Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-53 Publisher: CV. Doki Course and Training E-ISSN: 2985-8070iCP-ISSN: 2986-7762 DOI: https://doi. org/10. 61994/jipbs. SALAT WAJIB DAN SALAT SUNAH TERHADAP KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA Jhoni Wijaya1. Nurul Melani Zaki2. Anis Marceleni3. Rizqiyah Nabila Auliati4. Marshela Agustiana5 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang1-4. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin 5 Corresponding email: wijayajhoni00@gmail. ARTICLE INFO Article History Submission: 25-11-2023 Review: 28-11-2023 - 30-01-2024 Revised: 03-02-2024 Accepted: 03-02-2024 Published: 04-02-2024 Keywords Kecemasan Akademik Salat Wajib Salat Sunah ABSTRAK Penelitian ini untuk melihat pengaruh terapi solat wajib dan sunah terhadap tingkat kecemasan akademik pada mahasiswa. Menggunakan jenis penelitian One Group Pre-test-Post-test Randomized Design. Sampel penelitian berjumlah 15 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan metode probability sampling. Responden yang telah terpilih akan diberikan terapi dengan modul psikoterapi yang telah disusun oleh peneliti. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan mayoritas peserta mengalami penurunan nilai kecemasan pada Posttest dibandingkan dengan Pretest. Nilai signifikansi yang < 0. 05 menunjukkan penolakan H0 dan penerimaan H1, menandakan adanya penurunan kecemasan akademik setelah terapi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi salat wajib dan sunah berpengaruh positif terhadap penurunan kecemasan akademik pada mahasiswa. ABSTRACT This research is to see the effect of obligatory and sunnah prayer therapy on the level of academic anxiety in students. Using the One Group Pretest-Post-test Randomized Design type of research. The research sample consisted of 15 students selected using the probability sampling method. Selected respondents will be given therapy using psychotherapy modules that have been prepared by researchers. From the results of the data analysis that has been carried out, it shows that the majority of participants experienced a decrease in anxiety scores on the Posttest compared to the Pretest. A significance value of <0. 05 indicates rejection of H0 and acceptance of H1, indicating a decrease in academic anxiety after therapy. Thus, it can be concluded that obligatory and sunnah prayer therapy has a positive effect on reducing academic anxiety in students. Pendahuluan Kecemasan akademik merupakan fenomena umum yang sering terjadi pada mahasiswa tingkat perguruan tinggi karena berdampak negatif untuk kesejahteraan mental dan performa akademik mereka. Terutama subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa semester 5 yang sedang berada di tahap kritis perkuliahan dan terus meningkatnya tuntutan akademik. Adapun menurut pendapat OAoconnor . mengemukakan bahwa kecemasan akademik Website : http://jurnal. org/index. php/JIPBS/index Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 adalah perasaan tertekan, takut atau stress yang diakibatkan adanya tuntutan yang harus dilaksanakan di sekolah atau instansi pendidikan. Penelitian ini melibatkan aspek keagamaan dan berusaha menyediakan wawasan secara holistik tentang cara potensial untuk mengelola kecemasan akademik di tingkat perguruan Salah satu pendekatan yang telah dikaji dalam mengatasi kecemasan akademik adalah intervensi berbasis agama, terutama terapi shalat. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa praktik keagamaan, termasuk shalat, dapat berperan sebagai sumber koping positif dalam mengatasi tekanan psikologis (Abu-Raiya & Pargament, 2. Terapi shalat diklaim mampu memberikan rasa ketenangan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengurangi tingkat kecemasan pada individu (Roussi, 2. Shalat yang dilakukan secara rutin memiliki manfaat yang banyak, baik dari sudut pandang agama, kesehatan fisik, maupun kesehatan mental. Sebagaimanafirman Allah dalam Al-QurAoan yang berbunyi. AuDan mintalah pertolongan . epada Alla. dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuAo. Ay (QS. Al-Baqarah, 2:. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan tafsir ayat tersebut bahwa Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat dengan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah hadits Rasulullaah Shallallaahu AoAlayhi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwasanya beliau (Rasululla. apabila ditimpa suatu masalah, maka segera mengerjakan shalat. (Ali et al. , 2. Kajian konseptual penelitian ini berlandaskan teori kecemasan akademik yang relevan, menurut pendapat sarason . bahwa mahasiswa dapat mengalami kecemasan dalam menghadapi tekanan akademik, seperti ujian, tugas-tugas, atau ekspektasi yang tinggi terhadap hasil belajar mereka. Sedangkan terapi shalat dari Hassanpour et al . dimana teori ini mencakup konsep bahwa shalat dapat menjadi sumber kekuatan spiritual dan dukungan psikologis bagi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adanya pengaruh terapi shalat wajib dan shalat sunnah terhadap kecemasan akademik mahasiswa, selain itu untuk memahami hubungan antara praktik keagamaan terhadap kecemasan akademik, serta memahami kombinasi keduanya dapat memberikan manafaat yang lebih besar dalam mengatasi kecemasan akademik dibandingkan penerapan terapi secara terpisah. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya peneliti mengajukan hipotesis dari penelitian ini yaitu: H1 : ada penurunan kecemasan pada mahasiswa setelah diberi terapi berpikir positif. H0 : tidak ada penurunan kecemasan pada setelah diberi terapi berpikir positif. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan tujuan untuk melihat pengaruh terapi solat wajib dan sunah terhadap tingkat kecemasan akademik pada mahasiswa. Dalam rangka mencapai tujuan ini, peneliti memilih desain penelitian "One Group Pre-test-Post-test Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan AkademikA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 Randomized Design," yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan perubahan dalam tingkat kecemasan akademik sebelum dan setelah pemberian terapi kepada satu kelompok subjek. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kecemasan akademik sedangkan variabel bebeas adalah terapi salat wajib dan sunah. Arikunto . mengartikan populasi sebagai keseluruhan subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas psikologi, yang dapat mencakup berbagai latar belakang dan tingkat Arikunto . menjelaskan lebih lanjut bahwa sebagian dari populasi disebut sebagai Untuk memastikan keberagaman sampel yang mewakili populasi, kami memilih 15 mahasiswa secara acak menggunakan metode probability sampling. Dengan demikian, peneliti dapat menggeneralisasi temuan ke seluruh populasi dengan lebih baik. Responden yang telah terpilih akan diberikan terapi dengan modul psikoterapi yang telah disusun oleh peneliti. Modul ini dirancang khusus untuk membantu mereka mengatasi kecemasan akademik mereka. Sebelum menerima terapi, para responden akan diminta untuk mengisi kuesioner awal yang akan mengukur tingkat kecemasan akademik mereka pada saat itu . re-tes. dengan menggunakan skala kecemasan akademik yang telah diuji validitas dan Kemudian responden akan diberikan terapi solat wajib dan sunah. Setelah menjalani terapi, para responden akan kembali mengisi kuesioner yang sama . ost-tes. untuk mengevaluasi perubahan dalam tingkat kecemasan akademik mereka. Dengan cara ini, peneliti dapat mengidentifikasi apakah terapi solat wajib dan sunah memiliki dampak yang signifikan pada tingkat kecemasan akademik mahasiswa. Sebelum melakukan analisis data telebih dahulu akan dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui apakah data yang penelit kumpulkan mengikuti distribusi normal. Tindakan ini merupakan langkah penting dalam analisis penelitian karena uji-t yang peneliti maksudkan untuk digunakan selanjutnya, dengan asumsi bahwa data memiliki distribusi normal. Dengan menggunakan uji normalitas, peneliti dapat menentukan apakah asumsi ini terpenuhi atau tidak. Setelah itu barulah dilakukan analisis data, pertama akan digunakan metode statistik deskriptif untuk merangkum karakteristik responden, seperti usia, jenis kelamin, dan sebagainya, serta untuk menyajikan statistik deskriptif terkait dengan data hasil kuesioner. Kedua, metode statistik inferensial, khususnya uji-t, akan digunakan untuk membandingkan perbedaan antara skor kecemasan pada tahap pre-test dan post-test. Semua analisis data akan dijalankan dengan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS versi 26 untuk mendapatkan hasil yang signifikan secara statistik. Hasil dan Diskusi Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa dengan jumlah subjek sebanyak 15 Berikut penjelasan sampel dalam penelitian ini: Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan Akademik A) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 Nama/Inisial RLAZ DFA AUR MRS Kelas PI 3 PI 3 PI 3 PI 3 PI 3 PI 3 PI 2 PI 5 PI 1 PI 2 Pi 5 PI 3 PI 3 PI 3 PI 3 Tabel 1 Partisipan Penelitian Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan laki-laki Perempuan laki-laki Perempuan laki-laki Perempuan Usia Berdasarkan tabel ini dapat diketahui bahwa jumlah subjek yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang dan jumlah subjek yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 10 orang. Kemudian semua responden yang telah disebutkan diatas merupakan mahasiswa yang berkuliah aktif dan sedang menempuh jenjang pendidikan akademik pada semester 5. Nama RLAZ DFA AUR MRS Tabel 2. Klasifikasi tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan terapi Kategori Tinggi Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Tinggi Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Berdasarkan Thomas et al . berpendapat mengenai klasifikasi tingkat kecemasan akademik melalui skala kecemasan kognitif yaitu rendah dengan rentang skor 24-43, sedang dengan rentang skor 44-66 dan tinggi dengan rentan skor > 67. Data yang Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan AkademikA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 disajikan, dapat dilihat bahwa mayoritas peserta mengalami penurunan nilai kecemasan pada saat Posttest dibandingkan dengan Pretest, sehingga status mereka adalah "menurun" dengan demikian, secara umum, hasil dari Posttest cenderung menunjukkan pengaruh dari pemberian perlakuan terapi yang diberikan oleh peneliti kepada subjek penelitian, dari banyaknya subjek yang mengalami penurunan nilai kecemasan akademik menunjukkan hasil yang baik karena bermakna bahwa hasil dari pemberian terapi salat wajib dan sunah berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan akademik pada individu yang menjadi subjek penelitian. Pemberian perlakuan terapi salat wajib dan sunah ini juga dapat membantu subjek penelitian untuk mempertahankan kriteria normal kecemasan akademik mereka dan memastikan kondisi kecemasan akademik mereka agar tidak meningkat. Pretest Tabel 3 Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk melihat penyimpangan frekuensi observasi yang diteliti dari frekuensi teoritik. Uji asumsi normalitas sendiri menggunakan teknik statistik analitik. Alasan penggunaan uji normalitas Saphiro-Wilk dikarenakan subjek yang diteliti < 50 berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh Razali. M & Wah,Y. Kaidah yang digunakan ini menurut Reza. adalah jika nilai Signifikansi > 0,05 maka sebarannya normal namun jika nilai Signifikansi < 0,05 maka sebarannya tidak Dalam hasil uji normalitas yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa nilai Signifikansi dari pretest termasuk dalam sebaran yang normal dengan nilai Sig = 0,347 . > 0,. demikian juga dengan nilai Signifikansi dari posttest termasuk dalam sebaran yang normal dengan nilai Sig = 0,701 . > 0,. Tabel 4. Uji Deskriptif Descriptives Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Statistic Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan Akademik A) Std. Error Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Tabel 5 Case processing summary Case Processing Summary Cases Valid Missing Percent Percent Tabel 6 Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan AkademikA) Total Percent Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 Tabel 7 Hasil uji deskriptif terkait skor kecemasan akademik pada sekelompok responden. Pada awalnya, para peneliti melakukan pretest dan menemukan bahwa rata-rata skor kecemasan akademik responden adalah 63. 1333, dengan variasi sekitar 3. Nilai median, yang merupakan nilai tengah, adalah 64. 0000, dan rentang nilai skor berada antara 00 hingga 70. Selain itu, hasil uji deskriptif juga menyajikan informasi tentang bentuk distribusi data. Skewness sebesar -0. 109 menunjukkan bahwa distribusi cenderung simetris, sementara kurtosis sebesar 0. 968 mengindikasikan bahwa ekor distribusi lebih berat daripada distribusi normal. Analisis selanjutnya dilakukan dengan melihat Case Processing Summary, di mana terdapat 15 responden yang dianggap valid, dan tidak ada data yang hilang. Hasil dari Normal QQ Plot Pretest dan Posttest menunjukkan bahwa data cenderung mengikuti distribusi normal, seperti yang dapat dilihat dari sejajar garis diagonal pada grafik. Dengan menyatukan hasil dari uji deskriptif, case processing summary, dan visualisasi melalui QQ plot, kesimpulannya adalah bahwa data skor kecemasan akademik responden cenderung mengikuti distribusi normal. Dengan demikian, berdasarkan hasil uji deskriptif, case processing summary, dan visualisasi dari normal QQ plot pretest dan posttest, dapat disimpulkan bahwa data skor kecemasan akademik responden cenderung mengikuti distribusi normal dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Tabel 8 Uji Hipotesis Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Pair pretest posttest Std. Mean Deviation Mean Lower Upper Jhoni Wijaya et al (Salat Wajib dan Salat Sunah Terhadap Kecemasan Akademik A) Sig. Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 January 2024, 44-52 Hipotesis yang ingin diuji dalam penelitian ini adalah : H1 : ada penurunan kecemasan akademik pada mahasiswa setelah diberi terapi salat wajib dan sunah H0 : tidak ada penurunan kecemasan akademik pada mahasiswa setelah diberi terapi salat wajib dan sunah. Berdasarkan hasil dari tabel uji hipotesis menggunakan paired sample t-test, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0. Kriteria penilaian menurut Nurgiyantoro. B , . adalah tolak H0 jika Sig. O 0. Dengan nilai signifikansi yang diperoleh . lebih kecil dari 0. 05, maka H0 ditolak. Hal ini juga berarti H1 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan akademik pada mahasiswa setelah diberi perlakuan berupa terapi salat wajib dan sunah. Simpulan Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan mayoritas peserta mengalami penurunan nilai kecemasan pada Posttest. Berdasarkan uji hipotesis, nilai signifikansi yang < 0. 05 menunjukkan penolakan H0 dan penerimaan H1, menandakan adanya penurunan kecemasan akademik setelah terapi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi salat wajib dan sunnah berpengaruh positif terhadap penurunan kecemasan akademik pada Penelitian ini dapat menjadi titik awal untuk penelitian lebih lanjut. Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, disarankan untukdapat lebih dalam memahami mekanisme dan aspek-aspek spesifik dari terapi salat wajib dan sunah yang berpengaruh pada penurunan kecemasan akademik mahasiswa. Penelitian lebih lanjut dapat mencakup variabel tambahan seperti tingkat keaktifan dalam kegiatan keagamaan, durasi pelaksanaan terapi, dan dampak jangka panjang dari intervensi tersebut. Selain itu, mempertimbangkan perbedaan budaya, lingkungan, dan latar belakang mahasiswa dari institusi lain dapat memberikan wawasan lebih luas terkait efektivitas terapi. Integrasi metode kualitatif juga dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai pengalaman individu selama proses terapi. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperkaya pemahaman kita tentang potensi terapi salat wajib dan sunah sebagai strategi mengelola kecemasan akademik di lingkungan pendidikan tinggi. Referensi