E-ISSN 2798-3846 Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 PENINGKATAN SOFT SKILLS SISWA SMKN 20 JAKARTA MELALUI WORKSHOP INTERVIEW KERJA Dony Firman Santosa1*. Mochamad Sarif Hasyim1. Ni Luh Putu Nia Anggraeni 1 Politeknik Ketenagakerjaan *donyfirman@polteknaker. id, sarifhasyim@polteknaker. niaanggraeni@polteknaker. ABSTRAK Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia kerap mengalami kendala dalam memasuki dunia kerja, khususnya terkait keterampilan non-teknis seperti komunikasi dan kepercayaan diri saat wawancara. Data dari BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka tertinggi berasal dari lulusan SMK. Hal ini menandakan perlunya intervensi yang aplikatif dalam membekali siswa dengan soft skills. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan siswa SMKN 20 Jakarta menghadapi wawancara kerja melalui pelatihan berbasis pengalaman. Metode workshop meliputi penyampaian materi, simulasi wawancara individu, dan diskusi kelompok tanpa pemimpin (LGD). Hasil observasi menunjukkan peningkatan pemahaman wawancara, keberanian, dan keterampilan komunikasi Pendekatan experiential learning terbukti efektif dalam membangun kesiapan kerja secara praktis. Kegiatan ini juga menjawab kebutuhan mitra dan berpotensi untuk direplikasi di sekolah vokasi lain. Kata Kunci: Interview kerja. Kesiapan kerja. Pelatihan vokasi. SMKN 20 Jakarta. Soft skills ABSTRACT Vocational high school (SMK) graduates in Indonesia often face obstacles in entering the workforce, particularly regarding non-technical skills such as communication and selfconfidence during job interviews. Data from Statistics Indonesia (BPS) indicate that SMK graduates have the highest open unemployment rate. This highlights the need for practical interventions to strengthen studentsAo soft skills. This community service activity aimed to improve the job interview readiness of students at SMKN 20 Jakarta through experience-based The workshop included material delivery, individual interview simulations, and leaderless group discussions (LGD). Observations revealed improvements in students' understanding of interviews, confidence, and communication skills. The experiential learning approach proved effective in enhancing practical job readiness. This activity successfully addressed the partner school's needs and shows potential for replication in other vocational Keywords: Job interview. Job readiness. SMKN 20 Jakarta. Soft skills. Vocational training Tanggal Masuk: 30 Mei 2025 Tanggal Diterima: 28 Juni 2025 Halaman: 50-61 Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 PENDAHULUAN Pendidikan vokasi merupakan pilar penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang siap kerja. Dalam konteks globalisasi dan revolusi industri 4. kebutuhan akan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki hard skills tetapi juga soft skills semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan pernyataan World Economic Forum . yang menyebutkan bahwa keterampilan seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan fleksibilitas akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan cepat di dunia kerja. Hadirnya pendidikan vokasi di Indonesia seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten secara teknis dan siap bersaing di pasar kerja. Namun, realitas menunjukkan bahwa lulusan SMK masih menghadapi tantangan besar dalam memasuki dunia kerja, terutama dalam aspek soft skills (Utomo & Mahmud, 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2. , tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 9,42%, tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan tuntutan dunia kerja, khususnya dalam kemampuan non-teknis seperti komunikasi, percaya diri, dan etika kerja. Studi oleh Purwanto et al. menegaskan bahwa rendahnya kesiapan kerja lulusan SMK berkorelasi dengan minimnya penguasaan soft skills, terutama pada tahap wawancara kerja. Di sisi lain, wawancara kerja menjadi salah satu tahap paling menentukan dalam proses seleksi kerja yang kerap kali gagal dihadapi oleh lulusan SMK (Herlina, 2. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu SMKN 20 Jakarta, mengindikasikan bahwa siswa kelas XII mereka merasa belum percaya diri dan kurang memiliki pengetahuan teknis maupun praktis terkait wawancara kerja. Permasalahan ini diperkuat melalui permintaan resmi pihak sekolah kepada tim dosen Politeknik Ketenagakerjaan untuk memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kesiapan siswa menghadapi proses rekrutmen. Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat merancang solusi dalam bentuk workshop bertema "Tips dan Trik Sukses Menghadapi Interview Kerja". Pelatihan ini dirancang berbasis experiential learning, di mana peserta tidak Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 hanya mendapatkan teori mengenai teknik wawancara kerja, tetapi juga melakukan simulasi langsung melalui roleplay, diskusi kelompok, dan praktik Leaderless Group Discussion (LGD). Pelatihan dirancang dengan pendekatan partisipatif agar peserta aktif terlibat dan mampu merefleksikan pengalaman langsung (Kolb, 2015. Sari & Fitriani, 2. Selain itu, materi disusun secara sistematis dengan mengacu pada kompetensi dasar employability skills dan kebutuhan riil dunia kerja (Yorke & Knight. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah pertama, memberikan pelatihan teknis yang spesifik kepada siswa kelas XII SMKN 20 Jakarta mengenai proses dan teknik wawancara kerja, termasuk praktik dalam menjawab pertanyaan umum dan teknis yang sering muncul dalam wawancara berbasis kompetensi. Kedua, memfasilitasi pembentukan sikap profesional dan keterampilan komunikasi melalui metode pembelajaran aktif, seperti simulasi wawancara individu dan diskusi kelompok tanpa pemimpin (LGD), yang secara langsung meniru proses rekrutmen di dunia kerja. Ketiga, mendukung peningkatan kesiapan kerja siswa secara kualitatif melalui pengamatan langsung selama proses simulasi dan umpan balik peserta serta guru. Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pelatihan soft skill berupa workshop "Tips dan Trik Sukses Menghadapi Interview Kerja" di SMKN 20 Jakarta, serta menganalisis dampak kegiatan terhadap peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi wawancara Penelitian ini juga mendiskusikan temuan-temuan berdasarkan teori dan literatur yang relevan serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan program serupa di masa mendatang. METODE Waktu Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia. Politeknik Ketenagakerjaan, bekerja sama dengan SMKN 20 Jakarta sebagai mitra. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 23 April 2025, bertempat di Aula SMKN 20 Jakarta, yang berlokasi di Jalan Melati Nomor 24. RT 13 RW 10. Cilandak Barat. Jakarta Selatan. Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Subjek Kegiatan Subjek kegiatan adalah siswa kelas XII dari berbagai jurusan di SMKN 20 Jakarta yang akan segera memasuki dunia kerja. Beberapa di antaranya yaitu jurusan akuntansi dan keuangan lembaga, bisnis daring dan pemasaran, otomatisasi dan tata kelola perkantoran, perbankan syariah, dan rekayasa perangkat lunak. Metode Pelaksanaan Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan berbasis pemberdayaan dalam bentuk workshop intensif. Workshop ini merupakan respon terhadap kebutuhan mitra dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi kerja, khususnya Kegiatan dilakukan secara tatap muka selama satu hari penuh, dimulai dari 30 WIB hingga 10. 00 WIB. Metode penyampaian menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif, melibatkan penyampaian materi teoritis, simulasi wawancara personal, diskusi kelompok tanpa pemimpin (LGD), serta roleplay langsung dengan Setiap sesi dipandu oleh narasumber dari tim pengabdian yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman dalam bidang pengembangan sumber daya Intervensi pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa, tetapi juga memberi pengalaman praktis agar mereka dapat menginternalisasi strategi dan teknik wawancara kerja secara aplikatif. Pemilihan metode ini didasarkan pada efektivitas pendekatan berbasis pengalaman dalam membentuk keterampilan kerja (Kolb, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan workshop AuTips dan Trik Sukses Menghadapi Interview KerjaAy yang dilaksanakan di SMKN 20 Jakarta berhasil menjangkau seluruh siswa kelas XII dari berbagai jurusan. Berdasarkan hasil observasi lapangan, umpan balik peserta, serta catatan tim pelaksana, kegiatan ini dinilai berjalan dengan baik dan mencapai sasaran Workshop penyampaian materi, diskusi, dan simulasi praktik langsung yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai dinamika proses wawancara kerja. Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari enam tahapan yang disusun secara sistematis untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan Berikut penjelasan setiap tahapannya: Perencanaan Pada tahap awal, tim dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Politeknik Ketenagakerjaan melakukan identifikasi masalah dan merumuskan konsep Tim menetapkan tema, sasaran kegiatan, dan tujuan pengabdian, berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan tantangan yang dihadapi lulusan SMK. Selain itu, dilakukan pengkajian awal terhadap kompetensi soft skills yang dibutuhkan dan relevan dengan kebutuhan mitra. Koordinasi dengan Mitra Setelah perencanaan internal rampung, tim melakukan koordinasi dengan pihak SMKN 20 Jakarta sebagai mitra utama. Tahapan ini mencakup diskusi untuk menyamakan persepsi, pembagian peran, serta kesepakatan teknis seperti jadwal kegiatan, pemilihan peserta, tempat pelaksanaan, dan fasilitas yang diperlukan. Komunikasi dua arah ini penting untuk memastikan kebutuhan mitra terakomodasi dalam pelaksanaan kegiatan. Penyusunan Materi Materi pelatihan disusun secara sistematis oleh tim pengabdian berdasarkan literatur dan pengalaman profesional. Konten mencakup teknik dasar wawancara kerja, strategi menjawab pertanyaan, etika personal, serta praktik LGD. Penyusunan materi mengacu pada pendekatan experiential learning, yang mengedepankan pembelajaran aktif melalui praktik langsung. Modul dan alat bantu seperti lembar kerja dan studi kasus juga dipersiapkan. Pelaksanaan Kegiatan inti dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif selama satu hari Rangkaian sesi meliputi penyampaian materi teoritis, simulasi wawancara individu, praktik LGD, dan diskusi reflektif. Narasumber dari tim pengabdian berperan Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 sebagai fasilitator dan evaluator. Suasana kegiatan dikondisikan agar mendekati situasi wawancara kerja sesungguhnya, sehingga siswa dapat berlatih secara realistis. Gambar 1. Penyampaian materi Evaluasi dan Dokumentasi Setelah seluruh sesi selesai, tim melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan melalui observasi, tanggapan peserta, dan diskusi informal dengan guru Dokumentasi berupa foto kegiatan, catatan narasumber, dan daftar hadir disusun sebagai bagian dari laporan akhir. Refleksi ini digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan kegiatan, serta area yang dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya. Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Gambar2. Diskusi dengan peserta Rencana Tindak Lanjut Sebagai penutup rangkaian, disusun rencana tindak lanjut berbasis hasil kegiatan. Hal ini mencakup usulan untuk replikasi program di sekolah lain, perbaikan materi pelatihan, serta penyusunan artikel ilmiah untuk diseminasi hasil kegiatan ke jurnal Tahapan ini memastikan bahwa kegiatan pengabdian tidak berhenti sebagai satu kali pelaksanaan, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam penguatan soft skills siswa SMK secara nasional. Perencanaan Koordinasi dengan Mitra Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Evaluasi dan Dokumentasi Gambar 1. Alur Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelaksanaan dimulai dengan sesi pengantar yang menjelaskan pentingnya wawancara kerja dalam proses rekrutmen, dilanjutkan dengan simulasi wawancara Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 individu, roleplay, serta sesi Leaderless Group Discussion (LGD). Dalam setiap sesi, peserta diberi studi kasus dan pertanyaan berbasis kompetensi yang mengharuskan mereka berpikir kritis, berargumentasi, dan membangun komunikasi interpersonal secara efektif. Pemandu kegiatan mencatat bahwa siswa semakin aktif seiring jalannya kegiatan, dan sebagian besar menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan wawancara berbasis STAR (Situation. Task. Action. Resul. , yang merupakan kerangka umum dalam asesmen kompetensi (Sari & Hartini, 2020. Wahyuni & Indriyani, 2. Pendekatan ini memberikan struktur yang jelas dalam menyampaikan pengalaman kerja atau simulasi pengalaman organisasi, dan peserta dapat menggunakannya secara efektif di akhir pelatihan. Berikut ini adalah tabel ringkasan capaian indikator kegiatan berdasarkan observasi langsung dan refleksi kelompok: Tabel 1. Ketercapaian Indikator Indikator Ketercapaian Kehadiran dan partisipasi aktif siswa Pemahaman konsep dasar wawancara kerja Kepercayaan diri dalam simulasi wawancara Kemampuan berkomunikasi dalam LGD Keterlibatan dalam sesi tanya jawab Pemanfaatan teknik STAR dalam praktik Total 90,2% Hasil ini mendukung temuan dalam studi oleh Fitriyani & Nurmala . yang menunjukkan bahwa metode roleplay dan simulasi mampu meningkatkan kesiapan wawancara secara signifikan di kalangan siswa vokasi. Sementara menurut Novitasari et al. , pelatihan yang menitikberatkan pada praktik langsung lebih mudah diterima oleh siswa SMK dibandingkan dengan model ceramah tradisional. Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menguatkan aspek psikologis siswa, seperti pengendalian rasa gugup dan penyampaian ide dengan jelas. Dalam kegiatan LGD, siswa ditantang untuk menyampaikan pendapat dalam kelompok tanpa pemimpin, menilai urgensi argumen, dan menjaga dinamika diskusi. Hasilnya, siswa tidak hanya belajar bagaimana menghadapi tes seleksi kerja, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kolaborasi dan etika dalam berkomunikasi. Hal ini sejalan dengan hasil riset oleh Gunawan dan Setiawan . yang menyatakan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kelompok mendorong internalisasi soft skills secara lebih Dari segi relevansi dengan kebutuhan industri, kegiatan ini menjawab kebutuhan akan lulusan yang memiliki employability skills. World Bank . dalam laporan Skills Toward Employment and Productivity (STEP) menyatakan bahwa soft skills seperti inisiatif, kerja sama, dan komunikasi menjadi faktor penentu dalam keberhasilan rekrutmen tenaga kerja muda. Hasil kegiatan PkM ini mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan pendekatan pelatihan berbasis kebutuhan Lebih lanjut, refleksi dari guru pendamping dan siswa menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan diharapkan bisa dilakukan secara rutin menjelang kelulusan. Beberapa siswa bahkan menyampaikan bahwa pengalaman simulasi LGD adalah pengalaman pertama mereka terlibat dalam diskusi kelompok Efek jangka pendek yang dicatat oleh guru adalah peningkatan rasa percaya diri siswa saat mengikuti pelatihan lain di luar sekolah. Pembahasan ini juga didukung oleh temuan dari Widodo dan Marwan . bahwa keterampilan interview dan presentasi diri merupakan faktor pembeda utama antara pelamar kerja SMK yang berhasil dan tidak berhasil lolos seleksi awal. Oleh karena itu, pelatihan yang memberikan pengalaman kontekstual seperti ini sangat Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa . solusi pelatihan yang ditawarkan dalam bentuk workshop interaktif terbukti mampu menjawab kebutuhan mitra, yaitu meningkatkan kesiapan siswa SMKN 20 Jakarta dalam menghadapi proses wawancara kerja melalui peningkatan pemahaman dan praktik langsung. Kegiatan Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 ini memberikan kontribusi konkret dalam membentuk kepercayaan diri siswa, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta memperkenalkan metode asesmen modern seperti LGD dan teknik STAR yang aplikatif di dunia kerja. Berdasarkan respons positif dari peserta dan pihak sekolah, kegiatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di sekolah vokasi lainnya, khususnya yang belum memiliki program pembekalan soft skills menjelang kelulusan. Solusi yang ditawarkan berhasil menjawab kebutuhan mitra. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam mempersiapkan lulusan SMK menghadapi dunia kerja dan . Terdapat potensi replikasi kegiatan di sekolah lain dengan format serupa. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa workshop AuTips dan Trik Sukses Menghadapi Interview KerjaAy di SMKN 20 Jakarta telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi proses seleksi kerja. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap teknik wawancara kerja, membentuk kepercayaan diri, serta memperkuat keterampilan komunikasi interpersonal mereka. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. , siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga pengalaman praktis melalui simulasi dan diskusi Capaian indikator yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini telah menjawab permasalahan mitra dan tujuan pengabdian secara efektif. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk . sekolah vokasi lain mengadopsi model pelatihan sejenis menjelang masa kelulusan siswa sebagai bagian dari program persiapan kerja. program pelatihan soft skills berbasis simulasi dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan dunia usaha dan industri agar lebih kontekstual dan relevan. kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan SMK diperkuat melalui program pengabdian serupa dengan cakupan wilayah dan jumlah sasaran yang lebih luas. Santosa. Hasyim dan Anggraeni Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 UCAPAN TERIMAKASIH Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh jajaran guru SMKN 20 Jakarta yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh siswa kelas XII yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Tidak lupa, kami berterima kasih kepada Politeknik Ketenagakerjaan atas dukungan kelembagaan dan pendanaan yang memungkinkan kegiatan ini terselenggara dengan baik. DAFTAR PUSTAKA