Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PARENTING CLASS: STUDI NARATIF PELIBATAN ORANGTUA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KOTA BANJARMASIN Rizki Nugerahani Ilise1. Aspiya Azizah2 STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin1. Indonesia Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin2. Indonesia e-mail : rizkinugerahani@gmail. com, 4zizapiy4@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua mengenai manfaat, kendala, dan harapan terhadap program Parenting Class dalam pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin. Parenting Class adalah program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola asuh, perkembangan anak, serta strategi mendidik yang efektif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi naratif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan orang tua yang berpartisipasi dalam program Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parenting Class memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan pengetahuan orang tua tentang pola asuh yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta membantu mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Program ini juga meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti keterbatasan waktu orang tua yang bekerja, kesulitan menghadiri sesi yang dijadwalkan, serta metode penyampaian materi yang kurang fleksibel. Beberapa orang tua berharap adanya opsi kelas daring atau rekaman sesi untuk memudahkan partisipasi. Kata Kunci : Parenting Class. Orang Tua. Pendidikan Anak Usia Dini ABSTRACT This study aims to explore parents' perceptions regarding the benefits, constraints, and expectations of the Parenting Class program in early childhood education in Banjarmasin City. Parenting Class is an educational program designed to improve parents' understanding of parenting patterns, child development, and effective educational strategies. This study uses a qualitative approach with a narrative study method, collecting data through in-depth interviews with parents who participated in the program. The results showed that Parenting Class provides many benefits, such as increasing parents' knowledge of parenting patterns that are appropriate to the child's developmental stage, and helping to strengthen the relationship between parents and children. This program also increases parental involvement in children's education at school. However, several constraints were found, such as limited time for working parents, difficulty attending scheduled sessions, and less flexible delivery methods. Some parents hoped for the option of online classes or recorded sessions to facilitate their participation. Keywords: Parenting Class. Parents. Early Childhood Education PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini (PAUD) perkembangan individu yang holistik. Periode usia tersebut dianggap sebagai masa emas . olden ag. dalam perkembangan anak, dimana stimulasi yang diberikan pada tahap ini akan memengaruhi perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan moral anak di masa Menurut Bronfenbrenner . dalam teori ekologi perkembangan, interaksi antara anak dan lingkungan mikrosistem, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat, perkembangan anak. Dalam konteks ini, peran orang tua sebagai bagian dari lingkungan mikrosistem menjadi sangat krusial. Namun, tantangan dalam pengasuhan anak semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang cepat. Banyak orang tua yang merasa kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengasuh anak sesuai dengan prinsipprinsip perkembangan yang sehat. Hal ini mendorong munculnya kebutuhan akan program-program yang dapat mendukung orang tua dalam memahami dan menjalankan perannya secara efektif. Salah satu program yang relevan dan signifikan dalam konteks ini adalah parenting class. Parenting class adalah sebuah program pendidikan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan kepada orang tua dalam mengasuh anak. Program ini sering kali mencakup berbagai perkembangan anak, teknik komunikasi efektif dengan anak, pengelolaan emosi, serta strategi disiplin yang positif. Keterlibatan orang tua meningkatkan kualitas pengasuhan, terutama pada masa usia dini ketika perkembangan anak sangat bergantung pada interaksi yang diberikan oleh orang tua. Program ini bertujuan https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 220 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 untuk mempererat hubungan antara guru, orang tua, dan anak, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan holistik, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, selain itu menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan anak berlangsung di tiga lingkungan atau yang lebih dikenal dengan Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan Konsep pentingnya integrasi antara ketiga lingkungan tersebut dalam pendidikan. Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini, menurut Bronfenbrenner dalam teorinya tentang ekologi perkembangan manusia menekankan bahwa lingkungan mikro, termasuk keluarga, memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan Orang tua, sebagai figur utama dalam keluarga, memiliki peran sentral dalam memberikan stimulasi awal yang mendukung perkembangan sosial-emosional, kognitif, dan moral anak. Menurut Teori belajar sosial Albert Bandura . manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2. Pada perkembangan anak, ia belajar melalui observasi dan peniruan. Orang tua menjadi model yang paling dekat bagi anakanak. Perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang ditunjukkan orang tua akan dengan mudah ditiru oleh anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik dalam segala hal. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, keterlibatan orang tua tidak hanya terbatas pada memberikan dukungan di rumah tetapi juga berkontribusi langsung dalam kegiatan belajar di sekolah. Salah satu bentuk kemitraan antara satuan PAUD dan orang tua adalah kelas orang tua, yang lebih dikenal sebagai "kelas orang Tujuan dari kelas orang tua adalah untuk perspektif, dan keterampilan untuk memastikan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak di rumah selaras dengan yang diterima di satuan PAUD, maupun sebaliknya. Keberhasilan kemitraan antara satuan PAUD dan orang tua akan semakin bermakna karena adanya interaksi dua arah dan pertukaran informasi. Kegiatan parenting yang dilaksanakan oleh Satuan PAUD merupakan salah satu program dari pemerintah yaitu menyediakan layanan Pendidikan berkualitas. Satuan PAUD serta pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kewenangan untuk penyelenggaraan layanan PAUD, sebagaimana dicantumkan di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 12, perlu mewujudkan hal tersebut. Menurut (Rinta et al. program parenting merupakan suatu bentuk kegiatan pendidikan non formal yang dilakukan untuk menyelenggarakan kegiatankegiatan pengasuhan dan pendidikan anak antara di PAUD dan di rumah. Kegiatan Parenting memberikan pengetahuan untuk orang tua agar berkesesuaian ketika pendidikan yang diperoleh anak dirumah sesuai dengan pendidikan yang diperoleh di Pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak usia dini memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak secara keseluruhan. Pada tahap usia dini, anak berada dalam periode emas perkembangan, di mana kemampuan kognitif, emosional, sosial, dan motorik mereka berkembang dengan pesat. Anak yang berada di fase keemasannya memerlukan dukungan atau pola asuh dalam pemberian stimulasi agar perkembangan dan pertumbuhan mereka berkembang sesuai dengan tahapan usianya (Ilise et al. , 2. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal (Achmad Marzuki & Setyawan, 2. Orang tua yang terlibat secara aktif dalam pendidikan anak dapat membantu menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan akademis dan pribadi anak di masa depan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya keterlibatan orang tua berperan penting terhadap Pendidikan anaknya melalui program parenting. Adapun program parenting yang dilaksanakan sebagai memberikan informasi pengetahuan orang tua agar pendidikan yang diperoleh anak dirumah sesuai dengan pendidikan yang diperoleh di Program penguatan PAUD berbasis keluarga adalah program dukungan yang diajukan kepada orang tua atau anggota kemampuan dalam melaksanakan fungsisosial dan pendidikan dalam mengasuh, merawat, melindungi serta mendidik anak ketika di rumah sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usia dan tahapan Kegiatan di satuan PAUD https://ejournal. id/index. php/mp | 221 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 umumnya cukup singkat, dibanding dengan durasi kebersamaan anak dengan orang tua di Menurut (Rinta et al. , 2. Parenting merupakan suatu bentuk kegiatan pendidikan dilakukan untuk menyelenggarakan kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak antara di PAUD dan di rumah. Penelitian ini mengambil tentang persepsi atau pendapat orang tua mengenai program kegiatan parenting class yang telah Persespsi adalah pengamatan seseorang tentang objek, peristiwa, atau hubungan dengan lingkungan yang diterima melalui panca indra menjadi sebuah informasi, seseorang mempunyai kemampuan untuk memfokuskan suatu objek, peristiwa atau hubungan yang dialami atau diamati. Persepsi seseorang dipengaruhi oleh 2 faktor, yang pertama yaitu faktor internal yang meliputi perasaan, sikap dan kepribadian, keinginan atau harapan, perhatian, serta proses belajar, yang kedua adalah faktor eksternal, meliputi latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan, dan hal-hal baru suatu Oleh karena itu, persepsi dari setiap orang bisa berbeda-beda, sesuai dengan apa yang diterima oleh panca indra dan faktorfaktor memengaruhinya (Zahrawanny & Fitria, 2. Orang tua perlu memahami bahwa pemberian pendidikan pada jenjang anak usia dini sangat esensial. Di sini, sekolah diharapkan untuk dapat mengupayakan sebuah penanganan yang tepat (Jerianti et al. Melalui penanganan tersebut maka tingkat kesadaran orang tua juga dapat menjadi semakin proporsional apalagi yang terkait dengan pendidikan. Agar dapat berkembang dengan optimal, anak perlu mendapat stimulasi setiap saat, tidak hanya saat ia berada di satuan PAUD. Karenanya kemitraan satuan PAUD dengan orang tua kunci terjadinya kesinambungan dalam kegiatan bermain dan nilai pendidikan yang dikenalkan di satuan PAUD dan di rumah. Hal inilah yang membuat peneliti mengambil judul besar yaitu " Parenting Class: Pelibatan Orang Tua Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Kota BanjarmasinAy kegiatan tersebut. Dengan pendekatan ini, penelitian berfokus pada pengumpulan cerita dari orang tua yang mencerminkan bagaimana mereka memaknai keterlibatan mereka dalam kegiatan parenting class. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD IT Sabilal Muhtadin dan di TK At-Tibyan Banjarmasin yang mempunyai program kelas orang tua yang dilaksanakan dalam setiap 3 bulan sekali. Selain itu orang tua juga terlibat pada kegiatan parenting, melalui kegiatan tersebut orang memperoleh berbagai pengetahuan yang dapat di implementasikan ketika anak berada dirumah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengamati berinteraksi, dan merespons materi yang disampaikan selama sesi kelas berlangsung. Selanjutnya teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini dengan masing-masing 5 orang yang telah bersedia menjadi partisipan di Satuan PAUD dengan teknik purposive sampling, adapun jenis wawancara yang dilakukan adalah semi-terstruktur, di mana peneliti telah mempersiapkan 18 pertanyaan dasar yang sesuai dengan topik penelitian yakni persepsi orang tua mengenai manfaat, kendala dalam mengikuti dan harapan terhadap program parenting class. Data dikumpulkan dengan triangulasi sumber dan metode, penggunaan triangulasi dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai pengalaman orang tua pada kegiatan parenting class dan memastikan temuan yang diperoleh lebih valid dan reliabel. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan berdasarkan teori yang Terakhir, peneliti menyusun laporan lengkap yang memuat temuan, pembahasan, kesimpulan, dan saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya. METODE Penelitian tentang parenting class ini mengunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis studi naratif yang memungkinkan peneliti untuk mengungkap cerita atau narasi yang mencerminkan persepsi, harapan, dan pengalaman orang tua dalam mengikuti HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil wawancara dengan orang tua yang mengikuti kegiatan parenting class, mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam mendidik anak setelah mengikuti kelas. Sebagian besar orang tua menyatakan bahwa mereka memperoleh wawasan baru mengenai teknik komunikasi yang efektif dengan anak, serta cara mengelola konflik keluarga yang lebih sehat. Selain itu, banyak orang tua yang merasa kelas ini memberikan ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman dengan orang tua lain, yang membuat mereka merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan Berdasarkan hasil penelitian https://ejournal. id/index. php/mp | 222 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 (Anjani & Mashudi, 2. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan sangat mempengaruhi proses belajar anak, baik di sekolah maupun di rumah. Adanya kontribusi orang tua dapat mengoptimalkan kemampuan belajar anak dan berdampak pada tahap selanjutnya. Hasil observasi menunjukkan bahwa interaksi antar peserta selama kelas berlangsung cukup aktif. Para peserta saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka, dan banyak di antaranya terlihat terbuka dalam mendiskusikan masalah pengasuhan yang mereka hadapi. Fasilitator juga terlihat sangat mendukung dan memfasilitasi diskusi dengan memungkinkan orang tua merasa nyaman untuk berbicara secara jujur. Beberapa orang tua juga menyatakan bahwa mereka merasa lebih tenang dan lebih sabar dalam mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2017 Tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan, pelibatan keluarga adalah proses dan/atau cara keluarga untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan Menurut (Banggur & Jerodon, 2. Pelibatan keluarga menekankan pada peran orang tua, atau dapat disebut keterlibatan orang tua . arental involvemen. , yang merupakan partisipasi orang tua dalam proses dan pengalaman pendidikan anak-anak Keterlibatan orang tua dapat dijalin melalui komunikasi yang nyaman dan berbagai upaya yang lakukan oleh kedua belah pihak. Sekolah perlu secara aktif menciptakan iklim yang kondusif bagi orang tua untuk terlibat dalam pendidikan karakter putra-putrinya (Apriliyanti et al. , 2. Di sisi lain, orang tua perlu memiliki kesadaran mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter anak. Bentuk keterlibatan orang tua di sekolah berbagai macam. Salah satunya adalah program yang dimiliki sekolah yaitu parenting class. Berdasarkan Hasil Penelitian (Elyana L, 2. perlu adanya keselarasan mengenai pemahaman orang tua dan kesesuaian positif terutama pola pikir pada harmonisasi materi-materi pembelajaran dan hasil akhir yang diharapkan. Penumbuhan kesadaran untuk mencapai kesesuaian positif ini salah satunya dengan memberikan edukasi khusus dan berkala kepada para orang tua dengan membentuk kelas orang tua atau yang disebut dengan parenting class. Persepsi orang tua terhadap program parenting class atau kelas orang tua dalam pendidikan anak usia dini umumnya positif, meskipun terdapat beberapa variasi dalam pandangan mereka. Banyak orang tua yang merasa bahwa kelas ini memberikan pengetahuan dan keterampilan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Mereka percaya bahwa melalui program ini, mereka dapat memahami lebih baik cara mendidik, berinteraksi, dan mendampingi anak-anak pada tahap awal perkembangan, yang dianggap krusial bagi masa depan anak. Hal ini sejalan dengan teori perkembangan anak yang dikemukakan oleh Erik Erikson, yang menekankan pentingnya dukungan emosional dan interaksi sosial yang positif pada tahap awal kehidupan untuk membentuk dasar kepercayaan diri dan kemandirian pada anak (Erikson, 1. Selain itu, banyak orang tua yang merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti kelas tersebut, karena mereka memperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai cara menghadapi tantangan dalam pengasuhan, seperti mengatur perilaku anak atau memperkuat hubungan emosional. Parenting class juga memberikan mereka kesempatan untuk menyesuaikan gaya mengingat setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal ini sejalan dengan teori gaya pengasuhan yang dikemukakan oleh Diana Baumrind, yang menyatakan bahwa gaya pengasuhan yang responsif dan perkembangan sosial dan emosional anak secara positif (Bronfenbrenner, 1. Orang tua menyadari pentingnya kegiatan parenting class melalui program pendidikan anak usia dini. Mereka menyadari bahwa proses pengasuhan di rumah tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sehari-hari, tetapi juga bagian dari pendidikan yang harus mendukung tujuan perkembangan anak secara Menurut teori Vygotsky tentang (ZPD), pengasuhan yang melibatkan interaksi dan dukungan orang tua dapat membantu anak berkembang lebih jauh dari kemampuan yang bisa dicapainya secara mandiri (Vygotsky. Namun, tidak semua orang tua memiliki pandangan yang serupa. Beberapa orang tua merasa kesulitan mengikuti parenting class karena keterbatasan waktu atau aksesibilitas. Kesibukan tanggung jawab rumah tangga seringkali membuat mereka sulit meluangkan waktu untuk mengikuti kelas ini, meskipun mereka https://ejournal. id/index. php/mp | 223 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 sadar akan manfaat yang dapat diperoleh. Selain itu, harapan orang tua terhadap hasil dari parenting class juga sangat tinggi. Mereka mengamati atau melihat perubahan positif dalam perilaku atau perkembangan anak sebagai dampak dari apa yang dipelajari dalam kelas tersebut. Secara keseluruhan, persepsi orang tua terhadap parenting class dipengaruhi oleh relevansi materi, kualitas pengajaran, dan sejauh mana program ini dapat memberikan dukungan praktis dalam pengasuhan anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden, terdapat beberapa temuan utama terkait persepsi orang tua terhadap efektivitas Parenting Class di PAUD. Secara umum, orang tua mengakui manfaat yang diperoleh dari program ini, tetapi mereka juga mengungkapkan berbagai kendala dan harapan agar Parenting Class lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. pertumbuhan dan perkembangan anak Selain menunjukkan bahwa parenting class dapat meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengelola konflik, merespons kebutuhan emosional anak, dan membangun ikatan yang lebih kuat dengan anak. Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Sanders MR et al. , 2. menunjukkan bahwa program parenting dapat mengurangi perilaku agresif anak dan meningkatkan kualitas hubungan orang tua-anak. Selain itu, penelitian oleh (Barlow J et al. , 2. mengungkapkan bahwa orang tua yang mengikuti parenting class melaporkan perasaan lebih percaya diri dalam mengasuh anak mereka, serta memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Penelitian lain oleh (OAoConnor et al. , 2. menyimpulkan bahwa partisipasi dalam parenting class dapat berkontribusi pada peningkatan keterampilan komunikasi orang tua, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pengasuhan dan perkembangan anak. Parenting class memberikan banyak manfaat bagi orang tua, terutama dalam memahami cara yang tepat untuk mengasuh anak usia dini. Kelas ini membantu orang tua belajar tentang perkembangan anak, cara menangani emosi, dan strategi mendidik anak dengan lebih efektif. Teori Bronfenbrenner menyebutkan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk interaksi orang tua, yang diperkuat melalui parenting class. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang mengikuti parenting class merasa lebih percaya diri, memiliki keterampilan lebih baik dalam mengasuh anak, dan dapat mengurangi stres, serta meningkatkan hubungan dengan anak. Menurut (Putri et al. , 2. Anak-anak yang memiliki dukungan dan bimbingan dari orang tua cenderung menunjukkan minat yang lebih tinggi dalam belajar, memiliki motivasi yang lebih besar, dan mengalami perkembangan sosial dan emosional yang lebih baik. Selain dampak positif pada perkembangan akademik dan sosial anak, keterlibatan orang tua juga memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung di PAUD. Ketika orang tua aktif terlibat, mereka menjadi model peran bagi anak-anak mereka dan menciptakan iklim yang positif di rumah dan di sekolah. Manfaat Parenting Class Bagi Orang Tua. Parenting class, atau kelas pengasuhan, memiliki banyak manfaat yang dapat membantu orang tua dalam memahami dan menerapkan pola asuh yang lebih baik, khususnya bagi anak usia dini. Di samping memberikan wawasan baru, parenting class juga berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi kecemasan orang tua tentang tantangan pengasuhan, serta memberi dukungan psikologis melalui interaksi dengan orang tua lain yang menghadapi situasi serupa. Dalam konteks perkembangan anak usia dini, parenting class sering kali membahas materi mengenai perkembangan sosial, emosional, kognitif, dan fisik anak. Orang tua dapat belajar cara mengenali tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak mereka dan bagaimana memberikan dukungan yang tepat pada setiap tahap tersebut. Misalnya, cara menangani tantrum atau perilaku agresif pada anak dapat pengelolaan emosi yang efektif. Salah satu teori yang relevan dengan manfaat parenting class adalah Teori Sistem Ekologis (Baumrind, 1. perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai sistem lingkungan, mulai dari lingkungan mikrosistem . eperti keluarga, teman, dan sekola. hingga makrosistem . eperti budaya dan kebijakan Dalam hal ini, parenting class berperan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dalam mikrosistem, khususnya interaksi antara orang tua dan anak. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan anak dan pola asuh yang sesuai, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi Kendala dalam Mengikuti Parenting Class Meskipun parenting class memberikan manfaat yang signifikan bagi orang tua, terdapat beberapa kendala yang sering Salah satunya adalah masalah waktu https://ejournal. id/index. php/mp | 224 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 dan kesibukan kerja, di mana banyak orang tua merasa kesulitan untuk menghadiri sesi parenting class karena berbenturan dengan jadwal kerja atau tanggung jawab lainnya. Selain itu, terdapat keterbatasan interaksi, di mana beberapa orang tua merasa bahwa sesi parenting class tidak cukup memberikan mendalam atau berbagi pengalaman dengan orang tua lainnya, yang seharusnya dapat memperkaya pemahaman mereka. Selain itu, metode penyampaian materi yang terlalu teoritis tanpa contoh praktis sering kali membuat orang tua kesulitan dalam dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Kendala-kendala ini sejalan dengan penelitian (Santrock, 2. yang menyebutkan bahwa faktor waktu dan lingkungan sosial dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran orang tua dalam mendidik anak. Dengan demikian, meskipun parenting class bermanfaat, penting untuk mengatasi kendala-kendala tersebut agar hasil pembelajaran dapat diterapkan secara maksimal oleh orang tua. Adapun tujuan kegiatan parenting adalah membantu orang tua untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi orang tua yang efektif dan membangun hubungan yang positif dengan anak-anak mereka (Puspita et al. kementerian agama bisa membuat program apresiasi orang tua, selain program dari Menurut (Vygotsky, mendukung pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Menurut Vygotsky, pembelajaran yang melibatkan diskusi, kolaborasi, dan berbagi pengalaman dapat memperdalam pemahaman dan keterampilan Dalam konteks Parenting Class, interaksi ini dapat membantu orang tua untuk lebih memahami dan mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, serta membangun rasa percaya diri dalam mengasuh anak mereka. Sehingga, saransaran yang diajukan oleh responden tersebut sejalan dengan teori ini, yang menekankan perkembangan pembelajaran yang lebih Harapan Orang Tua terhadap Parenting Class Responden meningkatkan efektivitas Parenting Class. Salah satunya adalah fleksibilitas dalam penyelenggaraan, seperti menyediakan opsi kelas daring atau rekaman video agar orang tua dapat mengakses materi kapan saja sesuai dengan waktu mereka. Selain itu, mereka juga menyarankan untuk menambah sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar orang tua, sehingga dapat memperkaya pemahaman mereka melalui perspektif orang tua lain. Beberapa responden juga menginginkan materi yang lebih aplikatif, seperti simulasi tentang cara menangani tantrum atau teknik komunikasi yang lebih efektif dengan anak. Terakhir, mereka berharap adanya dukungan dari sekolah, seperti menyediakan sesi konsultasi individu atau memberikan ringkasan materi bagi orang tua yang tidak bisa hadir. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hidayatulloh & Fauziyah, 2. bahwa keterlibatan orang tua juga perlu diapresiasi oleh berbagai pihak. Seperti pemerintah melalui dinas pendidikan atau KESIMPULAN Secara keseluruhan. Parenting Class memiliki potensi besar untuk membantu orang tua dalam memahami perkembangan dan Namun, efektivitasnya dapat ditingkatkan dengan penyelenggaraan yang lebih fleksibel, metode pembelajaran lebih praktis, serta keterlibatan aktif dari sekolah dan tenaga pendidik. Dengan menerapkan perbaikan ini. Parenting Class dapat menjadi program yang lebih inklusif dan berdampak positif bagi perkembangan anak. Sebagian besar orang tua merasakan bahwa Parenting Class memberikan wawasan baru mengenai pola asuh anak usia dini. Materi yang disampaikan membantu mereka memahami perkembangan anak, cara menangani emosi anak, serta strategi mendidik anak secara Hal ini sejalan dengan teori (Bronfenbrenner, 2. yang menekankan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk interaksi dengan orang tua dan sekolah. Terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti masalah waktu dan kesibukan kerja yang membuat orang tua kesulitan menghadiri sesi, keterbatasan interaksi yang mengurangi kesempatan untuk berdiskusi dan penyampaian materi yang terlalu teoritis tanpa contoh praktis. Kendala-kendala ini sejalan dengan temuan penelitian (Santrock, 2. menunjukkan bahwa faktor waktu dan lingkungan sosial memengaruhi efektivitas pembelajaran orang tua. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi kendala tersebut agar manfaat dari parenting class dapat diterapkan secara maksimal dalam pengasuhan anak. https://ejournal. id/index. php/mp | 225 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 DAFTAR PUSTAKA