Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Khairul Muttaqin Institut Agama Islam Negeri Madura. Pamekasan Email: khairulmuttaqin87@gmail. Ach. Badri Amien Institut Agama Islam Negeri Madura. Pamekasan Email: badriansyah733@gmail. Suci Wulandari Institut Agama Islam Negeri Madura. Pamekasan Email: wulandarisuci6756@gmail. Abstrak Nowadays, there are several alternative treatments undertook by certain practitioners to cure a person's illness. The diseases they treat are physical or non-physical. Physical disease is a disease that can be identified by medical science, while non-physical disease cannot be identified by medical science, it is called a non-medical disease. Physical ailments are examined and prescribed by doctors or other health professionals to relieve or cure the On the other hand, non-physical ailments are given alternative treatments such as prayer or certain herbs. The problems investigated in this study are as follows. First, the phenomenon of Quranic therapy to cure physical and non-physical ailments in Sumenep. Second, the meaning of Quranic therapy to cure physical and non-physical diseases in Sumenep. Third, the view of phenomenological theory on Quranic therapy to cure physical and non-physical diseases in Sumenep. The phenomenological approach is used to analyze data about Quranic therapy to cure physical and non-physical ailments. The meaning or essence behind the phenomenon is analyzed by releasing the surrounding empirical data and situation. The results of this study are, first: Surah Muhammad is often used for the treatment of ailments by the Sumenep Pragaan community. Sick people are recited the surah in the hope that their illness will be cured. The reading of Surah Muhammad for treatment is sometimes collaborated with readings other than the Qur'an such as burdah, ratibul haddad, or shalawat nariyah. In addition to the tradition of reciting Surah Muhammad, there is also a ruqyah tradition for treatment. Ruqyah is the practice of AlQur'an therapy carried out by Jam'iyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep to treat physical and non-physical ailments suffered by people in Sumenep Regency. Ruqyah therapists recite selected verses in performing Quranic therapy. Second, the meaning of http://ejournal. id/index. php/revelatia DOI 10. 19105/revelatia. Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl reciting the verses of the Quran for medical treatment or non-medical therapy is actually an intermediary. In other words, healing is not determined by these readings. Third, the final stage of Husserl's phenomenological analysis is transcendental reduction, understanding phenomena by tracing the roots in the consciousness that manifests itself so that pure existence or subjects can be found. The pure existence or subject of reciting surah Muhammad. Surah al-Falak, and other verses in the practice of ruqyah is the awareness that all these things are done for the sake of expecting the blessing of Allah SWT. Keywords: therapy. Al-QurAoan. Hadis. Husserl's Phenomenological. Dewasa ini, muncul beberapa pengobatan alternatif yang dilakukan oleh praktisi tertentu untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh seseorang. Penyakit yang ditangani oleh praktisi tersebut bisa berupa penyakit fisik ataupun penyakit non fisik. Penyakit fisik merupakat penyakit dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau medis dan penyakit non fisik adalah yang tidak dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau bisa disebut pula dengan penyakit non medis. Praktiknya, penyakit fisik biasanya dibawa kepada petugas kesehatan seperti perawat ataupun dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan resep obat untuk meringankan atau menyembuhkan penyakit tersebut. Adapun penyakit non fisik biasanya dibawa kepada praktisi pengobatan alternatif untuk didoakan atau diberikan ramuan tertentu. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai Pertama, fenomena terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Kedua, makna terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Ketiga, pandangan teori fenomenologi terhadap terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Dalam penelitian ini penulis meggunakan pendekatan fenomenologi dalam menganalisa data-data tentang terapi Al-QurAoan untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik. Dalam pendekatan fenomenologi dianalisa makna atau hakikat di balik fenomena tersebut dengan melepaskan dari data-data dan situasi empiris yang melingkupi. Hasil dari penelitian ini adalah, pertama: surah yang sering dibaca adalah surah Muhammad seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pragaan Sumenep. Masyarakat yang mengalami sakit biasanya akan dibacakan surah Muhammad dengan harapan penyakitnya dapat terangkat dengan melalui bacaan surah Muhammad tersebut. Pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan kadang dikolaborasikan dengan bacaan lain selain Al-QurAoan seperti burdah, atau ratibul haddad, atau shalawat nariyah. Selain tradisi pembacaan surah Muhammad juga terdapat tradisi ruqyah untuk pengobatan. Ruqyah merupakan praktik terapi Al-QurAoan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep untuk mengobati penyakit fisik dan non fisik yang dialami oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep. Para ahli terapi ruqyah membacakan ayat-ayat pilihan dalam melakukan terapi Al-QurAoan. Kedua, makna dari pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan untuk terapi pengobatan medis atau no medis sejatinya hanya merupakan perantara dan kesembuhan bukan ditentukan oleh bacaan-bacaan Ketiga, tahapan terakhir dari analisis fenomenologis Husserl adalah reduksi REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari transendental yakni memahami fenomena dengan mencari akar dalam kesadaran yang menampakkan dirinya sehingga dapat ditemukan eksistensi ataupun subyek yang murni. Eksistensi atau subyek yang murni dari pembacaan surah Muhammad. Surah al-Falak, dan ayat-ayat lain dalam praktik ruqyah adalah adanya kesadaran bahwa semua hal itu dilakukan untuk mengharapkan ridha Allah SWT. Keywords: Terapi. Al-QurAoAn. Hadis. Fenomenologi Husserl. PENDAHULUAN Penyakit menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah segala sesuatu yang dapat mengakibatkan adanya gangguan yang pada makhluk hidup. Jadi segala hal yang membuat tidak nyaman dan mengganggu terhadap makhluk hidup lebih-lebih manusia dinamakan dengan penyakit. Umumnya penyakit adalah sesuatu yang berkaitan dengan gangguan Kesehatan yang dialami oleh seseorang. Gangguan Kesehatan yang dialami dapat disebabkan oleh banyak hal seperti virus, kelainan system pada makhluk yang bernyawa, bakteri dan lain sebagainya. Jadi penyakit umumnya diidentikkan dengan segala sesuatu yang bersifat fisik dan dialami secara fisik seperti flu, batuk, malaria dan Namun penyakit juga kadang dikaitkan pula dengan sesuatu yang bersifat non fisik seperti guna-guna, sihir, sering emosi, sering mengalami mimpi buruk, kesurupan dan Dewasa ini, muncul beberapa pengobatan alternatif yang dilakukan oleh praktisi tertentu untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh seseorang. Penyakit yang ditangani oleh praktisi tersebut bisa berupa penyakit fisik ataupun penyakit non fisik. Penyakit fisik merupakat penyakit dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau medis dan penyakit non fisik adalah yang tidak dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau bisa disebut pula dengan penyakit non medis. Praktiknya, penyakit fisik biasanya dibawa kepada petugas kesehatan seperti perawat ataupun dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan resep obat untuk meringankan atau menyembuhkan penyakit tersebut. Adapun penyakit non fisik biasanya dibawa kepada praktisi pengobatan alternatif untuk didoakan atau diberikan ramuan tertentu. Disebut sebagai pengobatan alternatif karena merupakan alternatif dari pengobatan Jika tidak sembuh setelah diobati secara medis biasanya dibawa para praktisi Namun tidak sedikit pula penyakit fisik atau penyakit medis yang dibawa kepada para praktisi alternatif tertentu untuk diobati. Jenis-jenis pengobatan alternatif yang banyak muncul di Indonesia bermacam-macam bentuk praktiknya. Salah satu yang menarik adalah terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Terapi AlQurAoAn umumnya dilakukan untuk menyembuhkan penyakit fisik dan penyakit non fisik Penggunaan ayat-ayat Al-QurAoAn sebagai terapi untuk mengobati penyakit fisik dan non fisik dalam hal ini menjadi sangat menarik untuk diteliti. Dalam kajian ilmu Al-QurAoAn dan tafsir hal ini merupakan kajian living qurAoan. Living qurAoan merupakan respon REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl masyarakat terhadap Al-QurAoAn berupa fenomena sosial yang berhubungan dengan AlQurAoAn. Kajian living qurAoan berusaha membedah interaksi antara masyarakat dengan AlQurAoAn dan merupakan arah baru dalam kajian ilmu Al-QurAoAn dan tafsir. Yang menarik untuk diteliti dalam hal ini adalah hubungan antara bacaan Al-QurAoAn dengan kesembuhan dari penyakit fisik dan non fisik yang dialami oleh seseorang. Umumnya bacaan Al-QurAoAn digunakan untuk menyembuhkan penyakit non fisik. Namun dewasa ini bacaan Al-QurAoAn juga digunakan sebagai terapi untuk menyembuhkan penyakit yang bersifat fisik seperti stroke, vertigo dan sebagainya. Kajian tentang terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep merupakan sesuatu yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Memang sudah banyak peneliti yang sudah membahas tema tentang living QurAoAn namun studi living QurAoAn yang membahas tentang terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep belum pernah dilakukan oleh peneliti manapun. Berikut kajian terdahulu berdasarkan penelusuran penulis: Pertama, skripsi di Fakultas Ushuluddin. Adab dan Humaniora IAIN Purwokerto yang ditulis oleh Fahrun Nisa dengan judul Terapi Kesehatan dengan Menggunakan AyatAyat Al-QurAoAn di Rumah Kesehatan KH. Misbahuddin Ali Desa Benda Kec. Sirampog Kab. Brebes. Persamaannya, skripsi yang ditulis tahun 2020 tersebut sama-sama membahas terapi Al-QurAoAn untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik. Perbedaannya, skripsi yang ditulis oleh Fahrun Nisa melakukan penelitian di daerah Brebes dan hanya pada satu tempat praktik saja. Adapun yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian di daerah Sumenep dan pada beberapa praktisi terapi. Kedua, skripsi pada tahun 2017 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang ditulis oleh Muhammad Illias dengan judul Terapi Al-QurAoAn dalam Upaya Pemulihan Orang dengan Masalah Kejiwaan (Studi di BLUD Rumah Sak it Jiwa Ace. Persamaannya adalah sama-sama membahas terapi Al-QurAoAn. skripsi tersebut membahas terapi Al-QurAoAn untuk penyakit jiwa di Banda Aceh dan yang akan dilakukan peneliti berbeda yakni terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Ketiga, artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam tahun 2017 yang ditulis oleh MasAoudi dan Istiqomah dengan judul Terapi QurAoani bagi Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. Analisis Pemikiran Muhammad Utsman Najati tentang Spiritualitas Al-QurAoAn bagi Penyembuhan Gangguan Kejiwaa. Persamaannya adalah sama-sama membahas terapi Al-QurAoAn untuk penyembuhan. Perbedaannya, artikel tersebut membahas terapi Al-QurAoAn untuk penyakit kejiwaan Muhammad Utsman Najati dan yang akan dilakukan peneliti berbeda yakni terapi AlQurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Keempat, skripsi pada tahun 2019 di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang yang ditulis oleh Nadhif dengan judul Efek Air Ruqyah untuk Kesembuhan Penyakit Stroke di Majelis Zikir Pengobatan Alternatif Al-Karomah Desa Jatijajar Kec. Ayah Kab. Kebumen. Persamaannya adalah sama-sama membahas terapi REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari untuk kesembuhan. Perbedaannya, skripsi tersebut membahas ruqyah menggunakan air untuk penyakit stroke saja. Adapun yang dilakukan peneliti adalah terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Selain beda tempat penelitian, juga berbeda dalam penggunaan media terapi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah jenis penelitian field research . enelitian lapanga. Jadi peneliti mengumpulkan data berbagai praktisi terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep dengan menggunakan triangulasi metode yakni observasi, wawancara dan Selain itu peneliti juga akan menggunakan triangulasi sumber yakni sumber dari berbagai praktisi terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep dan juga dari pasien dari terapi tersebut. Dengan menggunakan dua triangulasi tersebut data yang akan didapatkan benar-benar data yang valid. Peneliti menyisir seluruuh daerah di Kabupaten Sumenep untuk mencari praktisi dan pasien terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Peneliti menelaah dengan melakukan wawancara dan observasi pada praktisi dan pasien tersebut untuk mendapatkan informasi yang utuh dan valid. Dengan demikian maka akan didapatkan penjelasan yang utuh dan valid tentang fenomena terapi Al-QurAoAn untuk penyakit fisik dan non fisik di Sumenep dan landasan mendasari adanya terapi tersebut. Dalam penelitian ini penulis meggunakan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl dalam menganalisa data-data tentang terapi Al-QurAoan untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik. Dalam pendekatan fenomenologi dianalisa makna atau hakikat di balik fenomena tersebut dengan melepaskan dari data-data dan situasi empiris yang HASIL DAN PEMBAHASAN Pembacaan Surah Muhammad untuk Terapi Penyembuhan Penyakit Kiai Maimon Mannan. Pengasuh PP. Hidayaht Thalibin Pragaan Daya Sumenep, menjelaskan tentang praktik pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan yakni: Sorat Muhammad mitorot sekaule maggi'i surah Muhammad nika obatnya penyakit yang tak gellem sembuh sebenernya bukan hanya untuk orang yang sekarat biasanya surah Muhammad nika e toles benni e beca karana mangken kaule pon noles beberapa ayat maka kaule makon kaangguy beca surah Muhammad, bagus, enggi mon caen oreng bile kaule ampon makon beca surat Muhammad biasana mate, saongguna bunten bahkan kabenyaan se sehat dan jika kaule nika andik kayakinan oreng nika sobung omur enggi epakon bik kaule kaangguy maos ayat syifa' surah Muhammad bide benni surah al-Ra'd mon al-Ra'd cepet mate mon surah Muhammad ariya obat. A Badri juga menuturkan hal yang serupa berikut ini: Maimon Mannan. Pengasuh PP. Hidayatut Thalibin. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Ya memang betul kerena pribadi saya sendiri pernah mengalami pembacaan surah tersebut kerena ketika ada orang sakit dan orang tersebut hampir gila atau stres maka dari kiai diberi intruksi untuk membacakan surah Muhammad 3 kali dan al-Falaq 313 kali, hal tersebut dapat dibuktikan. Benar mayoritas khususnya masyarakat Pragaan Daya memang pembacaan surah Muhammad mayoritas kebanyakan seperti itu karena mereka itu percayanya kalau ada orang yang sakit ya ke pak Kiai dan pak kiai menginstruksikan membacakan surah tersebut, karena hasiatnya banyak dan banyak yang membutikan surah itu. Misbahul Umam menuturkan hal yang serupa berikut ini: Kalau surah lebih sering dibaca itu adalah surah al-Fath dan Muhammad, dan juga tidak terlepas dari surah Yasin. Waqiah, dan surah Al-Mulk. Awal mula pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan dituturkan oleh A Badri berikut ini: Karena saya masih ada ikatan santri kepada pak kiai yakni kiai Maimun dan mendapat ijazah untuk membaca surah Muhammad itu dan pak kiai itu sebagai penggagas dan ijazah dari kiai. Tapi pada saat saya mondok sama pak kiai diperintahkan untuk menulis surah Muhamamad tiga kertas dan saya mengalami dan khasiat ketika ditulis lebih manjur dari pada dibaca dan lebih baik lagi ditulis dan dibacakan. Misbahul Umam menjelaskan hal yang berbeda tentang awal mula munculnya tradisi ini yakni: Tentu hal ini tidak bisa terlepas historis proses Islamisasi yang terjadi dahulu, karena bagaimanapun budaya kita sebelum Islam budaya terdahulu sehingga proses Islam yang dibawa tokoh-tokoh atau pembawa ajaran Islam ini bagaimana nilai Islam tidak hanya bersifat tektualitas tapi juga bagaimana memiliki kemanfaatan yang realistis sehingga praktisi-praktisi tokoh agama sebagai mediator untuk bagaimana ketika ada penyakit baik sifatnya fisik atau non fisik itu larinya pertama kepada Al-QurAoan sehingga kemudian menjadi tradisi setiap orang yang memiliki penyakit fisik atau non fisik pasti diarahkan agar kembali kepada Al-QurAoan dan ini kemudian menjadi tradisi yang kuat sampai saat ini. Tata cara pelaksanaan pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan sebagaimana penuturan Kiai Maimon Mannan berikut ini: Enggi maste jet esabek eadek, biasana e sandingi ayatus syifa' karena bekto jemanna kanjeng Nabi bede sahabat tor epakom maos ayat syifa' etoles pas enommagi beres. Ayat syifa' kakdissak sareng kaule etoles esabek ka aeng berres jek reng partaje. A Badri. Santri. Wawancara Langsung . Juli 2. Misbahul Umam. Warga. Wawancara Langsung . Juli 2. 4 A Badri. Santri. Wawancara Langsung . Juli 2. 5 Misbahul Umam. Warga. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari Biasana kaule surah Muhammad sareng sorat al-Falaq 313 karena surah al falaq nika banyak hasiatte. Banyak berhasil mala pas benyak oreng se cek yakinna, otabe menyiapkan air se ampon dicelupkan ayat syifaAo dan di macakan surah Muhamdad. A Badri menuturkan hal yang serupa berikut ini: Ketika sebelum membacakan surah Muhammad itu menggunakan air satu botol saja, kalau dari kiai itu surah muhammad memang dituliskan dan dicelupkan ke air yang ada di botol dan dibacakan surah muhammad lagi 3 kali dan surah al-Falaq 313 kali. Bapak Khomsin menyebutkan sedikit perbedaan surah yang dibaca yakni: Diantaranya yang baisa dibaca surah Al-Insyiqaq tiga kali, surah muhammad yang biasa dibaca tiga kali, surah at-taubah satu surah. Bapak Misbahul Umam menyebutkan tata cara yang berbeda yakni dengan memadukan bacaan Al-QurAoan dengan bacaan lain yakni: Iya ada, tergantung mediator sebenarnya entah itu dari mediator disuruh membaca burdah, atau membaca ratibul haddad, atau membaca shalawat nariyah. Kadang pembacaan Al-QurAoan tapi dikolaborasikan dengan bacaan yang lain yang bukan AlQurAoan. Manfaat atau kegunaan pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan adalah sebagai berikut: Kalau untuk surah Muhammad tidak ada maksudnya, kalau mau sembuh ya sembuh dan kalau memang mau mati ya mati beda halnya dengna surah al-RaAod kata kiai ya memeang memepercepat kematian kalau surah Muhammad tidak ya tapi memang kalau mau sembuh ya sembuh atau sebaliknya. Tapi pada saat saya mondok sama pak kiai diperintahkan untuk menulis surah Muhamamad tiga kertas dan saya mengalami dan khasiat ketika ditulis lebih manjur dari pada dibaca dan lebih baik lagi ditulis dan dibacakan. Salah seorang warga bernama Hikam dan istrinya menyatakan tentang manfaat dari pembacaan surah Muhammad berikut ini: Saya dikasih air sama kyai dan disuruh membaca surah Muhammad 3 kali, surah AlFalaq 313. Dan ditiupkan pada air yang dikasih bapak kyai kemudian diminumkan pada anak saya. Disaat bapak kyai wafat saya pergi kemana-mana tidak sembuh kebingungan, jadi saya ingat dan membaca kembali yang pernah dikasih bapak kyai tentang surah Muhammad 3 kali dan surah Al-falaq 313, alhamdulillah sembuh. Dan surah itu dibaca saat mulai kambuh. Alhamdulillah sampai sekarang anak kami sehat tidak kambuh kembali penyakitnya, tapi kalau cuma sakit panas itu sudah biasa. Maimon Mannan. Pengasuh PP. Hidayatut Thalibin. Wawancara Langsung . Juli 2. A Badri. Santri. Wawancara Langsung . Juli 2. 8 Khomsin. Warga. Wawancara Langsung . Oktober 2. 9 Misbahul Umam. Warga. Wawancara Langsung . Juli 2. 10 A Badri. Santri. Wawancara Langsung . Juli 2. 11 Hikam dan Istrinya. Warga. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Bapak Khomsin menuturkan hal yang serupa tentang manfaat dari pembacaan surah Muhammad yakni: Sangat jauh sekali keberhasilannya sangat pesat. Yang jelas lebih dekat pada Bapak Misbahul Umam menyampaikan hal yang serupa yakni sebagai berikut: Kalau bicara sukses atau tidaknya ini tentu sangat berhasil karena bagaimanapun AlQurAoan adalah kalam Allah yang memiliki mukjizat yang pasti, cuman karena memang tidak secara otodidak tingkat keberhasilannya maka mungkin ada yang cenderung yakin 100% ada yang tidak, tidak yakin dalam artian dampaknya. Tapi diyakini atau tidak proses pembacaan Al-QurAoan yang dikhususkan untuk orang yang sakit fisik atau non fisik itu memliki dampak yang secara perlahan dan pada akhirnya memiliki dampak sukses. Sangat sering sekali, karena saya juga sering mengalami orang tua sering sakit ketika pergi ke kiai pasti diarahkan untuk membaca ayat-ayat Al-QurAoan atau surah-surah Al-QurAoan atau hanya sebagian ayat Al-QurAoan dan kemudian dibaca secara khusus. Landasan pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan sebagaimana penuturan Kiai Maimon Mannan berikut ini: Settong kitab mungkin bede kitab Jawahirul Lama/Ajaibul Qur'an tor manabi surat Muhammad benyak e kitab mujarobat, al-Falaq kaule perna membukitkan ke hasiata surah al-Falaq. Dari observasi yang dilakukan oleh penulis juga ditemukan bahwa surah Muhammad apabila dibacakan pada orang yang sakit, maka surah Muhammad ini sebagai penengah antara hidup dan mati seseorang. Orang yang sakit jika sudah dekat dengan kematian maka surah Muhammad mempercepat pada kematian seseorang, namun jika orang yang sakit cuma kritis saja tidak sampai dekat pada kematian, maka surah ini juga bisa menyembuhkan orang yang sakit tersebut. Berbeda dengan surah al-RaAod yang memang tujuannya agar mempercepat pada kematian seseorang. Untuk surah yasin yang biasa lumrah dibaca mayoritas masyarakat jarang sekali dimenemukan. Pada tahun 2018 Kiai Maimon Mannan pernah jatuh sakit dan menurut dokter penyakitnya adalah komplikasi selama kurang lebih lima bulan dan selama itu para santri setelah shalat Maghrib dan Subuh diwajibkan membaca surah Muhammad tiga kali, surah al-Hasyr tiga kali, surah al-Falaq tiga ratus tiga belas kali, dan ditambah hubb al-syakron sekali. Dengan izin Allah Kiai Maimon Mannan diberikan Masyarakat seringkali melakukan pembacaan terhadap beberapa surah dalam AlQurAoan sebagai terapi untuk penyakit yang dialami baik penyakit fisik maupun penyakit non fisik. Al-QurAoan dianggap sebagai bacaan yang mujarab untuk dapat berguna menyembuhkan penyakit yang diderita. Khomsin. Warga. Wawancara Langsung . Oktober 2. Misbahul Umam. Warga. Wawancara Langsung . Juli 2. 14 Maimon Mannan. Pengasuh PP. Hidayatut Thalibin. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari Salah satu surah yang sering dibaca adalah surah Muhammad seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pragaan Sumenep. Masyarakat yang mengalami sakit biasanya akan dibacakan surah Muhammad dengan harapan penyakitnya dapat terangkat dengan melalui bacaan surah Muhammad tersebut. Dalam praktiknya, surah Muhammad dibaca 3 kali dan dilanjutkan dengan membaca surah al-Falaq 313 kali kepada orang yang sedang sakit. Selain dibaca, surah Muhammad juga kadang ditulis pada kertas dan dicelupkan pada botol yang diisi air. Botol berisi air tersebut dibacakan surah Muhammad 3 kali dan surah al-Falaq 313 kali dan diminumkan kepada orang yang sakit. Selain itu, pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan kadang dikolaborasikan dengan bacaan lain selain Al-QurAoan seperti burdah, atau ratibul haddad, atau shalawat nariyah. Beberapa informan menyebutkan bahwa sejarah pembacaan surah Muhammad untuk terapi kesehatan pertama kali dilakukan oleh Kiai Maimon Mannan. Pengasuh PP. Hidayatut Thalibin Pragaan Daya Sumenep dan dipraktikkan kepada masyarakat Pragaan Daya yang mengalami sakit. Praktik tersebut sudah berlangsung sangat lama dan tetap bertahan hingga saat ini. Meski Kiai Maimon Mannan sudah wafat beberapa bulan yang lalu namun masyarakat tetap mengamalkan tradisi tersebut hingga saat ini jika menjumpai orang yang sakit, baik dibaca sendiri atau dibacakan oleh tokoh agama. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dalam pembacaan surah Muhammad sangat terasa. Masyarakat meyakini bahwa surah Muhammad berfaidah untuk menyembuhkan penyakit. Hal ini berbeda dengan surah al-RaAod yang diyakini berfaidah mempercepat kematian. Masyarakat meyakini bahwa surah Muhammad merupakan penengah antara hidup dan mati seseorang. Orang yang sakit jika sudah dekat dengan kematian maka surah Muhammad mempercepat pada kematian seseorang, namun jika orang yang sakit hanya kritis saja maka surah Muhammad juga bisa menyembuhkan orang yang sakit tersebut. Pembacaan Al-QurAoan untuk Terapi Penyembuhan Penyakit Mahtum Ridlo menyampaikan tentang fenomena pembacaan ayat-ayat AlQurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Iya benar, karena memang kami bentuk dakwah untuk menyampaikan kepada masyarakat umum bahwasanya Al-QurAoan merupakan syifAAoun linnAs. Jadi insya Allah dengan membaca Al-QurAoan dengan ayat-ayat tertentu yang sudah diijazahkan kepada kami dari Gus Amak itu bentuk segala penyakit, baik penyakit dzahir maupun bathin, fisik maupun non fisik insya Allah bisa sembuh. Dan ini sudah banyak tajrib istilahnya sudah banyak yang merasakannya, intinya mau mengkampanyakan AlQurAoan yang merupakan ayat syifaAo. Jadi memang murni semua bacaan-bacaan di JRA itu memang Al-QurAoan. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Selain Al-QurAoan memang ada wiridan-wiridan yang sudah maAotsurah dari para Ulama seperti Imam Syafii. Imam Ghazali dan lainnya. Untuk menambah juga yang jelas hadis, yang diambil untuk menambah bacaan selain bacaan Al-QurAoan, tapi intinya semuanya dari Al-QurAoan kecuali doa-doa khusus yang dari Ulama-ulama seperti ayat hirzi, hubb al-syakron dan lainya. Mursyid N. Hakim menuturkan hal yang serupa berikut ini: Penyembuhan penyakit dari JamAoiyyah Ruqyah Aswaja memang Al-QurAoan yang disebut dengan terapi qurAoani dan tambahan shalawat. Al-QurAoan pun adalah obat, bahkan obat yang paling utama dan yang paling pertama adalah Al-QurAoan. Nabi sendiri yang bersabda Auorang yang dibacakan Al-QurAoan kalau tidak sembuh maka tidak ada yang bisa menyembuhkanAy dan tidak hanya dengan ruqyah saja, bekam pun bisa karena Nabi menganjurkan itu juga ada ayat dari Al-QurAoan. Shalawat as-syifaAo, ada sebagian teman-teman memakai hipno terapi yang di dalamnya adalah ayat Al-QurAoan, cuma tidak nampak ketika dibacakan secara lantang kalau ruqyah memang dibacakan secara lantang di depan pasien sehingga pada waktu pelaksanaan pasien bisa ikut dalam pembacaan tersebut, tapi kalau tidak hafal diam saja yang terpenting konsentrasi. Itu murni dari Al-QurAoan semua entah penyakit medis ataupun non medis seperti penyakit lambung. KH. Abrori Mannan menuturkan hal yang serupa berikut ini: Al-QurAoan bukan hanya sekedar kitab suci artinya bukan hanya sekedar pedoman umat Islam tapi juga menjadi dzikir artinya yang membacanya mendapatkan pahala dan juga menjadi ajaran bagi umat Islam sama dengan sholawat. Sholawat itu selain ajaran adalah doa dzikir seni sama juga dengan doa Al-QurAoan itu bisa digunakan hal itu ada Hadits Nabi yang berbunyi " rumah yang dibacakan surat al-baqarah itu untuk mengusir setan yang ada di rumah nya. AI EO EO OI EAE OE C ECI OEOI EEOIO O EAOE EEA Rumah yang di semarakkan dengan salat dan toat dan membaca Al-QurAoan ini bisa mengusir setan menjadi sebab mendapatkan barokah. AuI EOI OIA II EO EO C AONA A O ECAbahwa setan itu akan keluar dari rumah Dimana rumah tersebut yang dibacakan dengan Al-QurAoan. Artinya Al-QurAoan itu tidak hanya sebatas kitab suci yang hanya dijadikan pedoman oleh umat Islam bisa juga digunakan untuk hal-hal yang supranatural. Ada juga fadilah fadilah masing-masing Surat seperti Rawatibul Haddad yang dikarang oleh Sayyid Muhammad Alawi al-maliki itu rata-rata isinya adalah Al Quran ada Asmaul Husna 1 huruf di dalam Al-QurAoan itu mengandung banyak Hikmah. Mahtum Ridlo. Ketua JamAoiyyah Ruqyah Aswaja Pragaan. Wawancara Langsung . Oktober 16 Mursyid N Hakim. Anggota Sepuh JamAoiyyah Ruqyah Aswaja. Wawancara Langsung . Juli REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari Bisa terapi dengan pernafasan yang memiliki keahlian atau terapi dengan meditasi tapi sekarang itu banyak yang memadukan antara teori meditasi dengan keagamaan metode shalawat. Saya pernah diijazahkan oleh seorang kyai yang tawadhu dan waraAo shalawat penyembuhan itu sholawat ridho. Kalau ada orang yang sakit dibaca 7 Kali dengan menahan nafas kemudian diusap ubun-ubunnya dan bagi orang yang sudah ahli di bidang sholawat ridho itu memang banyak sekali buktinya bahwa memang tajrib Artinya kalau kekuatan supranatural melalui dzikir dan sholawat apalagi AlQurAoan itu sudah luar biasa. KH. Masyhudi Asmuie menuturkan hal yang serupa berikut ini: Iya di daerah sini memang banyak pengobatan dengan melalui ayat-ayat Al-QurAoan itu tidak bertentangan dengan syariat Islam, biasanya yang disembuhkan dengan AlQurAoan itu adalah penyakit non medis biasanya kalau medis misalnya patah tulang sudah jelas itu harus ke medis atau kencing manis yang harus diamputasi. Yang jelas kalau biasanya penyakit sihir itu bisa diobati dengan pengobatan Al-QurAoan. Penyakit medis ataupun non medis itu sebenarnya disana hubungannya kepada Allah yang menyembuhkan juga Allah, manusia hanya membantu karena memang tidak disembuhkan oleh Allah tidak bisa sembuh. Selain pembacaan Al-QurAoan kalau seperti kita ini ya tetap Al-QurAoan. Biasanya memang Al-QurAoan terus itu lebih baik. Muhammad Alawi al-maliki guru saya di Mekah ada huruf-huruf maqtuah misalnya yang tidak jelas pengambilannya itu disebut pengobatan jahili Jadi kalau tidak diketahui asal-usulnya itu sebaiknya dihindari agar tidak terjebak dalam kesyirikan namun perlu juga ditambahkan sedikit ada sebagian golongan yang tidak mau untuk pengobatan dengan Al-QurAoan. Tetapi Imam Ibnu Hajar itu menjelaskan pengobatan kepada dokter pengobatan kepada alquran sebenarnya al-syafi . yang hakiki sebenarnya itu Allah Swt. termasuk kepada obat misalnya kita percaya kepada obat sementara pada bacaan AlQur. an tidak percaya padahal yang menyembuhkan itu Allah sebenarnya karena kita meyakini bahwa obat itu mempunyai efek menyembuhkan bisa maka kita kalau yang sudah seperti itu sebab ada kekuatan luar biasa selain Allah artinya itu bisa membahayakan tauhid kita dan ada juga sebagian aliran yang tidak mau kepada penyembuhan dengan Al-QurAoan, padahal imamnya orang-orang yang tidak mau itu membolehkan seperti Imam Ibnu qayyim al-jauziyyah. Imam Mujahid itu ahli tafsir. Bahkan Sayyid Alawi Al-Maliki itu mengarang kitab Abwabul Faraj banyak doa-doa yang bertendendsi dengan Al-QurAoan dan disebutkan ruqyah bi Ayatu syifaAo. Imam Abdul Qosim Al qusyairi mempunyai anak yang sakit luar biasa sehingga hampir putus asa orang tuanya. Abdul Qosim Al qusyairi itu pada saat tidur mimpi kedatangan Rasulullah dan beliau itu melapor kepada Rasulullah tentang anaknya yang sakit itu dan tidak sembuh-sembuh kemudian Rasulullah mengatakan begini Aubagaimana kamu terhadap ayat-ayat syifa . ?Ay kemudian Imam AlQusyairi terbangun dari tidurnya dan berfikir-fikir mana ayat yang dimaksud oleh Abrori Mannan. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Rasulullah di dalam mimpi itu dan beliau mencari mencari ayat itu ternyata ada di 6 tempat yang pertama surah al-taubah ayat 14, surah yunus ayat 57, surah an-nahl ayat 69, surah al-israAo ayat 82, surah al-syuaraAo ayat 80, dan surah fusshilat ayat 44. Ini semakin kokoh kepada kita bahwa ayat SyifaAo bisa menyembuhkan orang yang sakit setelah itu oleh oleh Imam Al Ghazali ditulis di piring kemudian setelah itu oleh Imam Qusyairi ditulis dipiring diisi air dan tulisan itu dihilangkan dengan air kemudian diminumkan kepada anaknya dan alhamdulillah anaknya itu sembuh. Beliau berkata seperti dia lepas dari ikatannya . Mahtum Ridlo menuturkan sejarah pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: JamAoiyyah Ruqyah Aswaja lahir pada tahun 2000 pelopori oleh Gus Amak Alaudin, berkisar tahun 2000 tapi tidak berbentuk jamAoiyyah masih berbentuk kelompok. Kemudian pada tahun 2015 sudah di tetapkan ada badan hukumnya dan lainnya, yang secara jelas sebagai hukum legal. Kemudian pada tahun 2020 insya Allah sudah resmi dimasukkan ke banom NU dengan SK dibawah LDNU baik itu dari pusat maupun Jadi lahirnya JRA tidak bersamaan dengan lahirnya NU 1926 di beberapa tahun kemudian baru lahirnya JRA, tapi yang masyhur itu sekitar lima tahun dari Sampai sekarang bukan mayoritas karena ini merupakan tantangan dan tanggung jawab kami untuk memberitahukan bahwa Al-QurAoan merupakan syifaAo, memang kadang-kadang asumsi dari pemikiran masyarakat bahwa ruqyah itu berhubungan dengan kesurupan. Sebenarnya tidak, sehingga ketika ada pemikiran kayak itu masyarakat enggan untuk ruqyah sehingga mindset mereka mengatakan bahwa ruqyah itu bakal kesurupan padahal tidak. Makanya untuk tahun 2022 ini kami kalau ada ruqyah massal lagi bukan ruqyah lagi akan tetapi terapi QurAoani, memakai istilah itu untuk lebih spesifik dan juga lebih mengesankan kepada masyarakat, kalau mendengar bahasa ruqyah itu biar gak salah paham. Kemarin di MWC mengadakan pada pekan rajabiyah itu distilahkan terapi QurAoani dan dimana-mana itu seperti Batang-Batang. Kalianget. Ambunten mengadakan brosur terapi QurAoani bukan ruqyah Mahtum Ridlo menuturkan tata cara pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai Ada istilah raqi artinya orang yang dilakukan ruqyah itu tidak ada perlu persiapan, ruqyah massal atau terapi QurAoani mempersipakan semuanya seperti tisu, air, baik itu air botolan atau gelas dan kantong plastik takut biasanya kalau orang itu punya penyakit pasti muntah tapi tidak semuanya karena kadang-kadang apa yang dilakukan ruqyah itu efeknya kalau mereka punya penyakit tidak harus muntah, ada Masyhudi Asmuie. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. Mahtum Ridlo. Ketua JamAoiyyah Ruqyah Aswaja Pragaan. Wawancara Langsung . Oktober REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari yang sering kencing atau buang air besar, kadang berkeringat yang besar tapi yang umum muntah. Jadi tidak ada persiapan khusus, dan air itu dicampur dengan serbuk daun bidara . ukkol bahasa madurany. sudah kami sediakan dan minumya setelah bacaan-bacaan yang kami bacakan. Kalau ritual khusus tidak ada, sama saja kadang tahlil, dibaAo, shalawat syifaAo sama dengan itu sebelum melalukan umum yang dipakai kadang tahlil, qiyam, surah Fatihah 7 kali surah al-Ikhlas 3 kali, mauAoudzatain tujuh kali (Falaq dan al-Na. hanya itu yang dibaca sama dengan NU kalau dibaan, kemudian barzanji, sebelum pra acara dimulai ada ritual-ritual khusus kadang-kadang membaca ayat syifaAo sama-sama atau menyebut lafal Allah, shallallAuu AoalA muhammad berapa sudah dimulai tidak ada aturan baku. Tapi kami diminta oleh pengurus LDNU dan ketua tanfidiyah kabupaten diminta diharapkan mulai dengan wasilah-wasilah yang biasa NU lakukan itu. Kalau tahun sebelum datangnya pandemi itu sangat padat sekali kami batasi sampai sekarang dalam beberapa bulan ini kami sudah melakukan tiga kali dan semakin meningkat tidak harus missal, tiga dua orang itu bisa jadi karena ini sistem tanggung jawab kami. Jadi walaupun dua tiga itu organisasi itu harus dilakukan, takut ada tindak lanjut kalau ada pasien yang memang parah. Dan kalau di Pragaan ini basecamenya di K. Mursyid, karena disana biasanya setiap malam pasti ada terkadang dua, tiga, lima orang tidak harus banyak. Itu harus bagi orang yang melakukan ruqyah, ruqyah pribadi minimal setengah bulan atau sebulan sekali karena untuk pembentengan diri. Dan kami punya rutinan setiap sebulan sekali rawatibul haddad Sukorejo setelah melaksanakan itu baru dilakukannya ruqyah, itu kewajibannya dan tidak harus punya kewajiban untuk masyarakat, tapi untuk mensosialisasikan bahwa Al-QurAoan itu syifaAo memberitahukan kepada orang tidak harus begini begitu tidak, kalau untuk pribadi itu wajib untuk pembentengan dirinya. Alasannya orang yang diruqyah itu ketika ruqyah bersamasama karena kadang-kadang memang sebagian gangguan dari makhluk-makhluk yang tidak terima ketika mereka dikeluarkan itu kan ada penyakit psikis kadangkadang ada jin dan sebagainya. Sehingga jin itu hawatir ngamuk jadi sebagai pembentengan diri. Umum bagi orang yang dilakukan ruqyah tidak ada kriterianya perempuan dan laki-laki. Mursyid N. Hakim menyampaikan hal yang sama tentang tata cara pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Karena banyak penyakit dari non medis gangguan mahkluk halus, sihir, keseringan emosi akan selalu disandingi mahkluk halus. Makanya ada barang-barang yang memang disegani oleh Jin seperti daun bidara karena pasien sebelum dilaksanakan pastinya diberikan segelas air minum dan air tersebut telah dilakukan ruqyah dengan memakai Al-QurAoan. Ibid REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Untuk ritual tetap mengacu pada Al-QurAoan semacam tawassul dan orang yang melakukan ruqyah wajib punya wudluAo karena kita minta tolong, bagaiamana pun juga ahli ruqyah praktisi yang sekarang juga minta sama sesepuh dari para ulama, sampai kepada Nabi Muhammad Saw. dan mereka bertanggung jawab ketika ada yang kerasukan Jin, sampai sakit parah itu di datangi kerumahnya dan itu tetap mereka sebagai dai. Ketika ada orang yang bertanya mahar dari JRA gratis tanpa dipungut biaya bahkan dari Gus Amak praktisi orang yang melakukan ruqyah itu narget walaupun seribu saja maka akan dikeluarkan dari jamAoiyyah ini. Andaikan ada orang yang sedang butuh ini mereka datang seperti pada kemarin jam 10 malam datang dan mereka berangkat untuk mendatangi orang tersebut. Contohnya pada waktu kemarin ada yang beri uang sebanyak seratus ribu, langsung habis orang itu pergi saya kasikan sama tamu yang lain. Itu secara umum dan khusus pun juga ada surah yang dipakai untuk pengobatan JRA yang pastinya tidak pernah lepas dari ayat kursi, al-Ikhlas, al-Nas dan nanti diakhir bacaan itu surah yasin AOE EaNa aE eI AaOa aEO aIA a AuaIacIa eaIaNa uaa aa a aeO U a eI Oa aCA Nanti ada bacaan khusus sesuai dengan keluhan orang yang sakit. Seperti anak rewel, sakit kepala. Mahtum Ridlo menuturkan manfaat pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai Namanya juga usaha apapun hasilnya yang penting kami sudah berusaha biar Allah yang menentukan. Tapi secara persentase semisalnya 50 peserta itu kami lihat dalam kesembuhan itu 75% tidak semuanya. Kalau ruqyah ini butuh khusyuk artinya menyatu, kalau masih tolah toleh kemana-mana itu bingung kayak gitu. Tapi minimal kami sudah mengenalkan Al-QurAoan bahwa al-syifaAo itu cuma tujuan dari kami. KH. Abrori Mannan menuturkan hal yang sama tentang manfaat pembacaan ayatayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Berkaitan dengan hasil itu relatif, tergantung persyaratan tadi, kalau memang persyaratan yang tadi terpenuhi semuanya 99% bisa diterima. Tapi kalau baca AlQurAoan sebagai pengeobatan butuh hanya diwaktu sakit, bisa saja tidak diterima. Terkadang ada orang mungkin dia saking dekatnya dengan Allah tanpa baca AlQurAoan bisa penyembuhan juga tapi itu Al-QurAoan sudah berada dalam hatinya. Mursyid N Hakim. Anggota Sepuh JamAoiyyah Ruqyah Aswaja. Wawancara Langsung . Juli 22 Mahtum Ridlo. Ketua JamAoiyyah Ruqyah Aswaja Pragaan. Wawancara Langsung . Oktober 23 Abrori Mannan. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari KH. Masyhudi Asmuie menuturkan hal yang sama tentang manfaat pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Praktik pembacaan Al-quran untuk orang sakit itu yang tentunya itu bisa nampak bisa tidak nampak bagi orang yang kasyaf, kasyaf itu tidak ada penghalang aling-alingnya itu dibuka oleh Allah yang bisa saja nampak, tapi bagi orang yang tidak kasyaf oleh Allah tidak nampak biasanya tapi memang kadang itu jelas sekali, ada seorang kyai yang dibukakan kasyafnya. AuBagaimana anak saya ini kyai, apakah perlu medis atau tidak?Ay Auya itu perluAy ditentukan oleh kyai itu. Ada juga di guluk-guluk itu ditanyakan anaknya yang mau melahirkan Aubagaimana kyai apakah mau dioperasi atau tidak datang kepada kedua kyai, dan kedua kyai itu menyatakan tidak usah semuanya mengatakan tidak usah dan dikasih ruqyah wallahuaAolam apa yang dibaca oleh kyai itu yang jelas dikasih air dan diminum oleh anaknya, alhamdulillah tidak sampai di Kalau bagian seperti itu juga sama dengan sedekah. Mahtum Ridlo menuturkan harapan yang disematkan dalam pembacaan ayatayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Harapannya mereka itu pertama, supaya yakin bahwa Al-QurAoan merupakan syifaAo bahwa obat dari segala-galanya karena memang pada waktu ruqyah massal itu kami inginkan semua orang yang dilakukan ruqyah itu untuk mengamalkan terserah individu dipersilahkan karena bacaannya gampang. Fatihah, ayat kursi, al-Ikhlas, alFalaq, al-Nas, itu kalau standart karena ruqyah itu memang ada tahapannya, fatihahnya juga gampang kepada Rasulullah, sahabat, muAoassis NU terus kepada muAojiz dan guruguru itu sudah. Iya bentuk pengamalan terhadap Al-QurAoan tradisi kami untuk masyarakat bahwa AlQurAoan adalah obat dan setiap pengamalan itu ada caranya. Kami harus mengampanyakan Al-QurAoan dan mengamalkan Al-QurAoan dan yang dibaca kami adalah Al-QurAoan semua tidak lepas dari itu dan disamping wiridan atau amalan dari para ulamaAo. KH. Abrori Mannan juga menjelaskan harapan yang disematkan dalam pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Harapannya yang paling baik yaitu ridlo Allah, karena sudah mendapat ridlo Allah apapun yang kita mohonkan pasti diberikan oleh Allah. KH. Masyhudi Asmuie juga menjelaskan harapan yang disematkan dalam pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Masyhudi Asmuie. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. Mahtum Ridlo. Ketua JamAoiyyah Ruqyah Aswaja Pragaan. Wawancara Langsung . Oktober 26 Abrori Mannan. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl Harapannya dibacakan Al-quran untuk penyembuhannya kepada orang sakit itu hanya mengharap sembuh kepada Allah sebaiknya kyai yang didatangi itu bukan penyembuh itu hanya sebagai mediasi antara orang itu kepada Allah Swt. karena ratarata orang yang sakit itu yang minta disembuhkan itu kan tidak tahu kode etiknya tatakramanya menghadap kepada Allah kadang bisa tapi masih mengambil kekuatan kepada yang lain mungkin dari saya tidak bisa langsung kepada Allah dari orang lain. Jadi harapannya kepada Allah mohon disembuhkan. Mahtum Ridlo menuturkan landasan dari pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan pilihan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl al-Ruqyah Aswaja (JRA) Sumenep adalah sebagai berikut: Seperti yang disampaikan tadi ada tingkatannya ruqyah standar seperti Fatihah tujuh kali kemudian iyyAka naAobudu waiyyAka nastaAon bisa tiga atau tujuh kali, kemudian ayat kursi pada walA yaudzuh hifeuhumA diulang tujuh kali, kemudian surah alIkhlas satu kali maudzutain, al-Falaq, al-Nas tujuh kali. Kalau bacaan lain berpotongpotongan ayat itu ada memang seperti metode berdiri, ayat pemutus sihir dan lainnya. Jadi ada metode selain standar berebentuk ayat kalau standar bebentuk surah. Ruqyah merupakan praktik terapi Al-QurAoan yang dilakukan oleh JamAoiyah Ahl alRuqyah Aswaja (JRA) Sumenep untuk mengobati penyakit fisik dan non fisik yang dialami oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep. Para ahli terapi yang melakukan praktik ruqyah di Kabupaten Sumenep tersebar ke beberapa daerah di Sumenep. Para ahli ruqyah tersebut membacakan ayat-ayat pilihan dalam melakukan terapi Al-QurAoan. JamAoiyyah Ruqyah Aswaja lahir pada tahun 2000 dan dipelopori oleh Gus Amak Alaudin. Pada saat itu JRA belum berbentuk jamAoiyyah dan masih berbentuk kelompok. Kemudian pada tahun 2015 JRA sudah memiliki badan hukum. Pada tahun 2020 JRA sudah resmi dimasukkan ke badan otonom NU dengan SK dibawah LDNU baik itu dari pusat maupun daerah. Tata cara pelaksanaan ruqyah adalah dengan membacakan tahlil, dibaAo, shalawat syifaAo, tahlil, qiyam, surah Fatihah 7 kali, surah al-Ikhlas 3 kali, mauAoudzatain (Falaq dan alNa. 7 kali. Kadang sebelum melaksanakan ruqyah membaca rawatibul haddad. Sebelum melaksanakan ruqyah juga diawali dengan melakukan tawassul terlebih dahulu. Berikut penulis uraikan urutan dalam pelaksanaan praktik ruqyah yang biasa Pertama, mempersiapkan plastik dan air gelas Kedua, membaca rawatibul haddad bersama dipimpin ketua JRA Ketiga, membaca ayat kursi dan ayat hirzi 1 kali Keempat, membaca hubbus syakron 1 kali Kelima, membaca shalawat nariyah 11 kali Masyhudi Asmuie. Tokoh Agama. Wawancara Langsung . Juli 2. Mahtum Ridlo. Ketua JamAoiyyah Ruqyah Aswaja Pragaan. Wawancara Langsung . Oktober REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari Keenam, membaca shalawat tibbil qulub 11 kali Ketujuh, membaca kalimat bismillAui mAsyA allau lAhaula walA quwwata illAbillAuil aliyyil adzm 7 kali Kedelapan, membaca kalimat bismillAuilladz lA yadhurru maAoasmiu syaiun fil ardhi walA fissamAi wauua samAoul Aoalm 7 kali Kesembilan, membaca surah al-Fatihah 7 kali Kesepuluh, ditiupkan pada air yang dibacakan doa tersebut sambil dihirup melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut Kesebelas, kemudian dipegang perut sambil membaca kalimat aAozdu bikalimAtillAui tAmmAti min syarri mA kholaq sebanyak mungkin kemudian biasanya muntah Kedua belas, dipegang dada sambil membaca surah al-Insyrah sebanyak mungkin biasanya juga muntah Ketiga belas, dipegang kepala bagian belakang sambil membaca lafal taAoawwudz. Ruqyah bisa digunakan untuk terapi penyakit fisik dan juga untuk terapi non medis seperti gangguan mahkluk halus, sihir, dan sebagainya. Masyarakat sebenarnya sedikit enggan dengan praktik ruqyah yang dilakukan oleh para ahli karena dalam prosesnya pasien yang dilakukan ruqyah sebagian mengalami kesurupan pada saat dilakukan ruqyah, meski tidak semuanya. Oleh karena itu para ahli ruqyah tidak lagi menggunakan istilah ruqyah dan diganti dengan istilah terapi qurAoani. Kajian Living QurAoan dan Hadis Terapi QurAoani untuk Menyembuhkan Penyakit Terapi qurAoani atau tradisi membacakan ayat-ayat Al-QurAoan untuk mengobati orang yang sakit baik penyakit fisik atau disebut juga dengan penyakit medis ataupun penyakit non fisik . on medi. merupakan wujud nyata resepsi terhadap Al-QurAoan sekaligus pengamalan terhadap hadis Nabi Muhamaad saw . iving qurAoan dan hadi. Terapi qurAoani disebut sebagai living qurAoan karena di dalam tradisi ini dibacakan ayat-ayat Al-QurAoan untuk dijadikan sebagai perantara mengobati orang yang terkena Ayat Al-QurAoan yang sering dibaca seperti surah Muhammad pada daerah tertentu atau ayat-ayat Al-QurAoan pilihan seperti dalam JamAoiyah Ahl al-Ruqyah (JRA) Aswaja. Tradisi membacakan ayat Al-QurAoan untuk mengobati penyakit juga diilhami oleh hadis Nabi yang menyebutkan bahwa membacakan Al-QurAoan pada suatu rumah dapat mengusir setan dari rumah tersebut dan menyebabkan didatangkan barokah pada rumah Selain itu juga terdapat hadis Nabi yang menyebutkan bahwa membacakan surah al-Baqarah pada suatu rumah dapat mengusir setan dari rumah tersebut. Menurut salah satu informan dalam paparan diatas disebutkan terapi Al-QurAoan untuk mengobati penyakit didasarkan pada hadis . AI EO EO OI EAE OE C ECI OEOI EEOIO O EAOE EEA Setelah dilakukan penelusuran oleh penulis ditemukan bahwa kalimat di atas bukan merupakan hadis Nabi tapi merupakan penjelasan dari hadis Nabi tentang REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Terapi Al-QurAoan untuk Menyembuhkan Penyakit: Studi Living QurAoan dan Hadis Berdasarkan Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl keutamaan melakukan shalat sunnah di rumah dan tidak menjadikan rumah seperti Adapun hadis yang dimaksud adalah sebagai berikut:29 AON Caa UOA a AAEacO a aOaO aE eI aOaE aI aA Penjelasan yang dimaksud adalah penjelasan terhadap matan hadis dalam kitab Riyadh al-Shalihin oleh ulamaAo kontemporer yakni Khalid bin Usman al-Sabt. Namun penjelasan Khalid bin Usman al-Sabt ini tidak ditemukan dalam kitab tertentu karena merupakan maqalah ataupun fatwa yang masih belum dibukukan. Selain itu, informan juga menyebutkan bahwa terapi Al-QurAoan untuk mengobati penyakit juga didasarkan pada hadis berikut: AuI EOI OIA II EO EO C AON O ECA Setelah dilakukan penelusuran ditemukan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim dan al-NasaAoi dengan redaksi lengkap berikut:31 a A ua II EIOa aI O Ie aA aII Ee OAUAaE eaEaO OOa aEI I aCaA aA EI aO a eCa Aa aON aOa Eea aCA ea a a a e a a a a e aa a Dari penejelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kajian ini merupakan kajian living qurAoan sekaligus living hadis karena membacakan Al-QurAoan untuk pengobatan dengan berdasarkan pada Hadis Rasulullah saw. Makna tradisi pembacaan Al-QurAoan untuk terapi Penyembuhan Makna dari pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan untuk terapi pengobatan medis atau non medis sejatinya hanya merupakan perantara dan kesembuhan bukan ditentukan oleh bacaan-bacaan tersebut. Secara fenomenologis sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan dapat memberikan manfaat untuk kesembuhan. Sebagian masyarakat meyakini bahwa penyakit akan diangkat jika membaca atau dibacakan ayat-ayat tertentu. Sebagian masyarakat ada yang beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan hanyalah merupakan perantara. Ayat-ayat yang dibaca tidak dapat memberikan kesembuhan karena yang memberikan kesembuhan hanya Allah semata. Untuk menguraikan makna atau substansi di balik fenomena yang diteliti maka dibutuh pisau bedah untuk membedah fenomena tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan fenomenologi Edmund Husserl untuk menguak makna di di balik fenomena terapi Al-QurAoan untuk penyembuhan penyakit. Muhammad bin sa bin Tsaurah bin Msa bin DhahhAk al-Tirmidzy. Sunan al-Tirmidzy (Mesir: Syirkah Maktabah wa MathbaAoah MusthafA al-BAbi al-Halaby, 1. Juz 2, 313. 30 Khalid bin Usman al-Sabt. AuHadis (Shallu Ayyuha al-Nas fi Buyutikum. ) Ila (Inna Rasulallah Amarana an La Nushila Shalatan bi Shalatin. )),Ay MauqiAo Fadilah Syaikh Khalid bin Usman al-Sabt, diakses dari https://khaledalsabt. com/explanations/2755, pada tanggal 28 Juli 2023 pukul 13. 27 WIB. 31 Muslim bin HajjAj Ab Hasan al-Qusyairy al-NaisAbury. Shahih Muslim (Beirt: DAr IhyAAo alTurAts al-Arabi, t. Juz 1, 539 dan Ab Abd al-RahmAn Ahmad bin SyuAoab bin Al al-KhurasAny al-NasAAoiy. Al-Sunan al-Kubra Li al-NasAAoiy (Beirt: Muassasah al-Risalah, 2. Juz 9, 354. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Khairul Muttaqin. Ach. Badri Amien dan Suci Wulandari Inti dari fenomenologi Edmund Husserl adalah adanya kesadaran transsendental dalam fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Edmund Husserl melalui kajian fenomenologinya berusaha mengungkap hakikat dari fakta yang diamati dengan menyingkirkan semua bentuk keyakinan, pandangan dan teori yang ada sebelumnya. Tahapan terakhir dari analisis fenomenologis Husserl adalah reduksi transendental yakni memahami fenomena dengan mencari akar dalam kesadaran yang menampakkan dirinya sehingga dapat ditemukan eksistensi ataupun subyek yang murni. Eksistensi atau subyek yang murni dari pembacaan surah Muhammad. Surah al-Falak, dan ayat-ayat lain dalam praktik ruqyah adalah adanya kesadaran bahwa semua hal itu dilakukan untuk mengharapkan ridha dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. KESIMPULAN Salah satu surah yang sering dibaca oleh masyarakat untuk mengobati penyakit adalah surah Muhammad seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pragaan Sumenep. Masyarakat yang mengalami sakit biasanya akan dibacakan surah Muhammad dengan harapan penyakitnya dapat terangkat dengan melalui bacaan surah Muhammad tersebut. Pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan kadang dikolaborasikan dengan bacaan lain selain Al-QurAoan seperti burdah, atau ratibul haddad, atau shalawat nariyah. Selain tradisi pembacaan surah Muhammad juga terdapat tradisi ruqyah untuk pengobatan. Para ahli terapi ruqyah membacakan ayat-ayat pilihan dalam melakukan terapi Al-QurAoan. Ruqyah bisa digunakan untuk terapi penyakit fisik dan juga untuk terapi non medis seperti gangguan mahkluk halus, sihir, dan sebagainya. Makna dari pembacaan ayat-ayat AlQurAoan untuk terapi pengobatan medis atau no medis sejatinya hanya merupakan perantara dan kesembuhan bukan ditentukan oleh bacaan-bacaan tersebut. Secara fenomenologis sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan dapat memberikan manfaat untuk kesembuhan. Sebagian masyarakat meyakini bahwa penyakit akan diangkat jika membaca atau dibacakan ayatayat tertentu. Sebagian masyarakat ada yang beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan hanyalah merupakan perantara. Ayat-ayat yang dibaca tidak dapat memberikan kesembuhan karena yang memberikan kesembuhan hanya Allah semata. Tahapan terakhir dari analisis fenomenologis Husserl adalah reduksi transendental yakni memahami fenomena dengan mencari akar dalam kesadaran yang menampakkan dirinya sehingga dapat ditemukan eksistensi ataupun subyek yang murni. Eksistensi atau subyek yang murni dari pembacaan surah Muhammad. Surah al-Falak, dan ayat-ayat lain dalam praktik ruqyah adalah adanya kesadaran bahwa semua hal itu dilakukan untuk mengharapkan ridha Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA