Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Pengabdian Masyarakat PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RW 09. LUBANG BUAYA. CIPAYUNG. JAKARTA TIMUR IMPROVING CADRE KNOWLEDGE IN THE PREVENTION OF CORONARY HEART DISEASE IN RW 09. LUBANG BUAYA. CIPAYUNG. EAST JAKARTA Rosidawatia. Eros Siti Suryatia. Yudhia Fratidhinaa Poltekkes Kemenkes Jakarta i. Jl. Arteri JORR. Jatiwarna. Pondok Melati. Bekasi. Jawa Barat 17415. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 17 Desember 2024 Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat penyumbatan pembuluh darah koroner, yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi PJK nasional sebesar 1,5%, dengan DKI Jakarta mencapai 1,9%. Salah satu upaya mengatasi masalah ini adalah meningkatkan pengetahuan kader kesehatan melalui pengabdian masyarakat dalam rangka pencegahan primer PJK. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam upaya pencegahan PJK di RW 09. Kelurahan Lubang Buaya. Kecamatan Cipayung. Jakarta Timur, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Metode kegiatan meliputi edukasi berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan . ekanan darah, kolesterol, asam ura. , latihan senam jantung sehat, dan simulasi penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dari April hingga Oktober 2024, dengan jumlah peserta sebanyak 20 kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 45% menjadi 85%. Keberhasilan ini terlihat dari keaktifan peserta, kemampuan menjawab post-test, dan kemampuan mempraktikkan penyuluhan dalam simulasi. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi dan post-test, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan kader berdampak positif dalam mendukung pencegahan PJK di masyarakat. ABSTRACT Revisi: 27 Desember 2024 Terbit: 18 Maret 2025 Kata Kunci penyakit jantung koroner (PJK), kader kesehatan, peningkatan pengetahuan, edukasi kesehatan, simulasi penyuluhan Korespondensi Tel. ( . Email: rosida1962@yahoo. Coronary heart disease (CHD) is a heart function disorder caused by blockages in the coronary blood vessels, which is one of the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia. Data from the 2018 Basic Health Research (Riskesda. shows that the national prevalence of CHD is 1. with DKI Jakarta reaching 1. One approach to addressing this issue is enhancing the knowledge of health cadres through community service programs as part of primary prevention efforts for CHD. This activity aimed to improve the capacity of health cadres to prevent CHD in RW 09. Kelurahan Lubang Buaya. Kecamatan Cipayung. East Jakarta, through the Community Partnership Program (PKM). The methods included educational sessions in health counseling, health examinations . lood pressure, cholesterol, uric aci. , heart-healthy exercise training, and health counseling simulations. The program was conducted from April to October 2024, with 20 health cadres participating. The results demonstrated increased cadre knowledge from 45% to 85%. This success was evident from participants' active engagement, ability to answer posttests, and capability to deliver health counseling during simulations. Monitoring and evaluation were carried out through observation and posttests, showing that the improvement in cadre knowledge positively supported CHD prevention in the community. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 tidak diatasi dengan tepat. Pengetahuan tentang PENDAHULUAN Penyakit kardiovaskular (PJK) tetap faktor risiko ini sangat penting dalam upaya menjadi penyebab utama kematian secara pencegahan, karena seseorang yang tidak global, dengan data tahun 2016 menunjukkan memahami bahaya dari faktor-faktor tersebut lebih dari 17,6 juta kematian yang terkait dengan lebih rentan terkena penyakit ini. Penelitian kondisi ini. Angka tersebut diprediksi akan meningkat secara signifikan menjadi 23,6 juta pengetahuan rendah mengenai PJK memiliki pada tahun 2030, menjadikannya masalah risiko dua kesehatan yang Indonesia, mengalaminya dibandingkan dengan mereka berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. yang memiliki pengetahuan lebih baik mengenai 2018, prevalensi penyakit jantung dan pembuluh penyakit tersebut. 4 Hal ini juga diperkuat oleh darah terus meningkat dari tahun ke tahun, penelitian lain yang dilakukan oleh Lestari pada dengan lebih dari 2,7 juta orang di Indonesia atau tahun 2017, menyatakan bahwa pengetahuan sekitar 15 dari setiap 1. 000 orang terdiagnosis yang baik mengenai PJK berperan penting dalam dengan PJK. 1 Angka kematian yang disebabkan mencegah penyakit ini, sementara kurangnya oleh PJK di Indonesia menjadikannya sebagai penyebab utama kematian, dengan DKI Jakarta seseorang terdiagnosis dengan PJK. kali lipat lebih besar sebagai salah satu provinsi yang melampaui Penyakit jantung koroner sering kali angka prevalensi nasional . ,9% dibandingkan berkembang secara perlahan, bahkan meskipun 1,5%) pada tahun yang sama. Salah satu faktor gejalanya tidak langsung terlihat, penyakit ini utama yang menyebabkan melonjaknya kejadian tetap dapat berkembang dalam jangka waktu PJK di Indonesia adalah rendahnya tingkat yang lama. Banyak orang tidak menyadari pencegahan yang dilakukan serta kurangnya bahwa mereka memiliki risiko untuk terkena pengetahuan masyarakat mengenai faktor-faktor PJK, dan seringkali, penyakit ini terdeteksi mendadak ketika seseorang sudah mengalami serangan jantung atau gejala berat Berdasarkan penelitian dari Framingham 6 Oleh karena itu, penting bagi setiap Heart Study, terdapat berbagai faktor risiko yang individu untuk memiliki pengetahuan yang baik dapat menyebabkan PJK. Faktor-faktor tersebut tentang penyakit ini dan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya PJK. Pengetahuan yang merokok, tingkat lipid darah yang tinggi, memadai, bersama dengan sikap dan perilaku diabetes mellitus, obesitas, kurangnya aktivitas yang mendukung, dapat mendorong seseorang fisik, konsumsi alkohol, stres, serta riwayat untuk melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif, yang pada gilirannya dapat perkembangan penyakit ini. keluarga yang mengidap penyakit jantung. Faktor-faktor ini secara langsung mempengaruhi kondisi jantung dan pembuluh darah, serta berpotensi memperburuk kondisi pasien jika Rosidawati PJK Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Sebuah penelitian yang dilakukan oleh khususnya jika penyakit tersebut mengarah pada Rosidawati pada tahun 2023 di Kecamatan serangan jantung yang berat. Terutama bagi Cakung. Jakarta Timur, menunjukkan bahwa mereka yang berada pada usia produktif sekitar 40 tahun. PJK dapat memengaruhi peran mereka dalam keluarga, seperti pada kepala rumah Hal tangga atau ibu rumah tangga, yang berpotensi melalui video dan leaflet PJK. menunjukkan bahwa metode edukasi yang lebih interaktif dan mudah dipahami dapat membantu kehidupan sehari-hari. masyarakat untuk lebih memahami risiko dan Oleh pencegahan PJK sangat penting, karena dapat Meningkatnya insidensi PJK juga dipengaruhi mengurangi dampak penyakit ini baik bagi oleh faktor-faktor sosial ekonomi, tingkat individu maupun masyarakat. pendidikan, kesadaran kesehatan yang rendah. Edukasi kesehatan yang dilakukan dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat. menggunakan pendekatan yang tepat dapat Kurangnya akses terhadap layanan kesehatan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara yang memadai juga menjadi salah satu hambatan Pengetahuan yang lebih baik tentang besar yang memperburuk masalah ini, terutama PJK memungkinkan masyarakat, baik yang di daerah-daerah yang kurang mendapatkan belum berisiko maupun yang sudah berisiko, perhatian dari segi infrastruktur kesehatan. untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Selain itu, pola makan yang buruk, obesitas, yang tepat. Masyarakat yang sudah terpapar merokok, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi risiko atau yang telah mengalami PJK juga dapat faktor-faktor risiko utama yang memperburuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan angka kematian akibat PJK. Ketidakpedulian untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka berkontribusi pada tingginya prevalensi PJK di Indonesia. Banyak orang yang tidak mengetahui Edukasi pembelajaran yang baik akan lebih efektif dan bahwa mereka berisiko mengidap PJK, dan bahkan jika mereka sudah mengalami beberapa pemahaman masyarakat tentang pentingnya faktor risiko, sering kali mereka tidak menyadari pencegahan penyakit jantung. 12 Salah satu bahwa mereka sedang menghadapinya. Sering kali, penyakit ini baru terdeteksi pada usia yang menyampaikan informasi tentang pencegahan lebih tua, meskipun gejalanya sudah ada sejak PJK adalah dengan Dalam beberapa kasus, penyakit ini baru kesehatan yang merupakan individu yang diketahui saat sudah mencapai tahap yang lebih memiliki pengetahuan lebih baik tentang Penurunan kualitas hidup yang signifikan kesehatan di masyarakat. Kader kesehatan ini memiliki peran penting dalam mengedukasi PJK. Rosidawati memanfaatkan kader Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 keluarga dan masyarakat di wilayah tempat diharapkan dapat memberikan dampak positif tinggal mereka mengenai faktor-faktor risiko yang lebih luas. PJK serta cara pencegahannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini Secara keseluruhan, upaya pencegahan melibatkan beberapa metode utama, antara lain penyakit jantung harus melibatkan berbagai edukasi, simulasi, dan pendampingan secara pihak, termasuk masyarakat itu sendiri, tenaga Metode edukasi dilakukan untuk kesehatan, serta pemerintah dalam menyediakan akses yang lebih baik terhadap informasi penyebab, faktor risiko, serta cara pencegahan kesehatan dan layanan medis yang memadai. PJK kepada peserta. Simulasi juga dilakukan Peningkatan pengetahuan tentang faktor risiko sebagai langkah untuk mengasah keterampilan PJK diharapkan dapat mendorong masyarakat kader dalam memberikan penyuluhan yang untuk melakukan perubahan dalam gaya hidup mereka, yang pada gilirannya dapat mengurangi dilakukan agar peserta dapat mempraktikkan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. dilakukan dalam skema Program Kemitraan "Peningkatan Pengetahuan Kader Pencegahan Penyakit Jantung Koroner melalui Edukasi. Simulasi, dan Pendampingan di RW 09 Kelurahan Lubang Buaya, pada bulan Oktober Kegiatan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader dalam pencegahan PJK di wilayah Sebanyak 20 kader dari Puskesmas Kelurahan Lubang Buaya dilibatkan dalam program pelatihan ini. Para peserta merupakan individu yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan edukasi mengenai pencegahan PJK kepada masyarakat sekitar. Pendampingan secara mandiri setelah kegiatan selesai. Proses Kegiatan pengabdian masyarakat yang (PKM) diharapkan dapat melaksanakan edukasi tersebut METODE PELAKSANAAN Masyarakat terstruktur menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka sebelum dan setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Pre-test dilakukan di awal kegiatan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta mengenai PJK, post-test kegiatan selesai untuk mengukur sejauh mana pengetahuan mereka meningkat. Selain itu, dilakukan juga observasi langsung terhadap kegiatan simulasi, di mana peserta diminta untuk menyampaikan materi yang telah dipelajari kepada teman-teman mereka, sementara tim memberikan umpan balik atas penyampaian materi tersebut. Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Gambar 1. Alur Tahapan Pelaksanaan Pengabmas. Gambar 2. Pertemuan dengan Tim Pengabmas Membahas Strategi Pelaksanaan Pengabmas. Alur Program melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai Kemitraan Masyarakat detail pelaksanaan kegiatan, termasuk penentuan beberapa tahap yang saling terkait. Pada tahap jadwal, pembagian tugas, serta persiapan materi edukasi yang akan disampaikan kepada para melakukan serangkaian pertemuan dan diskusi Setelah seluruh persiapan matang, dengan mitra, dalam hal ini adalah pihak kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan Kelurahan rencana yang telah disusun. Lubang Buaya. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyusun rencana Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tiga tahapan utama yang saling mendukung. yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut. Tahap Setelah dilaksanakan pada tanggal 26 April 2024 di pengabdian masyarakat dan pihak kelurahan, kantor RW 09 Lubang Buaya. Pada tahap ini, dilanjutkan dengan pengurusan izin pelaksanaan metode edukasi diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam . ke Dinas Kesehatan (Dinke. pencegahan PJK. Materi yang disampaikan Jakarta Timur sebagai otoritas yang berwenang meliputi pengenalan penyakit jantung koroner, mengeluarkan izin untuk kegiatan ini. Setelah faktor-faktor risiko yang mempengaruhi, serta langkah-langkah Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 dilakukan oleh individu maupun keluarga. yang kemudian dapat diteruskan ke keluarga dan Edukasi dilakukan dengan pendekatan yang masyarakat di lingkungan RW 09 Lubang interaktif agar peserta dapat memahami materi Buaya. Selanjutnya, pada tanggal 9 Oktober 2024, peserta melakukan simulasi penyuluhan menyampaikan informasi tersebut dengan jelas mengenai pencegahan PJK kepada teman-teman kepada masyarakat di sekitar mereka. Pada tahap mereka, yang diobservasi langsung oleh tim kedua, yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei pengabdian masyarakat. Simulasi ini bertujuan 2024, kegiatan berfokus pada pemeriksaan untuk menguji kemampuan peserta dalam kesehatan untuk peserta. Tujuan dari kegiatan ini menyampaikan materi edukasi yang telah mereka pelajari kepada orang lain. Dalam pemeriksaan rutin seperti pengukuran tekanan darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bagian menyampaikan informasi yang telah diberikan dari pencegahan PJK. Pemeriksaan kesehatan ini selama pelatihan dengan cara yang mudah bertujuan untuk memberi contoh konkret kepada peserta mengenai pentingnya memantau kondisi menarik dan interaktif. Observasi dilakukan oleh kesehatan secara berkala sebagai langkah tim pengabdian masyarakat untuk memberikan preventif terhadap penyakit jantung. Selain itu, umpan balik dan bimbingan bagi peserta agar pemeriksaan kesehatan ini diharapkan dapat dapat lebih baik dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Setelah simulasi selesai, pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri dan dilanjutkan dengan pelaksanaan post-test untuk keluarga dalam rangka pencegahan penyakit mengukur tingkat peningkatan pengetahuan Tahap ketiga adalah pelatihan senam peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian jantung sehat yang dilakukan pada tanggal 7 kegiatan pelatihan. September 2024 di lapangan RW 09 Lubang Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian Buaya. Senam jantung sehat dilaksanakan dalam masyarakat ini dirancang untuk memberikan dua kali pertemuan, yang dipandu langsung oleh pengetahuan yang mendalam kepada kader tim pelaksana pengabdian masyarakat. Senam ini bertujuan untuk mengedukasi peserta tentang meningkatkan keterampilan pentingnya aktivitas fisik yang rutin sebagai melakukan pencegahan dan penyuluhan kepada bagian dari pola hidup sehat yang dapat mencegah terjadinya PJK. Selain itu, senam mengikuti kegiatan ini, para kader dapat lebih jantung sehat juga bertujuan untuk memberikan aktif dalam melakukan pencegahan PJK di contoh langsung kepada peserta mengenai cara komunitas mereka, serta memberikan edukasi melakukan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi yang efektif kepada keluarga dan masyarakat di kesehatan jantung. Kegiatan ini diharapkan wilayah RW 09 Kelurahan Lubang Buaya. dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang melibatkan aktivitas fisik di kalangan peserta. Rosidawati Diharapkan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Gambar 3. Pelaksanaan Kegiatan Pre Test dan Penyuluhan Kesehatan. Gambar 4. Foto Peserta dan Tim Pengabmas. Gambar 5. Pemeriksaan Tekanan Darah. Kolestrol. Asam Urat. Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Gambar 6. Foto sedang Melaksanakan Senam Jantung Sehat. Gambar 7. Peserta Melaksanakan Post Test. mencapai angka 1,9%, yang lebih tinggi ANALISIS SITUASI PJK merupakan salah satu penyebab dibandingkan dengan angka prevalensi nasional utama kematian yang signifikan di Indonesia. yang tercatat sebesar 1,5%. 1 Angka yang lebih Hal ini sering kali berhubungan dengan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat kesehatan yang cukup besar di masyarakat, mengenai faktor-faktor risiko yang dapat khususnya di daerah perkotaan seperti Jakarta menyebabkan penyakit jantung serta langkah- Timur, yang memiliki tantangan tersendiri langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk dalam hal gaya hidup dan akses terhadap layanan mengurangi risiko tersebut. Data dari Riskesdas Tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi Faktor-faktor risiko yang berkontribusi penyakit jantung di wilayah DKI Jakarta terhadap terjadinya PJK sangat beragam dan Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Beberapa faktor Minimnya pemahaman kader mengenai berperan adalah hipertensi atau tekanan darah pencegahannya juga mempengaruhi efektivitas tinggi, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas mereka dalam melakukan promosi kesehatan. fisik yang teratur, obesitas, serta pola makan Kader kesehatan yang memiliki pengetahuan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan terbatas akan kesulitan dalam memberikan tinggi lemak dan rendah serat. Faktor-faktor informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh tersebut sering kali terjadi bersamaan, yang Oleh karena itu, sangat penting meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung pada individu, terutama yang tinggal di lingkungan perkotaan yang cenderung memiliki pola hidup yang kurang sehat. 13 Selain itu, faktor komunikasi yang efektif mengenai pencegahan psikososial seperti stres akibat pekerjaan dan PJK. 15 Kegiatan pengabdian masyarakat ini kehidupan yang sibuk di kota besar juga menjadi pemicu yang tidak dapat diabaikan. tersebut dengan meningkatkan kapasitas kader Salah satu kendala utama dalam upaya melalui pendekatan yang menyeluruh, yaitu pencegahan PJK adalah minimnya kegiatan edukasi, simulasi, dan pendampingan langsung. edukasi yang difokuskan pada pencegahan Pelatihan primer penyakit jantung. Kurangnya edukasi mengenai cara-cara pencegahan yang efektif menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung. mengubah cara pandang kader Tanpa pengetahuan yang memadai mengenai mengenai pentingnya pencegahan penyakit faktor-faktor langkah-langkah jantung koroner. Selain itu, kegiatan simulasi preventif, masyarakat akan kesulitan dalam juga dilakukan untuk melatih kader dalam mengadopsi gaya hidup sehat yang dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini. Di RW secara langsung, agar mereka dapat menjadi 09 Kelurahan Lubang Buaya. Kecamatan agen promosi kesehatan yang lebih efektif. Cipayung. Melalui Jakarta Timur. PJK, cara-cara kesehatan yang belum memiliki pemahaman keterampilan kader, diharapkan akan terjadi yang cukup mendalam tentang faktor risiko PJK perubahan perilaku di masyarakat yang lebih dan cara-cara pencegahan yang efektif. Hal ini menjadi tantangan yang perlu segera diatasi, menerapkan gaya hidup sehat yang dapat karena kader kesehatan berperan sebagai agen mengurangi faktor risiko PJK. perubahan di tingkat komunitas dan dapat masyarakat dan fasilitas kesehatan yang ada. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader kesehatan agar dapat berfungsi sebagai penghubung yang Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Dengan demikian, masyarakat penyuluhan kesehatan, 17 orang . %) peserta memiliki pengetahuan yang baik, sementara mengenai pencegahan PJK dan mendapatkan hanya 3 orang . %) yang masih memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk mengadopsi gaya hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dalam menurunkan angka kejadian PJK di wilayah RW 09 Kelurahan Lubang Buaya. Melalui pencegahan PJK. Hasil mereka dapat menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh kepada masyarakat luas, sehingga kesadaran tentang pencegahan PJK dapat tersebar secara lebih Tabel 1. Distribusi Pengetahuan Peserta Pelatihan Sebelum dan Sesudah Kegiatan Pengabmas di RW 09. Kel. Lubang Buaya. Kec. Cipayung. Jakarta Timur. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bahwa masyarakat di wilayah RW 09 Kelurahan Lubang Buaya akan lebih memahami pentingnya Variabel Pengetahuan Baik Pengetahuan Kurang Jumlah pencegahan penyakit jantung koroner dan dapat Sebelum Sesudah melakukan langkah-langkah preventif yang Peningkatan pengetahuan yang signifikan diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung di kalangan kader kesehatan ini diharapkan pemberdayaan kader diharapkan dapat menjadi dapat berkontribusi dalam upaya penyebarluasan model bagi wilayah lainnya dalam upaya informasi yang lebih efektif kepada masyarakat. pengurangan prevalensi PJK melalui pendekatan Kader kesehatan memainkan peran yang sangat berbasis komunitas yang lebih holistik dan masyarakat mengenai kesehatan, karena mereka Selain Hasil yang diperoleh dari Tabel 1 signifikan dalam pengetahuan peserta pelatihan Sebelum dilaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan, hanya 9 orang . %) peserta yang memiliki pengetahuan yang baik menjadi ujung tombak dalam edukasi dan DISKUSI PJK. Namun, penyuluhan di tingkat komunitas. Semakin baik penyakit, semakin besar kemungkinan mereka dapat menjalankan tugas mereka secara mandiri dan efektif dalam mengedukasi masyarakat. Peningkatan pencegahan PJK akan memampukan mereka untuk memberikan informasi yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Selain itu, dengan pengetahuan yang signifikan dalam pengetahuan kader Posyandu baik, kader kesehatan dapat lebih percaya diri setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan dalam menjalankan peran mereka, yang pada yang dilanjutkan dengan metode simulasi. Hasil masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit jantung di komunitas mereka. penyuluhan tanpa adanya praktik langsung. untuk lebih mudah memahami dan mengingat kesehatan yang ada di masyarakat. Oleh karena informasi karena mereka dapat mengulangi proses yang telah dipelajari secara langsung. pengetahuan kader melalui berbagai metode Dengan metode ini, peserta tidak hanya pendidikan kesehatan, seperti penyuluhan dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan kesehatan ini antara meningkatkan pemahaman mereka terhadap lain adalah kualitas pemateri, ketersediaan materi yang disampaikan. Proses ini merangsang sarana dan prasarana yang memadai, serta proses kader untuk aktif berpikir dan menganalisis pendidikan yang berjalan secara interaktif dan informasi yang telah diberikan, sehingga mereka tidak hanya mengetahui apa yang harus Metode simulasi memungkinkan peserta meningkatkan kualitas pemahaman kader secara kemampuan seseorang untuk lebih mendalam dibandingkan hanya dengan Namun, kurangnya pengetahuan dapat Metode simulasi yang diterapkan dalam pengetahuan dan keterampilan kader dalam Selain meningkatkan pemahaman peserta materi yang diberikan, simulasi juga berfungsi untuk mengasah keterampilan praktis kader, seperti cara memberikan penyuluhan yang efektif dan melatih masyarakat untuk melakukan Metode memperagakan kembali materi yang telah diajarkan selama sesi pelatihan, sehingga mengapa langkah tersebut perlu diambil. Simulasi juga memberikan kesempatan kegiatan ini juga memberikan dampak positif dilakukan, tetapi juga memahami bagaimana dan Metode Simulasi dengan lebih baik. Terdapat peningkatan yang kepada peserta untuk belajar dari kesalahan dan perbaikan, yang akan memperkaya pemahaman Dengan demikian, proses ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dalam menghadapi situasi nyata di Sebagai contoh, kader yang dilatih pencegahan PJK dapat langsung mempraktikkan teknik penyuluhan mereka dalam simulasi, yang memungkinkan mereka untuk lebih siap saat menghadapi masyarakat di dunia nyata. Hal ini sangat penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat, terutama dalam hal komunikasi dan pendidikan kesehatan. Rosidawati Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Selain itu, penerapan edukasi berbentuk revitalisasi Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menula. Jakarta i sangat diharapkan oleh kader Posbindu PTM pengetahuan dalam memberikan pelayanan kader di posyandu. UCAPAN TERIMA KASIH