KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase PERANCANGAN ORNAMEN MOTIF IKAN BATAK SEBAGAI BENTUK PENGENALAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN BATAK TOBA Sahat Fernando Samosir. Desi Priani. Desain Komunikasi Visual. Seni dan Desain. Universitas Potensi Utama. Indonesia *Coresponding Email: sahatfernandosamosir15@gmail. Ringkasan - Penelitian ini bertujuan untuk merancang ornamen motif Ikan Batak sebagai bentuk pengenalan sejarah dan kebudayaan Batak Toba. Ornamen motif Ikan Batak terinspirasi dari keunikan ekologi Ikan Batak yang merupakan spesies endemik Danau Toba, serta nilai historis dan filosofis yang melekat pada budaya masyarakat Batak Toba. Dalam perancangan ini, ornamen Ikan Batak dipadukan dengan elemen seni ukir tradisional Gorga, yang dikenal dengan warna-warna kontras merah, putih, dan hitam, sehingga menghasilkan desain yang sarat makna estetika dan filosofis. Objek penciptaan dalam penelitian ini adalah motif ornamen Ikan Batak yang diterapkan pada berbagai produk visual, seperti desain baju sablon, visual merchandise, dan iklan berjalan . alking advertisemen. Konsep estetik yang diusung memadukan keindahan bentuk Ikan Batak dengan gaya ukiran khas Batak Toba, yang menonjolkan nilai kearifan lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan promosi modern. Desain ini juga dilengkapi elemen edukatif berupa teks dan deskripsi singkat tentang sejarah serta budaya Ikan Batak untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya lokal. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengintegrasian motif Ikan Batak dengan elemen Gorga mampu memperkuat identitas budaya Batak Toba dan meningkatkan daya tarik produk. Implementasi desain ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan budaya tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian ekosistem Danau Toba. Dengan pendekatan kreatif ini, ornamen motif Ikan Batak diharapkan mampu menjadi ikon budaya yang dikenal luas dan berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya dan lingkungan. Kata Kunci : Ornamen Ikan Batak. Warisan Budaya Batak Toba. Harmoni. Konservasi. Summary - This research aims to design Batak Fish motif ornaments as a form of introducing the history and culture of the Batak Toba people. The Batak Fish motif ornaments are inspired by the unique ecology of the Batak Fish, which is a species endemic to Lake Toba, as well as the historical and philosophical values inherent in the culture of the Batak Toba people. In this design, the Batak Fish ornament is combined with elements of traditional Gorga carving, which is known for its contrasting colors of red, white, and black, resulting in a design that is rich in aesthetic and philosophical meaning. The object of creation in this study is the Batak Fish ornament motif applied to various visual products, such as screen-printed clothing designs, visual merchandise, and walking advertisements. The aesthetic concept combines the beauty of the Batak Fish shape with the distinctive carving style of the Batak Toba, which highlights local wisdom while remaining relevant to modern promotional needs. The design also includes educational elements in the form of text and brief descriptions of the history and culture of the Batak Fish to increase public appreciation of local cultural heritage. The design results show that integrating Batak Fish motifs with Gorga elements can strengthen the cultural identity of the Batak Toba people and increase the appeal of the product. The implementation of this design not only serves as a means of cultural introduction but also encourages the community to be more concerned about the preservation of the Lake Toba ecosystem. With this creative approach, it is hoped that the Batak Fish motif ornament will become a widely recognized cultural icon and contribute to efforts to preserve cultural and environmental heritage. Keywords: Batak Fish Ornaments. Batak Toba Cultural Heritage. Harmony. Conservation. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase PENDAHULUAN Danau Toba, sebuah danau vulkanik super yang terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Toba ribuan tahun silam, merupakan salah satu ikon alam Indonesia yang sangat penting. Dengan luas mencapai 1. 130 km2 persegi, danau ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang memukau, tetapi juga menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati dan nilai budaya yang tinggi. Di kedalaman Danau Toba, hidup biota endemik yang unik, salah satunya adalah Neolissochilus Thienemanni, yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai ikan jurung atau Ikan Batak. Keberadaan Ikan Batak ini merupakan bagian integral dari ekosistem Danau Toba dan warisan budaya masyarakat Batak Toba. Secara morfologis. Ikan Batak termasuk dalam spesies Cyprinidae, yang juga mencakup ikan mas. Namun. Ikan Batak memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya. Bentuk tubuhnya pipih memanjang dengan warna yang berubah seiring pertambahan usia. Ciri-ciri fisik ini, bersama dengan habitatnya yang spesifik . erairan jernih dengan suhu rendah dan kandungan oksigen tingg. , menjadikan Ikan Batak sebagai indikator penting bagi kesehatan ekosistem Danau Toba. Lebih dari sekadar biota endemik. Ikan Batak memiliki nilai historis dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Batak Toba. Sejak dahulu kala, ikan ini telah menjadi bagian integral dari tradisi dan ritual adat. Dahulu. Ikan Batak merupakan hidangan istimewa yang disajikan bagi keluarga raja dan bangsawan Toba pada acara-acara penting, seperti upacara adat, perayaan hari besar, dan acara sosial lainnya. Kehadirannya dalam ritual adat, khususnya dalam hidangan arsik Ikan Batak, melambangkan doa dan harapan untuk keselamatan, kesehatan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Namun, seiring waktu, hidangan arsik Ikan Batak perlahan mulai digantikan oleh ikan mas, menandai perubahan dalam tradisi kuliner dan ketersediaan sumber daya. Sayangnya, keberadaan Ikan Batak saat ini menghadapi berbagai ancaman Perubahan lingkungan, seperti polusi dan sedimentasi danau, serta aktivitas manusia yang merusak habitatnya, seperti penangkapan ikan yang berlebihan dan praktik perikanan yang tidak berkelanjutan, telah menyebabkan penurunan populasi Ikan Batak secara drastis. Kondisi ini menempatkan Ikan Batak pada status yang mengkhawatirkan dan mendorong perlunya upaya konservasi yang serius. Untuk A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase menjaga kelestariannya, penting untuk menghidupkan kembali pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap nilai budaya dan sejarah yang melekat pada Ikan Batak. Salah satu cara efektif adalah melalui perancangan ornamen motif Ikan Batak yang dapat di implementasikan pada berbagai media, seperti baju sablon dan visual Dengan cara ini, cerita dan keindahan Ikan Batak dapat terus hidup dan dikenal luas oleh masyarakat. Ornamen, yang berasal dari kata Latin "Ornare" yang berarti menghias, memiliki peran penting dalam budaya Batak Toba. Ornamen, khususnya gorga, merupakan seni ukir tradisional yang kaya akan nilai estetika dan filosofis, sering ditemukan pada rumah adat ruma bolon dengan warna-warna khas merah, putih, dan hitam. Motif-motif gorga yang terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari mencerminkan pandangan hidup dan nilai-nilai masyarakat Batak Toba. Mengintegrasikan motif gorga ke dalam ornamen Ikan Batak tidak hanya menggabungkan dua elemen penting dari budaya Batak Toba, tetapi juga memperkaya makna filosofis dan estetika desain. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik dan relevansi ornamen bagi generasi muda, serta berfungsi sebagai media promosi budaya yang efektif atau walking advertisemen . klan berjala. Dengan demikian, perancangan ornamen motif Ikan Batak dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Batak Toba, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan Danau Toba, dan menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. KAJIAN TEORI Ornamen Atau Ragam Hias Rumah Adat Batak Toba Buku AuOrnamen/Ragam Hias Rumah Adat Batak TobaAy yang diterbitkan oleh departemen Pendidikan dan kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman pada tahun 1998, membahas tentang berbagai motif dan hiasan yang terdapat pada rumah adat Batak Toba. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 1. Ornamen/ Ragam Hias Rumah Adat Batak Toba (Sumber: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman, 1. Rumah adat Batak Toba di kenal dengan nama AuRuma BolonAy dan memiliki ciri khas arsitektur dan dekorasi yang unik. Buku ini membuat penjelasan tentang simbolisme, fungsi, dan makna di balik ornamen-ornamen pada ukiran Gorga tersebut, termasuk penggunaan warna, bentuk, dan motif, yang sering ditemukan pada bangunan rumah tradisional Batak Toba. Kajian ini penting untuk memahami bagaimana ornamen Ikan Batak bisa diintegrasikan ke dalam konteks yang lebih lebih luas dari seni rupa Batak Toba. Ikan Batak Dalam wawancara Redaksi Starnews. Baharuddin Aritonang, penulis buku Ikan Batak, menceritakan harapannya terhadap masa depan ikan ini. Menurutnya. AuIkan Batak sebagai bagian dari kearifan budaya lokal yang harus dilestarikan. Dengan menjaga kelestarian agar Ikan Batak tidak punah dengan sendirinya, kita turut melestarikan budaya. Sebenarnya sejumlah masyarakat Batak, ada tradisi lubuk larangan yang membuat Ikan Batak ini tetap terjaga. Namun, praktik penangkapan yang tidak terkendali, terutama pada anak-anak ikan, terancam kelestariannya. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang lebih tegas untuk mengatasi penangkapan dan hanya mengizinkan penangkapan ikan dewasa saja,Ay ungkap Baharuddin Aritonang dalam wawancaranya dengan Redaksi Startnews (Senin, 6 maret 2. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 2. Ikan Batak Ae Baharuddin Aritonang (Sumber: Redaksi, startnews. id, 2. Buku ini juga membahas secara mendalam mengenai Ikan Batak, termasuk pengertiannya, perannya sebagai legenda dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba, ekosistem habitat aslinya, perdagangannya, dan potensi budidayanya. Berbagai cerita menarik tentang Ikan Batak dapat dibaca dalam buku ini juga. Makna simbolik Ihan Batak dalam budaya Batak adalah sebagai simbol tradisi, rezeki, kesehatan, dan keturunan yang memiliki peran penting dalam berbagai ritual adat, seperti dalam upacara pernikahan dan penyambutan kelahiran anak. Ihan dipercaya membawa berkah dan keberuntungan bagi pemakainya dan tidak boleh dipotong saat dimasak karena melambangkan keutuhan hidup, sehingga diharapkan penerima dapat memperoleh keturunan. Yang dimana dapat disimpulkan, makna simbolik Ihan Batak dalam kebudayaan Batak Toba pada buku Ikan Batak pada halaman 6-9. Tinjauan Karya Tinjauan karya ini, penulis memberikan penjelasan yang tidak hanya bersifat subjektif saja, seperti hanya berdasarkan dalih penulis bahwa penulis tidak meniru karya siapa pun. Oleh karena itu, perlu adanya komparasi dengan karya-karya terdahulu yang menggarap tema, atau ide, atau style serupa sehingga tidak adanya tuduhan bahwa karya yang diciptakan bukan hasil menjiplak karya orang lain. Berikut beberapa tinjauan karya yang menjadi referensi penulis, agar orientasinya tidak jauh berbeda dari konsep yang akan dibuat: A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 3. Clothing Pakaian dengan Desain Ikan Arwana Ornamen Bali (Sumber : instagram. com/seniman. bocah, 2. Gambar 4. Ikan Koi Jepang Gelombang Besar Dari Kanagawa Kanji Jepang Kaos Lengan Panjang (Sumber : w. uk, 2. Gambar 5. Koi Non-Biner Hoodie (Sumber : w. tr, 2. METODE PENELITIAN Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari sumbernya. Dalam konteks penelitian ini, data primer dapat berupa informasi tentang Ikan Batak, ornamen gorga, dan budaya Batak Toba yang diperoleh melalui observasi, wawancara, maupun dengan kuesioner. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 6. Proses pembuatan ukiran ornamen gorga oleh pengrajin gorga (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Data Sekunder Data sekunder dalam penelitian merujuk pada informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang ada sebelumnya, dan bukan pengamatan langsung dari objek Dengan berdasarkan sumber penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan dengan meliputi buku, jurnal, artikel dan informasi lainnya. Data sekunder yang digunakan untuk dicantumkan dari gambar-gambar yang menjadi bahan pembuatan karya sebagai berikut: Gambar 7. Jenis-jenis Ikan Batak (Sumber: dok. Endi Setiadi Kartamihardja Ae Profesor Riset, 2. Visualisasi Bagian ini menguraikan pengembangan elemen visual dan alternatif desain untuk ornamen motif Ikan Batak pada baju sablon, yang disesuaikan dengan konsep kreatif AuHarmoni Warisan Batak Toba Toba TobaAy. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 8. Sketsa Manual Ornamen Motif Ikan Batak (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Gambar 9. Desain Alternatif Pilihan Pada Pengembangan Elemen Visual Ikan Batak (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Konsep Media Media Utama Konsep media dalam karya ini menggunakan baju sablon sebagai sarana utama untuk menyampaikan ornamen motif Ikan Batak, yang didukung oleh elemen-elemen pendamping guna mencapai tujuan pengenalan sejarah dan kebudayaan Batak Toba. Media Pendukung Konsep media pendukung dirancang untuk memperkuat penyampaian pesan sejarah dan kebudayaan Batak Toba melalui ornamen motif Ikan Batak pada baju sablon, meliputi packaging, promosi fisik, dan media digital. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Karya Media Utama Bagian ini menguraikan penerapan konsep "Harmoni Warisan Budaya dan Sejarah Batak Toba" pada kaos sablon bermotif Ikan Batak dan elemen pendukungnya. Aspek artistik dan estetika karya, meliputi media utama. Konsep artistik karya ini menggabungkan simbolisme ikan . ehidupan, kemakmuran, harmoni ala. dengan pendekatan minimalis-modern, menghasilkan estetika yang fungsional dan menarik bagi generasi muda. Gambar 10. Hasil Karya Tampak Depan Dan Belakang Karya Baju Kaos Sablon AuHarmoni Warisan Budaya BatakAy (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Gambar 11. Hasil Karya Tampak Depan Belakang Long Sleeve Sablon AuHarmoni Warisan Budaya BatakAy (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 12. Hasil Karya Tampak Depan Belakang Hoodie Sablon AuHarmoni Warisan Budaya BatakAy (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Deskripsi Karya Media Pendukung Bagian ini menguraikan penerapan konsep "Harmoni Warisan Budaya dan Sejarah Batak Toba" pada kaos sablon bermotif Ikan Batak dan elemen pendukungnya. Aspek artistik dan estetika karya, meliputi media pendukung. Gambar 13. Packaging (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. Gambar 14. Paper bag (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. KOLASE Jurnal Seni Dan Desain Vol. 1 No. 1 Oktober 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/kolase Gambar 15. Poster A4 (Sumber: Sahat F. Samosir, 2. SIMPULAN Dalam AuPerancangan Ornamen Motif Ikan Batak sebagai Bentuk Pengenalan Sejarah dan Kebudayaan Batak TobaAy ini, terdapat banyak aspek edukasi tentang pelestarian warisan budaya Batak Toba, khususnya melalui simbolisme Ihan Batak yang terinspirasi dari legenda Mual Sirambe, dengan mengajak generasi muda dan masyarakat luas untuk menghargai identitas budaya di tengah modernitas. Berdasarkan proses perancangan yang dimulai dari identifikasi kurangnya pemahaman masyarakat tentang budaya Batak Toba, pengumpulan data sejarah dan estetika lokal, serta analisis yang menghasilkan strategi desain fesyen dan media pendukung, dapat disimpulkan bahwa karya ini memiliki beberapa keunggulan yang meningkatkan efektivitas pesan pengenalan budaya. DAFTAR PUSTAKA