Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM: STUDI KASUS PERUSAHAAN INDEKS LQ45 PERIODE 2022-2024 Muhammad Rafie Nurmatama1*. Hero Priono2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur 1*nurmatama. 10@gmail. com, 2hero. ak@upnjatim. ABSTRAK Penelitian ini berfokus untuk menelaah pengaruh kinerja keuangan yang diukur dengan Earning Per Share (EPS). Quick Ratio (QR), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap harga saham perusahaan yang terlibat dalam Indeks LQ45 antara tahun 2022 dan 2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data sekunder dari laman web BEI. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, menghasilkan 78 data Analisis regresi linier berganda menyatakan jika EPS memengaruhi positif dan signifikan harga Namun. QR dan TATO terbukti memengaruhi secara positif tetapi tidak signifikan. Hasil ini menandakan jika profitabilitas (EPS) menjadi sinyal penting bagi investor sesuai Teori Sinyal, sementara likuiditas jangka pendek dan efisiensi aset belum menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Kata Kunci: Earning Per Share. Harga Saham. Indeks LQ45. Kinerja Keuangan. Quick Ratio. Total Asset Turnover. ABSTRACT This study aims to determine the effect of financial performance as measured by Earning Per Share (EPS). Quick Ratio (QR), and Total Asset Turnover (TATO) on the stock prices of companies involved in the LQ45 Index between 2022 and 2024. Using a quantitative approach, this study collected secondary data from the Indonesia Stock Exchange website. The sample was selected using purposive sampling method, resulting in 78 observation Multiple linear regression analysis states that EPS positively and significantly affects stock prices. However. QR and TATO were found to have a positive but insignificant effect. This result indicates that profitability (EPS) is an important signal for investors according to Signal Theory, while short-term liquidity and asset efficiency have not shown a significant effect partially. Keywords: Earning Per Share. Stock Price. Indeks LQ45. Financial Performance. Quick Ratio. Total Asset Turnover PENDAHULUAN Pasar modal memegang peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kinerja pasar modal adalah harga saham. Bagi investor, harga saham menjadi pertimbangan utama dalam alat pengukuran kinerja yang menunjukkan kesehatan keuangan, kekayaan pemegang saham, dan risiko terkait (Mustafa et , 2. Pergerakan harga saham tidak hanya mencerminkan kondisi internal perusahaan, tetapi juga ekspektasi pasar terhadap prospek perusahaan ke depan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham menjadi penting, baik bagi manajemen perusahaan, investor, maupun regulator. Dalam konteks perusahaan Indeks LQ45, yang mewakili 45 perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja keuangan menjadi sinyal penting bagi investor, terutama selama periode pemulihan ekonomi pasca *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 259 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 pandemi Covid-19 . 2Ae2. Berikut grafik perkembangan harga saham indeks LQ45 tahun Grafik 1. Perkembangan Harga Saham LQ45 Sumber: Data yang diolah dari IDX Selama masa pandemi 2020-2021, harga saham LQ45 mengalami kenaikan tipis dari 934,87 ke 950,04. Kenaikan ini mencerminkan investor ritel yang mulai aktif memasuki pasar, didorong oleh kemudahan akses melalui platform digital dan meningkatnya literasi keuangan. Memasuki tahun 2022, harga saham turun menjadi 938,37 karena awal pemulihan pasca Meskipun, ekonomi domestik menunjukkan pemulihan, tetapi pasar tetap berhati-hati menghadapi tekanan global seperti kenaikan suku bunga dan ketegangan geopolitik. Tahun 2023 menandai kembalinya optimisme di pasar. Harga saham LQ45 melonjak ke level tertinggi yaitu 982,72. Kinerja positif sektor perbankan dan stabilitas ekonomi makro domestik menjadi pendorong utama, yang turut mengundang arus beli besar dari kalangan investor ritel. Namun, kondisi tersebut tidak berlanjut di tahun 2024. Harga saham LQ45 mengalami penurunan sebesar 15,6% pada 2024 (Nabila, 2. Penurunan ini dipicu oleh normalisasi harga komoditas, ketidakpastian menjelang pemilu, serta sikap wait and see investor terhadap kebijakan ekonomi yang akan datang, serta lonjakan investor ritel yang menambah kompleksitas dinamika harga saham. Indikator pertama yang mempengaruhi harga saham adalah Earning Per Share (EPS) yang didefinisikan sebagai laba bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar. EPS menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam lingkungan pasar yang penuh ketidakpastian. Di tengah pemulihan pasca pandemi, tahun 2022Ae2023, sebagian besar emiten LQ45 mencatatkan peningkatan EPS, terutama yang bergerak di sektor energi dan komoditas. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga batu bara, minyak, dan nikel. Memasuki tahun 2024, tren EPS *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 260 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 menunjukkan perlambatan. Hal ini sejalan dengan normalisasi harga komoditas, tekanan inflasi domestik, dan ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi. Seperti yang terjadi pada perusahaan BBRI yang mengalami tren positif yang terus menunjukkan kenaikan harga saham pada tahun 2022 mengalami kenaikan 42,02%, tahun 2023 mengalami kenaikan 17,75%, dan pada tahun 2024 mengalami kenaikan tipis 0,25%. Contoh lainnya juga dialami perusahaan AMRT pada tahun 2022 sebesar 169,01% dan terus tumbuh pada tahun 2024 dengan kenaikan 75,81%. Dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan tren EPS yang fluktuatif, penting bagi manajemen perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan guna mempertahankan profitabilitas. Bagi investor, pemantauan tren EPS perlu dikombinasikan dengan analisis indikator fundamental lainnya untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih bijak. Indikator kedua yaitu Quick Ratio (QR) didefinisikan sebagai rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo (Safitri et al. , 2. QR rendah bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan berpotensi menghadapi kesulitan keuangan, yang dapat memicu kekhawatiran pasar dan menyebabkan penurunan harga saham. Sebaliknya. QR yang sehat dapat memperkuat kepercayaan investor, mendukung harga saham tetap stabil atau naik. Investor ritel menganggap perusahaan dengan QR tinggi . mumnya di atas . cenderung dianggap lebih aman secara finansial, yang bisa memberikan rasa aman dan stabilitas investasi, terutama bagi investor Indikator selanjutnya adalah Total Asset Turnover (TATO), yang digunakan untuk menilai efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan (Nurwulandari & Wahid. TATO dapat mempengaruhi harga saham dengan mencerminkan efisiensi operasional Perusahaan yang memiliki TATO tinggi cenderung lebih efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan, yang dapat meningkatkan profitabilitas dan menarik investor, sehingga berpotensi meningkatkan harga saham. Sebaliknya, perusahaan dengan TATO rendah atau menurun mungkin dilihat sebagai kurang efisien, yang bisa mempengaruhi harga saham secara negatif. Penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang bervariasi tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham. Pitoyo . menemukan bahwa EPS memiliki pengaruh positif dan signifikan, sementara Al-Qudah . melaporkan efek negatif namun signifikan pada bank syariah. Untuk QR. Nastiti et al. mencatat pengaruh positif tetapi tidak *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 261 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 signifikan, sedangkan Chritianto Yap & Firnanti . menemukan dampak yang minimal. Demikian pula. TATO dilaporkan berpengaruh positif oleh Ridha . , tetapi negatif dan tidak signifikan oleh Nurwulandari & Wahid . Inkonsistensi ini menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut, terutama pada perusahaan LQ45, yang belum banyak diteliti dalam konteks pasca pandemi, di mana ketidakpastian ekonomi dan perubahan perilaku investor memengaruhi persepsi terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh EPS. QR, dan TATO terhadap harga saham perusahaan LQ45 selama 2022Ae2024, dengan fokus pada aspek profitabilitas, likuiditas, dan efisiensi aset. Indeks LQ45 dipilih karena representasi perusahaan unggulan dan visibilitasnya di pasar, sementara periode 2022Ae2024 relevan untuk menangkap dinamika pasca pandemi. Hasil penelitian diharapkan memperkaya literatur manajemen keuangan, memberikan panduan bagi investor dalam pengambilan keputusan, membantu manajemen perusahaan mengoptimalkan kinerja keuangan, serta mendukung regulator dalam mendorong transparansi pasar saham. TINJAUAN PUSTAKA Kerangka berpikir pada penelitian ini dikembangkan berdasarkan signalling theory (Spence, 1. mengemukakan bahwa entitas bisnis menyampaikan informasi keuangan sebagai sinyal kepada investor untuk mencerminkan kondisi internal dan prospek bisnis Informasi ini, seperti laporan keuangan, mempengaruhi persepsi investor dan keputusan investasi, yang pada akhirnya berdampak bagi harga saham. Dalam konteks perusahaan Indeks LQ45 selama periode 2022-2024, penelitian ini mengevaluasi korelasi antara tiga variabel kinerja keuangan (EPS. QR, dan TATO) dengan harga saham, dengan dukungan analisis teoritis dan temuan penelitian sebelumnya. Penelitian ini memilih Earning Per Share (EPS). Quick Ratio (QR), dan Total Asset Turnover (TATO) sebagai indikator kinerja keuangan karena ketiganya mencerminkan aspek krusial yang relevan dengan harga saham berdasarkan Signalling Theory (Spence, 1. EPS dipilih sebagai ukuran profitabilitas karena secara langsung menunjukkan laba per saham, yang menjadi sinyal utama bagi investor, terutama investor ritel yang mendominasi pasar LQ45 . id, 2. QR dipilih untuk mengukur likuiditas jangka pendek, yang relevan dalam konteks pasca pandemi . 2Ae2. , di mana stabilitas keuangan menjadi perhatian investor di tengah volatilitas pasar. TATO dipilih untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan aset, mencerminkan kemampuan manajemen perusahaan LQ45, yang umumnya memiliki aset besar, dalam menghasilkan penjualan. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 262 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Rasio lain seperti Return on Equity (ROE) atau Debt to Equity Ratio (DER) tidak digunakan karena beberapa alasan. ROE, meskipun mengukur profitabilitas, lebih berfokus pada pengembalian ekuitas dan kurang langsung mencerminkan laba per saham yang menjadi perhatian utama investor ritel. Selain itu. ROE dapat tumpang tindih dengan EPS dalam menilai DER, yang mengukur struktur modal, kurang relevan dalam penelitian ini karena fokusnya adalah pada kinerja operasional dan likuiditas, bukan risiko keuangan jangka panjang. Selain itu, investor ritel di Indonesia, dengan tingkat literasi keuangan yang masih berkembang (OJK, 2. , cenderung lebih responsif terhadap indikator yang sederhana dan langsung seperti EPS. QR, dan TATO. Dengan demikian, pemilihan ketiga variabel ini dianggap paling sesuai untuk mengkaji pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dalam konteks LQ45 selama periode 2022Ae2024. Pengaruh Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Signalling Theory menegaskan tentang informasi keuangan yang positif, seperti peningkatan Earning per Share (EPS), menjadi sinyal untuk investor tentang potensi pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. EPS, yang mengukur laba bersih per saham, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan bagi pemodal saham. Ketika EPS terjadi kenaikan, investor umumnya memandang perusahaan memiliki prospek cerah, sehingga menaikkan permintaan terhadap saham serta mengakibatkan kenaikan harga saham. Temuan Pitoyo . mendukung argumen ini dengan memperlihatkan adanya pengaruh positif dan signifikan EPS pada harga saham, utamanya dalam periode pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, karena investor menganggap EPS sebagai indikator kunci Meskipun Al-Qudah . menemukan pengaruh negatif EPS terhadap harga saham pada bank syariah di Yordania, pengaruh signifikan EPS tetap terkonfirmasi, menandakan relevansinya dalam konteks tertentu. Berdasarkan teori sinyal dan dukungan empiris, peningkatan EPS diperkirakan memberikan sinyal positif yang mendorong kenaikan harga saham perusahaan LQ45. Maka, hipotesis yang diajukan adalah: H1: Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 pada periode 2022-2024. Pengaruh Quick Ratio (QR) Terhadap Harga Saham Dalam kerangka teori sinyal, rasio likuiditas seperti Quick Ratio (QR) berfungsi sebagai sinyal tentang kesehatan keuangan jangka pendek perusahaan. QR menunjukkan seberapa mampu perusahaan memenuhi utang lancarnya tanpa mengandalkan pencairan persediaan, *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 263 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 memberikan gambaran tentang efisiensi manajemen kas dan stabilitas keuangan. Perusahaan dengan QR yang tinggi mengindikasikan likuiditas yang baik, yang dapat menguatkan rasa percaya investor pada kemampuan perusahaan membayar utang dan mendistribusikan dividen, sehingga berpotensi mendorong kenaikan nilai saham. Penelitian oleh Nastiti et al. memperlihatkan bahwa QR mempunyai pengaruh positif, meskipun tidak signifikan, pada nilai saham perusahaan di Jakarta Islamic Index, menandakan bahwa likuiditas tetap menjadi pertimbangan investor meski bukan faktor utama. Sebaliknya. Chritianto Yap & Firnanti . menemukan bahwa QR tidak berdampak besar terhadap return saham, tetapi hal ini tidak mengesampingkan peran QR sebagai sinyal likuiditas dalam konteks harga saham. Berdasarkan teori sinyal. QR yang tinggi diperkirakan memberikan sinyal positif tentang stabilitas keuangan, menarik minat investor dan kenaikan harga saham perusahaan LQ45. Hipotesis yang diajukan H2: Quick Ratio (QR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 pada periode 2022-2024. Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) Terhadap Harga Saham Signalling Theory mengungkapkan efisiensi operasional perusahaan, seperti yang diukur oleh Total Asset Turnover (TATO), berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor. TATO memperlihatkan seberapa efisien perusahaan mengoptimalkan asetnya guna menciptakan pendapatan, sekaligus mengindikasikan kapabilitas manajemen dalam pengelolaan sumber daya. Tingkat TATO yang tinggi menunjukkan efisiensi operasional dan dapat meningkatkan persepsi investor tentang potensi pertumbuhan perusahaan, sehingga mendorong kenaikan harga saham. Penelitian oleh Ridha . mendukung argumen ini, mengungkap bahwa TATO menunjukkan dampak positif pada harga saham perusahaan syariah, menandakan bahwa efisiensi aset meningkatkan nilai saham. Namun. Nurwulandari & Wahid . melaporkan pengaruh negatif TATO yang tidak signifikan pada harga saham di sektor ritel, menunjukkan variasi pengaruh TATO tergantung pada konteks industri. Dalam konteks perusahaan LQ45, yang umumnya memiliki kinerja keuangan solid. TATO yang tinggi diperkirakan menjadi sinyal positif tentang efisiensi operasional, meningkatkan daya tarik saham di mata investor. Hipotesis yang diajukan adalah: H3: Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 pada periode 2022-2024. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 264 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Studi ini menerapkan metode kuantitatif, yang melibatkan analisis data numerik secara sistematis menggunakan teknik statistik guna menguji hipotesis yang dirumuskan (Sugiyono. Pendekatan ini memungkinkan pengolahan data secara objektif dan terukur untuk menghasilkan temuan yang valid dan reliabel. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel independen (Earning Per Share. Quick Ratio, dan Total Asset Turnove. dan variabel dependen . arga saha. melalui analisis statistik. Penelitian ini berdasarkan data sekunder yaitu laporan keuangan audit dan data harga saham, yang semuanya diperoleh melalui metode dokumentasi dari situs web resmi BEI . Data yang dikumpulkan merupakan data time series, diobservasi secara berurutan berdasarkan waktu dengan interval tahunan . Penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling untuk memfokuskan sampel dimana teknik penentuan sampel didasarkan kriteria persyaratan yang sudah ditetapkan. Tabel 1. Kriteria Sampel Sumber: Olahan data peneliti Metode Analisis Studi ini menerapkan analisis regresi linier berganda dalam mengkaji keterkaitan variabel dependen dan independen. Data dianalisis menggunakan software yang digunakan pada uji statistik yaitu SPSS 26. Dalam studi ini beberapa uji yang dilakukan meliputi: *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 265 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Uji Statistik deskriptif menguraikan data melalui perhitungan seperti mean, standar deviasi, varians, nilai maksimum dan minimum, serta ukuran distribusi seperti kurtosis dan kemencengan . (Ghozali, 2021:. Silvia . menambahkan bahwa statistik deskriptif menyajikan ringkasan data observasi secara menyeluruh untuk memfasilitasi interpretasi awal sebelum dilakukannya analisis lebih lanjut. Uji asumsi klasik seperti Uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi dilakukan untuk memastikan validitas model regresi linier berganda, dan semua asumsi terpenuhi setelah transformasi data bila diperlukan. Uji t atau uji parsial statistik mengevaluasi dampak individual masing-masing variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2021:. Pengujian ini berdasarkan signifikansi 0,05. Hipotesis diterima apabila hasil signifikansi variabel independen lebih rendah dari tingkat signifikansi (< 0,. namun tidak diterima apabila kriteria melampaui tingkat signifikansi (> 0,. Uji F bertujuan menganalisis variabel independen secara simultan memberikan dampak pada variabel dependen (Ghozali, 2021:. Uji ini dilaku dengan mengkomparasi nilai p-value hasil Uji F dengan tingkat signifikansi 0,05. Hipotesis diterima apabila hasil signifikansi variabel independen lebih rendah dari tingkat signifikansi (< 0,. namun tidak diterima apabila kriteria melampaui tingkat signifikansi (> 0,. Uji Koefisien Determinasi berfungsi untuk menilai tingkat kesesuaian model regresi, di mana besarnya koefisien determinasi memperlihatkan porsi variasi variabel dependen yang diperjelas oleh variabel independen (Ghozali, 2021:. Nilai RA memiliki rentang dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai RA . , semakin besar kapasitas variabel independen dalam memperjelas variasi pada variabel dependen. Uji Analisis Regresi Linier Berganda menguji dampak variabel independen pada variabel dependen menggunakan rumus: Y = 0 1X1 2X2 3X3 Definisi Operasional Variabel Earning Per Share Earning per Share, didapat melalui pembagian net income perusahaan dengan banyaknya saham yang beredar. EPS merupakan variabel bebas pertama yang dipertimbangkan *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 266 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 dalam analisis (Pitoyo, 2. Rumus perhitungan untuk EPS (Chritianto Yap & Firnanti. EPS = Net Income / Number of Share Outstanding Quick Ratio Quick Ratio berfungsi mengevaluasi kesiapan perusahaan dalam menjalankan liabilitas jangka pendek dengan aset yang paling lancar (Seth, 2. Rumus QR (Nastiti et al. , 2. QR = Current Assets Ae Inventory / Current Liabilities Total Asset Turnover Total Asset Turnover merupakan alat ukur untuk efisiensi perusahaan dalam memakai total asetnya untuk mendapatkan penjualan (Lyman, 2. TATO dihitung berdasarkan rumus (Ridha, 2. TATO = Penjualan / Total Aktiva Harga Saham Nilai nominal atau harga saham yang diniagakan di pasar saham dikenal sebagai harga Harga saham mencerminkan nilai perusahaan dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal, selain kekuatan pasar seperti penawaran dan permintaan. Harga penutupan . losing pric. suatu saham, yang mewakili nilai sekarang dari kepemilikan di suatu perusahaan di pasar modal, adalah definisi harga saham (Desiyanti Dwi Pratiwi et al. , 2. Harga saham dihitung berdasarkan rumus (Nurainun & Khairina, 2. Harga Saham = Closing Price HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Deskriptif Analisis deskriptif menyajikan tentang karakteristik data variabel dependen . arga saha. dan variabel independen (EPS. QR. TATO) didasarkan nilai rata-rata, standar deviasi, minimum, dan maksimum dari 78 observasi. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 267 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Tabel 2. Hasil Uji Analisis Deskriptif Sumber: Olahan data, 2025 Analisis deskriptif dalam penelitian ini menguraikan tentang karakteristik data variabel dependen . arga saha. dan variabel independen (Earning Per Share. Quick Ratio, dan Total Asset Turnove. berdasarkan 78 observasi perusahaan di Indeks LQ45 selama periode 20222024. Harga saham mempunyai rata-rata Rp6. 151,12, dengan nilai minimum Rp125 dan maksimum Rp39. 025, serta standar deviasi Rp7. 118,92, yang mengindikasikan variasi harga saham yang signifikan antar perusahaan, mencerminkan heterogenitas nilai pasar di Indeks LQ45. Untuk EPS, rata-rata sebesar 421,01 menunjukkan tingkat profitabilitas rata-rata per saham, namun dengan nilai minimum 0,01 dan maksimum 16. 799,14, serta standar deviasi 121,52 yang melebihi rata-rata, menunjukkan distribusi data yang tidak simetris dan variasi profitabilitas yang sangat besar, dipengaruhi oleh nilai ekstrem. Quick Ratio (QR) memiliki rata-rata 2,32, menandakan likuiditas jangka pendek yang sehat secara keseluruhan . i atas . , tetapi dengan nilai minimum 0,12, maksimum 27,98, dan standar deviasi 4,63, menggambarkan keragaman likuiditas yang signifikan, dari perusahaan dengan likuiditas rendah hingga sangat Sementara itu. TATO memiliki rata-rata 0,67, yang berarti setiap Rp1 aset menghasilkan Rp0,67 penjualan, dengan nilai minimum 0,05, maksimum 3,15, dan standar deviasi 0,70, menunjukkan variasi moderat hingga tinggi dalam efisiensi penggunaan aset antar perusahaan. Secara keseluruhan, analisis deskriptif ini mengungkapkan heterogenitas yang signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan LQ45, sebagai dasar bagi analisis lebih lanjut dalam penelitian *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 268 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Uji-Normalitas Tabel-3. Hasil-Uji-Normalitas Kolmogorov-Smirnov Sumber: Olahan-Data, 2025 Tabel 4. Hasil-Uji-Normalitas-Kolmogorov-Smirnov Setelah Transform Data Sumber: Olahan-Data, 2025 Uji Kolmogorov-Smirnov awal memperlihatkan nilai signifikansi Asymp. Sig. sebesar 0,000 (< 0,. , mengindikasikan distribusi data tidak normal. Setelah transformasi logaritma natural (L. , uji ulang menghasilkan Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,248 (> 0,. , menunjukkan residual berdistribusi normal. Transformasi ini memastikan asumsi normalitas terpenuhi untuk analisis regresi. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 269 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Uji-Asumsi-Klasik Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Olahan Data, 2025 Tabel 5 menampilkan hasil uji multikolinearitas, yang mengindikasikan variabelvariabel independen pada model (EPS. Quick Ratio, dan TATO) terlepas dari multikolinearitas. Masing-masing variabel independen memiliki nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, menjelaskan ketiadaan korelasi signifikan di antara mereka. Uji-Heteroskedastisitas Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Scatterplot menunjukkan sebaran residual yang tidak merata. Residual tampak terkonsentrasi pada nilai prediksi rendah namun menyebar lebih lebar seiring meningkatnya nilai prediksi, dengan beberapa nilai residual ekstrem yang terlihat. Pola ini secara jelas mengindikasikan adanya heteroskedastisitas. Tabel-6. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Sumber:-Olahan-Data, 2025 *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 270 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Mengingat scatterplot mengindikasikan adanya heteroskedastisitas, maka Uji Glejser dilakukan sebagai langkah selanjutnya. Pada-Tabel 6 ditunjukkan Uji heteroskedastisitas mempergunakan metode uji Glejser dan menghasilkan nilai signifikansi > 0,05 untuk semua variabel (EPS: 0,344. QR: 0,295. TATO: 0,. , menunjukkan ketiadaan heteroskedastisitas. Uji-Autokorelasi Tabel-7. Hasil Uji Autokorelasi Sumber :-Olahan-Data, 2025 Tabel 8. Hasil Uji Autokorelasi Metode Cochrane Orcutt Sumber : Olahan Data, 2025 Uji Durbin-Watson awal (Tabel . menghasilkan nilai 0,906, mengindikasikan autokorelasi positif. Setelah transformasi menggunakan metode Cochrane-Orcutt (Tabel . , nilai Durbin-Watson menjadi 2,142, berada di antara dU dan 4-dU, menunjukkan tidak ada Uji t Tabel 9. Hasil Uji t Sumber: Olahan Data, 2025 Studi ini menggunakan Uji t . ji parsia. guna menentukan signifikansi dampak dari setiap variabel independen, yaitu Earning Per Share (X. Quick Ratio (X. , dan Total Asset Turnover (X. , secara individual pada variabel dependen, yaitu harga saham (Y), terhadap *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 271 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 perusahaan di Indeks LQ45 selama periode 2022-2024. Uji t memakai tingkat signifikansi 0,0 dengan derajat kebebasan . f = n-. , dimana n adalah jumlah observasi . Kriteria uji t menetapkan bahwa jika nilai signifikansi O 0,05. H0 ditolak dan H1 diterima . engaruh signifika. , sedangkan jika > 0,05. H0 diterima dan H1 ditolak . idak ada pengaruh signifika. Berdasarkan hasil uji t. EPS memiliki nilai signifikansi 0,000 (< 0,. dengan t-hitung 7,940. Maka. H0 ditolak dan H1 diterima, yang menampilkan EPS berpengaruh positif dan signifikan pada harga saham. Sebaliknya. QR mempunyai nilai signifikansi 0,153 (> 0,. dengan t-hitung -1,444, dan TATO memiliki nilai signifikansi 0,764 (> 0,. dengan t-hitung -0,301, sehingga untuk kedua variabel ini H0 diterima dan H1 ditolak, memperlihatkan bahwa QR dan TATO tidak berpengaruh signifikan pada harga saham. Hasil ini menegaskan jika hanya EPS yang mempunyai kontribusi signifikan secara parsial dalam menjelaskan variasi harga saham, sementara QR dan TATO tidak memberikan dampak yang berarti secara individual dalam konteks penelitian ini. Uji-F Tabel-10. Hasil Uji F Sumber: Olahan-Data, 2025 Uji F . ji simulta. pada penelitian ini menguji apakah variabel independen, yaitu Earning Per Share (X. Quick Ratio (X. , dan Total Asset Turnover (X. , secara kolektif berpengaruh signifikan pada variabel dependen, yaitu harga saham (Y), di perusahaan Indeks LQ45 selama periode 2022-2024. Uji F memakai tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan . dihitung sebagai df1 = k-1 . = jumlah variabel termasuk konstant. dan df2 = n-k . = jumlah observasi, . Dasar penetapan keputusan Uji F adalah: Jika signifikansi F di bawah 0,05, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima menandakan semua variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan pada harga saham. Jika signifikansi F di atas 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak, mengindikasikan tidak terdapat pengaruh signifikan secara kolektif. Hasil uji F memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. dengan F-hitung sebesar 21,642, yang lebih besar dari F-tabel. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, mengindikasikan bahwa EPS. QR, dan TATO secara kolektif mempunyai *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 272 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 dampak signifikan pada harga saham. Hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi ketiga variabel independen dalam model regresi berkontribusi secara signifikan dalam memperjelas variasi harga saham, meskipun uji t parsial memperlihatkan jika hanya EPS yang signifikan secara individual. Uji-Koefisien-Determinasi Tabel-11. Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel EPS (X. Variabel QR (X. Variabel TATO (X. Sumber: Olahan Data, 2025 Secara keseluruhan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 11 semua variabel bebas berkontribusi dalam memengaruhi variabel terikat sebesar 46,7%. Jika ditinjau secara parsial, dampak setiap variabel bebas pada variabel terikat adalah sebagai berikut: Earning per Share (X. memberikan kontribusi sebesar 0,452 . ,2%). Quick Ratio (X. sebesar 0,008 . ,8%), dan Total Asset Turnover (X. juga sebesar 0,008 . ,8%). *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 273 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Uji-Analisis-Regresi-Linier-Berganda Tabel-12. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Sumber: Olahan Data, 2025 Pengujian ini menguji pengaruh Earning Per Share (X. Quick Ratio (X. , dan Total Asset Turnover (X. , terhadap variabel dependen, harga saham (Y), di perusahaan Indeks LQ45 selama periode 2022-2024. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi: Y = 5. 807,912 2,288 XCA (-191,. XCC (- 264,. XCE Konstanta sebesar 5. 807,912 menunjukkan nilai harga saham saat semua variabel independen, yaitu Earning per Share (X. Quick Ratio (X. , dan Total Asset Turnover (X. , bernilai nol. Koefisien Earning per Share (X. sebesar 2,288 menandakan bahwa setiap kenaikan 1 unit Earning per Share akan menaikkan harga saham (Y) sebesar 2,288, dengan asumsi variabel Quick Ratio dan Total Asset Turnover konstan. Ini menunjukkan hubungan positif antara Earning per Share dan harga saham. Sebaliknya, koefisien Quick Ratio (X. sebesar -191,242 menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1 unit Quick Ratio akan menurunkan harga saham (Y) sebesar 191,242, ceteris paribus. Demikian pula, koefisien Total Asset Turnover (X. sebesar -264,087 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan 1 unit Total Asset Turnover akan menurunkan harga saham (Y) sebesar 264,087. Koefisien untuk Quick Ratio dan Total Asset Turnover menunjukkan hubungan negatif dengan harga saham. PembahasanPengaruh-Earning-Per Share-terhadap-Harga Saham Temuan penelitian menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham . -value = 0. 000, t = 7. , sejalan dengan Signalling Theory (Spence, 1. EPS yang tinggi mencerminkan profitabilitas per saham yang kuat, memberikan sinyal positif kepada investor tentang prospek pertumbuhan *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 274 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 perusahaan, sehingga meningkatkan permintaan dan harga saham. Temuan ini konsisten dengan Pitoyo . , yang menemukan pengaruh positif EPS selama pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dalam konteks Indeks LQ45. EPS menjadi indikator utama karena perusahaanperusahaan dalam indeks ini memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi, menarik minat investor ritel yang jumlahnya melonjak menjadi 12,16 juta pada 2023 . Peningkatan literasi keuangan investor ritel di Indonesia, didukung oleh akses mudah ke platform investasi digital, memperkuat sensitivitas pasar terhadap EPS. Namun, seperti yang diindikasikan oleh Al-Qudah . , fluktuasi EPS yang tidak stabil dapat melemahkan kepercayaan investor. Oleh karena itu, perusahaan LQ45 perlu menjaga konsistensi EPS untuk mempertahankan persepsi positif, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global pasca Selain itu, studi ini juga mengungkapkan bahwa pengaruh EPS pada harga saham di perusahaan-perusahaan Indeks LQ45 semakin diperkuat oleh meningkatnya literasi keuangan di kalangan investor ritel di Indonesia. Dengan pertumbuhan jumlah investor ritel yang signifikan, sebagaimana dilaporkan oleh idx. id, investor cenderung lebih responsif terhadap indikator fundamental seperti EPS dalam penetapan keputusan investasi. Hal ini sejalan dengan teori sinyal, di mana EPS yang konsisten dan besar tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang solid, tetapi juga berguna sebagai sinyal kredibel yang membedakan perusahaan berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi. Namun, penelitian ini juga menekankan perlunya perusahaan menjaga stabilitas EPS untuk menghindari persepsi negatif, sebagaimana diindikasikan oleh Al-Qudah . , sehingga memperkuat kepercayaan investor dan mendukung kenaikan harga saham yang berkelanjutan. Pengaruh Quick Ratio terhadap-Harga-Saham Quick Ratio (QR) menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham . -value = 0. 153, t = -1. , yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Signalling Theory (Spence, 1. , yang mengasumsikan bahwa likuiditas tinggi mengirimkan sinyal positif tentang stabilitas keuangan. Ketidaksignifikanan ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Pertama, investor di pasar modal Indonesia, khususnya investor ritel yang mendominasi transaksi LQ45, cenderung memprioritaskan indikator profitabilitas seperti EPS dibandingkan likuiditas jangka pendek. Data penelitian menunjukkan variasi QR yang besar . tandar deviasi = 4. , mengindikasikan bahwa beberapa perusahaan memiliki likuiditas sangat tinggi, yang mungkin dianggap sebagai ketidakefisienan dalam pengelolaan aset, seperti kelebihan kas yang *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 275 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 tidak diinvestasikan secara produktif. Kedua, konteks pasca pandemi . 2Ae2. ditandai dengan volatilitas pasar, dengan Indeks LQ45 anjlok 15,6% pada 2024 (Nabila, 2. Dalam kondisi ini, investor lebih berfokus pada indikator yang mencerminkan potensi keuntungan jangka panjang daripada likuiditas jangka pendek. Temuan ini sejalan dengan Nastiti et al. dan Chritianto Yap & Firnanti . , yang juga menemukan pengaruh QR yang tidak signifikan. Selain itu, tingkat literasi keuangan investor ritel yang masih berkembang di Indonesia (OJK, 2. dapat membatasi pemahaman mereka terhadap pentingnya QR, sehingga mengurangi dampaknya pada keputusan investasi. Oleh karena itu, meskipun QR mencerminkan kesehatan keuangan, persepsi investor di pasar modal Indonesia tampaknya lebih didorong oleh prospek pertumbuhan daripada stabilitas likuiditas. Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Harga Saham Total Asset Turnover (TATO) menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham . -value = 0. 764, t = -0. , bertentangan dengan ekspektasi Signalling Theory (Spence, 1. , yang menyatakan bahwa efisiensi aset tinggi mengindikasikan kinerja operasional yang baik. Pengaruh negatif ini dapat dijelaskan oleh beberapa alasan. Pertama. TATO yang tinggi tidak selalu mencerminkan profitabilitas, terutama jika penjualan besar tidak diimbangi dengan marjin laba yang memadai. Data penelitian menunjukkan variasi efisiensi aset yang signifikan . tandar deviasi = 0. , mengindikasikan bahwa beberapa perusahaan LQ45 sangat efisien, sementara lainnya tidak, yang dapat membingungkan investor dalam menafsirkan TATO sebagai sinyal positif. Kedua, dalam konteks pasar modal Indonesia pasca pandemi, investor cenderung lebih berhati-hati terhadap indikator efisiensi seperti TATO, karena aktivitas operasional yang intens . enjualan tingg. dapat dianggap berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi, seperti kenaikan suku bunga dan inflasi pada 2022Ae2024. Temuan ini konsisten dengan Nurwulandari & Wahid . , yang menemukan pengaruh TATO yang tidak signifikan, namun berbeda dengan Ridha . , yang melaporkan efek positif dalam konteks syariah. Ketiga, meningkatnya jumlah investor ritel di Indonesia, yang sering kali memiliki literasi keuangan terbatas, dapat menyebabkan kurangnya perhatian terhadap TATO dibandingkan indikator yang lebih mudah dipahami seperti EPS. Selain itu, penurunan Indeks LQ45 sebesar 15,6% pada 2024 (Nabila, 2. mencerminkan sentimen pasar yang volatil, yang mungkin mengalihkan fokus investor dari efisiensi operasional ke profitabilitas langsung. Dengan demikian. TATO tampaknya kurang relevan sebagai sinyal investasi dalam konteks LQ45 selama periode penelitian. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 276 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 PENUTUP Kesimpulan Simpulan dari hasil yang didapat adalah Earning Per Share (EPS) memiliki kontribusi dan relevan pada harga saham perusahaan indeks LQ45 pada periode 2022-2024. Temuan ini didukung oleh signalling theory yang mengungkapkan bahwa informasi EPS yang tinggi menghasilkan sinyal positif kepada investor mengenai peluang perusahaan yang menjanjikan, yang pada gilirannya dapat menaikkan permintaan dan nilai saham. Kesimpulan ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti peran signifikan EPS dalam pembentukan harga saham, terutama di masa pemulihan ekonomi. Namun. Quick Ratio (QR) dan Total Asset Turnover (TATO) terbukti mempunyai pengaruh positif, meskipun tidak relevan pada harga saham perusahaan Indeks LQ45 pada periode 2022-2024. Secara teoretis, meskipun QR yang tinggi mencerminkan kapabilitas perusahaan untuk mencapai kewajiban jangka pendek, nilai yang terlalu besar juga bisa diartikan sebagai ketidakefisienan dalam penggunaan aset. Demikian pula dengan TATO. meskipun angka yang tinggi seharusnya merefleksikan efisiensi pemanfaatan aset untuk penjualan, hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan. Ini mengindikasikan ada faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh dalam menentukan harga saham dalam konteks rasio ini. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bahwa profitabilitas yang diukur melalui EPS menjadi faktor utama yang diamati oleh investor dalam menilai harga saham perusahaan-perusahaan LQ45 untuk periode Di sisi lain, indikator likuiditas jangka pendek (QR) dan efisiensi penggunaan aset (TATO) dalam penelitian ini belum memperlihatkan kontribusi yang relevan secara individu pada harga saham. Temuan ini menggarisbawahi kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi harga saham, di mana persepsi investor dan kondisi pasar berperan penting, selain kinerja keuangan yang tercermin dalam rasio-rasio tertentu. Penelitian ini dihadapkan pada beberapa keterbatasan yang perlu perhatian. Pertama. Penelitian ini terbatas pada perusahaan di Indeks LQ45 selama periode 2022-2024. Akibatnya, hasil yang diperoleh mungkin tidak dapat diterapkan secara luas pada perusahaan di luar indeks tersebut atau pada periode waktu yang berbeda. Selain itu, variabel yang dipakai dalam analisis ini terbatas pada EPS. QR, dan TATO. Faktor lain, seperti kondisi makroekonomi, kebijakan pemerintah, atau sentimen pasar, tidak termasuk dalam analisis. Keterbatasan ini dapat memengaruhi akurasi hasil penelitian, mengingat bahwa harga saham sering dipengaruhi oleh beragam faktor eksternal yang kompleks. *Email Correspondence: nurmatama. 10@gmail. Muhammad Rafie Nurmatama dan Hero Priono 277 | 279 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Saran Terdapat saran dari peneliti yang bisa dipakai untuk penelitian kedepannya adalah: Meneliti faktor lain seperti menggunakan variabel moderasi yang mungkin memengaruhi hubungan antara QR. TATO, dan harga saham. Hal ini dapat membantu menjelaskan mengapa pengaruh kedua rasio tersebut tidak signifikan dalam penelitian ini. Selain itu, memperpanjang periode penelitian atau menggunakan sampel perusahaan yang lebih luas seperti di luar indeks LQ45 atau dari sektor lain dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kinerja keuangan pada harga saham. Penelitian selanjutnya juga dapat mencoba metode analisis lain yang mungkin lebih sesuai dengan karakteristik data atau dapat mengungkap hubungan yang lebih kompleks antar variabel. Dianjurkan pula untuk secara khusus menggali alasan di balik perbedaan temuan ini, misalnya dengan membandingkan karakteristik perusahaan, kondisi pasar, atau metodologi yang digunakan dalam penelitianpenelitian sebelumnya. Menggunakan faktor non-keuangan seperti sentimen pasar, kondisi ekonomi makro, atau kebijakan pemerintah juga dapat berpengaruh, sehingga penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variabel-variabel lain ini terhadap harga saham. Terakhir, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan analisis pada perusahaan dalam sub-sektor tertentu di indeks LQ45 untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik dan relevan. DAFTAR PUSTAKA