P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 ANALISIS KEGIATAN BAHTSUL MASAIL MATERI FIQIH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SANTRI DI PONDOK PESANTREN ULUMUL QURAoAN AL-QINDILIYYAH KALIBEBER. MOJOTENGAH. WONOSOBO Ririn Hastari. Ngarifin Sidiq. Luluk Alawiyah. 1,2,. Prodi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Sains Al-QurAoan ririnhastarii07@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Pelaksanaan kegiatan bahtsul masail materi fiqih di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah . Peran kegiatan bahstul masail masail materi fiqih dalam meningkatkan kemampuan bepikir santri di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah . Faktor penghambat pelaksanaan kegiatan bahstul masail materi fiqih dalam meningkatkan kemampuan bepikir kritis santri di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahtsul masail materi fiqih di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah memiliki beberapa komponen dan tahapan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis santri melalui kegiatan bahtsul masail materi fiqih dapat dilihat dari kemampuan memahami dan mendeskripsikan masalah, usaha pencarian jawaban berdasar sumber kuat dan relevan, identifikasi dan analisis jawaban berdasar keterkaitan dengan masalah yang dibahas, dan penetapan jawaban yang paling tepat sebagai solusi dari masalah tersebut. Pelaksanaan bahtsul masail materi fiqih menemui beberapa hambatan seperti tingkat keberanian dan rasa percaya diri santri masih rendah, sumber referensi jawaban yang belum lengkap, kurang maksimalnya kemampuan dan minat santri dalam membaca kitab kuning, serta kedatangan santri dalam forum bahtsul masail yang tidak tepat waktu. Kata Kunci: Bahtsul Masail. Materi Fiqih. Berpikir Kritis Abstract This study aims to determine: . the implementation of bahtsul masail fiqih material activities at the Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah Boarding School . The role of bahtsul masail fiqih material activities in improving students thinking skills at the Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah Boarding School . The inhibiting factors for the implementation of bahtsul masail fiqih material activities at the Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah Boarding School. The method used is field research with a qualitative approach. Collecting data using interview, observation, and documentation Data analysis techniques used are: data reduction data presentation, and drawing The results showed that the bahtsul masail fiqih material at the Ulumul QurAoan AlQindiliyyah Islamic Boarding School had several components and stages. Improving students critical thinking skills through bahtsul masail fiqh activities can be seen from the ability to understand and describe problems, search for answers based on strong and relevant sources, identify and analyze answers based on the relationship to the problems discussed, and determine the most appropriate answer as a solution to the problem. The implementation of the bahtsul masail fiqih material encountered several obstacles such as the level of courage and selfconfidence of the studens was still low, the reference sources for the answers were incomplete, the Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 studens ability and interest in reading the yellow book were not maximal, and the arrival of students in the bahtsul masail forum was not on time. Keywords: Bahtsul Masail. Fiqh Material. Critical Thinking Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 PENDAHULUAN ekonomi hingga moral. Latar Belakang Masalah dapat memperoleh kejelasan melalui status Pondok hukum yang pasti dari permasalahan yang lembaga pendidikan yang fokus memberikan muncul, maka permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diselesaikan dengan pembelajarannya menggunakan metode non solusi yang tepat. Sebagai salah satu unsur klasikal, yaitu melalui metode bandongan yang penting dari pondok pesantren, santri dan sorogan. Dalam praktiknya, seorang kiai dituntut untuk mampu kritis dan tanggap mengajarkan berbagai ilmu agama dari kitab- dalam menghadapi berbagai permasalahan kitab berbahasa Arab yang yang sudah ditulis dari abad pertengahan oleh ulama-ulama Berangkat dari hal tersebut, besar dan para santri yang belajar di pondok pesantren berusaha menyediakan ruang bagi pesantren biasanya tinggal atau menetap di para santrinya untuk berlatih agar memiliki pemikiran kritis dan memiliki kemampuan menunjukan bahwa bahwa pondok pesantren dalam memecahkan permasalahan melalui memiliki beberapa elemen penting yang berbagai kegiatan forum bahtsul masail. Agama Agar masyarakat Islam. Definisi dalamnya, seperti adanya kiai, santri, masjid, salah satunya melalui Bahtsul masail merupakan forum yang dan adanya pondok atau asrama yang menjadi tempat tinggal santri. Hingga saat mengenai hukum-hukum Islam, baik hukum yang berkaitan dengan masail fiqhiyyah, lembaga pendidikan yang eksis di tengah kontemporer lainnya (Hamzah, 2. Melalui pesantren diharapkan mampu menjawab dan bahtsul masail, secara tidak langsung para memberikan solusi atas problematika atau menemukan, membahas, hingga mencari bermunculan sebagai akibat dari adanya solusi dari permasalahan yang ada di sekitar perkembangan IPTEK dan kemajuan zaman. Tak hanya itu, forum ini juga melatih Adanya perkembangan zaman dan para santri agar mampu menyampaikan IPTEK, permasalahan yang tengah di bahas. kehidupan masyarakat, mulai dari aspek Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Peneliti Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 Penelitian Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al- mengetahui proses pelaksanaan kegiatan Qindiliyyah dikarenakan pondok pesantren bahtsul masail materi fiqih di Pondok ini merupakan salah satu pondok pesantren Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah, yang menerapkan kegiatan bahstul masail peran kegiatan bahstul masail masail materi khususnya untuk membahas persoalan fiqih bagi para santrinya. Kegiatan bahtsul masail bepikir santri di Pondok Pesantren Ulumul dengan materi fiqih ini dipilih karena fiqih QurAoan merupakah sebuah cabang ilmu yang sangat penghambat pelaksanaan kegiatan bahstul sehari-hari, masail materi fiqih dalam meningkatkan khususnya untuk menjawab persoalan yang kemampuan bepikir kritis santri di Pondok hadir di tengah masyarakat. Jika fiqih tidak Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah Al-Qindiliyyah. Metode Penelitian permasalahan yang hadir tersebut, ditakutkan Metode penelitian ini menggunakan akan terjadi penyelewengan atau kekeliruan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pemahaman dari sebuah hukum. Oleh karena dilakukan melalui beberapa metode seperti Proses menyelesaikan problematika dengan dasar Objek penelitian ini adalah hukum Islam yang jelas. seluruh santri Pondok Pesantren Ulumul Kegiatan ini memberikan peluang QurAoan Al-Qindiliyyah kepada para santri agar terbiasa memecahkan kegiatan bahtsul masail, yang berjumlah permasalahan, melatih kemampuan berpikir sekitar 326 santri. Teknik analisis data yang kritis dengan saling bertukar jawaban dan digunakan dalam penelitian ini adalah pendapat serta menambah pengetahuan di reduksi data atau data reduction, penyajian dalam ilmu agama khususnya mengenai data atau data display, dan conclusion persoalan fiqih. Dengan seperti itu, secara drawing/verivication. tidak langsung ketika para santri sudah terjun mengecek keabsahan data dilakukan dengan di tengah masyarakat mereka sudah siap menghadapi segala kondisi dengan bekal keteralihan . , uji keterikatan pengalaman dan pengetahuan yang di dapat . , melalui forum bahtsul masail tersebut. Sedangkan . Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pelaksanaan Kegiatan Bagi Bahtsul Masail Materi Fiqih di selanjutnya membacakan maqro dari bab Pondok Pesantren Ulumul QurAoan atau tema yang akan dibahas. Di Pondok Al-Qindiliyyah. Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah Kalibeber. Mojotengah. Wonosobo sendiri, tema permasalahan yang dibahas Kegiatan bahtsul masail materi fiqih di biasanya diambil dari bab tau faslun yang Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al- terdapat di Kitab Safinatunnaja dan Fathul Qindiliyyah dilaksanakan setiap satu minggu Qarib. sekali, tepatnya pada hari sabtu malam pukul Setelah 00-selesai. Bahtsul masail merupakan selanjutnya adalah penyampaian tasawhur kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh atau pendeskripsian masalah. Tasawhur santri, baik dari tingkat pelajar hingga mempersilahkan sail untuk memberikan Pelaksanaan bahtsul masail di Pondok pertanyaan atau mendeskripsikan masalah Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah yang ingin diselesaikan. Masalah yang dibagi menjadi beberapa firqoh, baik dari diangkat dalam kegiatan bahtsul masail kategori santri mahasiswa maupun santri Selain itu, bahtsul masail yang kontemporer yang saat ini terus berkembang dilaksanakan memiliki beberapa komponen, di tengah masyarakat dan belum diketahui seperti peserta bahtsul masail, moderator, kejelasan hukumnya, hal ini dikarenakan notulen, dewan perumus, dewan mushahih, para santri akan lebih tertarik jika diberi dan sail. Masing-masing komponen tersebut kesempatan untuk ikut andil dalam pencarian juga mempunyai tugas masing-masing. informasi terkait berbagai kondisi yang Firqoh yang mendapatkan tugas untuk terjadi di sekitar mereka, sehingga ketika menjadi petugas bahtsul masailAdiharuskan santri mampu mendapatkan data melalui memimpin bahtsul masail pada pertemuan pengalaman dan kemampuan yang mereka berikutnya dengan mengirimkan beberapa miliki terkait masalah tersebut, mereka akan anggota untuk bertugas sebagai moderator, memiliki tingkat kekritisan yang lebih. notulen, dan pemateri. Pelaksanaannya, salah Tahap selanjutnya, para peserta bahtsul satu dewan perumus akan mempersilahkan masail diharuskan untuk mencari jawaban kepada petugas untuk memulai jalannya atau ibarah dari masalah yang sudah Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 Jawaban yang disampaikan harus peserta lain untuk menyampaikan jawaban memiliki sumber atau illat yang jelas. atau taAobir serta yang paling penting para Beberapa kitab yang biasanya menjadi pegangan para santri dalam melaksanakan jawaban yang ada. Munculnya perbedaan Qorib, pendapat antar firqoh menunjukan bahwa Safinatun Naja. Fathul MuAoin. Ianatut para santri dapat mengkritisi permasalahan Tholibin. Taqrirot Sadidah, dan MaAota yang ada dan secara tidak langsung mereka Basamillah. Selain itu, para santri juga mampu mengidentifikasi dan menganalisis diperbolehkan untuk memanfaatkan kitab jawaban yang paling sesuai dengan kitab rujukan lain, khususnya kitab kuning yang muAotabar. Fathul masih berpedoman pada pemikiran para Dari jawaban yang telah disampaikan Imam empat madzhab (Mazhab Hanafi, oleh masing-masing firqoh, dewan perumus Mazhab Maliki. Mazhab SyafiAoI, dan Mazhab akan menindaklanjuti berbagai jawaban Hanbal. tersebut memberikan penjelasan kepada para Dalam proses pencarian jawaban, para Jika dalam satu situasi santri harus mampu menemukan jawaban perumus tidak sependapat atau memiliki yang dianggap paling baik, selain itu mereka jawaban yang berbeda dengan peserta, maka juga harus mempertimbangkan solusi mana dewan perumus dapat memberikan jawaban Setelah itu dewan perumus akan Proses pencarian solusi dari masalah memperjelas sumber rujukan taAobir tersebut. yang tengah diselesaikan dalam kegiatan Apabila dewan perumus dan peserta bahtsul bahtsul masail materi fiqih dapat dilihat saat masail telah menyetujui jawaban, maka para peserta bahtsul masail berusaha untukn mencari dan menelaah jawaban serta taAobir diserahkan kepada dewan mushohih untuk dari berbagai kitab referensi yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan tersebut. Pada tahap ini, tak jarang terjadi taAobir memunculkan masalah yang baru (Isnawati. Dalam dilaksanakan di Pondok Pesantren Ulumul perdebatan atau muncul pro kontra antar QurAoan Al-Qindiliyyah, peserta karena adanya perbedaan jawaban. dianggap sah adalah jawaban atau ibarah Untuk menghadapi kondisi tersebut, para yang didasarkan pada referensi atau dalil santri harus memberikan kesempatan kepada yang kuat atau shahih, jawaban diutamakan Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 bersumber pada kitab muAotabar, mazhab memberikan kesempatan kepada para santri SyafiAoI atau Imam mazhab empat, serta jawaban tersebut mendapat kesepakatan dari menghadapi sebuah permasalahan, sehingga masailAdewan nantinya mereka tidak asal menjawab atau perumus, dan dewan mushohih. Jika jawaban mencari solusi tanpa dasar yang jelas ketika atau ibarah memenuhi kriteria tersebut, maka dewan mushohih dapat mentasheh atau mensahkan jawaban tersebut. Kemampuan berpikir kritis santri Peran Kegiatan Bahstul Masail melalui bahtsul masail, dapat dilihat dari Masail Materi Fiqih beberapa aspek. Pertama, saat santri mampu Meningkatkan Kemampuan Bepikir memahami permasalahan yang tengah di Santri di Pondok Pesantren Ulumul Penyampaian jawaban atau taAobir QurAoan Al-Qindiliyyah yang disertai sumber rujukan yang jelas Kegiatan menunjukan bahwa para santri mampu dilaksanakan di Pondok Pesantren Ulumul memperhatikan ketepatan dari pernyataan QurAoan Al-Qindiliyyah menjadi salah satu yang diungkapkan oleh peserta lain. Tak wadah bagi para santri untuk meningkatkan hanya itu, pemilihan satu jawaban yang kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis paling kuat dari beberapa jawaban yang ada, dipertimbangkan dari adanya keterkaitan dan sebelumnya, selanjutnya dicari hubungan Orang yang bersikap kritis, benar- antara permasalahan tersebut serta mencari benar ingin mengetahui dan mengalami solusinya pada kondisi yang berbeda dari segala sesuatu disertai seluk beluk dan dasar- sebelumnya (Lismaya, 2. dasarnya (Harefa & Telaumbanua, 2. Seperti Oleh karena itu, peserta bahtsul masail harus bertanggung jawab dengan apa yang ia masyarakat semakin beragam dan hukum menganalisis informasi yang di dapat dengan mengenai permasalahan tersebut tak jarang cara menguji keakuratan informasi tersebut. juga ikut berubah. Kegiatan Bahtsul masail Keakuratan informasi tersebut dilihat dari yang dilaksanakan di pondok pesantren sejauh kebenaran sumber jawaban dan Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 memastikan bahwa jawaban yang diutarakan tentang hal-hal spesifik dalam kehidupan oleh para peserta bukan hanya sebuah sehari-hari (Surya, 2. pendapat yang tidak memiliki dasar. Para santri diharapkan untuk ikut andil Saat bahtsul masail berlangsung tak dalam penarikan kesimpulan jawaban dari jarang terjadi perdebatan atau pro kontra kegiatan bahtsul masail yang mereka ikuti. Proses banyaknya jawaban dan referensi yang ada membutuhka ketelitian. Hal ini disebabkan, menunjukan bahwa bahtsul masail dapat kesimpulan yang dihasilkan dari kegiatan berjalan dengan aktif. Para santri dapat bahtsul masail nantinya akan dijadikan belajar untuk menganalisis jawaban-jawaban sebagai pengetahuan yang baru oleh para yang ada dari berbagai sudut pandang peserta bahtsul masail. Pengetahuan tersebut melalui perdebatan yang muncul tersebut. dapat dijadikan sebagai sebuah bekal dan Dengan proses analisis yang tepat, para santri pedoman di dalam kehidupan sehari-hari akan memperoleh kesimpulan yang tepat Tak hanya Hal ini disebabkan, seorang yang memiliki pemikiran kritis harus mampu dimanfaatkan oleh para santri saja, namun itu, pengetahuan akan disebarluaskan atau diinformasikan mempertanyakan pendapat dari banyak sisi masyarakat umum lainnya. atau sudut pandang, tidak hanya dari satu sisi Faktor Penghambat Kegiatan yang mendukung namun juga dari sisi lain Bahtsul Masail Materi Fiqih dalam yang bertentangan (Rochim, 2. Meningkatkan Proses Kemampuan Berpikir Kritis Santri di Pondok merupakan tahap yang paling penting dalam Pesantren kegiatan bahtsul masail. Seorang yang Qindiliyyah memiliki pemikiran kritis dapat menarik Adanya hambatan merupakan sesuatu Ulumul QurAoan Al- yang wbiasa terjadi dalam pelaksanaan kesimpulan dan generalisasi yang dibuat, pelaksanaan Bahtsul Masail materi fiqih di merekonstruksi pola keyakinan yang dimiliki Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al- berdasarkan pengalaman yang lebih luas dan Qindiliyyah. lapangan dan wawancara dengan pengurus Berdasarkan Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 bahtsul masail, terdapat beberapa hambatan Meningkatkan motivasi para santri atau yang ditemui dalam bahtsul masail materi peserta bahtsul masail. fiqih di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al- Salah Qindiliyyah. Hambatan tersebut bisa berasal dari faktor internal atau faktor yang berkaitan kurangnya motivasi para santri. Untuk dengan diri santri itu sendiri, maupun faktor mengatasi masalah tersebut, para pengurus eksternal yang berkaitan dengan teknis bahtsul masail melakukan beberapa hal agar motivasi santri selalu meningkat seperti Berikut ini faktor penghambat kegiatan memberikan pujian kepada para santri yang meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan dasar hukum, pemberian dukungan santri di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan dari para pengurus bahtsul masail dan Al-Qindiliyyah: pengasuh secara intens agar para santri selalu Tingkat keberanian dan rasa percaya antusias dan termotivasi dalam mengikuti diri santri cenderugn masih rendah, bahtsul masail, serta pemberian pengetahuan khususnya saat mengusulkan atau akan pentingnya mengikuti kegiatan bahtsul menyampaikan jawaban dan taAobir. masail bagi perkembangan dan kesiapan para Kurang beragamnya sumber atau kitab santri ketika sudah terjun di masyarakat referensi jawaban. Minat dan kemampuan membaca kitab bersedia mengususlkan jawaban yang sesuai Memperhatikan karakteristik masing- kuningpara santri kurang maksimal. masing individu. Keterlambatan peserta saat kegiatan Perlu diketahui, bahwa masing-masing bahtsul masail Untuk anak memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh tersebut para pengurus bahtsul masail materi memahami karakteristik awal anak didik fiqih dan ustadz/ustadzah mengupayakan tersebut, sehingga ia dapat mengelola seluruh berbagai hal agar kegiatan bahtsul masail hal yang berkaitan dengan pembelajaran. materi fiqih tetap dapat berjalan dengan Dalam kegiatan bahtsul masail setiap peserta maksimal sehingga kemampuan berpikir juga memiliki karkteristik yang berbeda- kritis santri dapat terus meningkat. Upaya beda, oleh karena itu dari pihak pengurus tersebut antara lain: bahtsul masail harus mampu memahami karakteristik tersebut. Beberapa karakteristik Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 yang harus diperhatikan oleh para pengurus ustadz/ustadzah bahtsul masail antara lain: Kemampuan dasar yang dimiliki oleh para peserta bahtsul masail seperti pemberian motivasi ini dapat dilakukan kemampuan kognitif atau intelektual peserta bahtsul masail Latar belakang umum yang dimiliki pentingnya ilmu dan pentingnya kemampuan oleh peserta bahtsul masail seperti latar membaca kitab kuning bagi kehidupan di belakang kultural, sosial, ekonomi, masyarakat kelak. Strategi pembelajaran jenis kelamin, dan umur peserta. diniyah yang memberikan kesempatam pada Perbedaan kepribadian peserta bahstul santri untuk selalui aktif bertanya dan masail, seperti yang berkaitan dengan diselingi kisah-kisah juga diharapkan mampu meningkatkan minat para santri untuk membaca dan mempelajari kitab kuning. Meningkatkan minat baca peserta bahtsul masail. Minat Berdasarkan data penelitian terkait sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa lebih kegiatan bahtsul masail materi fiqih dalam ketertarikan pada kegiatan penafsiran yang meningkatkan kemampuan berpikir kritis bermakna terhadap bcha tulis . santri di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Al-Qindiliyyah. KESIMPULAN Wonosobo. Kalibeber, aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh sebagai berikut: atau dilakukan dengan kesadarannya, diikuti Mojotengah. Pelaksanaan bahtsul masail materi dengan rasa senang serta adanya usaha-usaha fiqih di Pondok Pesantren Ulumul seseorang untuk membaca tersebut yang QurAoan Al-Qindiliyyah dilaksanakan dilakukan karena adanya motivasi dalam diri. Untuk meningkatkan minat membaca kitab kuning yang dijadikan sebagai sumber referensi dalam kegiatan bahtsul masail Komponen bahtsul masail materi fiqih, pihak pondok pesantren dapat tersebut terdiri dari moderator, notulen, melakukan beberapa hal seperti masing- dewan perumus, dewan mushohih, sail. Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2. P-ISSN : 2548-4362 E-ISSN : 2356-2447 Jurnal Al-Qalam. Volume 20. Nomor 2. Juli-Desember 2019 serta peserta. Rangkaian kegiatan kedatangan santri dalam forum bahtsul bahtsul masail materi fiqih diawali masail yang tidak tepat waktu. Untuk dengan pembukaan oleh moderator, mengatasi masalah tersebut, pihak pengurus dan ustadz/ustadzah bahtsul pendeskripsian masalah atau tasawhur, masail berusaha melakukan berbagai upaya seperti memberikan motivasi pengesahan jawaban. Indikator peningkatan berpikir kritis karakteristik individu para santri, serta santri melalui kegiatan bahtsul masail meningkatkan minat baca para santri, kemampuan santri dalam memahami khsusunya minat untuk membaca kitab dan mendeskripsikan masalah yang akan dibahas, usaha pencarian jawaban yang disertai sumber yang kuat dan DAFTAR PUSTAKA