Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 123 - 134 PENGARUH VOLUME PERDAGANGAN SAHAM. DIVIDEND YIELD. EARNING VOLATILITY, FIRM SIZE. DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLATILITAS HARGA SAHAM (Studi Empiris Perusahaan yang Terdaftar Indeks LQ45 Periode 2016-2. Oleh: Donna Rizky Safrani Department of Economic. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email : safranydonnarizky6002@gmail. Eny Kusumawati Department of Economic. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email : ek108@ums. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The purpose of this study was to examine the effect of stock trading volume, dividend yield, earning volatility, firm size, and exchange rate on stock price volatility. The sample data used in the study amounted to 114 of 23 companies indexed by LQ45 in the 20162020 research period. Analysis of the data used in this study is multiple linear regression analysis. Based on the research, it can be concluded that stock trading volume has a positive and significant effect on stock price volatility, firm size has a significant negative effect on stock price volatility, while other variables have no effect on stock price volatility Keywords : Stock Trading Value. Dividend Yield. Earning Volatility. Firm Size. Nilai Tukar. PENDAHULUAN Perkembangan perekonomian di Indonesia semakin berkembang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya yaitu investasi. Investasi diyakini dapat memberikan andil yang besar terhadap pembangunan ekonomi suatu Investasi memiliki keterkaitan dengan mengalami kenaikan maka pendapatan nasional akan meningkat masyarakat pun akan bertambah. Tendelilin . 4: . mendefinisikan investasi adalah komitmen untuk menempatkan sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang. Dua bentuk sarana investasi yang bisa digunakan yaitu real asset dan financial asset. Real asset berupa aset berwujud yang dapat dilihat secara fisik dan memiliki nilai intrinsik terhadap bentuk dan manfaat yang diberikan. Sementara financial asset atau aset keuangan merupakan aset yang memiliki likuiditas yang tinggi. Salah satu bentuk investasi dalam aset keuangan yaitu investasi dalam bentuk saham. Saham adalah surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Investasi saham dikenal sebagai investasi pasar modal yang memiliki nilai likuiditas yang tinggi dan memberikan imbal hasil . yang lebih dibanding investasi di sektor lain. Pergerakan harga saham di pasar modal merupakan hal yang sangat lumrah terjadi, namun apabila pergerakan harga saham terjadi secara tajam dalam waktu singkat hal tersebut merupakan hal yang buruk dan mempersulit investor untuk melakukan perencanaan keuangan. Perkembangan pasar modal yang selalu berubah memiliki dampak besar pada keputusan investor dalam melakukan Investor akan lebih selektif dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menjual saham sehingga mengakibatkan terjadinya volatilitas harga saham. Volatilitas harga saham adalah keadaan dimana harga saham menyimpang . eatas atau kebawa. dari indeks rata-rata. Adanya volatilitas akan menimbulkan risiko dan ketidak pastian yang dihadapi investor yang berakibat pada minat investor dalam berinvestasi menjadi tidak stabil. Volatilitas harga saham dapat dipengaruhi oleh faktor mikro dan makro. Dalam penelitian ini faktor mikro yang mempengaruhi volatilitas harga saham adalah volume perdagangan saham, dividend yield, earning volatility, dan firm size. Volume perdagangan saham yang tinggi bisa menjadi good news bagi investor dalam berinvestasi yang mengakibatkan harga saham berdampak juga pada volatilitas harga saham. Dividend yield suatu perusahaan yang tinggi akan memberikan informasi kepada investor bahwa perusahaan tersebut menguntungkan, sehingga banyak investor yang mengalami ketertarikan dan menyebabkan harga saham naik secara signifikan hal ini akan menyebabkan volatilitas harga saham. Earning volatility merupakan indikator stabilitas laba perusahaan setiap tahunnya, sehingga suatu perusahaan dengan earning volatility yang tinggi mengakibatkan banyak investor yang kurang menandakan tinggi akan resiko. Kurang minatnya investor suatu perusahaan tersebut mengakibatkan harga saham menurun dan terjadinya volatilitas harga saham. Firm size merupakan suatu ukuran untuk mengetahui besar kecilnya suatu perusahaan. Firm size suatu perusahaan yang besar dapat mengurangi tingkat volatilitas harga saham. Sementara faktor makro yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah nilai tukar. Nilai tukar yang mengalami perubahan akan mempengaruhi keseimbangan untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis atau mengubah keinginan investor dalam mengakibatkan volatilitas harga saham. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Signalling Theory Teori signaling menjelaskan bagaimana seharusnya yang dilakukan perusahaan untuk memberi sinyal kepada pengguna laporan keuangan (Patriadji, 2. Sinyal tersebut berupa strategi perusahaan sebagai petunjuk bagi investor dalam mengelola manajemen atau melihat prospek suatu perusahaan (Bringham dan Huston, 2001: . Manajemen memiliki informasi yang lebih baik tentang situasi dan prospek perusahaan kedepannya dari pada investor. Investor dalam berinvestasi di pasar modal membutuhkan informasi yang lengkap, akurat, relevan dan tepat waktu guna untuk pengambilan keputusan dalam menganalisis prospek perusahaan. Teori signalling menjadi dasar pembahasan volatilitas harga saham, untuk menjelaskan bahwa pemberian sinyal atau petunjuk yang dilakukan oleh manajer dapat menekan asimetris Informasi perusahaan yang mendapat reaksi dari seorang investor nantinya akan mempengaruhi volatilitas harga saham. Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan menggambarkan terpisahnya dua pelaku ekonomi di suatu perusahaan yang saling bertentangan yaitu principal dan agen. Principal perusahaan, sedangkan agen merupakan seorang Ichsan . menyatakan hubungan keagenan merupakan suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . memerintah orang lain . untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal dan memberi wewenang kepada agen untuk membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal. Hubungan antara teori keagenan dalam konteks manajemen keuangan umumnya muncul antara pemegang saham . hare holder. dengan manajer, serta pemegang saham dengan kreditor . emegang obligas. Permasalahan keagenan . gency proble. antara pemegang saham . emilik perusahaa. dengan manajer potensial terjadi bila manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan. Para pemegang saham mengharapkan manajer agar bekerjasama dengan tujuan memaksimalkan kemakmuran pemegang saham dengan diterimanya return yang diharapkan. Namun, hal tersebut bertolak belakang dengan keinginan seorang manajer. Manajer bisa saja tidak menginginkan kemakmuran pemegang saham, namun lebih mementingkan kemakmurannya sendiri. Hal tersebut menjadikan saham suatu perusahaan akan naik turun akibat dari kepercayaan investor untuk berinvestasi dalam suatu perusahaan. Naik turun akibat dari kepercayaan investor secara drastis dalam berinvestasi akan mengakibatkan saham suatu perusahaan menjadi volatil. Saham dengan volatilitas tinggi menandakan harga naik secara terus menerus dan turun dengan cepat yang memberikan dampak besarnya selisih antara harga terendah dengan harga tertinggi dalam waktu tertentu. Volatilitas Harga Saham Volatilitas merupakan indikator statistik fluktuasi harga pada suatu periode tertentu. Indikator tersebut menunjukkan kenaikan dan penurunan harga dalam periode yang singkat (Robiyanto et al, 2. Volatilitas harga saham juga merupakan salah satu standar kinerja atau tolak ukur dalam suatu investasi. Standar tersebut menggambarkan risiko pergerakan harga suatu sekuritas. Meningkatnya volatilitas harga saham dapat terjadi kemungkinan pula fluktuasi harga saham yang semakin besar. Volatilitas harga saham dapat terjadi karena informasi baru yang telah masuk ke dalam bursa atau pasar. Tinggi rendahnya tingkat volatilitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas harga saham menurut Panetta et al . Faktor sektor riil, seperti stabilitas ekonomi makro merupakan salah satu latar belakang yang cukup menentukan aset finansial. Volatilitas juga memiliki keterkaitan yang erat dengan siklus bisnis ekonomi. Faktor sektor keuangan, faktor-faktor yang berkembang di sektor keuangan juga dapat berpengaruh terhadap volatilitas harga Berbagai inovasi di sektor finansial yang ditandai dengan dikembangkannya berbagai produk investasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan likuiditas, juga berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham. Kejadian luar biasa, volatilitas harga saham juga dapat terjadi menyusul kejadiankejadian luar biasa . yang berimbas pada pasar finansial. Kebijakan moneter, dengan berbagai dampak langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkannya, juga berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham. Bank sentral di banyak negara menetapkan tingkat suku bunga jangka pendek, yang perubahannya dapat berdampak terhadap yield curve. Bank sentral juga dapat melakukan operasi pasar tertentu dengan tujuan mengendalikan jumlah uang yang Volume Perdagangan Saham Volume perdagangan saham adalah keseluruhan nilai transaksi pembelian maupun penjualan saham oleh investor dalam mata uang. Volume perdagangan saham biasanya digunakan sebagai titik referensi untuk mempelajari informasi dan pengaruh dari berbagai situasi. Dampak volatilitas kegiatan perdagangan atas return ekspetasi saham didorong kehadiran komponen risiko dan efek volatilitas aktivitas perdagangan terhadap expected stock return didorong oleh adanya elemen risiko dan heterogenitas dalam likuiditas sehingga saham dengan heterogenitas yang tinggi mempunyai return ekspetasian tinggi juga (Chordia, 2001 dan Hasbrouck dan Seppi, 1. Dividend Yield Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dan dibagikan kepada investor. Harga saham atau nilai sebuah perusahaan dapat ditentukan oleh seberapa besar membayar atau membagikan dividen, jika dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham semakin tinggi maka sisa dana yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan semakin rendah (Sutrisno, 2000: . Sementara itu, semakin rendahnya dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham, maka semakin rendah pula pertumbuhan dividen. Earning Volatility Earning volatility menunjukkan naik turunnya laba yang dihasilkan oleh perusahaan (Jannah dan Haridhi, 2. Naik turunnya laba dapat menyulitkan perusahaan untuk memperoleh pembiayaan eksternal, karena perusahaan dalam keadaan tidak stabil. Laba bahkan lebih sulit diprediksi lagi ketika volatilitasnya tinggi (Antoniou et al. , 2. Perusahaan dengan earning volatility yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak stabil dan memiliki risiko yang tinggi. Hal ini membuat investor melihat bahwa perusahaan dengan tingkat earning volatility yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tidak baik dan menyebabkan harga saham perusahaan Sebaliknya, jika perusahaan dengan tingkat earning volatility yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan tersebut cukup stabil dan berisiko Hal ini membuat investor melihat bahwa perusahaan tersebut cukup baik dan membuat banyak investor tertarik dengan perusahaan tersebut, sehingga harga sahamnya meningkat. Firm Size Tambunan . alam Ardiansyah dan Isbanah, 2. mendefinisikan ukuran perusahaan atau disebut dengan firm size sebagai standar ukur menunjukkan seberapa baik manajemen perusahaan untuk mengoperasikan perusahaan Dalam dunia investasi, perusahaan besar paling disoroti oleh investor, hal ini dikarenakan semakin besarnya suatu ukuran perusahaan maka pengungkapannya juga akan lebih besar sebagai pengurangan biaya politis dan wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Nilai Tukar Salvator . 3: . mendefinisikan bahwa nilai tukar merupakan suatu harga penting dalam perdagangan internasional hal ini dikarenakan nilai tukar sangat berpengaruh besar pada transaksi berjalan dan faktor-faktor makro Dengan demikian, nilai tukar . termasuk dalam kategori harga aktiva . sset pric. , maka prinsip dalam nilai tukar sama dengan halnya prinsip-prinsip pengaturan dalam Mishkin . mendefinisikan nilai tukar . merupakan harga mata uang domestik dalam harga mata uang negara lainnya. Teori dari berbagai ahli menyatakan bahwa terdapat dua nilai tukar yaitu, nilai kurs nominal dan kurs riil. Ketika seseorang akan menukarkan mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain, maka nilai tukar yang dipakai ini disebut nilai tukar nominal . ominal exchange rat. Sedangkan ketika seseorang akan menukarkan barang dan jasa suatu negara dengan barang atau jasa negara lain, nilai tukar yang digunakan adalah nilai tukar riil . eal exchang. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penjelasan dasar teori signalling, dan rerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Pengaruh volume perdagangan saham terhadap volatilitas harga saham Investor dalam hal berinvestasi selalu memperhatikan kualitas saham yang akan Kualitas saham tersebut b. dapat diketahui melalui kinerja suatu saham didalam perusahaan. Kinerja suatu saham Mengetahui volume perdagangan saham digunakan untuk membandingkan antara jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada waktu tertentu dengan lembar jumlah saham yang beredar pada waktu tertentu. Volume perdagangan yang besar menunjukkan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan dan menunjukkan bahwa saham tersebut diminati oleh para investor. Semakin tinggi volume perdagangan saham suatu emiten menunjukkan bahwa perdagangan saham suatu perusahaan tersebut sangat bagus dan diminati oleh investor. Volume perdagangan saham menjadi salah satu faktor dari penentu harga saham. Adanya volume perdagangan saham sangat berguna bagi investor untuk melihat reaksi pasar modal dengan informasi mengenai jumlah saham yang telah diperdagangkan. Volume perdagangan sering dijadikan acuan untuk mempelajari informasi tentang suatu saham. Jika tidak ada informasi mengenai saham, investor lebih cenderung menahan sahamnya . , sehingga volume perdagangan menurun karena tidak mengakibatkan volatilitas yang rendah. Sebaliknya, jika volume perdagangan saham suatu perusahaan mengalami peningkatan menandakan bahwa saham sangat dicari dan diminati oleh investor. Peningkatan volume perdagangan saham tersebut akan menambah informasi bagi investor dan berdampak pada naiknya harga saham pada suatu perusahaan. Volume perdagangan saham yang meningkat akan berimbas pada jumlah permintaan saham menjadi meningkat, sehingga terjadinya fluktuasi harga saham akibat dari banyaknya perdagangan saham. Akibat dari peningkatan volume perdagangan tersebut, maka volatilitas harga saham akan Romli et al . Yulinda et al . Rahmayani et al . telah memberikan bukti empiris bahwa volume perdagangan saham memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. H1: Volume perdagangan saham berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Pengaruh dividend yield terhadap volatilitas harga saham Dividend yield digunakan untuk mengukur besarnya tingkat keuntungan dibagikan kepada para pemegang saham oleh perusahaan. Besar kecilnya nilai dividend yield dapat berguna bagi calon investor dalam menilai suatu perusahaan. Dividend yield yang tinggi menandakan suatu perusahaan memiliki prospek yang Sebuah perusahaan yang memiliki dividend yield yang tinggi menandakan harga sahamnya mengalami underprice, sehingga dividend yield berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Dividend yield juga berpengaruh terhadap keputusan investasi seorang investor, serta perubahan keputusan investasi dapat berdampak pada volatilitas harga saham. Terbentuknya harga saham dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah permintaan dan penawaran yang tinggi. Apabila saham suatu perusahaan memiliki permintaan dan penawaran yang tinggi, berarti perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik. Perusahaan dengan prospek baik tersebut berarti memberikan sinyal bahwa dividen yang dibagikan tinggi. Apabila perusahaan memiliki kemampuan yang besar untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi. Dengan perusahaan untuk membagikan dividen, investor cenderung membeli saham. Sedangkan apabila suatu perusahaan kemampuan membagikan dividennya rendah, maka investor cenderung akan menjual sahamnya. Reaksi investor akan terbentuk dalam pasar modal, dampak dari harga saham tersebut akan berubah-ubah dan tidak stabil, hal ini menyebabkan harga saham naik dan volatilitas harga saham Sehingga tinggi rendahnya dividend yield akan berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Ardiansyah dan Isbanah . Andiani . Putri . Utami dan Purwokohandoko . memberikan bukti empiris bahwa dividend yield memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. H2: Dividend yield berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Pengaruh earning volatility terhadap volatilitas harga saham Earning volatility atau disebut juga pendapatan atau laba yang dihasilkan oleh bisnis dari tahun ke tahun. Pendapatan perusahaan yang tidak stabil akan memberikan sinyal kepada investor bahwa berinvestasi pada perusahaan tersebut akan memiliki risiko yang tinggi. Sinyal yang diperoleh dari perusahaan mengenai ketidakstabilan laba perusahaan akan mendorong investor untuk menjual saham perusahaan dalam waktu singkat. Akibatnya harga saham akan cenderung tidak stabil dan terjadi volatilitas. Semakin tinggi tingkat volatilitas laba, maka volatilitas harga saham juga akan semakin tinggi. Dalam berinvestasi seorang investor memerlukan sinyal yang dikeluarkan perusahaan untuk menentukan keputusan dalam berinvestasi saham. Sinyal yang dibutuhkan seorang investor tersebut sangat penting untuk menentukan risiko yang akan diterima dikemudian hari. Earning volatility digunakan investor untuk memperkirakan memperkirakan harga saham di pasar Cara investor dalam melakukan perkiraan harga tersebut dengan memantau tingkat stabilitas perusahaan dalam menghasilkan laba. Jika laba yang dihasilkan selalu tidak konsisten dari waktu kewaktu, menandakan bahwa harga saham perusahaan juga akan tidak stabil. Pendapatan perusahaan yang tidak stabil akan memberikan sinyal kepada investor bahwa berinvestasi pada perusahaan tersebut akan memiliki risiko yang tinggi. Sinyal yang diperoleh dari perusahaan mengenai ketidakstabilan laba perusahaan akan mendorong investor untuk menjual saham perusahaan dalam waktu singkat. Akibatnya harga saham akan cenderung tidak stabil dan terjadi volatilitas. Semakin tinggi tingkat volatilitas laba, maka volatilitas harga saham juga akan semakin Yulinda et al . , dan Andiani . , memberikan bukti empiris bahwa earning volatility memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. H3: Earning volatility berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Pengaruh firm size terhadap volatilitas harga Firm size atau sering disebut dengan ukuran perusahaan digunakan untuk menunjukkan karakteristik keuangan dalam sebuah Kegunaan lain dari firm size yaitu sebagai standard ukuran kinerja operasional perusahaan untuk menunjukkan seberapa baik manajemen perusahaan untuk mengoperasikan perusahaan tersebut. Firm size juga sebagai indikator dari harga saham Dalam bidang investasi, informasi data mengenai ukuran perusahaan disampaikan untuk anggota penyelenggara pasar modal yang bisa membuktikan jika perusahaan mampu mengelola operasional perusahaannya dengan baik atau tidak, yang nantinya akan berpengaruh terhadap keputusan investor. Hasil dari keputusan investor ini yang nantinya mempengaruhi naik turunnya harga saham dan terjadinya volatilitas harga saham. Semakin besar tingkat firm size maka tingkat volatilitas harga saham akan rendah. Ukuran perusahaan dapat memberikan gambaran refleksi dari pihak manajemen sebagai pengingat pentingnya sebuah informasi, baik bagi pihak internal maupun pihak luar perusahaan. Ukuran perusahaan juga menunjukkan seberapa besar informasi yang terdapat didalam sebuah perusahaan. Umumnya sebuah perusahaan diukur dengan mengetahui jumlah total aset. Total aset yang besar ini sangat berguna untuk informasi yang baik bagi investor untuk berinvestasi, sehingga saham suatu perusahaan banyak diminati. Dalam bidang investasi, informasi data mengenai ukuran perusahaan disampaikan untuk anggota penyelenggara pasar modal yang bisa membuktikan jika perusahaan mampu mengelola operasional perusahaannya dengan baik atau tidak, yang nantinya akan berpengaruh terhadap keputusan investor. Hasil dari keputusan investor ini yang nantinya akan mempengaruhi naik turunnya harga saham dan terjadinya volatilitas harga Semakin besar tingkat firm size maka tingkat volatilitas harga saham akan Andiani . Selpian dan Badjra . , serta Jasselyn dan Edi . , memberikan bukti empiris bahwa firm size memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. H4: Firm size berpengaruh terhadap volatilitas harga saham Pengaruh nilai tukar terhadap volatilitas harga saham Nilai tukar menunjukkan jumlah unit mata uang yang dapat dibeli atau ditukar dengan unit mata uang lain. Nilai tukar merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas pasar modal dan pasar uang. Fluktuasi nilai tukar berpotensi memberikan keuntungan dan kerugian bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar modal. Nilai tukar atau kurs satu mata uang terhadap lainnya merupakan bagian dari proses valuta asing. Semakin tinggi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menandakan bahwa pasar modal lebih kuat dari pada pasar valas. Dengan demikian investor lebih memilih berinvestasi di pasar modal dari pada pasar valas. Jika rupiah terapresiasi atau terdepresiasi terhadap mata uang negara lain, maka hal ini menjadi pertanda bahwa perekonomian dalam kondisi baik atau buruk yang akan mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran saham sedemikian rupa sehingga mempengaruhi harga saham dan volatilitas harga saham di pasar modal. Begitu juga sebaliknya apabila nilai tukar lebih rendah dari pada valas, maka pasar valas akan memiliki banyak peminat. Kenaikan harga valuta asing disebut depresiasi atas mata uang dalam negeri. Mata uang asing menjadi lebih mahal, ini berarti nilai relatif mata uang dalam negeri Penurunan harga valuta asing disebut apresiasi mata uang dalam negeri. Mata uang asing menjadi lebih murah, ini berarti nilai relatif mata uang dalam negeri Perubahan nilai tukar valuta permintaan dan penawaran dalam bursa valuta asing . ukum penawaran dan permintaa. Jika rupiah terapresiasi atau terdepresiasi terhadap mata uang negara lain, maka hal ini menjadi pertanda bahwa perekonomian dalam kondisi baik atau buruk yang akan mempengaruhi jumlah sedemikian rupa sehingga mempengaruhi harga saham dan volatilitas harga saham di pasar modal. Harlina dan Khoirudin . Selpian dan Badjra . memberikan bukti empiris bahwa nilai tukar memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. H5: Nilai tukar berpengaruh terhadap volatilitas harga saham METODE PENELITIAN Penelitian ini didesain menggunakan analisis kuantitatif dengan pengujian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian asosiasi atau penelitian guna menguji adanya pengaruh antar dua variabel atau lebih. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa kegiatan untuk memperoleh data sekunder, kegiatan yang dilakukan yaitu dengan studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Dokumentasi mengumpulkan sumber data dokumenter perusahaan, laporan tahunan perusahaan yang menjadi sampel untuk penelitian ini. Pengumpulan data diperoleh melalui media internet dengan mengunduh berbagai situs https://finance. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunkan purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan kriteria tertentu. Pengukuran Variabel Penelitian ini menggunakan satu variabel dependen dan lima variabel Variabel dependen pada penelitian ini adalah volatilitas harga saham. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah volume perdagangan saham, dividend yield, earning volatility, firm size, dan nilai Volatilitas harga saham Perhitungan volatilitas saham menggunakan price vol dengan cara mencari logaritma natural data harian saham harga tertinggi dibagi dengan harga terendah pertahunnya yang kemudian ditotal dan dicari standar Perhitungan volatilitas tersebut sesuai dengan rumus oleh parkinson . sebagai berikut: Nilai tukar Pengukuran nilai tukar dalam penelitian ini menggunakan rumus kurs tengah menurut Hady . 6: . Kurs Jual Kurs Beli Kurs Tengah = HASIL DAN PEMBAHASAN Populasi dalam penelitian ini ialah perusahaan terindeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan didapatkan sempel sebanyak 114 perusahaan selama periode waktu Sampel tersebut kemudian dilakukan pengujian asumsi klasik, dari hasil pengujian asumsi klasik diperoleh hasil bahwa semua data dalam penelitian ini telah terbebas dari masalah asumsi Sehingga dapat dilakukan pengujian selanjutnya yaitu analisi regresi linier berganda. Atas dasar hasil analisis regresi dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% diperoleh hasilnya disajikan pada Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis yayc AE2 ( yu ln ( )) ycu yayc Keterangan: Pv = Volatilitas Harga Saham = Logaritma Natural Harga Saham Tertinggi Periode t Harga Saham Terendah Pada Periode t Jumlah Observasi Volume perdagangan saham Rumus untuk menghitung volume perdagangan saham di proksikan dengan menggunakan TV A . rading volume activit. menurut (Foster: 1. Jumlah Saham di Perdagangkan TV A = Jumlah Saham Beredar Dividend yield Perhitungan dividend yield menurut Gumanti . 3: . adalah sebagai Dividend Per Share Dividend Yield = Harga Saham/Lembar Earning volatility Rumus untuk menghitung earning volatility menurut Bradley et al . adalah sebagai berikut: Laba Perusahaan Earning Volatility = Total Aset Firm size Rumus perhitungan firm size menurut Jogiyanto . 7: . : Firm Size = Ln(Total Ase. Variabel Sig. Constant 0,000 0,189 Volume Perdagangan Keterangan 0,256 0,005 Dividend Yield -0,014 0,880 Earning Volatility -0,200 0,060 H3 Ditolak Firm Size -0,283 0,005 H4 Diterima 0,171 0,052 H5 Diterima Saham Nilai Tukar F Hitung H1 Dierima H2 Ditolak 5,305 Adjusted R 0,160 Statistik Deskriptif Hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 2, sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Minimum Maximum Mean Std. Dev Volatilitas Harga Saham 0,0470 0,4560 0,233982 0,044359 Volume Perdagangan Saham 0,0000 0,0240 0,002456 0,0035577 Dividend Yield 0,0010 0,5580 0,043105 0,0597230 Earning Volatility 0,0010 0,6240 0,125439 0,1243625 Firm Size 28,1840 34,9520 32,045123 1,5209970 Nilai Tukar 13436,0000 13895,79825 379,4831180 ValidN . 14481,0000 Berdasarkan hasil dari tabel 2 diatas, jumlah data yang digunakan dalam penelitian adalah sejumlah 114 sampel dalam jangka waktu Selama pengamatan tersebut variabel dependen yaitu volatilitas harga saham kurun waktu 2016-2020 memiliki nilai minimum 0,0470, nilai maksimum 0,4560. Sementara nilai standar deviasi sebesar 0,044359, dan nilai rata-rata . sebesar 0,0233982 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata volatilitas harga saham perusahaan LQ45 selama periode 2016-2020 adalah 0,0233982. Hal ini dapat diartikan bahwa harga saham suatu emiten menyimpang dari harga rata-rata sahamnya sebesar Rp 0,0233982. Volume perdagangan memiliki nilai minimum 0,0000 dan nilai maksimum sebesar 0,0240. Sementara nilai standar deviasi 0,0035577 dan nilai rata-rata . sebesar 0,002456. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap jumlah saham yang beredar pada suatu perusahaan akan diperoleh jumlah saham yang diperdagangan sebesar 0,002456. Dividend yield memiliki nilai minimum 0,0010 dan nilai maksimum sebesar 0,5580. Sementara nilai standar deviasi sebesar 0,0597230 dan nilai rata-rata . sebesar 0,043105. Hal ini dapat diartikan bahwa nilairata dividend yield perusahaan LQ45 selama periode 2016-2020 adalah 4,3105%. Sehingga dapat bahwa setiap satu rupiah saham mendapatkan pembagian dividen sebesar 0,043105. Earning volatility memiliki nilai minimum 0,0010 dan nilai maksimum sebesar 0,6240. Sementara itu nilai standar deviasi 0,1243625 dan nilai rata-rata . sebesar 0,125439. Hal ini dapat diartikan bahwa tingkat perubahan atau fluktuasi perusahaan terhadap pendapatan laba sebelum pajak sebesar 0,125439 rupiah. Firm size memiliki nilai minimum 28,1840 dan nilai maksimum 34,9520. Sementara itu nilai standar deviasi 1,5209970 dan nilai rata-rata . sebesar 32,045123. Hal ini dapat diartikan bahwa rata-rata total aset yang Nilai tukar memiliki nilai minimum 436,0000 dan nilai maksimum 14. 481,0000. Sementara itu nilai 379,4831180 dan nilai rata-rata . sebesar 895,79825. Hal ini dapat diartikan bahwa harga atau nilai mata uang rupiah yang dinyatakan dalam mata uang lain adalah sebesar Rp 13. 895,79825. Uji F Pada penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi maksimal sebesar 0,05 atau 5% dari hasil olah data, maka apabila syarat . olatilitas harga saha. secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel independen . olume perdagangan saham, dividend yield, earning volatility, firm size, dan nilai tuka. Hasil uji nilai signifikansi F dapat dilihat pada Berdasarkan hasil yang di dapat menunjukan nilai F hitung sebesar 5,305 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi dibawah 0,05 yang berarti memenuhi syarat dan dapat dikatakan fit model regression. Uji R2 Uji koefisien determinasi dalam penelitian ini kemampuan model dalam menerangkan atau menjelaskan variasi pada variabel dependen. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat di Dalam hasil yang ditunjukan nilai koefisiensi determinasi (Adjusted R. sebesar 0,160 atau 16,0% sehingga dapat di simpulkan bahwa variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 16,0% kemudian sisanya sebesar 84,0% dijelaskan oleh variabel diluar model. Pembahasan Volume berpengaruh terhadap volatilitas harga Volume perdagangan saham dalam penelitian ini terbukti berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tingginya volume perdagangan saham menandakan bahwa saham suatu perusahaan aktif diperdagangkan. Saham yang aktif menandakan bahwa sering dilakukannya suatu kegiatan jual beli saham. Tingginya tingkat aktivitas saham tersebut akan menyebarkan informasi kepada para investor. Informasi mengenai saham tersebut yang paling sering digunakan investor untuk berinvestasi saham. Volume menyebabkan investor mempercayai saham yang diinvestasikan sangat diminati dan dicari, sehingga banyak saham yang dijual dipasar saham dan berdampak pada naiknya harga saham suatu perusahaan. Akibat dari peningkatan volume perdagangan tersebut maka volatilitas harga saham akan meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Romli et al . Yulinda et al . Rahmayani et al . yang memberikan bukti empiris bahwa volume perdagangan saham berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Dividend yield tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham Dari hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besar kecilnya dividend yield tidak memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham dikarenakan investor maupun calon investor beranggapan bahwa hasil dividend yang diterimanya tidak menjamin naik turunnya harga saham. Ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividend investor memiliki anggapan bahwa baik dividend yang akan diterima ataupun tidak, kegiatan investasi tidak akan terpengaruh oleh mereka. Mereka pada akhirnya akan tetap melakukan investasi ulang uang mereka dengan menggunakan dividend yang diterima tidak akan berpengaruh terhadap perubahan harga saham di pasar modal, hal ini juga tidak berpengaruhnya terhadap volatilitas harga Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Christy dan Azhari . Jasselyn dan Edi . yang memberikan bukti empiris bahwa dividend yield tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Earning volatility tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham Dari hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besar kecilnya earning volatility tidak memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. Kecenderungan negatif yang ditunjukkan oleh hubungan earning volatility dengan volatilitas harga saham adalah apabila earning volatility suatu perusahaan tinggi menandakan bahwa suatu perusahaan tidak dapat menstabilkan laba perusahaan dengan optimal atau kemampuan dalam menstabilkan laba perusahaan tergolong Informasi mengenai rendahnya kemampuan suatu perusahaan dalam menstabilkan harga tersebut tidak terlalu diperhatikan oleh para investor ketika akan berinvestasi. Banyak informasi internal suatu perusahaan yang lebih diperhatikan oleh investor seperti frekuensi perdagangan saham yang tinggi, maupun aset lainnya yang berkaitan dengan ekuitas. Sehingga, tinggi rendahnya earning volatility tidak menjadi parameter dalam volatilitas harga saham, atau dengan kata lain earning volatility tidak memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri . Jasselyn dan Edi . , dan Utami dan Purwohandoko . , yang memberikan bukti empiris bahwa earning volatility tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Firm size berpengaruh terhadap volatilitas harga saham Firm size dalam penelitian ini terbukti berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Hal ini telah terbukti pada tabel IV. 7, semakin besar firm size suatu perusahaan menandakan bahwa total aset yang dimiliki suatu perusahaan Tingginya total aset tersebut dapat memberikan informasi suatu perusahaan yang nantinya akan disampaikan oleh anggota penyelenggara pasar modal mengenai kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional perusahaan dengan baik atau tidak yang nantinya akan berpengaruh terhadap keputusan investor. Tingginya total aset suatu perusahaan tidak menjamin harga saham suatu perusahaan menjadi tinggi. Perhitungan logaritma total aset suatu perusahaan untuk mengetahui besarnya firm size bertujuan untuk mengeliminasi tingkat leverage pada suatu perusahaan. Suatu perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi maka harga saham akan rendah meskipun memiliki total aset yang besar. Dengan demikian dapat menyebabkan rendahnya volatilitas harga saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andiani . Selpian dan Badjra . Pujiastuti dan Haryono . , serta Jasselyn dan Edi . yang memberikan bukti empiris bahwa firm size berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Nilai tukar berpengaruh terhadap volatilitas harga saham Dari hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besar kecilnya nlai tukar tidak memiliki pengaruh terhadap volatilitas harga saham. Nilai tukar menunjukkan jumlah unit mata uang yang dapat dibeli atau ditukar dengan unit mata uang lain. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing mengakibatkan turunnya harga saham. Namun, saat ini perubahan nilai tukar terhadap mata uang asing tidak mesti secara langsung mempengaruhi harga saham. Hal tersebut dikarenakan perubahan nilai tukar rupiah tidak selalu menarik perhatian bagi investor maupun calon investor dalam proses pengambilan Investor dan calon investor lebih cenderung memperhatikan informasi mikro perusahaan dalam hal pengambilan keputusan Sehingga disimpulkan bahwa meskipun nilai tukar rupiah mengalami depresiasi ataupun apresiasi belum dapat menjadi jaminan berubahnya volatilitas harga saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ilmiyono . , dan Azura et al . yang memberikan bukti empiris bahwa nilai tukar tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dengan ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Volume perdagangan saham berpengaruh terhadap volatilitas harga saham dengan tingkat signifikansi 0,005 kurang dari 0,05 atau 5%. Tingginya volume perdagangan saham suatu perusahaan akan berdampak pada semakin tingginya volatilitas harga Dividend yield tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,880 lebih dari 0,05 atau 5%. Earning volatility tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,060 lebih dari 0,05 atau 5%. Firm size berpengaruh terhadap volatilitas harga saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,005 kurang dari 0,05 atau 5%. Semakin tinggi firm size suatu perusahaan maka akan berdampak pada semakin rendahnya volatilitas harga saham. Nilai tukar tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham dengan tingkat signifikansi sebesar 0,052 lebih dari 0,05 atau 5%. REFERENSI