SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 STRATEGI KOMUNIKASI KAOS GALGIL SEBAGAI KAOSNYA WARGA TEGAL Teddy Dyatmika Dosen Tetap Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email: tedyrnt@gmail. Abstrak Kaos Galgil adalah kaosnya orang Tegal sebagai identitas orang Tegal. Kaos Galgil adalah kaos dengan banyak tulisan joke khas Tegalan yang tentu saja dengan menggunakan Bahasa Tegal yang unik dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi yang digunakan Kaos Galgil sehingga masih tetap bertahan sampai saat ini. Segmentasi, target pasar dan positioning yang tepat membuat Kaos Galgil tetap bertahan meskipun sebagai pendatang baru di dunia fashion. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah difusi inovatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data melalui dua cara yaitu pengambilan data primer dengan metode wawancara mendalam kepada pemilik kaos Galgil dan yang kedua adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari blog dan media sosial yang membahas tentang kaos Galgil. Hasil dari penelitian adalah kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan kekhasan Tegal menggunakan strategi pemasaran yang efektif dan komunikatif. Galgil membuat segmentasi, target dan positioning terhadap Sehingga yang telah dilakukan oleh Galgil untuk menggaet konsumen efektif. Komunikatif karena dari segi pemasaran melalui media online membuat penjualan kaos Galgil dengan konsumen paling banyak anak muda membuat konsumen terterpa dengan Desain kaos yang komunikatif dengan menjual kekhasan Tegal mulai dari kuliner, tempat wisata dan lelucan khas Tegal membuat kaos Galgil banyak diminati dan dapat bertahan sampai sekarang ini. Kata Kunci : Kaos Galgil. Tegal. Media Komunikasi coba diangkat oleh anak muda Tegal sebagai promosi Tegal melalui media kaos. LATAR BELAKANG Tegal adalah sebuah Kota/Kabupaten kecil yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Di Kota/Kabupaten tersebut banyak sekali kekhasan yang layak untuk dipromosikan mulai dari bidang kuliner, wisata dan juga bahasanya. Media nasional sudah banyak yang meliput kekhasan dari Kota/Kabupaten Tegal ini. Dalam bidang kuliner Tegal memiliki makanan khas seperti tahu aci dan teh wasgitelnya . angi, panas, legi kentelny. Di bidang wisata Tegal memiliki pantai dan gunung sebagai salah satu objek wisata. Dimana pantainya bernama Pantai Alam Indah (PAI) dan wisata di daerah pegunungannya ada objek wisata air panas bernama GUCI. Sedangkan bahasa Tegal memiliki kekhasan dengan logat AungapakAy nya dan sering dijadikan bahasa komedi pada acara Kekhasan dari Tegal inilah yang Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kaos Joger yang berasal dari Bali. Kaos Dadung dan Dagadu yang lahir di Yogyakarta. Tegal melalui anak mudanya Tegal kepada masyarakat Tegal pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya melalui media komunikasi berupa kaos dengan nama Galgil. Kata Galgil itu sendiri memiliki makna berani yang dalam Tegalnya petakilan, waninan, gemblidig, serta angas. Maksud dari makna tersebut bukan berarti bahwa kami berani dan suka mencari mendeklarasikan serta mengikrarkan diri SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 bahwa kami harus berani menjawab tantangan global serta berani terus . ttps://w. com/). malu lagi terhadap identitasnya salah satunya berupa tulisan AuAja Isin Dadi Wong TegalAy yang artinya jangan malu jadi orang Tegal. Kaos Galgil adalah kaosnya orang Tegal sebagai identitas orang Tegal. Kaos Galgil adalah kaos dengan banyak tulisan joke khas Tegalan yang tentu saja dengan menggunakan Bahasa Tegal yang unik dan menarik . ttp://wisatategal. AuKaos Galgil emang Kaose Wong Tegal. Gaul, modis, murah tapi ora murahan. Pas nggo oleh-oleh karo mejeng ng endi baeAy. Kurang lebih artinya kaos Galgil memang kaosnya orang Tegal. Gaul, modis, murah tetapi tidak murahan. Pas buat oleh-oleh dan dipkai dimana saja. Antusias dari masyarakat terhadap kehadiran kaos Galgil ternyata sangat baik. Terhitung sejak mulai berdiri di bulan Agustus 2010, sampai saat ini penjualan kaos Galgil sudah menembus diangka puluh ribu kaos dengan berbagai desain yang mencerminkan kekhasan Tegal baik melalui gambar visual maupun melalui tulisan dengan menggunakan bahasa Tegal yang ngapak. Selain itu. Kaos Galgil merupakan salah satu juara Krenova Kabupaten Tegal pada tahun 2012 Menurut dilakukan oleh (Mulyawan. sebagian besar pengguna atau pembeli dari kaos Galgil adalah masyarakat Tegal yang berada di luar kota atau perantauan. Para kaum urban lebih banyak menjadi konsumen dari kaos Galgil karena ada rasa kangen terhadap suasana kampung Kerinduan kaum urban dapat terobati manakala mereka menggunakan kaos Galgil karena merasa mereka sedang berada di kampung halamannya. Target dari pemasaran kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan kekhasan Tegal sudah terpetakan dengan baik yaitu masyarakat Tegal yang ada di perantauan. Mereka kebanyakan adalah masyarakat Tegal yang sedang merantau dengan umur antara 16-40 tahun. Akan tetapi gempuran kaos impor akan menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi persaingan di dunia fashion. Kaos Galgil harus memperhatikan kebutuhan yang benarbenar diperlukan oleh para konsumen. Komunikasi menjadi hal yang wajib untuk dilaksanakan agar kaos Galgil tetap eksis dan bertahan. Kegagalan komunikasi adalah salah satu alasan dan biasanya diberikan bagi permasalahan-permaslahan yang sedang berkembang (Trout dan Ries dalam Reagan dan Yeni. Oleh karena itu sangat diperlukan strategi yang handal agar kaos Galgil tetap bisa Munculnya kaos ini bermula dari ide sekumpulan anak muda yang tergabung di sebuah komunitas yang bernama Tegal Cyber Community (TCC) membutuhkan dana agar forumnya tetap dapat berjalan. Kemudian tercetuslah ide membuat koas sebagai penopang anggaran agar forum tetap berjalan. Selain dari segi menginginkan Tegal memiliki kaos yang komunikasi dan media promosi berkaitan dengan kekhasan Tegal. Komunitas ini memimpikan Tegal memiliki kaos khas seperti Bali dengan Jogernya atau Yogyakarta denga Dadung atau Dagadu Selain itu latar belakang dari keinginan membuat kaos ini dikarenakan meskipun tegal memiliki banyak kekhasan dan keunggulan, tetapi masih banyak orang Tegal yang masih malu mengakui dirinya sebagai orang Tegal. Hal tersebut tergambar dari salah satu faktor yaitu bahasa yang digunakan orang Tegal seringkali dijadikan bahan lawakan atau lelucon karena keAyngapakAyannya. Orang lain menganggap logat orang Tegal adalah logat orang ndeso yang tidak gaul. Inilah yang menjadi salah satu faktor orang tegal malu saat mengakui bahwa dirinya berasal dari Tegal. Salah satu desain kaos galgil yang dapat membuat orang Tegal tidak SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Salah satu strategi yang dilakukan adalah positioning. Menurut (Reagan dan Yeni. positioning memiliki peran yang sangat penting, hal tersebut dikarenakan tanpa positioning keseluruhan akan mengalami kesulitan untuk membedakan produk yang kita jual karena tidak memiliki citra positif atau memiliki keunikan yang membedakan produk kita dengan produk yang lain. Melalui penelitian ini peneliti ingin mengetahui positioning dari kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan dan mempromosikan Tegal melalui media kaos sehingga dari tahun 2010 sampai sekarang ini masih tetap bertahan meskipun banyak kaos dari luar yang memasang harga lebih ekonomis dengan desain, kualitas bahan dan sablon yang juga tidak kalah baiknya. Teori ini berguna dalam menjelaskan bagaimana kita sampai pada sebuah keputusan bukan aksi berdasarkan gerak hati semata. Pada pengujian model ini memberitahukan kepada kita bahwa media massa sangat diperlukan dalam dua langkah pertama yaitu pada tahap membuat kesadaran orang lain mengenai ide baru membangkitkan minat orang lain untuk mengadopsi ide tersebut. sementara kontak pribadi diperlukan pada dua langkah Pada tahap ketiga sampai kelima pendekatan persuasif secara terus menerus sangat diperlukan agar orang lain mau mengadopsi dan menggunakan ide baru tersebut. METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan atau paradigma kualitatif. Dimana pendekatan ini lebih pada mencari kedalaman data penelitian. Menurut Kriyantono . 4:56-. riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Riset kualitatif tidak mengutamakan besarnya poulasi atau sampling bahkan populasi atau samplingnya sangat terbatas. Jika data yang terkumpul sudah mendalam dan bisa menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari sampling Disini yang ditekankan adalah persoalan kedalaman . data bukan banyaknya . Pada mewawancarai pemilik dari kaos galgil sebagai sumber data. Selain itu peneliti juga melakukan pembandingan hasil wawancara dengan sumber data lain di internet baik melalui blog maupun media sosial yang membahas tentang kaos galgil. Menurut Arikunto dikumpulkan harus lengkap, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau katakata yang diucapkan secara lisan, gerakgerik atau perilaku yang dilakukan oleh Munculnya kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan kekhasan Tegal untuk pertama kali jelas akan mengalami kesulitan dalam mencari konsumennya. Akan tetapi melalui strategi yang tetap dapat menjadikan kaos Galgil sebagai kaosnya orang Tegal melekat dengan baik diingatan masyarakat. Pemilihan strategi dan positioning yang baik menjadikan Galgil mendapatkan hati di masyarakat Tegal meskipun masih tergolong baru dalam dunia fashion. Everett M. Rogers yang mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu diantara para anggota suatu siste sosial. Difusi adalah suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Sedangkan inovasi adalah suatu ide, karya atau objek yang dianggap baru oleh seseorang (Ardianto et al, 2007:. Teori Difusi Inovasi adalah cara lain dalam melihat bagaimana orang memproses dan menerima informasi baru. Teori ini mengatakan bahwa seseorang akan mengadopsi sebuah ide setelah melewati 5 langkah yaitu kesadaran, minat, evaluasi, percobaan dan adopsi (Lattimore et al. SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 mengembangkan forum komunikasi Tegal Cyber Community. Forum ini mirip dengan forum diskusi kaskus. Forum ini mendiskusikan tentang perkembangan IT dan perkembangan kota tegal. Seiring membutuhkan dana agar tetap terus Akhirnya tercetuslah membuat sebuah usaha agar dapat menghidupi forum Maka disepakatilah membuat sebuah usaha kaos dengan tema tegal pada tanggal 1 agustus Tema yang diusung berkaitan dengan tegal mulai dari kulinernya, tempat wisatanya atau istilah istilah yang sering digunakan dalam berkomunikasi bahasa subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah subjek penelitian yang akan diteliti. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen lain yang dapat memperkaya data primer. Data primer pada penelitian ini yaitu hasil wawancara langsung dengan pemilik, sedangkan data sekundernya dipereloh dari hasil penelitian terdahulu, blog yang membahas kaos galgil dan juga media sosial yang berkaitan dengan kaos galgil baik melalui instagram maupun facebook. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya penting mengumpulkan data yang spesifik, menganalisis data secara induktif dari tema khusus ke tema umum, dan menafsirkan makna data (Cresswell, 2010:. Dalam memasarkan produknya kaos galgil, langkah pertama yang dilakukan oleh pemilik kaos adalah mengetahui terlebih dahulu segmentasi pasar. Langkah berikutnya yang dilakukan adalah dengan menentukan target siapa yang akan menentukan target pasar maka langkah selanjutnya adalah melakukan positioning. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Philip Kottler dalam Morissan . 4:56-. Proses analisis data pada penelitian ini termasuk tipe deskriptif. Penelitian ini mendiskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta dan sifat dari objek penelitian (Kriyantono, 2014:. Sedangkan menurut K Yin dalam Ronal Reagan dan Yeni Rosilawati . dengan melihat jenis penelitian deskriptif tersebut dapat dikatakan bahwa penelitian ini adalah studi kasus yaitu teknik penelitian dimana peneliti mempelajari, menerangkan atau menginterpretasikan kasus dalam konteks secara natural tanpa adanya intervensi dari pihak luar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mendalam kepada pemilik bernama saudara Indrawan dan juga dengan mengumpulkan berbagai referensi dari berbagai blog dan media sosial yang membahas tentang kaos gagil. Hasil pengumpulan data tersebut kemudia dialkukan pemilahan mana yang akan dianalisis dan mana yang tidak. Selanjutnya data yang sudah terpilih dianalisis untuk didapatkan sebuah Aubahwa proses pemasaran yang berhasil terdiri dari serangkaian langkah yang berkesinambungan terdiri atas tiga tahap yaitu Segmentasi pasar pada dasarnya adalah suatu strategi Adapun targeting atau menentukan target pasar adalah persoalan bagaimana memilih. Setelah pasar sasaran dipilih, maka proses selanjutnya adalah melakukan potisioning. PEMBAHASAN Awal berdirinya kaos galgil adalah karena SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Targeting atau menetapkan target adalah tahap selanjutnya setelah analisis Dalam buku lainnya Morissan . menjelaskan bahwa Segmentasi Warga Tegal sangat heterogen. Mulai dari segi usia, dari segi pendidikan maupun dari tingkat penghasilan. Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik Kota Tegal menunjukkan bahwa per tanggal 5 Januari 2017 jumlah keseluruhan penduduk kota tegal adalah 734 penduduk dimana penduduk laki-laki 629 orang sedangkan yang perempuan berjumlah 137. Sedangkan berdasarkan tingkat partisipasi dalam hal pendidikan sebanyak 23,08% laki-laki warga Kota Tegal melanjutkan pendidikan tingkat Pendidikan Tinggi dan 28,93% warga tegal yang berjenis kelamin perempuan melanjutkan studinya di tingkat perguruan tinggi. Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Tegal berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik adalah 238 penduduk dimana 710. adalah penduduk laki-laki dan 718. adalah penduduk berjenis kelamin Dan kebanyakan penduduk Kabupaten Tegal berusia 0-40 tahun atau sekitar 70% dari jumlah penduduk Kabupaten Tegal. Segmentasi pasar adalah suatu konsep yang sangat penting Eric Berkowitz pasar sebagai Audividing up a market into distinct group that . have common needs and . will respond similarly to a market action. embagi suatu pasar ke dalam kelompokkelompok yang jelas yang . memiliki kebutuhan yang sama dan . memberikan respons yang sama terhadap suatu tindakan pemasara. Dengan demikian, segmentasi pasar adalah suatu kegiatan untuk membagi-bagi kedalam kotak-kotak yang lebih Khalayak konsumen umum memiliki sifat yang sangat heterogen, maka akan sulit bagi perusahaan untuk Oleh karena itu harus dipilih segmen Ae segmen tertentu saja dan meningalkan segmen lainnya. Bagian atau segmen yang dipilih itu adalah bagian yang homogen yang memiliki ciriciri yang sama dan cocok dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan Segementasi yang dilakukan oleh kaos Galgil adalah untuk memetakan terlebih dahulu siapa yang akan dijadikan target pemasaran kaos Galgil mereka. Sehingga nantinya target pemasaran tidak melenceng dan sangat mudah dalam menentukan positioning. Target yang pertama jelas adalah warga tegal, tetapi berdasarkan gender, usia dan tingkat pendidikan perlu dipetakan lagi melalui segmentasi. Segementasi adalah teknik yang diaplikasikan untuk memilah pasar massal menjadi unit-unit yang lebih mudah diidentifikasikan, sehingga kebutuhan individu konsumen (Machfoedz, 2010:. , sedangkan Morissan . segmentasi merupakan satu kesatuan dengan targeting dan positioning. Segmentasi dari kaos Galgil sendiri adalah masyarakat Kota/Kabupaten Tegal yang berada diperantauan dan yang kedua adalah masyarakat Kota/Kabupaten Tegal yang berumur 16-40 tahun. Segemntasi sangat sekali diperlukan agar sebuah perusahaan dapat memberikan pelayan yang optimal terhadap konsumennya. Hal SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 kebanggaannya kepada khalayak. Hal tersebut dikarenakan stigma orang lain terhadap wagra tegal masih dianggap warga yang kolot, lugu dan ndeso. Sehingga warga tegal cenderung malu untuk mengakuinya bahwa yang bersangkutan adalah orang tegal. Melalui media kaos Galgil ini warga tegal dapat menyuarakan melalui media kaos bahwa yang bersangkutan adalah warga tegal. tersebut juga yang dilakukan oleh kaos Galgil. Dengan mengetahui segmennya maka akan sangat mudah sekali kaos Galgil dalam membuat desainnya. Kaos Galgil mengetahui dengan betul siapa yang akan dijadikan konsumennya. Apalagi Kota/Kabupaten Tegal sangat banyak sekali dengan brbagai macam desain dan harga yang lebih ekonomis. Selain itu juga Galgil memperhitungkan siapa segmen yang akan dibidik hal tersebut dikarenakan harga kaos yang lumayan mahal diangka 80rb-100rb. Harga tersebut menurut sebagian orang cukup tinggi, tetapi bagi sebagian orang tidak masalah asalkan desainnya eksklusif. Itulah kenapa desain kaos galgil selalu dibuat menarik mungkin dan seeksklusif mungkin yaitu jika sudah produksi dengan satu desain maka tidak akan mengeluarkan lagi kalau sudah sold Hal tersebut dikarenakan untuk menjaga agar konsumen merasa kaos yang dimilikinya eksklusif dan yang hanya memiliki beberapa orang saja. Kalaupun keluar dengan desain yang sama biasanya warna kaos akan dibuat berbeda. Target berikutnya adalah masyarakat dengan umur 16-40 tahun. Hal tersebut dikarenakan desain kaos galgil yang memakainya adalah masyarakat dengan kriteria umur tersebut. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan pemilik kaos galgil pada tanggal 26 Desember 2017 adalah sebagai berikut : AuTarget konsumen dari kaos galgil adalah masyarakat kota/kabupaten Tegal yang sedang ada di perantauan baik yang sedang bekerja maupun yang sedang studi lanjut. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan kaos galgil khas Tegal mereka para pengguna kaos dapat menunjukkan jadi diri nya bahwa pemakai kaos adalah warga Tegal. Selain itu pengguna kaos lebih percaya diri dalam menunjukkan jati dirinya sebagai orang Tegal. Konsumen kaos galgil sendiri berusia 16-40 tahun. Hal tersebut dikarenakan memang desain kaos diperuntukkan bagi mereka yang berusia 1640 tahu. Itulah kenapa desain kaos yang kami buat sangat mencerminkan anak muda baik dari segi font, warna maupun tulisan yang ada di Saat ini kaos Galgil memang tidak diperuntukkan untuk anak-anak karena target Targeting Targeting menurut Morissan . adalah memilih satu atau beberapa menjadikan fokus kegiatan pemasaran dan promosi. Kadang-kadang targeting disebut juga dengan selecting karena audiensi harus diseleksi. Perusahaan harus memiliki keberanian untuk . konsumen dan meninggalkan bagian Banyaknya warga tegal yang kuliah atau bekerja di luar kota menjadi target pemasaran dari kaos ini. Hal tersebut dikarenakan warga tegal memiliki kebanggaan tersendiri mengenai kota cenderumg malu untuk mengungkapkan SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 utama dari kaos galgil sendiri bukan manyasar pasar anakanak. Ay nyleneh, sehingga yang berani menggunakan kaos Galgil biasanya adalah laki-laki. Ay Target selanjutnya dari kaos galgil laki-laki. Itulah kebanyakan kaos Galgil adalah kaos untuk laki-laki. Hal tersebut juga diamini oleh penelitian yang dilakukan oleh Mulyawan . Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa konsumen laki-laki sebanyak 79% dan perempuan sebanyak 21%. Prosentase yang cukup laki-laki meskipun ada juga kaum hama yang Data di atas juga diamini oleh pemilik kaos Galgil pada saat kami wawancarai pada tanggal 26 Desember 2017. Target dari kaos Galgil sudah terpetakan dengan baik. Karena sudah mengetahui siapa targetnya maka promosi yang dilakukan oleh Galgil juga cukup efektif. Target konsumen berhubungan erat dengan adanya media yang dapat digunakan untuk menjangkau kelompokkelompok atau segmen-segmen tertentu Target mempunyai dua fungsi sekaligus yaitu menyeleksi konsumen sasasaran sesuai dengan kriteria tertentu dan menjangkau konsumen sasasaran tersebut . (Morissan, 2014:. Kaos Galgil tidak melakukan promosi melalui leaflat atau brosur karena menurut mereka kurang Promosi yang dilakukan oleh Galgil melalui media sosial yaitu facebook dan instagram. Meraka memposting produknya kalau mengeluarkan desain AuDesain kaos Galgil memang digunakan oleh kaum laki laki. Pertama model kaos yang kami buat memang kaos standar yang dapat digunakan laki-laki Sehingga cenderung kaum laki-laki yang akan membeli koas Karena biasanya perempuan menginginkan model yang Akan tetapi jika Galgil membuat kaos yang feminim akan sulit untuk menjualnya karena tidak bisa digunakan oleh laki-laki. Sebaliknya kaosnya standar laki-laki akan Alasan kedua kenapa pembelinya kebanyakan laki-laki karena dari segi desain memang untuk laki-laki. Desain yang Positioning Langkah berikutnya setelah mengetahui segmentasi dan target konsumennya Tujuan dari positioning adalah membuat pembeda dengan produk lain. Menurut Philip Kottler dalam Reagan. Ronald dan Yeni Rosilawati . 9: . positioning adalah tindakan merancang penawaran menempati suatu posisi kompetitif yang lebih berarti dan berbeda dalam benak Sedangkan Hermawan dalam Reagan. Ronald dan Yeni Rosilawati . 9: . Aupositioning haruslah bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dengan para pesaing. Kalau keuntungan yang diperoleh adalah positioning tersebut akan tidak mudah ditiru oleh SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 tersebut akan sustainable dalam jangka panjang. Ay bersangkutan melalui persepsi hubungan-hubungan Persepsi membantu manusia disimpan dalam memorinya (Morissan, 2014:72-. Mengingat produk fashion di Tegal sudah sangat banyak dengan harga lumayan terjangkau. Banyak kaos dengan harga jauh di bawah apa yang di produksi Galgil. Akan tetapi konsumen dari Galgil sampai saat ini masih setia karena Galgil memilki pembeda dengan produk lain. Saat ini di Tegal sendiri ada kompetitor Galgil dengan desai hampir serupa. Mereka menjual desain dengan menggunakan bahasa Tegalan. Bedanya pesaing dari Galgil tidak begitu maksimal dalam mengelola produknya. Desain kaos Galgil yang selalu menggunakan bahasa Tegal membuat Galgil mencerminkan kekhasan Tegal. Desain Galgil selalu mengkomunikasikan kekhasan Tegal baik deri segi kuliner, . Tegal. Dari ketiganya yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah desain kaos yang berupa tulisan atau guyonan khas Tegal. AuPositioning adalah strategi komunikasi yang berhubungan dengan bagaimana khalayak menempatkan suatu produk, didalam otaknya, di dalam alam khayalnya sehingga khalayak memiliki penilaian Dengan demikian, positioning harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan langkah yang Pengelola pemasaran harus mengetahui bagaimana pengambilan keputusannya. Sebab, ditempatkan pada posisi yang salah, ia akan sulit diubah. Positioning menjadi penting cukup tinggi saat ini. Persepsi terhadap perusahaan atau produk memegang peranan positioning karena khalayak Gambar 1 Kaos Galgil dengan desain tulisan guyonan khas Tegal Gambar 2 Kaos Galgil dengan desain kuliner khas Tegal SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Sedangkan untuk memenuhi target pemasaran yaitu umur 16-40 ditunjukkan dari segi desain baik itu warna dan Menurut Hendratman . warna adalah salah satu komponen desain yang membentuk keindahan sekaligus sugesti, suasana tertentu. Warna sangat mempengaruhi sebuah desain. Seorang desainer grafis harus mempertimbangkan warna apa yang akan digunakan tergantung klien dan target audience. Sebagus apapun desain yang anda buat kalau komposisi warnanya tidak sesuai dengan target audience maka desain tersebut akan terlihat aneh dan memaksa. Karena target pemasarannya adalah masyarakat dengan usia 16-40 maka kebanyakan warna yang muncul adalah warna yang cerah. Menurut Hendratman . Usia 11-18 Tahun, desain warna untuk anak SMP dan SMA. Warna cerah masih mendominasi pada desain untuk target aundience usia tersebut. Tetapi jumlah warnanya tidak sebanyak untuk usia 0-10 tahun. Hanya terdiri beberapa warna cerah saja. Usia 19-40 tahun, desain warna untuk anak kuliahan atau usia produktif, biasanya desain yang disukai adalah desain dengan 1 sampai 3 warna saja dan lebih memberikan ruang Sedangkan dari segi font atau typography. Galgil tidak menggunakan font yang kaku. Tata huruf . adalah ilmu yang mempelajari tentang penempatan, penataan huruf untuk mendapatkan kesan tertentu agar pembaca bisa mendapatkan informasi secara maksimal. Selain itu ada juga seni typography yang lebih mengutamakan eksplorasi fisik pada huruf dan (Hendratman, 2015:. Menurut desainer Galgil bahwa font yang Font dipilih dan disesuaikan dengan desain utamanya. Biasanya desainer menggunakan font yang jarang digunakan dan baru. Sehingga desainer lebih sering mencari font terbaru terlebih Galgil berhasil menciptakan kesadaran merek . rand awarenes. kemampuan sebuah merek untuk muncul dalam benak konsumen ketika mereka sedang memikirkan katagori mudahnya nama tersebut dimunculkan (Shimp, 2003:. Sehingga apa yang ada dibenak konsumen Kaos Tegal adalah Kaos Galgil. Gambar 3 Kaos Galgil dengan desain tulisan kuliner dan tempat wisata di Tegal Desain yang dibuat Galgil sesuai dengan target pasarnya yaitu sebagian besar lakilaki, perantauan, dengan usia antara 16-40. Kebanyakan Galgil membahas tentang guyonan khas tegal, kuliner dan tempat wisata yang membuat para perantau tertarik membeli sebagai pengobat rasa kangen terhadap daerah Sebagian pembelinya laki-laki Galgil AunyelenehAy menggunakannya adalah kebanyakan laki laki seperti desain di bawah ini. Gambar 4 Kaos Galgil dengan desain AunyelenehAy SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 dahulu, tentunya menyesuaikan dengan desain yang dibuatnya. Peluang Peluang Galgil untuk tetap bertahan sangatlah besar. Kebutuhan akan fashion sampai kapanpun akan terus Maka jika Galgil bisa terus selalu berinovasi bukan tidak mungkin keberlangsungan Galgil sebagai kaosnya masyarakat Tegal akan tetap ada. Kedua kompetitor dari kaos Galgil yang mengusung tema sama belum begitu menseriusi Kompetitor sebagai usaha sampingan. Sehingga menjadikan Galgil masih tetap eksis sampai saat ini. Ancaman Belum memiliki stand yang tetap menjadi sebuah ancaman. Setiap tahun biaya sewa selalu mengalami Apabila terus menerus Galgil belum memiliki stand yang tetap jelas akan menjadikan suatu ancaman karena tingginya biaya Analisis Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik Galgil dan referensi beberapa literatur diperoleh hasil sebagai berikut : Kekuatan Galgil sebagai kaos penciri pertama di Tegal jelas memiliki positioning yang sangat bagus karena mudah diingat oleh konsumennya. Hal produsen pertama akan sangat Hal inilah yang menjadikan kekuatan bagi Galgil sebagai kaosnya orang Tegal. Kedua dari sisi pengelolaan yang sudah profesional membuat Galgil masih tetap bertahan sampai sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan antara investor dengan pengelola berdiri Pengelola mengelola seluruh kegiatan dari mulai produksi sampai penjualan. Sedangkan penyumbang dana dan tidak memiliki kewenangan penuh dalam dikerjakan oleh pengelola. Itulah kenapa sampai sekarang ini Galgil masih tetap bertahan. Kelemahan Ada beberapa kelemahan yang masih dimiliki oleh Galgil. Pertama berkaitan dengan desain kaos. Saat ini desainer kaos Galgil hanya 2 orang saja. Hal tersebut membuat target 10 desain dalam 1 bulan sulit Rata rata dalam 1 bulan Galgil hanya dapat mengeluarkan 6 desain saja. Kedua adalah belum dapat memproduksi kaos sendiri, artinya proses penyablonan masih bergantung kepada orang lain. Hal inilah yang membuat ketersediaan stok kadang tidak optimal. KESIMPULAN Dari hasil paparan di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa sebelum menetapkan positioning alangkah baiknya produsen terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar. Langkah selanjutnya setelah dilakukan segmentasi adalah menentukan target. Siapa yang akan Galgil menetapkan target pasarnya adalah Kota/Kabupaten Tegal terutama yang ada diperantauan, laki-laki dan berusia 16-40. Itulah kenapa dalam menetapkan positioning Galgil berhasil dengan baik. Desain kaos Galgil yang komunikatif sebagai media komunikasi kekhasan Tegal membuat para perantau terobati kangennya jika memilki kaos Galgil. Kedua desain kaos yang penuh dengan warna membuat para pembeli usia 16-40 sangat berminat memiliki kaos Galgil. Selain itu penggunaan font yang menarik dan tidak kaku menyempurnakan SOSFILKOM Vol. XI No. 02 Tahun 2017 Reagan. M Ronald dan Yeni Rosilawati. Strategi Potitioning Slank dalam Menanamkan Citra Sebagai Salah Satu Grup Band di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 6 Nomor 1 : 87-118. Shimp. Terence A. Periklanan Promosi. Jakarta : Erlangga. kaos Galgilsebagai media komunikasi kekhasan Tegal baik kuliner, tempat wisata ataupun guyonan khas tegal menjadi lebih Daftar Pustaka