p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS PENGARUH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DAN PARTISIPASI WAJIB PAJAK TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN ASLI DAERAH Desi Hunam1. Apriana H. Fanggidae2. Yonas F. Riwu3 1,2,3 Universitas Nusa Cendana. Kota Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia Email: desihunam1223@gmail. Article History Received: 21-10-2025 Revision: 11-11-2025 Accepted: 12-11-2025 Published: 30-11-2025 Abstract. This study aims to analyze the influence of Land and Building Tax (PBB) and taxpayer participation on Regional Original Revenue (PAD) in Rote Ndao Regency. This study used a quantitative method with a causal associative The study population was all 65,700 PBB taxpayers in 2024, with a sample of 97 respondents determined using the Lemeshow formula. Data were obtained through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26. The results indicate that Land and Building Tax and taxpayer participation have a positive and significant effect on PAD, both partially and simultaneously. This finding emphasizes the importance of optimizing taxable data collection, increasing taxpayer compliance, and utilizing information technology in tax collection. This research is expected to provide input for the Rote Ndao Regency Government in increasing PBB contributions and taxpayer participation to support sustainable regional development. Keywords: Land and Building Tax. Taxpayer Participation. Regional Original Revenue Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan partisipasi wajib pajak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh wajib pajak PBB tahun 2024 sebanyak 65. 700 orang, dengan sampel 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta partisipasi wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pendataan objek pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemungutan pajak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam meningkatkan kontribusi PBB dan partisipasi wajib pajak guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pajak Bumi dan Bangunan. Partisipasi Wajib Pajak. Pendapatan Asli Daerah. How to Cite: Hunam. Fanggidae. & Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi Dan Bangunan Dan Partisipasi Wajib Pajak Terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7391-7407. 54373/ifijeb. Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang yang terus berusaha meningkatkan pembangunan di berbagai bidang. Pembangunan tersebut membutuhkan dana yang besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan membangun infrastruktur. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia menekankan pengoptimalan penerimaan negara, termasuk melalui sistem perpajakan. Terdapat biaya yang cukup besar bagi setiap negara dalam mengembangkannya, sehingga dapat diperkirakan sumber biayanya akan meningkat, salah satunya dapat berasal dari perpajakan. Pajak memegang peranan yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan. Oleh sebab itu, pencapaian target penerimaan negara dari sektor perpajakan yang telah ditetapkan pemerintah diharapkan dapat terealisasi setiap tahunnya. (Riyadi et al. , 2. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan utama negara yang dimanfaatkan untuk mendanai operasional pemerintah dan menjalankan program pembangunan (Syarifudin, 2. Pajak adalah kewajiban yang harus dibayar oleh semua warga negara, baik orang perorangan maupun perusahaan, menurut hukum yang ada. Uang pajak ini tidak langsung diberikan kembali, tetapi digunakan untuk kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia tahun 2007. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta sumber pendapatan sah lainnya. Tujuan utama PAD adalah memberikan kewenangan bagi pemerintah daerah untuk menggali sumber pendanaan sendiri dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah sebagai bentuk penerapan asas desentralisasi (Simbolon, 2. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu sumber pendapatan utama yang digunakan oleh pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai program pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber penerimaan yang cukup potensial bagi negara, khususnya bagi pemerintah daerah, karena memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah (Astari, 2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dikenakan terhadap kepemilikan tanah dan bangunan oleh individu maupun badan usaha, serta berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan publik yang memadai. Dalam kerangka desentralisasi, pajak daerah berfungsi sebagai instrumen utama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah, sehingga ketergantungan terhadap dana dari pemerintah pusat dapat berkurang. PBB juga menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan merupakan instrumen kebijakan fiskal yang Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . signifikan dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah. Di sisi lain, partisipasi wajib pajak juga memiliki peran krusial dalam kesuksesan sistem perpajakan, karena semakin tinggi partisipasi wajib pajak, semakin besar pula potensi pendapatan yang dapat terkumpul. Memahami beragam unsur yang turut menentukan tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap peraturan perpajakan sangat penting dalam meningkatkan pendapatan daerah Teori Perilaku Terencana (TPB) mampu berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pemahaman terhadap sikap, norma subjektif, serta persepsi kontrol perilaku para pembayar Dengan demikian, kebijakan perpajakan yang efisien dan memperhitungkan aspekaspek psikologis sangatlah penting untuk menambah penerimaan daerah. Di samping itu. meningkatnya kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak merupakan elemen penting yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah dan tercapainya pembangunan daerah yang berkelanjutan. Tabel 1. Realisasi Penerimaan Pajak bumi dan Bangunan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019-2024 Tahun Wajib Pajak (Oran. Target (Rupia. Realisasi (Rupia. Pajak Terutang (Rupia. Sumber: Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao, 2025 Berdasarkan data penerimaan, terdapat fluktuasi dalam pajak daerah, dengan PBB menunjukkan potensi yang belum dimaksimalkan. Kondisi ini kemungkinan terkait dengan partisipasi wajib pajak di Kabupaten Rote Ndao yang belum stabil dan masih perlu Berdasarkan data yang tersedia, tingkat kepatuhan pajak masih tergolong rendah, di mana sebagian besar wajib pajak belum sepenuhnya melaksanakan kewajiban Kondisi ini tercermin dari masih banyaknya wajib pajak yang terlambat melakukan pembayaran serta adanya jumlah tunggakan pajak yang cukup besar. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak juga masih perlu Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak di tengah masyarakat, sebab apabila hal ini tidak diperbaiki. Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . maka dapat menghambat pembangunan daerah dan menurunkan pendapatan daerah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak bumi dan bangunan (PBB), partisipasi wajib pajak, terhadap tingkat pendapatan asli daerah (P AD) di Kabupaten Rote Ndao. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi untuk meningkatkan sistem perpajakan di daerah. Dengan memahami interaksi antara kebijakan pajak, partisipasi wajib pajak, dan penegakan hukum, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih tepat untuk meningkatkan PAD. Penelitian ini tidak hanya memiliki dampak akademis, tetapi juga praktis dalam pengelolaan keuangan daerah, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal melalui metode survei yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para wajib pajak untuk kemudian dianalisis oleh peneliti. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel independen yaitu pendapatan asli daerah, serta variabel dependen yang meliputi pajak bumi dan bangunan serta partisipasi wajib pajak. Responden dalam penelitian ini adalah wajib pajak bumi dan bangunan yang berada di Kabupaten Rote Ndao. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Lemeshow, sehingga diperoleh sebanyak 96 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, yaitu pemilihan responden dilakukan secara acak dari populasi wajib pajak bumi dan bangunan yang masih aktif dan terdaftar dalam lima tahun terakhir, sehingga setiap individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari sampel penelitian. HASIL Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Item Rhitung Rtabel Keterangan 0,704 0,200 Valid 0,770 0,200 Valid 0,795 0,200 Valid Pajak Bumi dan 0,729 0,200 Valid Bangunan (X. 0,646 0,200 Valid 0,640 0,200 Valid Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . 0,764 0,200 Valid 0,724 0,200 Valid 0,376 0,200 Valid 0,722 0,200 Valid 0,722 0,200 Valid 0,787 0,200 Valid 0,633 0,200 Valid 0,761 0,200 Valid 0,815 0,200 Valid 0,595 0,200 Valid 0,653 0,200 Valid 0,465 0,200 Valid 0,616 0,200 Valid 0,595 0,200 Valid 0,645 0,200 Valid 0,578 0,200 Valid 0,633 0,200 Valid 0,580 0,200 Valid Pendapatan Asli Daerah 0,683 0,200 Valid (Y) 0,588 0,200 Valid 0,528 0,200 Valid 0,449 0,200 Valid Partisipasi Wajib Pajak (X. Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 2 hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai R hitung dari setiap pernyataan masing-masing variabel memiliki nilai lebih besar daripada R tabel, yaitu 0,200. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh penyataan pada variabel Pajak Bumi dan Bangunan (X. Partisipasi Wajib Pajak (X. , dan Pendapatan Asli Daerah (Y) dinyatakan valid serta layak digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbacAos Alpha Keterangan Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . Pajak bumi dan Bangunan 0,866 Valid Partisipasi Wajib Pajak 0,883 Valid Pendapatan Asli Daerah 0,780 Valid Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 3, hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap variabel Pajak Bumi dan Bangunan (X. Partisipasi Wajib Pajak (X. , dan Pendapatan Asli Daerah (Y) bersifat reliabel, sehingga instrumen kuesioner pada variabel-variabel tersebut layak dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean ,0000000 Std. Deviation 2,17278791 Absolute ,115 Positive ,104 Negative -,115 Test Statistic ,115 Asymp. Sig. -taile. ,003c Monte Carlo Sig. Sig. 99% Confidence Interval ,147d Lower Bound ,138 Upper Bound ,156 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 299883525. Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4, diperoleh nilai Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,147. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . memiliki distribusi yang normal. Tabel 5. Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. 10,758 2,663 Pajak Bumi dan Bangunan ,203 ,079 ,262 2,573 ,012 ,733 1,364 Partisipasi Wajib Pajak ,188 ,054 ,355 3,482 ,001 ,733 1,364 Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF 4,039 ,000 Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5, seluruh variabel memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10,00. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas atau hubungan yang kuat antarvariabel bebas. Dengan demikian, semua variabel dalam penelitian ini layak dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Standardized Unstandardized CoefficientsCoefficients Model Std. Error 1(Constan. -3,128 1,606 Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance -1,948 ,054 VIF Pajak Bumi dan Bangunan,056 ,048 ,137 1,181 ,240,733 1,364 Partisipasi Wajib Pajak ,032 ,203 1,756 ,082,733 1,364 ,057 Dependent Variable: Abs_RES Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 6, diketahui bahwa seluruh variabel bebas, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Partisipasi Wajib Pajak, memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada variabel-variabel tersebut. Tabel 7. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pajak Bumi dan Bangunan (X. Partisipasi Wajib Pajak (X. Pendapatan Asli Daerah (Y) Valid N . Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 7, diketahui bahwa jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 orang. Dari tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa hasil statistik deskriptif untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut: Variabel Pajak Bumi dan Bangunan (X. memiliki nilai minimum sebesar 22 dan nilai maksimum sebesar 40, dengan rata-rata sebesar 32,67 serta standar deviasi sebesar 3,338. Variabel Partisipasi Wajib Pajak (X. memiliki nilai minimum sebesar 39 dan nilai maksimum sebesar 65, dengan rata-rata sebesar 52,10 serta standar deviasi sebesar 4,884. Variabel Pendapatan Asli Daerah (Y) memiliki nilai minimum sebesar 21 dan nilai maksimum sebesar 35, dengan nilai rata-rata sebesar 27,15 serta standar deviasi sebesar 2,580. Tabel 8. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 10,758 2,663 4,039 ,000 Pajak Bumi dan Bangunan ,203 ,079 ,262 2,573 ,012 Partisipasi Wajib Pajak ,188 ,054 ,355 3,482 ,001 Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah Sumber : Data diolah, 2025 Beta Sig. Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . Berdasarkan tabel 8, dapat di interprestasikan persamaan regresi linear berganda berikut: Y = 10,758 0,203X1 0,188X2 Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa: Konstanta . Nilai konstanta pada persamaan regresi sebesar 10,758 dengan arah positif, yang berarti bahwa apabila variabel independen (Pajak Bumi dan Bangunan serta Partisipasi Wajib Paja. dianggap bernilai nol, maka tingkat Pendapatan Asli Daerah diperkirakan akan meningkat sebesar 10,758. Pajak Bumi dan Bangunan (X. terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah (Y) Koefisien regresi untuk variabel Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 0,203 atau setara dengan 20%, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 1% akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,203. Partisipasi wajib Pajak (X. terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah (Y). Koefisien regresi variabel Partisipasi Wajib Pajak sebesar 0,188 atau 18%, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan partisipasi wajib pajak sebesar 1% akan mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,188. Tabel 9. Hasil Uji T Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 10,758 2,663 Pajak Bumi dan Bangunan ,203 ,079 Partisipasi Wajib Pajak ,188 ,054 Coefficients Beta Sig. 4,039 ,000 ,262 2,573 ,012 ,355 3,482 ,001 Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 9, dapat dilakukan pengujian hipotesis untuk masing-masing variabel independen sebagai berikut: Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . H1 : Pengaruh Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Tingkat Pendapatan Daerah Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk variabel Pajak Bumi dan Bangunan (X. , diperoleh nilai thitung sebesar 2,573 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,66140, dengan arah koefisien positif serta nilai signifikansi 0,012 yang lebih kecil dari = 0,05. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Rote Ndao. H2 : Pengaruh Partisipasi Wajib Pajak Terhadap Tingkat Partisipasi Wajib Pajak Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk variabel Partisipasi Wajib Pajak (X. , diperoleh nilai thitung sebesar 3,482 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,66140, dengan arah koefisien positif dan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu. H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Partisipasi Wajib Pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Rote Ndao. Tabel 10. Hasil Uji f ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square 184,161 92,080 Residual 448,496 93 4,823 Total 632,656 95 1 Regression Sig. 19,094 ,000b Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah Predictors: (Constan. Partisipasi Wajib Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 10, diperoleh nilai Fhitung sebesar 19,094 yang lebih besar dari Ftabel sebesar 2,70, dengan arah positif dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan serta Partisipasi Wajib Pajak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Rote Ndao. Tabel 11. Hasil Uji kefisien Determinasi Model Summary Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . Model R Square ,540a ,291 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,276 2,19603 Predictors: (Constan. Partisipasi Wajib Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan Sumber : data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 11, diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,291. Artinya. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Partisipasi Wajib Pajak memberikan pengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah sebesar 29%. HASIL DAN DISKUSI Pengaruh Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) memiliki capaian yang cukup baik, dengan mayoritas responden memberikan tanggapan positif terhadap pajak ini. Dari tabel yang disajikan, frekuensi tanggapan tertinggi berada pada pernyataan yang menyatakan bahwa PBB merupakan sumber pendapatan yang penting bagi Hal ini sejalan dengan pendapat Syarifudin . yang menyatakan bahwa PBB menyediakan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PA D). Namun, hasil uji parsial . menunjukkan bahwa variabel PBB berpengaruh signifikan terhadap PAD di Kabupaten Rote Ndao, dengan nilai thitung sebesar 2,573 dan tingkat signifikansi 0,012 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti PBB secara substansial berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Meskipun demikian, untuk mengoptimalkan potensi PBB sebagai sumber pendapatan, perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaannya. Beberapa faktor, seperti rendahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat PBB serta pelaksanaan pemungutan yang belum optimal, diduga turut memengaruhi hasil ini. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa meskipun PBB memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan daerah, hambatan dalam pelaksanaan dan pemahaman masyarakat terhadap pajak ini masih menjadi kendala. Dengan demikian. PBB belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber PAD, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal seperti tingkat kesadaran wajib pajak dan kualitas pelayanan aparatur pajak. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian temuan Utomo . yang menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hasil ini berbeda dengan temuan Simbolon . Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . yang menunjukkan bahwa PBB yang belum optimal terhadap PAD, menandakan bahwa hasil penelitian dapat bervariasi tergantung pada konteks dan lokasi penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi penting, baik secara teoretis maupun praktis, terkait hubungan antara PBB dan Partisipasi Wajib Pajak terhadap PAD di Kabupaten Rote Ndao. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pandangan bahwa PBB berperan penting dalam peningkatan PAD, sejalan dengan teori yang menempatkan pajak sebagai sumber utama pendapatan daerah, serta menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah. Secara praktis, temuan ini merekomendasikan agar pemerintah daerah lebih mengoptimalkan pengelolaan PBB. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rote Ndao, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas, dengan PBB diharapkan menjadi sumber penerimaan penting untuk mendukung program infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Oleh karena itu, strategi dalam RPJMD perlu mencakup upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembayaran PBB. Sementara itu. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) menetapkan target penerimaan PBB berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan tingkat partisipasi wajib pajak, serta melibatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi. Implementasi sistem pembayaran pajak secara online diharapkan dapat mempermudah wajib pajak, dan pelaksanaan monitoring secara berkala diperlukan untuk menilai efektivitas program serta menyesuaikan strategi sesuai hasil yang diperoleh. Pengaruh Partisipasi Wajib Pajak terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan nilai thitung sebesar 3,482 dan tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), maka semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan PAD. Temuan ini menegaskan bahwa peran aktif wajib pajak merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap keberhasilan program pembangunan di tingkat lokal. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa partisipasi wajib pajak tidak hanya berpengaruh pada peningkatan pendapatan daerah secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian ini sejalan dengan Teori Atribusi . , yang menjelaskan bahwa perilaku wajib pajak dipengaruhi oleh faktor internal, seperti motivasi dan kesadaran individu, serta faktor eksternal, seperti kebijakan Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . perpajakan yang jelas dan transparan. Dalam konteks ini, pemahaman yang baik mengenai fungsi dan manfaat pajak bagi masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan tingkat partisipasi wajib pajak. Meskipun partisipasi wajib pajak di Kabupaten Rote Ndao menunjukkan tren yang positif, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat pajak serta perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Banyak warga belum sepenuhnya mengetahui bagaimana pajak yang dibayarkan digunakan untuk memperbaiki fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, dan Selain itu, proses pembayaran pajak yang dianggap rumit dan kurang transparan juga menjadi hambatan bagi sebagian wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengaruh Pajak Bumi dan Bangunan dan Partisipasi Wajib Pajak terhadap Tingkat Pendapatan Asli Daerah Hasil analisis simultan melalui uji F menunjukkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Partisipasi Wajib Pajak secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Rote Ndao. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai Fhitung sebesar 19,094 yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Ftabel sebesar 2,70, serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa kedua variabel independen, yaitu PBB dan Partisipasi Wajib Pajak, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PAD. Peningkatan dalam pengelolaan PBB dan partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak dapat secara langsung mendorong peningkatan pendapatan daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan perpajakan yang efektif dan kesadaran masyarakat, di mana kedua aspek tersebut saling melengkapi dalam memperkuat kontribusi terhadap PAD. Ketika masyarakat merasa bahwa pajak yang mereka bayarkan dikelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata, maka tingkat partisipasi mereka dalam memenuhi kewajiban pajak akan semakin meningkat. Temuan ini juga mendukung teori bahwa kebijakan fiskal yang baikAitermasuk manajemen pajak yang efisien dan peningkatan kesadaran masyarakatAidapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah. Pengaruh simultan tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel tidak hanya berperan secara terpisah, tetapi juga saling memperkuat dalam meningkatkan PAD. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menerapkan pendekatan yang menyeluruh dengan menitikberatkan pada optimalisasi penerimaan dari PBB sekaligus mendorong partisipasi masyarakat secara aktif. Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Zahra dan Rulandari . yang menyatakan bahwa pengelolaan pajak yang efektif dan partisipasi masyarakat memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan PAD. Namun, hasil ini berbeda dari beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa hanya salah satu variabel saja tidak cukup untuk memberikan pengaruh terhadap PAD. Perbedaan ini menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat bervariasi tergantung pada konteks wilayah dan metode penelitian yang digunakan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui pengelolaan pajak yang baik dan peningkatan partisipasi wajib pajak. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara pengelolaan pajak, partisipasi masyarakat, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Rote Ndao. Secara teoretis, hasil ini memperkuat temuan Zahra dan Rulandari . yang menekankan bahwa pengelolaan pajak yang efisien dan partisipasi masyarakat yang tinggi memiliki pengaruh signifikan terhadap PAD. Hasil ini juga menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak dapat dicapai hanya melalui satu faktor, melainkan melalui integrasi antara manajemen pajak yang baik dan partisipasi aktif wajib pajak. Secara praktis, penelitian ini menyarankan agar pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan sistem pengelolaan pajak dan memperluas kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak. Melalui pelibatan masyarakat dalam proses pengelolaan pajak, diharapkan akan tumbuh rasa tanggung jawab sosial yang lebih tinggi, yang pada akhirnya mampu memperkuat kontribusi pajak terhadap PAD, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Rote Ndao. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pengelolaan, pemungutan, dan penerimaan PBB, maka semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan PAD. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa Partisipasi Wajib Pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Rote Ndao. Semakin tinggi tingkat kesadaran, kepatuhan, serta kemauan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka semakin besar pula potensi penerimaan yang dapat diperoleh pemerintah daerah. Secara simultan. Pajak Bumi dan Bangunan bersama dengan Partisipasi Wajib Pajak terbukti memiliki pengaruh signifikan Hunam. Fanggidae. Riwu. Analisis Pengaruh Pajak Bumi . terhadap peningkatan PAD di Kabupaten Rote Ndao. Temuan ini menegaskan bahwa kedua variabel tersebut saling melengkapi dan berperan penting dalam memperkuat sumber pendapatan daerah, sekaligus menjadi faktor kunci dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat. REKOMENDASI Bagi objek penelitian Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao disarankan untuk Pemerintah dapat mendorong wajib pajak agar rajin membayar pajak dengan melakukan beberapa langkah strategis seperti melakukan edukasi dan sosialisasi menjadi kunci penting, meningkatkan kualitas layanan perpajakan dengan mempercepat proses pendaftaran, pembayaran, dan pelaporan akan sangat membantu, terutama dengan penerapan sistem pembayaran berbasis digital yang lebih mudah diakses dan langkah lain yang efektif adalah program jemput bola, di mana petugas pajak dikirim ke wilayah terpencil untuk memberikan layanan langsung dan membantu masyarakat memenuhi kewajiban pajak. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan menambahkan variabel Ae variabel lainnya. REFERENSI