Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI UNIT DESA DI DESA ENGKERSIK KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Darmansah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: darmansah17@gmail. Abstract: This study aims to analyze the development strategy of the Satrimas Village Unit Cooperative (KUD) in Engkersik Village. Sekadau Hilir District. Sekadau Regency. In determining its development strategy, cooperatives engaged in the savings and loan sector and other sectors such as trade must consider several important factors, including the amount of capital owned, cooperative products that have good market opportunities, and competitive product pricing. This research uses a qualitative approach with data collection methods through interviews, documentation studies, and observation. Aspects studied in the study include three main components, namely capital, products, and prices. The results showed that KUD Satrimas business capital sourced from member savings, residual income (SHU), and the results of capital investment from the oil palm plantation sector and other businesses. Products marketed include savings and loan services, transportation, and procurement, with marketing of palm oil FFB owned by plasma farmers who follow the market price of the buying company. Based on these findings, this study recommends that KUD Satrimas increase the variety of savings and loan products to provide more choices for members, which can indirectly increase the cooperative's capital. In addition, it is recommended to make investments by opening independent oil palm plantation land through cooperation between Satrimas KUD and local communities who have vacant land in the region. Keywords: Development strategy. village unit cooperatives. venture capital. cooperative products. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD) Satrimas di Desa Engkersik. Kecamatan Sekadau Hilir. Kabupaten Sekadau. Dalam menentukan strategi pengembangannya, koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam dan sektor lainnya seperti perdagangan harus mempertimbangkan beberapa faktor penting, meliputi jumlah modal yang dimiliki, produk koperasi yang memiliki peluang pasar yang baik, serta penetapan harga produk yang kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Aspek yang dikaji dalam penelitian mencakup tiga komponen utama yaitu modal, produk, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha Koperasi Unit Desa Satrimas bersumber dari simpanan anggota, sisa hasil usaha (SHU), dan hasil investasi modal dari sektor perkebunan sawit serta usaha lainnya. Produk yang dipasarkan meliputi jasa simpan pinjam, angkutan, dan pengadaan, dengan pemasaran TBS sawit milik petani plasma yang mengikuti harga pasar dari perusahaan pembeli. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar Koperasi Unit Desa Satrimas menambah variasi produk simpan pinjam untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi anggota, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan modal koperasi. Selain itu, disarankan untuk melakukan investasi dengan membuka lahan perkebunan sawit mandiri melalui kerjasama antara Koperasi Unit Desa Satrimas dengan masyarakat setempat yang memiliki lahan kosong di wilayah tersebut. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Kata Kunci : Strategi pengembangan. koperasi unit desa. modal usaha. produk koperasi. PENDAHULUAN Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat melalui berbagai unit usaha yang Menurut Anoraga . , unit usaha yang dikelola koperasi tidak terbatas pada usaha simpan pinjam saja, tetapi juga mencakup koperasi konsumsi barang dan koperasi produksi barang dan jasa yang berperan dalam menggerakkan roda perekonomian. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 pasal 3 yang menyatakan bahwa tujuan koperasi Indonesia adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi harus menerapkan strategi yang Tiga aspek utama yang perlu diperhatikan adalah jumlah modal yang dimiliki, peluang pasar produk, dan strategi penetapan harga yang kompetitif. Salah satu koperasi yang menerapkan strategi pengembangan adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Satrimas yang berlokasi di Desa Engkersik. Kecamatan Sekadau Hilir. Kabupaten Sekadau. Koperasi Unit Desa Satrimas bergerak dalam pengelolaan Tandan Buah Segar (TBS) milik petani plasma, pelayanan jasa angkutan sawit, dan fasilitasi pemasaran produk kelapa sawit kepada perusahaan perkebunan sawit KUD Satrimas memiliki visi menjadi lembaga ekonomi yang tangguh dan mampu memberikan pelayanan prima kepada anggota dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Untuk mewujudkan visi tersebut, koperasi ini mengusung misi untuk meningkatkan meningkatkan peran serta anggota dalam pengembangan koperasi, dan memperkuat kemitraan dengan pihak lain. Modal awal koperasi bersumber dari simpanan anggota yang memiliki lahan plasma pada perusahaan mitra, dengan fokus produk pada pengelolaan dan pemasaran buah sawit dari perkebunan milik petani plasma dan kebun milik koperasi. Namun dalam perkembangannya. KUD Satrimas menghadapi beberapa Dengan hanya memiliki 3 unit dump truck dan 1 kantor, koperasi ini sering mengalami keterbatasan armada angkutan, terutama saat hasil panen Meskipun sementara dilakukan dengan menyewa keterbatasan modal untuk pengadaan armada tambahan tetap menjadi tantangan. Selain itu, fluktuasi harga sawit yang cenderung tidak menguntungkan petani sebagai pemilik lahan juga berdampak pada upaya pengembangan koperasi dan peningkatan kesejahteraan anggotanya. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Tabel Daftar Penjualan/Pendapatan Satrimas Desa Bulan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Rincian KUD. Enkersik Penjualan/Pendapatan KUD. Satrimas (R. Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Total sale Kecamatan Sekadau Hilir. Januari Ae Desember 2021 Sumber data : KUD. Satrimas Desa EngkersikKec. Sekadau Hilir. April TINJAUAN PUSTAKA Strategi Pengembangan Usaha Koperasi Pengembangan usaha koperasi merupakan bagian dari kegiatan usaha yang bersifat kewirausahaan dan memerlukan strategi khusus untuk Oleh sebab itu, pengurus koperasi harus memahami bagaimana pelaksanaan kegiatan kewirausahaan dijalankan dengan baik berdasarkan teori-teori yang ada. Menurut Alama kewirausahaan berasal dari kata "wira" dan "usaha. " "Wira" berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah, pemberani, dan orang yang berbudi luhur, sedangkan "usaha" berarti perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Dengan kewirausahaan merupakan nilai yang diperoleh untuk memulai suatu mengerjakan sesuatu yang baru serta tidak selaras. Wardoyo . menyatakan tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan, yang menumbuhkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif, dan inovatif. Kewirausahaan berkaitan dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain dengan Suryana bahwa wirausaha adalah orang yang melakukan upaya kreatif dan inovatif mengumpulkan sumber daya untuk menggali potensi dan membuat rencana untuk kehidupan masa depan mereka. Modal Modal usaha adalah uang yang dipakai sebagai pokok untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya, atau modal adalah harta benda . ang, barang, sesuatu untuk menambah kekayaan. Menurut Nugraha . , modal usaha adalah uang yang dipakai sebagai pokok FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 untuk berdagang, melepas uang, dan harta benda . ang, barang, sesuatu yang menambah kekayaan. Faktor usaha yang harus tersedia sebelum melakukan kegiatan bisnis adalah modal. Riyanto bahwa besar kecilnya modal akan berpengaruh terhadap perkembangan usaha dalam pencapaian pendapatan. Beberapa modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis antara lain tekad, pengalaman, keberanian, pengetahuan, jaringan . , serta modal berupa uang. Namun, kebanyakan orang terhambat memulai usaha karena mereka sulit untuk mendapatkan modal berupa uang tersebut. Produk Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk adalah hasil dari suatu kegiatan perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan Bagi perusahaan, produk adalah alat untuk mencapai tujuannya. Produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk lain baik dari segi kemasan, pelayanan, garansi, dan rasa agar dapat menarik minat konsumen untuk mencoba dan membeli produk Menurut Firmansyah sekumpulan atribut fisik yang nyata P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 terkait dalam sebuah bentuk yang dapat Secara luas, produk adalah sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata yang mencakup warna, kemasan, harga, presisi pengencer, dan pelayanan dari pabrik serta pengencer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai hal yang dapat memberikan kepuasan atas keinginannya. Riyono . menyatakan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, cara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Angipora . menyatakan bahwa produk adalah unsur pertama dalam bauran pemasaran karena produk merupakan kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Tjiptono . menyebutkan bahwa produk adalah pemahaman subyektif produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli Alma . menyatakan bahwa produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk di dalamnya warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual, serta pelayanan dari pabrik dan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya. Segala sesuatu baik berwujud barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 konsumen memiliki manfaat yang Pembeli dalam membeli setiap sekumpulan atribut fisiknya, tetapi lebih dari itu, mereka bersedia membayar sesuatu yang diharapkan agar dapat Harga Menurut Kotler . , harga dibebankan pada suatu produk tertentu. Industri menetapkan harga dalam bermacam metode. Di perusahaanperusahaan besar, penetapan harga umumnya ditangani oleh para manajer divisi maupun manajer lini produk. Lamb et al. menyatakan bahwa diberikan dalam pertukaran untuk mendapatkan barang maupun jasa. Dalam proses menentukan keputusan menggali informasi mengenai harga, karena persepsi konsumen mengenai harga suatu produk dapat dijadikan standar mutu produk berdasarkan nilai harga tersebut. Menurut Tjiptono . , harga digunakan untuk memperoleh jasa atau produk tertentu. Kotler dan Armstrong . menambahkan bahwa harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk maupun jasa, dan jumlah dari nilai yang ditukar oleh konsumen untuk mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk maupun jasa tersebut. Menurut P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Kotler Armstrong memperhitungkan perbedaan pelanggan serta perubahan situasi pasar. Beberapa strategi penyesuaian harga Penetapan harga diskon dan memberikan penghargaan kepada konsumen yang membayar lebih Penetapan harga tersegmentasi berdasarkan perbedaan di antara pelanggan, produk, dan lokasi. Penetapan harga psikologis untuk mempengaruhi konsumen secara Penetapan harga promosi dengan meningkatkan penjualan dalam jangka pendek. Penetapan harga geografis yang menyesuaikan harga dengan lokasi geografis konsumen. Penetapan internasional yang menyesuaikan harga untuk pasar internasional. Kotler . mengidentifikasi lima indikator harga, yaitu keterjangkauan harga, persaingan harga terhadap produk sejenis, asumsi harga konsumen, harga sebagai indikator kualitas, dan penetapan periode harga. Menurut Kotler . , penetapan harga selalu kewenangan mutlak seorang pengusaha FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 atau pihak perusahaan. Penetapan harga dapat menciptakan hasil penerimaan penjualan dan mempengaruhi tingkat penjualan, keuntungan, serta pangsa Dalam menetapkan harga, ada berbagai metode yang dapat digunakan, termasuk menambah nilai atau biaya produksi yang diperhitungkan terhadap pengorbanan tenaga serta waktu dalam memproses barang atau jasa. Perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak seperti konsumen akhir, penyalur, pesaing, penyuplai dana, para pekerja, dan pemerintah dalam menetapkan harga jual produk. Kotler . menyebutkan enam langkah dalam menetapkan harga, yaitu: Memilih tujuan dalam penetapan Menentukan kemampuan bertahan saat kondisi mendesak. Memaksimalkan laba saat ini. Memaksimalkan pangsa pasar. Menjadi pemimpin kualitas produk di pasar. Menggunakan harga sebagai alat keuntungan lebih banyak. Berdasarkan pengertian di atas, harga dibebankan pada suatu produk atau layanan jasa, dan merupakan jumlah nilai yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah produk atau jasa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pengembangan KUD Satrimas di Desa Engkersik. Kecamatan Sekadau Hilir. Kabupaten Sekadau. Pendekatan mendalam tentang fenomena yang diteliti melalui pengumpulan data yang Lokasi dan Waktu Penelitian. Penelitian KUD Satrimas yang berlokasi di Desa Engkersik. Kecamatan Sekadau Hilir. Kabupaten Sekadau. Pengambilan data dilakukan selama periode Januari hingga Desember 2021. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini meliputi pengurus KUD Satrimas, anggota koperasi yang terdiri dari petani plasma, dan pihak-pihak yang terkait dengan Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan pengetahuan dan keterlibatan informan dalam pengelolaan dan pengembangan KUD. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode: Wawancara . n-depth intervie. dengan pengurus koperasi dan anggota terpilih untuk mendapatkan pengembangan, kendala yang dihadapi, dan upaya penyelesaiannya. Observasi langsung terhadap kegiatan operasional koperasi, termasuk proses pengangkutan dan pemasaran Tandan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Buah Segar (TBS), serta kondisi fasilitas yang dimiliki koperasi. Studi dokumentasi terhadap laporan keuangan, data penjualan, dokumen strategi pengembangan, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis Data Data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi: Reduksi Pemilihan penyederhanaan data mentah yang diperoleh dari lapangan. Penyajian data: Pengorganisasian data dalam bentuk deskriptif naratif. Penarikan kesimpulan: Interpretasi data untuk menghasilkan temuan penelitian. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama strategi pengembangan Modal: Sumber dan pengelolaan modal, termasuk kendala permodalan. Produk: Jenis dan kualitas produk/jasa yang ditawarkan koperasi. Harga: Strategi penetapan harga dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan Validitas Data Validitas data dalam penelitian ini dijamin melalui penerapan teknik triangulasi sumber dan metode, yang keabsahan serta memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan bersifat akurat dan dapat dipercaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota KUD Satrimas, observasi langsung terhadap P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Pendekatan melakukan verifikasi silang terhadap berbagai temuan, sehingga mengurangi kredibilitas hasil penelitian. Selain itu, analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang Dengan metode ini, data yang diperoleh tidak hanya dianalisis secara deskriptif, tetapi juga dikaji secara mendalam untuk menemukan pola dan hubungan yang relevan dengan fokus Keabsahan data dalam penelitian ini juga diperkuat dengan adanya pengelolaan koperasi, khususnya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Melalui RAT, anggota koperasi secara aktif keputusan dan memiliki akses terhadap informasi keuangan serta kebijakan Dengan demikian, data yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya bersumber dari dokumen internal, tetapi juga telah melewati proses validasi kepentingan koperasi. Kombinasi dari berbagai teknik penelitian ini didasarkan pada data yang objektif, dapat dipertanggungjawabkan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 dan mencerminkan kondisi nyata yang terjadi di KUD Satrimas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Strategi Pengelolaan Modal KUD Satrimas diinvestasikan ke berbagai sektor usaha. Modal koperasi berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, dana cadangan yang diperoleh dari Sisa Hasil Usaha (SHU), serta hasil investasi modal pada berbagai sektor usaha. Modal tersebut diinvestasikan dalam layanan simpan pinjam untuk anggota, pengadaan armada angkutan . unit produksi pertanian, pembiayaan jasa perawatan jalan dan infrastruktur kebun, serta pengembangan sumber daya manusia anggota melalui fasilitas pinjaman pendidikan. Strategi Pengembangan Produk KUD Satrimas memfokuskan pengembangan produk pada sektor jasa dengan beberapa layanan utama, seperti jasa simpan pinjam bagi anggota, jasa angkutan Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani plasma dan masyarakat umum, jasa pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) ke perusahaan mitra, jasa pengadaan pupuk untuk perkebunan plasma, serta jasa pemeliharaan kebun dan perbaikan jalan blok. Strategi produk yang diterapkan lebih menekankan pada pelayanan yang komprehensif untuk mendukung aktivitas perkebunan sawit anggota, mulai dari pemeliharaan hingga pemasaran hasil. Meskipun P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 terbatas pada dua produk utama . impanan dan pinjama. , koperasi mengoptimalkan layanan pendukung untuk memaksimalkan nilai tambah bagi Strategi Penetapan Harga KUD Satrimas strategi penetapan harga yang berbasis pada penetapan bunga simpan pinjam melalui kesepakatan dalam RAT, penentuan biaya angkutan per kilogram operasional, penyesuaian dengan harga BBM, pertimbangan jarak tempuh, volume angkutan, serta penetapan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) mengikuti harga pasar dari perusahaan mitra. Strategi memastikan biaya angkutan yang terjangkau bahkan saat harga sawit rendah, pembagian SHU yang konsisten setiap tahun, transparansi dalam penetapan harga melalui mekanisme RAT. Keberhasilan implementasi ketiga mempertahankan keberlanjutan usaha, memberikan SHU secara konsisten layanan pendukung sektor perkebunan, meningkatkan kesejahteraan anggota melalui berbagai fasilitas pembiayaan, serta membangun kemitraan yang kuat dengan perusahaan perkebunan sawit. Namun demikian, koperasi masih FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan armada angkutan dan mempengaruhi pendapatan anggota. Hal pengembangan strategi lebih lanjut untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan daya saing koperasi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian pengembangan KUD Satrimas di Desa Engkersik. Kecamatan Sekadau Hilir. Kabupaten Sekadau bahwa koperasi ini telah menerapkan berbagai strategi dalam pengelolaan modal, pengembangan produk, dan penetapan harga. Strategi pengelolaan modal yang diterapkan melibatkan penggunaan modal internal yang berasal dari simpanan anggota. Sisa Hasil Usaha (SHU), dan hasil investasi. Modal ini berbagai bentuk usaha seperti layanan simpan pinjam, pengadaan armada angkutan, penyediaan sarana produksi serta pembiayaan perawatan jalan dan infrastruktur kebun. Strategi pengembangan produk KUD Satrimas difokuskan pada sektor perkebunan sawit anggota, dengan layanan utama seperti jasa simpan pinjam, jasa angkutan, jasa pemasaran, jasa pengadaan pupuk, serta jasa pemeliharaan kebun. Meskipun terbatas pada dua produk utama . impanan dan mengoptimalkan layanan pendukung P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 untuk memaksimalkan nilai tambah bagi Meskipun strategi yang diterapkan menunjukkan hasil yang positif, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi agar koperasi dapat berkembang lebih optimal. Dalam hal penetapan harga. KUD Satrimas menerapkan strategi yang kesejahteraan anggota. Hal ini dilakukan melalui penetapan bunga simpan pinjam, biaya angkutan yang terjangkau, pembagian SHU yang konsisten, serta transparansi dalam penetapan harga melalui mekanisme RAT. Keberhasilan strategi ini tercermin dari kemampuan keberlanjutan usaha, memberikan SHU layanan pendukung sektor perkebunan, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan membangun kemitraan yang kuat dengan perusahaan perkebunan sawit. Namun, menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan armada angkutan dan mempengaruhi pendapatan anggota. Saran Untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. KUD Satrimas dapat mempertimbangkan beberapa saran berikut: Diversifikasi Produk Layanan: Menambahkan variasi produk simpan pinjam yang lebih beragam untuk anggota, sehingga mereka memiliki lebih banyak pilihan dalam hal bentuk simpanan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 maupun jenis pinjaman. Hal ini juga dapat meningkatkan jumlah modal yang dimiliki koperasi. Pengembangan Infrastruktur: Menginvestasikan modal usaha infrastruktur, seperti menambah meningkatkan fasilitas pengadaan Kerjasama dengan masyarakat setempat untuk membuka lahan perkebunan sawit baru juga dapat Peningkatan Kualitas Layanan: Meningkatkan kualitas layanan perkebunan, seperti perbaikan jalan blok dan pemeliharaan kebun yang lebih efektif. Strategi Penetapan Harga yang Fleksibel: Menyesuaikan strategi penetapan harga sesuai dengan kondisi pasar dan operasional, transparansi dalam penetapan harga melalui mekanisme RAT. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Menyediakan banyak fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi anggota untuk meningkatkan kemampuan dan mengelola usaha. Kemitraan Kerjasama: Membangun kemitraan yang lebih perkebunan sawit dan pihak lain yang dapat mendukung kegiatan usaha koperasi. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 DAFTAR PUSTAKA