatkan resultan yang optimal kepada perusahaan. Penilaian atas kinerja manajemen dapat terlihat Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dalam laporan keuangannya karena perusahaan yang menggambarkan situasi Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen perusahaan sebagai alat komunikasi yang dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan internal dan eksternal perusahaan (Hariyani, 2. Perusahaan dengan prespektif profit oriented, berupaya untuk meningkatkan laba pada setiap periodenya. Pihak manajemen tidak mengharapkan kondisi laba yang menunjukkan trend fluktuatif (Kurniawan et al. , 2. Perataan laba merupakan bagian dari manajemen laba, yang sering disebut dengan creative accounting, dimana proses normalisasi laba sengaja dilakukan oleh manajemen untuk mencapai suatu tingkat atau tujuan yang diinginkan dalam bisnis. Perataan laba sering dilakukan di Indonesia, misalnya di perusahaan perbankan Indonesia. Pada tahun 2018 PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melakukan revisi laporan keuangan tiga tahun terakhir yaitu tahun 2015, 2016 Tim investigasi menemukan modifikasi data kartu kredit di Bukopin yang dilakukan lebih dari 5 tahun yang lalu, lebih dari 100. 000 kartu. Modifikasi peningkatan tak terduga pada posisi kredit dan pendapatan berbasis komisi Bukopin. Uniknya, pemeriksaan dan audit selama bertahuntahun. Mulai dari audit internal Bukopin. Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai auditor independen. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran yang menangani kartu kredit, dan OJK sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengawasan perbankan . com, 2. Financial Leverage deskripsi aset perusahaan yang dapat Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 dibayar dengan hutang. Jika penggunaan hutang perusahaan besar maka akan semakin besar pula ancaman yang akan diperoleh investor, sehingga investor meningkatkan keuntungan yang lebih Apabila perusahaan memiliki utang yang relatif besar, tentunya risiko juga akan meningkat, hal tersebut akan menjalankan bisnis perataan laba yang dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan. (Nanda Ayunika & Yadnyana, 2. Forum Tata Kelola Perusahaan di Indonesia, mendefinisikan Corporate Governance sebagai seperangkat aturan yang menentukan hubungan antara pemegang saham, pengurus, kreditur, pemerintah, karyawan dan pemegang saham internal dan eksternal lainnya. Tata kelola perusahaan yang baik merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan pasar internasional dan jangka panjang yang lebih stabil (Makaryanawati & Milani. Mekanisme Corporate Governance perusahaan ditandai dengan kepemilikan manajemen, adanya komite audit dan komisaris independen. Komisaris independen adalah anggota komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen, anggota dewan komisaris pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis dan hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen untuk kepentingan Keberadaan independen dalam perseroan berfungsi sebagai penyeimbang dalam proses pemegang saham minoritas dan pihak lain yang terkait dengan perusahaan (Saragih, 2. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kepemilikan kepemilikan investor di luar manajemen dan tidak memiliki hubungan dengan Kepemilikan publik atas Besarnya investor individu di bawah 5%, sehingga investor tidak memiliki kendali atas Proporsi kepemilikan publik yang tinggi dalam suatu perusahaan akan menunjukkan tingkat pengendalian perusahaan oleh masyarakat juga lebih tinggi dibanding perusahaan lain. Hal pengawasan yang ketat dari para pemegang saham dan mengontrol kegiatan yang dilakukan manajemen, sehingga manajemen tersebut akan berpikir ulang untuk melakukan melakukan penyimpangan . erataan lab. LANDASAN TEORI 1 Agency Theory Perataan laba terkait dengan pendekatan teori keagenan sebagai teori Hubungan keagenan ini muncul ketika salah satu pihak . memberikan mandat kepada pihak lain . untuk bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal dan melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. (Scott, 2015:. menyatakan bahwa inti dari Agency Theory atau teori keagenan adalah merancang kontrak yang tepat prinsipal dan agen jika terjadi konflik Suatu kontrak kerja akan optimal jika kontrak tersebut memiliki menyeimbangkan antara prinsipal dan menunjukkan pelaksanaan kewajiban yang optimal oleh agen dan pemberian insentif atau imbalan khusus yang memuaskan dari prinsipal kepada agen. 2 Signaling Theory (Brigham & Houston, 2. mengatakan bahwa tindakan yang memberikan informasi kepada investor memandang peluang perusahaan. orang yaitu investor dan manajer memiliki informasi yang sama mengenai prospek perusahaan. Ini informasi simetris. Namun, pada memiliki informasi yang lebih baik daripada investor luar. Ini disebut informasi asimetris, dan memiliki efek penting pada struktur modal yang Ketika informasi diumumkan, hal pertama yang dilakukan investor adalah menganalisis apakah informasi tersebut merupakan sinyal baik . ood new. atau sinyal buruk . ad new. Oleh karena itu, informasi dari sinyal yang beredar dapat mempengaruhi tindakan yang diambil investor. 3 Perataan Laba Perataan laba umumnya dilakukan guna mencapai sasaran keuntungan yang ditetapkan oleh manajemen atau investor, dengan tujuan menghindari fluktuasi keuntungan yang dapat mengurangi kepercayaan investor dan menurunkan harga saham. Perataan laba manajemen laba yang digunakan untuk meminimalisir fluktuasi laba agar laba dalam suatu perusahaan cenderung stabil dari satu periode ke periode (Nanda Ayunika Yadnyana, 2. Tindakan Perataan Laba diuji dengan indeks Eckel. Yang dirumuskan sebagai berikut: Indeks perataan laba = yaycO OIya yaycO OIycI i )2 Oc(OIya Oe OIya yaycO = Oo : i OIya ycuOe1 Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 2 Oc(OIycI Oe OIycI i yaycO = Oo : OIycI ycuOe1 Dimana: CV OII : Koefisien Variasi untuk perubahan laba bersih CV OIS : Koefisien Variasi untuk perubahan pendapatan operasional OII : Perubahan laba bersih periode satu dengan periode sebelumnya OIS : Perubahan pendapatan operasional i : Rata-rata perubahan laba bersih OIya i : Rata-rata perubahan pendapatan OIycI n : Banyaknya tahun yang diamati Jika nilai Indeks Eckel > 1, maka perusahaan tidak melakukan perataan Jika nilai Indeks Eckel < 1, maka perusahaan melakukan praktik perataan laba, (Kurniawan et al. , 2. 4 Financial Leverage Financial leverage menunjukkan proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi. Perusahaan yang menggunakan modal sendiri 100%. Financial seberapa banyak asset yang dimiliki oleh perusahaan di pakai untuk membiayai utang. Abiprayu dalam (Riska et al. Financial Leverage dalam penelitian ini diukur dengan debt to total assets ratio. yayceycayc ycNycu ycNycuycycayco yaycycyceycyc = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci ycNycuycycayco yaycyceyc 5 Corporate Governance Corporate Governance dalam penelitian ini digunakan persentase Pengukuran variabel persentase dewan komisaris menunjukkan proporsi dari dewan komisaris yang berasal dari pihak luar . tehadap jumlah total dewan komisaris perusahaan. Jumlah komisaris independen harus dapat menjamin mekanisme Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 berjalan efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Salah satu komisaris independen harus memiliki latar belakang akuntansi (Komite Nasional Kebijakan Governance, 2. ycEyayaya = yaycycoycoycaEa yaycuycoycnycycaycycnyc yaycuyccyceycyyceycuyccyceycu yaycycoycoycaEa yaycuycoycnycycaycycnyc ycEyceycycycycaEaycaycaycu 6 Kepemilikan Publik Kepemilikan publik merupakan upaya untuk memperluas pasar saham pengaruh yang menguntungkan nilai saham perusahaan, menurut Carlson dan Bathala, dalam (Riska et al. , 2. Kepemilikan publik ini ditunjukkan dengan persentase saham yang dimiliki masyarakat yang dihitung dengan cara membandingkan jumlah saham yang dimiliki masyarakat dengan jumlah saham beredar perusahaan. Sehingga kepemilikan publik dapat dirumuskan sebagai berikut : yaycE = yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycEycycaycoycnyco ycNycuycycayco ycIycaEaycayco ycEyceycycycycaEaycaycaycu Kerangka Pemikiran Perumusan Hipotesis Menurut Sartono (Kurniawan et al. , 2. Financial Leverage penggunaan utang untuk membiayai Semakin besar utang perusahaan maka semakin besar pula risiko yang dihadapi investor sehingga keuntungan yang semakin tinggi. Dalam konteks perataan laba. Financial Leverage dapat digunakan dilaporkan melalui penggunaan utang yang dianggap sebagai biaya tetap, sehingga meningkatkan laba bersih. Penelitian (Kurniawan et al. , 2. menyatakan Financial Leverage tidak berpengaruh terhadap praktik perataan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. laba sedangkan (Putri & Budiasih, 2. Financial Leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba. H1 = Financial leverage berpengaruh terhadap perataan laba. Salah satu cara yang paling efisien untuk mengurangi konflik kepentingan antara principal-agent yaitu dengan mekanisme . internal dalam perusahaan yang meliputi pengendalian oleh dewan komisaris, dalam hal ini susunan dewan komisaris Corporate Governance dalam hal ini diukur dengan komisaris independen dapat membantu mencegah perataan laba dengan memberikan pengawasan yang ketat terhadap manajemen perusahaan. Hal ini dapat dilakukan melalui penetapan aturan dan prosedur pelaporan keuangan pengendalian internal dan eksternal yang kuat, serta peningkatan transparansi dan Dengan demikian, praktik perataan laba dapat diketahui dan dicegah sejak dini, sehingga dampak negatif terhadap keuangan perusahaan Penelitian mengenai Corporate Governance (Saragih, 2. menyatakan bahwa Corporate Governance berpengaruh terhadap perataan laba. Penelitian oleh (Makaryanawati & Milani, 2. dan (Marfuah, 2. juga menyatakan Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap perataan kinerja manajemen dalam menjalankan kegiatan operasional suatu perusahaan. Kepemilikan saham oleh publik dapat menyajikan laporan keuangan secara tepat waktu. Informasi yang dimiliki investor dalam struktur kepemilikan publik lebih terbatas, karena publik dianggap sebagai pemegang saham minoritas. Dalam konteks kepemilikan publik, perataan laba dapat menjadi masalah karena dapat menipu investor dan masyarakat umum tentang kinerja perusahaan. Praktik gambaran yang tidak akurat tentang kesehatan keuangan perusahaan, yang dapat menyebabkan investor membuat keputusan yang salah atau membeli saham dengan harga yang tidak wajar. Berdasarkan penelitian oleh (Riska et al. , 2. bahwa kepemilikan signifikan terhadap praktik perataan laba serta penelitian oleh (Putra & Suardana, 2. menyatakan bahwa kepemilikan publik berpengaruh terhadap praktik perataan laba. H3 = Kepemilikan publik berpengaruh terhadap perataan laba Berdasarkan kesenjangan, dan penelitian sebelumnya yang telah dijelaskan sebelumnya, kerangka kerja dikembangkan untuk membantu menjelaskan hubungan antar variabel yang dapat dilihat dalam gambar 1 berikut ini : H2= Corporate governance berpengaruh terhadap perataan laba. (Devina Ramadhani et al. , 2. menyatakan bahwa saham yang dimiliki oleh masyarakat dapat memengaruhi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Financial Leverage (X. Corporate Governance (X. Kepemilikan Publik (X. Perataan Laba (Y) Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber: Hasil olahan penulis . METODOLOGI Jenis penelitian yang dilakukan adalah asosiatif kausal , yaitu penelitian yang melihat hubungan kausal . antara variabel bebas . enyebab munculnya variabel terika. dengan variabel terikat . enjadi akibat karena adanya variabel beba. 1 Populasi dan Sampel Populasi adalah seluruh objek penelitian yang terdiri dari manusia, tumbuh-tumbuhan, gejala, nilai ujian, atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik Margono dalam (Hardani et al. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Perbankan periode 2019-2022 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Menurut id terdapat 47 perusahaan Perbankan. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. digunakan dalam teknik pengambilan sampel Menurut kriteria yang ditentukan diperoleh 19 perusahaan dengan satu tahun pengamatan dalam 4 tahun, jumlah data dalam penelitian ini sebanyak 76 data yang merupakan sampel penelitian. 2 Data penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 karena data dalam penelitian ini berbentuk angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder, karena sumber data penelitian yaitu laporan keuangan dikumpulkan secara tidak langsung melalui perantara, untuk melalui website w. Data penelitian ini merupakan data gabungan dari data cross section dan time series sehingga berimplikasi terhadap jumlah data panel. Metode penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji kelayakan model, uji persamaan regresi logistik, uji statistik Z, uji likelihood ratio, koefisien HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengumpulan Data Berdasarkan syarat kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel, diperoleh 19 perusahaan yang layak dijadikan sampel, dengan variabel yang diteliti financial leverage, corporate governance, kepemilikan publik dan Perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2019Ae2022, yang dapat dilihat dalam tabel 1 dibawah ini : Tabel 1. Daftar Sampel Perusahaan Kode BABP PT. Bank MNC Internasional Tbk. Perusahaan BBCA PT. Bank Central Asia Tbk. BBMD PT. Bank Mestika Dharma Tbk. BBNI PT. Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. BBRI BBTN PT. Bank Tabungan Negara (Perser. Tbk. BDMN PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. BINA PT. Bank Ina Perdana Tbk. PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk. BJBR PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. BJTM PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. BMRI PT. Bank Mandiri (Perser. Tbk. BNGA PT. Bank CIMB Niaga Tbk. BTPN PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. MAYA PT. Bank Mayapada Internasional Tbk. MCOR PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. NISP NOBU PT Bank Nationalnobu Tbk. PT. Bank OCBC NISP Tbk. PNBN PT Bank Pan Indonesia Tbk. SDRA PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Sumber : Data Diolah Peneliti . P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 2 Statistik deskrptif Statistik deskriptif bertujuan memberikan gambaran terhadap datadata pada variabel penelitian. Nilai statistik deskriptif yang diamati adalah nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi. Hasil statistik deskriptif dapat dilihat pada tabel 2 dan tabel 3 berikut ini memiliki nilai 0,7634 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga model regresi pada penelitian ini layak untuk digunakan karena telah memprediksi nilai observasi. 4 Uji Persamaan Regresi Logistik Tabel 5. Hasil Estimasi Model Logit Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Dependen Tabel 3. Statistik Deskriptif Variabel Independen Dari hasil analisis regresi logistik pada tabel 5 diatas, maka dapat dibuatkan persamaan sebagai berikut : PL = -12. 129142CG - 6. 3 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fi. Tabel 4. Hasil Uji Kelayakan Model Berdasarkan hasil uji kelayakan model (Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fi. pada tabel 4, maka dapat dilihat bahwa nilai probabilitas chi-square Konstanta leverage, corporate governance dan kepemilikan publik konstan atau tetap maka praktik perataan laba Koefisien regresi financial leverage bertanda positif ( ), maka dapat diartikan bahwa setiap peningkatan financial leverage sebesar 1 akan menaikan perataan laba sebesar Koefisien governance bertanda negatif (-), maka dapat diartikan bahwa setiap peningkatan corporate governance Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. sebesar 1 akan menurunkan perataan laba sebesar 5. Koefisien regresi kepemilikan publik bertanda negatif (-), maka dapat diartikan bahwa setiap peningkatan kepemilikan publik sebesar 1 akan menurunkan perataan laba sebesar . inancial corporate governance, kepemilikan bersama-sama perataan laba. 7 Uji Statistik Z Tabel 8. Uji Statistik Z 5 Koefisien Determinasi (McFadden R. Tabel Koefisien (McFadden R. Determinasi Berdasarkan hasil uji McFadden R-square pada tabel diatas, maka dapat diketahui nilai R sebesar 0,193803 atau 19,38%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini yaitu financial leverage, corporate governance dan kepemilikan publik hanya mampu menjelaskan variabel dependen yaitu perataan laba sebesar 19,38% saja, sedangkan sisanya yaitu sebesar 80,62% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini 6 Uji Likelihood Ratio (Uji LR) Tabel 7. Likelihood Ratio (Uji LR) Berdasarkan diperoleh nilai LR statistik atau chisquare hitung adalah sedangkan nilai chi-square tabel df 3, = 0,05 diperoleh sebesar 7. Nilai LR statistik atau chi-square hitung . > nilai chi-square tabel . Selain itu, dapat melihat Uji LR dengan membandingkan Prob (LR statistic. pada , nila Prob (LR statistic. 000166 < 0. 05, maka keputusannya adalah menolak Ho dan menerima Ha yang berarti variabel Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Berdasarkan hasil output dapat dilihat bahwa nilai probabilitas financial leverage yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio sebesar Bila dibandingkan dengan = 5%, maka nilai probabilitas . < nilai . Hal ini dapat disimpulkan bahwa financial leverage berpengaruh terhadap perataan laba. Berdasarkan hasil output dapat dilihat bahwa nilai probabilitas diproksikan dengan persentase independen sebesar 0. Bila dibandingkan dengan = 5%, maka nilai probabilitas . > nilai . Hal ini dapat disimpulkan bahwa corporate governance tidak berpengaruh terhadap perataan Berdasarkan hasil output dapat dilihat bahwa nilai probabilitas kepemilikan publik sebesar 0. Bila dibandingkan dengan = 5%, maka nilai probabilitas . Hal ini dapat disimpulkan bahwa kepemilikan publik berpengaruh perataan laba. 8 Intrepretasi Hasil Penelitian Pengaruh Financial Leverage terhadap Perataan Laba Hipotesis pertama yang diajukan bahwa financial leverage berpengaruh P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. terhadap perataan laba. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan positif antara financial keverage terhadap perataan laba dengan nilai koefisien 19. Hasil uji parsial menunjukkan nilai probabilitas 0016 lebih kecil dari 0,05. Artinya financial leverage berpengaruh Berdasarkan hasil tersebut hipotesis (H. financial leverage berpengaruh terhadap perataan laba diterima. Perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi atau semakin besar utang perusahaan maka semakin besar pula risiko yang dihadapi investor, maka dari itu perusahaan melakukan praktik perataan laba agar para investor tertarik untuk berinvestasi ke perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan teori sinyal (Signalling Theor. yang perusahaan, serta informasi laporan keuangan perusahaan akan mempunyai dorongan asimetri informasi antara pihak eksternal . dengan perusahaan untuk mengetahui apakah informasi tersebut merupakan signal baik . ood new. atau signal buruk . ad new. (Nanda Ayunika & Yadnyana. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil penetilian (Nanda Ayunika & Yadnyana, 2. dan (Putri & Budiasih, 2. bahwa financial leverage berpengaruh terhadap perataan Namun hasil ini tidak sejalan dengan penelitian (Kurniawan et al. yang menyatakan financial leverage tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Pengaruh Corporate Governance terhadap Perataan Laba Hipotesis kedua yang diajukan berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif antara corporate governance terhadap perataan laba dengan nilai koefisien Hasil uji parsial menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0. 0601 lebih besar dari 0,05. Artinya corporate governance tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Berdasarkan hasil tersebut hipotesis kedua (H. yang menyatakan corporate governance terhadap perataan laba ditolak. Peraturan BEI tahun 2000 yang independen minimal 30 persen dari seluruh anggota dewan komisaris dapat menjadi kendala dalam pengambilan keputusan bagi perusahaan, karena menyeimbangkan keputusan dewan Ketika komisaris independen hanya memperjuangkan yang terbaik untuk kepentingan perusahaan dengan proporsi yang terbatas, maka akan terhambat oleh anggota dewan komisaris di luar komisaris independen yang memiliki proporsi yang lebih besar sehingga perataan laba tetap terjadi (Saragih, 2. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil penetilian (Saragih, 2. , dan (Marfuah, 2. dimana corporate governance tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Pengaruh Kepemilikan Publik terhadap Perataan Laba Hipotesis ketiga yang diajukan bahwa kepemilikan publik berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan negatif antara kepemilikan publik terhadap perataan laba dengan nilai koefisien 6. Hasil uji parsial menunjukkan nilai probabilitas 0065 lebih kecil dari 0,05. Artinya kepemilikan publik berpengaruh Berdasarkan hasil tersebut hipotesis Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. (H. terhadap praktik perataan laba diterima. Hasil ini memperjelas bahwa pengaruh kepemilikan publik semakin besar menurunkan praktik perataan laba. Tingkat kepemilikan publik yang tinggi meningkatkan kontrol laba manajemen Persentase kepemilikan yang lebih tinggi pada perusahaan milik perusahaan tersebut tinggi, sehingga manajemen cenderung tidak melakukan perataan laba untuk mencerminkan kinerja yang baik dan efisiensi perusahaan , menurut Nuraeni dalam Riska et al. , 2. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Riska et al. dan (Putra & Suardana, 2. dimana kepemilikan publik berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian (Devina Ramadhani et al. , 2. yang menyatakan kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Pengaruh Financial Leverage. Corporate Governance. Kepemilikan Publik Perataan Laba Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 7, variabel financial leverage, corporate governance dan kepemilikan publik mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap perataan laba. Hal ini dibuktikan dengan nilai LR statistik atau chi-square hitung adalah 05017, sedangkan nilai chi-square tabel df 3, = 0,05 diperoleh sebesar Nilai LR statistik atau chisquare hitung . > nilai chisquare tabel . Selain itu, dapat melihat Uji LR dengan membandingkan Prob (LR statistic. pada , nila Prob (LR statistic. 000166 < 0. 05, maka variabel independen financial leverage, corporate governance dan kepemilikan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 publik secara simultan memengaruhi variabel dependen perataan laba. Pengaruh faktor-faktor variabel independen tersebut dapat berinteraksi satu sama lain dan bergantung pada kondisi dan lingkungan perusahaan tertentu. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil dinyatakan bahwa financial leverage berpengaruh positif terhadap perataan laba sedangkan kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap perataan Namun governance tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Berdasarkan uji likehood ratio dinyatakan bahwa financial leverage, corporate governance dan kepemilikan bersama-sama berpengaruh terhadap perataan laba. DAFTAR PUSTAKA