HARGA DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS I GB Adi Sadnyana Putra1. I Wayan Candra2. I Gusti Ayu Harini3. I Nengah Sumirta4 1,2,3,4 Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar Denpasar. Bali. Indonesia e-mail:suryabhrihaspathi@gmail. com1,igb. adisp@gmail. harini@gmail. com3mirtakumara@gmail. Abstract: Self-Esteem in Diabetes Mellitus Patients. The purpose of research to find the level of self- esteem of patients with Diabetes Mellitus at the Jembrana Polyclinic. This type of research design is descrivtive research design, with uses a purposive sampling technique. The resultthis research is majority of research subjects experienced low self-esteem. The conclusionthis research is majority of research subjects experienced low self-esteem, as many as 13 people . %), based on age is 36-55 years as13 people . %), based on education a high school as14 people . %), based on gender were men as13 people . %), all subjects as POLRI members were 22 people . %), based on long suffering from DM that was >6 months as 17 people . %),research subjects who experienced obese as 8 people. %). Abstrak:Harga Diri pada Pasien Diabetes Mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat harga diri pasien diabetes mellitus di Poliklinik Polres Jembrana. Jenis rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif, menggunakan teknik purposive Hasil penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah, yaitu sebanyak 13 orang . %), berdasarkan usiaterbanyak rentang usia36 - 55 tahun. sebanyak 13 orang . %), berdasarkan pendidikan adalah SMA sebanyak 14 orang . %). Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 13 orang . %), semua subyek penelitian adalah aktif bekerja sebagai anggota POLRI yaitu 22 orang . %), berdasarkan lamanya menderita DM terbanyak lebih dari 6 bulan sebanyak 17 orang . %) dan subyek penelitian yang mengalami obesitas yaitu 8 orang. %). Kata kunci:Harga Diri. Diabetes Mellitus PENDAHULUAN Peningkatan pendapatan perkapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif, seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK). Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang saat ini makin bertambah jumlahnya di Indonesia. Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang kebanyakan Adapun tanda dan gejalanya meliputi: hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik sebagai akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam Gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. Prevalensi diabetes mellitus sangat tinggi, pada tahun 2012 China telah menggeser posisi India sebagai Auibukota diabetes duniaAy dengan jumlah penderita diabetes tercatat mencapai 90 juta orang. Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. Posisi ketiga diduduki oleh Amerika Serikat dengan jumlah penderita lebih dari 23 juta Dari jumlah ini 10% - 20% sebagai tipe I dan 80% - 90% sebagai tipe II. Menurut prevalensi diabetes di Indonesia pada tahun 2010 yaitu 8,4 juta dari 230 juta jiwa, dan jumlahnya melebihi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai peringkat keempat penderita diabetes terbesar setelah China. India dan Amerika. Penyakit diabetes mellitus di Provinsi Bali, termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular dibandingkan dengan penyakit tidak Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah kasus diabetes mellitus di Bali yang tercatat pada tahun 2011 sebanyak 4. 023 kasus. Data kasus diabetes di Kabupaten Jembrana pada tahun 2012 sebanyak 2. 064 kasus, sedangkan tahun 2013 (Januari Ae Jun. sebanyak 974 kasus. Jumlah pasien diabetes mellitus di Poliklinik Polres Jembrana untuk kasus rawat jalan tahun 2012 sebanyak 214 orang dan pada tahun 2013 . ulan Januari Agustu. sebanyak 217 orang atau 23% dari Polres Jembrana. Jadi rata-rata penderita DM per bulannya sekitar 22 orang. Diabetes Mellitus merupakan suatu pengobatan dan perawatan jangka panjang dan bila tidak ditangani dengan tepat, diabetes mellitus bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Adapun komplikasi yang sering muncul diantaranya, gangguan pembuluh darah otak . , gangguan penglihatan, penyakit jantung koroner, impotensi, gagal ginjal, serta luka pada kaki yang sukar sembuh/gangren. Kadar gula darah yang tinggi, juga akan mengganggu sistem hormonal, sehingga kadar hormon tertentu meningkat yang berujung pada naiknya tekanan darah . Selain menimbulkan permasalahan secara fisik, diabetes mellitus juga dapat menimbulkan masalah psikososial. Hal ini diungkapkan olehyang menyatakan bahwa penderita diabetes mellitus seringkali mengalami kesulitan untuk menerima diagnosa diabetes mellitus, terutama ketika ia mengetahui bahwa hidupnya diatur oleh diet makanan dan obat-obatan. Biasanya penderita berada pada tahap kritis yang ditandai oleh ketidakseimbangan fisik, sosial, danpsikologis. Hal ini berlanjut menjadi perasaan gelisah, takut, cemas dan akhirnya mengalami rendah diri bahkan Dari studi pendahuluan yang dilakukan di Poliklinik Polres Jembrana terhadap 5 . pasien diabetes mellitus, didapatkan sebanyak 80% mengatakan merasa rendah diri. Hal ini disebabkan karena mereka harus minum obat setiap hari, penyakitnya tidak bisa sembuh, harus mengatur pola makan . , berolah raga secara teratur, serta mengalami komplikasi. Masalah psikososial pada penderita diabetes mellitus adalah mereka cenderung memandang dirinya secara negatif, merasa putus asa dan tidak dapat menerima keadaannya dan akan mempengaruhi harga Harga diri rendah sering terjadi pada individu dengan penyakit kronis. Harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri dan merasa rendah dari orang lain. Seorang penderita diabetes mellitus, dikatakan mempunyai harga diri rendah jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, lebih rendah dari orang lain, tidak disukai dan kehilangan daya tarik Akibatnya mengeluh susah tidur, lebih senang menyendiri dan tidak bersemangat. Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui tingkat harga diri pasien METODE Jenis rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan suatu fenomena atau kejadian. Pada penelitian ini akan digambarkan tentang tingkat harga diri pasien diabetes mellitus di Poliklinik Polres Jembrana. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata angka kunjungan pasien diPoliklinik Polres Jembrana yaitu rata-rata mencapai 22 pasien/bulan. Pada penelitian ini yang menjadi responden penelitian adalahpasien diabetes melitus di Poliklinik Polres Jembranadengan diabetes mellitus di Poliklinik Polres Jembrana. informasi Poliklinik Polres Jembrana, yang meliputi data kunjungan pasien diabetes penelitian dilaksanakan. Instrumen digunakan untuk pengumpulan data harga diri adalah instrumen yang sudah baku yaitu dengan menggunakan Self Esteem Scale. Metode statistik untuk analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu suatu prosedur pengolahan data dengan menggambarkan dan meringkas data. Untuk menganalisis harga diri pasien diabetes mellitus menggunakan penilaian skor harga diri yang terukur akan dikategorikan sesuai dengan interpretasi skor . Harga diri rendah skor : 25Ae33 (O 66%) Harga diri sedang skor : 34Ae42 Ae 85%) Harga diri tinggi skor : 43Ae50 Ae jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 22 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer, yang diperoleh melalui melalui kuesioner yang diisi oleh Data sekunder diperoleh dari sistem HASILDANPEMBAHASAN Hasil penelitian dan pembahasan dapat diuraikan sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi frekuensi Tingkat Harga DiriPasien DM Harga Diri Frekuensi . Presentase (%) Rendah Sedang Tinggi Total Hasil penelitian didapatkan sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah, yaitu sebanyak 13 orang . %). Pasien diabetes mellitus mempunyai harga diri rendah karena ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, lebih rendah dari orang lain, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada menimbulkan permasalahan secara fisik juga menimbulkan masalah psikososial. Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. yang kurang sempurna. Harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri dan merasa rendah dari orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapatbahwa masalah psikososial pada penderita diabetes mellitus adalah mereka cenderung memandang dirinya secara negatif, merasa putus asa dan tidak dapat menerima keadaannya dan akan mempengaruhi harga dirinya. Harga diri rendah sering terjadi pada individu dengan penyakit kronis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien dengan diabetes mellitus selain menghadapi permasalahan secara fisik juga mengalami masalah psikososial. Masalah psikososial tersebut salah satunya adalah harga diri rendah. Hal ini diakibatkan oleh penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, serta terjadinya komplikasi fisik yaitu kelemahan fisik, sering kencing maupun penurunana kemampuan seksual. Adanya dukungan dan perhatian oleh tenaga kesehatan khususnya perawat serta keluarga diharapkan dapat mengurangi beban psikologis yang dihadapi oleh penderita Hal ini diungkapkan oleh penderita diabetes mellitus yang mengatakan sering kali mengalami kesulitan untuk menerima diagnosa diabetes mellitus, terutama ketika ia mengetahui bahwa hidupnya diatur oleh diet makanan dan obat-obatan. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini yaitu didapatkan sebagian besar responden mengatakan rendah diri jika dirinya diketahui mengidap penyakit diabetes mellitus oleh orang lain. Hal ini disebabkan bahwa penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan dan menyebabkan beberapa komplikasi diantaranya badan mudah lelah, sering kencing dan yang paling membuat mereka rendah diri adalah terjadi penurunan kemampuan seksual. Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, sehingga dukungan keluarga orang-orang Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri. Harga diri rendah adalah segala rasa kurang berharga yang timbul karena ketidak mampuan psikologis atau sosial yang dirasa secara subjektif ataupun karena jasmani Tabel 2 Distribusi frekuensiTingkat Harga Diri Berdasarkan Usia Kategori Usia . Jumlah > 55 Harga diri rendah Harga diri sedang Harga diri tinggi Total Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan yang banyak mengalami harga diri rendah adalah berumur 36 - 45 tahun yaitu sebanyak 31%. Hal tersebut sesuai dengan penelitianbahwa orang yang terkena diabetes mellitus khususnya tipe II bukan hanya dari kalangan lanjut usia saja, tetapi juga banyak dari kalangan usia muda. Hal ini berkaitan dengan pola hidup, pola makan, aktifitas serta mempengaruhi harga dirinya . elf Harga diri seseorang erat kaitannya dengan usia serta status kesehatannya. Pada usia 36-45 tahun merupakan usia dewasa lanjut dan masih masuk dalam kategori usia Apabila terjadi gangguan atau penyakit kronis pada usia tersebut dapat mempengaruhi produktifitas individu dan akan menyebabkan gangguan konsep diri khususnya pada aspek harga dirinya. Jadi dari uraian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa harga diri dapat dipengaruhi oleh usia serta produktifitas seseorang. Tabel 3 Tingkat Harga Diri Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Kategori Perguruan Tinggi Dasar Menengah Jumlah Harga diri rendah Harga diri sedang Harga diri tinggi Total Hasil penelitian menunjukkan yang terbanyak mengalami harga diri rendah adalah yang berpendidikan menengah, yaitu Hal ini sesuai dengan hasil penelitianyang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan harga diri. Bahwa seseorang yang memiliki pendidikan tingkat menengah memiliki kepercayaan diri yang lebih dibandingkan dengan orang yang berpendidikan tingkat dasar. Hal ini dapat dijelaskan bahwa orang yang berpendidikan rendah, kurang mampu untuk memahami dan menerima segala keterbatasan yang dialaminya. Mereka cenderung lebih menonjolkan aspek fisik dan emosi dalam menghadapi suatu Sehingga ketika mereka menghadapi suatu permasalahan akan cenderung menolak serta tidak bisa berbagi dengan orang-orang terdekatnya. Jadi harga diri seseorang berhubungan dengan tingkat Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. Tabel 4 Tingkat Harga Diri Berdasarkan Jenis Kelamin Harga diri rendah Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Harga diri sedang Harga diri tinggi Kategori Total Hasil penelitian menunjukkan yang banyak mengalami harga diri rendah adalah laki-laki, yaitu sebanyak 36%. Hal ini sesuai dengan hasil penelitianyang mendapatkan bahwa harga diri rendah salah satunya disebabkan kebiasaan berpikir negatif tentang tubuh. Kebiasan berfikir negatif cenderung terjadi pada laki-laki yang Jadi Jumlah berkaitan dengan cara berfikir dan selanjutnya berpengaruh terhadap harga diri Karakteristik Subyek Penelitian Berdasarkan Pekerjaan : seluruh subyek penelitian adalah anggota Polri yang masih aktif, yaitu 22 orang . %). Tabel 5 Tingkat Harga Diri Berdasarkan Lama Menderita DM Harga diri rendah Lama Diabet O 6 Bulan > 6 bulan Harga diri sedang Harga diri tinggi Kategori Total Hasil subyek penelitian yang banyak mengalami harga diri rendah adalah yang telah menderita DM O6 bulan, yaitu sebanyak Hal ini sesuaidengan hasil penelitian Ferdiansyah. yang bahwa harga diri pada pasien diabetes Jumlah Seseorang penderita diabetes yang masih akut atau O6 bulan cenderung akan menolak dan tidak bisa menerima realita bahwa dirinya terdiagnosa diabetes. Hal ini Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. seseorang pada awal-awalnya akan timbul respon menolak, marah, menarik diri dan mengalami harga diri rendah. Hal ini dapat dimaklumi karena sampai saat ini penyakit diabetes mellitus belum bisa disembuhkan dan hanya bisa dikontrol dengan obatobatan. Jadi peneliti menyimpulkan lama menderita diabetes berpengaruh terhadap harga diri pada pasien diabetes mellitus. Tabel 6 Tingkat Harga Diri Berdasarkan BMI Kategori BMI Normal Pra obes. Obesitas Jumlah Harga diri rendah Kurus Harga diri sedang Harga diri tinggi Total Hasil bahwa subyek penelitian yang banyak mengalami harga diri rendah adalah yang termasuk obesitas, yaitu sebanyak 36%. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian tentang hubungan obesitas dengan harga diri. Hasil penelitian tersebut mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dengan harga diri. Hubungannya bersifat terbalik yaitu semakin obesitas maka SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebagian besar subyek penelitian mengalami harga diri rendah, yaitu sebanyak 13 orang . %). Berdasarkan usiaterbanyak pada rentang 36 - 55 tahun . %),tingkat pendidikan terbanyak adalah Pendidikan Menengah sebanyak 14 orang . %), berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki 13 orang . %). Semua subyek penelitian adalah bekerja aktif sebagai anggota POLRI yaitu 22 orang . %). Berdasarkan lamanya menderita DM yang terbanyak yaitu lebih dari 6 bulan sebanyak 17 orang . %) dan subyek seseorang akan cenderung mengalami harga diri rendah. Seseorang dengan obesitas secara fisik terlihat kurang menarik dan tak jarang menjadi bahan ejekan dari lingkungannya. Bila hal ini terjadi secara terus menurus dan mempengaruhi harga diri pada individu Jadi peneliti bahwa obesitas berhubungan dengan harga diri rendah pada pasien diabetes mellitus. penelitian yang mengalami obesitas yaitu 8 orang. %). UCAPANTERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Kepala Poliklinik POLRES Jembrana yang telah memberikan ijin untuk sarana/prasarana di Poliklinik Polres Jembrana serta semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini. ETIKA PENELITIAN Persetujuan etika dalam penelitian ini diperoleh dari Komisi Etik Penelitian Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor . I GB Adi Sadnyana Putra. I Wayan Candra,I Gusti Ayu Harini. I Nengah Sumirta. Desember 2020. Kesehatan (KEPK) Poltekkes Kemenkes Denpasar. Watkins PD. ABC of Diabetes. London: British. SUMBER DANA Sumber dana dalam penelitian ini sepenuhnya bersumber dari peneliti (Swadan. Perry P and. Fundamental Keperawatan. Konsep. Proses, dan Praktek. Edisi IV. Jakarta: EGC. Direja AHS. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Nuha Medika. Nursalam. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika. Azwar S. Penyusunan Skala Psikologi. 1st ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Teguh. Hubungan Gambaran Diri dengan Tingkat Depresi Pada Penderita Ulkus Diabetes Mellitus di RSU Kraton Kabupaten Pekalongan. Undip. Stuart GW. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta: EGC. Sunaryo. Psikologi Untuk Pendidikan. Jakarta: EGC. Soegondo S. Penetalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta: FKUI. Gisela. Hubungan antara Kebiasaan Berpikir Negatif tentang Tubuh dengan Body Esteem dan Harga Diri. Sos Hum. Vol. DAFTAR RUJUKAN Sukardji. Pedoman Diet Diabetes Mellitus. Cetakan II. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Askandar T. Ilmu Penyakit Dalam. Surabaya: Airlangga Press. World Health Organization. Diabetes Mellitus. Available http://w. int/mediacentre/facts heets/fs312/en/index. iakses 2 Nopember 2. Depkes. RI. Diabetes Mellitus dan Permasalahnnya. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Balipost. Penanganan Penderita DM. Available . iakses Oktober 2. Dinkes. Laporan Tahunan. Dinas Kesehatan Jembrana. Medis. Laporan Bulanan dan Tahunan. Polres Jembrana. RI D. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Diabetes Mellitus. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor .