Jurnal Magistra Volume 13, nomer 1 2022. DOI 10. 31942/mgs p-ISSN: 2087-2305 e-ISSN: 2615-2282 Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA LITERASI DIGITAL GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr MI Raudlatut Tholibin Pakis. Institut Pesantren MathaliAoul Falah Pati nurulmaslihah165@gmail. com, dimyati@ipmafa. id, sofyan@ipmafa. Page | 29 Abstract Online learning, which was prevalent during the pandemic, necessitates the development of digital skills in teachers, and madrasa teachers are no exception. The purpose of this study is to describe the level of digital literacy among Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in Margoyoso District. Pati Regency, as well as the factors that influence it. This is a descriptive qualitative study with teachers from three MI, namely MI Mathlaul Huda Tanjungrejo. MI Al-Hikmah Kajen, and MI Miftahul Huda Kertomulyo Tapen. Indepth interviews, documentation, and questionnaires were used to collect data. According to the findings, 20 teachers . 5%) had very good digital literacy, 12 teachers . %) had good abilities, and 11 teachers . 5%) did not have good digital literacy. According to educational background, 36 teachers with the highest levels of education S1 and S2 . %) have very good skills, while 7 teachers with MA/SLTA . do not. Internal factors such as a desire to continue growing and external factors such as training attended by teachers influence teacher digital literacy. This factor does not stand alone. other factors also have an impact, but these two are quite dominant in determining the digital literacy of MI teachers in Margoyoso District. Pati Regency. Keywords: Digital Literation. Competence of Teacher. Islamic Elementary School Abstrak Pembelajaran dalam jaringan yang banyak dilakukan ketika pandemi mengharuskan guru menguasai keterampilan digital, tidak terkecuali guru madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana literasi digital guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah guru dari tiga MI, yaitu MI Mathlaul Huda Tanjungrejo. MI Al-Hikmah Kajen, dan MI Miftahul Huda Kertomulyo Tapen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia, terdapat 20 guru . 5%) dengan literasi digital sangat baik, 12 guru . %) berkemampuan baik, dan 11 guru . termasuk kurang baik dalam literasi digital. Berdasarkan latar belakang pendidikan, sebanyak 36 guru dengan jenjang pendidikan tertinggi S1 dan S2 . %) memiliki keterampilan sangat baik, sedangkan 7 guru lulusan MA/SLTA . %) kurang baik dalam literasi digital. Faktor yang mempengaruhi literasi digital guru ialah faktor internal berupa keinginan untuk terus berkembang dan faktor eksternal berupa pelatihan yang diikuti oleh guru. Faktor ini tidak berdiri sendiri tetapi ada faktor lain yang turut mempengaruhi, tetapi dua faktor ini menjadi yang cukup dominan menentukan literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Kata kunci: Literasi Digital. Kompetensi Guru. Madrasah Ibtidaiyah JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Received:2022-04-14 Accepted:2022-06-21 Published:2022-06-30 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr PENDAHULUAN Pembelajaran dalam jaringan semakin banyak diterapkan di lembaga pendidikan. Kebijakan tersebut mengakibatkan pergeseran paradigma pendidikan berupa disrupsi Page | 30 teknologi dalam pembelajaran, yang awalnya pembelajaran tatap muka langsung kini berubah menjadi pembelajaran daring berbasis internet. 1 Perubahan ini menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi mengikuti disrupsi teknologi sehingga pembelajaran daring berjalan dengan baik sesuai tujuan. Proses pelaksanaan pembelajaran daring dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: . secara konvensional, artinya pembelajaran dilakukan dengan sistem face to face meeting kemudian mendapatkan tambahan pembelajaran melalui media dan grafik interaktif komputer menggunakan bantuan jaringan internet, . metode campuran, artinya kegiatan pembelajaran dilakukan melalui alat atau perangkat komputer, kemudian di lain waktu ada kegiatan pembelajaran tatap muka, dan . keseluruhan proses dan kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. 2 Dalam prkatiknya, guru dapat memilih menjalankan pembelajaran daring dengan cara seperti apa. Pembelajaran daring dilaksanakan dengan memanfaatkan media dan teknologi digital dalam menunjang kegiatan pembelajaran antara guru dan siswa. 3 Pelaksanaan pembelajaran daring sering mengalami beberapa permasalahan antara lain keterbatasan jaringan internet yang kurang stabil, guru yang kurang menguasai IT, tugas-tugas yang menumpuk membuat siswa mengerjakannya dengan sembarangan, serta kurangnya pengawasan dari guru dan 4 Mengingat begitu besar peran guru, maka peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran daring harus diupayakan semua pihak. Peningkatan kompetensi yang sejalan dengan pembelajaran daring dan perkembangan teknologi ialah kompetensi digital. Untuk mencapai kompetensi digital yang baik maka literasi _______________ Elya Umi Hanik. AuSelf Directed Learning Berbasis Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah,Ay Elementary: Islamic Teacher Journal 8, no. 1, 2020, hlm. 185, https://doi. org/10. 21043/elementary. Meda Yuliani et al. Pembelajaran Daring Untuk Pendidikan: Teori Dan Penerapan. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020. Aprilia Dewi Astuti and Dedi Prestiadi. AuEfektivitas Penggunaan Media Belajar Dengan Sistem Daring,Ay Prosiding Web-Seminar Nasional (Webina. AuProspek Pendidikan Nasional Pasca Pandemi Covid-19Ay Fakultas Ilmu Pendidikan Ae Universitas Negeri Malang, no. August, 2020, hlm. 129Ae35. Ersila Devy Rinjani. AuPeran Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring Di MI NU 61 Salafiyah Kendal,Ay MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar Dan Keislaman 12, no. 2, 2021, https://doi. org/http://dx. org/10. 31942/mgs. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA digital guru harus ditingkatkan. Istilah literasi digital pertama kali diperkenalkan pada 1990-an yang digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika disajikan melalui sebuah perangkat yang disebut dengan komputer. 5 Dalam pengembangan sekolah, literasi digital dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kesenjangan manajemen sekolah dan kelemahan pembelajaran di sekolah . echnological influence. Literasi merujuk kemampuan membaca dan menulis pada tahap yang memadai untuk berkomunikasi dalam suatu masyarakat yang literat. Literasi melibatkan komunikasi, berkomunikasi antara satu sama lain memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga berjalan baik sesuai sosiokulturnya. 6 Demikian pula komunikasi guru dengan murid akan mampu berjalan sesuai tujuan ketika mampu memanfaatkan TIK. Kecakapan dalam menggunakan teknologi informasi untuk mencari, menemukan, memperoleh, mengevaluasi, mengkomunikasikan, dan mengolah informasi membutuhkan kemampuan kognitif dan teknik. 7 Dalam konteks pembelajaran, kecakapan ini harus dimiliki oleh guru supaya pembelajaran daring yang dilakukan tidak terkendala teknis operasional Selain itu juga mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring supaya mampu dipahami anak yang belajar di rumah. Pembelajaran daring memaksa siswa belajar secara mandiri di rumah atau di bawah bimbingan orang tua. Pembelajaran mandiri akan sangat ditentukan oleh kemampuan siswa dalam mengolah informasi digital. Semakin tinggi tingkat literasi digital maka anak didik akan semakin baik melaksanakan pembelajaran mandiri. 8 Dengan demikian maka literasi digital bagi guru dan siswa di era sekarang ini sangat diperlukan. Literasi digital merupakan seperangkat keterampilan teknis, audiovisual, perilaku kritis dan sosial yang memungkinkan pengguna untuk belajar, berkomunikasi, bersosialisasi, dan berkontribusi dalam ruang digital. Keterampilan teknis ini mengacu pada penggunaan _______________ Hanik. AuSelf Directed Learning Berbasis Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah. Ay Richard Kern. Literacy and Language Teaching Oxford: Oxford University Press, 2000. Abdul Latip. AuPeran Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19,Ay J2urnal Edukasi Dan Teknologi Pembelajaran 1, no. 2, 2020. Hanik. AuSelf Directed Learning Berbasis Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah. Ay JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Page | 31 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr komputer, perangkat lunak dan aplikasi untuk mengembangkan konten digital. 9 Jadi literasi digital adalah kompetensi seseorang dalam menerima, mengolah, dan mengembangkan informasi digital serta menerapkannya dengan baik. Tingkat kecakapan literasi digital dapat diukur menggunakan konsepsi Bawden yang Page | 32 mengaitkan dengan literasi informasi dan literasi komputer. Konsepsi Bawden terdiri dari empat komponen yaitu kemampuan dasar literasi . aca tuli. , latar belakang pengetahuan informasi, keterampilan bidang TIK, dan sikap pengguna informasi. 10 Kemampuan ini juga sangat diperlukan guru dalam menunjang pembelajaran. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, literasi digital menjadi hal penting untuk dikuasai oleh guru. Guru dengan literasi digital yang baik akan mampu mengolah informasi digital menjadi pendukung pembelajaran daring sehingga menjadi lebih menarik dan tepat sasaran. Implikasinya ialah pada pembelajaran yang semakin kreatif, inovatif, serta sesuai dengan perkembangan zaman. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggambarkan tentang literasi digital guru dan faktor yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini ialah guru madrasah ibtidaiyah (MI) di kecamatan Margoyoso Pati yang berasal dari di tiga MI, yaitu MI MathlaAoul Huda Tanjungrejo. MI Miftahul Huda Kertomulyo Tapen dan MI Al-Hikmah Kajen. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari angket dan wawancara mendalam kepada guru MI Mathlaul Huda Tanjungrejo. MI Miftahul Huda Kertomulyo Tapen, dan MI Al-Hikmah Kajen dengan jumlah 43 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mendapatkan data tentang literasi digital guru. Selain itu data juga diperoleh melalui wawancara mendalam untuk menambah data terkait dengan kemampuan literasi digital guru. Teknik selanjutnya ialah dokumentasi yang menggambarkan bagaimana literasi digital guru MI. Data yang terkumpul _______________ Jorge Reyna. Jose Hanham, and Peter Charles Meier. AuA Framework for Digital Media Literacies for Teaching and Learning in Higher Education,Ay Journal Sage E-Learning and Digital Media 15, no. 4, 2018, hlm. 176Ae90, https://doi. org/https://doi. org/10. 1177/2042753018784952. David Bawden. AuOrigin and Concept of Digital Literacy,Ay in Digital Literacies: Concepts. Polities, and Practices. New York: Peter Lang Publishing, 2008. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA kemudian dianalisis menggunakan analisis interaktif11 dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data yaitu semua data yang ada kemudian direduksi terkait data yang paling relevan. Hasil reduksi kemudian disajikan sesuai tema atau topiknya, hal ini dilakukan sampai dapat ditarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Literasi Digital Guru MI di Kecamatan Margoyoso Pati Pada penelitian ini, usia guru menjadi faktor utama penentu kecakapan literasi digital guru MI Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Guru dengan rentang usia 19-29 tahun lebih giat dan tekun dalam mengasah potensi dan literasi yang dimiliki. Tentu dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk hal-hal bermanfaat, sehingga dampak positifnya akan kembali bagi diri sendiri. Karena pada usia ini, memory . aya inga. yang dimiliki oleh guru masih kuat, terutama dalam mengoperasikan teknologi dan mempelajari hal baru. Selanjutnya guru dengan rentang usia 30-40 tahun mayoritas sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kondisi yang demikian mengharuskan guru harus pintar dalam mengatur waktu antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Guru harus bisa menentukan dan menyeimbangkan kebutuhan memperoleh informasi dari media digital dan bagaimana menggunakan dan mengolah informasi tersebut dengan bijak. Pada usia ini pula kemampuan literasi digital yang dimiliki guru masih tergolong baik. Sementara itu, guru dengan rentang usia 41-50 tahun harus tetap tampil produktif demi menyiapkan konten yang berisi materi pembelajaran untuk dibagikan kepada anakanak. Dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat, kecakapan literasi digital yang dimiliki guru sudah cukup baik. Guru dapat memahami, mengingat dan membagikan informasi yang diperoleh dari media digital dengan efektif. Pada usia ini guru masih mampu memanfaatkan berbagai macam teknologi digital dengan baik untuk menunjang pembelajaran daring. Pada kategori usia 51-60 tahun mayoritas guru baru belajar mengoperasikan smartphone ketika usia menginjak 50 tahun. Jadi, hingga sekarang yang diketahui hanya _______________ Miles. Huberman, and J Saldana. AuCross-Case Data Analysis,Ay in Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook, 3rd ed. Arizona: Sage, 2014. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Page | 33 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr berkaitan dengan mengirim dan menerima pesan pendek . maupun telepon selular. Sedangkan untuk pengoperasian laptop dan interaksi dengan jaringan internet mayoritas guru beropini masih belum bisa dan masih berlatih untuk mengingat masing-masing tombol Page | 34 dan menu pada layar smartphone dan laptop. Teknologi digital sangat dekat dengan generasi muda yang aktif dan kreatif sehingga guru dengan usia di atas 61 tahun cenderung tidak mampu mengikuti Pada kategori usia 61-70 tahun mayoritas guru sudah mulai kesulitan untuk mengingat-ingat fungsi dan penggunaan masing-masing tombol dan keyboard Ketika guru harus menggunakan teknologi digital, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam menggunakan piranti digital yang ada. Hasil penelitian terhadap guru berdasarkan usia di atas, kemampuan literasi digital guru dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan. Pertama, 20 orang guru dengan rentang usia 19-30 tahun dan 31-40 tahun . 5%) termasuk kategori sangat baik. Pada usia ini guru masih mempunyai kemampuan mengingat dan mengoperasikan gawai dengan sangat baik. Selain mampu mengoperasikan juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menemukan, mengolah, dan menyebarkan informasi digital. Kecakapan literasi digital guru didukung oleh kebiasaan memakai gawai dalam kehidupan sehari-hari sehingga guru pada rentang usia ini sangat responsive mengikuti perkembangan teknologi. Kedua, guru dengan rentang usia 41-50 tahun berjumlah 12 orang . %) memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Pada rentang usia ini guru masih mampu mencari, mengolah, dan mengembangkan informasi digital. Sumber digital yang digunakan juga cukup beragam dengan kemampuan berkreasi dalam dunia digital yang baik. Kategori ini tidak mengalami kesulitan dalam memahami informasi digital. Guru MI pada rentang usia ini juga mampu menggunakan media digital yang mendukung pembelajaran. Guru pada rentang usia ini tidak mengalami kesulitan berarti dalam menggunakan informasi digital untuk mendukung pembelajaran. Ketiga, 11 orang guru dengan usia 51-70 tahun . 5%) termasuk kategori kurang baik dalam literasi digital. Usia yang sudah mulai senja mengakibatkan kemampuan otak menurun sehingga kurang cakap dalam mengikuti perkembangan digital. Kemampuan yang dimiliki guru pada usia ini hanyalah kemampuan menelepon serta mengirim dan menerima pesan dari gawai. Guru pada kategori ini selain hanya mampu memakai telepon JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA seluler juga sangat kesulitan mengoperasikan laptop atau menggunakan media Guru cenderung menggunakan metode konvensional baik dalam pembelajaran daring maupun luring. Ketika luring guru cenderung meminta bantuan teman sejawat atau keluarga yang lebih kompeten literasi digitalnya. Literasi digital guru juga dapat dilihat dari latar belakang pendidikan guru MI di Kecamatan Margoyoso yang beragam, yakni mulai dari MA/SLTA. S1, hingga S2. Guru dengan latar belakang pendidikan MA/SLTA sebanyak 7 guru . %) memiliki literasi digital yang rendah. Kecakapan literasi digital yang dimiliki masih sebatas pada tahap mencoba-coba perangkat teknologi yang tersedia seperti smartphone, laptop, dan notebook, membaca dan membagikan informasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Guru dengan pendidikan tertinggi MA/SLTA mayoritas adalah guru dengan usia di atas 50 tahun sehingga kurang tanggap terhadap perkembangan teknologi. Sementara guru MI dengan jenjang pendidikan tertinggi sarjana berjumlah 34 orang . %) selain dapat mengoperasikan teknologi dengan baik juga dapat mengendalikan sosial-emosional dalam aktivitas berinternet. Guru dalam kategori ini dapat mengolah, memaknai dan memproduksi informasi baru untuk dibagikan kepada khalayak luas dengan Kecakapan literasi digital yang dimiliki cenderung terus meningkat seiring banyaknya sumber digital yang digunakan. Demikian halnya dengan 2 orang guru bergelar magister . %) telah memiliki kecakapan literasi digital yang sangat baik. Guru tidak hanya membutuhkan informasi yang berkaitan dengan kondisi dan situasi dunia sekarang ini, namun lebih dari itu mampu memahami secara kritis dalam memanfaatkan kecakapan literasi digital yang dimiliki. Pengembangan diri dan institusi dalam hal digital mampu dilaksanakan dengan sangat baik sehingga pembelajaran daring tidak mengalami banyak kendala. Dengan demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu sebanyak 36 guru dengan jenjang pendidikan tertinggi S1 dan S2 . %) termasuk kategori sangat baik, sedangkan 7 guru lulusan MA/SLTA . %) kategori kurang baik. Hal ini dikarenakan pengalaman menggunakan teknologi digital yang berbeda antara sarjana dan magister dengan lulusan MA yang biasanya sudah berusia di atas 50 tahun. Maka dapat dipahami mengapa tingkat literasi digital guru tersebut tinggi atau rendah. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Page | 35 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap literasi digital guru, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik literasi digital. Kecakapan literasi digital penting dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Teknologi tersebut secara fungsional Page | 36 digunakan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. Apabila proses pembelajaran sudah terlaksana dengan baik, maka hasil dan prestasi belajar siswa dapat dicapai secara optimal. Tingkat literasi digital sebagian besar guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati tergolong sangat baik berdasarkan usia dan latar belakang pendidikan, namun demikian masih terdapat beberapa guru yang masih kurang literasi digitalnya. Literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso dapat diukur dari kemampuan dasar jaringan internet yang dikuasai. Kemampuan dasar ini dibutuhkan oleh guru sebagai bekal dan penunjang skill teknis mengakses jaringan internet. 14 Pemanfaatan jaringan internet bagi guru tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran. Lebih dari itu, menjadi salah satu hal wajib dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran dan berita terkini. Indikator lain dari literasi digital ialah kemampuan menemukan dan memperoleh informasi dalam media digital sebagai skill pendukung dalam menyaring berbagai Guru dengan literasi digital yang baik selalu melakukan pengecekan terhadap kebenaran suatu informasi yang didapat di internet. Guru ini memiliki kemampuan untuk menyaring sebuah informasi sebelum sharing berita atau informasi kepada orang lain atau anak didiknya. Kemampuan ini menunjukkan tingkat literasi yang baik sehingga segala macam informasi tidak mudah mempengaruhi guru. Kemampuan ini penting dimiliki guru di tengah banyaknya berita hoaks yang tersebar di intenet. Kemampuan menggunakan informasi secara efektif, menjadi hal yang substansial bagi pengguna media digital. Hal ini dikarenakan pengguna media digital harus bijak dalam berteknologi dan bijak dalam menggunakan dan menyebarluaskan informasi. Literasi digital berperan penting dalam mendukung proses dan kegiatan pembelajaran di kelas. _______________ Imam Fitri Rahmadi. AuTechnological Pedagogical Content Knowledge (TPACK): Kerangka Pengetahuan Guru Abad 21Ay. Journal of Civics and Education Studies. Vol. No. Maret, 2019, hlm. Dede Salim Nahdi and Mohammad Gilar Jatisunda. AuAnalisis Literasi Digital Calon Guru SD Dalam Pembelajaran Berbasis Virtual Classroom Di Masa Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Cakrawala Pendidikan Dasar 6, no. 2020, hlm. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA Selain sebagai sarana pendukung pembelajaran, implementasi literasi digital harus diimbangi dengan pengetahuan dan penyikapan dalam mengoperasikan teknologi. Berbagai macam teknologi mempunyai fungsi dan perannya masing-masing. Misalnya, smartphone berguna untuk menunjang pembelajaran daring antara guru dan siswa karena pandemi Covid-19 ini belum sepenuhnya berakhir. Kecakapan literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso dapat diaktualisasikan untuk belajar, berkomunikasi, bersosialisasi, dan berkontribusi aktif demi berlangsungnya kegiatan pembelajaran daring melalui ruang digital selama Study From Home (SFH) masih diberlakukan. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan dan menyajikan konten digital belajar yang inovatif dan edukatif bagi siswanya tanpa ada batasan jarak, ruang dan waktu dalam pengaksesan informasi melalui internet. Literasi digital dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dapat diakses oleh guru kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Seyogyanya sumber informasi yang diakses pada ruang digital merupakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya . Sehingga pada pertemuan virtual . irtual meetin. dengan siswa, ketika guru ingin membagikan informasi-informasi tersebut, siswa akan mendapatkan sumber informasi yang kredibel. Faktor yang Mempengaruhi Literasi Digital Guru MI di Kecamatan Margoyoso Kecakapan literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal berupa keinginan untuk terus berkembang dan faktor eksternal berupa pelatihan yang diikuti oleh guru. Faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi yang berimplikasi pada kecakapan literasi digital guru sehingga berapengaruh terhadap pembelajaran. Faktor ini tidak berdiri sendiri tetapi ada faktor lain yang turut mempengaruhi, tetapi dua faktor ini menjadi yang cukup dominan menentukan literasi digital guru. Berdasarkan data penelitian, guru dengan literasi digital sangat baik memiliki hasrat untuk terus berkembang dan menguasai teknologi. Di samping karena faktor usia yang masih muda juga karena kebiasaan guru dalam menggunakan gawai. Guru yang masih _______________ Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Depok: Raja Grafindo, 2018. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Page | 37 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr muda dan berlatar belakang pendidikan sarjana lebih banyak menghabiskan waktu mencari dan mengolah informasi melalui internet. Tidak hanya mencari informasi yang terkait dengan pembelajaran tetapi juga berbagai macam informasi yang mampu meningkatkan Page | 38 kemampuan diri. Piranti yang digunakan oleh guru dengan tingkat literasi digital sangat baik juga beragam seperti smartphone, laptop, komputer, dan lain sebagainya. Di samping piranti yang beragam, guru juga mampu menggunakan berbagai macam platform maupun aplikasi berbasis digital dalam menunjang pembelajaran. Mereka memanfaatkan platform Zoom. Gmeet. WA grup, maupun media sosial seperti youtube dan facebook menjadi media pembelajaran yang menarik. Selain itu juga lebih kritis dalam memanfaatkan informasi dalam dunia digital. Berbeda dengan guru yang memiliki literasi digital kurang baik, mayoritas ialah guru dengan usia di atas 50 tahun. Waktu yang dihabiskan dalam menggunakan teknologi digital juga tidak lama bahkan cenderung kecapekan jika menggunakan media digital. Guru ini merasa lebih mudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka langsung dengan metode pembelajaran yang konvensional. Guru dengan kategori ini merasa sudah tidak waktunya bermain teknologi digital, mampu menelepon dan mengirim pesan menggunakan HP sudah cukup bagi mereka. Dapat dipastikan bahwa keinginan maju dengan memanfaatkan teknologi digital hamper tidak dimiliki oleh guru dengan literasi digital rendah. Hal ini berimbas pada pembelajaran daring yang dilakukan juga tidak maksimal karena metode yang digunakan juga monoton. Guru lebih banyak melaksanakan pembelajaran menggunakan WA grup dimana guru bisa memberikan instruksi ataupun memberikan tugas kepada siswa. Pemanfaatan media digital, platform, ataupun media sosial sangat kecil bahkan dapat dikatakan tidak pernah dilakukan. Faktor internal dari dalam guru itu sendiri . ompetensi dan mina. memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pembelajaran. Dalam pembelajaran tematik misalnya, faktor kompetensi guru menjadi faktor utama kesuksesan pelaksanaan JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA pembelajaran tematik. 16 Demikian pula penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat ditentukan kompetensi literasi digital guru. Semakin baik tingkat literasi digitalnya maka semakin baik pembelajaran yang dilaksanakan, baik secara tatap muka langsung maupun pembelajaran daring. Pembelajaran daring maupun tatap muka harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Pendekatan integrasi teknologi terhadap pembelajaran dibutuhkan untuk interaksi antara pengetahuan yang dimiliki guru dan metode pengaplikasian dalam kontekstualisasinya di dalam kelas. Selanjutnya, guru dapat merancang dan menyusun beberapa upaya integrasi secara kreatif mengenai materi pembelajaran tertentu dan konteks kelas tertentu pula. Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati yakni pelatihan yang diikuti oleh guru. Guru yang pernah mengikuti pelatihan pembelajaran daring, diklat, workshop, atau seminar tentang pembelajaran di era pandemi cenderung memiliki literasi digital yang sangat baik. Sementara guru yang jarang atau tidak pernah mengikuti berbagai macam pelatihan pembelajaran daring dan teknologi digital memiliki literasi digital yang kurang baik. Hal ini karena pelatihan atau workshop mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi informasi18, termasuk literasi digital. Pelatihan pembelajaran daring, media digital, dan lain sebagainya memberikan dampak positif terhadap kompetensi guru. Peningkatan mutu dan kompetensi guru melalui workshop, pelatihan dan seminar juga dilakukan oleh Kronish. Kepala SD John Eliot. Needham. Massachusetts yang merupakan sekolah terbaik menjadikan pelatihan berkesinambungan sebagai program utama. 19 Pelatihan yang berkesinambungan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Tanpa _______________ Sofyan Alnashr. AuAnalisis Faktor Penghambat Guru Madrasah Ibtidaiyah Dalam Pembelajaran Tematik (Studi Kasus Di MI Al-Hikmah Kajen. Margoyoso. Pat. ,Ay Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI 5, no. 2 , 2018. https://doi. org/10. 24235/al. Matthew J. Koehler and Punya Mishra. AuWhat Is Technological Pedagogical Content Knowledge?,Ay Contemporary Issues In Technology And Teacher Education 9, no. 1, 2009, hlm. 60Ae70. Indah Kurnianingsih. Rosini, and Nita Ismayati. AuUpaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah Dan Guru Di Wilayah Jakarta Pusat Melalui Pelatihan Literasi Informasi,Ay Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. : 61Ae76, https://doi. org/https://doi. org/10. 22146/jpkm. 19 Munif Chatib. Sekolahnya Manusia. Bandung: Mizan Pustaka, 2012. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Page | 39 Nurul Maslihah. Dimyati, dan M. Sofyan Alnashr adanya pelatihan yang diikuti oleh guru berakibat pada kompetensi guru yang tidak Salah satu komponen yang menentukan tingkat literasi digital ialah keterampilan bidang TIK. Keterampilan ini membutuhkan pengetahuan dan latihan yang terus-menerus Page | 40 supaya semakin terampil. Maka pelatihan yang diikuti oleh guru dalam bidang pembelajaran daring atau media digital akan meningkatkan keterampilan literasi digital Oleh karena itu, guru MI di Kecamatan Margoyoso dengan tingkat literasi digital yang tinggi pernah mengikuti beberapa pelatihan. Hasil pelatihan akan lebih bermanfaat apabila guru yang mengikuti pelatihan kemudian mengadakan pelatihan sendiri di lembaga masingmasing sehingga kompetensi guru akan meningkat. SIMPULAN Berdasarkan penelitian terhadap guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati dapat disimpulkan bahwa literasi digitalnya guru MI sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia, terdapat 20 guru . 5%) dengan literasi digital sangat baik, 12 guru . %) berkemampuan baik, dan 11 guru . 5%) termasuk kurang baik dalam literasi digital. Berdasarkan latar belakang pendidikan, sebanyak 36 guru dengan jenjang pendidikan tertinggi S1 dan S2 . %) memiliki keterampilan sangat baik, sedangkan 7 guru lulusan MA/SLTA . %) kurang baik dalam literasi digital. Faktor yang mempengaruhi literasi digital guru ialah faktor internal berupa keinginan untuk terus berkembang dan faktor eksternal berupa pelatihan yang diikuti oleh guru. Faktor ini tidak berdiri sendiri tetapi ada faktor lain yang turut mempengaruhi, tetapi dua faktor ini menjadi yang cukup dominan menentukan literasi digital guru MI di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. JURNAL MAGISTRA Vol. 13 No. Literasi Digital Guru Madrasah IbtidaiyahAA DAFTAR PUSTAKA