JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 2 Juni 2025 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress/index PERAN SOP PENYIMPANAN DAN PENGUMPULAN DALAM SUPPLY CHAIN MANAJEMEN KARGO DI PT. ARDHYA BUMI PERSADA Jihan Nabilah1. I Gusti Ngurah Willy Hermawan2* Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia . jihannabilah543@gmail. com, 2willy. hermawan75@gmail. *Korespondensi Penulis Abstrak Beberapa kargo ditempatkan tidak sesuai dengan tujuan penerbangan oleh petugas, yang mengakibatkan keterlambatan pengiriman, risiko kesalahan tujuan, bahkan potensi kehilangan kargo, ini masih terjadi di PT. Ardya Bumi Persada. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan Standard Operating Procedure (SOP) penyimpanan dan pengumpulan terhadap supply chain management kargo di PT. Ardhya Bumi Persada. Tempat penelitian dilaksanakan pada warehouse PT. Ardhya Bumi Persada yang berlokasi di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan populasi dalam penelitian yaitu personil cargo handling officer yang berjumlah 45 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penerapan Standart Operating Procedure penyimpanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap supply chain management kargo dan pos dan variabel penerapan Standart Operating Procedure pengumpulan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap supply chain management kargo dan pos. Variabel penerapan Standart Operating Procedure penyimpanan dan Standart Operating Procedure pengumpulan secara simultan berpengaruh terhadap supply chain management kargo dan pos sebesar 64,2% dan 35,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian yang tidak dibahas pada penelitian ini. Kata Kunci: Kargo. Manajemen Rantai Pasok. Standar Operasi Prosedur. Warehouse. Keamanan Penerbangan. Keselamatan Penerbangan Abstract Some cargoes are placed not in accordance with the flight destination by officers, which results in delays in delivery, risk of misdirection, and even potential loss of cargo, this is still happening at PT Ardya Bumi Persada. The study aims to determine and analyze the effect of the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for storage and collection on cargo supply chain management at PT Ardhya Bumi Persada. The research was conducted at the warehouse of PT Ardhya Bumi Persada located at Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta. Associative quantitative research method with the population in the study, namely cargo handling officer personnel totaling 45 people, with sampling techniques using total sampling where the number of samples is the same as the population. The results of this study indicate that the variable application of the storage Standard Operating Procedure partially has a positive and significant effect on cargo and postal supply chain management and the variable application of the collection Standard Operating Procedure partially has a positive and significant effect on cargo and postal supply chain The variable application of the storage Standard Operating Procedure and the collection Standard Operating Procedure simultaneously affects the supply chain management of cargo and postal by 64. 2% and 35. 8% is influenced by other variables outside the research that are not discussed in this study. Keywords: : Cargo. Supply Chain Management. Standard Operating Procedure. Warehouse. Aviation Security. Aviation Safety 282 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang PENDAHULUAN Pengembangan kargo udara sangat tersebar di seluruh Nusantara, dan transportasi bergantung pada efektivitas Supply Chain udara menjadi solusi yang efektif untuk Management di gudang, yang memainkan mengatasi tantangan geografis ini. Pesawat peran kunci dalam mengoptimalkan proses udara memiliki kecepatan yang tinggi dan penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman jangkauan yang luas, memungkinkan kargo untuk memastikan produk tiba tepat waktu dapat dikirimkan dengan cepat ke berbagai dan dalam kondisi yang baik. Supply Chain Management fokus dapat mengurangi biaya demikian, transportasi udara memainkan operasional dan meningkatkan visibilitas dalam proses kelancaran rantai pasok, konektivitas antar pulau dan wilayah, serta tentunya memungkinkan manajemen dapat membuat keputusan yang lebih tepat sasaran. Indonesia. Supply Chain Management ini memainkan peran penting dalam mengoptimalkan proses barang-barang penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman terhadap waktu, seperti produk makanan dan kargo, untuk dipastikan kargo sampai dengan obat-obatan, dengan lebih cepat dan aman. Indonesia. Dengan Selain Hadirnya e-commerce atau penjualan tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. Supply Chain pertambahan muatan kargo udara. Penjualan online memungkinkan pengiriman barang ke pelanggan dalam industri kargo udara. Selain seluruh Indonesia, termasuk daerah yang sulit itu, implementasi teknologi dan sistem dijangkau secara darat atau laut, sehingga informasi yang canggih dalam Supply Chain pengiriman melalui pesawat udara menjadi Management pilihan yang efisien. Dengan demikian, meningkatkan visibilitas dan kontrol atas maskapai penerbangan dan jasa logistik dapat seluruh rantai pasok, memberi perusahaan meningkatkan kapasitas dan layanan mereka untuk memenuhi kebutuhan pengiriman yang Dengan Management perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan efisien. Karena kemudahan bagi konsumen untuk menerima banyak keuntungan yang ditawarkan oleh air barang pesanan mereka dalam waktu yang cargo dalam hal pengiriman barang, air cargo Selain itu, peningkatan volume kargo telah menjadi sangat dikenal di Indonesia dan udara juga dapat membuka peluang bagi telah menjadi salah satu pilihan transportasi barang yang paling populer di kalangan pendapatan bagi industri terkait 283 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Bisnis yang ingin meningkat menjadi lebih Menurut Fajar NurAoaini . menyimpulkan Standard Operating Procedur menurunkan biaya, mengurangi biaya, dan adalah salah satu acuan pokok mengenai mengirimkan produk tepat waktu harus langkah atau tahapan yang berhubungan memperhatikan supply chain management. PT. Ardhya Bumi Persada (ABP) yang Menurut Gugus Wijonarko didirikan pada tahun 2017, menawarkan . Manajemen rantai pasok, juga layanan warehouse untuk keperluan domestik dikenal sebagai manajemen rantai pasok, dan internasional yang berlokasi di Bandara Halim mengelola aliran produk, informasi, dan uang pelayanan dalam penyimpanan barang atau yang melibatkan berbagai pihak dari hulu ke kargo sementara sebelum dimasukkan ke hilir, seperti pemasok, manufaktur, gudang, dalam pesawat udara, kargo disimpan dengan jaringan distribusi, dan jasa logistik. Tujuan aman dan terpercaya. Saat ini PT. ABP dari manajemen rantai pasok adalah untuk melayani penyimpanan barang sekitar 30 ton memastikan bahwa barang diproduksi dan dalam 1 hari. Warehouse merupakan salah didistribusikan dalam jumlah yang tepat, satu elemen penting dalam supply chain, dengan biaya yang rendah, dan agar pelanggan membantu memfasilitasi pergerakan barang puas dengan layanan yang ada. Berdasarkan melalui transportasi udara dan memastikan data laporan Irregularity Left Behind Kargo pengiriman yang efisien dan tepat waktu. Dan Pos Di warehouse PT. ABP pada tahun Perdanakusuma. Penanganan barang kargo udara di PT 2024 dengan total 64 colly dapat diidentifikasi Ardhya Bumi Persada terletak di kenal sebagai kargo yang tertingal atau tidak sebagai salah satu warehouse pengiriman Halim keterbatasan kapasitas warehouse sehingga Perdanakusuma Jakarta. Regulasi yang ketat menyebabkan penanganan tidak sesuai dengan sangat mempengaruhi industri penerbangan, waktu yang di jadwalkan sehingga proses khususnya dalam penanganan kargo dan Sistem informasi di industri ini telah distandarisasi secara global dengan proses penerbangan berikutnya. Bandara Hal dan sistem pelaporan yang sama. Maka dari Supply Chain Management di warehouse itu penerapan Standard Operating Procedure PT. Ardhya Bumi Persada dimulai dari proses sangat penting. Menurunnya proses kerja Standart Operating . , . Procedure akan mempengaruhi proses kinerja . uild-u. , hingga pengiriman dari warehouse Supply Chain Management yang berakibat ke pesawat udara. kepada pelayanan pelanggan yang tidak baik. 284 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Menurut Vol. Nomor 2 Juni 2025 Syarifuddin Pandiangan Ada kalanya ditemukan juga . Penyimpanan adalah meletakkan barang di tempat yang ditetapkan untuk tujuan penyimpanan seperti penempatan kargo yang penyimpanan, atau menempatkan barang tidak sesuai tujuan, ada kalanya petugas yang dalam kondisi menunggu untuk diorder, menempatkan kargo tidak memperhatikan tujuan penerbangan dengan cermat. Akibatnya. Berdasarkan data laporan kargo dapat ditempatkan di area yang salah dan Irregularity OVCD (Overcarrie. Kargo dan kemungkinan besar akan mengganggu proses Pos di warehouse PT ABP pada tahun 2024 distribusi yang efisien. Kesalahan penempatan berjumlah 212 colly. Hal ini dikarenakan pada ini dapat menyebabkan penundaan dalam saat penempatan kargo yang tidak sesuai pengiriman dan meningkatkan risiko salah tujuan atau kehilangan kargo. menempatkan kargo tidak memperhatikan tujuan penerbangan dengan cermat. Bila warehouse seperti adanya kurangnya ketelitian Akibatnya, kargo dapat ditempatkan di dalam penyimpanan dan pengumpulan dapat area yang salah dan kemungkinan besar akan dipastikan akan mempengaruhi Supply Chain mengganggu proses distribusi yang tidak Management yaitu terjadinya perpanjangan Menurut Syarifuddin Pandiangan waktu pelayanan pesawat atau delay bahkan . Mencari barang fisik dari rak atau bisa menyebabkan pembatalan keberangkatan pallet di area penyimpanan yang disesuaikan kargo tersebut. Hal ini dapat berdampak pada dengan dokumen daftar pengambilan dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan perusahaan, serta ketidakpuasan pelanggan penanganannya untuk tujuan menyiapkan yang tidak menerima kargo tepat waktu. Penting bagi perusahaan untuk memastikan Berdasarkan data laporan Irregularity DMCA bahwa proses penyimpanan dan pengumpulan (Damag. Kargo dan Pos di warehouse PT. kargo dilakukan dengan teliti dan efisien untuk ABP dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2024 menghindari keterlambatan dan pembatalan. terdapat 63 colly kargo yang menjadi kendala Selain itu, implementasi sistem manajemen terkait dengan Standart Operating Procedure warehouse yang baik dan pelatihan karyawan Pengumpulan. Hal ini dikarenakan dalam meningkatkan efisiensi operasional. menyebabkan ukuran kargo yang rapuh ditempatkan atau ditumpuk bersama kargo yang lebih berat, akibatnya dapat mengalami 285 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 TINJAUAN PUSTAKA management adalah penggabungan sumber Supply Chain Management bisnis yang mampu mengelola aliran produk. Menurut Willem Siahaya . Supply Chain penyaluran barang, dan informasi mulai dari Management lokasi bahan baku, supplier, gudang, dan jaringan bisnis hingga proses produksi dan kompeten dalam kegiatan penyaluran barang, distribusi produk ke pelanggan atau pengguna mulai dari tempat bahan baku sampai ke Dengan dimensi antara lain waktu, konsumen atau pemakai akhir, ini mencakup kapasitas, kapabilitas, produktivitas, utilisasi. proses produksi, penyediaan barang baku. Dengan indikator Supply Chain Management distribusi, ritel, konsumen, perwarehousean waktu proses penyimpanan, waktu proses dan transportasi melalui sistem informasi untuk meningkatkan nilai pihak terkait untuk teknologi, fleksibilitas dalam penanganan Dengan integrasi yang efektif, barang, penggunaan tenaga kerja, kelancaran perusahaan dapat meningkatkan efisiensi aliran kerja, pemanfaatan ruang, pemanfaatan fasilitas kerja. Standart Operating Procedure Penyimpanan Selain itu, penggunaan teknologi Menurut Sailendra . Standart berguna - untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan seluruh rantai pasok secara kelancaran operasional perusahaan sehingga real-time, sehingga dapat meningkatkan operasional organisasi atau perusahaan dapat Menurut Syarifuddin Pandiangan Menurut . Penyimpanan adalah menempatkan Gugus Wijonarko . Supply chain barang dalam kondisi tunggu untuk dipesan management adalah pendekatan terintegrasi atau dipersiapkan untuk digunakan atau untuk mengelola aliran produk, informasi, didistribusikan selama proses penyimpanan. dan uang yang melibatkan pihak-pihak dari Standart Operating Procedure penyimpanan hulu ke hilir, seperti supplier, manufaktur, adalah suatu pedoman atau acuan yang gudang, jaringan distribusi, dan jasa logistik. Tujuannya penyimpanan yang ditetapkan peruntukannya produksi dan distribusi barang dalam jumlah dalam menempatkan barang dalam kondisi yang tepat, dengan biaya yang rendah, dan tunggu untuk di-order atau dipersiapkan untuk dengan layanan yang memuaskan konsumen. di proses distribusinya. Dengan dimensi Berdasarkan pengertian para ahli diatas dapat efektif, konsisten, standar, sistematis. Dengan indikator penggunaan ruang yang efisien. Operating Procedure adalah pedoman yang Supply 286 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 yang terstruktur, pengumpulan berdasarkan peggunaan ruang yang konsisten, ketepatan METODE PENELITIAN penyimpanan, akurasi invetaris, struktur Tempat dan Waktu Penelitian penyimpanan, tata letak warehouse, prosedur Tempat penelitian ini dilakukan di warehouse PT. Ardhya Bumi Persada Bandara Standart Operating Pengumpulan Procedure Kusuma Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibu Menurut Fajar NurAoaini . Halim Perdanakusuma Jln. Halim Perdana Standart Operating Procedure merupakan Ausalah satu acuan pokok mengenai langkah atau tahapan yang Kota Jakarta, waktu penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2023 sampai dengan bulan Juli 2024. Populasi dan Sampel berhubungan dengan aktivitas kerja dalam sebuah perusahaanAy. Menurut Syarifuddin Pandiangan . pengumpulan adalah Auaktifitas mencari barang fisik dari rak atau pallet penyimpanan yang disesuaikan dengan dokumen daftar pengambilan dalam kondisi yang sesuai persyaratan penanganannya untuk tujuan persiapan pengiriman barangAy. Berdasarkan pengeritian para ahli di atas Standart Operating Procedure pengumpulan adalah Populasi target penelitian ini adalah Cargo Handling Officer (CHO) di warehouse PT. Ardhya Bumi Persada sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah menggunakan total sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi karena jumlah populasi kurang dari 100 (Sugiyono, 2. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 45 orang. suatu pedoman atau acuan yang mengatur Tabel 1. Uji Linieritas Variabel Y atas Variabel X1 tahapan kegiatan operasional pengumpulan persayaratan penanganannya untuk tujuan ANOVA Table Sum of Dengan Squares dimensi efektif, konsisten, standart, dan Dengan indikator ketersediaan dan penggunaan peralatan, pengumpulan sesuai dengan label handling, pengaturan Mean Square Sig. ,003 (Combine. 1970,417 85,670 3,455 Between Linearity 1505,018 1505,018 60,688 ,000 Groups Deviation from 465,399 21,154 ,853 Within Groups 520,783 24,799 Total 2491,200 Linearity ruang, pemberdayaan tenaga kerja, pedoman pengumpulan yang tertulis, penataan kargo dalam kondisi yang aman, proses penyusunan 287 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma ,643 JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Tabel 2. Uji Linieritas Variabel Y atas Variabel X2 ANOVA Table Sum of Squares 85,443 2,621 1504,460 1504,460 46,153 ,000 Groups Deviation from 204,407 10,758 ,330 Within Groups 782,333 32,597 Total 2491,200 Linearity nilai Deviation from Linearity Y Ae X1 tingkat signifikansi adalah 0,643 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Supply ,992 Standart Operating Procedure Penyimpanan Anov. pada tabel diatas menunjukkan bahwa ,013 1708,867 Linearity Berdasarkan hasil uji linieritas . ji Management Sig. (Combine. HASIL DAN PEMBAHASAN Between Mean Square Chain dan Y Ae X2 tingkat signifikansi adalah 0,992 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel Supply Chain Management dan variabel Penerapan Standart Operating Procedure Pengumpulan. Analisis Regresi Linier Berganda Penerapan Tabel 3. Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Model Error (Constant 19,501 7,586 ,354 ,168 ,403 ,192 Dependent Variable: Y Standardi Coefficien Beta ,413 ,412 2,571 Sig. ,014 2,105 2,099 ,041 ,042 Persamaan untuk regresi: konstan atau 0, maka Supply Chain Y=19,501 0,354X1 0,403X2 Management (Y) nilainya 19,501. Deskripsi persamaan regrresi linier berganda Konstanta Koefisien regresi Penerapan Standart Operating 19,501 Penyimpanan bernilai positif, artinya terjadi hubungan Operating positif dan searah sebesar 0,354, jika (X. variabel Penerapan Standart Operating Penerapan Pengumpulan (X. nilainya Procedure Penyimpanan (X. mengalami Penerapan Standart Procedure Penyimpanan Procedure 288 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 kenaikan satu satuan, maka Supply Chain Operating Procedure Pengumpulan turun Management (Y) sebaliknya, jika Penerapan Standart Management Operating penurunan sebesar 0,403, dengan asumsi Penyimpanan turun satu satuan, maka Supply Chain Standart mengalami kenaikan sebesar 0,354, dan Procedure Penerapan Supply Chain variabel bebas lainnya konstan. Management juga akan mengalami penurunan sebesar 0,354, dengan asumsi Kriteriaa yang digunakan dalam pengujian ini variabel bebas lainnya konstan. Koefisien regresi Penerapan Standart Operating Procedure Pengumpulan bernilai positif, artinya terjadi hubungan positif dan searah sebesar 0,403, jika variabel Penerapan Standart Operating Procedure Pengumpulan Uji Multikolineritas (X. mengalami kenaikan satu satuan, maka adalah jika nilai VIF di sekitar satu . atau memiliki tolerance mendekati satu . maka Kebalikannya jika koefisien korelasi variabel bebas kurang dari 0,5 tidak terdapat massalah Berikut multikolineritas terlampir dibawah ini: Supply Chain Management (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,403, dan Tabel 4. Uji Multikolineritas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Beta Error (Constan. 19,501 7,586 2,571 ,354 ,168 ,413 2,105 ,403 ,192 ,412 2,099 Dependent Variable: Y Sig. ,014 ,041 ,042 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,221 ,221 4,522 4,522 Dari output diatas menunjukkan, jika Uji Heteroskedastisitas nilai VIF untuk variabel Penerapan Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah Standart Procedure terjadi ketidak konsistenan dalam variasi Penyimpanan dan Pengumpulan 4,522 residual dari satu pengamatan ke pengamatan <10 dan nilai Tolerance value 0,221 > Harus memastikan bahwa tidak ada 0,10, maka disimpulkan bahwa, model gejala heterokesastisitas dengan keputusan menggunakan uji glejser yaitu jika nilai Operating signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas, dan jika nilai 289 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka terjadi Berikut heteroskedastisitas terlampir dibawah ini: Tabel 5. Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1,512 4,289 ,352 Sig. ,726 ,095 ,109 1,632 -1,185 ,110 ,243 Model (Constant ,155 -,129 Dependent Variable: ABS_RES ,518 -,376 Dari tabel hasil output tersebut, menunjukkan nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga SOP dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala Penyimpanan sebesar 0,110. Penerapan SOP heterosledastisitas pada model persamaan Pengumpulan sebesar 0,243, dimana seluruh Penerapan Tabel 6. Uji Parsial . -tes. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 19,501 7,586 Model (Constan. Dependent Variable: Y ,354 ,403 ,168 ,192 ,413 ,412 2,571 Sig. ,014 2,105 2,099 ,041 ,042 Uji Hipotesis Parsial (Uji . 0,041<0,05. Maka dapat disimpulkan Berdasarkan tabel diatas, dengan nilai bahwa H0 di tolak dan Ha diterima. signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan . = Artinya Standart Operating Procedure n-2, yaitu 45-2 = 43, maka diperoleh t-tabel Penyimpanan secara parsial berpengaruh 1,671. Menunjukkan bahwa : positif dan signifikan terhadap Supply Pengujian H1 : Pengaruh variabel Chain Management PT Ardhya Bumi Penerapan Standart Operating Persada. Procedure Penyimpanan. Nilai uji-t Pengujian untuk Penerapan Standart Operating Standart Procedure Penyimpanan (X. terhadap Pengumpulan (X. terhadap Supply Chain Supply (Y) Management (Y) menunjukkan nilai t- menunjukkan nilai t-hitung 2,105 > hitung sebesar 2,099 > 1,671 dan nilai 1,671 dan nilai signifikansi sebesar signifikansi sebesar 0,042 < 0,05. Maka Chain Management Pengaruh Operating Procedure 290 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan terhadap Supply Chain Management di Ha diterima. Artinya Standart Operating PT Ardhya Bumi Persada Procedure Pengumpulan secara parsial Tabel 7. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) ANOVAa Sum of Squares 1598,642 Model Regression Mean Square 799,321 21,251 Residual 892,558 Total 2491,200 37,613 Sig. ,000b Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Dari 0,000<0,05. Kesimpulannya adalah variabel bebas secara bersama-sama signifikansi ( ) = 5% dan derajat kebebasan . = n-2, yaitu 45-2 = 43, maka diperoleh f- terikat, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. tabel 2,822. Menunjukkan bahwa nilai fhitung 37,613>f-tabel 2,822 Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square ,801a ,642 Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Berdasarkan koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,642 atau . ,2%). Hal ini menunjukkan Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,625 4,610 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Standart Operating Procedure Penyimpanan terhadap Supply Chain Management PT. ABP bahwa kemampuan variabel independen Penerapan Standart Operating Procedure Penyimpanan Pengumpulan mempengaruhi Supply Chain Management 64,2%, 35,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian bahwa implementasi SOP Penyimpanan (X. dapat meningkatkan Supply Chain Management kargo dan pos secara signifikan, hal tersebut dapat dikatakan Penerapan SOP dengan tingkat signifikansi 0,041 yang lebih rendah dari 0,05, disimpulkan bahwa penerapan SOP Penyimpanan (X. 291 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 memiliki dampak positif dan signifikan pada yang ditetapkan memiliki dampak positif yang Supply Chain Management kargo dan pos di mempengaruhi Supply Chain Management PT. Arhdya Bumi Persada. SOP Penyimpanan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,041 dimana lebih kecil dari tingkat efisiensi operasional dengan signifikan yaitu sebesar 0,05, hipotesa yang bahwa barang disimpan dengan cara yang diterima adalah Ha1 dan yang ditolak adalah terorganisir dan sistematis, yang memudahkan Ho1, sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengambilan kargo sehingga Supply variabel penerapan SOP penyimpanan (X. Chain Management di warehouse dapat memiliki pengaruh positif dan signifikan berjalan dengan baik. terhadap Supply Chain Management kargo Penerapan SOP Penyimpanan penting karena Pengaruh Standart Operating Procedure Pengumpulan terhadap Supply Chain Management PT. ABP merupakan suatu rangkaian kegiatan yang Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dilakukan untuk menangani kargo dan pos, kedua, dapat disimpulkan bahwa implementasi warehouse wajib menangani kargo dan pos SOP Pengumpulan (X. memiliki pengaruh sesuai dengan SOP penyimpanan kargo dan positif dan signifikan pada Supply Chain dan pos di PT. Arhdya Bumi Persada. Management kargo dan pos, yang menegaskan pentingnya SOP Penyimpanan mempunyai pengambilan barang dapat dilakukan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,042 dimana lebih lebih cepat dan efisien. kecil dari tingkat signifikansi yaitu sebesar Dengan 0,05, maka hipotesa yang diterima adalah Ha1 dengan penelitian yang telah dilakukan dan yang ditolak adalah Ho1, sehingga dapat (Korosh Emamisaleh, disimpulkan bahwa variabel penerapan SOP Kamaleddin Rahmani Soleyman pengumpulan (X. memiliki pengaruh positif Secara Hasilnya Iranzadeh, 2. yang menjelaskan hasil penelitiannya terdapat keterkaitan antara Management kargo dan pos di PT. Arhdya Bumi Persada. Penerapan SOP Pengumpulan Supply Chain Management kargo dan pos. penting karena merupakan suatu rangkaian Dengan kegiatan yang dilakukan untuk menangani empiris, penelitian ini menunjukkan bahwa kargo dan pos, warehouse wajib menangani secara parsial penerapan SOP penyimpanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Supply Chain Management kargo dan pos di penerapan SOP pengumpulan yang baik dapat warehouse PT. Ardhya Bumi Persada. mengurangi risiko kesalahan atau kerusakan Dengan menerapkan SOP SOP Supply Chain SOP Dengan Penelitian ini menunjukkan bahwa 292 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 secara parsial penerapan SOP pengumpulan keseluruhan dari Supply Chain Management di mempunyai bengaruh positif dan signifikan warehouse, dan memungkinkan operasional terhadap Supply Chain Management kargo yang lebih lancar dan efisien dan pos di warehouse PT. Ardhya Bumi Persada. Dengan SOP pengumpulan, kargo dapat di build-up dengan aman sesuai dengan label handling untuk mengurangi risiko kerusakan pada kargo sehingga Supply Chain Management pada warehouse dapat berjalan dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah penerapan SOP penyimpanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Supply Chain Management Cargo di PT. Ardhya Bumi Persada. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur penyimpanan yang diterapkan dengan baik mampu meningkatkan efektivitas Pengaruh Standart Operating Procedure Penyimpanan dan Pengumpulan terhadap Supply Chain Management PT. ABP dan efisiensi pengelolaan rantai pasok kargo. Dari hasil uji hipotesis simultan pada juga terbukti secara parsial memiliki pengaruh tabel 7, uji ANOVA diketahui penerapan positif dan signifikan terhadap Supply Chain SOP penyimpanan dan Management. Selain itu, penerapan SOP pengumpulan memiliki tingkat signifikansi 0,000 dimana pentingnya ketepatan dan ketertiban dalam lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. proses pengumpulan kargo. Secara simultan. Maka hipotesa Ha3 diterima dan Ho3 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengumpulan berpengaruh signifikan terhadap SOP Supply Chain Management kargo, yang berarti bahwa kedua aspek tersebut secara bersama- Supply Chain sama memberikan kontribusi yang kuat dalam Management kargo PT Ardhaya Bumi mendukung kelancaran dan keandalan sistem Persada distribusi kargo di perusahaan. 64,2%. Dengan SOP demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa SOP pengumpulan secara bersamaan memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan Supply Chain Management kargo dan pos PT. Arhdya Bumi Persada, baik secara teoritis maupun empiris. Dengan penerapan SOP penyimpanan dan pengumpulan yang DAFTAR PUSTAKA