Volume 1 | Issue 2 | Agustus 2021 . vailable at http://jurnal. org/index. php/EL Upaya Guru Pai Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif Hadi Saputra Panggabean. Nida Ul Hasanah *. Saffana Ulfia. Sri Devi Hardiyanti. Putri Widia Astuti. Septianingsih dan Elsya Fitri Universitas Pembangunan Panca Budi. Indonesia ABSTRACT In learning students often experience boredom, teachers must be able to create an effective learning atmosphere for students with various methods. Schools as places of learning must also be able to create a good atmosphere especially in the classroom. However, sometimes in teaching and learning activities in schools, there are often problems related to learning experienced by these students. The problem is influenced by internal factors . hich come from within the students themselve. and also external factors . hich come from outsid. One of the internal factors is the boredom experienced by students while studying. A teacher who can create an effective learning atmosphere for students in order to achieve learning. The essence of effective learning is a teaching and learning process that is not only focused on the results achieved by students, but how an effective learning process is able to provide good understanding, intelligence, perseverance, and provide behavior and apply it in their lives. ARTICLE HISTORY Submitted 12 July 2021 Revised 12 Agustus 2021 Accepted 31 Agustus 2021 KEYWORDS Learning. Problems. Methods. Effective. PENDAHULUAN Pembelajaran efektif merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa atau peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Mengajar dapat membantu siswa memperoleh ide, informasi, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar (Ngalim Purwanto, 1996: . Menciptakan suasana pembelajaran yang efektif untuk siswa merupakan salah satu agar siswa tidak merasa kebosanan saat belajar. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana upaya guru menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan (Ngalim Purwanto, 1996: . Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha, suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya (Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, 2007: . Belajar dalam pengertian yang lain yaitu suatu upaya untuk menguasai sesuatu yang baru. Konsep ini mengandung dua hal: usaha untuk menguasai. Hal ini bermakna menguasai sesuatu dalam belajar, kedua. sesuatu yang baru dalam hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar (Prayitno, 2009: . Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi . iswa dan gur. , material . uku, papan tulis, kapur dan alat belaja. , fasilitas . uang kela. , dan proses yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik, 2002: . Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa (E. Mulyasa, 2003: . HOW TO CITE (APA 6th Editio. Hadi Saputra Panggabean*. Nida Ul Hasanah. Saffana Ulfia. Sri Devi Hardiyanti. Putri Widia Astuti. Septianingsih dan Elsya Fitri. UPAYA GURU PAI MENCIPTAKAN SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF. Journal Education & Learning. Volume 1 . , page. *nidahasanah325@gmail. com : | DOI: A 2021 The Author. Published by Medan Resource Center This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Common Attribution License . ttp://creativecommons. org/license/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. UPAYA GURU PAI MENCIPTAKAN SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF | 7 Berdasarkan pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa, pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka (Esti Wuryani Djiwandono, 2002: Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. Pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru (Slameto, 1995: 75-. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu penelitian yang didasarkan atas penelusuran literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah-masalah yang akan dibahas. Data dalam penelitian pustaka ini diperoleh melalui penggalian dan penelusuran terhadap buku-buku, artikel, majalah, jurnal, akses internet dan catatan penting lainnya yang berkaitan dengan dan dapat mendukung pemecahan masalah dalam penelitian ini. Sedangkan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif analitis yakni penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menafsirkan, kemudian mengadakan analisis dan interpretasi (John W. Creswell, 2. PEMBAHASAN Pembelajaran PAI Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan sebutan yang diberikan kepada salah satu subyek pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa muslim dan menjelaskannya pada tingkat tertentu. Menurut Ahmad Tafsir. Pendidikan Agama Islam (PAI) berarti bidang studi Agama Islam. Pendidikan Agama Islam (PAI) ialah usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagaman subyek peserta didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Selain itu PAI bukanlah sekedar proses usaha mentransfer ilmu pengetahuan atau norma agama melainkan juga berusaha mewujudkan perwujudan jasmani dan rohani dalam peserta didik agar kelak menjadi generasi yang memiliki watak, budi pekerti, dan kepribadian yang luhur serta kepribadian muslim yang utuh. Jadi pembelajaran PAI adalah suatu proses yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam belajar agama Islam. Pembelajaran ini akan lebih membantu dalam memaksimalkan kecerdasan peserta didik yang dimiliki, menikmati kehidupan, serta kemampuan untuk berinteraksi secara fisik dan sosial terhadap lingkungan. Sebagai salah satu mata pelajaran yang mengandung muatan ajaran Islam dan tatanan nilai kehidupan Islami, pembelajaran PAI perlu diupayakan melalui perencanaan yang baik agar dapat mempengaruhi pilihan, putusan dan pengembangan kehidupan peserta didik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran PAI yaitu: . PAI sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai, . Peserta didik disiapkan untuk mencapai tujuan, dalam arti dibimbing, diajari atau dilatih dalam meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam. Pendidik melakukan kegiatan bimbingan dan latihan secara sadar terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam, . Kegiatan . PAI diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam peserta didik. Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI Pembelajaran terkait dengan bagaimana membelajarkan peserta didik atau bagaimana membuat peserta didik dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa yang teraktualisasi dalam kurikulum sebagai kebutuhannya. Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran. Komponen tersebut adalah: 8 | Hadi Saputra Panggabean,dkk Kondisi pembelajaran pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran. Komponen tersebut adalah: Kondisi pembelajaran adalah semua faktor yang mempengaruhi penggunaan metode pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran. Faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran: . Tujuan Pembelajaran, pada hakikatnya mengacu pada hasil pembelajaran yang diharapkan. Tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dahulu sehingga upaya pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan. Tujuan umum pembelajaran mengacu pada hasil keseluruhan isi bidang studi yang diharapkan. Sedangkan tujuan khususnya mengacu pada konstruk tertentu . isalnya fakta, konsep, prosedu. dari suatu bidang studi PAI berupa konsep, dalil, kaidah dan keimanan yang menjadi landasan dalam mendeskripsikan strategi pembelajaran. , . Karakteristik bidang studi atau bahan Bahan pengajaran merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar yang menentukan keberhasilan dan berkaitan dengan ketercapaian pengajaran. Dalam suatu pembelajaran bahan bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Karena itu, penentuan bahan pembelajaran harus didasarkan pada pencapaian tujuan baik dari segi isi, tingkat kesulitan maupun organisasinya sehingga mampu mengantarkan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. , . Karakteristik peserta didik. Proses dan hasil perkembangan pendidikan peserta didik dipengaruhi oleh karakteristik sebagai individu. Karakteristik peserta didik merupakan aspek kualitas perseorangan, dapat juga dikatakan keseluruhan kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Karakteristik kemampuan awal peserta didik dapat dijadikan dasar dalam pemilihan strategi pembelajaran. Kemampuan awal sangat penting dalam meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, sehingga akan memudahkan proses internal yang berlangsung dalam diri peserta didik. , . Kendala pembelajaran Kendala pembelajaran merupakan keterbatasan sumber belajar yang ada, keterbatasan alokasi waktu, dan keterbatasan dana yang tersedia. Kendala ini akan mempengaruhi pemilihan strategi penyampaian dan penghambat dari tujuan yang telah ditetapkan. Metode pembelajaran dan Hasil pembelajaran Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan dalam penyampaian materi pada saat pembelajaran. Dalam Kitab Ruuhu At-Tarbiyah Wat TaAolim dinyatakan bahwa metode adalah: AuPerantara yang mengikutinya untuk memahamkan seorang murid terhadap pelajaran yang dipelajari dalam segala materiAy Hasil pembelajaran PAI adalah semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Dengan metode yang digunakan dalam setiap pembelajaran diharapkan dapat membawa keberhasilan. Hasil pembelajaran akan dievaluasi untuk memberikan informasi mengenai tingkat pencapaian keberhasilan belajar Indikator dari keberhasilan pembelajaran dapat dilihat pada keefektifan, efisiensi pembelajaran dan daya tarik siswa untuk berkeinginan terus belajar. Prinsip Dalam Mengajar Belajar sebagian besar tergantung pada konteks belajar itu sendiri. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif, justru karena tujuan itu sendiri. Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi, sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok, diskusi dan Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaikbaiknya. Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks, fokalisasi, sosialisasi, dan individualisasi. Namun demikian, guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Upaya atau Langkah Yang Dapat Dterapkan Dalam Pembelajaran PAI Langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori kondisioning operan yang dikembangkan oleh Skinner sebagaimana yang dikutip oleh Dimyati antara lain sebagai berikut: . Mempelajari keadaan siswa. Guru mencari dan menemukan UPAYA GURU PAI MENCIPTAKAN SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF | 9 perilaku siswa yang positif atau negatif, yang mana perilaku siswa yang positif akan diperkuat sedangkan perilaku negatif diperlemah atau dikurangi. , . Membuat daftar penguat positif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman dan kegiatan luar sekolah yang dapat diajadikan penguat. Memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. , . Membuat program pembelajaran. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, waktu mempelajari dan evaluasi. Dalam melaksanakan program pembelajaran guru mencatat perilaku dan penguat yang berhasil dan tidak berhasil. Ketidak berhasilan tersebut menjadi catatan penting bagi modifikasi perilaku selanjutnya. Secara garis besar dalam penerapan langkah-langkah pembelajaran menurut teori Skinner ini ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu: pemilihan stimulus yang diskriminatif, dan penggunaan penguatan. Selain itu dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: Melibatkan Siswa secara Aktif Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain: Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen. Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab. Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru. Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek dan Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis dsb. Menarik minat dan perhatian Siswa Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati (Rosyada, 2004: . Membangkitkan Motivasi Siswa Motivasi adalah suatu proses menggiatkan perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi sehingga siswa mau belajar (John W. Santrock, 2008: . Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Guru tidak menyadari bahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik. Kemampuan individual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Disinilah sebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa (Madri M. dan Rosmawati, 2004: . Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Sebab, pembelajaran yang mengunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik, bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya (Rosyada, 2004: Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajayang kondusif, optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. 10 | Hadi Saputra Panggabean,dkk SIMPULAN Berdasarkan paparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran PAI diperlukan suatu proses yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam belajar agama Islam. Pembelajaran ini akan lebih membantu dalam memaksimalkan kecerdasan peserta didik yang dimiliki, menikmati kehidupan, serta kemampuan untuk berinteraksi secara fisik dan sosial terhadap lingkungan. Sebagai salah satu mata pelajaran yang mengandung muatan ajaran Islam dan tatanan nilai kehidupan Islami, pembelajaran PAI perlu diupayakan melalui perencanaan yang baik agar dapat mempengaruhi pilihan, putusan dan pengembangan kehidupan peserta didik. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah, seperti melibatkan siswa secara aktif, menarik minat dan perhatian siswa, membangkitkan motivasi siswa, memberikan pelayanan individu siswa, dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. UPAYA GURU PAI MENCIPTAKAN SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF | 11 REFERENSI