e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DIKALANGAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNSOED PURWWOKERTO Sulaiman sulaiman@unsoed. UIN Prof. H Saifudin Zuhri Purwokerto Misbah misbah@iainpurwokerto. Abstract This study has a purpose, namely to determine the learning model of Islamic religious education based on multiculturalism to realize religious moderation among students of the Faculty of Economics and Business. General Sudirman University. Purwokerto. Then the research method used by researchers is descriptive method. In this method, all events or symptoms and descriptions that exist at the location are collected through interviews with resource persons, namely lecturers of Islamic religious education and then the data is The data analysis technique used by the researcher is a flow model which includes data reduction, then draws conclusions. In this activity, the research has obtained data directly from sources through Islamic religious education lecturers that: Islamic religious education learning models based on multiculturalism to realize religious moderation among students of the economics and business faculty of Jenderal Soedirman University Purwokerto are andragogy learning strategies, case based learning (CBL), problem solving learning. Where this learning is carried out by adults, then there is one student who comes forward to explain the material to be discussed together, if the discussion causes a dispute or difference of opinion in determining an answer then all of the students' friends are looking for the best way. Keywords: Model. Learning. PAI. Multicultural. Moderation PENDAHULUAN Pembelajaran adalah kegiatan aktivitas guru dan siswa serta melibatkan dari semua komponen-komponen sebagai media yang bisa membantu dalam proses pembelajaran supaya kegiatan pembelajaran bisa tercapai dan menghasilkan secara maksimal (Majid, 2012:. Secara terminologis. Assocation foreducational Communication and Technology (AECT) pembelajaran adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat beberapa bagian-bagian atau media dalam pembelajaran dari masing-masing bagian atau komponen untuk saling memberi pengaruh terhadap lainya demi tercapainya tujuan pembelajaran (Majid, 2012: 270. Arifin dkk. , 2. Sedangkan makna pembelajaran pendidikan agama MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI Islam adalah berusaha untuk memberikan bekal ilmu agama kepada peserta didik atau siswa agar siswa memiliki kemauan semangat belajar serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi peserta didik agar menjadi manusia yang ahli tunduk, memahami dan bisa mengamalkan ilmunya serta tunduk patuh menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhui segala larangannya (Muhaimin, 2002:. Pendidikan adalah sebagai ikhtiar seorang guru untuk memberikan suatu pengalaman terhadap siswa supaya memiliki pengetahuan dan bisa mengembangkan potensinya serta bisa hidup secara mandiri (Idris,1987:. Pendidikan adalah proses seorang guru atau kiai mentransfer ilmu pengetahuan terhadap siswa maupun santri agar bisa memahami materi yang telah disampaikan serta bisa mengembangkan potensinya, memiliki kecerdasan, memiliki kejujuran, memiliki rasa tanggung jawab dan bisa melestarikan alam semesta ini. (Driyarkara,1880: . Multikultural merupakan proses pengembangan potensi yang dimiki oleh manusia yang saling menghargai pluralitas dan hiteroginitas sebagai wujud dari keragaman budaya, ras, etnik dan aliran agama. Pendidikan yang di terapkan di Indonesia memiliki prinsip keterbukaan serta adanya pendidikan multikulturalisme yang didasarkan pada prinsip kemajemukan yang ada di Indonesia. Pendidikan multikulturalisme di tujukan untuk seluruh umat manusia agar terwujudnya masyarakat yang cerdas agar dapat mengembangkan pribadi untuk menguasai ilmu pengetahuan yang baik (Andersen dan Cusher,1. Pendidikan multikulturalisme memiliki pandangan yang luas tentang tentang perkembangan globalisasi yang tidak perlu di takuti oleh bangsa sendiri. Pendidikan multikultural telah banyak di teapkan di Indonesia, dari pendidikan dasar, menengah, atas dan perkuliahan. Model pendidikan multikultural telah dilakukan oleh beberapa kampus di Indonesia di antaranya di UIN Prof. KH Saifudin Zuhri Purwokerto dengan di bukanya bermacammacam fakultas dan jurusan umum. Hal ini menunjukan bahwa UIN Prof. KH Saifudin Zuhri Purwokerto tidak hanya menerima untuk kelompok tertentu atau hanya untuk orang MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI Islam saja tetapi untuk non islam juga menerima. Prinsip ini didasarkan atas tujuan diperintahkan oleh Rasululloh SAW untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam (Baidhawy, 2005: . mendefinisikan pendidikan multikultural adalah suatu usaha untuk memberikan atau mentransfer sebuaah pengetahuan terhadap peserta didik agar menjadi anak bisa menerima budaya serta hidup bersama. METODE PENELITIAN Kegiatan ini penulis atau peneliti memakai penelitian kualitatif deskriptif dimana penelitian deskriptif kualitatif adalah penulis melihat atau pengamatan secara langsung pada suatu persoalan dan problem atau gejala-gejala secara sistematis dan valid terkait bukti yang nyata (Mahmud, 2011:. Dalam hal ini penulis meneliti tentang model pembelajaran PAI berbasis multikultural untuk mewujudkan sikap moderasi beragama dikalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Kegiatan penelitian ini lebih mengarah kepada metode kualitatif deskriptif. Dimana peneliti atau penulis mengetahui serta menafsirkan kondisi atau keadaan dan sesuai dengan realitas di lapangan terkait dengan model pembelajaran PAI berbasis multikultural untuk sikap moderasi dikalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Dalam penelitian ini teknik yang di gunakan adalah dokumentasi, wawancara dan untuk memberikan analisis data menggunakan Flow model, yaitu meliputi reduksi data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan yaang menjadi informan pada kegiatan ini adalah Dosen PAI UNSOED dan Mahasiswa. Adapun yang menjadi obyek dalam kegiatan riset ini yaitu model pembelajaran PAI berbasis multikultural untuk mewujudkan sikap moderasi beragama dikalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bukunya Komarudin yang telah dikutip oleh (Hidayat, 2013:. bahwa model yaitu: . sebuah teknis atau bentuk, . sebuah gambaran atau suatu hal yang sekiranya dapat mendukung dalam kegiatan, . rencana dalam pelaksanaan suatu kegiatan yang sudah dipersiapkan untuk menentukan gambaran secara terwujud, . sebuah deskripsi yang akan dicetak dalam pelaksanaan pembelajaran. (Salamah, 2006:. menyatakan pembelajaran pada hakikatnya suatu program kegiatan yang dilakukan oleh dua pihak meliputi guru dan siswa didalamnya terdapat kegiatan tanya jawab mengenai materi yang belum paham dan membahas materi untuk dipahami secara secara bersama-sama dan diamalkan pada setiap peserta didik dan juga pembelajaran ini bisa tercapai dan tuntas sehingga pembelajaran ini menghasilkan secara maksimal. Menurut Fori Naway . pembelajaran itu diartikan sebagai sebuah aturan atau model maksudnya semua sesuatu yang bisa menghasilkan dan bisa mempengaruhi terhadap kegiatan-kegiatan pembelajaran, tanpa komponen-komponen atau suatu hal maka kegiatan pembelajaran tidak mungkin terjadi dan juga cita-cita peserta didik akan mengalami kegagalan. (Naway,2016:. Menurut Joyce & Weil sebagaimana yang dikutip oleh (Hidayat, 2013:. model pembelajaran yaitu gambaran dalam angan-angan pikiran seorang guru yang tentunya harus dilakukan dan dituangkan pada kegiatan kegiatan pembelajaran di kelas, suatu gambaran ini tentunya harus merencanakan metode yang akan disampaikan, materi, ruangan, waktu, buku ajar, kurikulum, dari beberapa unsur tersebut sudah matang direncanakan maka pasti pembelajaran akan mencapai suatu tujuan (Fathurrohman, 2012: . Model pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa pihak dukungan alat media pembelajaran meliputi material, guru dan siswa, tenaga kependidikan, laboratorium, bahan ajar, materi yang akan disampaikan, kurikulum, fasilitas gedung MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI sekolah, dari beberapa komponen ini untuk saling mempengaruhi sehingga kegiatan pembelajaran bisa terjadi. Pendidikan Agam Islam Draf Peraturan menteri . 7: . mengatakn Pendidikan agama adalah peserta didik yang diarahkan suatu kebaikan sekaligus diberikan suatu bekal ilmu agama agar terbentuknya sikap baik, jujur, amanah, serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri untuk menjalankan dan mengamalkan beribadah kepada Allah SWT sesuai dengan ajarannya dan kepercayaanya masing-masing. (Susanti,2017:. menyatakan Pendidikan Agama Islam adalah merupakan salah satu bentuk ikhtiar peserta didik untuk memahami pelajaran agama baik dibidang ilmu fikih, tauhid, ilmu sejarah. Dengan adanya ikhtiar diharapkan peserta didik dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta akan lebih baik dalam kehidupannya dan juga akan lebih baik ibadahnya. Aat Syafaat dan Sohari Sahrani . 8:11-. mengatakan PAI termasuk pelajaran agama yang dimasukan dalam kurikulum di sekolah dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi. Mata Pelajaran PAI juga mengajarkan kepada siswa berisi tentang beribadah kepada Allah SWT, mempelajari sejarah Nabi, muamalah, serta mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia atau disebut Pendidikan agama Islam merupkan pendidikan yang mengarah pada kebaikan artinya pendidikan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dan juga proses kegiatan ini harus mengacu kepada al-QurAoan dan hadits (Sodiq, 2018: . Pendidikan Agama Islam adalah sebagai mata pelajaran yang merupakan satu rumpun tetapi didalamnya terdapat beberapa bidang yaitu aqidah akhlak, sejarah, fikih, al-QurAoan hadits (Oviyanti, 2013: . Pendidikan Agama Islam adalah sebagai pewaris para nabi yang diturunkan dari generasi kegenerasi untuk diamalkan secara terus menerus supaya ilmu yang diamalkan ini tidak putus dan tetap diamalkan sampai akhir hayat. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI Multikultural Multikulturalisme terbagi menjadi dua, multikulturalisme deskriptif dan multikulturalisme normatif. Multikulturalisme deskriftif adalah realitas sosial yang mencerminkan kemajemukan . Yang kedua adalah pluralisme normatif yang berkaitan dengan moral, adanya ikatan moral dari warga negara/bangsa untuk menjadi kesepakatan bersama (Nugraha, 2. Multikulturalisme mencakup gagasan-gagasan yang di pandang sebagai cara pandang, kebijakan, sikap dan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat dan negara. Multikulturalisme menjadi kunci kemajemukan dari warga negara yang memiliki suku, ras, budaya, etnis dan agama yang memiliki cita-cita untuk mengembangkan semangat berbangsa dan bernegara dalam kemajemukan. (Muzhar, 2. Multikultural adalah kejujuran bagi seseorang terhadap situasi dan kondisi untuk menerima keragaman budaya serta menguatkan persatuan dan kesatuan demi terbentuknya ummat yang damai dan tentram (Suparlan dan Supardi, 2012: . multikultural adalah kelompok masyarakat yang didalamnya terdapat keragaman adat budaya agama, cara pikir, budaya ini sudah menjadi maklum dan umum sejak dulu yang mestinya harus saling menerima antara budaya satu dengan lainnya karena ini sudah menjadi kodrat Allah SWT atau sunnatullah (Suparlan dan Parsudi 2002: . Multibudaya yaitu kejujuran seseorang untuk meningkatkan persaudaraan Islam serta toleransi antar sesama yang memiliki keragaman budaya,etnik, suku dan ras (Kymlicka, 1999:. Moderasi Beragama Secara bahasa, moderasi berasal dari bahasa Latin moderation yang artinya bebas atau tidak memihak salah satu kelompok, atau tidak memaksakan kepada siapapun. dalam KBBI, moderasi adalah menghindari hah-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak ormas baik ormas umum ataupun ormas agama (Kemendikbud, 2. Moderasi MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI untuk lebih mengarah kepada tingkah laku atau perbuatan manusia untuk bisa saling mengamankan situasi dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu setiap manusia harus mampu untuk menjaga diri sendiri dan orang lain dengan kata lain setiap manusia harus siap mampu hidup bersama ditengah tengah masyarakat karena manusia itu merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia. seseorang (Futaqi, 2. Kata wasath mempunyai makna yang arti tidak memihak sana-sini, netral hidupnya, tidak berbuat kisruh dimasyarakat, saling memelihara. Sedangkan kebalikan dari moderasi yaitu keterlaluan atau perbuatan manusia yang tidak mempunyai nilai ibadah (Mohammad Hashim dan Kamali:2. Dari uraian tersebut arti wasathiyyah atau moderasi bisa disimpulkan bahwa moderasi itu perbuatan yang dianggap baik oleh masyarakat umum apabila perbuatan itu memiliki nilai baik, ibadah, manfaat bagi yang lainnya. Dalam konteks kehidupan beragama, moderasi beragama bisa diartikan suatu prinsip, pikiran maupun sikap manusia yang harus ditampilkan dengan baik sesuai dengan petunjuk al-QurAoan dan hadits atau dengan kata lain seseorang yang memiliki sikap netral tidak ikut kesana dan tidak ikut kesini (Futaqi, 2. Moderasi beragama adalah kehidupan manusia dalam menjalan agamanya harus memiliki sifat yang lunak serta meningkatan ukhuwah islamiah, mengakui cinta tanah air indonesia (Fahri, 2018: 39-. Secara umum dapat disimpulkan bahwa moderasi beragama adalah perbuatan dan tingkah laku manusia yang memiliki nilai baik dan tidak keras dalam menjalankan agama dan memahami agama. Sikap moderat dalam beragama berasal dari konsep AytawasuthAy, sebab didalam islam itu mengajarkan amaliah yang memiliki nilai seimbang toleran dan tidak keras. Oleh karena itu kita harus mampu memberikan suatu kebenaran terhadap lainnya dan memiliki sifat keterbukaan terhadaplainnya demi menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah islamiah (Darlis, 2. Zuhairi Misrawi . dalam The Great Theft adalah kebijakan MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI mengenai yang diberikan kepada ummat muslim yang tidak memihak atau bercondong agama merah atau hijau. (Kemenag pusat, 2012: . memberikan penjelasan kata moderasi asalnya dari bahasa arab adalah wasaton maknanya sebagai penengah kalimat wasaton sudah dilihkan kedalam bahasa Indonesia adalah . tidak memihak kanan dan kiri, . Memberikan kelonggaran kedua belah pihak, . mengambil posisi yang paling tengah. Sedangkan menurut pakar bahasa arab, kalimat wasaton merupakan kebijakan yang diletakan ditengah kelompok masyarakat. Dalam bahasa arab kalimat AEA A IO EEAartinya . esuatu yang dianggap baik itu posisinya paling tengah. Contohnya perbuatan baik adalah antara lunak dan keras. Menurut as-Syatibi dalam buku Khazanah Aswaja yang telah dikutip oleh (Navis dkk, 2016:. bahwa moderasi atau wasath merupakan hukum syariat. Mengambil jalan tengah artinya tidak memberatkan dan tidak meringankan suatu persoalan. Senada dengan Qardhawi. Wahbah Zuhaili seperti yang dikutip Muhammad Amin Menafsiri bahwa moderasi adalah pengambilan keputusan dalam beragama yang diterapkan pada posisi paling tengah sehingga antara kedua belah pihak merasakan nyaman dan tidak fanatik terhadap agama yang dianut. Moderasi ini kedepannya memiliki sikap kejujuran kepada perbedaan yang di yakini oleh setiap orang sebagai sunatullah dan rahmat bagi semesta alam. Moderasi Islam memberikan cermin dalam bersikap yang tidak mudah untuk menyalahkan orang lain dan apalagi mengkafirkan terhadap orang lain dan kelompok yang berbeda pandangan. Pandangan terhadap moderasi Islam menjadi menarik untuk di perbincangkan, moderasi Islam sangat mengedepankan aspek persatuan umat dengan istilah Islam yaitu ukhuwah Islamiyah yang berlandaskan pada semua aspek keimanan dan ketaqwaan, aspek seiman, sebangsa dan setanah air Indonesia menjadi pemahaman bersama tentang momentum dalam dunia Islam. Krisis kemanusian di Indinesia secara khusus masih mengisahkan sejumlah persoalan kemanusiaan akibat sikap yang moderat dalam MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI beragama, hal ini menjadikan problem dalam dunia Islam dengan konsekuensi hukum Islam akhirnya menjadi dinamis sesuai perkembangan zaman (Fahrudin, 2. Upaya untuk mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan sebangsa, setanah air, seagama maupun antar agama. Maka, perlu di tenerapkan sikap moderasi dalam beragama yaitu sikap yang umum atau sikap yang bisa diterima oleh masyarakat mayoritas dan menerapakan sikap yang lemah lembut dan tidak mengklaim terhadap kelompok lainnya tidak menggunakan legitimasi teologis yang ekstrem, tidak menggunakan unsur memaksa apalagi membenci antar sesama manusia (Fahrudin, 2. Model Pembelajaran PAI Berbasis Multikultural untuk Mewujudkan Moderasi Beragama Berdasarkan wawancara langsung peneliti dengan Musmuallim Dosen PAI UNSOED peneliti telah mendapatkan sebuah data bahwa model pembelajaran PAI berbasis multikultural untuk mewujudkan sikap moderasi adalah model pembelajaran dimana pembelajaran andragogi ini adalah pembelajarannya lebih mengarah kepada orang yang sudah dewasa baik cara membimbingnya, maupun metode Kemudian pembelajaran CBL, pembelajaran CBL ini adalah pembelajaran dilakukan dengan cara belajar berkelompok dan bekerja sama antara satu dengan lainya untuk membahas materi. Kemudian pembelajaran problem solving, pembelajaran problem solving ini adalah mahasiswa presentasi di depan kelas membacakan sebuah materi lalu yang lain mendengarkan kemudian setelah materi dibaca kemudian teman yang lain menanggapi atau bertanya tentang materi yang telah dibaca oleh temannya, lalu pertanyaan itu dijawab atau dibahas bersama dalam rangka untuk menemukan satu jawaban. Proses pembahasan materi yang telah disampaikan oleh temannya menimbulkan persengketaan atau menimbulkan perbedaan pendapat maka mahasiswa bersama-sama MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI untuk mengambil kebijakan atau mengambil keputusan jalan yang terbaik. Dimana keputusan jalan yang terbaik ini harus disepakati oleh semua mahasiswa supaya proses pembelajaran CBL, pembelajaran problemsolping, pembelajaran, andragogi ini bisa merasakan sejuk serta membawa kedamaian. Kemudian Mahasiswa ini harus menerapkan nilai etika, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, dan nilai persaudaraan disaat melakukan pembelajaran CBL, andragogi dan problem solving karena latar belakang mahasiswa itu beda, apa lagi beda pandangan, beda karakter, beda budaya cara memahami agama pun berbeda, maka perbedaan ini sangat penting sekali untuk diterapkan sikap tasamuh, sikap tasamuh ini artinya mahasiswa harus bisa menerima perbedaan dengan pihak lain baik beda cara berpikirnya maupun beda memahami agamanya. Kemudian sikap tawashut. Dimana sikap tawashut ini adalah jika timbul perbedaan pendapat dalam memahami suatu materi maka bersama-sama untuk menyepakati serta mengambil jalan tengah atau jalan yang PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pada hasil tersebut, maka peneliti akan mengmbil sebuah kesimpulan yaitu: Model PAI Dosen Unsoed pembelajarannya menggunakan model andragogi. CBL, problem solving. Dimana pembelajaran ini dilakukan oleh orang dewasa kemudian salah sutu mahasiswa presentasi di depan kelas lalu yang lain menanggapi atau bertanya lalu dijawab bersama dalam rangka untuk menemukan jawaban yang terbaik. Saran-saran Pembelajaran andragogi. CBL, problem solving atau pembelajaran yang dilakukan oleh orang dewasa harus menghasikan pembelajaran yang efektif dan baik artinya pembelajaran yang tidak menimbulkan perselisihan antara satu sama lainnya. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Sulaiman dan Misbah. Model Pembelajaran PAI DAFTAR PUSTAKA