Vol. No. Mei 2024, hal, 21-27 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQ Al-Muttaqin Desa Mertelu. Kecamatan Gedangsari Muhammad Salman Alfarisi . SaAoad bin Salim Ganim. Nur Cholis Agus Santoso. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Imam Kaderisasi ABCD Email Koresponden : salgin328@gmail. abusaid12336@gmail. cholis@stai-ali. ABSTRAK Tujuan utama penciptaan manusia oleh Allah adalah untuk beribadah kepadaNya, seperti yang tertulis dalam Alquran. Salah satu bentuk ibadah yang penting dalam Islam adalah shalat, sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Sang Pencipta. Setiap Muslim diwajibkan melaksanakan shalat minimal lima kali sehari. Imam memiliki peran kunci sebagai pemimpin dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid, dengan syarat tertentu, termasuk kemampuan membaca Alquran. Di TPA Al-Muttaqiin, keberadaan imam menjadi krusial dalam menjaga aktivitas keagamaan, namun kurangnya pemuda yang bersedia menjadi imam menjadi tantangan. Sebagai respons, dilakukan program kaderisasi imam untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda agar mereka dapat menjadi imam yang kompeten. Pendekatan ABCD (Asset Based Community Developmen. digunakan untuk memanfaatkan potensi masyarakat dalam melaksanakan program tersebut. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan keberadaan imam di dusun tersebut dapat ditingkatkan, mengisi kekosongan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat. PENDAHULUAN Allah menciptakan manusia semata-mata hanya untuk beribadah kepadanya, tertulis jelas dalam Alquran dalam surah Az-zariyat ayat 56 yang artinya Audan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadakuAy(Surat Az-Zariyat Ayat 56, 2. Ibadah adalah sesuatu yang sangat di cintai Allah dan cakupan ibadah sangat luas, salah satunya adalah Salat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dalam Islam, karena merupakan sarana komunikasi antara hamba dengan sang penciptanya. Setiap muslim minimal melaksanakan salat sebanyak 5 kali dalam satu hari(Kosim, 2. Dan shalat merupakan amalan yang paling di cintai oleh Allah, maka penting bagi setiap muslimuntuk memmperhatikan serta mempelajari bagaimana tata cara nya agar amalan ibadah yang kita kerjakandi terima oleh Allah. Adapun urutan shalat adalah yang pertama Niat, berdiri jika mampu dan berbaring jika tidak mampu, takbirotul ihrom, membaca Alfatihah di setiap rakaatnya, rukuk. IAodital, sujud dua kali setelah IAotidal, duduk antara dua sujud, duduk akhir, membaca tasyahhud akhir, membaca sholawat kepada nabi, kemudian salam dan tartib(Lusi Sulistiana et al. , 2. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Salman Alfarisi. SaAoad bin Salim Ganim. Nur Cholis Agus Santoso Dalam melaksanakan shalat di mesjid secara berjamaah harus adanya imam dan Dalam melaksanakan shalat, imam menjadi tokoh utama yang paling bertanggung jawab dalam melaksanakan shalat secara berjamaah di mesjid. Imam merupakan pimpinan dalam shalat jamaah, baik dalam kedudukannya yang tetap maupun dalam keadaan yang sementara, sang imam berdiri paling depan dari barisan jamaah shalat. Menjadi seorang imam mesjid haruslah memiliki beberapa syarat. Pada hakikatnya syarat imam masjid sama dengan syarat untuk orang melakukan syarat menjadi imam yaitu: Muslim, berakal, berakhlak, mampu membaca AlqurAoan, menjadi imam haruslah laki-laki, mampu mengerjarkan semua rukun(Huda, 2. TPA Al-Muttaqiin, dengan sejarah yang telah mencakup banyak generasi, menghadapi tantangan dalam hal pengajar tetap. Saat ini, mereka mengandalkan pengajar yang berasal dari kalangan murid yang telah menyelesaikan tingkat iqra'. Kondisi ini menyebabkan kurangnya standar kelulusan yang tinggi bagi para pengajar di TPA Al-Muttaqiin. Menurut data yang penulis peroleh, jumlah santri dan santriwati yang aktif berpartisipasi di TPA Al-Muttaqiin mencapai 49 orang per hari ini. Penting untuk dicatat bahwa TPA ini juga menjalankan program TPO, yang secara khusus ditujukan untuk orangtua, dan telah berhasil menarik partisipasi sebanyak 15 orang murid dari kalangan ibu-ibu. Namun, sebuah tantangan muncul dalam pemilihan imam untuk kegiatan keagamaan di dusun Pemuda-pemuda di dusun ini cenderung enggan menjadi imam, terutama karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Data menunjukkan bahwa jumlah pemuda yang bersedia menjabat sebagai imam masih sangat terbatas. Sebagai respons terhadap situasi ini, penulis memutuskan untuk mengambil inisiatif selama KKN dengan merancang program kaderisasi imam. Program ini diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada pemuda-pemuda di dusun tersebut agar mereka dapat menjadi imam yang kompeten. Penulis juga telah menyusun buku panduan imam yang dapat menjadi sumber referensi bagi pemuda-pemuda yang berminat mengambil peran sebagai imam dalam kegiatan keagamaan di TPA Al-Muttaqiin. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahwa keberadaan imam di dusun tersebut dapat meningkat, mengisi kekosongan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQA METODE PENGABDIAN Konsep ABCD ini merupakan sebuah alternatif pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan asset. Asset dalam konteks ini diberikan makna potensi yang dimiliki oleh masyarakat sendiri, dengan menggunakan potensi atau kekayaan yang dimiliki masyarakat dapat digunakan sebagai senjata pamungkas untuk melakukan program pemberdayaan. Potensi tersebut dapat berupa kekayaan yang dimiliki dalam diri . ecerdasan, kepedulian, gotong royong, kebersamaan, dan lainlai. Ataupun dapat berwujud ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA). (Al-Kautsari, 2. Pendekatan ABCD memiliki lima tahapan yang digunakan dalam melaksanakan pendekatan tersebut, lima tahapan tersebut terdiri dari Inkulturasi. Discovery. Design. Define, dan yang terakhir adalah Refleksi. Tahap Inkulturasi merupakan tahap pendekatan atau usaha untuk memunculkan kepercayaan dari TPA terhadap mahasiswa KKN dengan melakukan pendampingan pembelajaran kepada pembina, pra pembina serta kepada santri-santri yang ada di TPA. Kemudian tahap Discovery dimana penulis mengidentifikasi aset dan potensi yang ada di pembina, pra pembina, serta santri TPA terutama ketika menjadi imam shalat, data tersebut di dapat dengan bertanya kepada pembimbing TPA serta kepada pembina yang ada di TPA. Setelah ditemukan aset dan potensi yang dimiliki oleh pembina, pra pembina, dan santri maka penulis membuat program serta membuat buku panduan imam shalat. Kemudian masuk kedalam tahap Define yaitu program kerja yang telah disusun dilaksanakan atau direalisasikan. Pada fase akhir, dilakukan langkah refleksi guna mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program dan dampak Hal ini melibatkan pemantauan aktif serta penyusunan laporan oleh kelompok terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Dimulai dari tahap Inkulturasi dengan pendekatakan terhadap pembina, pra pembina, dan santri TPA Al-Muttaqiin, dengan cara mengajar mereka dimulai dari perkenalan hingga sudah mulai berbaur dengan mahasiswa KKN. Sehingga penulis dapat mencari data seputar imam shalat yang ada di TPA Al-Muttaqiin. Pada tahap ini penulis serta mahasiswa mengenali karakter setiap yang ada di TPA Al-Muttaqiin baik dari pembina, pra pembina, dan santri nya. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Salman Alfarisi. SaAoad bin Salim Ganim. Nur Cholis Agus Santoso Gambar 1. Proses Inkulturasi Lalu pada tahap yang kedua Discovery, penulis menggali data dengan cara interview dan memperhatikan keseharian yang ada di masjid AL-Muttaqiin. Maka didapatkan data setelah mengumpulkan data serta interview bersama beberapa narasumber. Potensi yang ada di TPA AlMuttaqiin untuk imam sendiri ada namun kurang dikembangkan karena kurangnya keberanian serta kurangnya kelancaran yang ada dalam membaca Al-QurAoan. Gambar 2. Proses Inkulturasi Tahap ketiga yaitu tahap Design, mengidentifikasi aset dan potensi yang ada dalam pembina, pra pembina, dan santri terkait imam. Penulis membuat program yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pembina, pra pembina, dan santri yaitu dengan membuat jadwal pembelajaran terkait imam Bahkan penulis membuat buku panduan Imam yang diperuntukkan bagi pemuda TPA AlMuttaqiin. Peserta yang mengikuti program pelatihan imam sebanyak 4 pemuda. Pelatihan imam ini Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQA dirancang dengan sedemikian rupa, dan dalam program tersebut terdapat materi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan yaitu bagaimana menjadi imam, adab-adab menjadi imam, dan siapa saja yang boleh menjadi imam. Didalamnya program tersebut terdapat materi yang akan disampaikan serta akan ada praktik untuk menjadi imam. Pada tahap keempat yaitu tahap, yaitu Define atau pelaksanaan, disini penulis mengatur jadwal dengan dua kali pertemuan yang pertama dilaksanakan pada hari minggu tanggal 21 Januari 2024 dimulai dari jam 15. 30 sampai dengan 17. pada pertemuan pertama ini penulis menyampaikan materi yang dibutuhkan oleh 4 pemuda yang siap untuk di latih menjadi imam. Gambar 3. Proses Penyampaian Materi Disini penulis menyampaiakan materi selama 1 jam 30 menit dan materi tersebut dapat Setelah selesai menyampaikan materi yang dimulai dari pengantar kemudian pendahuluan, kemudian menyampaikan bab 1 yaitu tentang orang yang layak menjadi imam serta adab-adab yang berkaitan dengannya. Kemudian memasuki sub bab 1, 2, 3, dan 4 dengan susunan orang yang berhak menjadi imam, kemudian adab-adab menjadi imam, kemudian syarat-syarat menjadi imam, kemudian urutan yang berhak menjadi imam. Dan pertemuan kedua pada hari kamis tanggal 25 januari 2024. Pada tahap kelima yaitu tahap Refleksi, yang merupakan tahap terakhir. Penulis mengumpulkan pemuda dan pemudi untuk mempraktikkan dalam menjadi imam shalat, dan yang menjadi imam shalat adalah salah satu dari 4 pemuda. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Salman Alfarisi. SaAoad bin Salim Ganim. Nur Cholis Agus Santoso Gambar 4. Proses Praktik Latihan Imam Shalat KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Ibadah merupakan tujuan utama penciptaan manusia oleh Allah, sebagaimana yang dinyatakan dalam Alquran. Shalat menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat esensial dalam Islam karena berfungsi sebagai media langsung untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Setiap individu Muslim diwajibkan untuk menjalankan shalat minimal lima kali sehari. Peran seorang imam dalam shalat sangatlah vital sebagai pemimpin dalam mengatur dan melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Namun, menjadi imam menuntut pemenuhan syarat-syarat khusus, termasuk keahlian dalam membaca Alquran. Di TPA Al-Muttaqiin, keberadaan imam menjadi krusial dalam memelihara kegiatan Namun, kekurangan pemuda yang bersedia menjadi imam menjadi hambatan dalam kelancaran kegiatan keagamaan di dusun tersebut. Sebagai langkah tanggapannya, program kaderisasi imam diterapkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda agar mereka mampu menjadi imam yang berkualitas. Pendekatan ABCD (Asset Based Community Developmen. dipilih untuk memanfaatkan potensi yang ada dalam masyarakat guna melaksanakan program tersebut. Dengan upaya-upaya ini, diharapkan kehadiran imam di dusun tersebut dapat ditingkatkan, mengisi kekosongan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat. Dengan diadakannya latihan ini bisa menjadi api semangat bagi pemuda yang ada di desa tersebut. diajarkan kepada para pengajar di TPA Al Ikhlas Plumbungan yang notabene masih dalam tingkat dasar dan menengah. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Imam Shalat Bagi Pembina TPQA DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES