JURNAL AWILARAS ISSN Daring: 2407-6627 |Beranda Jurnal: https://simlitmas. id/ejurnal/index. php/awilaras/about/index Analisis Teknik Permainan Gitar Elektrik Mateus Asato pada Lagu How Deep Is Your Love Farid Yoelhian Nasution1. Irdhan Epria Darma Putra2 Prodi Pendidikan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Jalan Prof. Dr. Hamka. Air Tawar. Padang. Sumatera Barat. Indonesia. E-mail: faridyoelhian420@gmail. com 1, irdhan@fbs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik permainan gitar elektrik Mateus Asato pada lagu How Deep Is Your Love. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan penulis sebagai instrumen utama, serta didukung oleh instrumen pendukung seperti gitar elektrik, laptop, sibelius dan youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap video Mateus Asato yang tersedia di youtube dan studi dokumen berupa partitur dan rekaman video Mateus Asato saat memainkan lagu How Deep Is Your Love. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mateus Asato menggunakan beragam teknik permainan gitar elektrik yang khas, seperti hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on dan pulloff, chord melody, palm muting dan artificial harmonics, serta penggunaan dinamika dan ekspresi yang tinggi. Teknik-teknik tersebut membentuk karakter permainan yang emosional dan musikal, serta menunjukkan tingkat keterampilan teknis dan interpretatif yang tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gitaris dalam memperkaya teknik bermain serta memahami pendekatan artistik dalam interpretasi lagu. Kata Kunci : Gitar Elektrik. Mateus Asato. Teknik Permainan. Analisis Musik. How Deep Is Your Love ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the electric guitar techniques used by Mateus Asato in his version of How Deep Is Your Love. This research uses a qualitative descriptive method, with the researcher as the primary instrument, supported by tools such as an electric guitar, a laptop. Sibelius software, and YouTube. Data were collected through direct observation of Mateus AsatoAos performance videos on YouTube and through document analysis, including scores and video recordings of his interpretation of the song. The results reveal that Mateus Asato uses a variety of distinctive electric guitar techniques, including hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on and pull-off, chord melody, palm muting, and artificial harmonics, combined with expressive dynamics and articulation. These techniques contribute to a performance that is emotionally rich and musically nuanced, demonstrating a high level of technical skill and interpretative depth. The findings are expected to serve as a valuable reference for guitarists looking to expand their technical skills and deepen their understanding of artistic expression in song interpretation. Keywords : Electric Guitar. Mateus Asato. Guitar Techniques. Music Analysis. How Deep Is Your Love A. PENDAHULUAN Musik merupakan salah satu bentuk seni yang digemari oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Setiap hari, kita kerap menikmati musik, baik secara sengaja maupun tanpa kita sadari (Marandika. Epria. Putra, & Pd, 2. Musik merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara menjadi pola-pola yang dapat dipahami oleh manusia (Banoe 2000, . Menurut Jamalus . 8, . , musik merupakan karya seni berupa suara dalam bentuk lagu atau komposisi yang mencerminkan pikiran dan perasaan sang pencipta. Hal ini diwujudkan melalui elemen-elemen utama musik, seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, serta ekspresi yang menyatu dalam kesatuan. Sementara itu menurut Sylado . 3, . mengatakan, bahwa musik adalah waktu yang memang untuk Gitar merupakan alat musik yang tergolong dalam kategori chordophone, yaitu alat musik yang menghasilkan suara melalui dawai atau senar yang diregangkan (HAERUDDIN. H, 2. Alat musik ini memiliki berbagai jenis seperti gitar klasik, gitar elektrik, gitar akustik, gitar bass, gitar silent, dan gitar akustik elektrik, serta telah menjadi instrumen yang sangat dikenal dan familiar bagi banyak orang. Salah satu jenis gitar yang paling populer untuk memainkan karya solo, baik dari era klasik maupun modern, adalah gitar elektrik (Zebua, 2. Seiring perkembangan zaman, alat musik ini mengalami transformasi menjadi berbagai model gitar kuno yang kemudian dikenal dengan istilah gitar atau guitar dalam bahasa Inggris. Istilah tersebut berasal dari alat musik petik tradisional yang berasal dari wilayah Persia sekitar tahun 1500 SM, yang dikenal dengan nama citar atau sehtar (Indrawan, 2. Musik modern sering kali melibatkan penggabungan berbagai genre, yang menciptakan karya- karya fusi yang lebih eksperimental dan inovatif termasuk dalam permainan gitar. Salah satu gitaris terkenal seperti Mateus Asato menggabungkan teknik gitar tradisional dengan elemen- elemen modern, seperti ambient. R&B, dan bahkan musik elektronik, menciptakan suara baru yang sesuai dengan tren musik global. Mateus Asato memiliki kemampuan untuk memadukan berbagai teknik gitar seperti fingerstyle, hybrid picking, dan chord voicing kompleks dengan cara yang harmonis. Gaya bermainnya yang halus dan emosional menjadikannya figur sentral dalam dunia gitar modern. Dengan jutaan pengikut di instagram dan youtube. Mateus Asato menjadi salah satu gitaris modern yang paling berpengaruh. Ia memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan gaya bermainnya ke audiens global, menjadikannya relevan dalam konteks era digital. Gitaris muda dari berbagai penjuru dunia terinspirasi oleh pendekatan kreatif Mateus Asato, yang tidak hanya menampilkan kemampuan teknis, tetapi juga cara membangun aransemen musik yang Salah satu lagu yang di cover oleh Mateus Asato pada platformnya adalah lagu How Deep Is Your Love. Dari sekian banyak gitaris yang membuat cover lagu How Deep Is Your Love ini, hanya Mateus Asato yang menggunakan banyak teknik saat meng-cover lagu tersebut. Lagu ini merupakan salah satu karya klasik Bee Gees yang dikenal luas dan memiliki daya tarik lintas generasi. Hal ini membuat audiens lebih mudah mengapresiasi versi instrumentalnya, terutama dalam melihat bagaimana aransemen gitar dapat menghadirkan nuansa baru pada karya yang sudah dikenal. Melodi lagu ini sangat cocok untuk diinterpretasikan ulang dengan gitar elektrik. Dengan struktur harmoni yang kaya, lagu ini memberikan tantangan menarik bagi seorang gitaris untuk menciptakan aransemen yang tetap menjaga esensi asli lagu sambil menambahkan elemen personal. Mateus Asato mampu menjaga keindahan melodi asli lagu sambil menambahkan nuansa unik melalui teknik gitar khasnya. Ia mengintegrasikan melodi vokal ke dalam permainan gitar, menciptakan pengalaman mendengarkan yang baru tanpa kehilangan esensi lagu. Permainan Mateus Asato tidak hanya soal teknikalitas, tetapi juga tentang bagaimana ia membawa pendengar ke dalam suasana emosional lagu. Dalam lagu ini, ia menunjukkan bagaimana emosi dapat dihidupkan kembali hanya dengan gitar. Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis apa saja teknik permainan gitar yang digunakan oleh Mateus Asato dalam lagu How Deep is Your Love yang dicovernya melalui platform youtube. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman, menambah wawasan, dan literatur tentang teknik permainan gitar elektrik terutama pada lagu How Deep is Your Love. METODE Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, bukan angka-angka. Pemilihan metode ini didasarkan pada fokus utama penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman secara mendalam tentang teknik permainan gitar Mateus Asato dalam lagu How Deep Is Your Love. Metode kualitatif deskriptif sangat relevan untuk menganalisis fenomena artistik karena mampu menggali detail makna melalui interpretasi kontekstual (Creswell & Poth. Peneliti berperan langsung sebagai instrumen utama, yang berarti seluruh proses pengumpulan dan analisis data sangat bergantung pada pengamatan, interpretasi, dan pemahaman peneliti terhadap objek kajian (Silverman, 2. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi langsung terhadap video permainan Mateus Asato yang tersedia di YouTube. Teknik observasi ini merupakan strategi efektif dalam penelitian musik, karena memungkinkan peneliti merekam praktik musikal secara holistik (Cohen. Manion, & Morrison, 2. Video tersebut dianalisis secara berulang untuk menangkap setiap detail teknik yang digunakan. Selain itu, studi dokumen juga digunakan, yaitu dengan memanfaatkan partitur dan transkripsi lagu sebagai bahan analisis pendukung. Penggunaan berbagai sumber data mendukung keabsahan temuan melalui triangulasi (Patton. Alat bantu seperti gitar elektrik, laptop, dan Sibelius digunakan untuk membantu proses ini, sehingga mendukung proses pengkodean data musikal secara akurat (Harrison, 2. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tiga tahapan. Pertama, reduksi data, yaitu proses memilah dan menyederhanakan data mentah agar lebih fokus pada aspek-aspek Kedua, penyajian data, di mana data yang sudah disaring ditata secara sistematis dalam bentuk deskripsi naratif dan ilustrasi visual. Ketiga, penarikan kesimpulan, yakni proses memahami pola-pola teknik permainan yang muncul dan merumuskan temuan yang paling relevan terhadap tujuan penelitian. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menggambarkan secara detail teknik-teknik permainan gitar yang digunakan oleh Mateus Asato, serta menjelaskan bagaimana teknik tersebut membentuk karakter dan ekspresi musikal dalam aransemen lagu tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan How Deep Is Your Love memiliki 60 ruang birama dan memiliki bentuk satu bagian ABCBCDC. Bagian pertama (A) dibuka dengan intro 4 ruang birama yang dengan tangga nada Eo major, menghadirkan suasana yang lembut, hangat, dan penuh Mateus Asato memainkan bagian ini dengan teknik hybrid picking, untuk mengontrol dinamika yang halus dan detail. Harmoni yang ia bangun terasa kaya dan berlapis, didukung oleh penggunaan teknik seperti slide, vibrato, hammer-on, dan pull-off yang menjadikan setiap frase terdengar mengalir alami dan emosional. Bagian kedua (B) lagu How Deep Is Your Love yang dimainkan Mateus Asato secara keseluruhan memiliki 30 ruang birama pada bagian verse dengan dua tema, yaitu tema I dan tema II. Tema I berfungsi sebagai pembuka yang lembut, dengan melodi yang menyatu indah dengan harmoni melalui pendekatan chord melody. Permainan Mateus Asato terasa begitu lapang dan tenang, dengan dinamika yang dikendalikan dengan sangat lembut. Teknik hybrid picking yang digunakan untuk mempertahankan kejelasan setiap nada, memberikan ekspresi yang intim dan personal. Frase-frase pendek dipilih dengan bijak, memberikan ruang yang cukup antara not-not, yang menambah kesan reflektif dan mendalam pada keseluruhan bagian ini. Tema II hadir sebagai pengembangan dari Tema I, dengan melodi yang lebih hidup dan dinamis. Di bagian ini. Mateus Asato menonjolkan teknik seperti slide, hammer-on, pull-off, dan vibrato, memberikan kesan bahwa setiap nada berbicara lebih jelas dan ekspresif. Bagian ketiga (C) dilanjutkan dengan chorus akhir sebuah lagu dan secara keseluruhan memiliki 27 ruang birama, pada bagian chorus terbagi dengan tiga tema, yaitu tema I. II dan tema i. Tema I Mateus Asato membuka chorus dengan melodi yang lebih luas dan ekspansif jika dibandingkan dengan bagian verse, namun tetap mempertahankan nuansa keintiman. Teknik hybrid picking dimainkan dengan sangat terkontrol, memadukan antara pick dan jari yang halus, memungkinkan Mateus Asato untuk menyesuaikan dinamika permainan secara Teknik slide dan vibrato di sini memperkaya melodi, memberikan kedalaman dan ekspresi pada setiap nada panjang yang dimainkan. Selain itu, hammer-on dan pull-off digunakan untuk memperlancar frase-frase melodi, memberikan aliran yang lebih natural dan emotif pada permainan gitar. Tema II permainan Mateus Asato menjadi lebih energik dan berirama, dengan melodi yang lebih cepat dan ritmis. Teknik hybrid picking tetap mendominasi, tetapi kali ini Mateus Asato lebih fokus pada pengaturan ritme yang lebih terstruktur dan dinamis. Teknik hammer-on dan pull-off digunakan lebih sering, menciptakan transisi yang cepat dan lancar antara nada. Slide masih hadir untuk memberikan kelancaran dan ekspresi pada permainan, sementara vibrato ditambahkan pada nada-nada panjang, memperkaya emosi dan memberi kedalaman pada setiap frase melodi yang Tema i setelah bagian bridge. Mateus Asato membawa permainan gitarnya ke puncak emosional dengan menonjolkan teknik bending yang terasa kuat namun penuh nuansa. Bagian keempat (D) dilanjutkan dengan bridge di bagian transisi ini secara keseluruhan memiliki dua ruang birama. Pada bagian bridge sebelum outro. Mateus Asato menghadirkan momen yang terasa tenang dan penuh perasaan, seolah memberi ruang bagi emosi untuk bernapas sebelum menuju akhir lagu. Ia memainkan frase-frase melodi dengan sentuhan legato yang halus, membuat setiap nada mengalir lembut tanpa terasa terputus. Teknik hammer-on, pull-off, dan slide digunakan dengan cermat untuk memperkaya nuansa permainan, memberikan gerakan yang alami dan ekspresif. Hybrid Picking Ada beberapa bagian yang secara khusus membutuhkan teknik hybrid picking agar bisa dimainkan dengan tepat dan penuh ekspresi. Teknik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan pick untuk memetik senar bass . eperti E atau A), sementara jari tengah dan manis digunakan untuk memetik senar G. B, dan E. Salah satu contoh hybrid picking bisa ditemukan pada birama ke-4 yang dapat dilihat pada gambar notasi berikut. Gambar 1. Teknik hybrid picking Sumber : Zenoceros Slide Slide merupakan teknik bermain gitar dengan cara menggerakkan jari atau alat bantu seperti slide bar secara lembut di sepanjang senar guna menciptakan perpindahan nada yang halus dan penuh ekspresi (Brewster, 2. Menurut Wicaksono . , teknik slide adalah metode memainkan senar dengan cara menggeser jari ke nada yang berbeda. Teknik ini sering muncul pada beberapa bagian solo, di mana transisi nada dilakukan dengan memindahkan jari dari satu fret ke fret lainnya tanpa menghentikan suara, sehingga menghasilkan efek yang halus dan ekspresif. Keberhasilan dalam menerapkan teknik slide ini bergantung pada kontrol jari yang tepat, kecepatan, dan kehati-hatian agar suara yang dihasilkan tetap konsisten dan tidak terputus. Seperti pada bagian solo, di mana slide digunakan untuk menciptakan nuansa melodi yang lebih dramatis dan mendalam. Teknik ini memerlukan ketelitian dalam menjaga kebersihan suara dan pengendalian tekanan pada senar agar transisi antar nada terdengar mulus dan alami. Salah satu contoh slide bisa ditemukan pada birama ke-9 yang dapat dinilai pada gambar potongan notasi Gambar 2. Teknik slide Sumber : Zenoceros Bending Bending merupakan teknik memainkan gitar dengan menggeser senar ke atas atau ke bawah guna menaikkan tinggi nada, menghasilkan nuansa ekspresif yang kerap dimanfaatkan dalam genre seperti blues, rock, dan metal (Stetina. Teknik bending yang digunakan tidak hanya soal menaikkan nada, tetapi juga tentang kontrol intonasi, vibrato, serta penempatan waktu yang tepat agar menyatu sempurna dengan melodi. Bagian ini dapat dikatakan cukup sulit untuk dimainkan secara akurat jika seorang gitaris belum menguasai teknik bending dengan baik. Dibutuhkan kepekaan terhadap pitch dan dinamika agar hasilnya tidak terdengar kaku atau fals. Kehalusan dalam menarik senar, menahan pitch, serta memberikan vibrato yang halus menjadi elemen penting yang harus dikuasai. Bending tersebut muncul pada bagian awal improvisasi melodi, sebagai bentuk ekspresi emosional yang membuka interpretasi lagu dengan sentuhan lembut namun penuh perasaan. Meskipun hanya satu bending, namun efek musikalnya sangat kuat dan menjadi ciri khas dari gaya bermain Mateus Asato dalam lagu ini. Salah satu contoh bending bisa ditemukan pada birama ke-55. Gambar 3. Teknik bending Sumber : Zenoceros, 2025 d. Vibrato Terdapat beberapa bagian yang membutuhkan penguasaan teknik vibrato yang baik. Vibrato dalam permainan Mateus Asato bukan hanya sekadar hiasan nada, melainkan menjadi bagian penting dalam menyampaikan ekspresi dan nuansa emosional dari lagu tersebut. Teknik vibrato yang digunakan tidak hanya mengandalkan getaran jari biasa, melainkan juga melibatkan kontrol yang presisi, kestabilan tangan kiri, dan kepekaan terhadap dinamika lagu. Teknik ini menuntut sensitivitas pemain dalam menjaga kestabilan nada serta kehalusan dalam menggetarkan senar. Khususnya pada bagian chorus, vibrato yang digunakan cenderung lebih cepat dan dalam. Bagian ini cukup menantang karena pemain harus mampu menjaga kestabilan pitch sambil tetap mempertahankan intensitas emosional dari lagu. Salah satu contoh vibrato bisa ditemukan pada birama ke-40. Gambar 4. Teknik vibrato Sumber : Zenoceros, 2025 Legato Teknik legato adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan nada terhubung/tidak terputus dengan satu petikan (Hidayatullah, 2. Teknik legato ini umumnya dilakukan melalui kombinasi antara hammer-on dan pull-off, yang memungkinkan perpindahan nada tanpa harus memetik setiap not dengan tangan kanan. Pada bagian-bagian tertentu. Mateus Asato menggunakan legato secara cepat dan bersambung, terutama pada kalimat melodi yang panjang atau saat transisi antar frase. Untuk memainkannya, jari tangan kiri harus memiliki kekuatan dan koordinasi yang baik agar setiap nada tetap terdengar jelas meskipun tidak dipetik. Selain itu, ketepatan waktu saat melakukan perpindahan antar nada juga sangat penting, karena jika tidak tepat, hasilnya bisa terdengar tidak bersih atau tidak rata. Tangan kanan hanya digunakan untuk memulai frasa atau memberi aksen ringan, sementara sisanya dibiarkan mengalir melalui teknik legato tersebut. Salah satu contoh legato bisa ditemukan pada birama ke-53 dan 54 yang dapat dilihat pada notasi berikut. Gambar 5. Teknik legato Sumber : Zenoceros, 2025 Hammer-on dan Pull-off Hammer-on adalah teknik menekan senar dengan jari tangan kiri pada fret yang lebih tinggi secara tegas tanpa memetik senar kembali, sehingga menghasilkan suara nada baru secara lancer, sementara pull-off merupakan teknik kebalikan hammer-on, yaitu melepaskan jari dari fret sambil menjaga senar ditekan pada fret yang lebih rendah atau senar terbuka, sehingga nada berikutnya terdengar tanpa petikan tambahan (Stetina. Teknik hammer-on ini dilakukan dengan memetik senar terlebih dahulu, kemudian menekan fret yang lebih tinggi dengan jari di tangan kiri. Meskipun serupa dengan hammer on, teknik pull off melibatkan pengangkatan jari dari fret yang lebih depan, bukan menekannya. Dalam teknik ini, nada yang dihasilkan cenderung lebih rendah (Aldiansyah. Z, 2. Hammer-on dan pull-off merupakan teknik legato utama yang berperan penting dalam menciptakan frase musik yang lancar dan penuh ekspresi (Govan. Teknik ini membutuhkan koordinasi yang baik antara kedua tangan, serta kekuatan dan kecepatan jari yang seimbang agar nada yang dihasilkan tetap jelas dan bersih tanpa bantuan petikan tambahan dari tangan kanan. Dalam aransemen tersebut, teknik hammer-on digunakan untuk menghubungkan dua nada secara halus tanpa perlu memetik senar kedua kalinya. Hal ini dilakukan dengan menghentakkan jari tangan kiri ke fret yang dituju setelah nada pertama dipetik, sehingga menciptakan transisi yang lembut dan ekspresif. Sebaliknya, teknik pull-off digunakan untuk menghasilkan nada yang lebih rendah dengan cara menarik jari yang menekan senar ke bawah . edikit menjentikka. setelah nada pertama dipetik, memungkinkan senar tetap bergetar untuk menghasilkan nada berikutnya tanpa petikan baru. Salah satu contoh hammer-on dan pull-off bisa ditemukan pada birama ke-2. Gambar 6. Teknik hammer-on dan pull-off Sumber : Zenoceros, 2025 Chord Melody Teknik ini mengharuskan pemain memainkan melodi utama lagu sambil tetap mengiringinya dengan akor-akor yang harmonis. Jadi, kita seolah memainkan dua bagian sekaligus melodi dan iringan dalam satu permainan. Di tangan Mateus Asato, teknik ini jadi semakin menarik karena ia menggunakan bentuk-bentuk akor yang unik dan perpindahan yang cepat antar posisi. Butuh keluwesan jari tangan kiri untuk menekan nada-nada melodi sambil tetap membentuk akor dengan suara yang jernih. Sementara itu, tangan kanan harus bisa memetik senar dengan sentuhan yang halus dan terkontrol agar setiap nada terdengar jelas dan emosional. Yang membuatnya lebih menantang lagi, melodi sering berada di nada tertinggi dari akor yang dimainkan, jadi pemain harus benar-benar menjaga keseimbangan antara melodi dan harmoni. Teknik ini nggak cuma soal kemampuan teknis, tapi juga soal rasa bagaimana kita menyampaikan nuansa dan emosi lagu lewat setiap petikan. Teknik chord melody menjadi kunci bagi pemain gitar solo untuk menghadirkan permainan yang lengkap dengan menggabungkan melodi dan harmoni secara bersamaan dalam satu waktu (Johnson. Salah satu contoh chord melody bisa ditemukan pada birama ke-2. Gambar 7. Teknik chord melody Sumber : Zenoceros, 2025 h. Palm Muting Teknik ini dilakukan dengan bagian sisi telapak tangan kanan . agian bawah jempo. yang secara ringan menyentuh senar dekat dengan bridge gitar, sambil memetik senar menggunakan jari-jari lainnya. Palm muting tidak mematikan suara sepenuhnya, melainkan hanya meredam resonansi berlebih sehingga nada terdengar pendek, hangat, dan "tertahan". Teknik palm muting memberikan warna ritme dan suara khas pada permainan gitar, sehingga menjadi teknik penting dalam musik bergenre berat (Chen. Salah satu contoh palm muting bisa ditemukan pada birama ke-31 yang dapat dilihat pada gambar berikut. Artificial Harmonics Artificial harmonics adalah teknik yang memadukan hammer-on dan pull-off dengan gerakan cepat dan teratur sehingga menghasilkan melodi yang terdengar mulus dan kontinu, seakan- akan dimainkan tanpa adanya petikan senar yang nyata (Gambale. Mateus Asato memainkannya dengan menyentuh ringan senar menggunakan kelingking tangan kiri dan memetiknya dengan menggunakan pick tangan kanan, membutuhkan ketepatan posisi serta koordinasi yang halus. Teknik ini menambah warna ekspresif dan tekstur atmosferik dalam aransemen chord melody-nya. Salah satu contoh artificial harmonics bisa ditemukan pada birama ke-43 yang dapat dilihat pada notasi berikut. Gambar 9. Teknik artificial harmonics Sumber : Zenocero D. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bahwa teknik permainan gitar elektrik dalam aransemen How Deep Is Your Love oleh Mateus Asato mencakup berbagai teknik modern seperti hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on dan pull-off, chord melody, palm muting, dan artificial harmonics, serta penggunaan efek delay dan reverb. Teknik-teknik ini mencerminkan pendekatan yang ekspresif, atmosferik, dan personal dalam bermain gitar elektrik, dengan tingkat kesulitan tinggi karena menuntut penguasaan teknis, ekspresi emosional, dan kontrol efek suara. Berbeda dengan pendekatan teknikal dan struktural yang digunakan dalam karyakarya klasik seperti oleh Barrios Mangore. Joaquin Rodrigo, dan Sonate Mozart KV 331, permainan Asato menonjolkan narasi emosional dan warna suara yang luas melalui struktur lagu yang fleksibel dan dinamis ABCBCDC, menjadikan gitar sebagai media ekspresi dalam konteks musik modern. Berdasarkan hasil analisis terhadap aransemen lagu How Deep Is Your Love aransemen Mateus Asato dapat disimpulkan bahwa aransemen ini menunjukkan tingkat musikalitas dan ekspresi emosional yang sangat tinggi. Mateus Asato berhasil menginterpretasikan lagu ini dengan pendekatan personal yang khas, melalui teknik permainan gitar seperti hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on dan pull-off, chord melody, palm muting, artificial harmonics, serta penggunaan efek seperti delay dan reverb yang memberikan kedalaman dan nuansa atmosferik yang kuat. Secara struktural, lagu ini memiliki bentuk satu bagian dengan pola ABCBCDC, terdiri dari intro, verse, chorus, bridge dan outro. Setiap bagian menampilkan karakteristik permainan yang berbeda namun tetap saling terkait dalam kesatuan emosi dan dinamika. Bagian intro dan verse ditandai dengan permainan yang lembut dan reflektif, sementara bagian chorus menghadirkan intensitas emosional yang lebih tinggi, diakhiri dengan bridge yang tenang dan menyentuh sebagai transisi menuju penutup. Pendekatan Mateus Asato dalam mengaransemen lagu ini bukan hanya menunjukkan keterampilan teknis yang tinggi, tetapi juga kepekaan artistik yang mendalam. Ia berhasil membangun narasi emosional melalui permainan gitarnya, menjadikan aransemen ini bukan sekadar versi ulang, tetapi bentuk interpretasi musikal yang autentik dan inspiratif. DAFTAR PUSTAKA