Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR CAMAT LUAHAGUNDRE MANIAMOLO Marta Susanti Wau Mahasiswa Prodi Manajemen Fakulitas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Nias Raya martasusantiwau@gmai1. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif untuk mengetahuinya pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Penelitian ini dilakukan pada Kantor Camat Luahagundre Maniamolo dengan jumlah responden 31 pegawai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana, dimana nilai model regresi Y= 59. 924 0,119X. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung = 1. 031< ttabel = 1,699 dengan tingkat signifikan sebesar o,311>0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Berdasarkan hasil uji determinasi bahwa nilai Rsquare (R. sebesar 0,035 artinya komunikasi mampu menjelaskan variable kinerja pegawai sebesar 35% sedangkan 65% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Saran yang diajukan peneliti adalah . diharapkan kepada pimpinan di kantor camat luahagundre maniamolo agar lebih meningkatkan komunikasi yang baik kepada pegawai maupun antar pegawai demi tercapainya kinerja pegawai yang maksimal . diinginkan oleh peneliti selanjutnya datang untuk lebih focus lagi pada factor lain yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai di kantor camat luahagundre maniamolo. KataKunci. Komunikasi Dan Kinerja Pegawai. Abstract This research uses associative quantitative research methods which aim to determine the effect performance at the luahagundre maniamolo subdistrict office. This research was conducted at the luahagundre maniamolo sub-district office with 31 employees as respondents. The analysis method used is simple linear regression analysis, where the value of the regression model Y = 924 0,119X. The results of this research show that communication has a significant effect on employee performance with values thitung = 1. 031< ttabel = 1,699 with a significant level of o,311>0,05. Tis research can be concluded that communication influences employee performance at the luahagundre maniamolo sub-district office. Based on the results of the determination test that value Rsquare (R. as big as 35% whereas 65% influenced by other vaeiables outside the model. The suggestions put forward by research are. it is hoped that the leadership at the luahagundre maniamoo sub-district office will further improve good communication with employee in order to achieve maximum employee performance. it is hoped that future researchers will focus more on others facthorsthat can influence employee performance at the luahagundre maniamolo sub-district. https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Keywords. Communication and Employe Performance antara individu atau pegawai dalam organisasi Pendahuluan Pada sebuah organisasi swasta maupun publik mempunyai arah yang perlu dicapai dan sumberdaya yang wajib diberdayakan Melalui melalui diskusi yang baik. Kejadian ini tentu berpengaruh dalam pengembangan pencapaian kerja melalui kinerja pegawai. Menurut (Wibowo 2012:. AuSeberapa jauh sumberdaya organisasi yang maksimal akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Organisasi prestasi kerja dan seringkali dikatakan seperti berinteraksi dan bekerjasama yang bertujuan performa kelompokAy. Tetapi kenyataan yang Melalui terjadi. Pegawai hanya terpaku kepada kinerja organisasi memungkinkan setiap orang untuk individu, padahal kinerja organisasi bisa ada, meraih hasil atau tujuan yang sebelumya tidak karena akumulasi dari seluruh kinerja yang dapat dicapai secara individu-individu. Dalam Bagaimana kerjasama antar individu. Selain itu, melalui pegawainya pun tidak merata baik? Melalui organisasi akan menumbuhkan rasa tanggung pencapaian kerja, pegawai telah berkontribusi jawab dalambekerja demi tercapainya tujuan dalam pencapaian tujuan organisasi. Tentunya Oleh karena itu, setiap individu yang ketika melakukan aktivitas yang dibagikan, pegawai harus mempunyai komunikasi yang bekerjasama guna mencapai harapan bersama baik kepada pimpinan dan sesama pegawai. secara efisien. Memiliki Salah satu aspek tercapai tidaknya tujuan organisasi dapat ditunjau melalui efektivitas sumber daya organisasi yang dimiliki. Pegawai sebagai sumberdaya manusia dalam sebuah mempermudah pegawai dalam melakukan pekerjaannya sehingga meningkatkan kinerja Dengan pegawai akan berdampak pada peningkatan pencapaian tujuan organisasi. mencapai tujuan organisasi. Setiap individu Menurut yang bekerja dalam setiap organisasi disebut pemimpin dan anggota membangun sebaris anggapan dan tujuan mereka yang ada kalanya Individu-individu (Rahadi 2010:. Aubahwa cukup berselisih, perselisihan-perselisihan itu berbeda-beda yang kemudia berdampak bagi kualitasAy. Hal berdasarkan jabatan dalam organisasi. Dalam ini memberi pemahaman bahwa harus adanya sinergi antar atasan dan bawahan sehingga pekerjaan diberbagai level pekerjaan didalam tanggungjawab yang berbeda. Tentunya dalam organisasi menghasilkan kinerja yang baik. mencapai tujuan organisasi, perlu interaksi Selanjutnya menurut (Huseno 2016:. Aubahwa https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kinerja seorang pegawai bersifat individual bertujuan untuk memudahkan pegawai dalam melakukan pekerjaannya. Menurut (Feryanto keahlian yang berbeda-beda melaksanakan dan Triana 2015:. Aubahwa pegawai Anda tugasnyaAy. Berdasarkan dijelaskan bahwa setia individ atau pegawai mewaspadai situasi yang tidak terduga, karena miskomunikasi sekecil apa pun berbeda-beda. Keadaan ini perl adanya sebuah sudah pasti berakibat fatalAy. Kenyataannya perantara dalam mensinkronkan perbedaan di kantor Camat Luahagundre Maniamolo yang ada. Namun pada saat pengamatan awal banyak pegawai jika berbicara asal-asalan dan mengindikasikan bahwa banyaknya waktu tidak memperhatikan tata karma komunikasi Camat yang baik karena menganggap lawan bicaranya Luahagundre Maniamolo karena tidak adanya tidak tersinggung karena teman bekerja. Tetapi inisiatif dari pegawai untuk membantu bila bila ada masyarakat yang sempat melihat cara komunikasi yang salah tersebut, akan menilai komunikasi pegawai tidak baik. Berdasarkan masyarakat yang harus menunggu lama untuk komunikasi diperlukan sebuah interaksi yang Dalam organisasi mana pun, baik dalam kelompok pada pemerintahan, sektor swasta merupakan isu yang sama pentingnya (Supomo dan Nurhayati 2018:. Berdasarkan menimbulkan permasalahan seperti munculnya baik dalam bekerja. Untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam melakukan pekerjaan perlu komunikasi yang baik pada setiap interaksi dalam sebuah organisasi. Selanjutnya menurut (Firmansyah dan Mahardika 2018:. Aubahwa Kolaborasi yang bertujuan untuk seluruh aspek demi kepentingan bersama konflik antar pegawai, dan akan berdampak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan Ay. Bahwa di kantor tersebut tidak Selanjutnya menurut (Feryanto dan Triana 2015:. Aubahwa Untuk menciptakan kurangnya bertukar informasi satu sama lain suatu kerjasama yang baik, jelas harus ada dan kurangnya relasi antar sesama pegawai komunikasi yang baik setiap indivudu dalam organisasiAy. kenyataanya di kantor tersebut tidak memiliki kerjasama yang baik beserta diskusi yang baik sehingga menimbulkan kesalahpahaman antara sesama pegawai dan Interaks dalam berkomunikasi menentukan dalam tercapai tidaknya pekerjaan yang dikerjakan melalui kinerja pegawai. Berdasarkan uraian teori diatas beserta pekerjaanpun kadang terbekalai dan tidak hasil observasi yang dilakukan Camat Luahagundre Maniamolo, yaitu peneliti Komunikasi pimpinan dengan pegawai dan sesama pegawai dalam sebuah https://jurnal. id/index. php/JIM di kantor Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X permasalahan yang terjadi di kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Kantor Camat Komunikasi Luahagundre Maniamolo memiliki komunikasi yang kurang efektif. Pegawai kantor Camat Luahagundre Maniamolo ikatan antara individu dengan individu masing-masing. Sehingga banyak pekerjaan yang terbengkalai dan keterlambatan dalam lainnya saling mempengaruhi. Menurut (Hamali 2018:. AuMendefinisikan bahwa Komunikasi Hal ini dikarenakan kurangnya penyampaian ide dan informasi dalam bentuk perintah dan instruksi kerja dari Seharusnya seorang manajer kepada karyawan atau bawahannya untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ay. Menurut (Afandi komunikasi yang baik dalam bekerja untuk meningkatkan kinerja pegawai di Camat Luahagundre Maniamolo. Berdasarkan peneliti terpikat untuk melakukan penelitian AuPengaruh Komunikasi 2018:. menyatakan Aukomunikasi merupakan suatu proses dimana sumber mentranmisikan pesan kepada penerima (Duha Sedangkan 2014:. Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Camat Komunikasi adalah Aupergerakan informasi Luahagundre ManiamoloAy dan perasaan dalam masyarakat, yang terjadi secara vertikal maupun horizontal. Rumusan Masalah Berdasarkan yang dapat juga berarti hubungan atau kejadian dan batasan kejadian diatas, lalu Selanjutnya menurut (Supomo dan adapun rumusan masalah pada penelitian Nurhayati 2018:. Aukomunikasi adalah ini adalah adakah pengaruh komunikasi sesuatu yang tidak bisa diabaikan sumber terhadap kinerja pegawai di kantor Camat daya manusiaAy. Keadaan ini menjelaskan Luahagundre Maniamolo? tersebut, lalu tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai di kantor Camat Luahagundre Maniamolo. (Firmansyah Mahardika menjelaskan bahwa Aukomunikasi sebagai transfer informasi yang dimengerti oleh pengirim dan penerimaAy. Artinya bahwa dalam komunikasi terdapat informasi yang disampaikan untuk dua individu maupun Konsep Komunikasi Konsep personel organisasi. Selanjutnya menurut Tujuan Penelitian Melihat ketika melakukan sebuah komunikasi terlepas dari interaksi kedua belah pihak https://jurnal. id/index. php/JIM pengirim instruksi dan penerima instruksi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X melalui umpan balik atas informasi atau Selaras (Ardiansyah 2016:. Komunikasi adalah transfer informasi dan pemahaman dari Kedua teori ini menjelaskan dapat menciptakan interaksi antara pengirim dan penerima Dari uraian teroritis diatas, penulis informasi dan komunikasi informasi kepada penerima informasi melalui media dan adanya umpan balik antara penerima informasi dan pengirim informasi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Adapun faktor-faktor Menurut menurut Afandi . bahwa faktorfaktor komunikasi pegawai, yaitu: Gaya Kepemimpinan Budaya Organisasi Sarana Pendukung Kedisplinan Visi dan Misi Pencapaian Target Kualitas Kuantitas Indikator Komunikasi Untuk mengukur tingka komunikasi dalam sebiah organisasi, maka diperlukan sebuah indicator dalam pengukurannya. Adapun indikator komunikasi menurut (Usman 2013:. , yaitu: https://jurnal. id/index. php/JIM Keterbukaan adalah sikap jujur, rendah hati, dan adil dalam menerima pendapat orang lain. Empati adalah kemampuan orang lain dan kesanggupan untuk menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Dukungan adalah suatu bentuk penghargaan, ataupun bantuan yang diterima individu dari orang berarti, baik secara perongan maupun kelompok. Rasa positif yaitu bersikap mengemukakan pendapat atau karena rasa positif itu sudah dengan sendirinya mendukung proses pelaksanaan komunikasi yang efektif. Kesamaan yaitu siap menerima anggota komunikasi lain sama atau setara. Selanjutnya (MasAoud 2004:. , indikator-indikator komunikasi adalah sebagai berikut: Bijaksana berkomunikasi dengan menggunakan disampaikan dengan bahasa yang halus dan sopan. Penerimaan penerimaan tanggapan dari pesan atau isi pesan yang disampaikan. Berbagi informasi, yaitu memberikan informasi baik informasi kemajuan maupun permasalahan yang ada Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Berdasarkan uraian diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa pengukuran komunikasi dapat dilakukan melalui keterbukaan, empaty, dukungan, rasa kesopanan, dan penerimaan umpan balik berkomunikasi untuk meningkatkan hasil kinerja yang ingin dicapai oleh organisasi Konsep Kinerja Pegawai Tingkat menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Tindakan adalah hasil Namun mempunyai arti yang lebih luas, tidak hanya hasil kerja saja, namun juga Menurut (Afandi 2017:. menyatakan bahwa Aukinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutanAy. Selaras dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Edison, dkk 2018:. menyatakan bahwa Aukinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau Ay. Dari kedua teori tersebut dijelaskan bahwa kinerja pegawai sangat pencapaian tujuan organisasi. Dari uraian pandangan ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai adalah tolak ukur dalam pencapaian hasil berdasarkan output pekerjaan pegawai dalam mencapai tujuan organisasi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut (Donni Juni https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dalam pembahasan mengenai permasalahan kinerja pegawai, tidak terlepas dari berbagai macam faktor yang menyertainya yaitu: Kemampuan Individual Tingkat merupakan bahan mentah yang dimiliki oleh seseorang berupa interpersonal, dan kecakapan Usaha Yang Dicurahkan Usaha yang dicurahkan bagi pegawai adalah ketika kerja. Tingkat usahanya merupakan gambaran motivasi yang diperlihatkan pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Oleh karna itu, jika mengerjakan pekerjaan, ia tidak akan bekerja dengan baik jika hanya sedikit upaya. Lingkungan Organisasional Di lingkungan organisasional, fasilitas bagi pegawai yang teknologi, dan manajemen. Kemudian menuut (Mangkunegara 2001:67Ae. faktor-faktor mempengaruhi kinerja seseorang meliputi: Faktor (IQ) kemampuan reality ( knowledge dan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Faktor motivasi, yang terbentuk dari sikap pegawai selama melakukan Selaras dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Emron 2018:. faktorfakto yang mempengaruhi kinerja pegawai terdiri dari: Kompensansi Motivasi Dan Pengakuan Kompetensi Komunikasi Sistem/Prosedur Pemimpin dan kepemimpinan Budaya Organisasi dan Lingkungan. menghasilkan hasil kerja yang sesuai target atau melebihi target yang telah Atau sekurang kurangnya, dibawah standar. Harapan Harapan adalah keadaan/sesuatu yang dinanti-nantikan untuk diraih, namun Harapan bisa direncanakan, dan bisa juga diwujudkan karena berlangsung secara spontanitas, dan mungkin saja tidak senganja untuk Indikator Kinrja Pegawai Indikator pengukuran diperlukan untuk mengukur tingkat efisiensi pegawai Menurut (Duha 2020:. Kelembagaan Item ini bertujuan untuk mengetahui Sumbangsih Selain pengabdian sungguh-sungguh, ada satu hal yang dapat membuat individu dianggap kedekatan secara fisik dan emosional individu kepada organisasi. Kedekatan itu akan menunjukan bahwa sebagai Sumbangsih organisasi adalah satu kesatuan yang waktu, tenaga oleh individu kepada utuh yang bernaung di dalam satu wadah yang sama. mengharapakan balasan. Koordinasi Koordinasi menjalin hubungan dengan orang lain dan bekerja sama dengan rekan kerja secara baik. Keandalan Item ini bertujuan untuk mengetahui Individu https://jurnal. id/index. php/JIM Dari pendapat para ahli diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa harapan, sumbangsih, kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, kehadiran, ketepatan bekerjasama, hal ini menjadi tolak ukur dalam meningkatkan kinerja pegawai. Metode Penelitian Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Menurut (Sugiyono 2012, . bahwa AuPenelitian kuantitatif mengkaji hubungan variabel dengan objek penelitian lebih bersifat sebab akibat . Dengan demikian dapat diketahui bahwa hakikat penelitian asosiasi adalah menguji hipotesis diketahui pengaruh antar variabel tersebut. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor Camat Luahagundre Maniamolo yang berjumlah 31 orang dan Dalam penelitian ini peneliti menggunakan seluruh sampel yaitu. seluruh populasi penelitian yang berjumlah 31 orang dijadikan sampel penelitian. Teknik Pengumpulan Data Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner berupa pernyataan kepada responden dengan menggunakan Seluruh partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan di kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini digunakan alat bantu pengumpulan data Adapun kuesioner dibagi dalam 2 dimensi, yaitu : komunikasi dan kinerja pegawai. Hasil pengumpulan data primer dari responden berupa jawaban dari kuesioner, selanjutnya Nilai atau skor alternatif jawaban ditentukan dengan skala Likert lima poin. (Sugiyono 2012. mengatakan bahwa skala likert adalah Auskala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi terhadap seseorang atau kelompok. sosialAy. Dalam https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh penelitiyang selanjutnya pemberian skor untuk skala likert dengan gradasi sebagai berikut: Skor 5 = Sangat setuju Skor 4 = Setuju Skor 3 = Ragu-ragu Skor 2 = Tidak setuju Skor 1 = Sangat tidak setuju Devenisi Operasional Variabel Penelitian Tabel 1 IndikatorVariabelKomunikasi No. Indikator Nomor Butir Pernyataan 1,2,3 4,5,6 7,8,9 10,11,12 13,14,15 Jum1ah Keterbukaan Empati Dukungan Rasa Positif Kesamaan Tota1 Sumber: Usman . Table 2 Indikatorvariable Kinerja Pegawai Indikator Kelembagaan Koordinasi Keandalan Harapan Sumbangsih Tota1 Nomor butir Jum1ah 16,17,18 19,20,21 22,23,24 25,26,27 28,29,30 Sumber: Duha . Hasil Dan Pembahasan Uji Validitas Menurut (Sugiyono 2018:. Auvaliditas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X tersebutAy. Tabel 3 Uji Validitas Variabel Komunikasi(X) Item Sumber: Rhitung Atau CorrectedIt TotalCorrel 0,797 0,853 0,781 0,804 0,760 0,762 0,834 0,751 0,873 0,835 0,783 0,809 0,846 0,818 0,798 R tabe1 31 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 Ket Berdsarkan hasil olahan data pada item-total statistik yang bersumber dari 31 responden, maka diperoleh nilai koefisien rhitung item-total 1 sampai 31 bernilai positif. Valid dimana rhitung > rtabel artinya bahwa Valid pernyataan variabel X dan variabel Y Valid dikatakan valid. Valid Uji Reliabilitas Valid Ujireliabilitasdigunakanuntukmenget Valid Valid uranyangdigunakandapatdiandalkandantet Valid apkonsistenjikapengukurantersebutdiulang Valid iyaknidenganmenggunakanCronbachA1pha. Valid Tabel 5 Valid Uji ReliabilitasVariabel Valid Komunikasi(X) Valid Re1iabi1ityStatistics Cronbach's NofItems Valid A1pha Valid Pene1iti2023,denganmenggunakan bantuap1ikasiSPSS25forwindows. Tabel 4 Uji Validitas Variabel Kerja Pegawai(Y) Rhitung Atau Item CorrectedItem Total Correlation 0,745 0,558 0,768 0,741 0,913 0,851 0,914 0,769 0,692 0,829 0,824 0,769 R table 31 Ket 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,757 0,355 Valid 0,692 0,355 Valid 0,761 0,355 Valid Sumber:Pene1iti2023,denganmenggunakana1atbantuap1 ikasiSPSS25 for windows Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid https://jurnal. id/index. php/JIM Sumber:Pene1iti2023,denganmenggunakana1atbantu ap1ikasiSPSS25forwindows. Berdasarkan tabel 4. 4 didapatkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,960 >0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut reliable. Tabel 6 Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai (Y) Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha Sumber: Peneliti 2023, dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 25 for Berdasarkan tabel 4. 6 didapatkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,845 maka Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut reliabel. Uji Normalitas Data Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah data untuk semua variabel memiliki distribusi normal atau Pengujian normalitas data dapat dilakukan melalui uji statistic non parametric Kolmogorov-Sminorv (K-S). hasil Kolmogorov-Sminorv menunjukan nilai signifikan diatas 0,05 maka data residual terdistribusi dengan normal. Sedangkan jika hasil Kolmogorov-Sminorv menunjukan nilai dibawah 0,05 maka data residual terdistribusi tidak normal. Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Komuni Kinerja Unstandardized Pegawa Residual 0E-7 Normal Mean Parame Std. Deviation Most Absolute Extrem Positive Differen Negative Kolmogorov-Smirnov Asymp. Sig. -taile. Sumber:Pene1iti2023,denganmenggunakana1atbantuap1 ikasiSPSS25forwindows Bersarkan tabel 4. 7 maka dapat disimpulkan sampel yang diambil dari populasi berdistribusi normal karena nilai Kolmogorov-Sminorv Z sebesar 1,026 dengan Asymp Sig. -taile. sebesar 0,243>0,05 maka data disimpulkan data residual berdistribusi normal. Kemudian metode lain yang dapat digunakan untuk terstandardisasi dengan normal atau tidak yakni dengan melihat normal probability plot pada gambar 4. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Uji Parsial (Uji. Untuk variabel bebas . terhadap variabel terikat (Kinerja Pegawa. dengan menggunakan uji parsial. Hasil uji parsial ditunjukan pada Tabel 8 Tabel 8 UjiParsial(Uji. Coefficientsa Model Unstandardized Standar Sig. Coefficients Coeffici Std. Beta Error (Constan. 1 KOMUNI KASI Sumber: Pene1iti 2023, dengan menggunakan a1at bantu ap1ikasi SPSS 25 for windows. Pada tabel 4. 8 diperoleh thitung untuk variabel Komunikasi (X) sebesar 031 dan tingkat signifikan sebesar 0. sedangkan nilai ttabel pada = 0,05, df = . -1-. pada df numerator 2, df deminator 29 adalah sebesar 1,699 karena nilai thitung 1. 031 < ttabel 1,699 dan tingkat signifikan sebesar 0,311 > 0,05 maka keputusannya adalah H1 diterima dan Ho ditolak dengan arti bahwa variabel Komunikasi (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) Di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Uji Koefisien Determinasi (R. Dari hasil pengolahan data diperoleh koefisien determinasi (R. sebesar 0,035 . 5%) sehinga dapat ditunjukan bahwa 5% keragaman variabel terikat . inerja pegawa. dapat dijelaskan variabel bebas . sedangkan sisanya 96. dipengaruhi oleh variabel lain diluar Tabe1 9 Hasi1 Uji Koefisien Determinasi(R. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Mode1 Summaryb Mode RSqu AdjustedRS Std. Erroroft Durbin1 heEstimate Watson Predictors:(Constan. ,Kompensasi DependentVariab1e:ProduktivitasKerja Sumber:Pene1iti2023,denganmenggunakana1atbantu ap1ikasiSPSS25forwindows. Metode Ana1isi Data Dari hasil penelitian ini yang sudah diuraikan maka akan dijelaskan seberapa besar pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo. Untuk lebih mempermudah menganalisis hasil serta interprestasi regresi sederhana maka digunakan persamaan seperti dibawah ini. Y= bX Y = 59. 924 0,119X Keterangan: Y = Variabel Terikat = 59. b = 0. X = Variabel Bebas Persamaan diatas menunjukan bahwa koefisien regresi variabel komunikasi memiliki tanda signifikan. Ini berarti peningkatan nilai variabel komunikasi dapat meningkatkan nilai variabel kinerja Interprestasi dari persamaan tersebut di atas, terlihat bahwa : nilai konstanta () adalah sebesar 59. Nilai ini mempunyai arti bahwa apabila variabel Komunikasi (X) bernilai nol, maka nilai variabel kinerja pegawai (Y) adalah sebesar Nilai ini memiliki arti bahwa setiap komunikasi (X) sebesar 1 satuan, maka akan memaksimalkan nilai variabel kinerja pegawai (Y) sebesar 0. 119 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Artinya , bahwa komunikasi yang tinggi akan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X menghasilkan kinerja pegawai yang tinggi Hasil penelitian ini relevan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh wandi, dkk . , menjelaskan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan Artinya berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai pada sebuah organisasi. Dan secara teoritis, hasil penelitian yang diperoleh sangat relevan dengan teori yang dikemukakan oleh Supomo dan Nurhayati . , bahwa dengan berkomunikasi baik dan benar, maka akan berdampak positif terhadap kinerja dalam suatu Artinya baik kinerja pegawai Dari kedua teori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang baik dapat mempengaruhi kinerja pegawai dalam sebuah organisasi. Dengan kata lain, semakin baik komunikasi maka semakin baik pula kinerja pegawai. Penutup Simpu1an Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menarik kesimpulan bahwa hasil model regresi Y= 59,924 0,119, hasil ini didukung oleh beberapa nilai pengujian hipotesis yaitu sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji t pada penelitian ini bahwa nilai thitung 1,031 < ttabel 1,699, sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh Komunikasi secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan hasil uji determinasi bahwa nilai Rsquare (R. sebesar 0,035 artinya Komunikasi variabel kinerja pegawai sebesar 35%. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 sedangkan 65% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Berdasarkan hasil persamaan regresi, 59,924 pegawai (Y) saat variabel komunikasi (X) bernilai nol dan koefisien regresi . komunikasi kerja (X) sebesar 0,119 artinya bahwa jika nilai komunikasi (X) meningkatkan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,119 atau 11,9%. Saran