e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman : 92-102 Analisis Pelaksanaan Program Stunting Di Puskesmas Kenangan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Analysis of the Implementation of the Stunting Program at the Kenangan Health Center. Percut Sei Tuan District. Deli Serdang Regency Siti ZalehaA & Sri Lestari RamadhaniA A AMagister Kesehatan Masyarakat. Universitas Prima Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding *Corresponding author: E-mail: salhafamily03@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program stunting di Puskesmas Kenangan. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, guna memahami implementasi, tantangan, serta faktor yang memengaruhi keberhasilan program. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan pandangan para pemangku kepentingan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen dengan melibatkan 35 balita, 35 orang tua/wali, 7 tenaga kesehatan, 2 tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Kenangan telah mengimplementasikan program sesuai pedoman nasional, seperti edukasi gizi selama 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian makanan tambahan, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta kampanye sanitasi lingkungan Namun, dalam pelaksanaanya terdapat tantangan signifikan meliputi hambatan geografis, distribusi logistik yang tidak optimal, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi, serta keterbatasan tenaga kesehatan yang berakibat pada tingginya beban kerja. Keberhasilan program didukung oleh komitmen tenaga kesehatan, kebijakan nasional yang memberikan panduan pelaksanaan di tingkat lokal, serta partisipasi masyarakat melalui Posyandu. Kata kunci: Stunting. Analisis program. Implementasi. Puskesmas Kenangan Abstract This study aims to analyze the implementation of the stunting program at the Kenangan Health Center. Percut Sei Tuan District. Deli Serdang Regency, in order to understand the implementation, challenges, and factors that influence the success of the program. A descriptive qualitative approach was used to explore in depth the experiences, perceptions, and views of stakeholders. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and document studies involving 35 toddlers, 35 parents/guardians, 7 health workers, and 2 community leaders. Data analysis was carried out using content analysis techniques with the stages of coding, categorization, and interpretation. The results of the study showed that the Kenangan Health Center had implemented the program according to national guidelines, such as nutrition education during the First 1,000 Days of Life (HPK), provision of additional food, immunization, monitoring of child growth and development, and environmental sanitation However, in its implementation there were significant challenges including geographical barriers, suboptimal logistics distribution, low public awareness of the importance of nutrition, and limited health workers resulting in high workloads. The success of the program was supported by the commitment of health workers, national policies that provide guidelines for implementation at the local level, and community participation through Posyandu. Keywords: Stunting. Program analysis. Implementation. Kenangan Health Center DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Zaleha. S & Ramadhani. SL. Analisis Pelaksanaan Program Stunting Di Puskesmas Kenangan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Stunting merujuk pada kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat sehingga tinggi badan mereka lebih rendah dibandingkan standar usianya. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang dialami sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, yang sering disebut sebagai periode 1. hari pertama kehidupan (Octavia et al. Secara global, stunting menjadi perhatian serius karena dampaknya yang perkembangan anak. Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki tinggi badan yang rendah, tetapi juga perkembangan otak dan kognitif, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar, produktivitas ekonomi di masa dewasa, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Stunting juga berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular di kemudian hari, seperti diabetes dan penyakit jantung. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 149 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia mengalami stunting pada tahun Masalah ini sangat dominan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di Asia Selatan dan Sub-Sahara Afrika. Upaya global untuk mengurangi prevalensi stunting telah dimasukkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. , di mana salah satu targetnya adalah mengurangi jumlah anak yang mengalami stunting sebesar 40% pada Di Indonesia, stunting menjadi salah satu masalah kesehatan prioritas nasional. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Tahun 2018 , prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%, yang berarti hampir satu dari tiga anak di Indonesia mengalami stunting. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program dan kebijakan untuk termasuk pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, peningkatan akses perbaikan sanitasi. Meski demikian, prevalensi stunting masih relatif tinggi, terutama di beberapa daerah yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan gizi (Ramadoan, 2. Stunting juga memiliki dampak yang luas pada tingkat regional, termasuk di Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Sebagai salah satu kabupaten dengan populasi besar dan beragam. Deli Serdang tidak lepas dari tantangan kesehatan, terutama terkait stunting (Bancin et al. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang menunjukkan bahwa meskipun berbagai program intervensi telah dilakukan, prevalensi stunting di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Percut Sei Tuan, masih relatif Kecamatan Percut Sei Tuan adalah salah satu wilayah padat penduduk di Kabupaten Deli Serdang, menghadapi tantangan tersendiri dalam upaya penurunan angka stunting. Faktorfaktor seperti kemiskinan, ketidaktahuan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan dan anak usia dini, serta akses yang tidak merata terhadap layanan kesehatan dasar turut berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di wilayah ini. Kondisi sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses terhadap air bersih juga memperburuk situasi, sehingga memperlambat upaya perbaikan gizi dan kesehatan anak-anak di daerah ini. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas utama dalam program kesehatan Puskesmas Kenangan, sebagai pusat layanan kesehatan di Kecamatan Percut Sei Tuan, berperan penting dalam program-program pencegahan dan penanganan stunting. Program-program penyuluhan tentang gizi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak-anak, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, terdapat sejumlah tantangan dan hambatan yang menghalangi efektivitas program tersebut. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas di Puskesmas Kenangan. Tenaga kesehatan yang tersedia seringkali harus menangani beban kerja yang tinggi, dengan tanggung jawab yang mencakup tidak hanya program stunting tetapi juga pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini dapat pemantauan tumbuh kembang anak atau penyuluhan gizi kepada ibu hamil dan Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan dan usia dini juga menjadi Banyak keluarga yang masih belum memahami dampak jangka panjang dari kekurangan gizi pada anak-anak mereka, sehingga tidak sepenuhnya memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Puskesmas. Kebiasaan pola makan yang kurang seimbang, ditambah dengan mitos-mitos lokal terkait gizi dan kesehatan, juga turut memperburuk Kendala logistik dan infrastruktur juga menjadi tantangan signifikan. Akses yang sulit ke beberapa area di Kecamatan Percut Sei Tuan menghambat distribusi kesehatan lainnya. Selain itu, kondisi sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses terhadap air bersih meningkatkan risiko infeksi pada anak-anak, yang dapat memperburuk kondisi stunting. Berdasarkan dilakukan evaluasi pelaksanaan program Puskesmas Kenangan. Kecamatan Percut Sei Tuan. Evaluasi pelaksanaan program stunting ini sangat penting untuk memastikan bahwa upaya yang dilakukan benar-benar efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di Evaluasi komprehensif dan berkelanjutan dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam implementasi program, serta menilai apakah program tersebut sesuai dengan tujuan yang telah Meskipun berbagai program telah diterapkan untuk menangani stunting di Kabupaten Deli Serdang, termasuk di e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Kecamatan Percut Sei Tuan, masih terdapat kesenjangan informasi yang signifikan mengenai efektivitas dan program-program Kesenjangan informasi ini mencakup kurangnya data yang mendalam tentang bagaimana program tersebut diterima oleh masyarakat, seberapa jauh program tersebut telah mencapai target, serta faktor-faktor apa saja yang menjadi keberhasilan program. Tanpa adanya data yang akurat dan evaluasi yang menyeluruh, sulit bagi para pembuat kebijakan dan pelaksana program untuk memahami sepenuhnya masalah yang ada dan untuk membuat keputusan yang berdasarkan bukti. Hal ini dapat mengakibatkan penggunaan sumber daya yang tidak efisien dan program yang tidak mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini diperlukan untuk mengisi kesenjangan informasi tersebut dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran. Dengan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program stunting di Puskesmas Kenangan, penelitian ini dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan menawarkan efektivitas program. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Puskesmas Kenangan, tetapi juga dapat diadaptasi oleh Puskesmas lain di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan bahkan di daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk Puskesmas Kenangan. Penelitian ini akan fokus pada implementasi program, pihak yang terlibat, serta dampak awal yang timbul dari program tersebut. Pendekatan kualitatif dipilih karena dapat menggali pengalaman, persepsi, dan pandangan dari berbagai pihak yang terlibat, serta memahami konteks sosial, budaya, dan pelaksanaan program stunting. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kenangan yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Puskesmas ini dipilih karena menjadi lokasi utama pelaksanaan program stunting yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada Oktober 2024 hingga Desember 2024, untuk memastikan pengumpulan data yang lengkap dan sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk mengakses responden dan mengumpulkan informasi yang relevan. Populasi dalam penelitian ini mencakup beberapa kelompok yang terlibat langsung atau memiliki kaitan dengan pelaksanaan program stunting di Puskesmas Kenangan. Kelompok tersebut terdiri dari anak-anak balita yang terdaftar dan mengikuti program stunting, orang tua atau wali anak-anak pelaksanaan program . eperti dokter, perawat, ahli gizi, dan bida. , serta e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes masyarakat umum di Kecamatan Percut Sei Tuan yang memiliki pengetahuan tentang atau terlibat dalam kegiatan kesehatan tersebut. Sampel penelitian terdiri dari 35 anak balita yang dipilih secara acak, 35 orang tua atau wali anak, 7 tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam program, dan 2 tokoh masyarakat, yaitu Kepala RW dan Ketua RT, yang aktif dalam kegiatan kesehatan di daerah Dalam penelitian ini, variabel yang dianalisis dibagi menjadi tiga kategori Pertama. Input, yang meliputi sumber daya yang digunakan dalam program, seperti tenaga kesehatan, dana, fasilitas, serta kebijakan dan regulasi yang mendukung program stunting. Kedua. Proses, yang mencakup pelaksanaan kegiatan program, koordinasi antar lembaga yang terlibat, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang dilakukan. Ketiga. Output, yang mengacu pada hasil dari pelaksanaan program, termasuk penurunan angka stunting, peningkatan status gizi anakanak, keberlanjutan program di masa depan, dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap program tersebut. Instrumen wawancara, panduan observasi, dan daftar dokumentasi yang dibutuhkan. Panduan wawancara berisi pertanyaan terbuka yang dirancang untuk menggali program stunting. Panduan observasi mencakup aspek-aspek yang akan diamati, seperti metode pemberian edukasi, partisipasi masyarakat, serta interaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Selain itu, daftar dokumentasi mencakup laporan program, catatan medis, kebijakan pemerintah, dan rekaman rapat yang terkait dengan pelaksanaan program. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, wawancara mendalam dilakukan dengan memilih responden yang memiliki informasi mengenai pelaksanaan program stunting. Wawancara dilakukan secara tatap muka atau daring, dengan merekam wawancara mendokumentasikan temuan penting. Kedua, observasi dilakukan dengan menentukan fokus pengamatan, seperti masyarakat serta pelaksanaan program. Observasi partisipatif maupun non-partisipatif, tergantung pada peran peneliti dalam Ketiga, mengumpulkan dokumen terkait program, seperti laporan kegiatan dan kebijakan pemerintah, yang kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pelaksanaan program. Untuk menggunakan triangulasi data. Triangulasi data menggabungkan informasi dari berbagai sumber, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumen, serta pengumpulan data untuk memastikan konsistensi dan keakuratan temuan. Dengan cara ini, diharapkan temuan penelitian akan lebih valid dan dapat e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Persepsi Masyarakat terhadap Program Stunting a. Kesadaran tentang Stunting Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Analisis isi melibatkan beberapa tahapan, yaitu pengkodean data untuk mengidentifikasi kata, frasa, atau kalimat tertentu yang mengelompokkan informasi berdasarkan tema atau kategori tertentu, dan kesimpulan yang mendalam mengenai pelaksanaan program stunting. Teknik ini memahami konteks dan makna di balik data yang terkumpul. Kesadaran stunting bervariasi. Beberapa ibu rumah tangga sudah memahami pentingnya gizi 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), namun banyak juga yang belum menyadari dampak jangka panjang stunting terhadap perkembangan anak. Sebagian ibu bahkan tidak mengetahui program pencegahan stunting. Oleh karena itu, sosialisasi lebih lanjut pemahaman mengenai stunting dan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yusran et , . terkait penekanan pentingnya upaya sosialisasi yang dilakukan guna menurunkan angka stunting. Masyarakat menghadiri kegiatan Posyandu, terutama untuk imunisasi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Namun, kendala seperti jarak jauh dan keterbatasan waktu masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil. Upaya peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan sangat diperlukan untuk memastikan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama dalam pemenuhan gizi anak, dengan beberapa keluarga hanya mampu memberikan makanan sederhana seperti nasi dengan garam atau mi instan. Beberapa juga masih mempertahankan kebiasaan memberikan minuman manis, yang tidak mendukung pola makan Meskipun demikian, mereka tetap berusaha memenuhi kebutuhan makanan HASIL DAN PEMBAHASAN Puskesmas Kenangan terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas ini menyediakan layanan setempat, termasuk rawat jalan, poli umum, poli gigi, layanan ibu dan anak, serta program pencegahan penyakit menular seperti TB. DBD, dan malaria. Puskesmas Kenangan dilengkapi dengan tenaga kesehatan terdiri dari 6 dokter umum, 3 dokter gigi, 9 perawat, dan 31 bidan, yang memadai untuk memenuhi meskipun tantangan jumlah penduduk yang padat dan keberagaman kebutuhan tetap ada. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan program stunting Puskesmas Kenangan, wawancara kepada masyarakat dan Berikut adalah hasil temuan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes sehat meskipun dengan keterbatasan Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Program Stunting Tenaga kesehatan di Puskesmas Kenangan menilai program stunting memberikan dampak positif, terutama masyarakat, meskipun masih banyak yang kesulitan mengubah pola pikir. Mereka menghadapi tantangan besar dengan beban kerja yang berat dan jumlah tenaga Kendala Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Koordinasi antara Puskesmas, pemerintah desa, dan instansi terkait juga dianggap kurang optimal, dengan anggaran yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan Observasi menunjukkan partisipasi masyarakat di Posyandu tinggi di wilayah dekat pusat pelayanan, namun rendah di daerah terpencil akibat kesulitan akses. Puskesmas Kenangan memiliki fasilitas dasar yang memadai, namun masih kekurangan alat pemantauan gizi seperti timbangan digital. Selain itu, kondisi sanitasi dan akses air bersih di beberapa wilayah menjadi masalah. Pola makan masyarakat masih bergantung pada makanan tradisional yang rendah gizi, seperti nasi dengan teh manis untuk balita Puskesmas Kenangan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, pencegahan stunting, antara lain edukasi gizi melalui kelas ibu hamil dan penyuluhan di posyandu. Program ini masyarakat, terutama ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya gizi Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Tyarini. Setiawati. Rahagia. , & Maidelwita, 2. yang mengungkapkan bahwa program stunting perlu dilakukan guna mengurangi angka stunting, diantaranya dengan pemberian makan yang sehat dan Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan di posyandu, yang tentang pentingnya asupan gizi selama 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga dilaksanakan untuk balita dengan status gizi kurang dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Selain itu, pemantauan status gizi dan tumbuh kembang anak serta kampanye sanitasi lingkungan seperti Desa Stop BABS (Buang Air Besar Sembaranga. turut dilaksanakan, meskipun akses ke sanitasi dan fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan di beberapa wilayah terpencil. Implementasi program stunting di Puskesmas Kenangan tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat, terutama ibu hamil dan keluarga dengan balita berisiko stunting. Keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya alat pemantauan gizi dan tenaga kesehatan yang memadai, turut Aksesibilitas ke layanan kesehatan juga terbatas di daerah terpencil, serta kurangnya koordinasi antara Puskesmas, pemerintah desa, dan dinas kesehatan menjadi kendala dalam efektivitas pelaksanaan program. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian oleh Purnomo et al. , . yang menyatakan penanggulangan stunting di wilayah terpencil adalah kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, serta rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemantauan gizi untuk ibu hamil dan Selain itu, studi oleh Wahyudi. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Wahyudin. Suryadi. Sudiapermana, . mengungkapkan bahwa koordinasi yang buruk antara lembaga kesehatan dan pemerintah desa dapat memperburuk dampak dari intervensi kesehatan masyarakat yang Keberhasilan program stunting di Puskesmas Kenangan dipengaruhi oleh komitmen tenaga kesehatan yang aktif dalam edukasi dan pelayanan, partisipasi masyarakat yang lebih baik dalam program kesehatan, dan dukungan pemerintah desa serta sektor terkait. Kolaborasi multisektor dan inovasi lokal, seperti pemanfaatan daun kelor sebagai sumber gizi, juga memberikan kontribusi signifikan dalam penurunan angka Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Amiruddin, . yang menyatakan bahwa keberhasilan program stunting sangat bergantung pada peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi gizi dan pelayanan kesehatan yang tepat Penelitian oleh Vilasari et al. partisipasi masyarakat yang tinggi dalam program kesehatan sangat penting untuk Selain itu, kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pemerintah desa terbukti efektif dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan. Untuk meningkatkan keberhasilan program stunting, disarankan adanya peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil, perbaikan logistik dan alokasi anggaran, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat juga diperlukan. Dengan upaya diharapkan stunting dapat diminimalisir, menghasilkan generasi yang lebih sehat dan produktif. SIMPULAN Penelitian Puskesmas Kenangan. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, yang pemberian makanan tambahan (PMT), imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan kampanye sanitasi lingkungan. Meskipun program ini memberikan mengidentifikasi tantangan signifikan, seperti keterbatasan akses layanan keterlambatan distribusi PMT, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya tenaga kesehatan. Keberhasilan program dipengaruhi oleh komitmen tenaga kesehatan, dukungan kebijakan, dan kolaborasi dengan masyarakat, meskipun terdapat hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang kurang, infrastruktur terbatas, dan tantangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, melalui edukasi, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Pemantauan dan evaluasi rutin juga penting untuk memastikan efektivitas program secara DAFTAR PUSTAKA