Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1290-1297 TINGKAT EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS BERAS (Studi Kasus: Desa Polenga Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolak. RICE COMMODITY MARKETING CHANNEL EFFICIENCY LEVEL (Case Study: Polenga Village. Watubangga District. Kolaka Regenc. Campina Illa Prihantini*. Budi Samudra. Yuli Purbaningsih. Lian Yunike. Indriani Nurul Suraturohmi. La Sisi Program Studi Agribisnis,Fakultas Pertanian Perikanan Dan Peternakan Universitas Sembilanbelas November Kolaka *Email: campinailla26@gmail. (Diterima 15-06-2022. Disetujui 21-07-2. ABSTRAK Jumlah produksi beras yang dihasilkan oleh Kabupaten Kolaka termasuk dalam lima terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Menjadi menarik untuk dikaji apakah fakta tersebut memberikan dampak yang nyata terhadap petani selaku lembaga pemasaran pertama. Pemilihan Desa Polenga sebagai lokasi penelitian dikarenakan desa ini termasuk salah satu desa penghasil beras terbesar di Kabuapten Kolaka. Penulisan artikel ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi pola pemasaran beras di Desa Polenga, . menganalisis besarnya marjin pemasaran di Desa Polenga, dan . menganalisis fungsi lembaga pemsaran yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran beras di Desa Polenga. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer diperoleh dari responden dan data sekunder yang diperoleh dari instansiinstansi yang terkait dengan penelitian. Analisis yang dilakukan adalah analisis marjin pemasaran dan analisis fungsi lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama pemasaran beras di Desa Polenga, yaitu: (I) dari petani langsung kepada konsumen, (II) dari petani ke pedagang pengepul lalu kepada konsumen, dan . dari petani ke pedagang pengepul ke pedagang pengecer dan berakhir di konsumen. Hasil temuan kedua adalah nilai marjin pemasaran tertinggi terdapat pada Saluran Pemasaran i, yakni sebesar Rp 1. 000 per kilogram. Sedangkan pada saluran pemasaran II hanya sebesar Rp 500 per kilogram, dan Saluran Pemasaran I tidak ditemukan marjin pemasaran. Berdasarkan analisis fungsi lembaga pemasaran, masing-masing lembaga telah melakukan tiga fungsi utama lembaga pemasaran, yakni fungsi fisik, fungsi pertukaran, dan fungsi fasilitas. Simpulan yang dapat ditarik adalah bahwa saluran pemasaran yang paling efisien adalah Saluran Pemasaran I dimana tidak ditemukan marjin pemasaran dan terjadi penjualan langsung kepada konsumen. Kata Kunci: Beras. Efisiensi. Saluran Pemasaran. Marjin Pemasaran ABSTRACT The number of rice production produced by Kolaka Regency is included in the five largest in Southeast Sulawesi Province. It is interesting to study whether this fact has a real impact on farmers as the first marketing agency. Polenga Village was chosen as the research location because this village is one of the largest rice-producing villages in Kolaka Regency. Writing this article aims to . identify rice marketing patterns in Polenga Village, . analyze the amount of marketing margin in Polenga Village, and . analyze the functions of marketing institutions carried out by each rice marketing agency in Polenga Village. This type of research is descriptive, qualitative and quantitative. Sources of data in this study, namely primary data obtained from respondents and secondary data obtained from agencies related to the research. The analysis carried out is the analysis of marketing margins and analysis of the functions of marketing The results showed that there were three main patterns of rice marketing in Polenga Village, namely: (I) from farmers directly to consumers, (II) from farmers to collectors and then to TINGKAT EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS BERAS Campina Illa Prihantini. Budi Samudra. Yuli Purbaningsih. Lian Yunike. Indriani Nurul Suraturohmi. La Sisi consumers, and . from farmers to collectors to retailers and ends up in the consumer. The second finding is that the highest marketing margin value is in Marketing Channel i, which is IDR 1. 000 per kilogram. Meanwhile, in the second marketing channel, only IDR 500 per kilogram and the marketing channel I no marketing margin was found. Based on the analysis of the functions of marketing institutions, each institution has performed three main functions of marketing institutions, namely the physical function, the exchange function, and the facility function. The conclusion that can be drawn is that the most efficient marketing channel is Marketing Channel I where no marketing marjin is found and direct sales occur to consumers. Keywords: Rice. Efficiency. Marketing Channels. Marketing Margin ini belum mampu mengubah pandangan PENDAHULUAN Salah penduduk terhadap bahan pangan beras pangan yang memliki posisi paling (Purbaningsih dkk. , 2. penting dalam pengembangan pertanian Padi adalah beras (Mursalat, 2. Beras komoditi pertanian yang penting. Hal ini adalah bahan makanan pokok yang dikarenakan fungsi komoditi padi yang masih menjadi bahan pangan utama penduduk Indonesia. Beras memiliki masyarakat Indonesia. Definisi secara umum beras sesuai Peraturan Menteri Indonesia Perdagangan Nomor 19/M- dipandang dari aspek ekonomi, tenaga DAG/PER/3/2014 kerja, lingkungan hidup, sosial, budaya adalah biji-bijian baik berkulit, tidak berkulit, diolah atau tidak diolah yang komoditas strategis dalam kehidupan berasal dari Oryza sativa. Pada definisi bernegara di Indonesia. Selain sebagai ini beras mencakup gabah, beras giling, dan beras pecah kulit. Sedangkan definisi menjadi sumber penghasilan bagi petani umum, beras merupakan bagian bulir dan kebutuhan hidup sehari-hari bagi padi . yang telah dipisah dari sekam dan dedak atau bekatul (Juliatmaja , 2. Definisi ini menunjukkan beras sebagai produk akhir dari gabah. Beras Beras digantikan oleh komoditas lain dan harus Beras pecah kulit merupakan beras dalam jumlah yang memadai. Meskipun yang telah mengalami proses pemisahan isi dengan kandung lembaga. Beras pecah diversifikasi pangan, namun sampai saat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1290-1297 disosoh menjadi beras giling. Beras 2021. Kabupaten Kolaka merupakan giling merupakan yang telah kabupaten lima teratas sebagai produsen mengalami proses penghilangan sekam, terbesar besar (BPS Sulawesi Tenggara, lapisan aleuron . dan kotiledon. Produksi padi dan beras di Beras giling juga disebut sebagai beras masing-masing kabupaten di Sulawesi sosoh (Juliatmaja dkk. , 2. Beras Tenggara tahun 2021 disajikan secara lengkap dalam Tabel 1. Produksi padi sebagai olahan nasi untuk konsumsi. yang melimpah pada saat panen raya Beras sosoh ini lebih dikenal masyarakat menyebabkan timbulnya fluktuasi harga sebagai beras pada umumnya. Beras telah padi di tingkat petani. Salah satu faktor dikonsumsi oleh tidak kurang dari 26 yang mempengaruhi fluktuasi harga di negara padat penduduk (China. India, tingkat petani adalah adanya selisih harga Indonesia. Pakistan. Bangladesh. Malaysia. Thailand. Vietna. , atau lebih penggiling dalam bentuk Gabah Kering separuh penduduk dunia (Mursalat dkk. Panen (GKP). Selisih harga tersebut akan Fitriani dkk. , 2. mempengaruhi harga beras yang akan Hubungan antara produsen dan kepada konsumen. konsumen biasanya dijembatani oleh Tabel 1. Produksi Padi Dan Beras Di pelaku pemasaran atau pedagang yang Sulawesi Tenggara Tahun 2021 Kabupaten/Kota mempertemukannya dalam suatu sistem Hal Buton Muna Konawe Kolaka Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Buton Utara Konawe Utara Kolaka Timur Konawe Kepulauan Muna Barat Buton Tengah Buton Selatan Kota Kendari Kota Baubau Sulawesi Tenggara tempat, waktu, dan kualitas yang sesuai penawaran yang dilakukan petani. Dalam perdagangan beras umumnya dilibatkan berbagai kelompok pedagang seperti pedagang pengumpul, pedagang besar. Produksi Padi 7 885,08 3 365,15 176 533,79 65 634,63 83 864,92 80 560,37 Ae 4 022,68 3 056,53 7 645,56 91 262,65 508,68 5 540,39 5,55 2 156,60 8 250,03 540 292,61 Produksi Beras . 4 504,92 1 922,60 100 857,44 37 498,43 47 913,80 46 025,83 Ae 2 298,24 1 746,28 4 368,08 52 140,26 290,63 3 165,34 3,17 1 232,12 4 713,41 308 680,55 Sumber: BPS Sulawesi Tenggara Tahun, 2022 pedagang pengecer di daerah konsumen Harga beras apabila diserahkan (Juliatmaja dkk. , 2. sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Berdasarkan data dari Badan Pusat maka harga akan jatuh pada musim panen Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara tahun TINGKAT EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS BERAS Campina Illa Prihantini. Budi Samudra. Yuli Purbaningsih. Lian Yunike. Indriani Nurul Suraturohmi. La Sisi Ketidakstabilan Kabupaten Kolaka pada bulan Mei 2022. merugikan petani pada musim panen dan Pemilihan lokasi penelitian dilakukan memberatkan konsumen pada musim paceklik, oleh karena itu pemerintah berusaha mengendalikan harga melalui pencaharian sebagai petani padi sawah. kebijakan harga (Fitriani dkk. , 2. Penentuan responden dilakukan secara Desa Desa Polenga Polenga Kecamatan acak dengan jumlah responden petani berjumlah 30 orang, pedagang pengepul, daerah di Kabupaten Kolaka yang sangat pengecer dan tengkulak masing-masing potensial untuk pengembangan usahatani berjumlah 3 orang. Sumber data dalam padi sawah karena memiliki potensi penelitian ini yaitu data primer diperoleh lahan sawah seluas 160 Ha dengan dari responden dan data sekunder yang produktivias padi sawah rata rata 4,5 ton per Ha (BPS Kabupaten Kolaka, 2. terkait dengan penelitian ini yaitu kantor Watubangga Lembaga pemasaran yang ada di instansi-instansi Desa Polenga dan bahan bacaan sebagai Desa Polenga Kecamatan Watubangga rujukan dari penelitian ini. Kabupaten Kolaka sangat membantu petani di dalam memasarkan produk HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Saluran Pemasaran tugas petani menjadi lebih terbatas pada usahatani on- Saluran pemasaran adalah rute farm saja. Lembaga pemasaran tersebut yang dilalui oleh produk pertanian ketika memiliki tujuan memperoleh keuntungan, produk bergerak dari farm gate yaitu maka tingkat hargapun akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya biaya pemakai terakhir. Produk pertanian yang dari jasa-jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat permintaan dan penawaran pemasaran yang berbeda pula. Umumnya dari jasa-jasa pemasaran yang biasa saluran pemasaran terdiri atas sejumlah disebut dengan marjin pemasaran. Mereka secara bersama-sama Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Polenga Kecamatan kepemilikan atas produk dari tempat Watubangga produksi hingga ke penjual terakhir (Dari Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1290-1297 Asmarantaka beras di Desa Polenga. Secara lengkap, pola pemasaran beras disajikan pada sebagai sekelompok pedagang dan agen Gambar 1. Petani ke Konsumen antara pemindahan fisik dan nama dari Pada saluran pemasaran ini, petani mengolah gabah menjadi beras hasil kegunaan bagi pasar tertentu. Menurut Limbong . , pemasaran Sitorus langsung kepada konsumen Petani ke Pedagang Pengepul ke membutuhkan proses yang lebih panjang Konsumen bila dibandingkan dengan pemasaran Pada saluran pemasaran ini, petani produk non pertanian. Hal tersebut terjadi yang mengolah gabah menjadi beras karena produk pertanian . abah atau pengepul, kemudian pedagang pengepul perlakuan khusus dalam penanganan menjual ke konsumen. pasca panen padi. Oleh karena itu. Petani ke Pedagang Pengepul ke Pedagang Pengecer ke Konsumen lembaga-lembaga Pada pola saluran pemasaran ini, pemasaran yang mana lembaga tersebut hampir sama dengan saluran pemasaran masing-masing. Pola pengepul menjual beras ke pedagang pengecer, selanjutnya pedagang pengecer Berdasarkan menjual beras ke konsumen. analisis, terdapat tiga saluran distribusi Konsumen Petani Petani Pedagang Pengepul Petani Pedagang Pengepul Konsumen Pedagang Pengecer Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 Gambar 1. Saluran Pemasaran Beras di Desa Polenga Konsumen TINGKAT EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS BERAS Campina Illa Prihantini. Budi Samudra. Yuli Purbaningsih. Lian Yunike. Indriani Nurul Suraturohmi. La Sisi penjualan serta pembelian kotor tiap jenis Analisis Marjin Pemasaran Menurut Asmarantaka Dalam artikel ini marjin marjin pemasaran merupakan selisih pemasaran dihitung sebagai selisih antara harga dari dua atau lebih tingkat rantai harga jual gabah di tingkat petani dengan pemasaran, atau antara harga di tingkat harga jual beras di tingkat pengecer produsen dan harga eceran di tingkat (Mursalat, 2. Marjin tata niaga hanya Untuk mengetahui nilai marjin merepresentasikan perbedaan harga yang pemasaran pada setiap pelaku pemasaran, dibayarkan konsumen dengan harga yang maka akan dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus marjin pemasaran berikut (Asmarantaka, 2012. Dari dkk. pemasaran produk. 2021, dan Nurfadila dkk. , 2. Ada tiga metode untuk menghitung Mp = Pr-Pf marjin pemasaran, yaitu dengan memilih Keterangan : Mp = Marjin pemasaran komoditi spesifik, membandingkan harga Pf = Harga tingkat produsen pada berbagai tingkat pemasaran yang Pr = Harga tingkat konsumen Tabel 2 Data Penjualan Berdasarkan Marjin Pemasaran Beras Di Desa Polenga Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka Tahun 2022 Petani Pengepul Pengecer Saluran Marjin Marjin Marjin Beli Jual Beli Jual Beli Jual i Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 Pada Tabel 2, dapat dilihat bahwa pedagang pengepul membeli beras dari Hal ini dikarenakan pedagang petani dan pedagang tengkulak dengan pengecer membeli beras dari pedagang harga Rp 7. 000/Kg, lalu menjualnya ke pengepul dengan harga Rp 7. 500/Kg lalu pedagang pengecer dengan harga Rp 500/Kg sehingga marjin pemasaran dengan harga Rp 8. 500/Kg sehingga yang diperoleh sebesar Rp 500/Kg. marjin yang di peroleh sebesar Rp Sedangkan 000/Kg. Berdasarkan analisis marjin pedagang pengecer lebih besar dari pada pemasaran, saluran pemasaran I dapat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1290-1297 pada umumnya setelah melakukan panen langsung melakukan penjualan dan tidak pemasaran adalah terendah dan antar melakukan standarisasi ataupun grading lembaga melakukan penjualan langsung terhadap hasil panen berupa beras. Pada . irect sellin. umumnya, fungsi ini dilakukan oleh Tabel 3 Analisis Fungsi Pemasaran Yang Dilakukan Oleh Leembaga Pemasaran Beras di Desa Polenga Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Fungsi Pemasaran Petani Fungsi Pertukaran -Penjualan -Pembelian Fungsi Fisik -Pemasaran -Pengangkutan Fungsi Fasilitas -Penyimpanan -Standarisasi dan -Pembiayaan -Penanggulangan Risiko -Informasi Harga Pengecer beras sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pasar (Muslahat 2021 dan E Berdasarkan Tabel Fitriani dkk. , 2. KESIMPULAN Saluran pemasaran beras di Desa Polenga masing-masing memperoleh nilai marjin sebesar Rp 000/kg. Pedagang pengepul dengan harga pembelian sebesar Rp 7. 000/kg, menunaikan fungsinya dengan baik. Pada penjualan rata-rata Rp 8. 500/kg beras, pengecer, dan pedagang pengepul telah pembelian beras Rp 7. 500/kg dan harga Berdasarkan hasil wawancara kepada pedagang pengecer ke konsumen. Marjin fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi pengepul ke konsumen, dan . dari tiga fungsi utama pemasaran, yakni (Asmarantaka, konsumen, (II) dari petani ke pedagang pemasaran, yaitu: (I) dari petani ke melakukan fungsi pemasaran. Terdapat pengepul yang mana mengelompokkan Pengepul Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 500,/kg memperoleh nilai marjin sebesar Rp 500/kg. Keuntungan pemasaran tertinggi petani selaku produsen beras, ternyata terjadi pada pedagang pengecer yaitu tidak melakukan fungsi pembelian dan sebesar Rp 1. 000/kg. Masing-masing fungsi standarisasi dan grading. Petani TINGKAT EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS BERAS Campina Illa Prihantini. Budi Samudra. Yuli Purbaningsih. Lian Yunike. Indriani Nurul Suraturohmi. La Sisi Limbong W. Sitorus. Pengantar Tataniaga Pertanian. Bogor (ID): Fakultas Pertanian IPB. Mursalat A. Wulandary A. , & Fitriani R. Identification of Partnership Patterns and Rice Distribution Channels as the Main Commodity in Sidenreng Rappang District. Agricultural Socio-Economics Journal. XX. , 285Ae290. https://doi. org/10. 21776/ub. Mursalat A. Pengembangan Pola Kemitraan Menunjang Saluran Distribusi Beras di Kabupaten Sidenreng Rappang. Agrimor : Jurnal Agribisnis Lahan Kering. https://doi. org/10. 32938/ag. Nurfadila. Prihantini CI. Erni. Samaria. Erwin. Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Jambu Mete di Desa Rakadua. Kecamatan Poleang Barat. Bombana. Agrimor : Jurnal Agribisnis Lahan Kering. https://doi. org/10. 32938/ag. Purbaningsih Y. Bahari. Taridala SAA. dan Salam I. Rantai Pasok Usaha Penggilingan PadiStudi Kasus: UD. Putra Tunggal Kabupaten Kolaka Timur. Agrimor: Jurnal AgribisnisLahan Kering. https://doi. org/10. 32938/ag. lembaga pemasaran telah melakukan fungsi pemasaran dengan semestinya. DAFTAR PUSTAKA